Anda di halaman 1dari 2

DEMAM TYPHOID

PUSKESMAS
AIK DAREK
1.Pengertian

2.Tujuan
3.Kebijakan

4.Referensi
5.Prosedur

SO
P

No. Dokumen
No. Revisi
Tgl. Mulai Berlaku
Halaman

:
:
:
:

Ditetapkan Oleh : Kepala


Puskesmas Aik Darek

NURIDAN,S.Kep
NIP.19671231199001101

Suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman typhoid


Sebagai penerapan langkah-langkah dalam melakukan diagnosa dan terapi
kasus demam typhoid
1. Kebijakan Kepala Puskesmas Aik Darek nomor 003/PKM-M/Kep/2015
tentang Jenis-jenis Pelayanan yang Ada di Puskesmas
2. Kebijakan Kepala Puskesmas Aik Darek nomor 004/PKM-M/Kep/2015
tentang Penetapan Penanggung Jawab dan Petugas UKP di Puskesmas Aik
Darek
Permenkes No 5 tahun 2014
1. Anamnesa
1.1 Menanyakan apakah ada panas, berapa lama dan bagaimana
pola panas
1.2 Menanyakan apakah keluhan sakit kepala (pusing-pusing) yang
sering dirasakan di area frontal, nyeri otot, pegal-pegal
1.3 Menanyakan apakah ada insomnia, anoreksia dan mual muntah.
Selain itu, keluhan dapat pula disertai gangguan
1.4 Menanyakan apakah ada gangguan gastrointestinal berupa
konstipasi dan meteorismus atau diare, nyeri abdomen dan BAB
berdarah.
1.5 Menanyakan apakah terjadi kejang demam pada anak-anak
2. Pemeriksaan Klinis
2.1 Suhu tinggi.
2.2 Bau mulut karena demam lama.
2.3 Bibir kering dan kadang pecah-pecah.
2.4 Lidah kotor dan ditutup selaput putih (coated tongue), jarang
ditemukan pada anak.
2.5 Ujung dan tepi lidah kemerahan dan tremor.
2.6 Nyeri tekan regio epigastrik (nyeri ulu hati).
2.7 Hepatosplenomegali.
2.8 Bradikardia relatif (peningkatan suhu tubuh yang tidak diikuti oleh
peningkatan frekuensi nadi).
2.9 Penurunan kesadaran ringan
3. Pemeriksaan Penunjang
3.1 Darah perifer lengkap berupa leukopeni (<5000 per mm3), limfositosis
relatif, monositosis, aneosinofilia dan trombositopenia ringan
3.2 Pemeriksaan serologi Widal dengan titer O 1/320 diduga kuat
diagnosisnya adalah demam tifoid.
4. Diagnosa
4.1 Demam Thypoid
5. Diagnosa Banding
5.1 Demam berdarah dengue.
5.2 Malaria.
5.3 Leptospirosis
6. Terapi
6.1 Terapi suportif dapat dilakukan dengan:
1. Istirahat tirah baring dan mengatur tahapan mobilisasi.
2. Diet tinggi kalori dan tinggi protein.
3. Konsumsi obat-obatan secara rutin dan tuntas.
4. Kontrol dan monitor tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu,
kesadaran), kemudian dicatat dengan baik di rekam medik pasien.
6.2

Terapi simptomatik untuk menurunkan demam (antipiretik) dan


mengurangi keluhan gastrointestinal.

6.3 Terapi definitif dengan pemberian antibiotik. Antibiotik lini pertama


untuk demam tifoid adalah kloramfenikol (4x500mg selama 10 hari),
ampisilin atau amoksisilin (3x500mg selama 10 hari- aman untuk
penderita yang sedang hamil), atau trimetroprim-sulfametoxazole
kotrimoksazol( 2x960mg selama 7-10 hari).
6.4 Memberikan edukasi mengenai pengobatan dan perawatan,diet,
pentahapan mobilisasi, serta tanda-tanda kegawatan
6.5 Pemberian rujukan dengan kriteria
a. Telah mendapat terapi selama 5 hari namun belum tampak
perbaikan.
b. Demam tifoid dengan tanda-tanda kedaruratan
c. Demam tifoid dengan tanda-tanda komplikasi dan fasilitas tidak
mencukupi
6.Unit Terkait
7.Dokumen
Terkait

Loket, laboratorium dan apotik.


-