Anda di halaman 1dari 4

BAB II

IDENTIFIKASI MASALAH
1. Mengapa Tn.Mrengkel mengeluhkan nyeri sendi ?
2. Mengapa setelah lutut dikompres nyerinya tidak membaik ?

BAB III
ANALISIS MASALAH
3.1.

Mengapa Tn.Mrengkel mengeluhkan nyeri sendi ?

Pada usia lanjut nyeri pada lutut bisa disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :
- Trauma pada sendi atau pengunaan sendi secara berlebihan. Atlet dan
orang-orang yang memiliki pekerjaan yang memerlukan gerakan berulang
memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena osteoarthritis karena
mengalami kecederaan dan peningkatan tekanan pada sendi tertentu.
Selain itu, terjadi juga pada sendi dimana tulang telah retak dan telah
-

dilakukan pembedahan.
Kelemahan pada otot-otot sekeliling sendi dapat menyebabkan terjadinya
osteoarthritis. Kelemahan otot dapat berkurang disebabkan oleh faktor

usia, inaktivasi akibat nyeri atau karena adanya peradangan pada sendi.
Kelainan lokal pada sendi lutut yang dapat menjadi faktor risiko OA lutut
antara lain genu varum, genu valgus, Legg Calve Perthes disease,
displasia asetabulum, dan laksiti ligamentum pada sendi lutut.21
Kelemahan otot kuadrisep juga berhubungan dengan nyeri lutut,
disabilitas, dan progresivitas OA lutut.8,9 Selain karena kongenital,
kelainan anatomis juga dapat disebabkan oleh trauma berat yang

menyebabkan timbulnya kerentanan terhadap OA.


Aktivitas fisik yang berat / weight bearing seperti berdiri lama (2 jam atau
lebih setiap hari), berjalan jarak jauh (2 jam atau lebih setiap hari),
mengangkat benda berat (10 kg 50 kg selama 10 kali atau lebih setiap
minggu), mendorong objek yang berat (10 kg 50 kg selama 10 kali atau
lebih setiap minggu), naik turun tangga setiap hari merupakan faktor
risiko terjadinya OA lutut. Di sisi lain, seseorang dengan aktivitas minim
sehari-hari juga berrisiko mengalami OA lutut. Kurangnya aktivitas sendi
yang berlangsung lama akan menyebabkan disuse atrophy yang akan
meningkatkan kerentanan terjadinya trauma pada kartilago. Pada
penelitian terhadap hewan coba, kartilago sendi yang diimobilisasi
menunjukkan sintesis aggrecan proteoglikan pada kartilago yang
mempengaruhi biomekanisnya, berhubungan dengan peningkatan MMP

yang dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah.


Pekerjaan berat maupun dengan pemakaian satu sendi yang terus
menerus, misalnya tukang pahat, pemetik kapas, berkaitan dengan
peningkatan risiko OA tertentu.7 Terdapat hubungan signifikan antara
pekerjaan yang menggunakan kekuatan lutut dan kejadian OA lutut.

Osteoartritis lebih banyak ditemukan pada pekerja fisik berat, terutama


yang sering menggunakan kekuatan yang bertumpu pada lutut, seperti
penambang, petani, dan kuli pelabuhan.
3.2.

Mengapa setelah dikompres nyerinya tidak membaik


Kompres Panas Pada OA
Terapi panas merupakan pemberian aplikasi panas pada tubuh untuk
mengurangi gejala nyeri akut maupun kronis. Terapi ini efektif untuk
mengurangi nyeri yang berhubungan dengan ketegangan otot walaupun
dapat juga dipergunakan untuk mengatasi berbagai jenis nyeri yang lain.
- Kompres dingin
Terapi dingin adalah penggunaan dingin dalam pengobatan trauma akut
dan cedera subakut dan penurunan ketidaknyamanan setelah rekondisi
dan rehabilitation (Prentice, 2005). Kompres dingin adalah memasang
suatu zat dengan suhu rendah pada tubuh untuk tujuan terapeutik.
Pengertian kompres dingin adalah suatu metode dalam penggunaan suhu
rendah setempat yang dapat menimbulkan beberapa efek fisiologis.
-

Terapi :
Kompres Panas
Terapi kompres panas ini dilakukan 5 hari berturut-turut 2 kali sehari
(pagi dan sore). Setiap pengobatan dua kali sehari pagi 10 menit dan sore
10 menit. Daerah yang di kompres sekitar sendi lutut. Menggunakan bulibuli dengan suhu air 40C-43C.
Kompres Dingin
Terapi kompres es ini juga dilakukan 5 hari berturut-turut 2 kali sehari
(pagi dan sore). Setiap pengobatan dua kali sehari pagi 10 menit dan sore
10 menit. Daerah yang di kompres sekitar sendi lutut. Menggunakan
handuk yang di rendam di potongan-potongan es.

BAB VII
BERBAGI INFORMASI

1. Bagaimana teknik pembedahan ostheoartritis ?


Terapi pembedahan dapat dilakukan pada pasien dengan rasa sakit
parah yang tidak memberikan respon terhadap terapi konservatif atau rasa
sakit yang menyebabkan ketidakmampuan fungsional substansial dan

mempengaruhi gaya hidup (Elin dkk, 2008). Beberapa sendi, terutama


sendi pinggul dan lutut, dapat diganti dengan sendi buatan. Biasanya,
dengan pembedahan dapat memperbaiki fungsi dan pergerakan sendi serta
mengurangi nyeri. Terdapat beberapa jenis pembedahan yang dapat
dilakukan. Antara pembedahan yang dapat dilakukan jika terapi pengobatan
tidak dapat berespon dengan baik atau tidak efektif pada pasien adalah
Arthroscopy, Osteotomy, Arthroplasty dan Fusion (Lozada, 2013)
Total knee artroplasty adalah pengangkatan permukaan dari lutut
yang diikuti dengan melapisi kembali dengan komponen metal dan
pliestilen prostetik.
Indikasi
Untuk mengurangi rasa nyeri yang berhubungan dengan arthritis di
lutut pada pasien yang gagal dengan terapi non operatif.
Kontraindikasi :
- Infeksi yang aktif pada lutu atau diseluruh tubuh
- Mekanisme ekstensor yang tidak berfungsi
- Sirkulasi atau vaskularisasi ekstremitas yang jelek
- Penyakit neurologis yang berpengaruh pada ekstremitas
Relignment osteotomy adalah pereposisian permukaan sendi dengan
cara memotong tulang dan merubah sudut weightbearing.