Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

APRESIASI SENI
Tugas untuk memenuhi tugas Karya Tulis Ilmiah
Bahasa Indonesia

Disusun oleh:
Nama : MARLINDA SARTIKA
Kelas : XI IPS

Guru Pembimbing : Nila Andriani, S.Pd

MAS MUHAMMADIYAH TAMIANG


KABUPATEN PASAMAN BARAT
TP.2015/2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
berkat rahmat beserta hidayah-Nya Saya dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul APRESIASI SENI ini.
Makalah ini dibuat dengan maksud dan tujuan agar para pembaca
mengetahui secara jelas tentang APRESIASI SENI. Terimakasih saya ucapkan
kepada semua pihak yang turut membantu serta mendukung saya dalam proses
pembuatan makalah ini.
Saya menyadari bahwasanya makalah ini masih sangat sederhana dan jauh
dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya senantiasa mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah
ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan kontribusi positif dan bermakna
bagi kita semua khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia .

Ujung Gading, Mei 2016

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA
PENGANTAR
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
i

DAFTAR
ISI
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
ii

BAB I

PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
1
1. 2 Rumusan Masalah
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
1
BAB II

PEMBAHASAN
2.
1
Apresiasi
Seni
Tari
.........................................................................................................
.........................................................................................................
2
2.
2
Apresiasi
Seni
Teater
.........................................................................................................
.........................................................................................................
3
2

2.

Berkarya

Seni

Musik

10

BAB III

PENUTUP
3.1

Kesimpulan
13

3.2

Saran
13

DAFTAR KEPUSTAKAAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Secara leksikografis, kata apresiasi berasal dari bahasa Inggrisapreciation,
yang berasal dari kata kerja to Apreciate, yang menurut kamus Oxford berarti to
judge value of; understand or enjoy fully in the right way; dan menurut kamus
webstern adalah to estimate the quality of to estimate rightly tobe sensitevely
aware of. Jadi secara umum me-apresiasi adalah mengerti serta menyadari
sepenuhnya, sehingga mampu menilai secara semestinya.
Dalam kaitannya dengan kesenian, apresiasi berarti kegiatan meng-artikan dan
menyadari sepenuhnya seluk beluk karya seni serta menjadi sensitif terhadap
gejala estetis dan artistik sehingga mampu menikmati dan menilai karya tersebut
secara semestinya. Dalam apresiasi, seorang penghayat sebenarnya sedang
mencari pengalaman estetis. Sehingga motivasi utama yang muncul dari diri
penghayat seni adalah motivasi untuk mencari pengalaman estetis.
Pengalaman estetis menurut Albert R. Candler adalah kepuasan kontemplatif atau
kepuasan intuitif. Sedangkan Yakob Sumardjo menjelaskan pengalaman seni
adalah keterlibatan aktif dengan kesadaran yang melibatkan kecendekiaan, emosi,
indera dan intuisi manusia dengan lingkungan (benda seni) (2000, 161). Dalam
proses pengalaman estetis unsur perasaan dan intuisi lebih menonjol
dibandingkan nalar; itulah sebabnya maka dalam proses tersebut penghayat seni
seolah kehilangan jati dirinya karena seluruh kehidupan perasaannya larut ke
dalam obyek seni, dan inilah yang disebut dengan empati.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa yang dimaksud dengan Apresiasi Seni Tari?
2. Apa yang dimaksud dengan Berkarya seni Musik
3. Apa yang dimaksud dengan Apresiasi Seni Teater?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Apresiasi Seni Tari
a.

Pengertian Apresiasi Seni Tari

Apresiasi seni tari didalamnya mengandung tiga unsur seni dalam berapresiasi
yaitu karya seni, aktivitas penciptaan,dan aktivitas penghayatan seni.Ketiga
tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Secara etimologi
apresiasi berasal dari kata asing Appreciation (inggris), appreciatia (belanda)
dan appreciatus (latin), yang berarti (latin), yang berarti menghargai. Pada
umumnya persoalan apresiasi itu sendiri di antaranya adalah memberikan
penilaian dan penghargaan.
b.

Langkah Apresiasi Seni Tari

Proses kegiatan apresiasi yang dapat dilakukan dengan cara:


1) Pengenalan terhadap seniman dan karya tari Indonesia
2) Melakukan penilaian karya tari yang mencakup penalaran, penafsiran dan
pembahasan/ ulasan.
3) Mengisi formal evaluasi.
Tahapan-tahapan dalam apresiasi:
1) Pengamatan
2) Penghayatan
3) Penilaian dan penghargaan
4) Empati
c.

Tujuan Apresiasi Seni Tari

Apresiasi tari mempunyai tujuan untuk mendapatkan pengalaman estetis yang


didasari pengalaman si pengamat dalam kesanggupan menerima karya seni yang
terarah dan bertujuan didapat dari seni murni atau seni pakai.

Untuk mengembangkan daya apresiasi seni tari kita dapat memanfaatkan sumber
belajar baik secara langsung maupun tidak langsung.
1) Pemanfaatan sumber belajar secara langsung untuk menambah daya apresiasi
seni tari,misalnya melihat secara langsung pertunjukan-pertunjukan atau
pergelaran-pergelaran tari,mengadakan kunjungan ke sanggar-sanggar tari atau
kunjungan ke para seniaman tari.
2) Pemanfaatan sumber belajar secara tidak langsung untuk menambahkan daya
apresiasi seni tari,misalnya melalui menonton TV,film,gambar atau foto tari.
Aktivitas yang penting dalam karya seni khususnya dalam karya seni tari adalah:
1) Aktivitas kreatif (proses kreatif),proses yang berkenaan dengan proses
penciptaan atau pembuatan karya seni,yang dilakukan oleh seniman.
2) Aktivitas apresiatif (proses apresiatif),proses yang berkenaan dengan
penikmatan suatu karya seni dan dilakukan oleh para penikmat seni atau
apresiator.
Kegiatan seni sering disebut juga sebagai proses komunikasi antara seniman yang
menyampaikan pesan melalui karya seninya dengan penikmat sebagai
apresiatornya yang berusaha menerima pesan dari karya seniman.
d.

Fungsi Apresiasi Seni Tari

Fungsi tari apresiasi tari yaitu memberikan penghargaan, penikmatan,


penilaian terhadap seni tari atau kesadaran terhadap seni tari. Penilaian fungsinya
untuk mencari nilai-nilai seni tari,memahami isi dan pesan serta mengadakan
perbandingan-perbandingan sehingga mendapatkan kesimpulan. Dalam proses
apresiasi karya seni akan menimbulkan rasa puas,kecewa,senang dan lain
sebagainya kepada penikmat.

2.2

Berkarya Seni Musik


Musik adalah salah satu media ungkapan kesenian, musik mencerminkan

kebudayaan masyarakat pendukungnya. Di dalam musik terkandung nilai dan


norma-norma yang menjadi bagian dari proses enkulturasi budaya, baik dalam
3

bentuk formal maupun informal. Musik itu sendiri memiliki bentuk yang khas,
baik dari sudut struktual maupun jenisnya dalam kebudayaan. Demikian juga
yang terjadi pada musik dalam kebudayaan masyarakat melayu.
Dalam

Kamus

Besar

Bahasa

Indonesia

(1990:

602)

Musik adalah: ilmu atau seni menyusun nada atau suara diutarakan, kombinasi
dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai
keseimbangan dan kesatuan, nada atau suara yang disusun sedemikian rupa
sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan (terutama yang dapat
menghasilkan bunyi-bunyi itu)
Sehingga Seni musik adalah cetusan ekspresi perasaan atau pikiran yang
dikeluarkan secara teratur dalam bentuk bunyi. Bisa dikatakan, bunyi (suara)
adalah elemen musik paling dasar. Suara musik yang baik adalah hasil interaksi
dari tiga elemen, yaitu: irama, melodi, dan harmoni. Irama adalah pengaturan
suara dalam suatu waktu, panjang, pendek dan temponya, dan ini memberikan
karakter tersendiri pada setiap musik. Kombinasi beberapa tinggi nada dan irama
akan menghasilkan melodi tertentu. Selanjutnya, kombinasi yang baik antara
irama dan melodi melahirkan bunyi yang harmoni.
Musik termasuk seni manusia yang paling tua. Bahkan bisa dikatakan, tidak
ada sejarah peradaban manusia dilalui tanpa musik, termasuk sejarah peradaban
Melayu. Dalam masyarakat Melayu, seni musik ini terbagi menjadi musik vokal,
instrument dan gabungan keduanya. Dalam musik gabungan, suara alat musik
berfungsi sebagai pengiring suara vokal atau tarian. Alat-alat musik yang
berkembang di kalangan masyarakat Melayu di antaranya: canang, tetawak, nobat,
nafiri, lengkara, kompang, gambus, marwas, gendang, rebana, serunai, rebab,
beduk, gong, seruling, kecapi, biola dan akordeon. Alat-alat musik di atas
menghasilkan irama dan melodi tersendiri yang berbeda dengan alat musik
lainnya.
Macam Macam Seni Musik
Berikut adalah daftar aliran/genre utama dalam musik. Masing-masing genre
terbagi lagi menjadi beberapa sub-genre. Pengkategorian musik seperti ini,

meskipun terkadang merupakan hal yang subjektif, namun merupakan salah satu
ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.
Dalam beberapa dasawarsa terakhir, dunia musik mengalami banyak
perkembangan. Banyak jenis musik baru yang lahir dan berkembang. Contohnya
musik

triphop

yang

merupakan

perpaduan

antara beat-beat elektronik

dengan musik pop yang ringan dan enak didengar. Contoh musisi yang
mengusung jenis musik ini adalah Frou Frou, Sneaker Pimps dan Lamb. Ada
juga hip-hop, rock yang diusung oleh Linkin Park. Belum lagi dance rock dan neo
wave rock yang kini sedang in. banyak kelompok musik baru yang berkibar
dengan jenis musik ini, antara lain Franz Ferdinand, Bloc Party, The Killers, The
Bravery dan masih banyak lagi.
Bahkan sekarang banyak pula grup musik yang mengusung lagu berbahasa
daerah dengan irama musik rock, jazz dan blues. Grup musik yang membawa
aliran baru ini diIndonesia sudah cukup banyak salah satunya adalah Funk de
Java yang mengusung lagu berbahasa Jawa dalam musik rock.
Berikut berbagai macam musik, antara lain :
1.

Musik klasik

Jenis musik ini hanya menggunakan peralatan musi saja tanpa adanya
penambahan nada dari suara seseorang. Biasanya alunan musik ini sangat
lembaut, samapi bias menyentuh jiwa pendengarnya.
2.

Musik rakyat/musik tradisional :

Musik ini musik tradisional yang tidak akan berkembang dengan berjalannya
waktu. Karena dalam memainkan musik ini seorang pemusik harus mengikuti
pakem yang sudah ada sejak nenek moyang mereka menciptakan musik ini,
misalnya gending, angklung, jedor, dll
3.

Musik keagamaan :

Jenis musik ini merupakan jenis musik religius, yang mengandung syair syair
pujian kepada sang pencipta, atau menggambarkan hubungan antara manusia
dengan Tuhan dan manusia dengan manusia, serta mengandung pendidikan yang
sangat baik bagi perkembangan ssosial seseorang.

Dalam musik ini dapat dibagi lagi menjadi beberapa aliran musik, antara lain :
1.

Gambus

Gambus adalah alat musik petik seperti mandolin yang berasal dari Timur Tengah.
Paling sedikit gambus dipasangi 3 senar sampai paling banyak 12 senar. Gambus
dimainkan sambil diiringi gendang. Sebuah orkes memakai alat musik utama
berupa

gambus

dinamakan orkes

gambusatau

disebut gambus saja.

Di TVRI dan RRI, orkes gambus pernah membawakan acara irama padang pasir.
Orkes gambus mengiringi tariZapin yang seluruhnya dibawakan pria untuk tari
pergaulan. Lagu yang dibawakan berirama Timur Tengah. Sedangkan tema
liriknya

adalah

keagamaan.

Alat

musiknya

terdiri

dari biola, gendang, tabla dan seruling. Kini, orkes gambus menjadi milik orang
Betawi dan banyak diundang di pesta sunatan dan perkawinan. Lirik lagunya
berbahasa Arab, isinya bisa doa atau shalawat. Perintis orkes gambus
adalah Syech Albar seorangArab-Indonesia, bapaknya Ahmad Albar, dan yang
terkenal orkes gambusEl-Surayya dari kota Medan pimpinan Ahmad Baqi.
2.

Kasidah

Kasidah (qasidah, qasida; bahasa Arab: "", bahasa Persia: atau


dibaca: chakameh) adalah bentuk syair epik kesusastraan Arab yang dinyanyikan.
Penyanyi menyanyikan lirik berisi puji-pujian (dakwah keagamaan dan satire)
untuk kaum muslim.
Kasidah adalah seni suara yang bernapaskan Islam, dimana lagu-lagunya banyak
mengandung unsur-unsur dakwah Islamiyah dan nasihat-nasihat baik sesuai ajaran
Islam. Biasanya lagu-lagu itu dinyanyikan dengan irama penuh kegembiraan yang
hampir menyerupai irama-irama Timur Tengah dengan diiringi rebana, yaitu
sejenis alat tradisional yang terbuat dari kayu, dibuat dalam bentuk lingkaran yang
dilobangi pada bagian tengahnya kemudian di tempat yang dilobangi itu di tempel
kulit binatang yang telah dibersihkan bulu-bulunya.
Awalnya rebana berfungsi sebagai instrument dalam menyayikan lagu-lagu
keagamaan berupa pujian-pujian terhadap Allah swt dan rasul-rasul-Nya, salawat,
syair-syair Arab, dan lain lain. Oleh karena itulah ia disebut rebana yang berasal

dari kata rabbana, artinya wahai Tuhan kami (suatu doa dan pujian terhadap
Tuhan)
Lagu kasidah modern liriknya juga dibuat dalam bahasa Indonesia selain Arab.
Grup kasidah modern membawa seorang penyanyi bintang yang dibantu paduan
suara wanita. Alat musik yang dimainkan adalah rebana dan mandolin, disertai
alat-alat modern, misalnya: biola, gitar listrik, keyboard dan flute. Perintis kasidah
modern adalah grupNasida Ria dari Semarang yang semuanya perempuan. Lagu
yang top yakni Perdamaian dari Nasida Ria. Pada tahun 1970-an, Bimbo, Koes
Plus dan AKA mengedarkan album kasidah modern.
3.

Nasyid

Nasyid adalah salah satu seni Islam dalam bidang seni suara.Biasanya merupakan
nyanyian yang bercorak Islam dan mengandungi kata-kata nasihat, kisah
para nabi, memuji Allah, dan yang sejenisnya. Biasanya nasyid dinyanyikan
secara acappela dengan hanya diiringi gendang. Metode ini muncul karena banyak
ulama Islam yang melarang penggunaan alat musik kecuali alat musik perkusi.
4.

Blues

Blues adalah nama yang diberikan untuk kedua bentuk musik dan genre musik
yang diciptakan terutama dalam Afrika-Amerika masyarakat di Deep South
Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dari spiritual , lagu kerja , hollers
lapangan , teriakan, dan narasi sederhana berirama balada . The blues di manamana... dalam bentuk jazz , R&B , danrock n roll dicirikan oleh progresif kord
tertentu dengan bar blues dua belas progresi akord yang paling umum dengan
catatan biru , mencatat bahwa untuk tujuan ekspresif yang dinyanyikan atau
dimainkan secara bertahap rata atau menekuk (minor 3 untuk 3 besar) sehubungan
dengan lapangan dari skala besar.
Genre blues didasarkan pada bentuk blues tetapi memiliki karakteristik lain
seperti lirik tertentu, garis bass dan instrumen. Blues dapat dibagi menjadi
beberapa subgenre mulai dari negara untuk blues perkotaan yang lebih atau
kurang populer selama periode yang berbeda dari abad ke-20. Paling dikenal

adalah Delta , Piedmont , dan gaya blues Chicago. Perang Dunia II menandai
transisi dari akustik ke electric blues dan pembukaan progresif musik blues ke
khalayak yang lebih luas. Pada tahun 1960-an dan 1970-an, terbentuk suatu
hibrida yang disebut revolusi blues rock.
Istilah "blues" mengacu pada "Blues Devil", yang berarti melankolis dan
kesedihan, penggunaan awal istilah dalam pengertian ini ditemukan pada George
Colman s 'satu babak sandiwara Blue Devils (1798). Meskipun penggunaan frasa
dalam musik Amerika Afrika mungkin lebih tua, telah dibuktikan sejak tahun
1912, ketika Hart Wand s '" Dallas Blues "menjadi hak cipta pertama komposisi
blues. Lyrics frasa sering digunakan untuk menggambarkan suasana hati tertekan .
Musik blues berangkat dari musik-musik spiritual dan pujian yang muncul dari
komunitas

mantan budak-budak Afrika di

AS.

Penggunaan blue

note dan

penerapan pola call-and-response (di mana dua kalimat diucapkan/dinyanyikan


oleh dua orang secara berurutan dan kalimat keduanya bisa dianggap sebagai
"jawaban" bagi kalimat pertama) dalam musik dan lirik lagu-lagu blues adalah
bukti asal usulnya yang berpangkal di Afrika Barat. Di era kini banyak Blues
Lovers lahir. Mereka menyimak, belajar, menulis, memainkan, dan bikin album.
Musik blues mempunyai pengaruh yang besar terhadap musik populer Amerika
dan Barat yang baru, seperti dapat terlihat dalam aliran ragtime, jazz, "blues
rock", "electric blues",bluegrass, rhythm and blues, rock and roll, hip-hop,
dan country, "reggae", serta musik rock konvensional.
5.

Jazz

Musik yang dikatakan sebagai Jazz ini biasabya banyak disukai oleh kalangan
menengah, karena musiknya yang lembuat tapi kadangkala menghentak dengan
variasi melodi yang sangat bagus sekali
6. Country
Jenis ini berasal dari Negara amerika, yang termasuk musik lama.
7. Rock

Jenis musik ini banyak disukai kalangan anak muda yang berjiwa muda, karena
irama musiknya yang menggema, keras, cepat, dan sesuai dengan adrenalin anak
muda.
8.

Musik Dangdut

Jenis musik ini akrab sekali di telinga masyarakat Indonesia, karena asal musik ini
produksi dalam negri. Musik ini banyak sekali disukai dikalangan bawah, tetapi
juga banyak kalangan atas yang sangat menyukai musik ini. Biasanya muncul
untuk peringatan pada acara acara dimasyarakat seperti temanten, selamatan dll.
9. Musik Koploan
Jenis musik ini perembangan dari musik dangdut berkolaborasi dengan musik
rock, yang menjadikan musik ini adalah musik gaya baru yang muncul
dimasyarakat.
10. Keroncong
Keroncong adalah sejenis musik Indonesia yang memiliki hubungan historis
dengan sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado.
Sejarah keroncong di Indonesia dapat ditarik hingga akhir abad ke-16, di saat
kekuatan Portugis mulai melemah di Nusantara. Keroncong berawal dari musik
yang

dimainkan

para

daratan India(Goa), Tugu (tempat

budak

dan

berdirinya

opsir
padrao

Portugis

dari

Sunda-Portugis)

serta Maluku. Bentuk awal musik ini disebut moresco, yang diiringi oleh alat
musik dawai. Musik keroncong yang berasal dari Tugu disebut keroncong Tugu.
Dalam perkembangannya, masuk sejumlah unsur tradisional Nusantara, seperti
penggunaan seruling serta beberapa komponen gamelan. Pada sekitar abad ke-19
bentuk musik campuran ini sudah populer di banyak tempat di Nusantara, bahkan
hingga ke Semenanjung Malaya[1]. Masa keemasan ini berlanjut hingga sekitar
tahun 1960-an, dan kemudian meredup akibat masuknya gelombang musik
populer

(musik

rock

yang

berkembang

sejak

1950,

dan

berjayanya

musik Beatle dan sejenisnya sejak tahun 1961 hingga sekarang). Meskipun
demikian, musik keroncong masih tetap dimainkan dan dinikmati oleh berbagai
lapisan masyarakat di Indonesia dan Malaysia hingga sekarang.

2.3 APRESIASI SENI TEATER

Teater merupakan suatu karya seni yang tidak hanya memberi rasa senang
bagi peminatnya, tetapi juga memberi sumbangan bagi keluhuran budi dan
kematangan jiwa. Oleh karena itu, teater tidak hanya dapat dijadikan tontonan,
melainkan juga dapat memberi tuntunan. Seni teater memiliki berbagai ragam,
baik seni teater tradisional, modern, kontemporer. Masing-masing ragam
mempunyai hubungan yang erat dengan konteks kehidupan masyarakat dan
budaya setempat.
A.

MAKNA DAN PERANAN TEATER DALAM KONTEK SOSIAL

BUDAYA
Secara harfiah, teater berarti gedung atau tempat pertunjukan dan dalam
perkembangan istilahnya, teater memiliki arti antara lain sebagai berikut.
1.

Gedung pertunjukan, tempat orang menonton atau sajian.

2.

Tontonan yang disajikan di gedung pertunjukan, terutama yang memaparkan


lakon.

3.

Adegan, pemain, dan gagasan yang dipandang sebagai drama


Sebelum perang dunia II, teater dikenal dengan istilah Tonil (toneel) yang
berasal dari bahasa Belanda. Adapun Kanjeng Gusti Pengeran Mangku negara III
menggunakan istilah sandiwara yang berasal dari kata sandi dan warah. Sandi
berarti tersamar, terselubung, rahasia, sedangkan warah bearti didik, bimbing, dan
ajar. Secara lengkap, sandiwara berarti pendidikan yang diberikan secara
terselubung. Teater memiliki peranan sebagai tempat terjadinya hubungan yang
erat antara seniman dengan masyarakat atau publik. Di samping itu, teater
memiliki peranan sebagai wadah cerminan budaya setempat.

1.

Jenis-Jenis Sastra Drama dan Teater.


Kata teater sekarang lebih dipahami sebagai drama atau segala sesuatu
yang berkaitan dengan drama, penulisan, dan acting lakon. Sastra drama erat
10

kaitannya dengan dramaturgi. Dalam perkembangan teater Indonesia, sastra


drama merupakan hal yang baru.
a.

Sastra Drama Dan Teater Tradisi Nusantara


sastra drama dan teater tradisi di pahami sebagai teater tradisional yang

muncul jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka san berkembang di berbagai


daerah. Adapun jenis sastra tradisional yang masih dapat ditemukan, seperti
masura dan sinrili ditulis dengan tulisan daerah dan bahasa lama contohnya,
arjuna wiwaha karangan empu kanwa di Jawa dan Sunda. Pada masa berikutnya,
beberapa pujangga Jawa , seperti dari solo dan Jogjakarta telah menulis bukubuku sebagai pola dan bahan penyajian wayang se malam suntuk. Jenis teater
tradisi lain yang terdapat di Nusantara antara lain sebagai berikut.
1). Ketoprak
ketoprak merupakan salah satu jenis kata daerah Jawa (Jogjakarta) yang
dulu dikenal dengan ketoprak Ongkek atau sering disebut ketoprak barangan yang
hampir setingkat dengan ngamen.
2). Wayang orang
Wayang orang yang merupakan teater tradisi yang terdapat di Jawa,
pemetasannya mengambil lakon dalam kisah mahabarata dan Ramayana, wayang
orang ini menggunakan sajian tari, jauh sebelum wayang orang muncul, telah
muncul wayang kulit yang dikenal dengan wayang kulit purwa Jawa{WKPJ}
3). Randai
Randai merupakan salah satu jenis teater tradisi daerah Minangkabau.
Dalam pertunjukannya, selain disampaikan melalui dialog, drama tersebut juga
disampaikan melalui dendang atau gurindam. Dalam satu adegan dimungkinkan
seorang pelaku mengajak atau meminta komentar penonton, memancing pelaku
untuk berakting, atau berdialog. Pertunjukan randai dilakukan dalam bentuk
arena, formasi penonton, dan permainan yang disugukan melingkar.
4). Mamanda
Mamanda merupakan salah satu teater tradisi di Kalimantan selatan.
Pertunjukan ini disuguhkan dengan busana yang serba gemerlapan, tetapi dengan
peralatan permainan sederhana yang bersifat suggestive.

11

5). Sanghyang
Sanghyang adalah salah satu jenis teater tradisi di bali yang disuguhkan
dalam bentuk tari yang bersifat religius dan secara khusus berfungsi sebagai tarian
penolak balaatau wabah penyakit.masih banyak teater di bali, seperti teater tari
calon Arang,Kecak,Barong,dan Drama Gong yang hampir semuanya bersifat
religius.
6). Topeng Bonjet
Topeng bonjet adalah salah satu jenis teater tradisi, yakni sandiwara
tradisional yang ada di jawa barat dan banyak terdapat di kerrawang. Seni ini
tersusun dari beberapa elemen artistic yang memesona.
b.

Sastra Drama Dan Teater Tradisi Mancanegara


Sastra drama dan teater tradisi di mancanegara, khususnya seni drama

barat yang memiliki mutu tinggi, terkenal, dan dikagumi dari penulis-penulis
kenamaan, antara lain sebagai berikut.
1). Agamemnon, karya

penulis Aeschyllus dari

Yunani.

Pada

awalnya,Agamemnon merupkan karya tragedy.


2). Electra,

Antigone, dan Oedipus

Tyranmus atau Raja

Oedipus karya

Sopphoeles, penulis tragedy yang terbesar pada masa Yunani kuno.


3). Hamlet, Romeo dan Juliet, dan Raja Lien karya Shakespeare di Inggris.
Karya-karya tersebut merupakan karya yang diangkat dari tradisi kebangsaan dan
mengetengahkan tema-tema pecintaan yang diakhiri dengan tragedy pembunuhan.

12

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Secara leksikografis, kata apresiasi berasal dari bahasa Inggrisapreciation,
yang berasal dari kata kerja to Apreciate, yang menurut kamus Oxford berarti to
judge value of; understand or enjoy fully in the right way; dan menurut kamus
webstern adalah to estimate the quality of to estimate rightly tobe sensitevely
aware of. Jadi secara umum me-apresiasi adalah mengerti serta menyadari
sepenuhnya, sehingga mampu menilai secara semestinya.
Dalam kaitannya dengan kesenian, apresiasi berarti kegiatan meng-artikan dan
menyadari sepenuhnya seluk beluk karya seni serta menjadi sensitif terhadap
gejala estetis dan artistik sehingga mampu menikmati dan menilai karya tersebut
secara semestinya. Dalam apresiasi, seorang penghayat sebenarnya sedang
mencari pengalaman estetis. Sehingga motivasi utama yang muncul dari diri
penghayat seni adalah motivasi untuk mencari pengalaman estetis.

3.2 Saran
Dalam pembuatan makalah ini mungkin masih terdapat beberapa
kesalahan baik dari isi dan cara penulisan. Untuk itu kami sebagai penulis mohon
maaf apabila pembaca tidak merasa puas dengan hasil yang saya sajikan, dan
kritik beserta saran juga saya harapkan agar dapat menambah wawasan untuk
memperbaiki penulisan makalah kami.

13

DAFTAR PUSTAKA
http://amarsuteja.blogspot.co.id/2012/07/apresiasi-seni-teater.html
http://ardyan1593.blogspot.co.id/2012/09/makalah-seni-musik.html
http://sany-tami.blogspot.co.id/2014/09/makalah-apresiasi-seni.html

14

Anda mungkin juga menyukai