Anda di halaman 1dari 11

PEMASANGAN VENTILATOR

TUGAS PERBAIKAN LAB SISTEM II

Oleh:
Wida Ningsih
12.20.037
S1 4A

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KEPANJEN
PEMKAB MALANG
TA 2016

Standar Prosedure Operasional pemasangan ventilator

Nama

Nim

Jurusan

:
VARIABEL YANG DINILAI
0

Pengertian
Memberikan bantuan pernafasan dengan menggunakan alat bantu
pernafasan
Tujuan
1. Membantu pertukaran gas kardiopulmonal (Ventilasi alveolar dan
2.

oksigenisasi arterial)
Meningkatkan volume paru ( meningkatkan akhir ekspirasi paru

dan kapasitas residual fungsional)


3. Menurunkan work of breathing
4. Perbaikan hipoxemia dan asidosis respiratori akut
5. Mengatasi respiratori distress
6. Mencegah dan merubah atelektasis
7. Mengembalikan keadaan kelelahan otot nafas
8. Keadaan yang memerlukan sedasi atau blokade neuromuscular
9. Menurunkan sistemik atau myocardial oxygen consumtion
10. Menurunkan tekanan intrakranial dan
11. Stabilisasi tulang dada
Persiapan Alat :
1. Main unit ventilator
2. Set tubing ventilator
3. Humidifier
4. Test lung
5. Aquadest steril
6. Ambu bag

NILAI
1

7. Emergency Trolley
Persiapan Lingkungan
Ciptakan lingkungan aman dan nyaman serta menjaga privacy pasien
Persiapan Pasien
1.
2.
3.
4.
5.

Memberikan salam
Menyebut / menanyakan nama pasien
Engenalkan diri dan instansi
Menjelaskan tujuan dan procedure tindakan
Menanyakan persetujuan dan kesiapan pasien sebelum melakukan

tindakan
6. Membawa dan meletakkan alat di dekat pasien
7. Pasien sudah terintubasi
Prosedure
I.

Pre check dan Pre setting


1.

Cek apakah ventilator sudah dibersihkan dan sirkuit sudah


disterilkan.

2.

Set Mode ventilator sebagai berikut :


Mode : VOL. CONTROL
Lower Alarm EXPIRED MINUTE VOL. 0 upper alarm 40
Lower Alarm O2 : 20, upper alarm : 100
TRIG. SENSITIVITY : -20
UPPER PRESS LIMIT : 80
PEEP : 0
INSP. PRESS. LEVEL : 0
Range Scale pada posisi ADULTS

3.

Yakinkan EXPIRED MINUTE VOLUME dan AIRWAY


PRESSURE meter pada posisi 0

II.

Pemasangan

1.

Pasang set tubing ventilator, humidifier, test lung.

2.

Sambungkan ventilator ke sumber listrik

3.

Set tombol utama di belakang ventilator dengan cara menarik


dulu baru menekan ke atas.

4.

Yakinkan indicator lampu hijau menyala.

5.

Yakinkan EXPIRED MINUTE VOLUME dan AIRWAY


PRESSURE pada posisi 0

6.

Yakinkan GAS SUPPLY ALARM aktif ( lampu merah


menyala )

7.

Yakinkan SET. MIN. VOL. ALARM & SET O 2 ALARM


lampu menyala

8.

Hubungkan selang O2 ke konektor O2 sentral

9.

Hubungkan selang pressure air ke konektor sentral.


a.
b.

Set WORKING PRESSURE normal : 60 cm H2O


Set PRESET INSP. MIN. VOL. Pada 7,5 L/menit,
constant flow, BREATHS/MIN 10, INSP.TIME 25 % dan
PAUSE TIME 30%.

c.
d.

Tutup Y-piece/servo humidifier


Yakinkan AIR PRESSURE meter menunjukkan nilai
yang sama selama inspirasi dan saat berhenti dengan
WORKING PRESSURE, yaitu 60 cm H2O

10. Cek UPPER PRESS. LIMIT alarm dengan cara :


a.

Set mode VOL. CONTROL

b.

Tutup Y-piece/servo humidifier

c.

Putar tombol UPPER PRESS LIMIT ke 55 cmH2O,


yakinkan inspirasi berhenti dan alarm menyala.

d.

Kembalikan lagi tombol ke 80 cmH2O

11. Cek MINUTE VOLUME


a.

Set frekuensi nafas ( BREATHS/MIN )pada 20 x/menit

b.

Pasang test lung

c.

Set tombol parameter pada posisi EXP. MIN. VOL. L/Min

d.

Lihat pada display, EXPIRED MINUTE VOLUME meter


akan terbaca 7,5 0,5 l/menit setelah beberapa menit.

12. Cek MINUTE VOLUME alarm


a.

Pada Lower alarm limit : Putar tombol LOWER ALARM


LIMIT pada 7,5 l/menit, yakinkan alarm akan menyala pada
kisaran 7,5 0,5 l/menit
Pada Upper Alarm Limit : Putar tombol UPPER ALARM
LIMIT pada 7,5 l/menit, yakinkan alarm akan menyala pada
kisaran 7,5 0,5 l/menit

13. O2 alarm
a.

Set tombol parameter pada O2 CONC. %

b.

Set mixer O2 pada 40% sehingga terbaca pada display

c.

Putar tombol LOWER ALARM LIMIT searah jarum jam ,


yakinkan alarm menyala pada kisaran 36 44 %, lalu putar
kembali ke 18%

d.

Putar tombol UPPER ALARM LIMIT berlawanan arah


jarum jam, yakinkan alarm akan menyala pada kisaran 3640%, lalu putar kembali ke 100%.

14. APNEU ALARM


a.
b.

Set mode CPAP


Alarm akan menyala setelah 15 detik setelah mode
diubah

15. Digital Display


a.

Set tombol parameter pada BREATHS/MIN

b.

Nilai akan terbaca pada display sesuai dengan nilai yang di


set pada tombol BREATHS/MIN

16. Cek PRESSURE LEVEL


a.

Set mode pada PRESS. CONTR.

b.

Set BREATHS/Min pada nilai paling rendah

c.

Set PEEP pada + 10 cmH2O

d.

Set INSP. PRESS. LEVEL pada + 10 cmH2O

e.

Yakinkan nilai yang terbaca pada AIRWAY PRESSURE


meter pada kisaran +20 2 cmH2O.

f.

Kembalikan posisi PEEP dan INSP.PRESS. LEVEL pada


0

g.

Kembalikan set mode ke VOL. CONTR,

17. Set mode sesuai kebutuhan dan kondisi pasien ( sesuai indikasi )
18. Sambungkan ke pasien melalui ETT
III.

Mode Ventilator
A. VOLUME CONTROL atau VOL. CONTR. + SIGH
1.

Set WORKING PRESSURE pada 60

2.

Set mode VOL. CONTR. Atau VOL. CONTR. + SIGH

3.

Set MINUTE VOLUME : 5-10 cc/kg BB x RR

4.

Set kurva aliran flow inspirasi

5.

Set frekuensi nafas BREATHS/MIN : 12 20x/menit

6.

Set INSP. TIME % :25 %

7.

Set PAUSE TIME % : 10 %

8.

Set Mixer O2 : 35 100 %

9.

Set O2 LOWER ALARM LIMIT : 10 % O2 conc. dan


UPPER ALARM LIMIT O2 CONC.% : + 10 % dari O2
Conc.

10. Set parameter selector


11. Set PEEP 5 15 cmH2O
12. Set UPPER PRESS.LIMIT untuk AIRWAY PRESSURE
13. Set TRIG. SENSITIVITY 2 s/d 20
14. Set skala INFANTS/ADULTS
15. Sambungkan ke pasien dan cek

pergerakan dada pasien sesuai dengan respirasi rate


yang diset

tidal volume pada display

AIRWAY PRESSURE meter


16. Set LOWER ALARM LIMIT : 10 % MINUTE VOL dan
UPPER ALARM LIMIT : + 10 % MINUTE Vol. untuk
EXPIRED MINUTE VOLUME
B. PRESS. CONTR.
1.

Set WORKING PRESSURE : 60

2.

Set mode PRESS. CONTR.

3.

Set BREATHS/MIn

4.

Set INSP. TIME %

5.

Set PAUSE TIME %

6.

Set Mixer O2

7.

Set O2 LOWER ALARM LIMIT dan UPPER ALARM


LIMIT O2 CONC.

8.

Set parameter selector

9.

Set INSP. PRESS LEVEL

10. Set PEEP


11. set UPPER PRESS.LIMIT untuk AIRWAY PRESSURE
12. Set TRIG. SENSITIVITY
13. Set skala INFANTS/ADULTS
14. Sambungkan ke pasien dan sesuaikan INSP. PRESS
LEVEL sehingga tidal volume pasien terpenuhi
15. Set LOWER ALARM LIMIT dan UPPER ALARM
LIMIT untuk EXPIRED MINUTE VOLUME
C. PRESS. SUPPORT
1.

Set WORKING PRESSURE

2.

Set mode PRESS. SUPPORT

3.

Set BREATHS/MIN

4.

Set Mixer O2

5.

Set O2 LOWER ALARM LIMIT dan UPPER ALARM


LIMIT O2 CONC

6.

Set parameter selector

7.

Set INSP. PRESS LEVEL

8.

Set PEEP

9.

set UPPER PRESS.LIMIT untuk AIRWAY PRESSURE

10. Set TRIG. SENSITIVITY


11. Set skala INFANTS/ADULTS
12. Sambungkan ke pasien dan cek pasien dapat men-trigger
ventilator, sesuaikan INSP. PRESS LEVEL sehingga tidal
volume terpenuhi
13. Set LOWER ALARM LIMIT dan UPPER ALARM
LIMIT untuk EXPIRED MINUTE VOLUME
D. SIMV
1.

Set WORKING PRESSURE pada 60

2.

Set mode SIMV

3.

Set frekuensi nafas, LOW RATE/HIGH RATE

4.

Set SIMV BREATHS/MIN

5.

Set PRESET INSP. MIN. VOL. L/m

6.

Set Respirasi rate BREATHS/MIN

7.

Set INSP. TIME %

8.

Set PAUSE TIME %

9.

Set mixer O2

10. Set LOWER ALARM LIMIT dan UPPER ALARM LIMIT


O2 CONC.%
11. Set parameter
12. Set PEEP

13. Set UPPER PRESS. LIMIT untuk AIRWAY PRESSURE


14. Set TRIG. SENSITIVITY
15. Set skala INFANTS/ADULTS
16. Sambungkan ke pasien
17. Set LOWER ALARM LIMIT dan UPPER ALARM LIMIT
untuk EXPIRED MINUTE VOLUME.
E. SIMV + PRESS. SUPPORT
1.

Set WORKING PRESSURE pada 60

2.

Set mode SIMV + PRESS SUPPORT

3.

Set frekuensi nafas, LOW RATE/HIGH RATE

4.

Set SIMV BREATHS/MIN

5.

Set PRESET INSP. MIN. VOL. L/m

6.

Set Respirasi rate BREATHS/MIN

7.

Set INSP. TIME %

8.

Set PAUSE TIME %

9.

Set mixer O2

10. Set LOWER ALARM LIMIT dan UPPER ALARM LIMIT


O2 CONC.%
11. Set parameter
12. Set INSP. PRESS. LEVEL
13. Set PEEP
14. Set UPPER PRESS. LIMIT untuk AIRWAY PRESSURE
15. Set TRIG. SENSITIVITY
16. Set skala INFANTS/ADULTS
17. Sambungkan ke pasien
18. Set LOWER ALARM LIMIT dan UPPER ALARM LIMIT
untuk EXPIRED MINUTE VOLUME
F. SPONTANEUS VENTILATION ( CPAP )

1.

Set WORKING PRESSURE

2.

Set mode CPAP

3.

Set Mixer O2

4.

Set LOWER ALARM LIMIT dan UPPER ALARM


LIMIT O2 CONC.%

5.

Set parameter

6.

Set PEEP

7.

Set UPPER PRESS. LIMIT untuk AIRWAY PRESSURE

8.

Set TRIG. SENSITIVITY

9.

Set skala INFANTS/ADULTS

10. Sambungkan ke pasien


11. Set LOWER ALARM LIMIT dan UPPER ALARM LIMIT
untuk EXPIRED MINUTE VOLUME
G. MANUAL VENTILATION ( MAN )
1.

Set WORKING PRESSURE

2.

Set mode MAN

3.

Set Mixer O2

4.

Set LOWER ALARM LIMIT dan UPPER ALARM


LIMIT O2 CONC.%

5.

Set parameter

6.

Set Katup Manual Ventilation pada MAN

7.

Set PRESET INSP. MIN. VOL. L/m

8.

Set PEEP

9.

Set skala INFANTS/ADULTS

10. Sambungkan ke pasien


11. Set LOWER ALARM LIMIT dan UPPER ALARM LIMIT
untuk EXPIRED MINUTE VOLUME

Keterangan :
0 = tidak dilakukan
1 = dilakukan tetapi tidak sempurna
2 = dilakukan dengan sempurna