Anda di halaman 1dari 3

Aorta Stenosis

Patofisiologi
Aorta Stenosis adalah penyakit katup jantung aorta yang menyebabkan kegagalan
membuka katup aorta saat fase sistolik. Kegagalan ini menyebabkan ventrikel kiri harus
memompa lebih kuat melawan tekanan yang diakibatkan oleh kekakuan katup aorta dan
lama-kelamaan ventrikel kiri akan mengalami hipertrofi karena tugas untuk memompa
darah makin lama makin berat.
Hipertopi ventrikel kiri menyebabkan Cardiac Output adekuat untuk jaringan
perifer. Namun jika pada penderita diberikan beban kerja seperti berlari maka Cardiac
Output tidak banyak berubah karena ventrikel kiri telah mencapai batas kemammpuannya
untuk memompa. Akibatya penderita cepat lelah karena kebutuhan energi penderita saat
diberikan beban kerja tidak adekuat. Penderita Aorta stenosis dapat tidak menunjukkan
gejala seperti orang normal lainnya. Namun jika diberikan beban kerja maka penderita
akan mengeluh kelelahan lebih cepat daripada orang sehat pada umumnya. Seringkali
disertai sesak napas.
A. Anamnesis
Pada Aorta Stenosis, tanda dan gejala yang dapat ditemukan pada anamnesis adalah1
1. Sesak Napas. Ini diakibatkan bendungan vena pulmonalis.
2. Angina Pectoris.
3. Syncope. Jika Cardiac Output tidak mencukupi kebutuhan darah otak.
4. Dyspnea saat bekerja. Ini dikarenakan Cardiac Output tidak adekuat saat bekerja.
5. Paroxysmal Nocturnal Dyspnea. Ini berarti pasien terbangun dari tidur akibat
sesak napas. Ini merupakan tanda jika telah terjadi gagal jantung
6. Orthopnea. Ini berarti sesak napas saat berbaring. Ini juga merupakan tanda jika
telah terjadi gagal jantung
7. Kadang-kadang disertai pendarahan gastrointestinal
8. Riwayat infeksi endokarditis seperti deman rheumatik.
1

www.emedicine.com

B. Pemeriksaan fisik
Pada Aorta Stenosis, hal-hal yang dapat ditemukan pada pemeriksaan fisik adalah1
1. Pulsus parvus et tarvus ; denyut nadi kecil dan meningkat perlahan.
2. Pulsus alternans. Pulsus alternans menunjukkan adanya hipertrofi ventrikel kiri.
3. Tekanan vena jugularis memperlihatkan gelombang a. Tekanan vena jugularis
yang meningkat menunjukkan hipertropi ventrikel kanan.
4. Bunyi jantung S4. S4 timbul akibat fase pengisian cepat ventrikel.
5. Bunyi A2 berkurang atau menghilang.
6. Bunyi ejection click.

C. Pemeriksaan Penunjang
Pada Aorta Stenosis, pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah1
1. EchoCardiography
2. Elektrokardiografi
3. Dada roentgenogram
4. Cardiac magnetic resonance imaging

D. Terapi
Pada Aorta Stenosis, terapi yang dapat kita lakukan adalah
1. Non-farmakologi seperti diet
2. Farmakologi seperti digoxin, antibiotik
3. Pembedahan seperti Percutaneous balloon valvuloplasty, penggantian katup aorta

www.emedicine.com

Sumber : www.emedicine.com