Anda di halaman 1dari 38

METODE PELAKSANAAN

PEKERJAAN

PENINGKATAN PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA


PARIWISATA
MUSEUM SEJARAH KOTA BANDUNG

TAHUN ANGGARAN 2016

PT.

..
BAB 1
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Metode Pelaksanaan Pekerjaan ini disusun berdasarkan, uraian yang
didapat didalam dokumen lelang paket pekerjaan PENINGKATAN
PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA PARIWISATA MUSEUM
SEJARAH KOTA BANDUNG. Metode Pelaksanaan ini dibuat untuk
memenuhi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi didalam mengikuti
Pelelangan
Umum
Paket
Pengadaan
Jasa
Konstruksi
Pembangunan/Rehabilitasi Bangunan Museum Kota Bandung.
Pelaksanaan pekerjaan akan dilaksanakan selama 180 (Seratus
Delapan Puluh) hari kalender. Dengan waktu pelaksanaan pekerjaan yang
disediakan hanya 160 (Seratus EnamPuluh ) hari kalender yang terdiri dari
Pekerjaan Arsitektur , Struktur dan Pekerjaan Mekanikal . dengan item
cukup banyak, maka kegiatan pembangunan ini akan berjalan secara
simultan dan bertahap.
Semua tahapan pekerjaan gedung mempunyai metode pelaksanaan
yang disesuaikan dengan disain dari konsultan perencana. Perencanaan
metode pelaksanaan pekerjaan struktur didasarkan atas design, situasi
dan kondisi proyek serta site yang ada dalam data-data proyek. Data-data
tersebut merupakan data yang mempengaruhi dalam menentukan dan
merencanakan metode pelaksanaan gedung.
2. DATA ADMINISTRASI PROYEK
1. Nama Proyek
: PENINGKATAN PEMBANGUNAN SARANA
DAN
PRASARANA PARIWISATA MUSEUM
SEJARAH KOTA
BANDUNG
2. Lokasi Proyek
: Jalan Aceh no. Kota Bandung
3. Pemberi Tugas
:
4. Konsultan Perencana
:
5. Pagu
: Rp. 12.000.000.000
6. Waktu Pelaksanaan
: 160 HK ( Seratus Delapan Puluh Hari
Kalender)

7. Sumber Dana
8. Jenis Kontrak

: APBD Kota Bandung


: Harga Satuan

3. LINGKUP PEKERJAAN
A. PEKERJAAN ARITEKTUR
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
2. PEKERJAAN PASANGAN DINDING
PEKERJAAN DINDING LANTAI 1
PEKERJAAN DINDING LANTAI 2
PEKERJAAN DINDING LANTAI 3
PEKERJAAN DINDING LANTAI 4 & LANTAI DAK
3. PEKERJAAN KUSEN DAN ALAT PENGGANTUNG
PEKERJAAN KUSEN DAN ALAT PENGGANTUNG LANTAI 1
PEKERJAAN KUSEN DAN ALAT PENGGANTUNG LANTAI 2
PEKERJAAN KUSEN DAN ALAT PENGGANTUNG LANTAI 3
PEKERJAAN KUSEN DAN ALAT PENGGANTUNG LANTAI 4 &
LANTAI DAK
4. PEKERJAAN PLAFOND
PEKERJAAN PLAFOND LANTAI 1
5. PEKERJAAN LANTAI
PEKERJAAN LANTAI KERAMIK LANTAI 1
PEKERJAAN LANTAI KERAMIK LANTAI 2
PEKERJAAN LANTAI KERAMIK LANTAI 3
6. PEKERJAAN PENGECATAN
PEKERJAAN PENGECATAN LANTAI 1
B. PEKERJAAN STRUKTUR
1. PEKERJAAN GALIAN DAN URUGAN
PEKERJAAN GALIAN PILE CAP
PEKERJAAN URUGAN PASIR URUG DIPADATKAN
PEKERJAAN LANTAI KERJA BETON TUMBUK 1:3:5, t=5
2. PEKERJAAN STRUKTUR
PEKERJAAN STRUKTUR PONDASI, KOLOM, TB1 Dan LANTAI
DASAR
PEKERJAAN STRUKTUR BAJA EL. 4.00 DAN LANTAI 2
PEKERJAAN STRUKTUR BAJA EL.8 DAN LANTAI 3
PEKERJAAN STRUKTUR BAJA EL. 12 ATAP
C. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
Total Pekerjaan Panel
Total Pekerjaan Instalasi Kabel Feeder
Total Pekerjaan Instalasi Kabel Tray
Total Pekerjaan Instalasi Penerangan
Total Pekerjaan Penangkal Petir Dan Grounding
D. PEKERJAAN MEKANIKAL
Total Pekerjaan Tata Udara

Total Pekerjaan Plumbing


Total Pekerjaan Pemadam Kebakaran
Total Pekerjaan Pekerjaan Elevator

BAB 2
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Mobilisasi Alat dan Material

Mobilisasi alat dan material menggunakan truck dan mobil pick


up
Pada pintu masuk maupun keluar proyek di pasang lampu
rotary tanda peringatan
HATI-HATI KELUAR MASUK KENDARAAN PROYEK
Agar lalu lintas tetap terkendali ada petugas flagman yang
mengatur lalu lintas
keluar masuk kendaraan proyek.
2. Pagar Proyek Sementara
Pada Proyek ini direncanakan pagar proyek menggunakan pagar seng
tinggi 2 m yang . Seperti terlihat dalam visualisasi berikut dibawah:

Stock besi dipisahkan


menurut diameter
masing-masing

Pagar Proyek Sementara

3. Fasilitas Sementara

Fabrikasi besi

Fabrikasi bekisting

Direksi Keet Sementara

Gudang kayu

Stock besi tertata rapi

Bekisting tertata rapi


Kebersihan fabrikasi
bekisting

Besi yang telah dipabrikasi


Ditata secara rapi

4. Pembuatan dan Persetujuan Gambar Kerja


Shop Drawing adalah detail gambar konstruksi dan harus dipersiapkan
sebelum pekerjaan yang

bersangkutan

digunakan sebagai acuan bagi pelaksana di

dilaksanakan.

Shop

Drawing

lapangan.

Mulai

Pemeriksaan
Shop Drawing
Kontraktor
1 day

Evaluasi & Koreksi


Shop Drawing
Pengawas

Revisi Shop Drawing


Kontraktor

Revisi ?
Tidak

2 days

Ya

Persetujuan SD
Dikirim kembali
Pengawas
Selesai

Flow Chart Pengajuan Shop Drawing

1 days

5. Persetujuan Bahan dan Material

Flow Chart Pengajuan Material

2. PEKERJAAN TIANG PANCANG UK. 20 X 20 K-500


URUTAN KERJA PEKERJAAN TIANG PANCANG
PEKERJAAN PERSIAPAN AWAL MELIPUTI :
- PENGADAAN TIANG PANCANG
- PENGUKURAN LOKASI / POSISI TIANG PANCANG
- PENGATURAN LOKASI MATERIAL PANCANG
PEKERJAAN PERSIAPAN PEMANCANGAN :
- BUAT SKALA PADA TIANG PANCANG MENURUT
KEDALAMANNYA
- CHECK POSISI TITIK / KOORDINAT PANCANG
- ANGKAT TIANG PANCANG DAN POSISIKAN TIANG
TERSEBUT BERDIRI DENGAN POSISI BAGIAN ATAS
TIANG PANCANG BERADA DI DALAM TOPI PANCANG
- CHECK KETEGAKKAN TIANG PANCANG
TERHADAP 2 SUMBU YANG SALING TEGAK LURUS

TIANG PANCANG

PEKERJAAN PEMANCANGAN

ALAT UKUR
ALAT UKUR

TIANG PANCANG INI DIGUNAKAN HANYA UNTUK MENDUKUNG


BANGUNAN / KONSTRUKSI RINGAN DENGAN KEDALAMAN MAK. 12 M
PENGGUNAAN TIANG PANCANG MINI LEBIH DALAM DARI 12 M
SEBAIKNYA
TIDAK DILAKUKAN DENGAN ALASAN MENGHINDARI TERJADINYA
BAHAYA TEKUKAN
SELAMA PEMANCANGAN PASTIKAN POSISI TIANG PANCANG TETAP
TEGAK LURUS TERHADAP 2 SUMBU HORIZONTAL YANG SALING
TEGAK LURUS
CATAT JUMLAH PUKULAN HAMMER DARI SAAT MULAI SAMPAI DENGAN
BERAKHIRNYA PEMANCANGAN
PENGHENTIAN PEMANCANGAN HANYA DIIJINKAN SETELAH MENDAPAT
IJIN
DARI PENGAWAS
-

MEMBUAT PILE RECORD + DATA HASIL KALANDERING

3. PEKERJAAN PILE CAP

1.A.Hasil
Pancang

Pekerjaan

Tiang

B.Pekerjaan Galian PILE CAP

0
1
2
3
4
5
6

2.A..Pekerjaan Bobokan
Kepala Pondasi
Tiang Pancang
B. Pekerjaan, pasir urug,
Lantai kerja Dan
Pasang Bekisting Bataco
C. Pekerjaan Pembesian Pile Cap

3. Pekerjaan Pengecoran Pile Cap Bagian

Tepi

4. Pekerjaan Pengecoran Pile Cap Bagian


Yang Sulit dijangkau oleh Truck Mixer

4. PEKERJAAN TIE BEAM/SLOOF


Urutan Kerja :
1. Besi sloof yang telah dipotong dan dirakit selanjutnya dipasang di atas
pondasi. Buat stek besi untuk sambungan besi kolom di sloof.
2. Bekisting sloof dipasang dengan skor kayu bekisting tiap 30 cm.
3. Sebelum pengecoran sloof, semua jarak dan ukuran dicek kembali oleh
pengawas. Baik itu jumlah dan jarak tulangan maupun ukuran sloof lantai.
4. Sloof

lantai

dicor

dengan

campuran

semen

pasir dan

kerikil.

Pencampuran dilakukan dengan menggunakan alat concrete mixer.


Terlebih dahulu pasirdengan kualitas baik yang rendah kadar lumpurnya
dicampur dengan kerikil.
5. Setelah itu ditambahkan semen dan dicampur rata lalu terakhir
ditambahkan air.
6. Bila campuran telah rata lalu dituang ke bak pencampuran dan diisi ke
ember campuran untuk diangkut dan dituang ke bekisting sloof lantai.
Rencana pengecoran sloof lantai hinga bekistingnya dilepas adalah
selama 2 minggu.

5. PEKERJAAN KONTRUKSI BAJA


Urutan Kerja :
Penempatan dan pemasangan angkur :
As-as kolom, cara menentukan adalah ;
* Buat Bouwplank setempat.
* Mal pengangkuran dari multiplex t = 9 mm dan diberi as
* Angkur dipasang di mal dan diberi 2 baut dan dipasang pada atas dan
bawah mal.

* Ditarik benang / as ditarik 2 arah sesuai mal membentuk 2 arah siku


* Angkur di las dengan besi beton kolom dengan elevasi atas waterpass.
* Begesting kolom dipasang.
* Kolom dicor
* Mal angkur dilepas
Untuk plat landas yang lebih tebal dari 16 mm sebaiknya tebal mal sesuai
dengan
tebal plat atau angkur dicheck vertikalnya satu persatu.
Berdasarkan tumpuannya :
a. Tumpuan pada kolom pedestal
Fungsi : Jepit - sendi ----> harus sesuai dengan perhitungan struktur.
b. Tumpuan pada kolom atas.
Fungsi : Jepit - Jepit
Sendi - Sendi
Sendi - Rol
Pengangkuran baja dilaksanakan oleh Sipil di bawah Supervisi dari divisi
baja, hal ini
dimaksudkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bila terjadi
masalah pada
saat erection oleh divisi baja.
PENGELASAN
Peralatan :
1. Generator / Genset
2. Onvomer/ Trafo las
3. Kabel las + dan 4. Stang las (handle)
5. Topeng las
6. Kawat las
Kawat las yang biasa dipakai ada 3 jenis :
Diameter 2,6 mm untuk Pelat baja tipis, diameter 3,2 mm, dan 4,0 mm
untuk plat baja yang
lebih tebal Selain itu type Kawat RD 460 dan RD 260, yang biasa dipakai
adalah
type RD 460.
Energi / daya yang digunakan untuk pengelasan yang sempurna :
- Untuk kawat diameter 2,6 mm -----> 3.000 Watt - 8.000 Watt
- Untuk kawat diamater 3,2 dan 4,0 mm ------> 5.000 Watt - 12000 Watt
Dihindarkan adanya pengelasan pokok setelah kap baja terpasang terhadap
bahaya
keruntuhan.
Yang sangat penting untuk hasil yang ingin kita capai dalam melas
konstruksi baja, ialah
cara melas, dimana yang perlu diperhatikan adalah keserbasamaan
(keseragaman) dan

rupa las, serta kematangan pengelasan.


Setelah pengelasan biasanya akan timbul kerak-kerak las ini harus
dibersihkan dengan
cara diketok-ketok dengan palu (hammer).
ERECTION
Persiapan dan peralatan :
1. Box
2. Tali tambang
3. Tali baja
4. Liyer
5. Takel
6. Peralatan Las
7. Blander
8. Kunci / Kunci momen
9. Alat Bantu (bbalok-balok kayu, dll)
Man Power untuk Erection :
Untuk Erection baja harus dipersiapkan tenaga kerja yang memadai. Tenaga
kerja ini dapat dibagi menurut pekerjaannnya :
- Langsiran baja yang telah difabrikasi ditempatkan di lokasi menurut kodekode yang ada.
- Tenaga penarik Liyer dan tali baja.
- Tenaga yang menempat baja pada posisi untuk dipasang baut-baut.
- Tenaga pemasangan tali baja / tali tambang
- Tenaga pengelasan, pasang gording dan pasang mur baut, serta supervisi.

ERECTION KOLOM

ERECTION BALOK

ERECTION TANGGA

PEMASANGAN BONDEK DAN WIREMESH

6. PEKERJAAN DINDING
ALAT YANG DIPERLUKAN :
TROWEL
PALU KARET
WATER PASS
BESI SIKU
GERGAJI
RAMSET
GARUKAN PERATA
HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN :
1. PEMASANGAN

HABEL

HARUS

ZIG-ZAG

DENGAN

OVERLAP

YANG

DIIJINKAN MIN. 10 CM
2. DAERAH PERTEMUAN ANTARA HABEL DAN STRUKTUR HARUS DIBERIKAN
ADUKAN

ELASTIS 1 PC : 6 PS

3. HASIL AKHIR PEMASANGAN HABEL YANG BENAR DITANDAI DENGAN


TIDAK ADANYA

LUBANG-LUBANG SINAR YANG MUNCUL DARI DINDING

PERMUKAAN PASANGAN HEBEL


4. PENGGUNAAN BETON PRAKTIS MENGIKUTI ATURAN DARI PABRIK HABEL
5. PEMASANGAN HABEL YANG BAIK ADALAH DENGAN MENGGUNAKAN
ALAT TROWEL

SELEBAR TEBAL HEBEL

6. PM-100 YANG MENEMPEL PADA HEBEL YANG AKAN DIREKATKAN SATU


DENGAN YANG

LAIN HARUS DALAM KONDISI BERALUR-

7. ALUR AGAR PADA SAAT DIREKATKAN DAN KEMUDIAN DIPUKUL-PUKUL


DENGAN PALU

KARET AKAN MENGHASILKAN REKATANYA BENAR-BENAR

RAPAT (TIDAK ADA CELAH)

1.

PASANG ADUKAN ELASTIS 1 : 6

PROFILAN KAYU

BENANG NYLON
ADUKAN ELASTIS 1 ; 6

PROFILAN KAYU
HEBEL
MORTAR MIX
60

ADUKAN ELASTIS
PROFIL KAYU

2.

ADUKAN ELASTIS
1: 6
20

BENANG

PASANGAN conblok UKURAN 40x 15 x 15 cm DENGAN


MENGGUNKAN MORTARMIX YANG DIOLESKAN PADA SISI BAWAH DAN SISI

SAMPING YANG BERSEBELAHAN DENGAN conblock YANG SUDAH TERPASANG,


KEMUDIANPUKUL DENGAN PALU KAREET SEDEMIKIAN HINGGA CELAH ANTARA
conblock BENAR-BENAR RAPAT DAN BERSIHKAN PERMUKAAN conblock DARI
MORTAR MIX YANG MENCUAT KELUAR DARI CELAH ANTARA HEBEL

PLAT CROME
ADUKAN ELASTIS

As

3.

PASANG ANGKUR DARI PLAT CROME SETIAP KETINGGIAN 3 LAPIS HABEL

DENGAN MEMAKAI ALAT RAMP SET

7. PEKERJAAN KUSEN

1. Installing
ready frame

2. Checking frame with


wall

3. Drilled at concrete
frame

4. Fill Fischer into


drill hole

5. Install window

6. Fill sealant &


mortar

8. PEKERJAAN PLAFOND

00
1. Marking ceiling elevation

2. Determine pattern of frame after


fixing wall angle

3. Fix hanger at the frame


pattern that

4. Fix frame and hanger

5. Adjust the frames to flat the


elevation

9. PEKERJAAN LANTAI

have determined

6. Fix ceiling
panel

PEKERJAAN LANTAI TILE


( LANTAI KERAMIK, LANTAI GRANITO, VINIL DAN LAIN-LAIN)
1. CHECK KONDISI REAL DILAPANGAN DAN BUAT SHOP DRAWING
2.

TENTUKAN POSISI START POINT DALAM SHOP DRAWING DAN MINTALAH

PERSETUJUAN DARI PENGAWAS / MK


3. TERAPKAN POSISI START POINT YANG SUDAH DISETUJUI DI LAPANGAN SEBAGAI
CONTOH LIHAT
GAMBAR DIBAWAH INI.
4.

PASANG KERAMIK MENURUT SALAH SATU ARAH SUMBU KEPALAAN

5.

PEMASANGAN BERIKUTNYA DILAKSANAKAN DENGAN CARA MENGGESER

BENANG NYLON SEJAJAR DENGAN SALAH SATU SUMBU KEPALAAN

10. PEKERJAAN PENGECATAN


A. PERALATAN YANG DIGUNAKAN :
1. KERTAS SEMEN / KORAN
2. AMPLAS
3. ROL
4. KWAS
5. SKRAP
6. KAIN LAP
B. BAHAN YANG DIGUNAKAN :
1. PLAMIR
2. CAT DINDING
C.

PELAKSANAAN :
1.

BERSIHKAN

PERMUKAAN

DINDING

DARI DEBU ,

KOTORAN

DAN

BEKAS PERCIKAN PLESTERAN.


2.

LINDUNGI

DENGAN

BAHAN-BAHAN / PEKERJAAN

LAIN YANG

BERBATASAN

DINDING YANG AKAN DICAT DENGAN KERTAS SEMEN /

KORAN.
3.

GUNAKAN SKRAP UNTUK MEMPERBAIKI BAGIAN BAGIAN

YANG

RETAK & KURANG

RATA

DENGAN

DINDING

PLAMIR, KEMUDIAN TUNGGU

SAMPAI KERING.
4.

C E K , APAKAH PERMUKAAN DINDING SUDAH RATA ?

5.

JIKA

PERMUKAAN

DENGAN

ALAT

BIDANG YANG
6.

ROL

SUDAH
PADA

RATA, LAKSANAKAN PENGECATAN DASAR


BIDANG

YANG

LUAS

& KWAS

SEMPIT ( SULIT ).

JIKA CAT DASAR TERSEBUT SUDAH KERING , LAKSANAKAN


PENGECATAN FINISH ( JUMLAH

PELAPISAN CAT SESUAI DENGAN

SPESIFIKASI ).
7.

UNTUK

C E K , APAKAH PENGECATAN FINISH TERSEBUT SUDAH RATA ?

8.

APABILA

BAHAN-BAHAN

SUDAH
/

RATA, BERSIHKAN

PEKERJAAN

LAIN

CAT- CAT YANG


YANG

MENGOTORI

SEHARUSNYA

TIDAK

TERKENA CAT.

START
PEKERJAAN PERSIAPAN
- Lahan kerja
- Alat kerja
- Fasilitas kerja
- Material yang telah disetujui
- Shop Drawing yg disetujui
- Tenaga Kerja

11.

PEKERJAAN
PABRIKASI
PEKERJAANYANG
MARKING
FOTO
HASIL PENGECATAN
BAIK
- Cable Ladder
- Jalur pipa dalam dinding
PEKERJAAN
- Penggantung
ELEKTRIKAL
Kabel- ladder
Titik peralatan ( saklar ,
- Dudukan Equipment ( panel
dll )kontak dll. )
stop

INSTALASI ARUS KUAT

PEKERJAAN BOBOKAN
- Jalur pipa tembus dinding
- Peralatan
PEKERJAAN INSTALASI
- Conduit , kabel
- Grouping
- Labeling

PEMASANGAN PERALATAN
- Panel
- Stop Kontak
- Saklar

TEST FUNGSI

PASANG CEILING
TEST MEGER NO
KABEL
PEKERJAAN MARKING
- Titik Lampu

YES
CONNECTION

PEKERJAAN PEMASANGAN
- Lampu
CONNECTION

NO
PENGETESAN
NYALA
YES

TES
COMMISIONING

FINISH

YES

NO

START
PEKERJAAN PERSIAPAN
- Lahan kerja
- Alat kerja
- Fasilitas kerja
- Material yang telah disetujui
- Shop Drawing yg disetujui
- Tenaga Kerja

PEKERJAAN PABRIKASI
PEKERJAAN MARKING
- Cable Tray
- Jalur pipa dalam dinding
- Penggantung
Kabel
Tray- Titik peralatan ( outlet telpon,
INSTALASI
ARUS
LEMAH
- Dudukan Equipment ( panel dll
)
outlet
speaker, dll. )

PEKERJAAN BOBOKAN
- Jalur kabel tembus dinding
- Peralatan

PEKERJAAN INSTALASI
- Conduit , Kabel
- Grouping & labeling
PASANG CEILING

PEKERJAAN MARKING
- Aksesori di Ceiling

YES
TEST
CONTINUITAS

PEKERJAAN PEMASANGAN
- Aksesori di Ceiling

NO

YES

CONNECTION

CONNECTION

NO
TES
COMMISIONING
YES
FINISH

PEMASANGAN PERALATAN
- Outlet telpon
- Outlet Speaker
- dll.

INSTALASI AC

START

PEKERJAAN PERSIAPAN
- Lahan kerja
- Alat kerja
- Fasilitas kerja
- Material yang telah disetujui
- Shop Drawing yg disetujui
- Tenaga Kerja

PEKERJAAN PABRIKASI
- Gantungan pipa
- Pipa

PEKERJAAN MARKING
- Jalur pipa

PEKERJAAN BOBOKAN
- Jalur pipa tembus dinding

PEKERJAAN INSTALASI
- Pasang Gantungan
- Pasang pipa

PENGETESAN
PIPA

YES

NO

PEKERJAAN MARKING
- Pasang Equipment
Sanitary

PEKERJAAN PEMASANGAN
- Isolasi Pipa
- Valves
- Alat Ukur
Sanitary
- FLASING
- Tambahan Chemical

TES
COMMISIONING

FINISH

INSTALASI PLUMBING
START

PEKERJAAN PERSIAPAN
- Lahan kerja
- Alat kerja
- Fasilitas kerja
- Material yang telah disetujui
- Shop Drawing yg disetujui
- Tenaga Kerja

PEKERJAAN PABRIKASI
- Gantungan pipa
- Pembuatan Ulir pipa
- Pengecatan Dasar

PEKERJAAN MARKING
- Jalur pipa
- Titik Sanitary

PEKERJAAN BOBOKAN
- Jalur pipa ke titik Sanitary
- Jalur pipa tembus dinding

PEKERJAAN INSTALASI
- Pasang Gantungan
NOTE
- Pasang pipa
- Pengecatan Finish
Dalam pekerjaan bobokan harus
kordinasi dengan Sipil untuk start point
keramik dinding & lantai toilet.
PERBAIKAN
PENGETESAN
PIPA

Pemasangan :
- Pompa
- Tanki

No

Yes
TESTING

No PERBAIKAN

- Pemasangan Valve
- Pemasangan Aksesori
Sanitary

Yes

TEST COMMISSIONING

FINISH

BAB 3
URAIAN PEKERJAAN UTAMA
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1.1 Pekerjaan Pendahuluan ini meliputi pengukuran dilapangan sebelum memulai
pekerjaan,sehingga kita nantinya dapat menentukan panjang lebar suatu
bangunanyang akan dikerjakan sesuangi dengan gambar bestek
1.2 Persiapan dilapangn juga dilakukan dengan matangdan teliti,selanjutnya di
buatlah

bouwlank

kayu

untuk

mengetahui

awal

mula

pekerjaan.

Dan

untukmengetahui sudut siku suatu bangunan.


1.3 Tidak lupa pula menyedikana tempat untuk alat dan bahan bangunan,
sehingga tidak mengganggu
pekrjaan pada nantinya
II. PEKERJAAN GALIAN DAN URUGAN
1.1 Pekerjaan galian dilakukan untuk melihat bauk buruknya suatu tanah
bangunan sebelum dilakukanya pengurugan dan pemasangan keramik,atau
pondasi sehingga pada saat selalai pemasangan keramik dan pondasi dapat
berdiri dengan kokoh tidak goyang dan miring dan tidak terjadi penurunan pada
lantai dasar.
1.2 Pekerjaan pengurugan dilakukan menggunakan pasir dan batu (sirtu) agar
tercapainya kepadatan yang sempurna perlu di adakanya penyiraman air pada
lokasi yang akan di buat lantai kerja
1.3 Dalam pengurukan sirtu ini dilakukan dengan ketebalan mencapai tinggi 25
cm,hingga padat
1.4

Setelah

dilakukan

pengurugan

sirtu

kemudian

dilakukan

penguruganmenggunakan pasir bawah lantai dengan ketebalanurugan mencapai


5 cm
III. PEKERJAAN PASANGAN DINDING
1.1 Setelah pemasangan TIE BEAM selesai selanjutnya dilakukan pemasangan
dinding conblock ,dalam pemasangan batu bata merah ini menggunakan takaran
1Pc: 4Ps
1.2 Setelah pemasangan conblock selesai selurunya baru mengikuti tahap
selanjutnya,yaitu
plesteran dinding.sebelum dinding di plester hendaklah di siram dahulu dengan
air, supaya adukan dapat menempel lekat pada tembok

1.3 Dalamp lesteran ini menggu nakan takaran 1Pc: 2Ps dan ketebalanplesteran
dinding 1.5 cm
1.4 Setelah diplester dinding lalu dilakukan pekerjaan Acian dengan semen
IV. PEKERJAAN BETON
1.1 Pekerjaan ini sangatlah penting,mengingat ini pekerjaan struktur.dalam
pekerjaan beton ini harus teliti seksamajangan sampai terjadi kemiringan atau
tudak siku.
1.2 Pertama dilakukan pemasangan besi yang hendak dicor,di ikat kuat satu
dengan yang lainya menggunalkan kawat besi atau bendrat
1.3 Besi yang digunakan besi ulir dan polos besi yang berdiameter beraneka
ragam. Yang di gunakan adalah : Diameter 2.5.6.8.12.13,16.19.22
1.4 Setelah proses perangkaian besi selesai dilanjutkan dengan pemasangan
begesting utuk cetakan pengecoran,dalam pembuatan begesting harus benarbenar kuat karena menahan beban yang berat
1.5

Setelah

pembuatan

begesting

selesai

lalu

di

lakukan

penyiramanpadabegesting sebelumdi mulainya


pengecoran.supaya dalam pelepasang pengecoran tidak sulit nantinya
1.6 Pekerjaanbeton sloof menggunakan Ukuran 40 X 80cm K-225
1.7 Campuran takaran dalam beton adalah pasir, tensal, dan semen
1.8

Selanjutnya

pekerjaan

rabat

lantai

dasar

sebelum

pamasangan

keramik,pekrjaan rabat beton ini dengan ketebalan 5cm


VI. PEKERJAAN LANTAI
1.1 Setelah lantai kerja di rabat mulailah dilakukan penimbangan menggunakan
selang untuk mengetahuoi ketinggian lantai keramiknantinya
1.2 Setelah dilakukan penimabngan selanjutnya ke tahappengukuran untuk
mengetahui sudut siku suatu pasangan keramik
1.3 Dalampasangan keramikini menggunakan keramikukuran 30 X 30 cm dan
60x60 warna/bermotif
VI. PEKERJAAN INTALASI LISTRIK
1.1

Dalam

bab

ini

kita

menginjak

pekerjaan

pemasangan

titik

lampu,

dalampemasangan titik lampu ini ditanam di dalamdinding untuk menghindari


terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan
1.2 Pemasangan pipaparalon dulu dilakukan sebelum pemasangan kabel,dimana
ukuran pipa paralon ini
5/8 terbuat dari pipa PVC
1.3 Pemasangan kabel menggunakan kabel NYA
1.4 Selain pemasangan kabel dan paralon,pemasangan yang lainya mengikuti dan
titik lampu
1.5 Pemasangan saklar, gunanya untuk mengatur hidup dan matinya pemakaian
lampu
1.6 Selanjutnya pemasangan lampu,menggunakan lampu TL 13 Watt dan 18 Watt
1.7 Dalampemasangan lampu sambungan antar kabel harus di beri isolator
supaya tidak terjadi konsleting antara kabel sambungan yang satu dengan yang
lain

1.8 Selanjutnya pemasangan panel MCB


VIII. PEKERJAAN PLAFOND
1.1

Sebelum

dilakukan

pemasangan

plafond

terlebihdahulu

dilakukan

pemasangan rangka plafond plafond dapat menempel pada rangka dan dalam
pemasangan ini menggunakan sekrup/riper
1.2 Rangka Plafond kalsiboard menggunakan ukutan tebel 1.2 (600X1200) dan
untuk plafond t = 4.5
mm
1.3 Disisi plafond di pasng listplafond dari gifsum
1.4 Pemasangan plafond menggunakan plafond gypsum berukuran tebal 9mm
dan 1.2 X 2.4 m

BAB 4
URAIAN PEKERJAAN PENUNJANG
I. POTENSI DAN PERMASALAHAN KAWASAN
1.1 PENDEKATAN POTENSI
1.a. Aspek Makro
PENINGKATAN PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA PARIWISATA
MUSEUM SEJARAH KOTA BANDUNG,pada hakekatnya merupakan salah satu
bangunan struktur cagar budaya dan elemen pembangunan di Kota Bandung
yang berkembang dan tumbuh sesuai dengan dinamika dan kemampuan yang
dimiliki dan semakin banyak ragam serta tingginya intensitas suatu kegiatan akan
mendorong perkembangan kebutuhan yang lebih cepat, namun pertumbuhan dan
perkembangan dipengaruhi beberapafaktor, yaitu :
1.

Keadaan fisik,Tanah Topografi, Sungai, Geologi, Kemampuan Tanah dan

sebagainya

2. Keadaan fisik bangunan dan hubungan massa


3. Jumlah perkembangan penduduk
4. Kegiatan Masyarakat volume maupun jenisnya
5. Kelengkapan Fasilitas dan Utilitas atau Sarana Infra Struktur Kota
6. Sarana dan Prasarana Transportasi
1.b Aspek Mikro
Aspek Mikro meliputi rumah tata bangunan dan tata lingkungan, yang meliputi :
1. Gubahan Massa
2. Orentasi bangunan
3. Selubung dan bentuk bangunan
4. Pola Bangunan
5. Kegiatan Pelayanan
6. Organisasi ruan
7. Pola gubahan tata lingkungan
1.2 PENDEKATAN PERMASALAHAN
Berdasarkan letak geografis lokasi proyek tersebut berada dikawasan padat
penduduk maka di harapkan pembanguna gedung disesuaikan dengan kondisi
wilayah sekitarnya dari segi gubahan massa, orentasi banguanan,polaruang, pola
sirkulasi, sarana dan prasarana utilitas.
Berikut ini adalah langkah langkah yang di tembuh untuk memperlancar
pekerjaan pembangunan, yaitu meliputi :

1. Persiapan pembukaan akses jalan, dalam hal ini kontraktor Melobi/meminta


izinkepada pihak

-pihak yang berkepentingan. Antara lain RT/RW Setempat

2. Menyediakan jembatan cadangan seandainya pekerjaan melewati sebuah


sungai, dalam hal ini

untuk bejaga jaga saja seandanya jembatan tersebut

tidak mampu menahan beban yang di

muat suatu kendaraan untuk

matrialyang di bawa kelokasi.Sehingga andai saja jempatah

tersebut putus dan

tidak sanggu menahan berat beban sudah ada jembatan cadangan dan
pekerjaan dapat terus bejalan tanpa adanya halangan jembatan yang
terputus.
3. Selanjutnya menyiapkan tempat untuk bahan matrial supaya tidak
mengganggu Kelancaran

pekerjaan dan tidak mengganggu kelancaran

jalan raya. Dan juga menyiakan temapt matrial

yang tidak boleh kena

airsebelum di gunakan. Satu algi menyiapkan tempat peristirahanta


bagiparapekerjadan kantor sementara bagi kontraktor untuk memantau
parapekerja.
4. Seandainya lapangan pekerjaan dalam keadaan penuh dengan air maka akan
di keringkan
dan nyaman.

terlebih dahulu. Agar dalammelakukanpekerjaan lebih cepat

5. Seandainya terjadi keterlambatan pekerjaan maka kontraktor akan berusaha


mempercepat

progress pekerjaan dengan cara menambah Sumber daya

BAB 5
SISTEM MANAJEMEN K3
1.

LATAR BELAKANG

Sesuai dengan Kepmen Tenaga Kerja Nomor : 05/Men/1996, Tentang Sistem


Manajemen

Keselamatan

dan

Kesehatan

Kerja,

maka

demi

menjamin

Keselamatan dan Kesehatan Kerja, bagi seluruh personil dan segala sesuatu yang
berhubungan

dengan

pelaksanaan

pekerjaan

dilapangan

membuat

suatu

manajemen yang mengatur dan Mengelola Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

pelaksanaan pekerjaan yang merujuk pada ketetapan dan aturan resmi dari
pemerintah.
2.

MAKSUD DAN TUJUAN

a. Untuk memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku


b. Mejamin K3 bagi pekerja di tempat kerja
c.

Perlengkapan pproduksi yang aman dan memadai

3.

RUANG LINGKUP

Instruksi kerja ini hanya berlaku untuk pekerjaan Renovasi Pembangunan Hachery
Kabupaten Pangandaran
4.
a.

DEFINISI
Pekerjaan

ini

adalah

Renovasi

Pembangunan

Hachery

Kabupaten

Pangandaran.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah untuk memberikan suatu dasar dalam
bekerja yang menuju kearah tujuan akhirnya, yakni mencegah terjadinya cedera
dan gangguan kesehatan yang disebabkan karena kejadian dan keadaan yang
berhubungan dengan pekerjaan
b.

Kategori I adalah jenis kecelakaan yang dapat menimbulkan kerusakan ringan

atau pada prinsipnya tidak membutuhkan perawat / rawat inap di rumah sakit.
c.

Kategori II adalah jenis kecelakaan yang dapat menimbulkan kerusakan

sedang / korban luka berat dan membutuhkan rawat inap di rumah sakit.
d.

Kategori III adalah jenis kecelakaan yang dapat menimbulkan kerusakan

barat / Korban hingga meninggal dunia.


5.
a.

KETENTUAN UMUM
Keselamatan Kerja adalah tanggung jawab moril baik karyawan maupun

pimpinan perusahaan
b.

Penanggung jawab pelaksanaan K3 di proyek adalah Kasie QA (Quality

Assurance), dengan memastikan melakukan inspeksi secara berkala


c.

Setiap personil/pegawai harus diberikan pelatihan mengenai K3 yang sesuai

dengan lingkuo dan tugasnya


d. Setiap area tempat kerja yang mempunyai resiko dan kemungkinan terjadinya
bahaya, harus
menyediakan petunjuk-petunjuk
penanganan

dan

pencegahan

dan informasi yang tepat tentang cara


bahaya

yang

mungkin

terjadi

pada

saat

melaksanakan pekerjaan.
e.

Setiap karyawan harus disediakan kebutuhan akan alat-alat pelindung diri,

dilatih bagaimana cara menggunakan dengan tepat.


f.

Bahan-bahan yang mudah terbakar adan mudah meledak harus disimpan dan

diangkat serta diperlakukan dengan sedemikian rupa sehingga dapat mencegah


terjadinya kemungkinan kebakaran.
g. Alat-alat penyelamatan harus disediakan diareal atau tempat kerja
h.

Pekerjaan yang dilakukan diatas air harus mnyediakan peralatan keselamatan

seperti life jacket yang mudah dijangkau dan diketahui oleh pegawai yang berada
di lokasi pekerjaan.

i.

Peralatan dan kendaraan harus diperiksa dan dicheck lakayakannya sebelum

digunakan.
j.

Pihak manajemen harus melakukan tinjauan manajemen mengenai safety

secara berkala.
k.

Pekerjaan di lapangan harus dikerjakan secara berkelompok

l.

Masing-masing kelompok harus disediakan sarana untuk berkomunikasi

m. Pada saat kerja disarankan menggunakan tanda identitas pengenal pekerja


n. Menyediakan fasilitas keamanan kerja, personil serta peralatan P3K
6.

TANGGUNG JAWAB

a. Pelaksana Bangunan
1.

Menyetujui konsep Instruksi Safety akan dilaksanakan di pekerjaan

tersebut
2.

Memimpin penerapan program K3 diproyek yang menjadi tanggung

jawabnya
3.

Memimpin rapat tinjauan manajemen atau rapat koordinasi tentang

pelaksanaan

program K3

4. Memimpin upaya peningkatan effektifitas dan efiseiensi program K3


b. Penanggung jawab Quality Assurance
Menyusun konsep instruksi tentang safety yang sesuai dengan ruang lingkup
pekerjaan dan membahasnya bersama bagian-bagian terkait
Merekomendasaikan konsesp yang telah dibahas dengan Manajer prokyek
Memeriksa, memonitor , dan mengevaluasi program K3 ditingkat proyek
Melaporkan penerapan dan pelkasanaan K3 ditingkat proyek kepada Manajer
proyek
c.
1.

Pelaksana Lapangan
Bertanggung jawab akan keselamatan karyawan yang berada dibawah

pengawasannya
2.

Menilai kondisi, serta melakukan penanganan jika terjadi kondisi kurang

aman, tidak aman atau darurat.


7.

PENANGANAN KECELAKAAN

Tangani segera apabila terjadi kecelakaan kerja dan utamakan keselamatan


jiwa manusia

Segera berikan pertolongan pertama pada kecelakaan sesuai dengan ljenis


kecelakaannya

Apabila perlu, segera dibawa ke puskesmas/ dokter/ rumah sakit yang telah
ditunjuk pada alamat yang ditentukan

Hubungi kepolisian Babinsa setempat apabila terjadi kecelakaan tersebut


memerlukan pertolongan yang serius

8.

PENANGANNAN KEBAKARAN

Apabila terjadi kebakaran kecil agar ditangani sendiri dengan menggunakan


peralatan pemadam kebakaran. Beritahukan kepada personil yang berada dilokasi
bahawa telah terjadi kebakaran.Jika terjadi kebakaran besar yang tidak dapat
ditangani sendiri, utamakan manusia denganmemberitahukan agar menjauhi
lokasi. Laporkan kejadian kebakaran kepada penanggung jawab safety.

9.

PERALATAN KESELAMATAN KERJA PEGAWAI

Bagi personil yang bertugas pada pelaksanaan pekerjaan, terutama pekerjaan


yang berisiko tinggi terutama yang dilapangan wajib menggunakan peralatan
pelindung diri yang sesuai dengan standar, yaitu :

1. Helm proyek
2. Sepatu proyek
3. Pakaian seragan dan identitas pengenal
4. Masker jika bekerja didaerah yang beracun / berbau yang bias menakibatkan
terganggunya kesehatan
5. Sarung tangan, bila diperlukan (wajib untuk tukang Las)
6. Kacamata pelindung, jika diperluka
7. Bodi protector apabila diperlukan
8. Life Jacket untuk yang bekerja diatas air
9. P3K
10. Perlengkapan P3K harus diperiksa setelah digunakan

BAB 6
PENUTUP
Demikian

Metode

Pelaksanaan

ini

dibuat

segai

acuan

dalam

lapangan

pekerjanaan langkah-langkah apa yang harus di laksanakan sebelum, mulai, dan


selesai pekerjaan di lakukan. Metode Pelaksanaan ini di buat agar suatu bangunan
terbangun dengan dan sesuai bestek yang sudah di tentukan dalam RAB dan
GAMBAR

ESTEK.Semoga

dengan

adanya

Metode

Pelaksanaan

ini

lebih

memudahkan dan lebih teraranya Scedulle pekerjaan.mana dulu yang harus di


dahulukan dalam melaksanakan pekerjan
Semoga saja bermanfaat bagi semuanya

Bandung

Juni 2016

PT. .