Anda di halaman 1dari 34

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

PEKERJAAN PEMBANGUNAN DAN PENGADAAN LAMPU LAPANG


SOFTBALL
TAHUN ANGGARAN 2016

BAB I PENDAHULUAN
I.UMUM
Metode pelaksanaan pekerjaan sangat berperan dalam suatu proyek
konstruksi. Penggunaan metode yang tepat, praktis, cepat dan aman
sangatmembantu dalam penyelesaian pekerjaan, sehingga target waktu,
biaya dan mutu sebagaimana diterapkan dapat tercapai.
II.LOKASI PEKERJAAN
Pekerjaan yang dilaksanakan pada pekerjaan ini adalah PEKERJAAN
PEMBANGUNAN DAN PENGADAAN LAMPU LAPANG SOFTBALL
terletak di Kutawaringin Soreang Kabupaten Bandung

III. LINGKUP PEKERJAAN


A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Biaya Administrasi & Dokumentasi (umum)
2. Biaya Pembuatan Plank Nama Kegiatan menggunakan bahan Benner
3. Mobilasi dan Demobilisasi Alat
B. PEKERJAAN LAMPU LAPANGAN
1. Pekerjaan Galian Tanah dan Pondasi Tiang Lampu
2. Pekerjaan urugan ex. Galian Tanah Lampu
3. Tiang Pancang Square 25 (D 16) dengan Hydraulic
4. Bongkaran Beton Bertulang Tiang Pancang
5. Pondasi Pelat K-225
6. Tiang Lampu Pipa Schedule 80 16"
7. Tiang Lampu Pipa Schedule 80 14"
8. Tiang Lampu Pipa Schedule 80 12"
9. Besi Siku L 50.50.5

10. Besi Siku L 70.70.7


11. Pelat Besi Berlubang, t = 3 mm
12..Besi Dia. 16 mm
13..Pelat Besi, t = 10 mm
14. Mur + Baut Dia. 10 mm
15..Lampu LED SPT S2190 FL 190 W Wide Beam
16. Instalasi Kabel Utama NYY 4x6 ( Tanam )
17..Instalasi Kabel Paralel NYY 3x2.5
18..Box Control Panel outdoor ( 50x30x70 ) Plus Accessories
+ Dudukan ( 60x40x70 )
19. Pengecatan Dasar Zincromate untuk Pipa Tiang Lampu
20. Pengecatan Tiang Lampu Sek. Seiv
21. Bracket lampu 1 x 4 Besi Siku L 50.50.5
( Kedudukan lampu di atap tribun kiri dan kanan )
22. Pengecatan Bracket Lampu Sek. Seiv
23. Tes Comisioning plus Seting Lampu

C. PEKERJAAN SISTEM PENANGKAL PETIR ( 2 UNIT )


1. LPI Guardian Cat II
2. Termination Kitt
3. FRP Mast 1 meter
4. Kabel NYY 1x70 mm2
5. Grounding c/w
- Copperclod 5/8"
6. Accessories c/w
- Tiang 5 meter
- Lampu Obligasi 60 W
- Pipa PVC
- Support Kabel Clamp Wire
- Bak Konrol Uk 60x60x60 Lengkap Penutup Plat Dacker
7. Instalasi
8. Izin Depnaker
D. PEKERJAAN KEERMIR AREA LAMPU
1. Pekerjaan Galian Tanah Keermir
2. Pekerjaan Urugan Kembali Ex. Galian
3. Pekerjaan Urugan Pasir, t = 5 cm
4. Pekerjaan Keermir Area Tiang Lampu Belakang
5. Pekerjaan Urugan dan Pemadatan Tanah Area Keermir
6. Pekerjaan Topping Keermir, t = 5 cm

E. PEKERJAAN SALURAN UNTUK KABEL


1. Pekerjaan Galian Tanah
2. Pekerjaan Urugan Ex. Galian
3. U Ditch 30.30.120
4. Pekerjaan Urugan Pasir Pengisi U Ditch
5. Pekerjaan Penutup Pelat Decker
F. PEKERJAAN LAIN - LAIN
1.Pekerjaan Pembersihan bekas Pekerjaan (umum)

BAB II METODE PENYELESAIAN PEKERJAAN


Setelah mendapat Surat Perintah Kerja, segera kami melakukan persiapan.

A. Pekerjaan Persiapan
Persiapan awal sebelum pelaksanaan Konstruksi, menyampaikan Surat
Permakluman kepada Penduduk dan Kepala Desa Setempat perihal rencana
pelaksanaan pekerjaan dimaksud.
Tahap prakonstruksi antara lain :
a) Rekayasa lapangan ( Mengukur dan membuat Shop Drawing )
b) Pengukuran panjang pekerjaan dan pemasangan patok-patok dan papan
bowplank pada posisi sesuai dengan hasil pengukuran yang telah diukur dan
dilaksanakan oleh pemborong bersama dengan DireksiTeknis..
c) Menyediakan tempat kerja dan daerah kerja sebagai
kantor pelaksana, gudang atau barak kerja.

Kantor

Direksikeet,

d)
Pembuatan Papan Nama yang sesuai dengan spesifikasi teknis dan
memasang pada tempat yang sesuai.
e) Menghitung volume sesuai hasil pengukuran
c) Mobilisasi peralatan yang diperlukan
Tahap Pelaksanaan Konstruksi :
Dari hasil pengukuran , Shop Drawing dan perhitungan estimasi yang
telahmendapat persetujuan oleh Direksi secara bertahap dimulai pelaksanaan
Konstruksi.
Tahap Akhir Konstruksi :
Pekerjaan yang telah selesai sepenuhnya dan mendapat persetujuan oleh
DireksiTeknis dapat dihentikan. Semua sisa material dibersihkan dari lokasi
pekerjaandengan menggunakan tenaga manual. Demobilisasi peralatan dari
lokasi proyek kembali ke tempat penyimpanan peralatan pemborong.

Waktu Pelaksanaan :
Time Schedule dibuat dengan perencanaan yang sesuai dengan lingkup
pekerjaan dalam pekerjaan ini jangka waktu pelaksanaan pekerjaan
adalah 60 hari kalender dengan jangka waktu pemeliharaan 180 hari
kalender. Pekerjaan Administrasi proyek seperti laporan-laporan yang
diperlukan dikerjakan dari minggu awal proyek sampai minggu akhir
pelaksanaan.

B. Pekerjaan Lampu Lapangan


a) Pekerjaan Galian Tanah Pondasi Tiang Lampu

Penggalian dilakukan untuk mencapai garis elevasi permukaan dan kedalamankedalaman yang perluuntuk pondasi, lantai dan lain-lain yang dipersyaratkan atau
diperlihatkan maupundi indikasikan pada gambar-gambar dengan cara yang sedemikian
sehingga pekerjaan ini dapat selesai dengan baik.Penggalian untuk pondasi yang akan
dilakukan mempunyai lebar yang cukup untuk pembangunan dan juga untuk mengadakan
pembersihan.
Urutan kerja :
a) Lahan yang akan digali dipersiapkan sebelumnya dengan melakukan pemasangan
patok elevasi panjang, lebar, dan
kedalamannya sesuaidengan rencana kebutuhan di
lapangan.

b) Melakukan pemasangan rambu keamanan untuk menjaga hal-hal yangtidak diharapkan


pada saat pelaksanaan pekerjaan.
c) Penggalian dilakukan secara manual, dengan tenaga tukang.
d) Hasil galian dibuang ke lokasi proyek dengan menggunakan keretadorong.
e) Penggalian akan dilakukan sesuai dengan kedalaman yang ditetapkan pada gambar
perencanaan
.

f) Sekelompok pekerja akan merapikan hasil galian.

1. Pekerjaan Lampu Lapangan


b) Pekerjaan Urugan ex. Galian Tanah Lampu

Pekerjaan ini meliputi : Urugan tanah kembali pada pondasi Tiang Lampu Urugan
dilakukan dengan cara bertahap, selapis-demi selapis dengan tebal perlapis maksimal 30 cm,
kemudian dipadatkan.
Urutan kerja :
a) Bagian-bagian yang yang akan diurug sampai mencapai ketinggianyang ditentukan, tanah
urugan dalam kondisi cukup baik, bebas darisisa (rumput/akar-akar lain-lainnya).
b) Pengurugan dilakukan lapis demi lapis tebal maksimal hamparan 30cm setiap lapisan,
kemudian tanah tersebut dilembabkan sebelumdilakukan pemadatan menggunakan alat
stamper.
c) Semua urugan kembali dibawah atau disekitar bangunan dan pengerasan sesuai dengan
gambar rencana.
d) Tanah sisa urugan atau tanah yang tidak dapat dipakai dibuang keluar site atau atas
petunjuk Direksi Pekerjaan.

B. Pekerjaan Lampu Lapangan


c) Pekerjaan Tiang Pancang

Tiang pancang yang dipakai adalah tiang pancang Square 25 D16 . dan pemancangan dilakukan dengan
alat hidrolik hammer, Berikut Tahapan pekerjaan pemancangan Tiang Pancang beton:

Marking posisi titik-titik pancang

Pemancangan pile dilakukan dengan hidrolik hammer. Pemukulan dilakukan pada bagian atas tiang (top
driving).

Untuk mencegah rusaknya kepala tiang akibat dorongan alat (impact), digunakan packing (cushion) dari
plywood setebal minimal 5 cm. Packing tersebut harus diperiksa dan diganti secara periodic selama
pemancangan.

Tiang dipancang sampai kedalaman yang ditentukan. Pemancangan dilaksanakan dan dimonitor secara
hati-hati, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan seperti pecahnya tiang pancang atau melesetnya
posisi dari lokasi yang seharusnya. biasanya ketegakan tiang pancang dikontrol menggunakan alat
theodolite oleh surveyor.

Pemancangan tiang dihentikan setelah ujung tiang mencapai kedalaman yang diinginkan, setelah
dilakukan control terhadap kalendering atau final set.

Setelah pekerjaan pemancangan selesai, dilakukan pengetesan dengan menggunakan/ cara test PDA
untuk mengetahui daya dukung tiang pancang.

Setelah test PDA selesai dikerjakan, tahapan berikutnya adalah memotong tiang pancang sesuai dengan
marking, dengan menyisakan tulangan untuk stek yang akan dihubungkan tiang lampu

1. Pekerjaan Lampu Lapangan


d) Pekerjaan Tiang Lampu

Pengecekan lapangan sesuai dengan desain gambar yang sudah ada.

Pemasangan Box APP,Ground rod,Pipa inforing yang dilanjutkan pengukuran grounding dan tahanan
isolasi. Kemudian dilanjutkan dengan penyambungan ke jaringan TR(tegangan Rendah) PLN. Setelah itu
dilakukan pengetesan terhadap jaringan yang telah terpasang

Pekerjaan selanjutnya adalah pemasangan stang lampu dan lampu induksi yang dilanjutkan dengan
penyambungan ke jaringan yang sudah ditarik

Jika diperlukan adanya tiang bantu, maka pertama-tama dibuat lubang dengan menggunakan diger sesuai
ukuran tiang dan pengecorannya. Setelah lubang siap, angkur dapat ditanam. Untuk menjamin bahwa
tiang benar-benar pada posisi tegak, diukur dengan menggunakan water pas. Selanjutnya dilakukan
pengecoran pada angkur.

Setelah pengecoran benar-benar kering dan tiang dipasang pada base plate.

Setelah tiang berdiri dilakukan test commisioning

Setelah test commisioning selesai bisa di finishing

C. Pekerjaan Sistem Penangkal Petir 2 unit


Secara garis besar, cara pemasangan instalasi penangkal petir/anti petir Viking sebagai berikut :
1. Pada tahap awal pengerjaan di mulai dengan mengerjakan bagian grounding system terlebih dahulu,
dengan pertimbangan keamanan dan kemudahan. Kemudian dilakukan pengukuran resistansi/tahanan
tanah menggunakan Earth Testermeter, apabila hasil pengukuran tersebut menunjukan < 5 Ohm maka
tahapan kerja berikutnya dapat dilakukan. Seandainya hasil resistansi/tahanan tanah menunjukan > 5
Ohm maka di lakukan pembuatan atau penambahan grounding lagi di sebelahnya dan di pararelkan
dengan grounding pertama agar resistansi/tahanan tanahnya menurun sesuai dengan standarnya < 5
Ohm.
2. Setelah selesai membuat grounding, langkah berikutnya adalah memasang kabel penyalur (Down
Conductor) dari titik grounding sampai keatas bangunan, tentunya dengan mempertimbangkan jalur kabel
yang terdekat dan hindari banyak belokan/tekukkan 90 derajat sehingga kebutuhan material dan kualitas
instalasi dapat efektif dan efisien. Kabel penyalur petir yang biasa di gunakan antara lain BC (Bare
Copper), NYY atau Coaxial. Untuk tempat - tempat tertentu sebaiknya di beri pipa pelindung (Conduite)
dengan maksud kerapihan dan keamanan.
3. Bila kabel penyalur petir telah terpasang dengan rapih, maka tahap selanjutnya pemasangan head terminal
petir tentunya harus terhubung dengan kabel penyalur tersebut sampai ke grounding system.

D. Pekerjaan Keermir Area Lampu

Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pasangan batu kali.

Approval material yang akan digunakan.

Persiapan lahan kerja.

Persiapan material kerja, antara lain : batu kali, semen PC, pasir pasang, air, dll.

Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran, benang, selang air, dll.
Setelah tahap persiapan selesai, maka tahap berikutnya yang dilaksanakan dilapangan adalah
tahap pekerjaan pengukuran dengan mengikuti proses sebagai berikut:

Sebelum pekerjaan pemasangan pasangan batu kali dimulai, terlebih dahulu dilakukan pengukuran
dengan menggunakan theodolith untuk mendapatkan level pasangan batu kali.

Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi warna cat.

Apabilan proses persiapan dan pebgukuran telah dilaksanakan, maka tahap


selanjutnya adalah Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu kali, dengan mengikuti langkah
pekerjaan sebagai berikut :

Gali tanah untuk lubang pasanagan batu kali.

Pastikan galian tanah untuk pasangan batu kali, ukuran lebar dan kedalaman sudah sesuai
rencana.

Pasang patok kayu dan benang sebagai acuan leveling pasangan batu kali.

Buat adukan untuk pasangan pondasi batu kali.

Hamparkan pasir urug dan ratakan

Basahi batu kali dengan air telebih dahulu sebelum dipasang.

Pasang batu aanstamping terllebih dahulu.

Pasang batu kali di atas pasangan batu aanstamping dengan menggunakan adukan yang
merata mengisi rongga-rongga antar batu kali.

Batu kali disusun sedemikian rupa sehingga pasangan batu kali tidak mudah retak/patah dan
berongga besar.

Cek elevasi pekerjaan pasangan batu kali apakah sudah sesuai rencana.

Pekerjaan akhir adalah finish pasangan batu kali dengan plesteran siar.

Demikian metode pelaksanaan pekerjaan pasangan batu kali yang terdiri dari beberapa
tahap yaitu tahap persiapan, tahap pengukuran dan tahap pelaksanaan pekerjaan fisik
dilapangan.

E. Pekerjaan Saluran Untuk Kabel


1. Pengukuran
Pengukuran meliputi pengukuran panjang pekerjaan dan elevasi. Elevasi yang tertera pada shop drawing
diterapkan di lapangan dengan memasang patok-patok dan bouwplank untuk menyimpan elevasi.
2. Galian tanah
Setelah patok dipasang, pekerjaan galian bisa dimulai. Elevasi galian dikontrol berdasarkan elevasi yang
sudah disimpan pada patok.
3.Pekerjaan Pemasangan

Pemasangan Bowplank pada galian untuk pengecekan kelurusan maupun elevasi dengan jarak
maksimum 20 m untuk menghindari lendutan benang acuan. Sebaiknya dengan 2 benang dimana yang
satu pada as saluran sedang lainnya pada sisi luar precast untuk kelurusan pamasangan saluran.

Pemasangan saluran precast segera dilaksanakan apabila seluruh proses diatas telah dikerjakan. Dengan
bantuan peralatan (untuk mengangkat dan penyetelkan dapat digunakan Crane atau Excavator dengan
tetap mengacu prosedur Handling), satu persatu precast saluran dipasang mengikuti jalur galian yang
dibuat dan sebaiknya dari arah hilir ke hulu.

Pengurugan kembali lapis demi lapis ( 15 s/d 20 Cm perlapis ) dengan pemadatan dapat dikerjakan
dengan Stamper atau lainnya dengan material yang sesuai persyaratannya hingga ke finishing surface.

F. Pekerjaan Lain- Lain


Setelah pekerjaan selesai pihak kontraktor akan bertanggung jawab atas pembersihan lokasi bekas
pekerjaan seperti sedia kala.

BAB III URAIAN PEKERJAAN PENUNJANG


Strategi paling tepat dalam mengantisipasi keterlambatan proyek konstruksi adalah dengan membuat Risk Management yang berdampak atas
waktu pelaksanaan. Bagian penting atas risk management tersebut adalah adanya risk response dan tentu monitoringnya.
Pada proyek yang sudah terlanjur mengalami keterlambatan artinya risiko yang berdampak atas waktu pelaksanaan telah terjadi. Risiko yang
terjadi adalah problem. Ini terjadi karena kurang memadainya risk management yang dibuat.
Strategi percepatan proyek identik denganrisk responsdalamrisk management. Hanya saja pada risiko yang telah terjadi. Strategi diterapkan
berdasarkan prioritas jika faktor yang menyebabkan keterlambatan proyek jumlahnya cukup banyak. Dengan melihat karakteristik khusus
proyek konstruksi dan faktor yang menyebabkan keterlambatan proyek, berdasarkan pengalaman diusulkan rekomendasi strategi dalam
melakukan percepatan proyek konstruksi, yaitu:
4.1 Manajerial
Dalam situasi krisis terhadap waktu,Jalur kritis harus dikomunikasikandan disepakati oleh Tim proyek.
Menjaga kedisiplinan Tim proyek. Kedisiplinan akan mempengaruhi suasana kerja di proyek
Melakukan rapat harianyang membahas segala hal terkait usaha untuk menjaga agar proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah
ditentukan. Rapat harian harus dihadiri oleh Pejabat proyek yang mampu mengambil keputusan atas suatu masalah. Jangan pernah
mengulur pengambilan keputusan pada rapat harian saat proyek mengalami krisis. Rapat harian harus dihadiri oleh Tim proyek terkait,
Mandor, dan wakil subkontraktor.
Aktif menggali informasi mengenai potensi masalah kepada subkontraktor dan Mandor. Hal ini agar masalah yang berpotensi terjadi dapat
diantisipasi lebih dini
Melakukan update yang rutin atas jalur kritis (CPM). Semakin sering akan semakin baik. Dapat pula membuat simulasi-simulasi atas
rencana-rencana proyek agar didapatkan strategi yang paling efisien dan efektif.
Selalu memberikan motivasi yang terbaik kepada karyawan dan pekerjaagar attitude dan mental kerja lebih baik.
Menambah jam kerjadengan lembur.
Menambah Personil proyek agar dapat meningkatkan pengawasan.
Menjaga kualitas pekerjaan. Kualitas yang tidak baik menyebabkan pengulangan pekerjaan.
Memastikan ketersediaan dana dan mengusahakan dana pendampinguntuk hal-hal yang bersifat emergency.
Membantu mempercepat proses penagihan termijn bagi subkontraktor
Aktif berkomunikasi dengan Owner dan Pengawas pekerjaan mengenai strategi percepatan proyek. Usahakan untuk mendapatkan
dukungan mereka
Memberikan reward atas tercapainya setiap tahapan milestonekepada tim proyek, subkontraktor dan kepada pekerja.
Tim proyek harus fokus terhadap Safety. Kecelakaan akan membuat loss time.
Menempatkan personil khusus yang memonitor proses dan dokumen administrasi vendor. Sering kali pekerjaan di lapangan terhambat
oleh masalah prosedur administrasi.

4.2 Scope dan Lingkup Pekerjaan


Membuat checklist daftar sisa pekerjaan (Update WBS)dimana tingkat detil yang baik dan memadai. Daftar atau checklist ini akan
sangat membantu dalam proses-proses berikutnya.
Daftar sisa pekerjaan dengan melihat secara keseluruhan dokumen kontrakyaitu gambar, BQ, dan spesifikasi.
Meminimalisir adanya perubahan lingkup dan pekerjaan tambah-kurang. Perubahan lingkup akan membuat pekerjaan semakin
kompleks dan sulit dikelola. Perlu effort yang lebih besar dengan adanya perubahan lingkup.

4.3 Material dan Supplier


Pengiriman material menggunakan transportasi udara. Ekspedisi yang menggunakan jalur laut sering terlambat karena faktor
cuaca dan birokrasi. Ini menjadi satu-satunya cara apabila terjadi larangan berlayar karena cuaca sedang jelek
Aktif memonitor proses pengiriman denganmeminta bukti manifest pengirimanmaterial
Melakukan pengecekan langsung lokasi materialyang akan dikirim ke proyek. Ini untuk memastikan bahwa material dalam kondisi
ready untuk dikirim.
Jumlah supplieruntuk suatu jenis material diusahakanlebih dari satu
Mengganti material import dengan material yang ready stockdengan spesifikasi yang setara.
Mengganti material yang langka dengan material lain yang ready stockdengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan. Contoh
pada saat terjadi kelangkaan semen, pekerjaan lantai kerja diganti denganplastic sheet. Contoh lain adalah mengganti semen biasa PC
dengan semen tipe PCC.
4.4 Alat
Memastikan alat dirawat sesuai prosedur
Mengganti alat yang tidak sesuai atau tidak cocok.
Memastikan tersedianya suku cadang di proyek terutama pada elemen alat yang bersifat aus
Menambah jumlah alat sehingga mencukupi kebutuhan pelaksanaan
Membuat sumber tenaga listrik cadangan. Kerusakan genset akan menghentikan hampir seluruh pekerjaan.

4.5 Subkontraktor
Mengurangi lingkup pekerjaan subkontraktoryang bermasalah dan menggantinya dengan subkontraktor yang terpercaya.
Mengambil alih pekerjaan subkontraktoryang berpotensi terlambat
Jumlah subkontraktor pada suatu pekerjaan diusahakan lebih dari satu.
Meminta setiap subkontraktor agar menempatkan wakilnya yang dapat memutuskan masalah.
Aktif komunikasi via surat untuk masalahmasalah yang krusial

4.6 Tenaga Kerja


Mengganti tenaga kerja yang kurang produktifdengan yang lebih produktif. Durasi pekerjaan proyek konstruksi sangat tergantung
pada produktifitas tenaga kerja
Menambah jam kerja atau lembur. Lembur yang efektif adalah sampai dengan jam 24.00. Di atas jam tersebut biasanya produktifitas
menurun.
Aktif memantau kedisiplinan tenaga kerja. Waktu yang hilang atas ketidakdisiplinan tenaga kerja berdampak cukup besar.
Memperhatikan kelayakan tempat tinggal pekerja. Tempat tinggal yang tidak sehat, akan menyebabkan tingginya angka pekerjaan yang
sakit. Hal tersebut akan menambah loss time di proyek.
Aktif berkomunikasi dengan pekerja mengenai kesulitan pelaksanaan dalam event meeting atau safety talk
Memberikan training secara rutin kepada pekerjan agar keahlian pekerja meningkat sehingga akhirnya produktifitasnya bertambah.
Menyediakan tempat istirahat pekerja pada lokasi yang sedekat mungkin dengan lokasi pekerjaan
Disarankan untuk mengkoordinir pengadaan makan pada saat istirahat pekerja. Ini akan memangkas waktu hilang yang menurunkan
produktifitas
Tenaga kerja harus disebar pada area pekerjaan sedemikian masih tetap dapat dimonitor dengan baik. Jangan menyebarkan pekerja
pada area yang terlalu luas sehingga menurunkan tingkat pengawasan
4.7 Penanggulangan Cuaca
Cuaca adalah salah satu faktor yang dapat menghambat laju pekerjaan konstruksi.
Namun cuaca merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Terdapapt beberapa cara untuk menanggulangi jika terjadi cuaca buruk (panas,
hujan, angin dll)
Membuat loss kerja yang ber atap. Pada pekerjaan konstruksi terdapat beberapa item yang pabrikasinya dikerjakan di lapangan.
Misalnya : Pembuatan Tulangan besi, precast, kayu dll. Maka agar cuaca tidak menjadi halangan pekerjaan pabrikasi, sebaiknya di
sediakan loss kerja tang memiliki atap temorer.
Melakukan pengecoran malam.
Menyediakan plastik cor, sebagai antisipasi jika turun hujan pada saat pengecoran.

4.8 Design dan Metode Pelaksanaan


Aktifmenemukan metode pelaksanaan baru yang lebih efisien dan efektifdaripada metode eksisting.
Aktifmengevaluasi metode pelaksanaan yang adasehingga didapatkan metode pelaksanaan yang paling efisien dan efektif.
Melakukan review design sedemikian design yang baru memberikan waktu penyelesaian yang lebih singkat dengan tanpa
mengabaikan kehandalan fungsi design.
Membuat metode pelaksananaan sedemikian dapat meminimalisir dampak cuaca buruk. Misalnya mempercepat pekerjaan struktur
agar pekerjaan finishing dapat segera dimulai. Contoh lain adalah menyediakan atap terpal sehingga pekerjaan dapat terus
dilaksanakan walaupun terjadi hujan.

BAB IV SISTEM MANAJEMEN K3


5.1 Umum
Lingkup keselamatan kerja yg dimaksud termasuk tenaga kerja, peralatan, perlengkapan, bahan, Prosedur kerja, baik diluar bangunan
maupun didalam bangunan yang sedang bekerja Untuk keselamatan kerja, setiap pekerja harus dilengkapi dengan helm pengaman, sarung
tangan, sepatu kerja, safety belt sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing pekerjaan. Pada bagian mesin dan alat yang mudah atau
rawan terhadap kecelakaan kerja.
Penyedian obat-obatan P3K bagi pekerja yang terluka atau mendapat kecelakaan kerja di proyek disediakan obat-obatan yang ditempatkan
secara khusus dan selalu ditambah bila ada obat yang kurang. Apabila keadaan pekerja yang mendapat kecelakaan tersebut memerlukan
perawatan yang lebih, maka segera dibawah ke rumah sakit yang terdekat Sesuai standar perusahaan kami, untuk mendukung tujuan K3
diadakan juga Asuransi Tenaga Kerja dengan syarat-syarat berdasarkan ketentuan yang berlaku.

5.2 Tujuan
a. Menjamin bahwa seluruh aktivitas pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan aspek keselamatan kerja (healt and work safety aspect).
b. Menjamin bahwa seluruh aktivitas pekerjaan yang dilakukan dengan peralatan dan tenaga manusia dilakukan oleh orang yang mempunyai
kewenangan melakukan dan menggunakan alat dan peralatan sesuai dengan keahliannya masing-masing
c. Menjamin agar keselamatan kerja dilakukan secara konsisten dan sesuai dengan peraturan serta procedure kerja yang telah dibuat
dalam proyek
d. Menjamin produktivitas kerja tidak terganggu dan aman bekerja secara continue menuju kondisi Nol Kecelakaan (ZERO ACCIDENT)
5.3 Lingkup
Lingkup keselamatan kerja yang dimaksud termasuk tenaga kerja, peralatan, perlengkapan, bahan, prosedur kerja, baik diluar bangunan
maupun didalam bangunan yang sedang dikerjakan.
5.4 MANUAL
Untuk menjamin kesesuaian setiap hasil kerja yang dicapai dengan persyaratan yang ada serta dilakukan dengan cara yang aman dan sehat
baik bagi karyawan maupun lingkungan, maka perusahaan menetapkan manual SMK 3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja) dan pedoman kerja tertulis yang mengatur masalah K3, mangacu kepada ISO 9001; 2008 (QMS), ISO 18001: 2007 (OHSAS/K3).

5.5 SISTEM MANAJEMEN K3 KONSTRUKSI


1. Pihak kami akan membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk identifikasibahaya, Penilaian risiko danpengendaliannya secara
berkesinam-bungan sesuai dengan Rencana K3Kontrak (RK3K) yang telah disetujui olehMK.Pihak Kami akan melibatkan Ahli
K3Konstruksi pada paket pekerjaan denganrisiko K3 tinggi atau sekurangkurangnyaPetugas K3 Konstruksi pada paketpekerjaan dengan
risiko K3 sedang dankecil. Ahli K3 Konstruksi atau Petugas K3bertugas untuk merencanakan,melaksanakan dan mengevaluasi Sistem
Manajemen K3 Konstruksi, tingkat risikoK3 ditetapkan oleh Pengguna Jasa

3
1

2. Pihak Kami akan membentuk PanitiaPembina K3 (P2K3) bila: jumlah pekerja paling sedikit 100 orang,
3. Pihak Kami akan melaksanakan Audit Internal K3 Konstruksi.
4. Pihak Kami akan melakukan tinjauan ulang terhadap RK3K (pada bagian yang memang perlu dilakukan kaji
ulang)setiap bulan secara berkesinambungan selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi berlangsung.
Pihak Kami akan menyediakan fasilitas pencucian yang memadai dan sesuai dengan pekerjaan yangdilakukan untuk
seluruh pekerja konstruksi. Fasilitas pencucian termasuk penyediaan air panas dan zat pembersih untukkondisi berikut
ini:
Jika pekerja beresiko terpapar kontaminasi kulit yang diakibatkan oleh zat beracun, zat yang menyebabkaninfeksi dan
iritasi atau zat sensitif lainnya;
Jika pekerja menangani bahan yang sulit dicuci dari kulit jika menggunakan air dingin;
Jika pekerja harus membersihkan seluruh badannya;
Jika pekerja terpapar pada kondisi panas atau dingin yang berlebih, atau bekerja pada kondisi basah yangtidak biasa
sehingga menyebabkan para pekerja harus membersihkan seluruh badannya, maka Pihak Kamiakan menyediakan
pancuran air (shower) dengan jumlah yang memadai dengan jumlah yang memadai.
Untuk kondisi normal, Pihak Kami akan menyediakan pancuran air untuk mandi dengan jumlah sekurang-kurangnya
satu untuk setiap 15 orang.
5.6 Toilet Fasilitas Sanitasi
Pihak Kami akan menyediakan toilet yang memadai baik toilet khusus pria maupun toilet khusus wanita
yangdiperkerjakan di dalam atau di sekitar tempat kerja.
Jika jumlah pekerja lebih dari 15 orang tenaga kerja, maka:
i. Kami menyediakan 1 urinal peturasan untuk jumlah pekerja 15 orang, ditambah apabila jumlah pekerjalebih dari 15
orang sampai dengan tambahan 30 orang maka kami akan tambah satu urinal peturasanuntuk setiap 30 orang
tambahan;
ii. Satu kloset untuk jumlah pekerja kurang dari 15 orang, apabila jumlah pekerja lebih dari 15 orang sampaidengan
tambahan 30 orang maka kami menambah satu kloset ditambah beberapa kloset untuk setiap 30orang tambahan.
Toilet pria dan wanita akan dipisahkan dengan dinding tertutup penuh. Toilet mudah diakses, mempunyaipenerangan
dan ventilasi yang cukup, dan terlindung dari cuaca. Toilet dibuat dan ditempatkan sedemikianrupa sehinga dapat
menjaga privasi orang yang menggunakannya dan terbuat dari bahan yang mudahdibersihkan.
5.7 Air Minum
Kami akan menyediakan pasokan air minum yang memadai bagi seluruh pekerja dengan persyaratan:
Mudah diakses oleh seluruh pekerja dan diberi label yang jelas sebagai air minum;

3
2

Kontainer untuk air minum harus memenuhi standar kesehatan yang berlaku
Jika disimpan dalam kontainer, kami pastikan kontrainer bersih dan terlindungi dari kontaminasi dan
panas;dikosongkan dan diisi air minum setiap hari dari sumber yang memenuhi standar kesehatan.

5.8 Fasilitas Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)


Peralatan P3K kami sediakan dalam seluruh kendaraan konstruksi dan di tempat kerja.
Di tempat kerja kami tempatkan pekerja yang sudah terlatih dan/atau bertanggung jawab dalam PertolonganPertama
Pada Kecelakaan.

5.9 Akomodasi Untuk Makanan dan baju


Akomodasi yang memadai bagi pekerja, tempat untuk makan, istirahat, dan perlindungan dari cuaca.
Akomodasi mempunyai lantai yang bersih, dilengkapi meja dan kursi, serta furnitur lainnya untuk
menjamintersedianya tempat istirahat makan dan perlindungan dari cuaca
Penyediaan tempat sampah, dikosongkan dan dibersihkan secara periodik.
Penyediaan tempat ganti baju untuk pekerja dan tempat penyimpanan baju pakaian yang tidak digunakanselama
bekerja.

5.10 Penerangan
Penyediaan penerangan harus di seluruh tempat kerja, termasuk di ruangan, jalan, jalan penghubung, tanggadan gang.
Semua penerangan dapat dinyalakan ketika setiap orang melewati atau menggunakannya.
Penerangan tambahan harus disediakan untuk pekerjaan detil, proses berbahaya, atau jika menggunakan mesin.
Penerangan darurat yang memadai.
PEMELIHARAAN FASILITAS
Pihak Kami akan menjamin terlaksananya pemeliharaan fasilitas-fasilitas yang disediakan dalam kondisi bersih
danhigienis, serta dapat diakses secara nyaman oleh pekerja.

5.11 Ventilasi
Seluruh tempat kerja mempunyai aliran udara yang bersih.
Pada kondisi tempat kerja yang sangat berdebu misalnya tempat pemotongan beton, penggunaan bahan
kimiaberbahaya seperti perekat, dan pada kondisi lainnya, Pihak Kami akan menyediakan alat pelindung nafas seperti
respirator dan pelindung mata.

3
3

5.12 Ketentuan Bekerja Pada tempat Tinggi (Pekerjan yang Berpengalaman)


Bekerja di tempat kerja yang tinggi dilakukan oleh pekerja yang mempunyai pengetahuan, pengalaman dan mempunyai
sumberdaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan selamat.
Pelindung
Keselamatan kerja untuk bekerja pada tempat tinggi dapatmenggunakan satu atau beberapa pelindung sebagai berikut:
teralipengaman lokasi kerja, jaring pengaman, sistem penangkap jatuh.

Pengamanan di sekeliling pelataran kerja atau tempat kerja


Membuat terali pengaman lokasi kerja sepanjang tepi lantai kerjaatau tempat kerja yang terbuka.
Menggunakan Jaring Pengaman, Jika pelataran kerja atau tempatkerja berada di atas jalan umum dan untuk mencegah jika
ada bahaya material atau barang lain jatuh pada pengguna jalan, dan pengamanan daerah di bawah pelataran kerjaatau
tempat kerja bebas dari akses orang.

Terali pengaman lokasi kerja


Terali pengaman memenuhi syarat, Jika terali pengaman lokasi kerja digunakan di sekeliling bangunan, atau bukaan diatap,
lantai, atau lubang lift :- 9001100 mm dari pelataran kerja;
Mempunyai batang tengah (mid-rail)
Mempunyai papan bawah (toeboard) jika terdapat resiko jatuhnya alat kerja atau material dari atap/tempat kerja.
Jaring pengaman
Pekerja yang memasang jaring pengaman harus dilindungi dari bahaya jatuh. Digunakan kendaraan khusus(mobile work
platform) saat memasang jaring pengaman. Akan tetapi jika peralatan mekanik tersebut tidaktersedia maka pekerja yang
memasang jaring harus dilindungi dengan tali pengaman (safety harness) ataumenggunakan perancah (scaffolding).
Jaring pengaman dipasang sedekat mungkin pada sisi dalam area kerja.
Jaring pengaman dipasang dengan jarak bersih yang cukup dari permukaan lantai/tanah sehingga jika seorangpekerja
jatuh pada jaring tidak akan terjadi kontak dengan permukaan lantai/tanah.
Sistem pengaman jatuh individu (individual fall arrest system)
Sistem pengaman jatuh individu (individual fall arrest system) termasuk sistem rel inersia (inertia reel system),safety
harness dan tali statik. Pekerja yang diharuskan menggunakan alat ini akan dilatih terlebih dahulu
Jenis sabuk pinggang tidak akan digunakan untuk pekerjaan atap.
Pekerja yang menggunakan safety harness tidak akan diperbolehkan bekerja sendiri. Pekerja yang jatuh dantergantung
pada safety harness harus diselamatkan selama-lamanya 20 menit sejak terjatuh.
Perhatian penuh diberikan pada titik angker untuk tali statik, jalur rel inersia, dan/atau jaring pengaman.

Tangga
Jika tangga akan digunakan, maka Pihak Kami akan:
Memilih jenis tangga yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan;
Menyediakan pelatihan penggunaan tangga;
Mengikat bagian atas dan bawah tangga untuk mencegah kecelakaan akibat bergesernya tangga;
Tempatkan tangga sedekat mungkin dengan pekerjaan;
Tangga digunakan untuk naik ke lantai kerja di atas, kami pastikan tangga tersebut berada sekurang-kurangnya 1m di
atas lantai kerja;

Perancah (scaffolding)
Perancah dengan tinggi lebih dari 5 m dari permukaan dibangunoleh orang yang mempunyai kompetensi sebagai
scaffolder.Seluruh perancah diinspeksi oleh orang yang berkompeten padasaat: sebelum digunakan, sekurangkurangnya seminggu sekalisaat digunakan, setelah cuaca buruk atau gangguan lain yangdapat mempengaruhi
stabilitasnya, jika perancah tidak pernahdigunakan dalam jangka waktu lama.
Hasil inspeksi harus dicatat, termasuk kerusakan yang diperbaikisaat inspeksi. Catatan tersebut ditandatangani oleh
orang yangmelakukan inspeksi
Orang yang melakukan inspeksi memastikan bahwa :
i. Tersedia akses yang cukup pada lantai kerja perancah.
ii. Semua komponen tiang diletakkan di atas pondasi yang kuat dan dilengkapi dengan plat dasar. Jika perlu, gunakan
alaskayu atau cara lainnya untuk mencegah tiang bergeserdan/atau tenggelam.
iii. Perancah telah terhubungdengan bangunan/strukturdengan kuat sehinggadapat mencegah runtuhnyaperancah dan
menjagaagar ikatannya cukup kuat.- Jika beberapa pengikattelah dipindahkan sejakperancah didirikan, makaikatan
tambahan atau caralainnya untuk menggantiharus dilakukan
iv. Perancah telah diperkaku(bracing) dengan cukupuntuk menjaminstabilitas.
v. Tiang, batang, pengaku(bracing), atau strut belumdiindahkan.
vi. Papan lantai kerja telah dipasang dengan benar, papan bersih dari cacat dan telah tersusun dengan baik.
vii.Seluruh papan harus diikat dengan benar agar tidak terjadi pergeseran.
viii.Tersedia pagar pengaman dan toeboard di setiap sisi dimana suatu orang dapat jatuh.
ix. Perancah didesain dan dibangun untuk menahan beban material, kami pastikan bebannya disebarkansecara merata.
x. Tersedia penghalang atau peringatan untuk mencegah orang menggunakan perancah yang tidak lengkap.
5.13. ELEKTRIKAL Pasokan listrik
Alat elektrik portabel yang dapat digunakan di situasi lembab hanyalah alat yang memenuhi syarat:
Mempunyai pasokan yang terisolasi dari earth dengan voltase antar konduktor tidak lebih dari 230 volt

3
5

Supply Switchboard Sementara Perhatian Utama Dan Haru


Jika ditempatkan di luar ruangan, harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak akan terganggu olehcuaca.
Dilengkapi dengan pintu dan kunci. Pintu harus dirancang dan dan ditempel sedemikian rupa sehinggatidak akan
merusak kabel lentur yang tersambung dengan panel dan harus dapat melindungi switch darikerusakan mekanis.
Pintu harus diberi tanda: HARAP SELALU DITUTUP
Mempunyai slot yang terinsulasi di bagian bawah.
Ditempelkan pada dinding permanen atau struktur yang didesain khsus untuk ini.

Inspeksi peralatan
Seluruh alat dan perlengkapan kelistrikan harus diinspeksi sebelum digunakan untuk pertama kali dan
setelahnyasekurang-kurangnya tiap tiga bulan. Seluruh alat dan perlengkapan kelistrikan harus mempunyai tanda
identifikasi yangmenginformasikan tanggal terakhir inspeksi dan tanggal inspeksi selanjutnya
Jarak bersih dari saluran listrik
Alat crane, excavator, rig pengebor, atau plant mekanik lainnya, struktur atau perancah tidak boleh berada kurang dari
4m di bawah saluran listrik udara tanpa ijin tertulis dari pemilik saluran listrik.

5.14 Pengamanan
1. Pihak Kami akan bertanggung jawab untuk pelaksanaan pengamanan pelaksanaan konstruksi dan
harusmenyediakan anggota Satuan Pengamanan (SatPam) yang cukup jumlahnya untuk memenuhi syaratsyaratini. Tugas dari Satpam Penyediaadalah menjaga ketertiban dankeamanan di lokasi proyek,
melakukanpengawalan, mengatur lalu lintasdilokasi proyek, mencatat danmemeriksa kendaraan setiap tamuyang
keluar-masuk, dan hal-hal lainyang dianggap perlu untukperlindungan pelaksanaan konstruksididalam lokasi
proyek termasukperlindungan dan penjagaanperalatan, material Penyedia, MK danorang-orang yang bekerja
sertaberhubungan dengan proyek inisecara terus menerus pada jam kerjamaupun bukan jam kerja siang dan
malam selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi ini sampai selesainyaseluruh pekerjaan dan telah
diserahterimakan atau Penyedia secara keseluruhan telah didemobilisasi darilapangan yang dianggap terakhir dari
kedua hal tersebut.
2. Pihak Kami akan meyakinkan bahwa seluruh karyawan penyedia, perwakilan penyedia atau Subpenyediamemakai
kartu tanda pengenal yang disediakan oleh penyedia. Kartu harus memperlihatkan identitaspenyedia, subpenyedia,
Nomor induk karyawan dan harus selalu dipakai dilokasi proyek.
3. Pihak Kami akan meyakinkan bahwa seluruh kendaraan yang digunakan oleh Penyedia dan subpenyediatermasuk
peralatan penyedia harus diberi label nama dari penyedia atau subpenyedia.

3
6

5.15 PENYIAPAN PERALATAN STANDARD YANG HARUS DISIAPKAN UNTUK K3.


Sesuai dengan standard keselamatan kerja, kami menyediakan perlengkapan K3 seperti diuraikan berikut ini:
Helm safety
Sepatu safety
Safety harness
Sarung tangan
Rompi safety
Ear plug
Masker
Kacamata safety
Baricade
Tali pengaman
Jaring Pengaman
Penyiapan papan peringatan dan petunjuk K3
Tempat sampah organic dan non organic
Tangga scaffolding
Lampu Trobolight
APAR (Alat Pemadam Api Ringan
Jas hujan
Kotak P3K
Dan lain-lain yang berhubungan dengan K3

BAB V PENUTUP
Demikian pemahaman RKS dan Apresiasi serta interprestasi ini dalam rangka pelaksanaan pekerjaan sebagai Metode Pelaksanaan
untuk PEKERJAAN PEMBANGUNAN DAN PENGADAAN LAMPU LAPANG SOFTBALL. dapat kami sampaikan sebagai Bagian dari Lingkup
Penawaran Kami mengenai Teknis tentang lingkup pekerjaan dan Acuan pelaksanaan dalam tujuan agar Mendapatkan hasil yang
maksmal,baik dari nilai mutu dan waktu.Pekerjaan ini akan terlaksana baik apabila mendapat dukungan yang positif dari semua
pihak serta usaha yang keras dalam melaksanakan langkah-langkah setiap pekerjaan sehingga dapat menghasilkan sebuah hasil
karya yang terbaik yang bisa diberikan.

Bandung Mei 2016


CV. PUSAKA PERDANA

Direktur