Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seorang bayi selama dalam kandungan telah mengalami proses tumbuh
kembang sedemikian rupa, sehingga waktu bayi lahir berat badannya sudah
mencapai berat badan normal. Pertumbuhan dan perkembangan bayi terus
berlangsung sampai dewasa. Proses tumbuh kembang ini dipengaruhi oleh
makanan yang diberikan pada anak. Makanan yang paling sesuai untuk bayi
adalah Air Susu Ibu (ASI), karena ASI memang diperuntukkan bagi bayi sebagai
makanan pokok bayi.
Program Inisiasi Menyusu Dini (IMD) didasarkan pada hasil penelitian
yang membuktikan bahwa kontak bayi dengan ibunya seawal mungkin setelah
lahir akan berdampak positif untuk perkembangan bayi.
Mengingat pentingnya ASI dan keterikatan kasih sayang (Bounding
Attechment) antara ibu dan anak, dan masih kurangnya pengetahuan masyarakat
dengan hal tersebut, maka didalam makalah ini akan dibahas tentang ASI dan
bagaimana cara mewujudkan kasih sayang tersebut. Keterikatan kasih sayang bisa
terwujud dari janin masih berada didalam kandungan dan untuk mempereratnya
bayi yang baru lahir bisa dilakukan IMD (inisiasi menyusu dini), dari hal tersebut
selain manfaat ASI yang didapatkan begitu besar juga sangat bermanfaat untuk
psikologis ibu dan anak karena sebuah kasih sayang bisa berawal dari sebuah
sentuhan,dan dekapan ibu kepada anaknya disaat dilakukan IMD.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah dalam makalah ini meliputi
1. Mengapa harus ASI ?
2. Mengapa Inisiasi Menyusui Dini perlu dilakukan ?
3. Bagaimana langkah-langkah mensukseskan Inisiasi Menyusui Dini ?
4. Apa saja faktor penghambat Inisiasi Menyusui Dini ?
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan dari makalah ini meliputi
1. Untuk mengetaui pentingnya ASI pada bayi.

2. Untuk mengetaui pentingnya manfaat dan keuntungan Inisiasi Menyusui


Dini pada bayi.
3. Untuk mengetaui bagaimana langkah-langkah mensukseskan Inisiasi
Menyusui Dini .
4. Untuk mengetaui apa saja faktor-faktor penghambat Inisiasi Menyusui
Dini.

BAB II
PEMBAHASAN

2.2 Definisi Air Susu Ibu (ASI)


2.2.1 Pengertian Air Susu Ibu (ASI)
ASI adalah makanan terbaik dan paling sempurna untuk bayi.
Kandungan gizinya yang tinggi dan adanya zat kebal didalamnya membuat
ASI tidak tergantikan oleh susu formula yang paling hebat dan mahal
sekalipun. Selain itu, ASI juga tidak pernah basi, selama masih dalam
tempatnya. Pemberian ASI tidak hanya menguntungkan bayi, tapi juga
dapat menyelamatkan keuangan keluarga disaat krisis global seiring
dengan meningkatnya harga susu formula. Oleh karena itu, sangatlah tepat
bila departemen kesehatan menganjurkan pemberian ASI eksklusif selama
6 bulan dan pemberian ASI dilanjutkan sampai berumur sekurangkurangnya 2 tahun dengan tambahan makanan pendamping ASI ( MP
ASI).
Meskipun pemberian ASI sangat menguntungkan bagi bayi dan
keluarga, namun pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih jauh dari
yang diharapkan. Selain kesadaran ibu dan keluarganya masih kurang,
mitos yang berkembang di masyarakatnya pun turut berpengaruh dalam
pemberian ASI.

2.2.2 Komposisi dan Nutrisi pada Air Susu Ibu (ASI)


Komponen
Factor bifidus

Peranan
Mendukung

proses

perkembangan

bakteri

yang

menguntungkan

dalam

usus

bayi,

untuk

pertumbuhan bakteri yang merugikan.


Mengikat zat besi dalam ASI, sehingga

Laktoferin

tidakdigunakan

bakteri

zat

pathogen

besi
untuk

pertumbuhannya.
Membunuh bakteri pathogen
Menghambat pertumbuhan Staphylococcus pathogen.

Laktoperosidase
Factor
antistafilokokus
Sel-sel fagosit
Komplemen
Sel
limfosit

oleh

mencegah

Memakan bakteri pathogen.


Memperkuat kagiatan fagosit
dan Mengeluarkan zat antibody untuk meningkatkan imunitas

makrofag
Lizozim
Interferon
Factor pertumbuhan

terhadap penyakit.
Membantu pencegahan terhadap penyakit
Menghambat pertumbuhan virus.
Membantu pertumbuhan selaput usus bayi sebagai perisai

epidermis

untuk menghindari zat-zat merugikan yang masuk ke dalam


peredaran darah.
a. Kolostrum, merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh
kelenjar payudara, mengandung tissudebriss residual material yang
terdapat dalam alveoli dan ductus dari kelenjar payudara sebelum
dan setelah masa puerperium. Kolostrum disekresi oleh kelenjar
payudara dari hari pertama sampai hari ketiga atau keempat.
Komposisi dari kolostrum ini dari hari ke hari selalu berubah.
Merupakan cairan fiscous kental dengan warna kekuningkuningan, lebih kuning, dibandingkan dengan susu yang matur.
Kadar karbohidrat dan lemak rendah jika dibandingkan mineral
terutama natrium, kalim, dan klorida lebih tinggi jika dibandingkan
dengan susu matur. Total energy lebih rendah jika dibandingkan
dengan susu matur hanya 58 kalori/100 ml kolostrum.
b. Protein dalam ASI, ASI mengandung protein lebih rendah dari air
susu sapi, tapiprotein ASI ini mempunyai nilai nutrisi yamg tinggi
atau lebih mudah dicerna.
Keistimewaan dari protein pada ASI ini adalah :
- ASI mengandung asam amino esensial taurine yang tinggi yang
penting untuk pertumbuhan retina dan konjugasi bilirubin.
Kadar metionin lebih rendah dari air susu sapi, sedangkan

system lebih tinggi. Hal ini sangat menguntungkan karena


enzim sistationase yaitu enzin yang akan mengubah metionin
menjadi system pada bayi sangat rendah atau tidak ada. Sistin
ini merupakan asam amino yang sangat penting untuk
-

pertumbuhan otak bayi.


Kadar tirosin dan fenilalanin pada ASI rendah, suatu hal yang
sangat menguntungkan untuk bayi terutama premature karena
pada bayi premature kadar tirosin yang tinggi dapat

menyebabkab gangguan pertumbuhan otak.


c. Karbohidrat dalam ASI
ASI mengandung karbohidrat relative lebih

tinggi

jika

dibandingkan dengan air susu sapi (6,5-7 gr%). Karbohidrat yang


utama terdapat dalam ASI adalah laktosa. Kadar laktosa yang
tinggi sangat menguntungkan karena laktosa ini oleh fermentasi
akan diubah menjadi asam laktat. Adanya asam laktat ini
memberikan suasana asam didalam usus bayi. Dengan suasana
asam didalam usus bayi ini memberikan beberapa keuntungan :
- Penghambat pertumbuhan bakteri yang patologis.
- Memacu pertumbuhan mikroorganisme yang memproduksi
-

asam organic dan mensistensis vitamin.


Memudahkan terjadinya pengendaapan dari Ca-Caseinac.
Memudahkan absorbs darimineral, misalnya kalsium, fosfor,
dan magnesium.

Laktosa relative tidak larut sehingga waktu proses digesti didalam


usus bayi lebih lama tetapi dapat diabsorbsi dengan baik oleh usus
bayi. Selain laktosa yang merupakan 7% dari total ASI juga
terdapat glukosa, galaktosa, dan glukosamin.
d. Lemak dalam ASI
Kadar lemak dalam ASI dan sair susu sapi relative sama, merupaka
sumber kalori yang utama bagi bayi, dan sumber vitamin yang
larut dalam lemak (A,D,E, dan K) dan sumber asam lemak yang
esensial. Keistimewaan lemak dalam ASI jika dibandingkan
dengan air susu sapi :
- Bentuk emulsi lebih sempurna. Hal ini disebabkan karena ASI
mengandung enzim lipase yang memecah trigliserida menjadi
5

digliresida dan kemudian menjadi monogliserida sebelum


-

pencernaan di usus terjadi.


Kadar asam lemak tak jenuh dalam ASI 7-8 kali dalam ASI.
Asam lemak tak jenuh yang terdapat dalam kadar yang tinggi
yang terpenting adalah
rasio asam linoleic
asam lemak rantai panjang

(arachidonic) dan

dexodexaeonic yang berperan dalam perkembangan


otak
kolesterol
asam palmitate
e. Mineral dalam ASI , ASi mengandung mineral yang lengkap.
Walaupun kadarnya relative rendah tapi cukup untuk bayi sampai
umur 6 bulan. Total mineral selama masa laktasi dalam konstan
tetapi beberapa mineral yang spesifik kadarnya tergantung dari diit
dan stadium laktasi. Fe dan Ca palin stabil, tidak dipengaruhi oleh
diit ibu. Garam organic yang terdapat dalam ASI terutama adalah
kalsium, kalium, dan natrium dari asam klorida dan fosfat.
f. Air dalam ASI, kira-kra 88% dari ASI terdiri dari air. Air ini
berguna untuk melarutkan zat-zat yang terdapat didalamnya .
g. Vitamin dalam ASI, vitamin dalam ASI dapat dikatakan lengkap.
Vitamin A, D, dan C cukup, sedangkan golongan vitamin B,
kecuali riboflavin dan asam pantothenic adalah kurang.
h. Kalori dari ASI, kalori ASI relative rendah, hanya 77 kalori/100 ml
ASI. 90% berasal dari karbohidrat dan lemak, sedangkan 10%
berasal dari protein.
i. Unsur-unsur lain dalam ASI: laktokrom, kreatin, urea, xanthin,
ammonia, dan asam sitrat.

2.2.3 Manfaat Pemberian ASI


1. Manfaat ASI bagi bayi
Pemberian

ASI

membantu

bayi

untuk

memulai

kehidupannya dengan baik. Kolostrom atau susu jolong atau


susu pertama mengandung antibody yang kuat untuk mencegah
6

infeksi dan membuat bayi lebih kuat penting sekali untuk segera
memberi ASI dalam jam pertama sesudah lahir dan kemudian
setiap dua atau tiga jam. ASI mengandung campuran yang tepat
dari berbagai bahan makanan yang baik untuk bayi. ASI mudah
dicerna oleh bayi. ASI saja tanpa makanan lain merupakan cara
terbaik pemberian makan bayi dalam 4-6 bulan pertama
kehidupannya. Sesudah 6 bulan ,beberapa makanan lain yang
baik harus ditambahkan kedalam menu bayi. Pemberian ASI
pada umumnya harus disarankan selama, 1 tahun pertama
kehidupan anak .
2. Manfaat ASI bagi ibu.
Pemberian ASI membantu ibu memulihkan diri dari proses
persalinannya, pemperian ASI selama beberapa hari pertama
membuat Rahim berkontraksi dengan cepat dan memperlambat
perdarahan

Isapan

pada

putting

susu

merangsang

dikeluarkannya oksitosin alami yang akan membantu kontraksi


Rahim ). Wanita yang menyusui bayinya akan lebih cepat pulih
atau turun berat badanya keberat badan sebelum kehamilan. Ibu
yang menyusui yang haidnya belum muncul kembali akan kecil
kemungkinannya untuk menjadi hamil ( Kadar prolactin yang
tinggi menekan hormone FSH dan ovulasi). Pemberian ASI
adalah cara yang penting bagi ibu untuk mencurahkan kasih
sayangnya pada bayi dan membuat bayi merasa nyaman.
3. Manfaat ASI bagi semua orang.
ASi selalu bersih dan bebas dari hama yang menyebabkan
infeksi. pemberian ASI tidak menuntut persiapan khusus. ASI
selalu tersedia dan gratis. Bila ibu memberi ASI pada waktu
diperlukan dan tanpa memberikan makanan tambahan, kecil
kemungkinannya ia akan menjadi hamil dalam 6 bulan opertama
sesidah

melahirkan.

menstruasinya

Ibu

belum

yang

pulih

menyusui

kembali

akan

yang

siklus

memperoleh

perlindungan sepenuhnya dari kemungkinan menjadi hamil.

2.2.4 Keuntungan ASI


Beberapa keuntungan yang diperoleh bayi dari mengonsumsi ASI :
1. ASI mengandung semua bahan yang diperlukan untuk pertumbuhan
dan perkembangan bayi.
2. Dapat diberikan dimana saja dan kapan saja dalam keadaan
segar,bebas bakteri dan dalam suhu yang sesuai,serta tidak
memerlukan alat bantu.
3. Bebas dalam kesalahan dalam penyediaan.
4. Problem kesulitan pemberian makanan bayi jauh lebih sedikit
daripada bayi yang mendapat susu formula.
5. Mengandung zat anti yang berguan untuk mencegahpenyakit infeksi
usu dan alat pencernaan.
6. Mencegah terjadinya keadaan gizi yang salah (marasmus,kelebihan
makanan, dan obesitas).
Keuntungan ASI yang lain :
1. Mengandung zat antivirus polio. Kandungan zat antipoliomielitik
a.
b.
c.

yang dapat mempengaruhi vaksinasi polio yang diberika secara oral :


Masa Laktasi (2-6 hari) kolostrom
Kandungan zat antipoliomielitik paling tinggi
Mengandung zat antipoliomielitik tipe 1 dan 2 sebesar 92,1 %
Mengandung zat antipoliomielitik tipe 3 sebesar 15,8 %
Masa laktasi pada bulan keempat
Kandungan zat antipoliomielitik tipe 3 mengalami penurunan
Mengandung zat antipoliomielitik tipe 1 sebesar 7,8 %
Mengandung zat antipoliomielitik tipe 1 dan 3 sebesar 15,8 %
Masa laktasi pada bulan kelima
- Kandungan zat antipoliomielitik sudah tidaka ada lagi dalam ASI
Beberapa pendapat dari penyelidikan terdahulu mengemukakan

bahwa anak yang akan mendapatkan imunisasi polio (OPV) dianjurkan


untuk tidakdiberi ASI 2 jam sebelum dan sesudah mendapat vaksin
tersebut. Alasannya :
a. Dalam ASI terdapat zat penghambat yang dapat menetralisir virus
polio di dalam traktusintestinalis bayi yang berumur 6 minggu.
b. Kadar zat antibody dalam ASI dan sisa cairan amnion yang ditelan
bayi akan mempengaruhi pemberian OPV, tetapi kadar zat antibody

yang didapat bayi dari ibu melalui plasenta tidak mepengaruhi


pertumbuhan dari OPV di saluran pencernaan.
2. Mengandung zat antialergi . Penyakit alergi pada bayi lebih sering
disebabkan oleh penguna susu sapi daripada ASI. Zat antialergi pada
bayi didapatkan pada kolostrom yang terkandung dalam ASI. Selain
dari susu sapi, penyakit alergi pada bayi didapat juga dari makanan
yang hipelargenic, yang sering diberika pada usia terlalu dini ( 0- 6
minggu), seperti telur dan gandum. Hal tersebut dapat terjadi karena
saluran pencernaan pada bayi belum matur , baik secara imunologis
maupun anatomis , sehingga makromolekul protein asing mudah
diserap. Oleh karena itu, tetap berikan kolostrom dan ASI yang
mengandung SIgA hingga umur 4-6 bulan . hal ini untuk mencegah
terjadinya alergi pada bayi.
Beberapa manfaat IMD (Inisiasi Menyusui Dini ) adalh sebagai berikut :
1. Ketika bayi diletakkan didada ibunya, ia berada tepat diatas rahim ibu.
Hal itu membantu menekan plasenta dan mengecilkan rahim ibu.
Dengan begitu, perdarahan ibu akan berhenti karena ada kontraksi
rahim. Setiap 2 jam, ada ibu meninggal karena perdarahan. Kalau
semua melakukan IMD maka akan ada penuruanan angka perdarahan.
IMD berlangsung minimal 1 jam dengan posisi bayi melekat didada
ibunya. Kalau belumm mendekat ke puting susu ibunya maka
tambahkan 1,5 jam lagi.
2. Rasa kasih sayang meningkat karena adanya kontak langsung
keduanya.
3. Ambang nyerinya akan meningkat sehingga tidak gampang sakit waktu
IMD.
Dalam perkembangannya, semua bayi akan melalui tahapan yang sama saat
IMD, antara lain :
1. Adaptasi melek-merem, yakni ketika bayi berhadap-hadapan dengan
ibunya.

2. Sesudah bayi tenang, baru mengecap bagian atas telapak tangannya


jangan dibersihkan, biarkan saja.
3. Menekan diatas perut tepat diatas rahim guna menghentikan
perdarahan. Hal tersebut dapat membantu mengecilkan kontraksi
rahim.
4. Waktu merayap, bayi akan menekan payudara dan hal tersebut akan
merangsang susu keluar sambil bergerak, ia menjilat. Dengan
jilatannya itu ia mengambil bakteri dari kulit ibunya. seberapa banyak
ia menjilat Cuma ia yang tau. Berapa kebutuhannya akan bakteri yang
masuk ke pencernaannya itu dan menjadi bakteri laktobasilus. ia
kulum dul, kemudian dijilat sampai ia yakin oksitusi ibunya cukup,
baru dia naik keatas. Jadi, hanya ia yang tahu.
5. Setelah merasa cukup maka ia akan bergerak kearah puting susu
sampai menemukannya. Pada saat tersebut, tidak mesti ASI keluar
yang penting ia telah mencapai puting dan mulai menghisap-isap.
Walaupun ia sudah menemuka puting susu ibunya, biarkan selam 1
jam untuk proses skin to skin contact.
2.3 Definisi IMD
2.3.1 Pengertian IMD
Inisiasi Menyusui Dini (early initation) atau permulaan menyusu
dini adalah bayi mulai menyusui sendiri segera setelah lahir. Asalkan
dibiarkan kontak kulit bayi dengan kulit ibunya, setidaknya selama satu jam
segera setelah lahir akan mempunyai kemampuan untuk menyusu sendiri.
Cara bayi melakukan inisiasi menyusu dini dinamakan the breast crawl atau
merangkak mencari payudara. IMD sangat penting tidak hanya untuk bayi,
namun juga bagi ibu. Dengan demikian, sekitar 22% angka kematian bayi
setelah lahir pada 1 bulan pertama dapat ditekan. Hal tersebut juga penting
dalam menjaga produktivitas ASI. Isapan bayi penting untuk dalam
meningkatkan kadar hormone prolaktin, yaitu hormon yang merangsang
kelenjar susu untuk memproduksi ASI. Ada beberapa intervensi yang dapat
mengganggu kemampuan alami bayi untuk mencari dan menemukan
payudara ibunya. Diantaranya obat kimiawi yang diberikan saat ibu

10

melahirkan bias sampai ke janin melalui ari-ari dan mungkin menyebabkan


bayi sulit menyusu pada payudara ibu. Kelainan dengan obat-obatan atau
tindakan, seperti operasi Caesar, vakum, forcep, bahkan perasaan sakit di
daerah kulit yang digunting saat episiotomy dapat pula mengganggu
kemampuan alamiah ini. Dianjurkan untuk menciptakan suasana yang
tenang, nyaman, dan penuh kesabaran untuk memberi kesempatan bayi
merangkak mencari payudara ibu.

Inisiasi Menyusu Dini yang Kurang Tepat


Saat ini, umumnya praktek inisiasi menyusu dini seperti berikut: begitu
lahir bayi diletakkan di perut ibu yang sudah dialasi kain kering, bayi
segera dikeringkan dengan kain kering tali usat diotong lalu diikat, karena
takut kedinginan bayi dibungkus (dibedong) dengan selimut bayi, dalam
keadaan dibedong bayi diletakkan di dada ibu (tidak terjadi kontak dengan
kulit ibu) bayi dibiarkan di dada ibu (bonding) untuk beberapa lama (1015 menit) atau sampai tenaga kesehatan selesai menjahit perineum,
selanjutnya diangkat dan disusukan pada ibu dengan cara memasukkan
puting susu ibu ke mulut bayi, setelah itu bayi dibawa ke kamar transisi
atau kamar pemulihan (recovery room) untuk ditimbang, diukur, dicap,
diazankan oleh ayah, diberi suntikan vitamin K, dan kadang diberi tetes
mata.
Inisiasi Meyusu Dini yang Dianjurkan
Berikut ini langkah-langkah melakukan inisiasi menyusu dini yang
dianjurkan: begitu lahir bayi diletakkan di perut ibu yang sudah dialasi
kain kering, keringkan seluruh tubuh bayi termasuk kepala secepatnya
kecuali kedua tangan, tali pusat dipotong lalu diikat, vernix (zat lemak
putih) yang melekat di tubuh bayi sebaiknya tidak dibersihkan karena zat
ini membuat nyaman kulit bayi, tanpa dibedong bayi langsung
ditengkurapkan di dada atau perut ibu dengan kontak kulit bayi dan kulit
ibu jika perlu bayi diberi topi untuk mengurangi pengeluaran panas dari
kepalanya.

11

Menurut penelitian Dr. Neils Bergman dari Afrika Selatan, kulit dada ibu
yang melahirkan satu derajat lebih panas dari ibu yang tidak melahirkan.
Jika bayinya kedinginan, suhu kulit ibu otomatis naik 2 derajat untuk
menghangatkan bayi. Jika bayi kepanasan, suhu kulit ibu otomatis turun 1
derajat untuk mendinginkan bayinya. Kulit ibu bersifat termoregulator
atau thermal sinchony bagi suhu bayi.

2.3.2

Manfaat Inisiasi Menyusui Dini (IMD)


Keuntungan inisiasi menyusui dini bagi ibu dan bayi:
1. Keuntungan kontak kulit dengan kulit untuk bayi.
a. Mengoptimalkan keadaan hormonal ibu dan bayi.
b. Kontak memastikan perilaku optimum menyusui berdasarkan
insting dan diperkirakan dapat :
Menstabilkan pernafasan
Mengendalikan temperature tubuh bayi
Mendorong keterampilan bayi untuk menyusu yang lebih cepat

dan efektif
Meningkatkan kenaikan berat badan (kembali pada berat

lahirnya denga lebih cepat)


Meningkatkan hubungan antara ibu dan bayi
Memperbaiki pola tidur yang lebih baik
Tidak terlalu banyak menangis selama 1 jam pertama
Menjaga kolonisasi kuman yang aman dari ibu didalam perut

bayi sehingga memberikan perlindungan terhadap infeksi


Bilirubin akan lebih cepat normal dan mengeluarkan meconium
lebih cepat sehingga menurunkan kejadian ikterus bayi baru

lahir
Kadar gula dan parameter biokimia lain yang lebih baik selama

beberapa jam pertama hidupnya.


2. Keuntungan kontak kulit dengan kulit untuk ibu
a. Merangsang produksi oksitosin dan prolactin pada ibu.
Oksitosin :
1. Membantu kontraksi uterus sehingga perdarahan pasca
persalinan lebih rendah.
2. Merangsang pengeluaran kolostrum.
3. Penting untuk kelekatan hubungan ibu dan bayi
4. Ibu lebih tenang dan lebih tidak merasa nyeri pada saat
plasenta lahir dan prosedur pasca persalinan lainnya.
12

Prolactin
1. Meningkatkan produksi asi
2. Membantu ibu mengatasi stress. Mengatasi stress adalah
fungsi oksitosin.
3. Mendorong ibu untuk tidur dan relaksasi setelah bayi

menyusu.
4. Menunda ovulasi.
3. Keuntungan menyusu dini bagi bayi.
a. Meningkatkan kecerdasan.
b. Mencegah kehilangan panas.
c. Merangsang kolostrum segera keluar
d. Memberikan kekebalan pasif yang segera kepada bayi
e. Makanan dengan kualitas dan kuantitas optimal agar kolostrum
segera keluar yang disesuaikan dngan kebutuhan bayi
f. Membantu bayi mengkoordinasikan isap, telan, dan nafas.
g. Meningkatkan jalinan kasih saying ibu dan bayi.
4. Keuntungan menyusui dini bagi ibu.
a. Merangsang oksitosin dan prolactin
b. Meningkatkan keberhasilan produksi asi
c. Meningkatkan jalinan kasih sayang ibu dan bayi
5. Memulai menyusu dini akan:
a. Mengurangi 22% kematian bayi berusia 28 hari kebawah.
b. Meningkatkan keberhasilan menyusui secara eksklusif dan
meningkatkan lamanya bayi menyusui
c. Merangsang produksi susu
d. Memperkuat reflek mengisap bayi. Intensitas reflek mengisap
awal pada bayi paling kuat adalah dalam beberapa jam pertama
setelah lahir

2.3.3 Langkah-langkah yang perlu diperhatikan untuk mensukseskan


IMD
a. Tatalaksana Inisiasi Menyusu Dini secara Umum
Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu saat persalinan
Disarankan untuk tidak atau mengurangi penggunaan obat
kimiawi saat persalinan. Dapat diganti dengan cara non-kimiawi,
misalnya pijat, aromaterapi, gerakan atau hypnobirthing.
Biarkan ibu menentukan cara melahirkan yang diinginkan,
misalnya melahirkan normal, di dalam air, atau dengan jongkok.

13

Seluruh badan dan kepala bayi dikeringkan secepatnya, kecuali


kedua tangannya. Lemak putih (vernix) yang menyamankan kulit
bayi sebaiknya dibiarkan.
Bayi ditengkurapkan di dada atau perut ibu. Biarkan kulit bayi
melekat dengan kulit ibu. Posisi kontak kulit dengan kulit ini
dipertahankan minimum 1 jam atau setelah menyusu awal selesai.
Keduanya diselimuti jika perlu gunakan topi bayi.
Bayi dibiarkan mencari putting susu ibu. Ibu dapat merangsang
bayi dengan sentuhan lembut, tetapi tidak memaksakan bayi ke
putting susu.
Ayah didukung agar membantu ibu untuk mengenali tanda-tanda
atau perilaku bayi sebelum menyusu. Hal ini dapat berlangsung
beberapa menit atau satu jam, bahkan lebih. Dukungan ayah akan
meningkatkan rasa percaya diri ibu. Biarkan bayi dalam posisi
kulit bersentuhan dengan kulit ibunya setidaknya selama 1 jam,
walaupun ia telah berhasil menyusu pertama sebelum 1 jam. Jika
belum menemukan putting payudara ibunya dalam 1 jam, biarkan
kulit bayi tetap bersentuhan dengan kulit ibunya sampai berhasil
menyusu pertama.
Dianjurkan untuk memberikan kesempatan kontak kulit dengan
kulit pada ibu yang melahirkan dengan tindakan, misalnya operasi
Caesar.
Bayi dipisahkan dari ibu untuk ditimbang , diukur, dicap setelah 1
jam atau menyusu awal selesai. Prosedur yang invasive, misalnya
suntikan vitamin K dan tetesan mata bayi dapat ditunda.
Rawat gabung, ibu dan bayi dirawat dalam satu kamar. Selama 24
jam ibu-bayi tetap tidak dipisahkan dan bayi selalu dalam
jangkauan ibu. Pemberian minuman pre-laktal (cairan yang
diberikan sebelum ASI keluar) dihindarkan.
b. Tatalaksana Inisiasi Menyusu Dini pada Operasi Caesar
Tenaga dan pelayanan kesehatan yang suportif
Jika mungkin, diusahakan suhu ruangan 200-250 C. Disediakan
selimut untuk menutupi punggung bayi dan badan ibu. Disiapkan
juga topi bayi untuk mengurangi hilangnya panas dari kepala
bayi.

14

Tatalaksana selanjtnya sama dengan tatalaksana umum.


Jika inisiasi dini belum terjadi di kamar bersalin, kamar operasi,
atau bayi harus dipindah sebelum satu jam maka bayi tetap
diletakkan di dada ibu ketika dipidahkan ke kamar perawatan atau
pemulihan. Menyusu dini dilanjutkan di kamar perawatan ibu
atau kamar pulih.
2.3.4 Penghambat Inisiasi Menyusui Dini
1. Bayi kedinginan-tidak benar
Bayi berada pada suhu yang aman jika melakukan kontak kulit
dengan sang ibu. Suhu payudara ibu meningkat 0,5 derajat dalam dua
menit jika bayi diletakkan di dada ibu.
2. Setelah melahirkan, ibu terlalu lelah untuk segera menyusui bayinyatidak benar
Seorang ibu jarang terlalu lelah untuk memeluk bayinya segera
setelah lahir. Keluarnya oksitosin saat kontak kulit ke kulit serta saat
bayi menyusui dini membantu menenangkan ibu.

3. Tenaga kesehatan kurang tersedia-tidak masalah


Saat bayi di dada ibu, penolong persalinan dapat melanjutkan
tugasnya. Bayi dapat menemukan sendiri payudara ibu. Libatkan ayah
atau keluarga terdekat untuk menjaga bayi sambal memberi dukungan
pada ibu.
4. Kamar bersalin atau kamar operasi sibuk-tidak masalah
Dengan bayi di dada ibu, ibu dapat dipindahkan ke ruang pulih
atau kamar perawatan. Beri kesempatan pada bayi untuk meneruskan
usahanya mencapai payudara dan menyusu dini.
5. Ibu harus dijahit-tidak masalah

15

Kegiatan merangkak mencari payudara terjadi di area payudara.


Yang dijahit adalah bagian bawah tubuh ibu.
6. Suntikan vitamin K dan tetes mata untuk mencegah penyakit gonore
(gonorrhea) harus segera diberikan setelah lahir-tidak benar
Menurut American College of Obstetrics and Gynecology dan
Academy Breastfeeding Medicine (2007), tindakan pencegahan ini
dapat ditunda setidaknya selama satu jam sampai bayi menyusu
sendiri tanpa membahayakan bayi.
7. Bayi harus segera dibersihkan, dimandikan, ditimbang, dan diukurtidak benar
Menunda memandikan bayi berarti menghindarkan hilangnya
panas badan bayi. Selain itu, kesempatan vernix meresap, melunak,
dan melindungi kulit bayi lebih besar. Bayi dapat dikeringkan segera
setelah lahir. Penimbangan dan pengukuran dapat ditunda sampai
menyusu awal selesai.
8. Bayi kurang siaga-tidak benar
Justru pada 1-2 jam pertama kelahirannya, bayi sangat siaga (alert).
Setelah itu, bayi tidur dalam waktu yang lama. Jika bayi mengantuk
akibat obat yang diasup ibu, kontak kulit akan lebih penting lagi
karena bayi memerlukan bantuan lebih untuk bonding.
9. Kolostrum tidak keluar atau jumlah kolostrum tidak memadai sehingga
diperlukan cairan lain (cairan prelaktal)-tidak benar
Kolostrum cukup dijadikan makanan pertama bayi baru lahir. Bayi
dilahirkan dengan membawa bekal air dan gula yang dapat dipakai
pada saat itu.
10. Kolostrum tidak baik, bahkan berbahaya untuk bayi-tidak benar
Kolostrum sangat diperlukan untuk tumbuh kembang bayi. Selain
sebagai imunisasi pertama dan mengurangi kuning pada bayi baru

16

lahir, kolostrum melindungi dan mematangkan dinding usus yang


masih muda.

17

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
ASI adalah makanan terbaik dan paling sempurna untuk bayi. Banyak
sekali zat gizi yang ada dalam ASI sehingga makanan ajaib tersebut tidak boleh
dilewatkan . kandungan zat gizi yang terdapat dalam ASI ini sangat membantu
bayi dalam proses pertumbuhan dan perkembangan kecerdasanya serta
melindungi bayi dari berbagai penyakit.
oleh karena ASI sangat memberikan manfaat yang tak terhingga pada anak
sehingga sangat dianjurkan untuk melakukan inisiasi menyusui dini (IMD)
sesegera mungkin setelah melahirkan karena IMD sangat penting tidak hanya
untuk bayi, namun juga bagi si ibu. Bagi ibu IMD ini dapat membantu untuk
menghentikan perdarahan postpartum dan dapat meningkatkan rasa kasih sayang
antara ibu dan anak karena ada kontak langsung antara keduanya.

18