Anda di halaman 1dari 50

FORMULASI KOSMETIK I

TUGAS III
FORMULASI BEDAK PADAT (Compact
Powder)
UNTUK KULIT BERMINYAK
DENGAN PEWARNA ALAMI
KUNYIT (Curcuma domestica Val.)

Oleh:
1. Achmad Marsam D

(5415221074)

KOSMETIKA BAHAN ALAM


MAGISTER ILMU KEFARMASIAN
UNIVERSITAS PANCASILA
JAKARTA
2016
KATA PENGANTAR

Segala puji serta syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, yang
telah melimpahkan rahmat, rezeki sertakaruniaNya serta hidayahNya, sehingga
Penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan tepat waktu, guna
memenuhi sebagai tugas IIImengenaiFORMULASI BEDAK PADAT
UNTUK

KULIT

BERMINYAK

DENGAN

PEWARNA

ALAMI

yangdisusun sebagai salah satu tugas mata kuliah FormulasiKosmetik I.


Ucapan

terimakasihpenulissampaikan

kepada

dosen

pengampumatakuliahFormulasiKosmetik IProf. Dr. TetiIndrawati, M.Si,


Apt.Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran yang membangun selalu dinantikan demi
penyempurnaan makalah ini. Akhir kata, dengan segala kerendahan hati,
penulis mengharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat
dan ilmu pengetahuan khususnya di bidang kosmetikabahanalam.

Jakarta, Juni 2016


Penulis

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL..................................................................................
......................................................................................................................i
KATA PENGANTAR.................................................................................
......................................................................................................................ii
DAFTAR ISI...............................................................................................
......................................................................................................................iii
BAB I

PENDAHULUAN...............................................................
..............................................................................................1
A. LATAR BELAKANG......................................................
.........................................................................................1
B. RUMUSAN MASALAH.................................................
.........................................................................................4
C. TUJUAN..........................................................................
.........................................................................................4
D. MANFAAT......................................................................
.........................................................................................4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA......................................................
..............................................................................................5
A. KUNYIT (Curcuma domestica Val.)...............................
.........................................................................................5
B. KULIT.............................................................................
.........................................................................................13
C. BEDAK............................................................................
.........................................................................................19
D. KOMPONEN UTAMA BEDAK PADAT.......................
.........................................................................................25
E. METODE PEMBUATAN BEDAK.................................
.........................................................................................27

F. MESIN KEMPA CETAK BEDAK PADAT....................


.........................................................................................23
G. EVALUASI SEDIAAN BEDAK PADAT.......................
.........................................................................................32
H. MONOGRAFI BAHAN..................................................
.........................................................................................33
BAB III

PEMBAHASAN..................................................................
..............................................................................................38

BAB IV

KESIMPULAN ..................................................................
..............................................................................................45

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................
..............................................................................................47
LAMPIRAN JURNAL..............................................................................
..............................................................................................48

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Bedak adalah hal yang penting bagi penampilan wanita agar terlihat
cantik dan menarik.Bedak terbuat dari beberapa bahan seperti talkum,
kanji,karbonat inorganik, zink stearat, kaolin, pewangi dan mungkin juga
pengawet.Banyaknya produk kosmetik dengan jenis yang sama membuat
para produsen mencampurkan bahan-bahan kimia yang seharusnya tidak
dijadikan sebagai bahan pembuat bedak.Bahan paling berbahaya yang
sering terdapat dalam bedak adalah Methanil yellow (pewarna kuning).
Zat ini paling sering ditemukan pada produk bedak padat yang jika
dipakai akan meninggalkan bekas kuning pada pakaian dan sulit untuk
dihilangkan.
Bedak adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk memoles
kulit wajah dengan sentuhan artistik untuk menutupi kekurangan kecil
pada kulit dan meningkatkan penampilan wajah, dengan menutupi kulit
yang mengkilap akibat sekresi kelenjar sebaseus dan kelenjar
keringat.Hal yang diinginkan dari bedak adalah tidak membuat kulit
wajah tampak berminyak, kulit tampak lembut untuk waktu yang
lama.Sehingga bahan-bahannya harus dapat menempel dengan waktu
yang lama.Oleh karena itu tidak dibutuhkan pembedakan berulang kali
(2).
Bedak padat adalah bedak kering yang telah diberi tekanan menjadi
padatan dan biasanya digunakan dengan spons bedak.Komposisinya
mirip dengan bedak tabur, tetapi efeknya pada kulit berbeda.Pengikat
yang terkandung dalam bedak padat memberikan adhesi yang besar.
Sebagai hasil dari proses pengepresan, ukuran partikel pada umumnya
lebih kecil dari pada bedak tabur. Bedak padat harus dapat menempel
dengan mudah pada spons bedak, dan padatan bedaknya harus cukup
kompak, tidak pecah atau patah dengan penggunaan normal (3).
Warna merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
penerimaan konsumen terhadap suatu produk kosmetik.Oleh karena itu
pemilihan warna yang baik dan aman sangatlah penting.Sampai saat ini
penggunaan pewarna sintetis begitu pesat digunakan dan sering kali
disalahgunakan.Beberapa

pewarna

sintetik

ternyata

tidak

aman

digunakan karena sifatnya yang toksik, bahkan diantaranya bersifat


karsinogenik (4).
Dalam daftar lampiran Peringatan No.HM.03.03.1.43.14.12.8256
tanggal 27 Desember 2012 tentang kosmetika mengandung bahan
berbahaya dan zat warna yang dilarang tercantum bahwa bahan pewarna
methanil yellowmerupakan zat warna sintetis yang umumnya digunakan
sebagai zat pewarna tekstil dan cat.Zat warna ini dapat menimbulkan
tumor dalam berbagai jaringan hati dan jaringan kulit (2).
Untuk menghindari efek samping yang cukup berbahaya, maka
telah banyak digunakan pewarna alami yang lebih sehat dan aman
sebagai pengganti pewarna sintetik. Hal ini didukung juga oleh gaya
hidup back to nature yang di usung oleh masyarakat modern. Indonesia
kaya akansumber flora dan banyak diantaranya dapat digunakan sebagai
bahan pewarna alami. Salah satu bahan alam yang dicoba sebagai
pewarna alami pada bedak padat untuk kulit berminyak adalah tumbuhan
kunyit (Curcuma domesticaVal.), yaitu rimpang tua yang dikeringkan
dan dibuat dalam bentuk serbuk.Di Indonesia ditanam sebagai tanaman
obat traditional, kadang-kadang ditemukan tumbuh liar.Daunnya tunggal,
bertangkai panjang, ujung runcing dengan tepi licin.
Kunyit (Curcuma domesticaVal.) termasuk salah satu tanaman
rempah dan obat, habitat asli tanaman ini meliputi wilayahAsia
khususnya Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran
ke daerah Indo-Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir
setiap orangIndonesia danIndia serta bangsaAsia umumnya pernah
mengkonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu
masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan.Kunyit
tumbuh dengan baik di tanah yang tata pengairannya baik, curah hujan
2.000 mm sampai 4.000 mm tiap tahun dan di tempat yang sedikit
terlindung. Tapi untuk menghasilkan rimpang yang lebih besar
diperlukan tempat yang lebih terbuka. Rimpang kunyit berwarna kuning
sampai kuning jingga.Beberapa kandungan kimia dari rimpang kunyit
yang telah diketahui yaitu minyak atsiri sebanyak 6% yang terdiri dari
golongan senyawa monoterpen dansesquiterpen (meliputi zingiberen, alfa
6

dan beta-turmerone), zat warna kuning yang disebut kurkuminoid


sebanyak 5% (meliputi kurkumin 50-60%,monodesmetoksikurkumin dan
bidesmetoksikurkumin), protein, fosfor, kalium, besi dan vitamin C.Dari
ketiga senyawa kurkuminoid tersebut, kurkumin merupakan komponen
terbesar. Sering kadar total kurkuminoid dihitung sebagai % kurkumin,
karena kandungan kurkumin paling besar dibanding komponen
kurkuminoid lainnya. Karena alasan tersebut beberapa penelitian baik
fitokimia maupun farmakologi lebih ditekankan pada kurkumin.
Berdasarkan hal diatas, penulis tertarik untuk mengolah dan
memanfaatkan tumbuhan kunyit (Curcuma domesticaVal.) tersebut
sebagai pewarna alami yang digunakan pada sediaan bedak padat untuk
kulit berminyak.

B. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat
diambil perumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakarakteristik

sediaan

compact

powder

untuk

kulit

berminyak yang baik.


2. Apa saja komponen yang diperlukan untuk membuat sediaan compact
powder untuk kulit berminyak dengan bahan pewarna bahan alam.

3. Bagaimana metode pembuatan dan evaluasi sediaan compact powder


untuk kulit berminyak dengan pewarna bahan alam.
4. Bagaimana karakteristik dari sediaan compact powder untuk kulit
berminyak yang dibuat.

C. TUJUAN
1. Mengetahui dan memahami mengenai compact powder untuk kulit
berminyak.
2. Mengetahui dan memahami sediaan compact powder untuk kulit
berminyak yang baik dan komponen dari compact powder untuk kulit
berminyak dengan pewarna bahan alam.
3. Mengetahui metode pembuatan dan evaluasi sediaan compact powder
untuk kulit berminyak yang mempergunakan pewarna bahan alam.

D. MANFAAT
1. Memberikan informasi mengenai sediaan compact powder untuk kulit
berminyak dengan mempergunkan pewarna bahan alam.
2. Sebagai dasar pengetahuan dalam formulasi sediaan compact powder
untuk kulit berminyak yang mempergunakan bahan alam.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. KUNYIT (Curcuma domestica Val.)(1, 5)


Kunyit (Curcuma domesticaVal.) merupakan salah satu jenis tanaman
obat yang banyak memiliki manfaat, di antaranya sebagai bumbu masak
(terutama kare), pewarna makanan, minuman, tekstil dan kosmetik. Tanaman
ini telah di-kenal sejak lama di Indonesia dan penggunaannya cukup banyak
dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat pola hidup dewasa ini yang cenderung
moderen dengan gejala serba instan, menjadikan penyakit yang berkembang di
masyarakat juga beragam. Dalam sepuluh tahun terakhir, banyak penyakit yang
mencuat di masyarakat di antaranya aids, kanker, flu burung dan bahkan gejala
pikun dini. Kondisi ini membuat masyarakat mulai berfikir untuk mencari
pengobatan alternatif secara konvensional di samping pengobatan moderen.
Salah satu tanaman obat yang berpeluang sebagai pengganti pengobatan
kimiawi yang dapat memperlam-bat datangnya penyakit pikun adalah kunyit.
Penggunaan tanaman ini biasanya berupa bubuk atau tepung kunyit yang
diracik ke dalam bumbu masak.Rimpang kunyit sangat bermanfaat sebagai
antikoagulan, menurunkan tekanan darah, obat cacing, abat asma, pe-nambah
darah,obat sakit perut, diare, usus buntu dan rematik. Selain berkhasiat dalam
pengobatan, rimpang kunyit juga banyak digunakan untuk bahan pewarna,
bahan campuran kosmetika, bakterisida, fungisida dan stimulan.
Kunyit untuk mencegah Alzheimer. Penyakit Alzheimer adalah sejenis
penyakit pikun yang umum terjadi pada manusia yang mulai memasuki usia
tua (manula). Secara alamiah, pikun biasa terjadi pada setiap orang karena
kondisi fisik otak menurun. Namun pikunpun dapat di-perlambat datangnya
dengan meng-gunakan kunyit dalam bentuk bumbu kare. Kunyit sebagai bahan
bumbu kare yang banyak dipakai dalam berbagai resep masakan dirasakan
dapat mempertahankan kualitas otak hingga usia lanjut. Salah satu bukti
adalahmanula yang berada di negara-negara Asia tetap memiliki ingatan baik di
usia lanjut karena mereka rajin mengkonsumsi bumbu kare.
Hasil penelitian Dr. Tze-Pin Ng dari Universitas Nasional Singapura
(NUS) pada 1.010 manula berusia 60 tahun sampai 93 di tahun 2003,

menunjukkan bahwa manula yang rajin mengkonsumsi bumbu kare memiliki


daya ingat yang lebih tinggi dibandingkan mereka jarang atau yang tidak
pernah sama sekali. Hal ini mungkin akan membuat kita penasaran dan ingin
tahu. Ternyata rahasianya terletak pada zat pewarna kuning (kurkumin) yang
terdapat di dalam rimpang kunyit yang diguna-kan dalam membuat bumbu
kare tersebut. Kurkumin pada kunyit me-miliki fungsi yang sangat penting
dalam mengobati berbagai jenis penyakit karena senyawa tersebut dapat
berfungsi sebagai anti tumor promoter, antioksidan, anti mikroba, anti radang
dan anti virus. Selain itu kurkumin pada kunyit ternyata juga berperan dalam
meningkatkan sistem imunitas tubuh.Tepung kunyit yang akan dijadikan bahan
racikan bumbu kare dapat dibuat dari umbi kunyit yang telah dikeringkan.
Ditinjau dari segi kemudahannya, umbi yang telah di iris lalu dikeringkan,
akan lebih mudah digiling untuk dijadikan tepung. Di negara-negara konsumen
seperti Amerika Serikat dan Inggris, tepung kunyit digunakan secara langsung
sebagai bumbu pewarna makanan,dan bahan baku pembuatan oleoresin. Di
India, tepung kunyit merupakan salah satu bahan dasar untuk pembuatan
bumbu kare (curry powder) yang merupakan campuran homogen dari berbagai
jenis tepung kunyit. Dengan rutin mengkonsumsi bumbu kare, akan dapat
menurunkan resiko serangan penyakit Alzheimer yang bisa menyebabkan
pikun total karena kondisi fisik otak yang terus menurun. Namun jangan salah,
pada penggunaan yang berlebihan pun bagi orang lanjut usia dapat
menimbulkan efek sakit perut, gangguan hati atau ginjal. Dari hasil kesimpulan
para peneliti yang dilaporkan dalam American Journal of Epidemiologi Edisi 1
November 2006, menyatakan bahwa bumbu kari sangat berpotensi mencegah
alzheimer karena dilihat dari kemanjurannya dan tidak beracun. Hasil
penelitian ini merupakan bukti pertama yang menunjukkan hubungan antara
konsumsi kare dengan kemampuan kognitif otak.
Kunyit dapat memainkan peran penting dalam hal mencegah leukemia.
Memasukkan kunyit dalam diet Anda sehari-hari, maka dapat membantu Anda
meningkatkan tingkat kekebalan tubuh. Selain itu menjaga Anda aman dari
berbagai penyakit. Kunyit adalah rempah-rempah yang ideal jika Anda ingin

10

menurunkan

berat

badan.

Itu karena dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh, dan membantu


mengelola berat badan secara efektif. Kunyit dapat menyembuhkan pigmentasi
yang disebabkan oleh paparan sinar matahari. Kunyit mencegah proses
penuaan karena punya sifat antioksidan. Sebagai salah satu komponen yang
membantu

melembapkan

kulit

dan

mengurangi

kekeringan.

Kunyit bisa menyembuhkan memar dan mencerahkan luka bekas terbakar,


membersihkan kulit wajah, membuat kulit Anda bersinar, dan warna kulit
cerah. Selain itu membantu melawan gangguan kulit, seperti eksim, psoriasis ,
dan ruam merah, juga membantu meringankan stretch mark atau selulit.
Adapun mengatur insulin, merupakan salah satu peran dari kunyit terhadap
diabetes.
Pankreas menghasilkan insulin dalam tubuh manusia, antiglikemik dalam
kunyit mengatur dan menyeimbangkan kadar insulin, serta mencegah resistensi
insulin dengan menurunkan gula darah, juga trigliserida dalam tubuh.
Mengurangi lemak diabetes sering disertai dengan kenaikan berat badan. Selain
itu, kelebihan berat badan adalah salah satu penyebab diabetes.
Jadi, kunyit membantu mencegah diabetes dengan mengendalikan berat badan
melalui kandungan kurkumin . Selain kunyit yang berwarna kuning, terdapat
pula kunyit putih. Kunyit putih tidak saja bagus untuk mengatasi masalah
kewanitaan, juga sangat bermanfaat untuk mencegah kanker dan tumor.
Tanaman yang aslinya tumbuh di negara Indonesia dan India ini mulai
dibudidayakan di negara-negara lain, termasuk di Amerika Serikat. Hal ini
karena kunyit putih sudah diteliti oleh beberapa ahli. Berdasarkan hasil uji
farmakologi dan toksikologi, kunyit putih atau lebih tepatnya ekstrak kunyit
putih sangat baik untuk mengobati kanker dan tumor. Hal yang dipertanyakan
pertama kali adalah, apa kandungan kunyit putih sehingga sangat dikenal dapat
mencegah dan mengobati kanker dan tumor.

11

Gambar II.1. Kunyit(Curcuma domestica Val.)

1. Monografi Kunyit (Curcuma domestica Val.)


Kunyit yang memunyai nama latin Curcuma domestica Val. merupakan
tanaman yang mudah diperbanyak dengan stek rimpang dengan ukuran 20-25
gram stek. Bibit rimpang harus cukup tua. Kunyit tumbuh dengan baik di tanah
yang tata pengairannya baik, curah hujan 2.000 mm sampai 4.000 mm tiap
tahun dan di tempat yang sedikit terlindung. Tapi untuk menghasilkan rimpang
yang lebih besar diperlukan tempat yang lebih terbuka. Rimpang kunyit
berwarna kuning sampai kuning jingga. Beberapa kandungan kimia dari
rimpang kunyit yang telah diketahui yaitu minyak atsiri sebanyak 6% yang
terdiri dari golongan senyawa monoterpen dan sesquiterpen (meliputi
zingiberen, alfa dan beta-turmerone), zat warna kuning yang disebut
kurkuminoid

sebanyak

5%

(meliputi

kurkumin

50-60%,

monodesmetoksikurkumin dan bidesmetoksikurkumin), protein, fosfor, kalium,


besi dan vitamin C. Dari ketiga senyawa kurkuminoid tersebut, kurkumin
merupakan komponen terbesar. Sering kadar total kurkuminoid dihitung
sebagai % kurkumin, karena kandungan kurkumin paling besar dibanding
komponen kurkuminoid lainnya. Karena alasan tersebut beberapa penelitian
baik fitokimia maupun farmakologi lebih ditekankan pada kurkumin. Kunyit

12

yang memunyai nama latin Curcuma domestica Val. merupakan tanaman yang
mudah diperbanyak dengan stek rimpang dengan ukuran 20-25 gram stek.
Bibit rimpang harus cukup tua. Kunyit tumbuh dengan baik di tanah yang tata
pengairannya baik, curah hujan 2.000 mm sampai 4.000 mm tiap tahun dan di
tempat yang sedikit terlindung. Tapi untuk menghasilkan rimpang yang lebih
besar diperlukan tempat yang lebih terbuka. Rimpang kunyit berwarna kuning
sampai kuning jingga.Kunyit dapat tumbuh dengan baik pada ketingggian 0
1.200 m di atas permukaan laut. Adaptasi ta-naman sangat baik pada iklim
panas sampai sedang dengan kelembaban tinggi. Tanah yang cocok untuk
tanaman kunyit adalah tanah yang subur, gembur, mengandung banyak humus
dan berdrainase baik. Untuk memperoleh pertumbuhan yang opti-mal,
sebaiknya kunyit memperoleh bulan basah sekitar 4 6 bulan se-belum
gugurnya daun. Untuk pembentukan rimpang sangat dibutuhkan cahaya
matahari yang cukup.
Kunyit biasanya di panen pada umur sekitar 9 10 bulan. Cara panen
cukup mudah yaitu dengan menggali rimpang menggunakan garpu. Usahakan
agar rimpang tidak patah tertinggal waktu digali sehingga bobot yang diperoleh
lebih tinggi. Setelah digarpu, tanah di-sekitar rimpang dibersihkan dan rimpang dikumpukan dalam karung. Biasanya hasil panen dapat men-capai 20
30 ton/ha rimpang segar.
Kunyit memiliki berbagai nama daerah yang berbeda-beda diantaranya :
a. Sumatra: Kakunye (Enggano), Kunyet (Adoh), Kuning (Gayo), Kunyet
(Alas), Hunik (Batak), Odil (Simalur), Undre, (Nias), Kunyit
(Lampung), Kunyit (Melayu).
b. Jawa: Kunyir (Sunda), Kunir (Jawa Tengah), Temo koneng (Madura).
c. Kalimantan: Kunit (Banjar), Henda (Ngayu), Kunyit (Olon Manyan),
Cahang (Dayak Panyambung), Dio (Panihing), Kalesiau (Kenya),
Kunyit (Tidung)

13

d. Nusa Tenggara: Kunyit (Sasak), Huni (Bima), Kaungi (Sumba Timur),


Kunyi (Sumba Barat), Kewunyi (Sawu), Koneh, (Flores), Kuma
(Solor), Kumeh (Alor), Kunik (Roti), Hunik kunir (Timor)
e. Sulawesi: Uinida (Talaud), Kuni (Sangir), Alawaha (Gorontalo),
Kolalagu

(Buol),

Pagidon

(Toli-toli),

Kuni

(Toraja),

Kunyi

(Ujungpandang), Kunyi (Selayar), Unyi (Bugis), Kuni (Mandar).


f. Maluku: Kurlai (Leti), Lulu malai (Babar), Ulin (Tanimbar), Tun
(Kayi), Unin (Ceram), Kunin (Seram Timur), Unin, (Ambon), Gurai
(Halmanera), Garaci (Ternate)
g. Irian: Rame (Kapaur), Kandeifa (Nufor), Nikwai (Windesi), Mingguai
(Wandamen), Yaw (Arso).
h. Nama asing: turmeric
i. Sinonim : Curcuma domestica Val.

2. Sistematika Kunyit (Curucuma domestica Val.)


Dalam

sistematika

tumbuhan

(taksonomi),

kunyit

diklasifikasikan

sebagaiberikut:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Kingdom : Plantae (tumbuhan)


Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi
: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas
: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo
: Zingiberale
Famili
: Zingiberaceae(suku jahe-jahean)
Genus
: Curcuma
Spesies : Curcuma domestica Val.

3. Uraian TumbuhanKunyit (Curucuma domestica Val.)

14

Kunyit (Curcuma domestica Vahl.) merupakan tanaman obat asli dari


Asia Tenggara dan telah dikembangkan secara luas di Asia Selatan, Cina
Selatan, Taiwan, Filipina dan tumbuh dengan baik di Indonesia. Tanaman
tumbuh tegak mencapai tinggi 1,0 1,5 m. Memiliki batang semu yang dililit
oleh pelepah-pelepah daun. Daun tanaman runcing dan licin dengan panjang
sekitar 30 cm dan lebar 8 cm. Bunga muncul dari batang semu dengan panjang
sekitar 10 15 cm. Warna bunga putih atau putih bergaris hijau dan terkadang
ujung bunga berwarna merah jambu. Bagian utama dari tanaman adalah
rimpangnya yang berada di dalam tanah. Rimpang ini biasanya tumbuh
menjalar dan rimpang induk biasanya berbentuk ellips.
Uraian terkait tumbuhankunyitadalah sebagai berikut:

a. Habitus : Semak, tinggi 70 cm.


b. Batang : Semu, tegak, bulat, membentuk rimpang, hijau
kekuningan.
c. Daun

: Tunggal, lanset memanjang, helai daun 3-8, ujung dan

pangkal runcing, tepi rata, panjang 20-40 cm, lebar 8-12,5 cm,
pertulangan menyirip, hijau pucat.
d. Bunga

: Majemuk, berambut, bersisik, tangkai panjang 16-40 cm,

mahkota panjang 3 cm, lebar 1,5 cm, kuning, kelopak silindris,


bercangap tiga, tipis, ungu, pangkal daun pelindung pulih, ungu.
e. Akar

: Serabut, coklat muda.

4. Kandungan Kimia Kunyit (Curucuma domestica Val.)


Kandungan zat-zat kimia yang terdapat dalam rimpang kunyit meliputi
sebagai berikut :
a. zat warna kurkuminoid yang merupakan suatu senyawa diarilheptanoid 3-4%
yang terdiri dari curcumin, dihidrokurkumin, desmetoksikurkumin dan
bisdesmetoksikurkumin.

15

b. Minyak atsiri 2-5% yang terdiri dari seskuiterpen dan turunan fenilpropana
turmeron (aril-turmeron, alpha turmeron dan beta turmeron), kurlon kurkumol,
atlanton, bisabolen, seskuifellandren, zingiberin, aril kurkumen, humulen.
c. Arabinosa, fruktosa, glukosa, pati, tanin dan dammar
d. Mineral yaitu magnesium besi, mangan, kalsium, natrium, kalium, timbal,
seng, kobalt, aluminium dan bismuth.
Curcumin (1,7-bis(4 hidroksi-3 metoksifenil)-1,6 heptadien, 3,5-dion
merupakan komponen penting dari Curcuma longa Linn. yang memberikan
warna kuning yang khas. Curcumin termasuk golongan senyawa polifenol
dengan struktur kimia mirip asam ferulat yang banyak digunakan sebagai
penguat rasa pada industri makanan. Serbuk kering rhizome (turmerik)
mengandung 3-5% Curcumin dan dua senyawa derivatnya dalam jumlah yang
kecil yaitu desmetoksi kurkumin dan bisdesmetoksikurkumin, yang ketiganya
sering disebut sebagai kurkuminoid. Curcumin tidak larut dalam air tetapi larut
dalam etanol atau dimetilsulfoksida (DMSO). Degradasi Curcumin tergantung
pada pH dan berlangsung lebih cepat pada kondisi netral-basa.

Gambar II.2 Struktur kimia kurkumin [1,7-bis-(4'-hidroksi-3'


metoksifenil)hepta-1,6-diena-3,5-dion]

16

5. Khasiat Kunyit (Curucuma domestica Val.)

Bagian yang sering dimanfaatkan sebagai obat adalah rimpang; untuk,


antikoagulan, antiedemik, menurunkan tekanan darah, obat malaria, obat
cacing, obat sakit perut, memperbanyak ASI, stimulan, mengobati keseleo,
memar

dan

rematik.

Kurkuminoid

pada

kunyit

berkhasiat

sebagai

antihepatotoksik (Kiso et al., 1983) enthelmintik, antiedemik, analgesic. Selain


itu kurkumin juga dapat berfungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan
(Masuda et al., 1993). Menurut Supriadi, kurkumin juga berkhasiat mematikan
kuman dan menghilangkan rasa kembung karena dinding empedu dirangsang
lebih giat untuk mengeluarkan cairan pemecah lemak. Minyak atsiri pada
kunyit dapat bermanfaat untuk mengurangi gerakan usus yang kuat sehingga
mampu mengobati diare. Selain itu, juga bisa digunakan untuk meredakan
batuk dan antikejang.

B. KULIT (6)
Kulit adalah organ terbesar dari tubuh dan meliputi wilayah yang sangat
luas.Ketebalan kulit bervariasi di berbagai bagian tubuh.Sel-sel kulit yang
paling tipis pada wajah, ini penting untuk penggunaan kosmetik yang harus
mampu menembus kulit.Kulit menutupi seluruh tubuh dan melindungi dari
berbagai jenis rangsangan eksternal dan kerusakan serta dari hilangnya
kelembapan. Luas permukaan kulit orang dewasa sekitar 1,6 m2.
1. Struktur Kulit
Kulit terdiri atas tiga lapisan, yaitu: lapisan epidermis, dermis, dan
hipodermis. Epidermis merupakan lapisan luar tipis kulit. Epidermis
terdiri atas lima lapisan, yaitu:
a. Stratum germinativum atau stratum basale
Lapisan ini terdiri dari satu lapis sel, yang terletak paling dekat
dengan dermis di bawahnya. Stratum basale berisi beberapa jenis
sel, yaitu:
1) Sel-sel punca
Sel yang membelah dan memperbaharui populasi sel punca serta
menghasilkan sel anak (keratinosit).

17

2) Keratinosit
Sel paling banyak pada lapisan ini.Sel ini membelah 3 6 kali
sebelum bergerak ke atas menuju stratum spinosum.
3) Melanosit
Sel-sel penghasil pigmen (melanin).Terdapat 1 melanosit untuk
setiap 4 10 keratinosit basal. Jumlah melanosit sama pada
setiap orang, namun aktivitasnya jauh lebih tinggi pada orang
berkulit gelap.
4) Sel-sel merkel
Sel-sel neuroendokrin yang jarang ada, yang berperan sebagai
mekanoreseptor taktil yang beradaptasi lambat.Sel-sel ini
paling banyak di bibir dan lidah, namun sulit diidentifikasi
karena memiliki tampilan serupa dengan melanosit.
b. Stratum spinosum
Lapisan ini terdiri dari beberapa lapis keratinosit, dan beberapa sel
Langerhans.
1) Keratinosit
Mengubah ekspresi keratin saat berdiferensiasi.Filamen-filamen
keratin di dalam sel untuk memperkuat hubungan sel-sel dan
membuat hubungan erat antar sel.
2) Sel-sel Langerhans
Sel penyaji antigen khusus (sel dendritik) yang menyusun
sekitar 3 6% sel pada lapisan stratum spinosum.Saat sel ini
terpapar oleh benda asing/ antigen, sel-sel ini bermigrasi keluar
epitel dan menuju kelenjar getah bening regional untuk
menginisiasi respons imun.
c. Stratum granulosum
Lapisan ini terletak pada bagian atas stratum spinosum.Lapisan ini
berisi keratinosit yang telah bergerak ke atas dan selanjutnya
berdiferensiasi menjadi sel bergranul.Sel-sel ini menekan lipid
khusus pada granula intraselular menuju celah antar sel-sel mati
(skuama) pada lapisan di atasnya.Saat bergerak ke atas, sel-sel ini
mulai kehilangan nukleus dan organel sitoplasmanya, kemudian
mati.Sel-sel mati menjadi skuama berkeratin dari lapisan teratas.
d. Stratum lusidum
Lapisan ini merupakan lapisan kelima yang kadang-kadang
ditemukan pada kulit tebal di antara lapisan stratum granulosum
18

dan stratum korneum.Lapisan ini tipis dan transparan serta sulit


teridentifikasi pada potongan histologis rutin.
e. Stratum korneum
Lapisan ini merupakan lapisan teratas dan terluar, dan terdiri dari
sel-sel mati, yang menjadi datar dan tampak seperti pengelupasan
kulit (atau skuama).Sel-sel ini berisi lapisan keratin yang kuat yang
berikatan silang, pada bagian dalam terikat pada lipid khusus, dan
pada bagian luar membentuk sawar anti-air yang kuat.Skuama
akhirnya mengelupas (6).
Lapisan dermis merupakan lapisan di bawah epidermis yang jauh lebih
tebal daripada epidermis.Matriks kulit mengandung pembuluh-pembuluh darah
dan saraf yang menyokong dan memberi nutrisi pada epidermis yang sedang
tumbuh.Lapisan

dermis

berfungsi

untuk

proteksi,

sensasi,

dan

termoregulasi.Lapisan ini berisi saraf, pembuluh darah, dan fibroblas yang


menyekresi matriks ekstraselular, dan serat (kolagen dan elastin).Lapisan ini
juga berisi kelenjar keringat (pada bagian tepi dengan hipodermis), yang
membuka keluar menuju permukaan kulit. Kolagen dan elastin memberikan
kekuatan dan daya regang pada kulit.
Lapisan hipodermis atau lapisan subkutan adalah kelanjutan dermis atas
jaringan ikat longgar, berisi sel-sel lemak di dalamnya.Lapisan ini merupakan
bantalan untuk kulit, isolasi untuk mempertahankan suhu tubuh dan tempat
penyimpanan energi.Lapisan hipodermis berisikan jaringan adiposa dan
kelenjar keringat.Jaringan adiposa ini penting untuk fungsi metabolisme seperti
produksi trigliserida dan vitamin D. Arteri yang menyuplai kulit ditemukan di
lapisan dalam pada hipodermis.Pada kondisi dingin, aliran darah menuju
kapiler superfisial pada kulit dikurangi untuk mempertahankan suhu inti
tubuh.Pada kondisi panas, aliran darah ke kulit meningkat dan darah pada
kapiler superfisial mengalami pendinginan oleh evaporasi keringat pada
permukaan kulit.
2. Fungsi Kulit
Kulit adalah organ dengan berbagai fungsi penting. Fungsi penting
dari kulit, antara lain:
19

a. Perlindungan
Serat elastis dari dermis dan jaringan lemak subkutan bertindak
untuk mencegah guncangan mekanik eksternal.Kulit memiliki
kapasitas menetralkan alkali dan permukaan kulit dijaga pada pH
asam lemah untuk melindungi terhadap racun kimia.Bagian tubuh
yang menerima guncangan mekanik kronis seperti kaki, tempurung
lutut dan tangan pekerja manual mempunyai lapisan tanduk yang
menebal untuk melindungi terhadap rangsangan eksternal.Selain
itu, lapisan tanduk terluar dari kulit dan lipid permukaan kulit
bertindak sebagai penghalang melawan penetrasi air dan hilangnya
cairan tubuh.Mereka juga membentuk penghalang melawan racun
eksternal.Asam lemak tak jenuh pada lipid kulit mempunyai sifat
bakterisida dan mencegah pertumbuhan bakteri pada kulit.Selain
itu, kulit memiliki sel-sel berkaitan dengan imunitas yang
memberikan tubuh dengan reaksi pertahanan imunitas melalui
respon imun.Pigmentasi melanin pada kulit berperan menyerap dan
melindungi tubuh terhadap radiasi UV yang berbahaya.Selain itu,
ketidakrataan dari permukaan kulit berperan untuk melindungi
tubuh dari cahaya yang berbahaya.
b. Pengaturan suhu
Kulit menyesuaikan suhu tubuh dengan mengubah jumlah darah
yang mengalir melalui kulit dengan dilatasi dan konstriksi dari
kapiler darah kulit dan oleh penguapan keringat.Pusat penyesuaian
suhu tubuh ditemukan di hipotalamus; ketika suhu tubuh menurun,
hipotalamus meningkatkan aktivitas saraf vasokonstriktor kulit
untuk menyempitkan kapiler darah dan mencegah suhu tubuh
turun.Ketika suhu tubuh meningkat, aktivitas saraf berkurang, dan
kapiler

darah

melebar

sampai

meningkatkan

kehilangan

panas.Pusat berkeringat juga di hipotalamus.Selain itu, lapisan


tanduk, jaringan subkutan dan tubuh itu sendiri mencegah
perubahan cepat suhu tubuh dengan menghalangi transmisi
perubahan suhu eksternal ke bagian dalam tubuh.Otot pembangun
rambut juga memainkan peran pengaturan suhu dengan menjebak
20

sebuah lapisan pembatas udara pada permukaan kulit yang


mengurangi hilangnya panas tubuh.Otot pembangun rambut
(merinding) juga di bawah kendali sistem saraf otonom.
c. Tanggapan sensoris
Kulit mengindra berubah di dalam lingkungan eksternal dan
bertanggung jawab pada sensasi kulit.Kulit mengindra tekanan,
sentuhan, suhu dan nyeri.Ada berbagai reseptor pada kulit untuk
mendeteksi perubahan lingkungan seperti; sel-sel Meissner, cakram
Merkel, sel-sel Golgi Mazzoni yang bertanggung jawab pada
sensasi sentuhan.Sel-sel Pacinian yang dianggap berkaitan dengan
rasa tekanan, Krause end bulbs merasakan dingin, sel-sel Ruffini
merasakan suhu, dan ujung saraf bebas berhubungan dengan
sensasi nyeri.Rangsangan eksternal merangsang ujung saraf
sensoris ini yang menyampaikan informasi melalui sum-sum tulang
belakang, batang otak dan hipotalamus ke korteks otak yang
menafsirkan sensasi.
d. Absorpsi
Berbagai zat diserap dari kulit ke dalam tubuh.Ada dua jalur
penyerapan, satu melalui epidermis, dan satu melalui kelenjar
sebasea dari folikel rambut. Steroid dan bahan larut lemak seperti
vitamin A, D, E dan K diserap melalui kulit, tetapi bahan larut air
tidak diserap dengan mudah sebagai hasil dari penghalang air dan
bahan larut air yang dibentuk oleh lapisan tanduk. Kelarutan lemak
dari bahan yang diserap, usia individu, suplai darah kulit, suhu
kulit, kandungan air dari lapisan tanduk, tingkatan kerusakan
lapisan tanduk, dan suhu lingkungan dan kelembapan semua
memainkan peran utama di dalam penyerapan transdermal. Satu
manfaat dari jenis penyerapan transdermal ini telah menjadi
pengembangan sistem pengantaran obat kulit sebagai metode untuk
memasok obat untuk tubuh.
e. Fungsi lain
Kulit juga berperan dalam menunjukkan kondisi emosional, seperti
memerah, dan ketakutan (pucat dan rambut tegak), dan dapat
digambarkan sebagai organ penanda emosi.Kulit juga mensintesis
21

vitamin D melalui kerja sinar UV pada prekursor vitamin-D di


kulit.
3. Jenis-Jenis Kulit
Secara umum, berdasarkan pada kandungan air dan minyak, kulit
terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:
a. Kulit kering
Kulit kering adalah kulit yang memiliki kadar air kurang atau
rendah. Ciri-ciri fisik yang tampak pada kulit kering adalah:
2) Kulit tampak kusam dan bersisik.
3) Mulai tampak kerut-kerutan.
4) Pori-pori sangat kecil, sehingga tidak kelihatan.
b. Kulit normal
Kulit normal adalah kulit yang memiliki kadar air tinggi dan kadar
minyak rendah sampai normal. Ciri-ciri fisik yang tampak pada
kulit normal adalah:
1) Penampilan kulit tampak segar dan cerah.
2) Bertekstur halus dan tegang.
3) Pori-pori kelihatan, namun tidak terlalu besar.
4) Terkadang pada dahi, hidung, dan dagu terlihat berminyak.
c. Kulit berminyak
Kulit berminyak adalah kulit yang memiliki kadar air dan minyak
yang tinggi. Ciri-ciri fisik yang tampak pada kulit berminyak
adalah:
1) Kulit bertekstur kasar dan berminyak.
2) Ukuran pori-pori besar dan kelihatan.
3) Mudah kotor dan sangat rentan berjerawat.
Jenis kulit campuran dalam dunia kosmetik dikenal juga dengan istilah
jenis kulit kombinasi.Kulit kombinasi memiliki ciri-ciri, seperti daerah bagian
tengah atau dikenal juga dengan istilah daerah T (dahi, hidung, dan dagu)
terkadang berminyak atau normal. Sementara bagian kulit lain, cenderung lebih
normal bahkan kering. Kulit jenis ini bisa dimiliki oleh semua umur. Akan
tetapi, sering ditemukan pada usia 35 tahun ke atas.
C. BEDAK (7,8)
Bedak adalah jenis kosmetik yang telah digunakan sejak lama untuk
tujuan membuat wajah agar lebih menarik dan menutupi bintik-bintik dan
noda.Namun, seiring perkembangan zaman, tujuan utama bedak kini dapat
22

menghapus kilau minyak karena keringat dan sebum dan menjaga riasan dapat
bertahan lebih lama. Dengan penambahan warna seperti warna merah muda,
bedak juga dapat digunakan untuk memberikan kesan halus untuk warna kulit
atau efek yang sama seperti pewarna pipi.
Suatu bedak harus mencapai efek cukup buram untuk dapat menutupi
atau menyamarkan kekurangan pada kulit wajah, tapi hal ini tidak harus
memberikan efek seperti topeng.Selain itu, bedak harus bersifat cukup tahan
lama sehingga tidak dibutuhkan pembedakan berulang kali.Hal-hal yang harus
diperhatikan seperti warna dari kulit yang juga menggambarkan aktivitas
biologis dari jaringan epidermis dan dapat merupakan indikasi bagi seorang
wanita yang normal pada umumnya.Hidung yang merah, mungkin merupakan
gambaran dari pembuluh darah.Titik merah pada pipi yang sangat merah,
pancaran wajah yang pucat kekuningan, bintik-bintik hitam di bawah mata
menunjukkan tanda-tanda tak bercahaya dan juga menunjukkan jalan hidup
atau pola hidup dari orang tersebut.
Hampir semua orang memiliki

kerutan

dan

garis-garis

yang

menunjukkan perubahan pada usia, tanda lahir yang kecil, pembesaran poripori, bekas jerawat, luka akibat lesi kulit dan sebagainya. Kekurangankekurangan inilah yang ingin ditutupi oleh seorang wanita agar penampilannya
lebih menarik.Efek penutupan ini dapat dicapai dengan penggunaan bedak
wajah, make-up cair (seperti foundation, blush on, eye shadow) dan tambahan
lainnya.Ada dua bentuk bedak wajah, yaitu:
1. Bedak Tabur (Loose Powder)
Bedak tabur merupakan produk bedak berupa bubuk di mana hampir
semua bahan baku serbuk dan tidak ada minyak digunakan. Bedak
tabur dapat mengurangi kilau pada wajah akibat kulit wajah yang
berminyak dan juga mengurangi rasa lengket pada wajah serta
menjaga riasan terlihat tetap baik dalam waktu lama dengan
mengontrol pengeluaran keringat dan sebum di wajah. Pemakaian
bedak tabur menggunakan puff agar bedak dapat tersebar merata pada
wajah. Bahan baku dasar bedak tabur adalah talkum. Selain itu
ditambahkan bahan-bahan lainnya seperti kaolin dan titanium oksida
mempunyai kemampuan menutupi yang baik, zink stearat dan zink

23

miristat untuk adhesi yang baik, serta kalsium karbonat dan


magnesium karbonat untuk menyerap keringat dan sebum.Pigmen
pewarna dan pigmen mutiara biasanya digunakan untuk meningkatkan
warna kulit.
2. Bedak Padat (Compact Powder)
Bedak padat yang perkenalkan di Amerika pada tahun 1930 telah
mencapai popularitasnya dikarenakan penggunaannya yang sangat
mudah dan penyimpanan yang nyaman.Bedak padat adalah bubuk
yang dikompres menjadi padatan.Penggunaan bedak padat biasanya
dengan memakai spons bedak.Bedak padat harus dapat menempel
dengan mudah pada spons bedak dan padatan bedaknya harus cukup
kompak, tidak mudah pecah atau patah dengan penggunaan normal.
Bahan baku dasar bedak padat sama seperti bahan dasar bedak tabur
namun, pada bedak padat menggunakan pengikat agar bedak dapat
dipress membentuk sebuah cake. Sifat dari pengikat yaitu, membantu
dalam kompresi, adhesi dan mengembangkan pewarna. Jika tingkat
pengikat yang terlalu besar, bedak akan semakin mengeras sehingga
menyebabkan bedak menjadi sukar untuk dipoleskan pada wajah.
Tingkat pengikat yang baik digunakan antara 3 hingga 10%,
tergantung

pada

variabel

formulasi.Pigmen

pewarna

dapat

ditambahkan pada bedak padat.Bentuknya sangat padat, digunakan


setelah pemakaian alas bedak.Bahan-bahan yang terkandung di
dalamnya membuat bedak jenis padat ini cepat menyerap sekaligus
mengurangi minyak.Bentuknya beragam, tidak mudah tumpah hingga
praktis dibawa kemanapun.Sebaiknya dioleskan tipis-tipis saja.
D. KOMPONEN UTAMA BEDAK PADAT (8,9)
Pada dasarnya bahan dasar yang terkandung dalam bedak padat adalah
identik dengan yang digunakan dalam bedak tabur.Namun, terdapat 2
karakteristik untuk bedak padat yang mana tidak terdapat dalam bedak tabur,
kemampuan mengikat dan mudah lepas.Dasar dari padatan bedak harus dapat

24

dikempa dengan mudah, kemudian bersatu bersama dan tidak bergelombang


atau retak di bawah kondisi penggunaan yang normal.Untuk mencapai kondisi
ini bahan pengikat dibutuhkan.Bedak padat juga harus memiliki sifat mudah
lepas ketika digosokkan dengan spons bedak. Tekanan yang terlalu rendah akan
menghasilkan padatan yang sangat mudah hancur, tekanan yang terlalu besar
akan menghasilkan padatan yang keras yang mana tidak mudah terlepas.
Komponen bedak yang digunakan adalah:
1. Talkum
Secara kimiawi, talkum adalah

magnesium

silikat

(3MgO.

4SiO2.H2O).Ini merupakan bahan dasar dari segala macam formulasi


bedak modern, sifat dari talkum adalah mudah menyebar namun,
mempunyai daya menutupi yang rendah.Untuk bedak wajah talkum
harus putih, tidak berbau dan halus serta sifatnya yang sangat mudah
menyebar adalah hal yang sangat dibutuhkan.Ukuran partikel dari
talkum adalah salah satu kriteria untuk standar kualitasnya. Paling
tidak 98% harus dapat melewati ayakan mesh 200 (tidak lebih besar
dari 74 mikro).
2. Kaolin
Kaolin merupakan bahan dasar dari golongan silikiat.Kaolin memiliki
kemampuan menutupi dan adhesi yang baik, dalam jumlah maksimal
25% kaolin dapat mengurangi sifat kilat talkum. Tidak semua
aluminium silikat dapat diklasifikasikan sebagai kaolin, namun 3
kelompok di bawah ini secara khusus memiliki formula yang sama
(Al2O3. 2SiO2.2H2O) dan dapat disebut kaolin: nacrite, dickite, dan
kaolinite. Karena kaolin higroskopis penggunaannya pada bedak
wajah umumnya tidak melebihi 25%.
3. Zink Oksida
Terdapat 2 bahan golongan oksida logam yang biasa digunakan dalam
formulasi bedak wajah: zink oksida dan titanium dioksida.
Penggunaan yang terlalu banyak bahan ini dapat menghasilkan efek
seperti topeng dimana efekini tidak diinginkan namun, bila terlalu
sedikit membuat bedak tidak dapat menempel pada tubuh.Diketahui

25

bahwa zink oksida memiliki beberapa sifat terapeutik dan membantu


menutupi kecacatan pada kulit.Namun, penggunaan yang berlebihan
dapat

menyebabkan

kulit

kering.

Seng

oksida

memiliki

kecenderungan untuk mengepalkan partikel, oleh karena itu harus


diayak sebelum pencampuran dengan bahan lain dalam formulasi.
4. Magnesium Karbonat
Sifat yang baik dari magnesium karbonat membuat bahan ini biasa
digunakan dalam bahan penyusun bedak.Magnesium karbonat
memiliki sifat absorben yang baik dan terbukti memiliki sifat
mendistribusi parfum yang baik.Penggunaan magnesium karbonat
dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan kulit kering.
5. Pengharum
Pengharum merupakan konstituen penting dari kebanyakan bedak
wajah.Tingkat aroma bedak wajah harus tetap rendah.Karena luas
permukaan bedak yang besar, oksidasi produk wewangian dapat
sangat mudah terjadi.Oleh karena itu, penting untuk menggunakan
wewangian yang dirancang khusus mengandung bahan yang tidak
mudah teroksidasi.
6. Zat Warna
Bahan pewarna adalah dasar dari bedak wajah yang menampilkan
nuansa bayangan yang diinginkan.Pewarna digunakan dalam variasi
yang berbeda baik pigmen organik ataupun anorganik.Jumlah dari
pewarna yang dibutuhkan tergantung besarnya derajat tipe yang
digunakan

dalam

formula.Bahan

pengopak

dari

oksida

dan

transparansi dari talkum sangat mempengaruhi jumlah pewarna yang


diinginkan.
7. Pengikat
Beberapa jenis bahan pengikat yang digunakan dalam bedak wajah
adalah bervariasi dan banyak. Oleh karena itu, terdapat 5 tipe dasar
pengikat yang digunakan:
a. Pengikat kering

26

Penggunaan dari pengikat kering seperti logam stearat (Zink atau


Magnesium stearat) dibutuhkan untuk meningkatkan tekanan bagi
kompaknya bedak kompak.
b. Pengikat minyak
Minyak tunggal, seperti minyak mineral, isopropil miristat dan
turunan lanolin, dapat digunakan untuk dicampurkan dalam
formula sebagai pengikat.Penggunaan pengikat minyak ini banyak
digunakan dalam formula bedak kompak.
c. Pengikat larut air
Pengikat larut air yang biasa digunakan umumnya adalah larutan
gum seperti tragakan, karaya, dan arab. Penambahan pengawet
penting dalam medium gum dan juga dalam semua larutan pengikat
dari tipe ini untuk mengatasi pertumbuhan bakteri.
d. Pengikat tidak larut air
Pengikat tidak larut air digunakan secara luas dalam bedak
kompak.Minyak mineral, lemak ester dari segala tipe dan turunan
lanolin, dapat digunakan dan dicampur dengan sejumlah air untuk
membantu pembentukan bedak padat yang halus dan kompak.
Penambahan

bahan

pembasah

akan

membantu

untuk

menyeragamkan distribusi kelembaban bedak.


e. Pengikat emulsi
Karena kesulitan tercapainya keseragaman penggunaan pengikat
tidak larut air dalam bedak kompak, peneliti telah mengembangkan
bahan

pengikat

emulsi

yang

sekarang

telah

banyak

digunakan.Emulsi memberikan distribusi yang seragam baik pada


fase minyak maupun fase air, dimana hal ini penting dalam
pengempaan serbuk. Pengikat emulsi tidak akan kehilangan
kelembaban secepat pengikat tidak larut air. Penggunaan minyak
dalam bentuk emulsi bertujuan untuk mencegah penggumpalan
yang dapat terjadi ketika minyak tunggal digunakan sebagai
pengikat dalam bedak wajah.
8. Pengawet
Tujuan penggunaan pengawet adalah untuk menjaga kontaminasi
produk selama pembuatan dan juga selama digunakan oleh konsumen,

27

dimana mikroorganisme dapat mengkontaminasi produk setiap kali


penggunaannya,

baik

dari

tangan

atau

dari

alat

yang

digunakan.Bahan- bahan yang digunakan harus menunjukkan terbebas


dari mikroorganisme.Oleh karena itu, ditambahkan pengawet untuk
menghindari kemungkinan terjadi kontaminasi mikroba.

E. METODE PEMBUATAN BEDAK


Tahap awal pada proses pembuatan untuk bedak tabur maupun bedak
padat adalah sama, namun pada jenis kedua diperlukan penambahan zat
pengikat pada tahap awal maupun akhir, ataupun dengan parfum.
1. Penambahan Warna
Tahap penting dalam proses pembuatan produk bedak berwarna
adalah disperse pewarna yang homogen dalam basis putih. Dispersi
tergantung pada efisiensi alat pencampur dan karakter fisik bahan
dalam campuran bedak. Homogenitas dispersi pigmen diperoleh
dengan melewatkan pigmen dan talk melalui hammer mill. Alat ini
akan memecah gumpalan pigmen, yang kemudian distabilkan dengan
pelapisan oleh partikel talk. Sekarang terdapat beberapa jenis
peralatan yang mengganti keberadaan hammer mill. Yang pertama,
vertical vortex mixer, yang mengurangi ukuran partikel dengan
tumbukan antar partikel. Selain itu, high spee mixer, yang dikenal
dengan plough-shear device.
2. Pembuatan Dasar Bedak
Bahan dasar putih pertama dicampur dalam blender stainless-steel
ribbon-type. Waktu pencampuran awal dapat selama 20 menit hingga
3 jam, tergantung jenis mixer, kapasitas, dan ukuran batch.
Selanjutnya, penambahan warna dan pencampuran dengan dasar
putih. Campuran ini kemudan diaduk hingga homogen. Pada bedak
tabur,

penambahan

Penambahan

parfum

parfum

ditambahkan

dilakukan

dengan

pada

saat

terakhir.

penyemprotan

pada

pencampuran. Untuk bedak yang dikompres, zat pengikat juga

28

ditambahkan pada tahap ini. Akhirnya, warna diji kembali sesuai


standard an dilakukan perbaikan, jika perlu. Jika digunakan bahan
dasar mica dalam formulasi maka maka diperlukan kehati-hatian agar
platelet yang mudah pecah tidak rusak saat proses pembuatan.
Pemeriksaan warna dilakukan dengan memindahkan sejumlah kecil
dari massa tersebut dan mencampur kembali dengan warna yang
sesuai. Kemudian ditambahkan kembali dan dicampr kembali dan
dilakukan uji warna kembali. Campuran yang telah selesai diperiksa
kemudian

dimasukkan

penyimpanan,

untuk

pada

kantung

memperoleh

serbuk

polyethylene

untuk

bedak

halus,

yang

diserbukkan. Serbuk telah siap dan memasuki tahap selanjutnya, untuk


bedak tabur dimasukkan pada kemasan dan dikempa untuk bedak
padat.
3. Proses Pengempaan
Terdapat tiga prosedur berbeda yang digunakan untuk memperoleh
compct powder: Wet moulding (pelelehan basah), damp compressing
(pengempaan lembap), dan pengempaan kering. Metode yang paling
sering

digunakan

adalah

pengempaan

kering.

Untuk

proses

pengempaan kering terdapat mesin yang sering digunakan yaitu


pneumatics digunakan pada Air-Mite press;hydraulics oleh Alite, tipe
ram yang ditekan pada serbuk seperti pada Kemwall press; dan VeTra-Co press dimana penekan dapat mencampur. Terdapat 3 prosedur
umum yang digunakan dalam industri pembuatan bedak padat :
a. Kempa basah
Proses kempa basah sekarang tidak dipakai lagi di USA, dan
kebanyakan perusahaan kosmetik menggunakan proses kempa
lembab atau proses kering dalam pembuatan bedak padat.
Campuran dibuat dalam bentuk seperti pasta dengan air dan dicetak
dalam cetakan. Permukaan bagian atas dari pasta dilapisi dengan
suatu pengadhesif, kemudian dikempa ke bawah dengan logam
yang berukuran cocok atau plat gelas di mana tablet melekat. Tablet
tersebut kemudian dikeringkan dan dilepaskan dari cetakan.

29

b. Kempa lembab
Metode kempa lembab, basis bedak, pewarna, dan parfum
dicampur sampai seragam. Campuran kemudian dibasahkan
dengan cairan pengikat, kemudian dicampur sampai mencapai
massa plastis yang sesuai. Serbuk kemudian disaring dan
dilewatkan ke dalam mesin pengempa. Tablet jadi dikeringkan pada
temperatur yang sesuai.
c. Kempa kering
Metode kempa kering, basis bedak, pewarna, dan parfum dicampur
dan campuran serbuk dapat dilembabkan dengan pengikat,
campuran kemudian dicampur secara keseluruhan dan serbuk
dikempa.
F. MESIN KEMPA CETAK UNTUK PEMBUATAN COMPACT
POWDER
Berikut ini adalah beberapa mesin alat kempa yang digunakan pada proses
pembuatan sediaan bedak compact powder :
1. Model TP-S01 Mesin Kempa Semi Otomatis

Gambar II.3. Mesin Kempa Compact Powder Skala Laboratorium Semi


Otomatis.
Mesin kempa semi otomatis Model TP-S01 adalah mesin yang di desain
khusus untuk produksi pembuatan :compact powder,two way cake compacts,
dan eye shadow. Spesifikasinya adalah sebagai berikut ini :
a. Mould (options)
30

Stainless steel mould


Kapasitas:Hasil tergantung dari warna, nomor dari ronggapada cetakan,
formulasi bulk dan bentuk dari godet.
5-15 godets/min.(1 cavity)
20-35 godets/min (2 cavity)
b. Fitur
Hydraulic ram press unit and digital pressure control unit
Main pressing by upside head lower
Multi time pressing :Max. 2 times
c. Parameters
Voltage

AC220V/50Hz

Weight

150kg

Body material

T651+SUS304

Dimensions

600*380*650

31

2. Mesin Cetak Kempa Otomatis Model CP 030 SE

Gambar II.4. Mesin Kempa Compact Powder Otomatis Model CP 030 SE.

Mesin ini dapat menghasilkan sediaan yang padat dengan derajat tingkat
akurasi yang tinggi jika dibandingkan dengan generasi mesin sebelumnya yang
pernah ada.Unit mesin ini dapat melakukan kempa cetak padat berupa datar,
cetak padat timbul atau embossed sampai dengan jumlah 3600 produk per jam.
Mesin model CP 030 SE ini sudah dilengkapi dengan pan otomatis secara
robotic dan sudah terintegerasi satu sama lain untuk memastikan hasil produksi
dengan menggunakan mesin ini.

32

3. Mesin Pulverizer BedakOtomatis TF-F7.5P


Model mesin TF-F7.5P adalah sebuah mesin is disintegrator (pluverizer)
otomatis yang di desain khusus untuk menghancurkan bahan baku dari eye
shadow, blush on,two way cake,dancompact powder.

Gambar II.5. Pulverizer BedakOtomatis TF-F7.5P

Spesifikasinya adalah sebagai berikut ini :


33

1. Target produk
Bahan baku kosmetik
2. Kapasitas
5kg/min
3. Fitur
1 set of hopper with 50kg
1 set of barrel with 150kg
Roll knife feed material uniformly
Crushing speed with 6000r/min
Special alloy crushing head
Cylinder control the barrel raise/lower
Cooling designed for water recycling
Easy changing over and cleaning desgin
Parameters

Voltage

AC380V/60Hz

Weight

350kg

Body material

T651+SUS304

Dimensions

1100*1020*1670

34

G. EVALUASI SEDIAAN BEDAK PADAT (11)


2. Shade control dan Lighting
Shade control adalah salah satu dari aspek yang mengancam dalam
pengendalian mutu bedak. Variasi antar batch yang sama terjadi, dan titik yang
tepat dimana untuk mempertimbangkan suatu batch baru dapat menjadi pilihan
komersil walau kadang-kadang sukar untuk ditentukan. Pengendalian produksi
harus sedemikan rupa sehingga shade-nya tidak berbeda dari yang baku.Ada
beberapa cara shade control suatu bedak, tetapipada dasarnya melibatkan dua
prosedur. Pertama adalah perbandingan penampilan bedak suatu baku ketika
diratakan pada suatu latar belakang (warna kulit wajah); Cara kedua yaitu
mengevaluasi warna adalah dengan membandingkan pada warna standard
warna kulit wajah. Harus ditekankan bahwa warna kulit merupakan
pertimbangan shade control, dan juga cara pemakaian dan evaluasi
konsumen.Sebagai contoh harus disimpan di tempat gelap untuk menghindari
warna bedak memudar.
3. Dispersi Warna
Pewarna pada bedak wajah haruslah terdispersi secara homogen dalam
dasar

bedak.Tidak

boleh

ditemukan

adanya

lapisan

warna

atau

ketidakbercampuran pada dispersi bedak yang menyebabkan pulverisasi yang


jelek atau pengeluaran warna keseragaman pada bedak dapat dengan mudah
diperiksa dengan menyebarkannya pada kertas putih dan diuji dengan kaca
pembesar.Jika terdapat ketidakseragaman yang terdeteksi, proses selanjutnya
untuk memperoleh pengembangan warna maksimal harus diperoleh dalam
homogenitas.
4. Pay Off
Hasil dari bedak harus selalu diperiksa pada kulit. Jika tekanan pada cake
terlalu besar, bedak yang dihasilkan tidak akan tersapu bersih dengan mudah,
dan akan ada gaya adhesi yang tidak cukup dari bahan terhadap tekanan. Jika
tekanannya terlalu rendah, cake

akan menjadi lembek dan mempunyai

kecenderungan menjadi remuk dan pecah.

35

5. Uji Tekanan
Pada bedak tekanan yang diberikan secara alami haruslah rata, dengan
adanya kantung-kantung udara akan membuat cake menjadi mudah pecah.
Keseragaman dan kekerasan dari cake

sebaiknya diperiksa dengan

penetrometer. Pemeriksaan pada table sebaiknya diambil dari berbagai segi


untuk meyakinkan bahwa produk cukup keras dan tekanan yang diberikan
seragam.
6. Tes Keretakan
Langkah yang paling baik terhadap kecenderungan bedak menjadi pecah
adalah dengan menjatuhkan bedak pada permukaan kayu beberapa kali pada
ketinggian 8-10 inci.Jika cake yang dihasilkan tidak rusak, mengindikasikan
bahwa kekompakannya lulus uji dan dapat disimpan tanpa menghasilkan halhal yang tidak memuaskan.
H. MONOGRAFI BAHAN
1. Talkum
Pemerian

Berupa serbuk hablur sangat halus, putih atau


putih kelabu. Berkilat, mudah melekat pada

kulit dan bebas dari butiran debu.


Praktis tidak larut dalam larutan asam dan

Fungsi

alkalis, pelarut organik dan air


Pengisi

Konsentrasi

90 - 99%

pH

6,5 10

Inkompatabilita

Komponen ammonium kuartener

Kelarutan

s
2. Kalsium Karbonat
RM
: CaCO3
Pemerian

Serbuk hablur. Tidak berbau, tidak berasa

Kelarutan

Praktis tidak larut dalam air, sangat sukar larut

Fungsi
:
Inkompatabilitas :

dalam air yang mengandung karbohidrat.


Absroben
Tidak cocok dengan asam dan garam amoniun

3. Magnesium Karbonat

36

RM

Pemerian
Kelarutan

:
:

MgCO3
Serbuk hablur. Tidak berbau, tidak berasa
Praktis tidak larut dalam air, tetapi larut dalam air
yang mengandung karbon dioksida,tidak larut
dalam ethanol (95%),larut dalam asam encerdan

Fungsi
Inkompatabilita

disertai terjadinya buih kuat.


Absroben
Asam akan melarutkan magnesium karbonat,

:
:

dengan melepaskan karbon dioksida. Sedikit

4. Kalsium Karbonat
RM
: CaCO3
Pemerian
Kelarutan

:
:

Serbuk hablur putih. Tidak berbau, tidak berasa


Praktis tidak larut dalam air, tetapi larut dalam air
yang mengandung karbon dioksida,tidak larut
dalam ethanol (95%), sangat sukar larut

Fungsi
Inkompatabilita

dalam air yang mengandung karbondioksida.


Absroben
Asam akan melarutkan magnesium karbonat,

:
:

dengan melepaskan karbon dioksida. Sedikit

5. Titanium Dioksida
RM
Pemerian
Kelarutan

:
:
:

TiO2
Serbuk berwarna putih
Tidak larut dalam HCl, HNO3 dan aquaregia, tetapi
larut dalam asam sulfat pekat membentuk titanium

sulfat (TiSO4)
Pigmen pewarna opaque, Tabir Surya

:
:

Al2O3 2SiO4.2H2O.
Serbuk, putih, ringan, tidak mengandung butiran

Kelarutan

kasar,tidak atau hampir tidak berbau.


Praktis tidak larut dalam air dan dalam asam

Fungsi

mineral.
Pengisi, pelincir, absorben.

Fungsi
6. Kaolin
RM
Pemerian

7. Magnesium Stearat

37

RM
Pemerian

:
:

C36H70MgO4
Berupa serbuk halus, putih dan voluminous, bau
lemah khas, mudah melekat di kulit, bebas dari

Kelarutan

butiran.
Tidak larut dalam air, dalam etanol,dalam ethanol
95% dan dalam eter. Sangat larut dalam benzene

Fungsi
Range Pakai

:
:

Inkompatabilitas :

panas dan ethanol (95%) panas.


Pelicin
0.25- 5 %
Tidak tercampurkan dengan asam kuat, garam
alkali dan besi. Hindari tercampur dengan bahan
oksidator kuat.

8. Mineral Oil
Pemerian

Cairan tidak berwarna, berminyak, transparan


kental, tanpa fluoresensi di siang hari. Praktis tidak
berasa dan memiliki bau samar saat minyak

Kelarutan

dipanaskan
Praktis tidak larut dalam etanol (95%), gliserin, dan
air, larut dalam aseton, benzena, kloroform, karbon
disulfida, eter, dan petroleum eter. Larut dengan
mudah dalam minyak menguap dan dalam bentuk
minyak tetap, dengan pengecualian dari minyak

Fungsi
Range Pakai

:
:

jarak.
Pengikat, Pelarut,Emolien,
1.0- 20 %

9. Pati Jagung (Corn Starch)


Pemerian

: Berupa serbuk sangat halus, putih. Secara


mikroskopik

pati

jagung

berupa

butir

bersegi banyak, bersudut, ukuran 2 m


sampai 23 m atau butir bulat dengan
diameter 25 m sampai 32 m. Hilus di
tengah berupa rongga yang nyata atau
celah berjumlah 2 sampai 5, tidak ada
38

lamela.

Bila

terpolarisasi,

diamati
tampak

dibawah

cahaya

bentuk

silang

berwarna hitam, memotong pada hilus.


Praktis tidak larut dalam air dingin dan ethanol.

Kelarutan

Fungsi
Range Pakai

:
:

Pengikat, absorben, abrasive,


3.0- 15 %

Serbuk hablur halus, putih, hampir tidak berbau,

10. Methyl Paraben


Pemerian

tidak mempunyai rasa agak membakar diikuti rasa


Kelarutan

tebal.
larut dalam 500 bagian air, dalam 20 bagian air
mendidih, dalam 3.5 bagian etanol(95%) dan
dalam3 bagian aseton P, mdah larut dalam eter P
dan dalam larutan alkalihidroksida, larut dalam 60
bagian gliserol P panas dan dalam 40 bagian
minyak lemak nabati panas. Jika didinginkan

Fungsi
Range Pakai

:
:

larutan tetap jernih


Bahan Pengawet atau Antimikroba
0.02 -0.3 %

11. Prophyl Paraben


Pemerian

Hablur kecil tidak berwarna atau serbuk hablur

Kelarutan

putih, tidak berbau.


Sukar larut dalam air, larut dalam air panas dan

:
:

dalam etanol.
Bahan Pengawet atau Antimikroba
1.1 -0.6 %

RM
Pemerian

:
:

C30H50
Berupa cairan, berwarna kuning muda atau putih

Kelarutan

bening dan aromanya tidak berbau amis.


Tidak larut dalam air.Larut dalam minyak nabati

:
:

dan mineral oil.


Pelicin, pelembab, dan penghalus kulit.
1.0- 10 %

Fungsi
Range Pakai

12. Squalane

Fungsi
Range Pakai

39

13. Dimetikon
RM
Pemerian
Kelarutan

:
:
:

Fungsi
Range Pakai

:
:

(C2H6OSi)n

Cairan tidak berwarna, bening dan aromanya khas.


Tidak larut dalam air dan dalam etanol; larut dalam
senyawa alifatik dan pelarut hidrokarbon aromatik.
Pelicin, pelembab, dan penghalus kulit.
1.0- 15 %

BAB III
PEMBAHASAN

Kulit wajah merupakan bagian yang sensitif, terlebih lagi bagi kaum
wanita yang selalu menginginkan wajahnya terlihat cerah dan tidak berminyak.
Ada banyak hal yang dapat menyebabkan kulit wajah menjadi berminyak,
antara lain mulai dari makanan yang dikonsumsi, kebersihan kulit wajah, serta
produk kecantikan yang tidak cocok. Salah satu cara untuk menghindari
timbulnya kulit berminyak adalah jangan mengkonsumsi garam dan gula
secara berlebihan. Makanan dengan kriteria tersebut merupakan salah satu
faktor pemicu kulit wajah menjadi berminyak. Sedangkan untuk produk
kecantikan sebaiknya pilih yang sesuai dengan kondisi wajah, jangan asal
memilih, dan tergiur oleh harga yang murah. Melakukan perawatan yang tepat
pada kulit wajah juga akan mencegah wajah menjadi berminyak. Namun jika
wajah termasuk kedalam jenis wajah yang berminyak, maka lakukan perawatan
wajah yang benar dan tepat. Bedak adalah salah satu kosmetik yang hampir
tidak bisa dipisahkan dari seorang wanita. Penggunaan bedak dimaksudkan
untuk memberikan kesan yang segar, menutupi warna kulit yang tidak merata
dan mengurangi kesan berminyak pada wajah. Bedak adalah sediaan kosmetika
yang digunakan untuk memulas kulit wajah dengan sentuhan artistik untuk
40

meningkatkan penampilan wajah. Bedak padat adalah sediaan kosmetik berupa


padatan, lembut homogeny, mudah disapukan merata pada kulit dengan spon.
Compact powder adalah lose powder yang dipres menjadi bentuk cake.
Komposisi bahan-bahan pengikat (binder) memperbesar adhesi pada kulit.
Compact powder harus melekat dengan mudah ke powder puff, cdan cake itu
harus cukup padat sehingga tidak pecah dalam kondisi pemakaian biasa. Pada
dasarnya bahan dasar yang terkandung dalam bedak padat adalah identik
dengan yang digunakan dalam bedak tabur. Namun, terdapat dua buah
karakteristik untuk bedak padat yang mana tidak terdapat dalam bedak tabur,
kemampuan mengikat dan mudah lepas. Dasar dari padatan bedak harus dapat
dikempa dengan mudah, kemudian bersatu bersama dan tidak bergelombang
atau retak di bawah kondisi penggunaan yang normal. Untuk mencapai kondisi
ini bahan pengikat dibutuhkan. Bedak padat juga harus memiliki sifat mudah
lepas ketika digosokkan dengan spons bedak; ini harus mudah terlepas kepada
pengguna bedak. Tekanan yang terlalu rendah akan menghasilkan padatan yang
sangat mudah hancur; tekanan yang terlalu besar akan menghasilkan padatan
yang keras yang mana tidak mudah terlepas.
Kulit wajah memiliki tiga jenis kategori, kulit normal, berminyak, dan kering.
Dari masing-masing jenis kulit tersebut memiliki perbedaan dalam cara
perawatannya. Namun yang paling mudah untuk memberikan perawatan
adalah jenis kulit normal, karena bisa bebas memilih setiap jenis make up.
Sedangkan untuk kulit berminyak, merupakan jenis kulit yang paling sulit
untuk dimengerti, dan kesannya juga lebih sensitive, jika tidak berhati-hati
dalam memilih make up akan mengakibatkan wajah tampak kusam dan
menimbulkan jerawat. Menggunakan bedak tabur sebenarnya sangat
disarankan untuk digunakan pada mereka yang memiliki jenis kulit berminyak.
Keunggulan bedak tabur ini adalah karena menimbulkan kesan yang ringan,
sehingga tidak menutupi pori-pori pada wajah. Bedak tabur juga sangat sesuai
untuk jenis kulit yang memiliki kadar minyak berlebih, karena sifatnya yang
ringan lebih memudahkan untuk menyatu dengan kulit. Berbeda dengan bedak
tabur, penggunaan bedak padat pada jenis kulit berminyak hanya akan
memperbesar

resiko

munculnya

jerawat,

sebab

bedak

padat

dapat

41

mengakibatkan pori-pori wajah tertutup, sehiungga ketika produksi minyak


berlebih kotoran dan bakteri akan membaur menjadi satu dan menginfeksi
bagian kulit wajah, sehingga tumpukan kotoran yang telah terkontaminasi oleh
bakteri tersebut menjadi jerawat. Namun seiring dengan kemajuan teknologi
maka pada compact powder, diformulasikan

bebas minyak atau disebut

dengan istilah oily free.

Formula bedak padat atau compact powder untuk kulit berminyak


Berikut ini adalah rancangan formula yang dibuat dan dibandingkan
dengan tiga fromulasi yang diperoleh dari jurnal dan buku bacaan terkait
formulasi pembuatan compact powder untuk kulit berminyak.

JUMLAH
NO.

BAHAN

Base, Filler
Flexibility,
transparency and
glossiness
Grease-resistant and
perspiration-absorbent
properties.
Covering agent
Odor Absorbent
Covering agent
Grease-resistant and
perspiration-absorbent
properties.
Grease-resistant and
perspiration-absorbent
properties.
Binding Agent,
Lubricant

3
4
5
6
7

8
9

ZAT AKTIF
Talkum

F1
31.9

(%)
F2
F3
29.9 39.9

F4
39.2

Sericite (Mica)

15

15

15

15

Kaolin

16

20

10

10

Titanium Dioksida
Magnesium Stearat
Magnesium Karbonat

5
5
5

5
5
5

5
5
5

5
5
5

Kalsium Karbonat

Pati Jagung (Corn


Starch)

Squalane

42

10
11
12
13
14
15
16
17
18
TOTA

Binding Agent,
Lubricant
Binding Agent,
Lubricant
Chemcial Colorant
Chemcial Colorant
Chemcial Colorant
Preservative,
Antibacteria agent
Preservative,
Antibacteria agent
Natural Colorant
Perfume

Dimetikon

Mineral Oil

Red Iron Oxide


Yellow Iron Oxide
Black Iron Oxide

3
3
0.3

3
3
0.3

3
3
0.3

Methyl Paraben

0.2

0.2

0.2

0.2

Propyl Paraben

0.1

0.1

0.1

0.1

0.5

0.5

0.5

0.5

100

100

100

100

Ekstrak Kunyit
(Curcuma domestica
Val.)
Pengharum

Bedak wajah padat atau compact powder adalah jenis bedak yang
berwujud padat karena proses kempa padat dengan tekanan. Bedak jenis ini
digunakan dengan cara mengusapkan spons atau kuas pada bedak. Bedak padat
memiliki tekstur yang agak berat. Biasanya bedak padat sudah ditambahkan
dengan dengan foundation sehingga lebih mudah menempel pada kulit. Jenis
sediaan compact powder sangat digemari oleh kalangan wanita dikarenakan
sangat mudah dalam pemakaiannya dan sangat praktis dalam penggunaanya
jika dibandingkan dengan bedak tabur (loose powder).
Bahan-bahan yang terkandung di dalamnya membuat bedak jenis padat ini
cepat menyerap sekaligus mengurangi minyak. Bentuknya beragam, tidak
mudah tumpah hingga praktis dibawa kemanapun. Perbedaan bedak padat dan
bedak tabur ketika digunakan adalah, bedat padat jauh lebih sempurna
menutupi kekurangan pada wajah, misalnya pori-pori yang sedikit melebar,
warna kulit yang tidak merata dan dengan seketika dapat membantu
mengurangi minyak yang ada pada wajah. Berbeda dengan bedak tabur atau
loose powder

yang tidak bias secara sempurna dalam menutupi pori-pori

wajah, mudah hilang atau luntur karena keringat dan tidak dapat mengurangi

43

kesan berminyak pada wajah. Persyaratan bedak padat biasanya meliputi:


mudah disapukan dengan spon, bebas partikel keras dan tajam, tidak mudah
remuk dan pecah, dan juga tidak mengiritasi.
Pada formulasi pembuatan bedak padat ini atau compact powder untuk
kulit berminyak. Bahan tambahan yang digunakan yang berfungsi sebagai
absorbent penyerap minyak berlebih pada permukaan wajah adalah kalsium
karbonat, kaolin dan pati jagung. Fungsi dari kalsium karbonat yang dipakai
pada formula compact powder ini adalah untuk mengurangi cahaya talkum
dan merupakan pelapis terbaik yang dapat mengabsorbsi parfum dan juga tahan
lemak serta menyerap keringat. Penggunaan kaolin yang dipakai biasanya
harus yang paling cerah. Tidak semua aluminium silikat dapa tdiklasifikasikan
sebagai kaolin, namun 3 kelompok di bawah ini secarakhusus memiliki
formula yang sama ( Al2O3.2SiO2.2H2O) dan dapatdisebut kaolin : nacrite,
dickite, dan kaolinite.Nacrite, dickite dan kaolinite adalah kaoli yang
paling banyak dipakai. Bedak wajah pada umumnya hanya menggunakan 25%
kaolin dan tidak lebih. Pemilihan bahan pati jagung karena bahan ini sering
digunakan dalam face powders. Bahan ini dianggap dapat memberikan sifat
peach likepada wajah. Karena partikel sperisnya memberikan rasa lembut
pada kulit. Bahan ini memiliki sifat absorpsi danmemiliki sifat menutupi yang
baik. Dengan penambahan air dapat menjadi cake, dan menempel pada wajah,
memberikan tampilan yang kurang menyenangkan. Bahan ini juga dapat
menjadi lengket. Pati beras juga sering digunakan dan memiliki sifat yang
sama pada pati jagung. Pati singkong juga dapat memberikan kelembutan pada
produk. Penggunaan dari amilum telah memberikan masalah mudahnya
terdekomposisi oleh bakteri, karena mengandung nutrisi yang cocok untuk
bakteri. Sifat mencerahkan dan menjerap adalah yang diberikan dari amilum
yang dimamana sekarang juga dapat diberikan oleh kalsium karbonat dan
senyawa lain dalam formula bedak wajah. Penggunaan bahan tambahan ini
magnesium stearat karena bahan ini yang paling banyak digunakan . Khusus
pada bedak wajah, bahan baku stearat harus memiliki kualitas yang baik. Hal
ini dimaksudkan untuk mencegah keasaman dan bau yang tak sedap.Kedua
logam ini bersifat anti air. Sebagai catatan, pada penggunaan yang berlebihan
44

dapat menyebabkan noda dan efek jerawat pada kulit. Kemudian pemakaian
bahan titanium dioksida apabila zat ini digunakan secara berlebihan maka kulit
wajah akan menjadi kering. Sedangkan jika terlalu sedikit akan membuat
bedak tidak bisa menempel pada tubuh. Titanium dioksida, merupakan bahan
campuran untuk pewarnaan (warna putih) pada produk perawatan kulit seperti
sunscreen, bahan makanan, obat-obatan, dan pasta gigi. Merupakan bahan yang
lebih reaktif dibandingkan zinc oxide dan sangat kuat kemampuannya untuk
memantulkan cahaya matahari, sehingga bila kulit kita terpapar sinar matahari
maka akan dipantulkan kembali sehingga cahaya tidak menembus dan merusak
kulit.
Bahan pengikat yang dipakai pada formula satu adalah dimetikon, pada
formula kedua adalah mineral oil atau parafin liquidum, pada formula ketiga
menggunakan squalane, dan pada formula yang keempat memakai perpaduan
antara dimetikon dan squalane. Penggunaa dimetikon dan squalane pada
formula keempat diharapkan dapat mengikat bahan pewarna alami yang
dipakai dan diharapkan konsitenti dari kepadatan sediaan tetap terjaga.
Squalane adalah bentuk stabil dari squalene, yang dapat memiliki reaksi yang
tidak diinginkan untuk beberapa senyawa. Kedua minyak dapat diekstraksi dari
minyak nabati atau hati ikan hiu sumber seperti minyak zaitun.Squalane
menyerap perlahan melalui kulit dan, menurut Maret 1982 edisi International
Journal of Toxicology, itu bukan iritan kulit atau sensitizer. Squalane adalah
pelumas alami dan penghalang kulit yang membantu melindungi kulit dan
mencegah hilangnya kelembaban. Ini juga memiliki efisiensi penetrasi yang
tinggi yang membuat sistem transportasi yang sangat baik yang membantu
kulit menyerap bahan-bahan lain. Dimetikon yang dipakai adalah golongan
Phenyl Trimethicone yang merupakan cairan silikon yang berwarna digunakan
untuk kosmetik dan perawatan rambut, mudah diemulsikan (proses agar air dan
bahan minyak dapat bercampur), tahan air dan menunjang kerja SPF untuk
sunscreens. Tidak berminyak, dan mengikuti sifat alamiah kulit, melembutkan,
menampilkan kulit kemilau dan mampu mengatur kelembaban yang lebih baik
menimbulkan permukaan yang halus pada kulit, serta tahan panas, anti
keringat, anti pemutih yang digunakan pada formula 1 dan 4. Sehingga pada
45

formula 4 diharapkan kombinasi dari squalane dan dimetikon dapat


memebarikan efek sinergis pada formulasi sediaan bedak padat

Bahan

pewarna adalah bahan atau campuran yang digunakan untuk memberi dan atau
memperbaiki warna pada kosmetik. Zat pewarna alami adalah zat warna
(pigmen) yang diperoleh dari tumbuhan, hewan, atau dari sumber-sumber
mineral. Untuk zat warna alami tumbuhan, bentuk dan kadarnya berbeda-beda,
dipengaruhi oleh factor jenis tumbuhan, iklim, tanah, umur, dan faktor-faktor
lainnya. Keuntungan dalam penggunaan pewarna alami adalah tidak adanya
efek samping bagi kesehatan kulit. Namun penggunaan zat pewarna alami
dibandingkan zat pewarna sintesis memiliki sedikit kekurangan, diantaranya
adalah : sering memberi warna khas yang tidak diinginkan, kosentrasi pigmen
rendah, stabilitas pigmen rendah, keseragaman warna kurang baik, speltrum
pewarna tidak seluas pewarna sintesis, pewarna alami mudah mengalami
degradasi atau pemudaran pada saat diolah atau disimpan.
Pada formula sediaan compact powder yang memakai bahan pewarna
alami adalah dengan memanfaatkan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.)
yang diolah menjadi pewarna alami dalam bentuk serbuk kering rhizome
(tumerik) kunyit yang termasuk jenis kurkumin alami. Zat warna kurkuminoid
yang merupakan suatu senyawa diarilheptanoid 3-4% yang terdiri dari
curcumin, dihidrokurkumin, desmetoksikurkumin dan bisdesmetoksikurkumin.
Curcumin

(1,7-bis(4

hidroksi-3

metoksifenil)-1,6

heptadien,

3,5-dion

merupakan komponen penting yang memberikan warna kuning yang khas.


Curcumin termasuk golongan senyawa polifenol dengan struktur kimia mirip
asam ferulat yang banyak digunakan sebagai penguat rasa pada industri
makanan. Serbuk kering rhizome (turmerik) mengandung 3-5% Curcumin dan
dua senyawa derivatnya dalam jumlah yang kecil yaitu desmetoksi kurkumin
dan

bisdesmetoksikurkumin,

yang

ketiganya

sering

disebut

sebagai

kurkuminoid. Curcumin tidak larut dalam air tetapi larut dalam etanol atau
dimetilsulfoksida (DMSO). Degradasi curcumin tergantung pada pH dan
berlangsung lebih cepat pada kondisi netral-basa. Kemampuan suatu pewarna
untuk merubah jaringan spesifik ditentukan oleh faktor-faktor tertentu, salah
satunya adalah keasaman zat warna. Struktur asam akan terwarnai oleh
46

pewarna basa, sementara struktur basa akan terwarnai oleh pewarna asam. Jika
kunyit dicelupkan kedalam larutan yang bersifat basa, maka warna kunyit akan
berubah menjadi warna merah. Trayek pH kunyit adalah sebagai berikut : pH
0-7 pada kondisi asam akan berwarna kuning tua, pH 7-8,2 pada kondisi netral
akan berwarna kuning terang, pH 8,2-12,0 pada kondisi basa akan berwarna
merah. Pemilihan bahan pengawet yang dipakai yaitu methyl paraben dan
propyl paraben bahan yang sering digunakan dalam produk kosmetik dan
makanan berfungsi sebagai antiseptik karena dapat mencegah pertumbuhan
bakteri dan jamur sehingga dapat mempertahankan kondisi bahan makanan dan
kosmetik dari mikroorganisme yang dapat merusak.

BAB V
KESIMPULAN

1. Dari makalah ini ada beberapa hal yang dapat ditarik kesimpulan,
yaitu :
a. Bedak padat adalah sediaan kosmetika berupa padatan lembut homogen,
mudah disapukan merata pada kulit dengan spon. Bahan-bahannya terdiri dari :
bahan dasar (pengisi), bahan absorben, bahan pelicin, bahan pewarna, bahan
pengharum, bahan pengikat, bahan translusen dan bahan pengawet.
b. Serbuk kering rhizome (tumerik) kunyit (Curcuma domestica Val.) dapat
dimanfaatkan sebagai bahan dasar pewarna alami pada sediaan compact
powder (bedak padat) yang berwarna kuning yang khas karena mengandung 35% curcumin dan dua senyawa derivatnya dalam jumlah kecil yaitu desmetoksi
kurkumin dan bisdemetoksikurkumin, yang ketiganya sering disebut sebagai
kurkuminoid.
2. Sifat dan fungsi bedak :

47

a. Memberikan kesan halus dan licin pada wajah serta menutupi bagianbagian kurang menarik pada wajah.
b.

Memberikan kesan lembab dan berlemak akibat adanya hasil ekskresi


kulit dan dari kosmetik yang digunakan dengan derajat opasitas bedak
bervariasi dari warna putih sampai warna kulit.

c. Ditambahkan pembawa yang dapat mengabsorpsi pewangi serta


mempunyai kemampuan menutup wajah pada area yang luas.
3. Metode pembuatan bedak padat diantaranya meliputi :
a. Proses kempa basah
b. Proses kempa lembab
c. Proses kempa kering

4. Karakeristik bedak padat


Adapun demikian bedak padat (compact powder) untuk kulit berminyak harus
memiliki ciri ciri sebagai berikut:
1. Covering powder; kemampuan menutupi cacat pada kulit seperti kulit
berkilau, pori-pori yang membesar, dan cacat kulit yang kecil yang dapat
membuat kulit tidak sempurna.
2. Slip; kemampuan dari penyebarannya diatas kulit tanpa memaksa dan
memberikan sensasi halus yang dapat menggunakan tiupan atau sikat.
3. Adhesiveness; kemampuan untuk dapat melekat pada kulit dan tidak
menghilang dalam waktu yang singkat untuk menghindari pemakaian
kembali.
4. Absorbansy; kemampuan mengabsorbsi hasil sekresi kulit (keringat dan
minyak) tanpa menunjukan tanda tanda adanya penyerapan.
5. Bloom; kemampuan memberikan hasil akhir berupa sensasi beludru dan
menyerupai buah persik.
6. Konsistensi dari bedak yang memberikan efek seperti badut haruslah tidak
terjadi. Penampilannya harus transparan.
5. Metode pembuatan bedak padat diantaranya meliputi :
1. Proses kempa basah

48

2. Proses kempa lembab


4. Proses kempa kering
6. Evaluasi sediaan bedak padat diantaranya meliputi :
1. Shade control and lighting
2. Dispersi warna
3. Pay off
4. Uji Tekanan
5. Tes keretakan

DAFTAR PUSTAKA
1. Universitas Bangka Belitubg. Kunyit (Curcuma domestica)
Tersedia
:http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=KUNYIT
%20%28CURCUMA%20DOMESTICA%29&&nomorurut_artikel=45.
Diakses pada 1 Juni 2016.
2. Muliyawan, D. dan Suriana, N. A-Z Tentang Kosmetik. Penerbit PT
Eleksmedia Komputindo. Jakarta. 2002
3. Tranggono, RI, dan Latifah, F. Buku Pengantar Ilmu Pengetahuan
Kosmetik. PT. Gramedia. Jakarta. 2007.
4. Goeser,
AL.
Kulit,
Rambut
dan
Kuku.
Tersedia
:
http://lyrawati.files.wordpress.com/2008/07/kulit-rambut-kuku-goeseryohan.pdf. Diakses pada 1 Juni 2016.
5. Administrator. Bahan yang dapat digunakan untuk pewarna alami .
Tersedia :https://arteducationx.wordpress.com/2010/01/13/37/. Diakses 1
Juni 2016.
6. Jonh. Pouchers. Perfumes, Cosmetics and Soaps .Kluer Academic
Publishers. USA. 2000.
7. Aurel.
Teknologi
Kosmetik
Bedak
(Makalah).Tersedia
http://pharmacyaurel.blogspot.com/2010/06/teknologi-kosmetikbedak.html. Diakses pada 1 Juni 2016.

49

8. Formulation and Evaluation of Various Cosmetic And Dental.


Tersedi:http://pharmaquest.weebly.com/uploads/9/9/4/2/9942916/formula
tion__evaluation_of_cosmetic_pdts.pdf. Diakses pada 1 Juni 2016.
9. Moisturizing Pressed Powder. SUNJIN Formulation_SJF-1106 Ver. 1.0.
2011. Tersedia :http://sunjinchem.co.kr/eng/ cosmetics/cosmetics.pdf.
Diakses 1 Juni 2016.
10. Flick, E W. Cosmetic & Toiletry Formulation 2nd Edition, Vol. 8. New
York, USA. Noyest Publication. 2001
11. Pressed Powder: Cold Processing. Dow Corning Company. 2002.
Tersedia :http:// www. dowcorning. com/ content/ publishedlit/
FORMUL_00141.pdf. Diakses pada 1 Juni 2016.
12. Rowe, R.C., Sheckey, P.J., and Quinn, M.E., 2009. Handbook of
Pharmaceutical Excipients. Sixth Edition. Pharmaceutical Press and
American Pharmacists Association. London.

50