Anda di halaman 1dari 9

A.

Model konseptual Keperawatan Health Care System (Betty Neuman 1972)


Model konsep ini merupakan model konsep yang menggambarkan
aktivitas keperawatan, yang ditujukan kepada penekanan penurunan stress
dengan cara memperkuat garis pertahanan diri, baik yang bersifat fleksibel,
normal, maupun resistant dengan sasaran pelayanan adalah komunitas. Garis
pertahanan diri pada komunitas meliputi garis pertahanan fleksibel/buffer
zone yaitu tingkat kesehatan yang dinamis, yang merupakan hasil respon
sementara terhadap stressor ( respon komunitas terhadap lingkungan,
misalnya banjir, stressor soaial, ketersediaan dana dalam pelayanan kesehatan,
pekerjaan, iklim dan lain-lain). Selain itu, terdapat garis pertahanan normal,
yang merupakan tingkat kesehatan komunitas yang dicapai saat itu. Garis
pertahanan normal berupa pola koping dan kemampuan dalam pemecahan
masalah dalam jangka panjang yang diperlihatkan sebagai kesehatan
komunitas. Garis pertahanan ini meliputi: ketersediaan pelayanan, adanya
perlindungan terhadap status nutrisi secara menyeluruh, tingkat pendapatan
(cost level), sikap atau perilaku kesehatan dan kondisi rumah yang memenuhi
syarat-syarat kesehatan. Sedangkan garis pertahanan resistan merupakan
mekanisme internal untuk menghadapi stressor ( stressor penyebab
ketidakseimbangan system) yang melipti: tingkat pendidikn masyarakat,
adanya ketersediaan pelayanan kesehatan, transportasi, tempat rekreasi, dan
cakupan imunisasi. Intervensi diarahkan pada ketiga garis pertahanan tersebut
yang terkait dengan 3 level prevensi yaitu dengan menggunakan pencegahan
primer, sekunder, dan tersier. Sementara itu, tujuan keperawatan adalah
stabilitas klien dan keluarga dalam lingkungan yang dinamis.
Model ini menganalisis interaksi antara empat variable yang
menunjang keperawatan kmunitas, yaitu aspek fisik atau fisiologis, aspek
psikologis, aspek social dan cultural serta aspek spiritual. Asumsi Betty
Neuman tentang 4 konsep utama yang terkait dengan keperawatan komunitas
adalah sebagai berikut :
1. Manusia, merupakan suatu system terbuka yang selalu mencari
keseimbangan dari harmoni dan merupakan satu kesatuan dari variable

yang utuh, yaitu: fiologis, psikologis, sosiokultural, perkembangan dan


spiritual.
2. Lingkungan, meliputi semua factor internal dan eksternal atau pengaruhpengaruh dari sekitar atau system klien.
3. Sehat, merupakan kondisi terbebas dari gangguan pemenuhan kenutuhan.
Sehat merupakan keseimbangan yang dinamis sebagai dampak dari
keberhasialan menghindari atau mengatasi stressor.
Sehat menurut Neuman adalah untuk keseimbangan bio, psiko, sosio,
cultural dan spiritual. Pada tiga garis pertahan klien, yaitu garis pertahan
fleksibel, normal, dan resistan. Sehat diklasifikasiakan dalam 8 tahapan yaitu :
1. Normally well, yaitu sehat secara psikologis, medis, dan social
2. Pessimistic, yaitu bersikap atau berpandangan tidak mengandungg
harapan baik ( misaonya khawatair sakit, ragu akan kesehatannya dll )
3. Socially ill, yaitu secara psikologis dan medis baik, tetapi kurang mampu
secara social, baik ekonomi maupun interaksi social dengan masyarakat.
4. Hypochondriacal, yaitu penyakit bersedih hati dan kesedihan tanpa alasan.
5. Medically, yaitu sakit secara medis yang dapat diperiksa dan diukur.
6. Martyr, yaitu orang yang rela menderita atau meninggal dari pada
menyerah karena mempertahankan agama atau kepercayaan. Dalam hal ini
kesehatan, seseorang memeperdulikan kesehatannya dia tetap berjuang
untuk kesehatan atau keselamatan orang lain.
7. Optimistic, yaitu meskipun secara ,edis daan social sakit, tetapi
mempunyai harapan baik. Keadaan ini sering kali sangat membantu dalam
penyembuhan sakt medisnya.
8. Seriously ill, yaitu bener-bener sakit, baik secara psikologis, medis, dan
social.
Komposisi Delapan Tahapan Kesehatan
Keadaan
Kesehatan
1
2
3

Label
Biasanya baik
Pesimistis
Sakit secara social

Sosial

Health Dimension
Psikologis

Medis

Baik
Baik
Sakit

Baik
Sakit
Baik

Baik
Baik
Baik

Murung tanpa alasan

Sakit

Baik

Sakit

5
6
7
8

(hypocodriasal)
Sakit secara medis
Menganiyaya (martyr)
Optimistis
Sakit serius

Baik
Baik
Sakit
sakit

Baik
Sakit
Baik
sakit

Sakit
Sakit
Sakit
sakit

Keperwatan ditujukan untuk mempertahankan keseimbangan tersebut dengan


berfokus pada 4 intervensi berikut ini :
1. Intervensi yang bersifat promosi, dilakukan apabila gangguan terjadi pada
garis pertahanan yang bersifat fleksibel, meliputi pendidikan kesehatan dalam
mendemonstrasikan keterampilan keperawatan dasar yang dapat dilakukan
klien dirumah atau komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan
atau keseimbangan garis pertahanan normal.
2. Intervensi yang bersifat prevensi, dilakukan apabila garis pertahanan normal
terganggu, meliputi deteksi dini gangguan kesehatan atau gangguan
keseimbangan garis pertahanan, misalnya deteksi dini tumbang balita,
keluarga, serta memberikan zat kekebalan pada klien yang bersifat individu,
misalnya konseling pranikah.
3. Intervensi yang bersifat kuratif dan rehabilitatif, dilakukan apabila garis
pertahanan resistan terganggu, meliputi melakukan prosedur keperawatan yang
memerlukan kepakaran perawat, misalnya melatih klien duduk atau berjalan,
memberikan konseling untuk penyelesaian masalah, dilakukan kerja sama
lintas program dan lintas sector untuk penyelesaian masalah, serta melakukan
rujukan keperawatan atau nonkeperawatan, baik secara lintas program maupun
lintas sector.
4. Keperawatan sebagai ilmu dan kiat yang memplajari tidak terpenuhinya
kebutuhan dasar klien (individu, keluarga, kelompok, komunitas) berhubungan
dengan tidak keseimbangan yang terjadi pada ketiga garis pertahanan yaitu:
fleksibel, normal dan resistan, serta berupaya membantu mempertahankan
keeimbangan untuk sehat. Intervensi keperawatan bertujuan untuk menurunkan
stressor melalui :

a. Pencegahan primer, meliputi berbagai tindakan keperawatan untuk


mengidentifikasi adanya stressor, mencegah reaksi tubuh karena adanya
stressor, serta mendukung koping pada klien secara konstruktif.
b. Pencegahan sekunder meliputi berbgai tindakan keperawatan dengan
mengurangi atau menghilangkan gejala penyakit serta reaksi tubuh lainnya
karena adanya stressor.
c. Pencegahan tersier, meliputi pengobatan secara rutin, serta pencegahan
terhadap adanya kerusakan lebih lanjut dari komplikasi suatu penyakit.
Dari uraian diatas, dapat dipahami bahwa penerapan model konseptual
keperawatan komunitas dari Betty Neuman berfokus pada penurunan stress
dengan cara memprkuat garis pertahanan diri dan intervensi diarahkan pada
ketiga garis pertahanan tersebut yang terkait tiga level prensi.
Sesuai dengan teori Neuman, komunitas dilihat sebagai klien yang
dipengaruhi oleh dua factor utama, yaitu:
1. Komunitas merupkan klien
2. Penggunaan proses keperawatan sebagai pendekatan yang terdiri atas
lima tahapan, yaitu: pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan
intervensi, implementasi, dan evaluasi.

manusia

Lingkungan
kesehatan
kerja

Paradigma
keperawatan

Administras
i
keperawata
n komunitas

Pendidikan
kesehatan
keperawatan
komunitas

Asuhan keperawatan yang diberiakan pada komunitas atau kelompok adalah sebagai
berikut:
1. Pengkajian
Hal yang perlu dikaji pada kelompok atau komunitas adalah sebagai berikut:
a. Inti (core), meliputi: data demografi kelompok atau komunitas yang terdiri
atas usia yang beresiko, pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan, agama,
nilai-nilai, keyakinan, serta riwayat timbulnya komunitas.
b. Mengkaji delapan subsistem yang mempengaruhi komunitas antara lain:
Perumahan, bagaimana penerangannya, sirkulasi, bagaimana

kepadatannya karena dapat menjadi stressor bagi penduduk.


Pendidikan komunitas, apakah ada sarana pendidikn yang dapat

digunakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat.


Keamanan dan keselamatan, bagaimana keselamatan

dan

keamanan dilingkungan tempat tinggal, apakah masyarakat merasa


nyaman atau tidak, apakah sering mengalami stress akibat

keamanan dan keselamatan yang tidak terjamin.


Politik dan kebijakan pemerintah terkait kesehatan, apakah cukup
menunjang, sehingga memudahkan masyarakat mendapatkan

pelayanan di berbagai bidang termasuk kesehatan.


Pelayanan kesehatan yang tersedia, untuk melkukan deteksi dini

dan merawat/ memantau gangguan yang terjadi.


System komunikasi, sarana komunikasi apa saja yang tersedia dan
dapat dimanfaatkan di masyarakat tersebut untuk meningkatkan
pengetahuan terkiat dengan gangguan penyakit misalnya : media
televisi, radio, koran, atau leaflet yang diberikan kepada

masyarakat.
System ekonomi, tingkat social ekonomi masyarakat secara
keseluruhan, apakah pendapatan yang diterima sesuai dengan
kebijakan Upah Minimum Regional (UMR) atau sebaliknya
dibawah upah minimum. Hal ini terkait uapaya pelayanan
kesehatan ditujukan pada anjuran untuk mengonsumsi jenis
makanan sesuai ekonomi masing-masing.

Rekreasi, apakah tersedia sarana rekreasi, kapan saja dibuka,


apakah biayanya dapat dijangaku oleh masyarakat. Rekreasi
hendaknya

dapat

digunakan

masyarakat

untuk

membantu

mengurangi stressor.
2. Diagnose keperawatan
Diagnosis keperawatan ditegakkan berdasarkan reaksi komunitas terhadap
stressor yang ada. Selanjutnya dirumuskan dalam 3 komponen P (problem
atau masalah), E (etiologi atau penyebab), S (symptom atau manifestasi/data
penunjang). Misalnya, resiko tinggi peningkatan gangguan penyakit
kardiovaskuler pada komunitas di RT 01 RW 10 Kelurahan Somowinangun
sehubungan dengan kurangnya kesadaran masyarakat tentang hidup sehat
ditandai dengan:
a. 0,15% ditemukan angka dirawat dengan gangguan kardiovaskuler
b. 50% RT 01 RW 10 mengonsumsi lemak tinggi
c. Didapatkan 20% saja yang kebiasaan berolahraga
d. Rekreasi tidak teratur
e. Informasi tentang gangguan kardiovaskuler kurang.
3.

Perencanaan Intervensi
Perencanaan intervensi yang dapat dilakukan berkaitan dengan diagnosis
keperwatan komunitas yang muncul diatas :
a. Lakukan penkes tentang penyakit gangguan kardiovaskuler
b. Lakukan demonstrasi keterampilan cara menngani stress dan teknik
relaksasi
c. Lakukan deeksi dini tanda-tanda gangguan penyakit kardiovaskuler
melalui pemeriksaan tekanan darah
d. Lakukan kerjasama dengan ahli gizi untuk mendapatkan diet yang tepat
bagi yang beresiko
e. Lakukan olahraga secara rutin sesuai dengan kemampuan fungsi jantung
f. Lakukan kerjasama dengan petugas dan aparat pemerintah setempat untuk
memprbaiki lingkungan atau komunitas apabila ditemui ada penyebab
stressor
g. Lakukan rujukan ke Rumah sakit apabila diperlukan

4. Implementasi

Perawat bertnaggung jawab untuk melaksanakan tindakan yang telah


direncanakan yang bersifat :
a. Bantuan untuk mengatasi maslah gangguan penyakit kardiovaskuler di
komunitas
b. Mempertahankan kondisi yang seimbang, dalam hal ini berperilaku hidup
c.

sehat dan melaksanakan upaya peningkatan kesehatan


Mendidik komunitas tentang perilaku sehat untuk mencegah gangguan

penyakit kardiovaskuler
d. Sebagai advokat komunitas yang sekaligus mengfasilitasi terpenuhi
kebutuhan komunitas
5. Evaluasi / penilaian
a. Menilai respon verbal dan nonverbal komunitas telah dilakukan intervensi
b. Menilai kemajuan yang dicapai oleh komunitas setelah dilakukan
dilakukan intervensi keperawatan
c. Mencatat adanya kasus baru yang dirujuk ke rumah sakit.

Daftar Pustaka

Mubarrak Wahid Iqbal dan Cahyatin Nurul. 2009. /Ilmu Keperawatan Komunitas
Pengantar dan Teori. Jakarta. :Salemba Medika.