Anda di halaman 1dari 57

LAPORAN AKHIR KEGIATAN KKN

KELOMPOK 02
Desa Ngembung
Kecamatan Cerme
Kabupaten Gresik

LAPORAN KEGIATAN KKN UNESA


KELOMPOK 02, DESA NGEMBUNG KEC.CERME
KAB. GRESIK

1. Tanto Dwi Widagdo


2. Khadeejah Aswi Akbar

13050524050
13050394007

3. Anindita

13020114035

4. Apristi Yani Rahayu

13080574075

5. Nurul Saidah

12080554214

6. Bambang Wicaksono

13080304075

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2016
:

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Surabaya pada tahun 2016 di Desa
Ngembung Kec. Cerme, Kab. Gresik. Laporan ini dibuat untuk memenuhi persyaratan mata
kuliah KKN yang dilaksanakan pada 18 Juni s.d. 02 Juli 2016
Telah disahkan dan disetujui pada Juli 2016, oleh :

DPL KKN 02,

Kepala Desa Ngembung


Kecamatan Cerme
Kabupaten Gresik

Drs. Edy Rianto M.Pd.

Nanik Supranti

NIP : 195612081985031003

Mengetahui
Ketua Tim Pengelola KKN Unesa 2016,

Prof. Dr. Ir. I Wayan Susila, M.T.


NIP. 195312151980021002

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Tuhan YME yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga Laporan Akhir Kuliah Kerja Nyata Kelompok 02 dapat selesai dengan tanpa
halangan yang besar.

Ucapan terima kasih kami hanturkan kepada Dosen Pembimbing Lapangan, Bapak
Edy Rianto M.Pd. yang telah memberikan bimbingan kepada kelompok dan ucapan terima
kasih juga kami hanturkan kepada kepala desa Ngembung, perangkat desa, karang taruna
serta seluruh pihak yang terlibat dalam mensukseskan kegiatan kegiatan Kuliah Kerja
Nyata Kelompok 02 di desa Ngembung.

Laporan Akhir Kuliah Kerja Nyata ini dikerjakan untuk mengetahui jalannya proses
serta hambatan pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata yang dilaksanakan pada desa yang telah di
tentukan.

Pelaksanaan seluruh kegiatan pada Kuliah Kerja Nyata Kelompok 02 yang


diselenggarakan pada tanggal 18 Juni sampai 2 Juli 2016 di Desa Ngembung Kecamatan
Cerme Kabupaten Gresik berjalan dengan baik dan mendapatkan respon yang besar dari
pihak desa Ngembung.

Harapan kami agar kegiatan Kuliah Kerja Nyata yang diselenggarakan oleh pihak
UNESA dapat terus ditingkatkan dan lebih mendapatkan keseriusan karena jalannya Kuliah
Kerja Nyata pada tahun ini masih terdapat kendala di berbagai sektor. Kami mengharapkan
kritik dan saran yang membangun untuk dikemudian hari

Surabaya, Juli 2016

Kelompok 02

BAB I
PERENCANAAN PROGRAM

PROKER
PENDIDIKAN

BIDANG PENDIDIKAN
A. Latar Belakang
Program pendidikan masyarakat dalam pelaksanaan KKN berorientasi pada
pendidikan diluar sekolah, bukan sekolah untuk mengajar, namun di lingkungan
masyarakat untuk melakukan komunikasi dalam koridor pendidikan.
Berdasarkan UU No. 20 tahun tahun 2003 pengertian pendidikan adalah usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Salah satu tujuan pendidikan di indonesi sesuai dengan UU No. 20 tahun 2003
pasal 3 adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.
Menurut UU No. 20 tahun 2003 jenjang pendidikan dibagi menjadi 3 yaitu
pendidikan formal, non formal, dan informal. Pendidikan informal adalah jalur
pendidikan keluarga dan lingkungan. Dalam pasal 26 ayat 1 disebutkan bahwa
pendidikan non formal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia
dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan keberdayaan perempuan, pendidikan
keaksaraan, pendidikan keterampilan dan workshop kerja, pendidikan kesetaraan,
serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta
didik.
Dalam pelaksanaan pendidikan nonformal penggunaan media pembelajaran dapat
menunjang proses pembelajaran tersebut. Salah satu media pembelajaran yang dapat
digunakan untuk menunjang proses pembelajaran diluar sekolah adalah APE atau Alat
Pemainan Educative. APE ini merupakan media pembelajaran dengan system bermain
sambil belajar, sehingga anak anak dapat merasa senang dalam menerima
pengetahuan. Pada pelaksanaan KKN juga bertepatan dengan hari libur sekolah
sehingga pembuatan APE ini diharapkan dapat menjadi kegiatan yang bermanfaat
untuk mengisi liburan sekolah dan siswa dapat bermain sambil belajar tanpa adanya
aturan formal.
Salah satu kegiatan yang menarik bagi anak anak adalah kegiatan mendongeng.
Melalui kegiatan mendongeng dapat diselipkan pesan- moral yang berguna bagi

kehidupan anak anak. Mendongeng dapat dilakukan dengan bergbagai cara


misalnya mendongeng langsung ( verbal ) , melalui buku cerita, maupun
menggunakan media. Salah satu media yang dapat digunakan adalah Alat Permainan
Edukatif( APE). Dalam pelaksanaan KKN, kelompok 2 ingin melatihkan pembuatan
APE berupa boneka tangan.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari program yang kami canangkan adalah
1. Melatih keterampilan anak anak usia TK SD dalam membuat media
pembelajaran dengan memanfaatkan bahan bahan di lingkungan sekitar.
2. Melatih keterampilan berkomunikasi anak anak TK SD di Ds. Ngembung,
cerme, gresik
3. Menanamkan nilai nilai moral melalui kegiatan mendongeng
C. Materi
1. Alat Permainan Educative ( APE)
a. Pengertian Alat Permainan Edukatif ( APE)
Alat Permainan Educative ( APE) merupakan salah satu media
pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran pada jenjang Pendidikan Anak
Usia Dini( PAUD), Taman Kanak kanak ( TK ), dan Sekolah Dasar ( SD).
Alat Permainan Edukatif ( APE) adalah segala sesuatu yang dapat
dipergunakan sebagai sarana atau media bermain oleh anak yang mengandung nilai
pendidikan( nilai edukatif) dan dapat mengembangkan potensi anak ( Direktorat
PADU, 2002:4)
Mayke Sugianto, T. 1995, mengemukakan bahwa alat permainan educative
( APE) adalah alat permainan yang sengaja dirancang secara khusus untuk
kepentingan pendidikan. Sejalan dengan pendapat diatas, Direktorat PADU,
Depdiknas ( 2003) mendefinisikan alat permainan educative adalah segala sesuatu
yang digunakan sebagai sarana dan peralatan untuk bermain yang mengandung
nilai educative( pendidikan ) dan dapat mengembangkan seluruh kemampuan anak.
Dari pernyataan diatas dapat digaris bawahi bahwa alat permainan
educative ini memiliki keuanggulan dibandingkan fungsi dari alat permainan biasa
yaitu memiliki keunggulan yaitu alat permainan ini mengandung unsur pendidikan
sehingga selain bermain, anak juga dapat belajar.
b. Tujuan dari APE
1. Memperjelas materi yang akan disampaikan
2. Memberikan motivasi dan merangsang anak untuk bereksplorasi dan
bereksperimen dalam mengembangkan berbagai aspek perkembangannya
3. Memberikan kesenangan pada anak dalam bermain.

Sedangkan fungsi dari APE secara umum adalah :


1. Memberikan situasi belajar yang menyenagkan bagi anak dalam proses
pemberian materi.
2. Menumbuhkan rasa percaya diri dan membentuk citra diri yang positif bagi
anak
3. Memberikan stimulus dalam pembentukan perilaku dan pengembangan
kemampuan dasar pembentukan perilaku melalui pembiasaan.
4. Memberikan anak kesempatan bersosialisasi dan berkomunikasi dengan teman
sebaya.
c. Syarat syarat yang harus dipenuhi dalam pembuatan APE
1. Syarat edukakif
Dalam pembuatan APE harus disesuaikan dengan program pendidikan yang
berlaku sehingga pembuatannya akan akan sangat membantu pencapaian tujuan
tujuan dalam program pendidikan. Selain itu APE yang dibuat harus didaktik
metodik artinya dapat membantu kebrhasilan kegiatan pendidikan, mendorong
aktifitas dan kreatifitas anaka sesuai dengan kemampuan.
2. Syarat teknis
Dalam pembuatan APE syarat teknis meliputi pemilihan bahan, kualitas
bahan, pemilihan warna, kekuatan bahan. Perancangannta disesuaikan dengan
tujuan, multiguna, aman, dan tahan lama.
3. Syarat estetika
Syarat estetika ini menyangkut unsur keindahan APE. Syarat estetika ini
meliputi :
a Bentuk yang elastis,
b Keserasian ukuran
c Warna
Berikut ini adalah Alat Permainan Educative yang akan digunakan untuk anak anak Ds.
Ngembung, Cerme, Gresik.
1. Boneka Tangan
Tujuan
: Media dalam kegiatan mendongeng
Alat dan bahan
: kain warna warni, gunting, jarum, benang sulam
Cara pembuatan
:
Membuat desan karakter tokoh dalam dongen yang akan disampaikan
Memotong kain dasar yang lebarnya sesuai dengan lebar tangan pengguna
Memotong kain sesuai dengan pola pada desain
Menjahit kain sesuai dengan pola pada desain yang telah dibuat
Contoh gambar boneka tangan

PROKER
EKONOMI

Kata Pengantar

Sebagai upaya untuk peningkatan kreativitas bagi masyarakat usia produktif


terutama yang memiliki motivasi untuk meningkatkan taraf kehidupannya, perlu dilakukan
berbagai pembinaan dan workshop. Pembinaan dan workshop ini dimaksudkan untuk
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan kebutuhan dasar hidup
manusia (life skill). Peningkatan kreativitas dan produktifitas ini difokuskan pada upaya
membangun rintisan usaha mandiri dengan berbasis pada produk lokal. Program utama
yang perlu dilakukan berupa workshop keterampilan yang berorientasi pendayagunaan
potensi lokal.
Melimpahnya hasil pasca panen ikan perlu dimanfaatkan menjadi produk olahan
berbahan dasar ikan. Agar produk yang dihasilkan variatif dan layak jual, perlu dilakukan
workshop pembuatan produk olahan. Hal ini dimaksudkan agar hasil olahan lebih beragam
dan menjadi produk komersial yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan laku di
pasaran. Peningkatan kualitas masyarakat (SDM) sebagai hasil pembinaan dan workshop
tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk membangun usaha mandiri baik berkelompok
maupun individual. Optimalisasi usaha mandiri di bidang produksi olahan ikan ini dapat
dilakukan dengan cara pendampingan berkelanjutan pasca workshop. Untuk mewujudkan
program tersebut, mahasiswa KKN Universitas Negeri Surabaya turut berperan aktif
dalam mengabdikan diri dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada warga
agar terjadi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan warga.

LANDASAN KEGIATAN

Hasil koordinasi antara seluruh anggota KKN kel. 02 dan dosen pembimbing
KKN
TUJUAN KEGIATAN

1. Mengharap ridhlo Allah SWT.


2. Mampu menerapkan dan mengembangkan wawasan dan pengetahuan untuk
meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat
3. Kreatif dan inovatif dalam mengembangkan sikap yang berorientasi pada
prestasi dan pencapaian hasil secara optimal.

4. Mengenal masyarakat lebih dekat melalui program KKN yang mana kita
langsung berinteraksi dengan masyarakat.
5. Menjalin kerja sama dengan masyarakat yang berada disekitar tempat kegiatan
dilaksanakan.
6. Meningkatkan kualitas penilaian masyarakat akan UNESA

RENCANA KEGIATAN
1. TEMA KEGIATAN
Tema yang kami pilih untuk kegiatan ini adalah
2. NAMA KEGIATAN
Sesuai dengan tujuan diatas panitia sepakat memberi nama kegiatan
ini WORKSHOP OLAHAN MUJAIR GUNA MENINGKATKAN
KEMAMPUAN EKONOMI MASYARAKAT
3. WAKTU Dan TEMPAT KEGIATAN
Workshop akan dilaksanakan pada :
WAKTU

PUKUL

TEMPAT

28 Juni 2016
(Menyesuaikan)

09.00 s.d
selesai

Balai Desa Ngembung

4. JADWAL ACARA
Sesuatu yang terjadi adalah kehendak Yang Maha Kuasa namun alangkah
lebih baiknya jika manusia merencanakan sesuatu yang akan terjadi. Oleh karena
itu panitia melampirkan sesuai dengan prediksi panitia.

WAKTU

ACARA

07.00 08.00

Persiapan kegiatan (breefing, dll)

08.00 12.00

Workshop

12.00

KETERANGAN

Sie acara
Narasumber

Selesai

12.00 13.00

Bersih-bersih

Seluruh panitia

SASARAN
Sasaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah masyarakat umum
khususnya kelompok ibu PKK ds. Ngembung.

Pengetahuan Bahan

A. Ikan Laut
Ikan laut merupakan hewan (bahan pangan) yang hidupnya di perairan laut dan
mengandung protein tinggi yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Sebagai bahan pangan,
tentunya ikan laut memiliki manfaat yang luar biasa bagi tubuh manusia.
Fungsi daging ikan untuk tubuh manusia adalah:
1. Sebagai sumber energi yang sangat dibutuhkan dalam menunjang aktivitas kehidupan
sehari-hari.
2. Membantu pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh.
3. Mempertinggi daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit dan juga memperlancar
proses-proses fisiologis di dalam tubuh.
Kelebihan produk perikanan dibandingkan dengan produk hewani lainnya adalah
sebagai berikut:
1. Kandungan protein yang cukup tinggi (20%) dalam tubuh ikan tersusun oleh asam
amino yang berpola mendekati pola kebutuhan asam amino dalam tubuh manusia.

2. Daging ikan mudah dicerna oleh tubuh, karena mengandung sedikit tenunan pengikat.
3. Daging ikan mengandung asam lemak tak jenuh dengan kadar kolesterol sangat rendah
yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.
4. Daging ikan mengandung sejumlah mineral seperti K, Cl, P, S, Mg, Ca, Fe, Ma, Zn, F,
Ar, Cu dan Y, serta vitamin A dan D dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan
manusia.
Sedangkan kekurangan yang dimiliki oleh ikan adalah:
1. Kandungan air yang tinggi (80%), pH ikan yang mendekati netral, dan daging ikan
yang sangat mudah dicerna oleh enzim autolysis menyebabkan daging sangat lunak,
sehingga menjadi media yang baik untuk pertumbuhan bakteri pembusuk. Proses
pembusuka pada ikan disebabkan oleh aktifitas enzim, mikroorganisme, dan oksidasi
dalam tubuh ikan itu sendiri dengan perubahan seperti bau busuk, daging menjadi
kaku, sorot mata pudar, serta adanya lendir pada insang maupun tubuh bagian luar.
2. Kandungan asam lemak tak jenuh mengakibatkan daging ikan mudah mengalami
proses oksidasi sehingga menyebabkan bau tengik.
Ciri-ciri kesegaran ikan secara fisik dapat dilihat pada Tabel 1.2.
Tabel 1.2 Ciri-Ciri Ikan Segar dan Ikan yang Mulai Busuk

Ikan Segar
Kulit
Warna kulit terang dan jernih
Kulit masih kuat membungkus tubuh, tidak
mudah sobek, terutama pada bagian perut
Warna-warna khusus yang masih ada terlihat
jelas
Sisik
- Sisik menempel kuat pada tubuh sehingga sulit
dilepas
Mata
- Mata tampak terang, jernih, menonjol dan
cembung
Insang
Insang berwarna merah sampai merah tua,
terang, dan lamella insang terpisah
Insang tertutupeh lendir berwarna terang dan
berbau segar seperti bau ikan

Ikan Mulai Busuk


Kulit berwarna suram, pucat dan berlendir
banyak
Kulit mulai terlihat mengendur dibeberapa
tempat tertentu
Kulit mudah sobek dan warna-warna khusus
sudah hilang
- Sisik mudah terlepas dari tubuh
- Tampak suram, tenggelam dan berkerut
Insang berwarna coklat suram atau abu-abu
dan lamella insang berdempetan
Lendir insang keruh dan berbau asam,
menusuk hidung

Insang
Insang berwarna merah sampai merah tua,
terang, dan lamella insang terpisah
Insang tertutupeh lendir berwarna terang dan
berbau segar seperti bau ikan
Daging
Daging kenyal, menandakan rigormortis masih
berlangsung
Daging dan bagian tubuh lain berbau segar
Bila daging ditekan dengan jari tidak tampak
bekas lekukan
Daging melekat pada tulang
Daging perut utuh dan kenyal
Warna daging putih
Bila ditaruh dlm air, Ikan segar akan tenggelam

Insang berwarna coklat suram atau abu-abu


dan lamella insang berdempetan
Lendir insang keruh dan berbau asam,
menusuk hidung
Daging lunak, menandakan rigormortis telah
selesai
Daging dan bagian tubuh lain mulai berbau
busuk
Bila ditekan dengan jari tampak bekas
lekukan
Daging mudah lepas dari tulang
Daging lembek dan isi perut sering keluar
Daging berwarna kuning kemerah-merahan
terutama disekitar tulang punggung
- Ikan yang sudah sangat membusuk akan
mengapung dipermukaan air

B. Tahap Penyiapan Ikan


Sebelum dilakukan pengolahan, ikan harus dipersiapkan terlebih dahulu, mulai dari
pembersihan hingga ikan dalam keadaan siap diolah.
Tahapan proses penyiapan ikan:
1. Proses pengelupasan sisik ikan
Pengelupasan sisik ikan dilakukan dengan cara:
a.Letakkan ikan di atas talenan.
b. Pegang bagian ekor, sisiki kedua sisinya dari bagian ekor ke kepala dengan
menggunakan bagian punggung pisau.
c. Cuci ikan sampai bersih, dan pastikan sisiknya benar-benar telah mengelupas
semuanya.
2. Proses pembersihan
Pembersihan bagian bagian ikan yang tidak dipergunakan misalnya: sirip, isi perut, dan
ekor. Cara pembersihan ikan:
a.Cuci ikan yang akan dibersihkan.

b. Potong bagian sirip dan ekor.Keluarkan insang.


c.Buat torehan dari ujung dubur ikan menuju bagian kepala.
d. Tarik dan keluarkan semua bagian perut.
e.Keluarkan kantong darah yang melekat pada tulang belakang.
f. Cuci dan bilas dengan air bersih, kemidian tiriskan.

3. Proses Menguliti
Proses ini dilakukan untuk memisahkan daging dari kulit ikan dengan cara:
a.Untuk jenis ikan yang berbentuk bulat lonjong
1) Letakkan ikan di atas talenan, bagian kepala menghadap ke badan.
2) Garuk bagian ekor ikan sampai kulitnya mulai terangkat. Untuk lebih mudah
mengangkat kulitnya, selipkan ibu jari di atas mata pisau yang tumpul yang
diletakkan di bawah kulit ikan. Kemudian angkat kulitnya sampai pada bagian
kepala. Lakukan hal yang sama untuk sisi lainnya.
b. Untuk jenis ikan yang berbentuk pipih
1) Letakkan ikan pada sisi vertical dengan bagian kepala menghadap ke kiri.
2) Mulailah pada satu bagian sisinya dengan mengangkat bagian kulitnya dari
bagian sirip perut yang terletak di bagian bawah kepala. Secara perlahan-lahan
dorong kearah ekornya. Hati-hati jangan sampai mengenai bagian dagingnya.
3) Cara ini dapat dipermudah dengan menekan bagian daging dengan sisi mata
pisau dengan jari tangan. Lumuri jari dengan garam agar dapat memperkuat
tekanan. Lakukan hal yang sama dengan sisi yang lainnya.
4. Proses Pelepasan Daging Dari Tulang Ikan (Filleting)
Bagian daging ikan yang berada pada kedua sisi ikan atau mengapit tulang
belakang disebut fillet ikan.

Deskripsi Produk
1. Nugget
Nugget adalah daging yang dicincang, kemudian diberi bumbu-bumbu (bawang
putih, garam, bumbu penyedap, dan merica), dicetak dalam suatu wadah dan
dikukus. Selanjutnya, adonan didinginkan dan dipotong-potong atau dicetak
dalam bentuk yang lebih kecil, kemudian dicelupkan dalam putih telur dan
digulingkan ke dalam tepung panir sebelum digoreng.
2. Otak-otak Ikan
Otak-otak adalah sejenis makanan yang dibuat dari ikan yang dibungkus dengan
daun pisang dan dibakar menggunakan api arang kayu ataupun sabut kelapa.
Otak-otak padaumumnya terbuat dari ikan, santan, sagu, bumbu, dan gula.
3. Rolade
Rolade adalah salah satu masakan olahan dari daging sapi yang dibentuk gulungan
memanjang lalu dipotong potong.
4. Bakso ikan
Bakso adalah suatu makanan berbentuk bola-bola yang terbuat dari tepung dan
daging. Untuk menambah selera dan rasa
5. Kornet
corned beef adalah daging sapi yang diawetkan dalam air garam dan kemudian
dimasak dengan cara direbus
6. Sosis
Sosis adalah suatu makanan yang terbuat dari daging cincang, lemak hewan, terna
dan rempah, serta bahan-bahan lain. Sosis umumnya dibungkus dalam suatu
pembungkus.
7. Abon ikan
Abon adalah makanan yang yang terbuat dari serat daging hewan. Penampilannya

biasanya berwarna cokelat terang hingga kehitam-hitaman


8. Amplang
Amplang adalahsejenis krupuk yang terbuat dari campuran tepung tapioka, bumbu
rempah, dan ikan pipih atau ikan bandeng. Ikan bandeng inilah yang menjadikan
amplang begitu gurih dan kriuk-kriuk ketika digigit.
9. Kerupuk
kerupuk merupakan jenis makanan kecil yang mengalami pengembangan volume
membentuk produk yang porus dan mempunyai densitas rendah selama proses
penggorengan. Demikian juga produk ekstrusi akan mengalami pengembangan
pada saat pengolahannya.
Resep
Nugget Ikan Mujair

Bahan Nugget

Ikan giling

300 gram

Wortel

50 gram

Singkong parut

100 gram

Tepung panir

50 gram

telur kocok lepas

2 butir

garam

1 sendok makan

gula pasir

1/2 sendok makan

merica bubuk

1/4 sendok makan

bawang putih halus

1/2 sendok makan

Pala bubuk

1/2 sendok the

Bahan Pelapis

Telur kocok lepas

2butir untuk pencelup

tepung panir kasar

500 gram untuk pelapis

Minyak goreng

Secukupnya

Cara Membuat :
1. Siapkan alat dan bahan sesuai dengan resep yang dibutuhkan.
2. Siangi, cuci dan giling daging ikan
3. Potong wortel kecil-kecil 0.5 cm x 0.5cm
4. Aduk rata ikan giling, tepung panir, singkong parut, telur, gula pasir, garam,
merica bubuk, pala bubuk dan bawang putih bubuk. Tambahkan daun wortel lalu
aduk rata.
5. Tuang di loyang 20 x 20 x 4 cm yang dioles minyak dan diberi alas plastik.
6. Kukus tiga puluh menit dengan api sedang sampai matang. Biarkan dingin. Potong
sesuai selera.
7. Celupkan ke putih telur lalu gulingkan di tepung panir kasar. Goreng dalam
minyak yang sudah dipanaskan dengan api sedang sampai kuning kecoklatan.
Harga Jual
Beberapa contoh perhitungan harga jual
Harga jual terdiri dari beberapa unsur, yaitu :
1. Biaya bahan
2. Biaya tenaga kerja
3. Biaya umum (gas, air, listrik dan susut alat)
Penentuan biaya bahan, dengan cara berikut :

Harga Jual nugget


No

Bahan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Daging mujair
Tapioka
Tepung terigu
Garam
Gula pasir
Wortel
Kemasan
Telur
Merica bubuk
Bawang putih
Pala bubuk
Singkog parut
Tepung panir
Total
Bea
Bahan
Biaya tenaga
kerja
Biaya Umum
Laba bersih
Harga Jual per
200 gr
Harga jual per
Kg
Hasil
jadi
produk (bahan
seharga 11500)

Kebutuhan
100
180
20
7
5
1
1

Satuan
g
g
g
g
g
buah

Harga
Satuan
(Rp)
10000
10.000
8000
12000
8000
2500

Total Harga
(Rp)
6000
2000
500
200
300
500
2000

60 % untuk bahan pokok

11500

10 % dari total bahan

1150

10 % dari total bahan


20 % dari bahan

1150
2300
16.100

16.100 x 5
200 g kering

80.500

PROKER
KESEHATAN

A. PENDAHULUAN
PROKER adalah Pos Pemberdayaan Keluarga.Proker merupakan forum
komunikasi, silaturahmi, advokasi, penerangan dan pendidikan, sekaligus wadah
kegiatan penguatan fungsi keluarga secara terpadu.PROKER bisa dikembangkan
sebagai wadah pelayanan keluarga secara terpadu, utamanya pelayanan kesehatan,
pendidikan, wirausaha, dan pengembangan lingkungan yang memudahkan keluarga
berkembang secara mandiri.Upaya pemberdayaan yang ditawarkan dalam PROKER
diarahkan untuk mendukung penyegaran fungsi keluarga, yaitu keagamaan, budaya,
cinta kasih, perlindungan, reproduksi dan kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan
lingkungan. Pemenuhan fungsi-fungsi ini pada hakekatnya bermuara pada pemenuhan
tujuan dan sasaran pembangunan abad ini yang ditetapkan sebagai program
pembangunan di Indonesia.
Penguatan fungsi-fungsi utama tersebut diharapkan memungkinkan setiap
keluarga makin mampu membangun dirinya menjadi keluarga sejahtera, keluarga
yang mandiri, keluarga yang sehat dan keluarga yang sanggup menghadapi tantangan
masa depan dengan lebih baik. Lebih dari itu keluarga sejahtera yang bermutu dan
mandiri diharapkan mampu memenuhi kebutuhan kesejahteraan keluarga yang
intinya adalah keikut sertaan dalam keluarga berencana, berperilaku hidup bersih dan
sehat, memperhatikan gizi keluarga dan melakukan aktifitas olahraga. Dalam
melaksanakan fungsinya, Proker bidang kesehatan merancang kegiatan

sesuai

dengan kemampuan masyarakat dan anggotanya sehingga pelaksanaan kegiatan itu


bisa dilakukan oleh, dari dan untuk masyarakat sertakesehatan keluarga setempat.
Atau dengan pengertian lain, kegiatan tersebut dilaksanakan atas dasar kemampuan
dan swadaya masyarakat sebagai upaya memberdayakan keluarga sejahtera dan
membangun kesejahteraan rakyat secara luas yang sehat..
Kesehatan adalah hak asasi manusia dan sekaligus investasi untuk keberhasilan
pembangunan bangsa, karena itu diselenggarakan pembangunan kesehatan secara
menyeluruh dan berkesinambungan, dengan tujuan guna meningkatkan, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat
yang setinggi-tingginya.Kesehatan merupakan satu layanan sosial dasar yang harus
dipenuhi oleh pemerintah sebagai kewajibanya untuk menjaga kesejahteraan
masyarakat.Hal inilah yang perlu disadarkan oleh masyarakat yang telah lama

terabaikan hak-hak dasarnya.Pengembangan kesehatan masyarakat dapat dilakukan


dengan memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal terutama pelayanan preventif.
Melalui

pelayanan

preventif

yang

diberikan

diharapkan

masyarakat

dapat

mengaplikasikan usaha preventif tersebut pada lingkup keluarga, sehingga akan


meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sangatlah perlu didasari oleh
adanya perilaku hidup sehat yang tumbuh dari masyarakat itu sendiri.Kondisi sehat
dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat
dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga oleh karna itu kesehatan perlu
dijaga, dipelihara dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta
diperjuangkan oleh semua pihak.Rumah Tangga yang telah memperhatikan kesehatan
berarti mampu menjaga,meningkatkan dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah
tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang konduktif untuk
hidup sehat.Penerapannya di rumah tangga merupakan tanggung jawab setiap anggota
rumah tangga, yang juga menjadi tanggung jawab pemerintah beserta jajaran sektor
terkait untuk mefasilitasi kegiatan perlaku hidup sehat di rumah tangga agar dapat
dijalaankan secara efektif.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan salah satu strategi yang dapat
ditempuh untuk menghasilkan kemandirian di bidang kesehatan baik pada masyarakat
maupun pada keluarga.Dan tetap harus ada komunikasi antara kader dengan
keluarga/masyarakat atau memberikan informasi dan melakukan pendidikan kesehatan.
Perilaku-perilaku yang berkaitan dengan upaya atau kegiatan seseorang untuk
mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya. Perilaku ini mencakup antara lain :
a. Makan dengan menu seimbang (appropriate diet). Menu seimbang di sini dalam arti
kualitas (mengandung zat-zat gizi yang diperlukan tubuh), dan kuantitas dalam arti
jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh (tidak kurang, tetapi juga tidak
lebih). Secara kualitas mungkin di Indonesia dikenal dengan ungkapan empat sehat
lima sempurna.

b. Olahraga teratur, juga mencakup kualitas (gerakan), dan kuantitas dalam arti
frekuensi dan waktu yang digunakan untuk olahraga. Dengan sendirinya kedua
aspek ini akan tergantung dari usia, dan status kesehatan yang bersangkutan.
c. Tidak merokok. Merokok adalah kebiasaan jelek yang mengakibatkan berbagai
macam penyakit. Ironisnya kebiasaan merokok, khususnya di Indonesia, seolaholah sudah membudaya. Hampir 50% penduduk Indonesia usia dewasa merokok.
Bahkan dari hasil suatu penelitian, sekitar 15% remaja kita telah merokok. Inilah
tantangan pendidikan kesehatan kita.
d. Tidak minum minuman keras dan narkoba. Kebiasaan minum miras dan
mengkonsumsi narkoba (narkotik dan bahan-bahan berbahaya lainnya, juga
cenderung mengikat. Sekitar 1% penduduk Indonesia dewasa diperkirakan sudah
mempunyai kebiasaan minuman miras ini.
e. Istirahat yang cukup. Dengan meningkatnya kebutuhan hidup akibat tuntutan untuk
penyesuaian dengan lingkungan modern, mengharus-kan orang bekerja keras dan
berlebihan, sehingga waktu istirahat berkurang. Hal ini juga dapat membahayakan
kesehatan.
f. Mengendalikan stres. Stres akan terjadi pada siapa saja, dan akibatnya bermacammacam bagi kesehatan. Lebih-lebih sebagai akitab dari tuntutan hidup yang keras
seperti diuraikan di atas. Kecenderungan stres akan meningkat pada setiap orang.
Stres tidak dapat kita hindari, yang penting dijaga agar stres tidak menyebabkan
gangguan kesehatan, kita harus dapat mengendalikan atau mengelola stres dengan
kegiatan-kegiatan yang positif.
g. Perilaku atau gaya hidup lain yang positif bagi kesehatan misalnya : tidak bergantiganti pasangan dalam hubungan seks, penyesuaian diri kita dengan lingkungan, dan
sebagainya.(Becker, 1979).
Proker bidang kesehatan yang dibentuk dalam KKN Universitas Negeri Surabaya
merupakan wadah bagi kesehatan keluarga dan masyarakatuntuk bersama-sama
mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi.Proker harus mampu membangun
kesadaran dan peningkatan pengetahuan serta budaya hidup sehat disetiap

keluarga.Pengembangan budaya hidup sehat itu harus disertai dengan penyegaran dan
pengembangan di Posyandu misalnya, karena melalui Posyandu diharapkan dapat
diutamakan untuk memberi pelayanan kepada keluarga muda dengan anak-anak
balitanya.Posyandu harusberperan untuk mendukung agar keluarga muda, laki
perempuan, tetap sehat sehingga bisa bekerja dengan baik dan mendapatkan nilai
tambah yang tinggi sehingga bisa menjamin kehidupan yang sejahtera, terutama
mendidik anak-anak balitanya sehigga bisa melepaskan diri dari lembah kemiskinan.
Ukuran keberhasilan pengembangan budaya hidup sehat bukan ramainya Proker
atau Posyandu tetapi makin banyak keluarga yang tidak sakit, bahkan makinbanyak
keluarga yang rajin melakukan kegiatan pemeliharaan kesehatan seperti gotong royong
membersihkan selokan, membersihkan halaman dan sekitarnya, kerjabakti di masjid,
kantor atau tempat-tempat umum lainnya.
B. TUJUAN
1. Secara umum tujuan dari pelaksanaan Proker dibidang Kesehatan adalah
terlaksananya program dan meningkatkan kemandirian masyarakat terhadap kondisi
kesehatan keluarga mulai usia balita sampai dengan usia lanjut, sehingga tercapainya
tujuan masyarakat yang mandiri, sehat, berdaya saing, dan berakhlak mulia.
2. Tujuan secara khusus adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkanpengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam bidang kesehatan
b. Terciptanya kelembagaan upaya masyarakat dalam bidang kesehatan
c. Meningkatnya pemanfaatan pelayanan kesehatan
d. Meningkatkan kesehatan dan kebugaran masyarakat melalui aktivitas olahraga
C. MANFAAT
1. Meningkatkan fungsi dari posyandu dan puskesmas setempat
2. Masyarakat memiliki pengetahuan komprehensif untuk hidup bersih dan sehat
3. Masyarakat mampu berperilaku positif untuk sehat dan berumur panjang
4. Masyarakat

mampu

menjaga

(mencegah) :
a. Menjaga kesehatan lingkungan

kesehatan

dengan

upaya

bersifat

preventif

b. Imunisasi & gizi


c. Bertindak cepat atasi penyakit.
d. Hindari kebiasaan buruk : merokok, narkoba, miras
e. Menjaga kesehatan ibu hamil, bayi dan balita
5. Masyarakat mampu mengurangi resiko kematian yang diakibatkan oleh gaya hidup
yang tidak sehat dengan berolahraga. Beberapa manfaat olahraga yang bisa kita
dapatkan :
a. Mengurangi risiko kematian prematur.
b. Mengurangi risiko kematian prematur akibat penyakit jantung.
c. Mengurangi risiko serangan diabetes.
d. Mengurangi risiko terjadinya tekanan darah yang tinggi.
e. Membantu menurunkan tingkat hipertensi pada orang yang sudah mengidap
tekanan darah tinggi.
f. Mengurangi risiko terkena kanker usus besar.
g. Mengurangi perasaan depresi dan kecemasan.
h. Membantu mengontrol berat badan.
i. Membantu menjaga serta membangun kepadatan kesehatan tulang, otot dan
sendi.
j. Membantu orang dewasa lebih kuat dalam berjalan jauh sehingga menjadi lebih
aktif.
k. Meningkatkan kesejahteraan dalam psikologis.
D. SASARAN PROGRAM PROKER BIDANG KESEHATAN :

Sasaran program Proker bidang kesehatan ini merupakan langkah pendampingan


dan penguatan. Adapun pencapaian sasaran dari program ini adalah tercapainya :
1. Kesadaran akan pentingnya kesehatan Anak, Remaja, Dewasa dan Lanjut Usia
melalui POSKESDES
2. Kesadaran pentingnya berolahraga untuk Lansia, dengan adanya program senam
sehat lansia
E. PROGRAM PROKER BIDANG KESEHATAN
Proker bidang kesehatan dibagi menjadi dua program, yaitu program Non Fisik dan
Fisik. Program non fisik dan fisik ini merupakan program-program kegiatan yang
dirancang berdasarkan observasi, hasil pemikiran dari TIM KKN PROKER sendiri
berdasarkan survey yang telah dilakukan sebelumnya serta adanya masukan ataupun
permintaan dari masyarakat Desa itu sendiri.
Program Non Fisik merupakan program yang bertujuan untuk membuka dan
mengubah pola pikir masyarakat dengan pemberian materi yang menyangkut bidang
kesehatan. Pemberian materi dilakukan melalui penyuluhan dengan tenaga ahli ataupun
dari kelompok KKN Proker itu sendiri yang menguasai materi yang akan diberikan
kepada masyarakat. Sedangkan program Fisik merupakan program yang bertujuan
untuk memberikan contoh dan dalam upaya untuk bersosialisasi dengan masyarakat
Desa yang menyangkut bidang kesehatan. Penyampaian materi dilakukan dengan cara
percontohan ataupun terjun langsung dan berperan aktif pada kegiatan yang dilakukan
di masyarakat Desa.
Untuk program kegiatan Non Fisik diantaranya adalah :
1. Penyuluhan disertai praktek tentangnya senam lansia.
Sedangkan untuk program kegiatan yang bersifat fisik adalah terbentuknya Proker
pendampingan atau penguatan pada :
1. Proker Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) bagi ibu dan anak dan pendampingan
puskesmas
F. INSTANSI TERKAIT :
1. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)
2. Dinas Kesehatan Kabupaten
3. Rumah Sakit

4. Puskesmas Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan


5. Dokter dan Tenaga Medis di Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan
6. KONI Kabupaten, Pengurus Kabupaten Cabang Olahraga, Klub-Klub Cabang
Olahraga
7. Tenaga Pengajar Universitas Negeri Surabaya pada bidang terkait.
8. Nara sumber lain yang menguasai materi tentang Kesehatan.
G. PROGRAM PROKER BIDANG FISIK :
1. PROKER POSYANDU (IBU DAN BALITA)
a. Latar Belakang :
Sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas merupakan modal utama
atau investasi dalam pembangunan kesehatan.Kesehatan bersama-sama dengan
pendidikan dan ekonomi merupakan tiga pilar yang sangat mempengaruhi
kualitas hidup manusia.United Nations Development Programme (UNDP) atau
Badan Program Pembangunan PBB tahun 2011 melaporkan, bahwa pada tahun
2011 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia sebesar 0,617 dan
menduduki peringkat 124 dari 187 negara.
Pengertian Posyandu adalah

wadahpelayanan kesehatan masyarakatdari

keluarga berencana dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat


dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknik dari petugas kesehatan dan
keluarga berencana di suatu wilayah kerja puskesmas.
Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya
Masayarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan
bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna
memberdayakan masayarakat dan meberikan kemudahan kepada masyarakat
dalam memperoleh pelayanan kesehtan dasar, utamanya untuk mempercepat
penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Pos pelayanan terpadu ini juga merupakan wadah titik temu antara
pelayanan professional dari petugas kesehatan dan peran serta masyarakat dalam
menanggulangi masalah kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya penurunan
angka kematian bayi dan angka kelahiran.Posyandu merupakan wadah untuk
mendapatkan pelayanan dasar terutama dalam bidang kesehatan dan keluarga
berencana yang dikelola oleh masyarakat, penyelenggaraanya dilaksanakan oleh

kader yang telah dilatih dibidang kesehatan dan KB, dimana anggotanya berasal
dari PKK, tokoh masyarakat dan pemudi.Kader kesehatan merupakan perwujutan
peran serta aktif masyarakat dalam pelayanan terpadu.
Pengembangan kualitas sumber daya manusia dengan mengoptimalkan
potensi tumbuh kembang anak dapat dilaksanakan secara merata, apabila sistem
pelayanan kesehatan yang berbasis masyarakat seperti posyandu dapat dilakukan
secara efektif dan efisien dan dapat menjangkau semua sasaran yang
membutuhkan layanan kesehatan anak, ibu hamil, ibu menyusui dan ibu nifas.
Dalam upanya untuk menurunkan angka kematian bayi dan anak balita,
angka kelahiran agar terwujud keluarga kecil bahagia dan sejahtera,
pelaksanaannya tidak saja melalui, program-program kesehatan melainkan
berhubungan erat dengan program keluarga berencana.Upaya menggerakkan
masyarakat dalam keterpaduan ini digunakan pendekatan melalui pembangunan
kesehatan masyarakat desa (PKMD), yang pelaksanaanya secara operasional
dibentuklah pos pelayanan terpadu (posyandu).Surat Edaran Menteri Dalam
Negeri No. 411.3/1116/SJ, tanggal 13 Juli 2001 tentang Revitalisasi Posyandu,
yaitu suatu upaya untuk meningkatkan fungsi dan kinerja Posyandu. Tujuan
revitalisasi Posyandu secara garis besar adalah :
1. Terselenggaranya kegiatan Posyandu secara rutin dan berkesinambungan
2. Tercapainya pemberdayaan tokoh masyarakat dan kader melalui advokasi,
orientasi, workshop atau penyegaran
3. Tercapainya pemantapan Posyandu.
Revitalisasi Posyandu ini sejalan dengan Kep.Menkes.No.1529 tahun
2010, tentang Pedoman Umum Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif,
bahwa keatifan Posyandu merupakan salah satu kriteria untuk mencapai Desa dan
Kelurahan Siaga Aktif.
b. Tujuan dari terbentuknya Posyandu adalah sebagai berikut :
1. Mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak
2. Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan untuk menurunkan angka
kematian ibu dan anak

3. Mempercepat penerimaan norma keluarga kecil bahagia sejahtera


4. Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan
kesehatan

dan

kegiatankegiatan

lain

yang

menunjang

peningkatan

kemampuan hidup sehat, pendekatan dan pemerataan pelayanan kesehatan


kepada masyarakat dalam usaha meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan
kepada penduduk berdasarkan geografi
5. Meningkatkan dan pembinaaan peran serta masyarakat dalam rangka alih
tehnologi untuk swakelola usahausaha kesehatan masyarakat.
c. Manfaat dari adanya Posyandu di masyarakat adalah sebagai berikut :
1. Pertumbahan anak balita terpantau sehingga tidak menderita gizi kurang/gizi
buruk melalui Kartu Menuju Sehat (KMS)
2. Bayi dan anak balita mendapat Kapsul Vitamin A setiap bulan Februari dan
Agustus
3. Bayi memperoleh imunisasi lengkap
4. Ibu hamil terpantau berat badannya dan memperoleh Tablet Tambah Darah
serja imunisasiTetanus Toxoid
5. Ibu nifas memperoleh Kapsul Vitamin A dan Tablet Tambah Darah (Fe)
6. Stimulasi tumbuh kembang balita dengan fasilitas alat permainan edukatif di
posyandu, dan mendeteksi dini tumbuh kembang
7. Anak belajar bersosialisasi dengan sesama balita dan orang tua
8. Memperoleh penyuluhan kesehatan tentang kesehatan ibu dan anak
9. Apabila terdapat kelainan pada anak balita, ibu hamil, ibu nifas dan ibu
menyusui akan dirujuk ke Puskesmas
10. Dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang kesehatan ibu dan anak
batita.
d. Sedangkan jenis pelayanan yang diberikan antara lain :
1. Pemeliharaan kesehatan bayi dan balita
2. Penimbangan bulanan
3. Pemberian makanan tambahan
4. imunisasai bagi bayi 0-11 bulan

5. Pemberian oralit untukpenanggulangan diare


6. Pengobatan penyakit sebagai pertolongan pertama.
e. Beberapa kegiatan pada pemeliharaan kesehatan ibu hamil, ibu menyusui dan
pasangan usia subur antara lain :
1. Pemeriksaan kesehatan umum
2. Pemeriksaan kehamilan dan nifas
3. Pelayanan peningkatan gizi melalui pemberian vitamin dan pil penambah
darah
4. Imunisasi tetanus toxoid untuk ibu hamil
5. Penyuluhan kesehatan dan keluarga berencana
6. Pemberian oralit pada ibu yang terkena diare
7. Pengobatan penyakit sebagai pertolongan pertama
8. Pertolongan pertama pada kecelakaan
f. Prinsip dasar pelayanan Posyandu antara lain ;
1. Pos pelayanan terpadu merupakan usaha masyarakat dimana terdapat
perpaduan antara pelayanan profesional
2. Adanya kerjasama lintas program yang baik kesehatan ibu dan anak, keluarga
berencana, gizi, imunisasai, penanggulangan diare maupun lintas sektoral
seperti: departemen kesehatan, bantuan desa dan badan koordinasi keluarga
berencana nasional
3. Kelembagaan masyarakat pos desa, kelompok timbang/pos timbang, pos
imunisasai, pos kesehatan
4. Mempunyai sasaran penduduk yang sama bayi umur 0-1 tahun, anak balita
umur 1-4 tahun, ibu hamil, pasangan usia subur
5. Pendekatan yang digunakan adalah pengembangan dan pembangunan
kesehatan masyarakat desa dan primary health care.
g. Peran Mahasiswa KKN Proker : Mengingat begitu pentingnya Posyandu ini,
program kegiatan Proker dibidang kesehatan sangatlah dirasa perlu, keterlibatan
mahasiswa KKN disini dapat memberikan proses pendampingan dan penguatan
kepada masyarakat agar senantiasa mau dan memperhatikan kesehatan ibu dan
anaknya melalui pelayanan Posyandu.

4. PROKER KESEHATAN OLAHRAGA BAGI MASYARAKAT.


a. Latar Belakang :Olahraga merupakan aktivitas jasmani yang dilakukan dengan
maksuduntuk memelihara kesehatan dan memperkuat otot-otot tubuh. Kegiatan
ini dalam perkembangannya dapat dilakukan sebagai kegiatan yang menghibur,
menyenangkan atau juga dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi.
Pemerintah sendiri menjadikan olahraga sebagai pendukung terwujudnya
manusia Indonesia yang sehat dengan menempatkan olahraga sebagai salah satu
arah kebijakan pembangunan yaitu menumbuhkan budaya olahraga guna
meningkatkan kualitas manusia Indonesia sehingga memiliki tingkat kesehatan
dan kebugaran yang cukup.
Olahraga pada dasarnya merupakan kebutuhan setiap manusia di dalam
kehidupan, agar kondisi fisik dan kesehatannya tetap terjaga dengan baik.
Kehidupan pada masa sekarang ini, menuntut manusia akan lebih banyak
menghabiskan waktunya untuk bekerja. Kondisi yang demikian, olahraga
menjadi sesuatu yang jarang dilakukan, dan hanya bisa dilakukan dalam waktu
luang. Kebutuhan akan kesehatan menjadi suatu hal yang sangat penting dan
berharga dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, manusia ingin berusaha
menjaga kesehatannya dan salah satu cara agar kesehatan tetap terjaga dengan
baik adalah melalui olahraga.Masyarakat pada jaman sekarang umumnya
disibukkan dengan aktifitas-aktifitas yang ada dalam kehidupan, misalnya
bekerja.Masyarakat sering melupakan kesehatan bagi dirinya sendiri.Padahal
kesehatan merupakan anugerah yang harus kita jaga dan kita syukuri.Olahraga
merupakan suatu kegiatan yang sangat positif, baik itu olahraga untuk kesehatan
ataupun olahragauntukprestasi.
Menjaga kesehatan olahraga membuat tubuh kita menjadi bugar.Upaya
Kesehatan olahraga adalah upaya kesehatan yang memanfaatkan aktivitas fisik
dan atau olahraga untuk meningkatkan derajat Kesehatan.Aktivitas fisik dan atau
olah raga merupakan sebagian kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari
karena dapat meningkatkan kebugaran yang diperlukan dalam melakukan
tugasnya. Dengan majunya dunia tekhnologi memudahkan semua kegiatan
sehingga menyebabkan kita kurang bergerak (hypokinetic), seperti penggunaan

remote kontrol, komputer, lift dan tangga berjalan, tanpa diimbangi dengan
aktifitas fisik yang akan menimbulkan penyakit akibat kurang gerak.
Gaya hidup duduk terus-menerus dalam bekerja (sedentary) dan kurang
gerak ditambah dengan adanya faktor risiko, berupa merokok, pola makan yang
tidak sehat dapat menyebabkan penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung,
pembuluh darah, penyakit tekanan darah tinggi, penyakit kencing manis, berat
badan lebih, osteoporosis, kanker usus, depresi dan kecemasan.
Demi kesehatan, olahraga harus dilakukan secara rutin dan terus
menerus.Olahraga sangat penting bagi kebugaran tubuh kita. Bayangkan setelah
seharian kita bekerja dan hanya duduk tanpa banyak bergerak, maka aliran darah
kita akan terhambat. Maka olahraga lah yang membuat aliran darah lancar.
b. Tujuan Umum :meningkatkan derajat kesehatan yang dinamis yaitu sehat dengan
kemampuan gerak yang dapat memenuhi kebutuhan gerak kehidupan sehari-hari
bukan untuk tujuan prestasi.Seseorang melakukan olahraga dengan tujuan untuk
mendapatkan kebugaran jasmani, kesehatan maupun kesenangan bahkan ada
yang sekedar hobi.
c. Manfaat :Manfaat olahraga bisa kita dapatkan jika kita rutin melakukannya setiap
hari, bagi tubuh manusia memegang peranan penting yang mana mampu
mengurangi resiko kematian yang diakibatkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.
Berikut beberapa manfaat olahraga yang bisa kita dapatkan, yaitu :
1. Meningkatkan kemampuan otak kita
2. Menunda proses penuaan
3. Mengurangi stress
4. Meningkatkan daya tahan tubuh kita
5. Menambah rasa percaya diri
6. Menghindari pembekuan darah
7. Mengurangi risiko kematian prematur
akibat penyakit jantung
8. Mengurangi risiko serangan diabetes
9. Mengurangi risiko terjadinya tekanan darah yang tinggi

10. Membantu menurunkan tingkat hipertensi pada orang yang sudah mengidap
tekanan darah tinggi
11. Mengurangi risiko terkena kanker usus besar
12. Membantu mengontrol berat badan
13. Membantu menjaga serta membangun kepadatan kesehatan tulang , otot , dan
sendi
14. Membantu orang dewasa lebih kuat dalam berjalan jauh sehingga menjadi
lebih aktif.
15. Meningkatkan kesejahteraan dalam psikologis.
d. Program Proker Kesehatan Olahraga yang dapat diberikan :
1. Senam Kebugaran bagi Lansia
e. Peran Mahasiswa KKN Proker :keterlibatan mahasiswa KKN dalam Proker
Kesehatan Olahraga yaitu melaluiusaha pendampingan dan penguatan kepada
masyarakat agar senantiasa memperhatikan dan melakukan aktivitas olahraga
untuk meningkatkan derajat kesehatan. Selain itu mahasiswa KKN Proker harus
dapat membentuk Kader Senam Kebugaran di sekolah dasar yang pengurusnya
adalah guru-guru sekolah, Kader Senam Kebugaran Lansia dan Remajaserta
Kader Olahraga Bolavoli dan Sepakbola di desa yang pengurus dan pesertanya
merupakan warga desa setempat. Pengertian tentang Kader Kesehatan Olahraga
adalah tenaga sukarela yang dipilih oleh, dari dan untuk masyarakat agar mampu
bertugas mengembangkan kesehatan melalui aktivitas olahraga.

PROKER
LINGKUNGAN

1.Latar Belakang
Lingkungan merupakan bagian dari keseimbangan kehidupan manusia di alam ini,
dengan adanya lingkungan yang bersih dan asri akan membuat kenyamanan dan
keindahan dalam suasana sehari hari. Lingkunagn yang indah dan bersih tidak terlepas
dengan adanya tumbuhan tumbuhan serta tanaman di sekitarnya. Karena tumbuhnya
tanaman dan tumbuhan di lingkungan dapat menyerap racun di sekitar kita.
Berdasarkan dengan manfaat yang cukup besar itu, kami selaku mahasiswa KKNT PROKER LINGKUNGAN
Ngembung

Universitas Negeri Surabaya di tempatkan di Desa

Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik

mengadakan penghijauan. Melalui

kegiatan ini diharapkan terwujudnya suatu lingkungan desa yang indah, rindang, dan sejuk
di lingkungan Desa Ngembung.

Selain menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kegiatan kerukunan warga,


kegiatan penghijauan ini dapat menjadi suatu elemen kecil hutan kota di Gresik yang turut
serta mengurangi pemanasan global dengan sumbangan oksigen dari tumbuhan yang
ditanam.
Kegiatan
LINGKUNGAN

penghijaun
dan

ini

melibatkan

warga Desa Ngembung

semua

anggota

KKN-T PROKER

untuk berpartisipasi dalam kegiatan

penghijauan ini. Sehingga seluruh komponen di Desa Ngembung baik dari warga maupun
dari anggota KKN-T PROKER akan mengikuti kegiatan penghijauan ini sebagai
perwujudan rasa kebersamaan dan solidaritas antar warga dan anggota KKN-T PROKER.
Karena dengan kegiatan yang positif ini diharapkan akan tercipta suatu desa yang
berwawasan lingkungan di Desa Ngembung.
Kami selaku panitia KKN-T PROKER LINGKUNGAN

Universitas Negeri

Surabaya di tempatkan di Desa Ngembung Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik akan


berusaha maksimal, sehingga mendapatkan hasil yang terbaik bagi lingkungan Desa
Ngembung. Oleh karena itu, kami sangat memohon paertisipasi seluruh warga Desa
Ngembung dan anggota KKN-T PROKER untuk memeriahkan dan ikut andil dalam
mensukseskan kegiatan penghijauan di lingkungan desa Ngembung ini agar program
kegiatan-kegiatan yang telah direncakan dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan kita
bersama. Selain itu sebagai makhluk sosial yang selalu tidak pernah bisa berdiri sendiri
kami mengharapkan kesedian untuk memberikan bantuan, pengarahan dan dukungan dari
berbagai pihak, baik dari segi moral, finansial maupun meterial dari berbagai pihak,
karena semua hal di dunia hanya bisa terselesaikan dengan kerja sama kelompok bukan
kerja individual.
2. TUJUAN
A. TUJUAN PELAKSANAAN PROGRAM PENANAMAN POHON
Program Penanaman pohon ini merupakan program kelompok di bidang lingkungan dan
inftrastruktur. Kegiatan ini merupakan kegiatan dalam rangka kepedulian terhadap
lingkungan disekitar lingkungan, serta sebagai salah satu wujud konservasi yang dilakukan
mahasiswa. Pohon yang ditanam dalam program ini adalah pohon produktif antara lain
ikan mujair dan Rambutan. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat membuat
lingkungan lebih hijau. Program ini dilaksanakan tanggal 23 Juni 2016. Penanggung
jawab kegiatan ini yaitu tim KKN 02 dari Universitas Negeri Surabaya
A.

Hasil yang dicapai

Hasil yang diharapkan dengan program penanaman pohon ini adalah memberi manfaat
jangka panjang dalam rangka meningkatkan konservasi lingkungan khususnya di desa
Ngembung
3. PELAKSANAAN
A. Sosialisi Program Penanaman Pohon melalui rapat mingguan dengan Kepala
Desa,Ketua RT dan RW dan seluruh warga Desa Ngembung.
B. Menentukan Lokasi yang cocok untuk penanaman bibit pohon ikan mujair dan
rambutan.
C. Pelaksanaan di lakukan pada tanggal 23 Juni 2016.
4. PEMBIMBINGAN
Pembimbingan di lakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang telah
ditetapkan

sebagai

DPL

dan

telah

mengikuti

diklat

KKN

pada

waktu

persiapan.pembimbingan sebaiknya di lakukan satu minggu dua kali.


5. MONITORING DAN EVALUASI
Monitoring dan evaluasi sebaiknya di lakukan secara terpadu antara tim pelaksana
perguruan tinggi dan tim penyelenggara KKN tingkat Kabupaten atau Kota.
6. SEMINAR HASIL KKN TINGKAT KECAMATAN ATAU KABUPATEN
7. PENARIKAN MAHASISWA DARI LOKASI KKN
Penarikan Mahasiswa KKN di lakukan secara terencana.misalnya sekaligus sebagai
perpisahan dapat dilakukan di tingkat Desa,Kecamatan, atau Kabupaten.
8. PELAPORAN
Setiap Kelompok Mahasiswa KKN di haruskan membuat laporan kelompok yang
disampaikan ke Perguruan Tinggi/LPPM/Tim pelaksana masing masing.kemudian
LPM/LPPM membuat laporan pelaksanaan secara keseluruhan dan disampaikan kepada
forum KKN Tematik Provinsi Jawa Timur.
9. INDIKATOR KEBERHASILAN
Kegunaan dan Dampak Jangka Panjang. Kegunaan penanaman pohon ini bertujuan untuk
meningkatkan kerindangan lingkungan dan tentunya menjadikan udara menjadi sejuk dan
bersih. Dampak jangka panjang, pohon yang tumbuh dengan baik maka dapat mencegah
tanah longsor, buahnya dapat menambah ekonomi masyarakat, kayunya dimanfaatkan
sebagai bahan bangunan maupun untuk industri meubel.

PROKER SENI
DAN AGAMA

PENGAJIAN AKBAR DAN BELAJAR SENI BACA TULIS AL-QURAN SERTA


ALTERNATIF MODEL PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN AGAMA
SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN KKN UNESA 2016
a. Latar belakang
Anak - anak adalah generasi muda penerus yang sangat diharapkan memiliki
kemampuan dalam bidang intelektual, budi pekerti serta mengenal nilai-nilai seni
budaya bangsanya, khususnya nilai-nilai budaya daerah juga agamanya. Untuk
memenuhi kemampuan tersebut sangat perlu diberikan kepada anak aspek
pengembangan seni budaya dan agama. Pengembangan seni, budaya dan agama
dapat diintegrasikan dengan pengembangan kognitif, motorik, bahasa atau
pembiasaan lain, agar anak bisa berkembang secara optimal.

Mengingat kebutuhan seni sekarang ini adalah suatu kebutuhan yang universal
yang akan mengembangkan kecerdasan emosional anak, maka pembelajaran seni
sangat dibutuhkan sebagai media pembelajaran percaya diri, disiplin, saling
menghormati dan kerjasama. Sedangkan korelasi dari pembelajaran seni dengan
agama dan budaya akan menambah pendidikan pada karakter anak untuk tetap
memiliki

kecerdasan

emosional,

beretika,

bermoral,

percaya

diri

juga

mempertahankan kebudayaan agama untuk tetap dipertahankan.


Pembelajaran seni budaya dan agama pada anak akan sangat membantu anak
dalam mengenalkan dan mempertahankan budaya baik daerah maupun agama.
Sebagai penerus bangsa yang sangat diharapkan, pembelajaran hal positif ini
sangat dibutuhkan guna menumbuhkan jiwa yang positif terhadap apa yang terjadi
pada problematika Nasional dengan penerapan dari pribadi.
Penerapan diperlukan penyadaran diri, dalam hal ini bentuk penyadaran diri adalah
dengan penyentuhan hati melalui pembelajaran dan pengenalan sejak usia anakanak. Jika proses pembelajaran guna penyadaran ini segera dimulai, perubahan
sikap dan pola pikir terhadap lingkungan serta kepekaan akan budaya bangsa dan
negara yang sesuai norma dapat dikelola dan ditingkatkan keberadaannya.
b. Tujuan
Berdasar pada latar belakang tersebut maka kegiatan KKN amat sangat perlu
menyentuh dalam kehidupansehari-hari untuk meningkatkan dan menghasilkan
penyadaran terhadap lingkungan mengenai budaya agama serta pelestarian
keindahan seni Daerah. Pembelajaran pada seni budaya dan agama sangat
diperlukan dan menunjang perbaikan moral dan emosional sejak usia anak-anak,
dari sini menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat efektif dan efisien apabila
dilakukan dilingkungan belajar seperti TPA yang sangat bersangkut paut dengan
agama seni maupun budaya dan terdapat banyak generasi penerus. Semakin dini
penyedaran dilakukan maka diharapkan semakin berhasil tujuan pembelajaran
yang dilakukan.
Tujuan pembelajaran seni budaya dan agama pada anak TPA ialah :
1. Menganalkan budaya dan seni daerah melaui seni tari

2. Merangsang dan membangkitkan budaya seni daerah dan agama serta


melestarikannya
3. Menumbuhkan dan membentuk karakter pribadi anak
4. Kegiatan positif sebagai wadah pengembangan kreatifitas anak
5. Mendorong anak untuk lebih aktif, kreatif, imajinatif juga sadar budaya

c. Materi
1. Tangi Sahur (Budaya)
Tangi sahur adalah kegiatan membangunkan sahur warga desa dengan
berkeliling sambil menabuh kentong, botol maupun mainan lainnya sambil
berteriak sahur. Guna dari kegiatan ini adalah sebagai alarm pembangun untuk
melakukan sunnah puasa sahur. Tangi sahur ini merupakan suatu tradisi
memeriahkan dan menghidupkan bulan Ramadhan. Tradisi ini bukanlah contoh
dari Rasulullah namun tradisi dan budaya yang berangkat dari kearifan lokal.
Tradisi ini mengundang banyak generasi dalam melakukannya. Tradisi ini
awalnya adalah tradisi Timur tengah yang dilakukan pertama kali di tahun 238
H bernama Al-Muntashir Billah, beliau merasa terpanggil membangunkan
warga dengan berkeliling dan berjalan kaki.
Uraian Singkat Kegiatan :
Tangi sahur ini dilaksanakan pukul 02.00 WIB, dengan mengkoordinir anakanak dan remaja untuk berkeliling membangunkan sahur. Jam dilaksnakan
sekitar jam 02.00 untuk memberi senggang waktu mempersiapkan sahur yang
di perkirakan jam 03.00 dini hari serta menyematkan waktu untuk
berqiamullail. Berkeliling membangunkan sahur ini dengan menggunakan alat
pukul seperti kentongan, botol, sendok, bak dan lainnya. Kegiatan ini akan
dilakukan pada tanggal ganjil bulan Ramadhan. Kegaiatan ini bertempat pada 3
dusun masing-masing.
Peralatan :
a. Senter (bila diperlukan)

b. Bak
c. Sendok
d. Kentongan
e. Botol kosong

2. Belajar seni baca tulis Al-Quran (Seni dan Agama)


Sebagai warga negara yang beragama islam, membaca dan menulis Al-quran
merupakan hal yang harus dikuasai oleh seorang muslim agar tetap berpegang
teguh pada pedomannya Al-quran. Sedangkan mempelajari seni membaca dan
menulis adalah tindakan mengindahkan Al-Quran untuk semangat mempelajari
dan melestarikannya. Dari belajar seni al-quran ini diharapkan rasa cinta anakanak muslim bertambah dan semakin tekun dan teguh terhadap agama yang
dianutnya. Seni budaya dan agama ini akan lebih membidik peserta TPA di
masing-masing Dusun. Karena anak dengan kisaran umur tk-smp memiliki
kemampuan lebih dalam mengingat dan mempelajari.
Uraian Singkat Kegiatan :
SENI TULIS dan BACA AL-Quran : Kegiatan ini dilakukan dengan
membelajarkan seni tulis kaligrafi al-quran juga seni membaca Tartil. Dengan
memberi contoh penulisan dan mencotohkan dalam pembacaan tartil yang
kemudian ditirukan bersama, setelah dilakukan bersama dapat dipraktikkan
secara individu. Dalam pembelajaran seni Al-quran ini kami akan
membelajarkan dasar-dasar seni menulis dan membaca al-quran sehingga anak
dapat mengenal dan mengerti atau bahkan dikemudian hari anak dapat
mengembangkan sendiri dari dasar-dasar pembelajaran seni tulis dan membaca
Al-quran ini. Kegiatan ini akan dilaksanakan di dusun yang berbeda, sehingga
satu dusun dengan dusun satu lainnya memiliki pembelajaran seni agama yang
terfokus. Semisal Dsn 1 difokuskan belajar seni kaligrafi, sedangikan Dsn 2
fokus pada Seni membaca, sedangkan Dsn satu lainnya difokuskan pada belajar
seni budaya seperti tari. Kegiatan ini akan dilangsungkan pada seminggu awal
KKN dengan jadwal waktu sore sembari ngabuburit menanti maghrib.

tempatnya sesuai penempatan di setiap Dusun akan berfokus belajar seni


agama bidang apa.
Peralatan :
Seni membaca Al-Quran
a. Al-Quran
b. Pensil
c. Contoh bacaan tartil (kaset/Mp3/suara pembelajar)
d. Soundsistem / Toah / Mic

Seni Menulis Al-Quran


a. 2 pensil
b. Penghapus
c. Penggaris
d. Kertas HVS
e. Papan tulis + kapur Tulis / Spidol
3. Pembelajaran seni Tari pada anak dan remaja (Seni dan Budaya)
Workshop tari pada anak umumnya mulai dikenalkan tarian tematik yang
berbentuk. Dengan kata lain tarian sudah jadi yang berstruktur mulai dari intro
hingga ending. Bentuk tarian bisa berorientasi pada tarian tradisi maupun tari
non tradisi. Tari tradisi yaitu sebuah tari yang mengacu pada akar tradisi
dengan gerak dan iringan serta unsur penunjang tari tradisi, sedangkan tari non
tradisi dengan ciri gerak selain gerak tradisi.
Contoh tarian tradisi yakni: kupu-kupu, kelinci, gajah, kijang, semut, kodok,
dolanan, bandeng nener, dan lainnya.
Uraian Singkat Kegiatan :
Pada kegfiatan kali ini, seni tari akan dilakukan pada anak-anak dengan
pengenalan tari daerah dari Sumatera yakni tari saman dan juga tari kreasi,
disini tarian saman yakni tarian dengan duduk dengan iringan vokal. Karena ini
merupakan tarian yang akan mudah untuk dipelajari dan diingat, sehingga ini

cocok sekali dengan kegiatan yang hanya akan berlangsung selama 2 minggu.
Kegiatan ini akan dilangsungkan pada seminggu awal KKN dengan jadwal
waktu sore sembari ngabuburit menanti maghrib. Tempatnya sesuai
penempatan di setiap Dusun akan berfokus belajar seni agama bidang apa.
Sasaran seni tari ini adalah anak SD-SMP/ anak TPA.
Keterangan : Seluruh kegiatan belajar seni budaya dan agama akan dilakukan
pada minggu pertama KKN sekitar tanggal 20-25 Juni 2016, utuk waktu
pelaksanaan adalah pukul 15.00 WIB 17.00 WIB dengan tempat TPA
masing-masing Dusun
Peralatan :
a. Sounsistem / Toah / Mic
b. Kaset

4. Lomba Ramadhan
Kegiatan lomba untuk memeriahkan Ramadhan dengan kompetisi mengenai
keagamaan yang dimiliki anak warga sekitar. Meningkatkan kreatifitas anak,
tanggung jawab, berkompeten, juga disiplin. Dalam kegiatan ini meningkatkan
pula simpatik anak-anak dalam kegiatan seni budaya dan agama yang mereka
miliki sehingga menambahah rasa cinta terhadap agama nusa dan bangsa.
Uraian Kegiatan Singkat :
a. Lomba Kaligrafi (Misal : Dusun 1)
Lomba ini dilakukan dengan lesehan di lantai, lomba dilakukan dikertas
setengah manila putih, dan telah dipersiapkan lafadz apa yang akan ditulis,
peserta dapat menebali seni khot yang telah disediakan, peserta dapat
mewarna dan menghias sesuai kreasi selama tidak menyalahi aturan. Dalam
hal ini penilaian adalah ketepatan penebalan, point of interest, kerajinan,
kebersihan, dan keindahan. Kegiatan lomba ini dilakukan di teras masjid
atau lokal TPA.

b. Lomba Tartil (Misal : Dusun 2)


Kegiatan lomba tartil ini dilakukan didalam ruangan seperti didalam kelas
TPA atau didalam masjid, penonton dapat masuk namun tidak
diperbolehkan gaduh. Secara teknis peserta membacakan ayat dari Jus
Amma dengan mic dan juz amma yang telah disediakan. Penentuan ayat
dan surat adalah ketika registrasi ulang atau ketika pemberian nomor urut.
Dalam hal ini yang akan dinilai adalah makhorijul huruf, kebenaran
membaca juga keindahan serta penampilan.
c. Lomba Adzan (Misal : Dusun 3)
Lomba Adzan ini dilakukan didalam ruangan seperti didalam kelas TPA
atau didalam masjid, penonton dapat masuk namun tidak diperbolehkan
gaduh. Lomba adzan menggunakan mic Dalam hal ini penilaian dapat
meliputi kebenaran melantunkan adzan dan juga keindahan serta
penampilan.
Keterangan : seluruh kegiatan lomba dilakukan mulai pukul 08.00 WIB
dengan tempat yang telah ditentukan sesuai Dusun masing-masing.
5. Pengajian Akbar
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang biasa dilakukan oleh muslim secara
rutinan. Namun dalam kali ini pengajian ini merupakan serangkaian acara dari
lomba Ramadhan yang berada sebagai penutup. Diharapkan dari adanya
kegiatan pengajian ini dapat mengakrabkan peserta KKN juga warga sekitar.
Kegiatan ini akan dilakukan di kantor Desa atau Balai desa, sehingga dapat
dimuat banyak dan berada diluar. Konsepan acara yakni dengan lesehan di
Balai desa waktu acaranya dilakukan dimalam hari sehingga warga dapat
berkumpul, berbincang dan bersantai sejenak menikmati penampilan seni dari
warga lainnya. Kemudian disusul dengan pembacaan pemenang lomba dan
mulai pengajian Akbar. Untuk kegiatan akhir pengajian adalah doa. Dalam hal
konsumsi warga diharapkan membawa snack perkepala, yang dikumpulkan
sebelum pengajian sehingga dapat disusun kembali oleh panitia untuk isi
snacknya. Hal ini dimaksudkan agar warga dapat saling berbagi, sehingga

saling mencicipi macam-macamnya snack dari warga lainnya. Diharapkan dari


perputaran dan membawa snack ini, kami dari peserta KKN dan Warga dapat
saling mendukung dan saling menghargai satu sama lain tiada pembeda.
Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 29 Juni 2016 pukul 20.30 WIB-selesai.
Peralatan :
a. Sounsistem / Toah / Mic
b. Karpet/ Tikar
c. Banner Kegiatan
d. Panggung bila diperlukan
e. Meja + taplak + vas

BAB II

HASIL KEGIATAN
Tiap proker yang sudah dilaksanakan dan diselenggarakan diharapkan dapat
membekali warga dan karang taruna desa setempat dengan ilmu dan kreatifitas yang
diberikan oleh mahasiswa peserta KKN. Sesuai dengan tujuan awal bahwa Tri Dharma
perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat harus memberikan sumbangsih
kepada masyarakat baik berupa bekal keahlian maupun pembangunan desa. Hasil kegiatan
masing-masing proker akan diuraikan sebagai berikut.

A. Proker Ekonomi
Hasil kegiatan proker ekonomi berupa olahan ikan mujair yang dijadikan nugget.
Dalam hal ini, ikan mujair yang diolah diharapakan dapat dijadikan warga sebagai
produk lokal untuk dipasarkan. Disamping itu, luaran yang diharapkan yaitu ibu-ibu
PKK mempunyai keterampilan baru dan keahlian dalam mengolah ikan mujair yang
merupakan ikan lokal yang dapat ditemui di Desa Ngembung, Cerme-Gresik.

1. Workshop Pembuatan Nugget Ikan mujair


Pelaksanaan program workshop pembuatan nugget ikan mujair ini dihadiri
oleh perwakilan dari ibu-ibu PKK Desa Ngembung yang berjumlah sekitar 10
orang. Dimana jumlah tersebut berkurang dari perencanaan sebelumnya yang
memperkirakan perwakilan peserta dari ibu-ibu PKK adalah sekitar 30 orang
karena diperkirakan banyak warga yang tengah beraktifitas di hari aktif pelaksaan
kegiatan.
Pada pelaksanaan workshop pemateri memberikan pengarahan secara perlahan
satu demi satu agar dapat dimengerti oleh peserta dan peserta juga secara cermat
mengikuti segala pengarahan yang diberikan oleh pemateri, dari mulai pemateri
memperkenalkan peralatan, bahan dan hingga pemateri memberikan contoh
pelaksanaan/ pembuatan. setelah pemateri memberikan sebuah pengarahan beserta

contoh pembuatan, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktekkan apa yang


telah diajarkan/dicontohkan sebelumnya oleh pemateri.

Pada akhir pelaksanaan workshop pembuatan nugget ikan mujair para ibu-ibu PKK
sangat senang dengan hasil yang diperoleh semua itu terlihat ketika produk hasil
pembuatan ibu-ibu diberikan oleh panitia kepada peserta workshop serta panitia
memberikan lembar kritik dan saran, secara garis besar isi dari lembar tersebut
menggambarkan antusias dan rasa senang para ibu-ibu dalam mengikuti workshop ini.
Kegiatan pengolahan ikan mujair tersebut dapat didukung dengan gambar yang akan
dilampirkan di bawah.
beserta contoh pembuatan, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktekkan apa
yang telah diajarkan/dicontohkan sebelumnya oleh pemateriPada akhir pelaksanaan
workshop pembuatan ketan ikan mujair para ibu-ibu PKK sangat senang dengan hasil
yang diperoleh semua itu terlihat ketika produk hasil pembuatan ibu-ibu diberikan oleh
panitia kepada peserta workshop serta panitia memberikan lembar kritik dan saran,
secara garis besar isi dari lembar tersebut menggambarkan antusias dan rasa senang
para ibu-ibu dalam mengikuti workshop ini. Data tersebut dapat didukung dengan
gambar yang akan dilampirkan di bawah

B. Proker Pendidikan
Hasil proker pendidikan adalah kreatifitas mendongeng dan bimbingan
belajar anak-anak usia sekolah serta kegiatan bimbingan belajar di TPA/TPQ setiap
dusun. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan membimbing anak-anak desa
Ngembung yang kemudian diikuti praktek. Praktek tersebut tidak dengan
sendirinya dikerjakan oleh anak-anak tersebut, melainkan dilakukan dengan
bimbingan dari mahasiswa KKN. Selain itu di dalam elajar yang ditujukan untuk
anak-anak desa Ngembung, di mana peserta sangat antusias dan setiap harinya
memiliki banyak peserta. Hasil kegiatan dari proker pendidikan dapat dilihat pada
gambar pada lampiran

C. Proker Kesehatan & Lingkungan


Penyuluhan kesehatan yang dilakukan bertujuan untuk memberikan pengetahuan
kepada karang taruna dan remaja desa mengenai kesehatan reproduksi remaja dengan

tema Penyuluhan Karakter Generasi Bangsa Berwawaskan Budaya Bangsa. Tema


yang digunakan mahasiswa KKN ini sangat menarik, sehingga banyak peserta yang
melakukan tanya jawab. Tidak hanya itu menariknya tema yang dibawakan oleh
pemateri banyak peserta yang bertindak sebagai penyanggah dan pemberi saran. Proses
penyuluhan dan antusiasme peserta dapat dilihat pada gambar lampiran.

Kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja yang sedianya baru


dilakukan kali pertama di Desa Ngembung membuat beberapa karang taruna serius dan
banyak berperan aktif memberikan pertanyaan selama kegiatan penyuluhan
berlangsung. Salah satu peserta bahkan memberikan sanggahan dan gagasan tentang isi
materi yang sudah disampaikan oleh penyaji. Dari sinilah terlihat bagaimana
antusiasme peserta karang taruna yang peduli akan kesehatan dan dampak dari seks
bebas.

D. Poadaya Kesenian dan Agama


Hasil proker Kesenian dan Agama adalah keterampilan anak-anak dalam
melakukan Tari Saman yang sudah diajarkan dan Kemampuan lainnya seperti
Hasil Kaligrafi, Adzan, Hadrah yang ditampilkan dalam satu malam puncak
sebagai penutup kegiatan KKN Kelompok 02 di desa Ngembung yakni
PESGAM Pentas Seni dan Agama dimana acara tersebut diisi oleh anak-anak
desa ngembung dengan keterampilan yang sudah diajarkan serta dihadiri oleh
perangkat desa serta warga sekitar. Kemeriahannya terekam pada gambar
dibawah ini.

BAB III
DISKUSI HASIL PELAKSANAAN
Berdasarkan rencana dan hasil kegiatan yang telah dilakukan oleh mahasiswa
KKN Kelompok 02, terdapat beberapa tanggapan dan jawaban dari setiap kegiatan
yang dilaksanakan selama proses KKN berlangsung di Desa Ngembung, kecamatan
Cerme-Gresik. Tanggapan dan jawaban dari setiap kegiatan akan diuraikan sebagai
berikut.

A. Proker Ekonomi
Proker ekonomi merupakan kegiatan utama mahasiswa KKN Kelompok 02 di
Desa Ngembung, Cerme-Gresik. Proker yang sedianya memberikan keterampilan
dan keahlian bagi ibu-ibu PKK dan ibu rumah tangga dengan memberikan
workshop pengolahan ikan mujair menjadi aneka produk makanan dan minuman.
Proker ekonomi dalam rencana kegiatannya akan membentuk struktur
kepengurusan proker yang anggotanya terdiri dari ibu-ibu PKK dan rumah tangga
desa Ngembung. Tetapi, dalam pelaksanaan dan prosesnya proker dengan struktur
kepengurusan belum dapat terbentuk secara maksimal, hal ini disebabkan karena
terbatasnya rentang waktu KKN yang diberikan pihak universitas kepada
mahasiswa.
Selanjutnya, masalah lain yang dihadapi yaitu kemajemukan warga yang
memiliki kegiatan rutin masing-masing yang memang menghambat kegiatan
pembentukan struktur kepengurusan proker. Misalnya, terdapat ibu-ibu PKK yang
memiliki kegiatan sampingan seperti menjahit dan berdagang.

B. Proker Pendidikan
Waktu luang yang dimiliki anak-anak usia sekolah di desa Ngembung
dimanfaatkan oleh mahasiswa KKN Kelompok 02 untuk mengadakan bimbingan

belajar dan TPA/TPQ setiap dusun. Bimbingan belajar dan TPA/TPQ setiap dusun
mempunyai tujuan utama untuk mengisi waktu luang anak-anak dengan hal yang
lebih berguna dan bermanfaat pada bulan Ramadhan.
Pelaksanaan proker pendidikan yang awalnya hanya mengadakan kegiatan
mendongeng dengan boneka tangan mengalami penambahan berupa kegiatan
bimbingan belajar yang dilaksanakan di TPA/TPQ setiap dusun untuk anak-anak
usia sekolah. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kejenuhan dari dalam diri
anak-anak seusai mengikuti pelajaran di sekolah. TPA/TPQ karena masa libur
sekolah dan bulan puasa.
Selanjutnya, respon yang diberikan peserta proker pendidikan bervariasi.
Antara lain ingin mencoba mendongeng sendiri agar bisa tampil di acara puncak.

C. Proker Kesehatan & Lingkungan


Kegiatan selanjutnya yang dilakukan oleh mahasiswa peserta KKN Kelompok
02 yaitu mengadakan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja dengan
tema Penyuluhan Karakter Generasi Bangsa Berwawaskan Budaya Bangsa .
Sasaran utama penyuluhan ini yaitu para remaja yang tergabung dalam karang
taruna desa. Setiap dusun diambil beberapa perwakilan karang taruna untuk
mengikuti penyuluhan kesehatan, tetapi dalam pelaksanaan dan prosesnya banyak
anggota karang taruna yang hadir walaupun tidak diundang.
Kegiatan proker kesehatan mendapatkan respon yang cukup baik dari remaja
dan karang taruna desa. Hal ini terlihat dari pertanyaan dan tanggapan peserta
penyuluhan kesehatan reproduksi remaja. Sebagai contoh, beberapa peserta sempat
memberikan sanggahan dan gagasan tentang materi yang diberikan oleh penyaji.
Penyuluhan seperti ini diharapakan mampu memberikan pengetahuan yang lebih
mendalam kepada karang taruna desa tentang bahaya penyimpangan remaja.
D. Proker Kesenian dan Agama
Kegiatan terakhir yang dilaksanakan adalah Kegiatan Kesenian dan Agama yang
menjadi mayoritas kegiatan karena waktu KKN kami bertepatan dengan bulan puasa.

Kegiatan ini banyak melenceng dari rancana awal karena situasi dan kondisi di
Ngembung yang tidak memunkinkan seperti kegiatan Tangi Sahur sehingga
Kegiatan ini banyak diisi dengan kesenian yang menyangkut keagamaan yang nantinya
akan kami tampilkan di malam puncak PESGAM. Diantaranya adalah Tari Saman,
Lomba Adzan, Menulis Kaligrafi dan Tartil/Tilawah.
Tanggapan para peserta didik bermacam-macam namun sebagian besar mereka
antusias atas kehadiran kami. Kegiatan PESGAM sendiri juga berjalan meriah dengan
kehadiran para pamong desa dan masyarakat yang bertempat di Balai Desa Ngembung
pada tanggal 29 Juni 2016.

BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
KKN yang diselenggarakan di Desa Ngembung Kecamatan Cerme, Gresik
berlangsung pada tanggal 18 Juni 2016 02 Juli 2016. Adapun kegiatan yang telah
diselenggaran antara lain:
A. Proker Pendidikan
Kegiatan proker pendidikan antara lain TPA/TPQ setiap dusun dan bimbingan
belajar. TPA/TPQ setiap dusun dan bimbingan belajar ternyata banyak diminati
oleh anak-anak usia sekolah, hal ini terlihat dari antusiasme dan banyaknya
peserta kegiatan di TPA/TPQ setiap dusun. Disamping itu, respon yang diberikan
masing-masing anak memberikan kesan yang memuaskan.
B. Proker Ekonomi
Minat dan antusiasme ibu-ibu PKK sebagai peserta dan sasaran kurang karena
mereka enggan melakukan aktifitas di bulan ramadhan. Tujuan utama proker
ekonomi merupakan memberikan pembekalan keterampilan dan keahlian
pengolahan ikan mujair.
C. Proker Kesehatan & Lingkungan
Kegiatan penyuluhan yang dilakukan menarik minat karang taruna dan remaja
Desa Ngembung. Hal ini mengingat bahwa penyuluhan kesehatan reproduksi
remaja belum pernah diadakan di desa tersebut, serta penyuluhan mengenai
penyimpangan remaja dinilai memberikan manfaat yang lebih banyak kepada
karang taruna dan remaja desa tentang bahaya seks bebas serta mendapatkan
pengetahuan mengenai pentinganya selektif dalam pergaulan.

D. Proker Kesenian dan Agama


Kegiatan PESGAM yang menjadi puncak dari kegiatan KKN 02 dan Proker Kesenian
dan Agama berjalan memuaskan. Para peserta didik dapat menampilkan kemampuan
dan kreatifitas mereka sesuai dengan yang sudah diajarkan.
B. Saran
Perlu dilakukan pembagian struktur proker pada semua warga agar pelaksanaan
proker dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Hal tersebut bertujuan agar warga
mempunyai kreatiftas dan keahlian dalam mengolah produk unggulan menjadi
produk berdaya guna tinggi dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat
Ngembung.
Sebagai anggota karang taruna sebaiknya melanjutkan TPA/TPQ setiap dusun dan
bimbingan belajar untuk anak-anak TK, SD, dan SMP. Sehingga anak-anak memiliki
kegiatan yang bermanfaat dan meningkatkan kreatifitas dalam mengapresiasikan karya.

C. Kritik
Banyak anggota karang taruna dan masyarakat yang sibuk bekerja sehingga tidak
mampu meneruskan program mahasiswa KKN.