Anda di halaman 1dari 3

MIGREN

PUSKESMAS
MATARAM
1.Pengertian

2.Tujuan
3.Kebijakan

4.Referensi
5.Prosedur

SO
P

No.Dokumen
Terbitan
No Revisi
Tgl. Terbit

: SOP/UKP/UMUM/02
: 01
:00
: 11 Mei 2015

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas Mataram

H. Turmuji, S.Sos, M. MKes


19650307 198703 1 015 NIP.

19650307 198703 1 015


NIP. 1965030
Migren adalah suatu istilah yang digunakan untuk nyeri kepala primer dengan
kualitas vaskular (berdenyut), diawali unilateral yang diikuti oleh mual, fotofobia,
fonofobia, gangguan tidur dan depresi. Serangan seringkali berulang dan
cenderung tidak akan bertambah parah setelah bertahun-tahun.
Sebagai penerapan langkah-langkah dalam melakukan diagnosa dan terapi
kasus Migren.
1. Kebijakan Kepala Puskesmas Mataram nomor 003/PKM-M/Kep/2015 tentang
Jenis-jenis Pelayanan yang Ada di Puskesmas
2. Kebijakan Kepala Puskesmas Mataram nomor 004/PKM-M/Kep/2015 tentang
Penetapan Penanggung Jawab dan Petugas UKP di Puskesmas Mataram
Permenkes No 5 tahun 2014
1.

Anamnesa
1.1
Menanyakan apakah ada Nyeri moderat sampai berat pada satu sisi
kepala / pada kedua sisi kepala.
1.2 Menanyakan apakah Sakit kepala berdenyut atau serasa ditusuktusuk
1.3 Menanyakan apakah Rasa nyerinya semakin parah dengan aktivitas
fisik.
1.4
Menanyakan apakah Rasa nyerinya sedemikian rupa sehingga tidak
dapat melakukan aktivitas sehari-hari
15 Menanyakan apakah ada Mual dengan atau tanpa muntah.
1.6
Menanyakan apakah ada Fotofobia atau fonofobia
1.7 Menanyakan apakah Sakit kepalanya mereda secara
bertahap pada siang hari dan setelah bangun tidur,
2

Pemeriksaan Klinis
2.6 Pada pemeriksaan fisik, tanda vital harus normal.
2.7 pemeriksaan neurologis normal
2.8 Temuan-temuan yang abnormal menunjukkan sebab-sebab
sekunder, yang memerlukan pendekatan diagnostik dan terapi yang
berbeda

Pemeriksaan Penunjang
3.1 Pemeriksaan laboratorium tidak diperlukan, pemeriksaan ini
dilakukan jika ditemukan hal-hal, sebagai
berikut:
1. Kelainan-kelainan struktural, metabolik dan penyebab lain yang
dapat menyerupai gejala migren.
2. Dilakukan untuk menyingkirkan penyakit penyerta yang
dapat menyebabkan komplikasi.
3. Menentukan dasar pengobatan dan untuk menyingkirkan
kontraindikasi obat-obatan yang diberikan
4
Diagnosa
4.6 Migren
5. Penatalaksanaan
a. Pada saat serangan pasien dianjurkan untuk menghindari
stimulasi sensoris berlebihan.
b. Bila memungkinkan beristirahat di tempat gelap dan tenang
dengan dikompres dingin.
c. Perubahan pola hidup dapat mengurangi jumlah dan tingkat
keparahan migren, baik pada pasien yang menggunakan obatobat preventif atau tidak.
d. Menghindari pemicu, jika makanan tertentu menyebabkan
sakit kepala, hindarilah dan makan makanan yang lain.
e. Berolahraga secara teratur, olahraga aerobik secara teratur
mengurangi tekanan dan dapat mencegah migren.

f. Mengurangi efek estrogen, sebaiknya mengurangi obat-obatan


yang mengandung estrogen.
g. Berhenti merokok.
h. Penggunaan headache diary untuk mencatat frekuensi sakit
kepala.
5

Terapi
5.6 Analgesik spesifik adalah analgesik yang hanya bekerja sebagai
analgesik nyeri kepala. Lebih bermanfaat untuk kasus yang berat
atau respon buruk dengan OINS. Contoh: Ergotamin,
Dihydroergotamin, dan golongan Triptan yang merupakan agonis
selektif reseptor serotonin pada 5-HT1Obat diberikan untuk gejala
simptomatis, demam dengan antipiretik (Paracetamol). Jika terjadi
infeksi bakteri sekunder, diberikan antibiotik.
6.3 Analgesik non spesifik yaitu analgesik yang dapat diberikan pada
nyeri lain selain nyeri kepala, dapat menolong pada migren
intensitas nyeri ringan sampai sedang.6.4 Memberikan edukasi
mengenai penularan penyakit campak dan pemberian terapi suportif
untuk menjaga cairan
.

6. UUnit Terkait
7.Dokumen
Terkait

Loket, laboratorium dan apotik.


-