Anda di halaman 1dari 27

PERCOBAAN II

TOKEN RING
2.1 Tujuan
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mendemontrasikan jaringn
token ring. Simulasi pada lab ini akan membantu untuk mengetahui performa
dari jaringan token ring dalam skenario yang berbeda.
2.2 Peralatan
1. PC Desktop
2. Software Riverbed Modeler Academic Edition / OPNET Modeler 14.5
2.3

Dasar Teori

2.3.1. Pengertian topologi jaringan


Topologi pada dasarnya adalah peta dari sebuah jaringan.Topologi
jaringan terbagi lagi menjadi dua, yaitu topologi secara fisik (physical
topology) dan topologi secara logika (logical topology).Topologi secara fisik
menjelaskan bagaimana susunan dari kabel dan komputer dan lokasi dari semua
komponen jaringan.Sedangkan topologi secara logika menetapkan bagaimana
informasi atau aliran data dalam jaringan.
Kabel atau koneksi dalam physical topology seringkali mengenai media
jaringan (atau media fisik). Memilih bagaimana komputer-komputer akan
dihubungkan

dalam suatu jaringan sangat penting (terlebih lagi dalam

jaringan perusahaan). Pemilihan topologi yang salah akan membuat sangat


sulit untuk membenarkannya, karena hal tersebut tentu saja merugikan.
Sangat penting untuk memilih bagaimana topologi yang tepat untuk jaringan
yang akan digunakan. Biasanya suatu organisasi atau perusahaan merubah
susunan fisik dan media fisik jaringannya sekali dalam sepuluh tahun.Jadi
sangat penting untuk memilih konfigurasi yang tepat.

2.3.2. Jenis-jenis topologi jaringan


Berikut ini dijelaskan topologi yang paling umum digunakan:
1. Topologi bus
Topologi bus seringkali digunakan ketika jaringannya berukuran kecil,
simpel,

atau bersifat sementara.Sangat sederhana dalam instalasi, dan

ekonomis dalam hal biaya.

Gambar 2.1.Topologi bus

Tipikal dari jaringan bus, kabel hanya satu atau lebih wires, tanpa
adanya alat tambahan yang menguatkan sinyal atau melewatkannya terus
dari komputer ke komputer. Topologi bus merupakan topologi yang pasif.
Ketika satu komputer mengirim sinyal up (dan down), semua komputer
dalam jaringan menerima informasi, tetapi hanya satu komputer yang
menyetujui informasi tersebut (komputer yang memiliki alamat yang sama
dengan alamat yang menjadi tujuan dalam pesan). Sedangkan komputer
yang lainnya akan menghiraukan pesan tersebut. Topologi dari jaringan
bus menggunakan broadcast channel yang berarti setiap komputer atau
peralatan yang terhubung dapat mendengar setiap pengiriman dan semuanya
memiliki

prioritas yang sama dalam menggunakan jaringan untuk

mengirimkan data.

Analoginya sebagai berikut bila berada disatu tempat dimana Anda


berkumpul dengan teman-teman Anda, lalu Anda mencoba memanggil
teman Anda yang bernama Joe, pasti teman Anda (yang bernama Joe)
akan mendengar dan menghampiri Anda,

dan yang lain tentu akan

menghiraukannya.
A. Keuntungan dari penggunaan topologi bus
Terdapat beberapa keuntungan dari penggunaan topologi bus:
1. Bus adalah topologi yang sederhana, dapat diandalkan untuk
penggunaan pada
2. jaringan yang kecil, mudah untuk digunakan, dan mudah untuk
dimengerti.
3. Bus hanya membutuhkan kabel dalam jumlah yang sedikit untuk
menghubungkan komputer-komputer atau peralatan-peralatan yang
lain

dan oleh karena itu biayanya lebih murah dibandingkan

dengan susunan pengkabelan yang lain.


4. Cukup mudah apabila kita ingin memperluas jaringan pada topologi
bus. Dua kabel dapat digabungkan pada kabel yang lebih panjang
dengan menggunakan BNC barrel connector, membuat kabel
menjadi lebih panjang dan membolehkan komputerkomputer lain
untuk untuk dihubungkan ke dalam jaringan.
5. Sebuah repeater dapat digunakan untuk memperluas jaringan,
repeater

digunakan untuk menguatkan sinyal sehingga dapat

menempuh jarak yang lebih jauh.


B. Kerugian dari penggunaan topologi bus
Kerugian jika menggunakan bus:
1. Traffic (lalu lintas) yang padat akan sangat memperlambat bus.
Karena setiap komputer dapat mengirim setiap waktu dan komputerkomputer yang ada pada jaringan bus tidak saling berkoordinasi satu
sama lain dalam

menyediakan waktu untuk mengirim. Dalam

jaringan bus sejumlah komputer akan menghabiskan sejumlah


bandwidth

(kapasitas

untuk

mengirimkan

informasi)

dengan

komputer-komputer yang saling mengganggu satu sama lain


daripada berkomunikasi. Masalah tersebut akan bertambah parah
jika jumlah komputer

yang dihubungkan ke dalam jaringan

bertambah banyak.
2. Setiap barrel connector yang digunakan sebagai penghubung
memperlemah sinyal elektrik yang dikirimkan, dan kebanyakan akan
menghalangi sinyal untuk dapat diterima dengan benar.
3. Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada bus. Apabila ada
kabel yang putus atau komputer yang tidak berfungsi dimanapun
antara dua komputer akan

menyebabkan

komputer-komputer

tersebut tidak dapat berkomunikasi satu sama lain. Putusnya kabel


atau lepasnya konektor akan menyebabkan

pemantulan

dan

membuat jaringan akan mati dan berhenti untuk beraktivitas.


Untuk mengetahui putusnya kabel atau tidak, digunakan alat yang
bernama Time Domain Reflector yang juga disebut cable tester.
4. Lebih lambat dibandingkan dengan topologi yang lain.
2. Topologi bintang (star)
Dalam topologi star, semua kabel dihubungkan dari komputerkomputer ke lokasi pusat (central location), dimana semuanya terhubung
ke suatu alat yang dinamakan hub.

Gambar 2.2. Topologi Star

Topologi star digunakan dalam jaringan yang padat, ketika endpoint


dapat dicapai langsung dari lokasi pusat, kebutuhan untuk perluasan jaringan,
dan membutuhkan kehandalan yang tinggi. Topologi ini merupakan susunan
yang menggunakan lebih banyak kabel daripada bus dan karena semua
komputer dan perangkat terhubung ke central point. Jadi bila ada salah satu
komputer atau perangkat

yang mengalami kerusakan maka tidak akan

mempengaruhi yang lainnya (jaringan).


Setiap komputer dalam jaringan bintang berkomunikasi dengan central
hub yang mengirimkan kembali pesan ke semua komputer (dalam broadcast
star network) atau hanya ke komputer yang dituju (dalam switched star
network).Hub dalam broadcast star network dapat menjadi aktif ataupun pasif.
Active hub memperbaharui sinyal elektrik yang diterima dan mengirimkannya
ke semua komputer yang terhubung ke hub.Hub tipe tersebut sering disebut juga
dengan multiport repeater. Jika kita menggunakan hub memiliki 32 port,
dengan seluruh port terisi, maka collision akan sering terjadi yang akan
mengakibatkan kinerja jaringan menurun. Untuk menghindari hal tersebut kita
bisa menggunakan switch yang memiliki kemampuan untuk menentukan jalur
tujuan data. Active hub dan switchmembutuhkan tenaga listrik untuk
menjalankannya. Pasisive hub, seperti wiring panel atau blokpunch-down,
hanya berfungsi sebagai titik koneksi (connection point) dan tidak melakukan
penguatan sinyal atau memperbaharui sinyal. Passive hub tidak membutuhkan

tenaga listrik untuk menjalankannya.


A. Keuntungan dari penggunaan topologi star
Keuntungan dari penggunaan topologi star:
1. Cukup mudah untuk mengubah dan menambah komputer ke
dalam jaringan yang menggunakan topologi star tanpa
mengganggu aktvitas jaringan yang

sedang berlangsung. Kita hanya tinggal menambah kabel baru dari


komputer kita ke lokasi pusat (central location) dan pasangkan kabel tersebut ke
hub. Bila kapasitas dari hub pusat sudah melebihi, maka kita tinggal mengganti
hub tersebut dengan hub yang memiliki jumlah port yang lebih banyak.
2. Pusat dari jaringan star merupakan tempat yang baik untuk
menentukan
Intelligent

diagnose kesalahan yang terjadi dalam jaringan.


hub

merupakan

hub

yang

dilengkapi

dengan

microprocessors yang selain memiliki fitur sebagai tambahan


untuk mengulang sinyal jaringan juga melakukan monitor yang
terpusat dan manajemen terhadap jaringan.
3. Apabila satu komputer yang mengalami kerusakan dalam jaringan
maka computer tersebut tidak akan membuat mati seluruh jaringan
star. Hub dapat

mendeteksi kesalahan

dalam jaringan

dan

memisahkan komputer yang rusak tersebut dari jaringan dan


memperkenankan jaringan untuk beroperasi kembali.
4. Kita dapat menggunakan beberapa tipe kabel di dalam jaringan
yang sama dengan hub yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang
berbeda.
B. Kekurangan dari penggunaan topologi star
Topologi star mempunyai kekurangan sebagai berikut:
1. Memiliki satu titik kesalahan, terletak pada hub. Jika hub pusat
mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan akan gagal untuk
beroperasi.
2. Memerlukan alat pada central point untuk mem-broadcast ulang atau
pergantian traffic jaringan (switch network traffic).
3. Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus
ditarik ke satu central point, jadi lebih banyak membutuhkan lebih
banyak kabel daripada topologi jaringan yang lain.

3. Topologi cincin (ring)


Penempatan kabel yang digunakan dalam ring menggunakan desain yang
sederhana. Pada topologi ring, setiap komputer terhubung ke komputer
selanjutnya, dengan komputer terakhir terhubung ke komputer yang pertama.
Tetapi sayangnya, jika akan dilakukan penambahan atau pengurangan komputer
dalam jaringan tentu saja akan mengganggu keseluruhan jaringan.

Gambar 2.3. Topologi ring

Topologi ring digunakan dalam jaringan yang memiliki performance


tinggi, jaringan yang membutuhkan bandwidth untuk fitur yang time-sensitive
seperti video dan audio, atau ketika performance dibutuhkan saat komputer
yang terhubung ke jaringan dalam jumlah yang banyak.
Setiap komputer terhubung ke komputer selanjutnya dalam ring, dan
setiap komputer mengirim apa yang diterima dari komputer sebelumnya.
Pesan-pesan mengalir melalui ring dalam satu arah. Setiap komputer yang
mengirimkan apa yang diterimanya, ring adalah jaringan yang aktif. Tidak ada
akhir pada ring.
Beberapa jaringan ring melakukan token passing. Pesan singkat yang
disebut dengan token dijalankan melalui ring sampai sebuah komputer
8

menginginkan untuk mengirim informasi ke komputer yang lain. Komputer


tersebut lalu mengubah token tersebut, dengan menambahkan alamatnya dan
menambah data, dan mengirimnya melalui ring. Lalu setiap komputer secara
berurutan akan menerima token tersebut dan mengirimkan informasi ke
komputer selanjutnya sampai komputer dengan alamat yang dituju dicapai atau
token kembali ke komputer pengirim (asal pengirim pesan). Komputer
penerima akan membalas pesan ke asal pengirim pesan tadi mengindikasikan
bahwa pesan sudah diterima. Lalu asal pengirim pesan akan membuat token
yang lain dan menaruhnya di dalam jaringan, dan token tersebut akan terus
berputar sampai ada komputer lain yang menangkap token tersebut dan siap
untuk memulai pengiriman.
A. Keuntungan dari penggunaan topologi ring
Keuntungan dari penggunaan topologi ring:
1. Tidak ada komputer yang memonopoli jaringan, karena setiap
komputer mempunyai hak akses yang sama terhadap token.
2. Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya collision dapat
dihindarkan.

B. Kekurangan dari penggunaan topologi ring


Topologi ring mempunyai kekurangan sebagai berikut:
1. Apabila ada satu komputer dalam ring yang gagal berfungsi,
maka akan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
2. Sulit untuk mengatasi kerusakan di jaringan yang menggunakan
topologi ring.
3. Menambah atau mengurangi komputer akan mengacaukan jaringan.
4. Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.
4. Topologi mesh

Di antara topologi yang lain topologi mesh memiliki hubungan yang


berlebihan antara peralatan-peralatan yang ada. Jadi susunannya, setiap
peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung satu sama lain. Dapat
dibayangkan jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, tentunya
ini akan sangat sulit sekali untuk dikendalikan dibandingkan hanya sedikit
peralatan saja yang terhubung.

Gambar 2.4. Topologi Mesh

Kebanyakan

jaringan

yang

menggunakan

topologi

mesh

akan

mengalami kesulitan dalam instalasi jika peralatan yang terhubung jumlahnya


bertambah banyak, karena jumlah hubungan yang disambungkan semakin
banyak jumlahnya. Jadi jika ada n peralatan (komputer) yang akan kita
sambungkan, maka perhitungannya adalah n(n- 1)/2. Jadi jika terdapat 5
komputer, maka hubungan yang akan dibuat sebanyak 5(5-1)/2 atau 10
hubungan. Jadi jika komputer yang terhubung semakin banyak maka semakin
banyak pula hubungan yang akan diatur. Topologi ini cocok untuk
digunakan pada sistem yang kecil.

2.3.3.

Token ring
Token Ring adalah sebuah cara akses jaringan berbasis teknologi
10

ring yang pada awalnya dikembangkan dan diusulkan oleh Olaf Soderblum
pada tahun 1969. Perusahaan IBM selanjutnya membeli hak cipta dari Token
Ring dan memakai akses Token Ring dalam produk IBM pada tahun 1984.
Elemen kunci dari desain Token Ring milik IBM ini adalah penggunaan
konektor buatan IBM sendiri (proprietary), dengan menggunakan kabel twisted
pair, dan memasang hub aktif yang berada di dalam sebuah jaringan komputer.
Pada tahun 1985, Asosiasi IEEE di Amerika Serikat meratifikasi standar
IEEE 802.5 untuk protokol (cara akses) Token Ring, sehingga protokol
Token Ring ini menjadi standar internasional. Pada awalnya, IBM membuat
Token Ring sebagai pengganti untuk teknologi Ethernet (IEEE 802.3) yang
merupakan teknologi jaringan LAN paling populer.Meskipun Token Ring lebih
superior dalam berbagai segi, Token Ring kurang begitu diminati mengingat
beaya implementasinya lebih tinggi jika dibandingkan dengan Ethernet.
Spesifikasi
pengiriman data

asli

dari

standar

Token

Ring

adalah

kemampuan

dengan kecepatan 4 megabit per detik (4 Mbps), dan

kemudian ditingkatkan empat kali lipat, menjadi 16 megabit per detik. Pada
jaringan topologi ring ini, semua node yang terhubung harus beroperasi pada
kecepatan yang sama. Implementasi yang umum

terjadi adalah dengan

menggunakan ring 4 megabit per detik sebagai penghubung antar

node,

sementara ring 16 megabit per detik digunakan untuk backbone jaringan.


Beberapa spesifikasi dan standar teknis Token Ring yang lain,
seperti enkapsulasi Internet Protocol (IP) dan Address Resolution Protocol
(ARP) dalam Token Ring dijelaskan dalam RFC 1042.
Dengan Token-Ring, peralatan network secara fisik terhubung dalam
konfigurasi (topologi) ring di mana data dilewatkan dari devais/peralatan satu ke
devais yang lain secara berurutan. Sebuah paket kontrol yang dikenal
sebagai token akan berputar-putar dalam jaringan ring ini, dan dapat dipakai
untuk pengiriman data. Devais yang ingin mentransmit data akan mengambil
token, mengisinya dengan data yang akan dikirimkan dan kemudian token
dikembalikan ke ring lagi. Devais penerima/tujuan akan mengambil token
tersebut, lalu mengosongkan isinya dan akhirnya mengembalikan token ke
11

pengirim lagi. Protokol semacam ini dapat mencegah terjadinya kolisi data
(tumbukan antar pengiriman data) dan dapat menghasilkan performansi yang
lebih baik, terutama pada penggunaan high-level bandwidth.
Ada tiga tipe pengembangan dari Token Ring dasar: Token Ring Full
Duplex, switched Token Ring, dan 100VG-AnyLAN. Token Ring Full Duplex
menggunakan bandwidth dua arah pada jaringan komputer.Switched Token Ring
menggunakan switch yang mentransmisikan data di antara segmen LAN (tidak
dalam devais LAN tunggal). Sementara, standar 100VG-AnyLAN dapat
mendukung baik format Ethernet maupun Token Ring pada kecepatan 100
Mbps.
2.4. Langkah-langkah Percobaan
2.4.1. Membuat project baru
Untuk membuat project baru untuk jaringan token ring:
1. Buka aplikasi Riverbed Modeler Academic Edition Pilih New dari menu
File.
2. Pilih Project dan klik OKnama project <your initials> _Token, dan
skenario Balanced Klik OK.
3. Pada Startup Wizard: diawali dengan kotak dialog Topologi,
pastikan bahwa dipilih

Create EmptyScenario Klik Next

Pilih Office untuk Network Scale Klik Next tiga kali Klik OK.
4. Tutup Object Palette dan kemudian simpan project.
2.4.2. Create the network
Untuk membuat jaringan token ring:
1. PilihTopology Rapid Configuration. Pada menu drop-down
pilihStar dan klik OK.
2. Pilih tombolSelect Models pada kotak dialogRapid Configuration.
Dari menu drop-down Model List pilihtoken_ring dan klikOK.
3. Pada kotak dialogRapid Configuration, masukkan ke-enam nilai
berikut dan dan klikOK.

12

Gambar 2.5Tampilan Rapid Configuration: Star

4. Sekarang kita telah menciptakan sebuah jaringan, dan ditunjukan


oleh sebagai berikut:

13

Gambar 2.6.Tampilan Star

5. Pastikan project telah disimpan.

2.4.3. Konfigurasi nodes jaringan


Di sini Anda akan mengkonfigurasi THT dari nodes serta traffic yang
dihasilkan oleh mereka. Untuk mengkonfigurasi THT dari node, Anda perlu
menggunakan model tr_station_adv untuk node yang bukan salah satu
tr_station.
1. Klik kanan salah satu dari 14 nodesSelect Similar Nodes. Sehingga semua
nodes pada jaringan telah terpilih.

2. Klik kanan pada salah satu dari 14 nodes Edit Attributes.


a.

Cek Apply Changes padakotak dialog Selected Objects. Hal ini


penting dilakukan dalam melakukan konfigurasi ulang setiap node
secara individu. Gambar berikut menunjukkan attributes yng akan
diganti pada langkah 3 sampai 6:
14

Gambar 2.7 Tampilan (node_0) Attributes

3. Klik pada model value: tr_station dan pilihEdit dari menu drop-down.
4. Selanjutnya pilih tr_station_adv dari menu drop-down yang ditambah.
5. Untuk menguji jaringan dengan nilai THT, kita perlu promote
parameter THT. Hal ini memungkinkan kita untuk memberikan nilai
multiple pada attributeTHT.
a.

PenambahanToken Ring Parameters.

b.

Klik kanan pada attribute THT Duration PilihPromote


Attribute to Higher Level.

6. Penambahan
exponential

Traffic
(100)

Generation
pada

attribute

Parameters Masukkan
ON

State

Time

Masukkanexponential(0) pada attribute OFF State Time. (catatan:


paket umumnya hanya pada posisi "ON".)
7.

PenambahanPacket Generation Arguments masukkanexponential

(0.025) pada attribute Interarrival Time.


6. Klik OK untuk kembali padaProject Editor.
7. Pastikan project disimpan.
15

2.4.4. Konfigurasi simulasi


Untuk menguji performa jaringan pada THTs yang berbeda, kita
perlu menjalankan simulasi secara berkala dengan mengganti THT setiap
menjalankan simulasi.ada cara mudah untuk melakukan hal tersebut. Panggil
kembali attribute THT Duration yang dihasilkan. Selanjutnya kita akan
memberikan nilai yang berbeda pada attribute tersebut:
1. Klik tombolConfigure/Run Simulation:
2. Pastikan memilih tabCommon masukkan 5minutes padaDuration.

Gambar 2.8.Tampilan Running Simulation

3. Klik pada tabObject Attributes klik tombolAdd.


4. Seperti yang ditunjukkan pada kotak dialog Add Attribute berikut, kita perlu
memasukkan attribute THT Duration untuk semua nodes. Untuk melakukan
hal tersebut:
a.

Add

the

unresolvedattribute:

Ring Parameters[0].THT

Office Network.*.Token

Duration

dengan

meng-klik

16

kolom

tanggapan yang terdapat pada tulisan Add?

klikOK

Gambar 2.9Tampilan Add Attribute: scenario

5. Selanjutnya, kamu

akan

melhatOffice Network.*.Token Ring

Parameters[0].THT Duration pada list simulasi object attributes


(perlebar kolom Attribute untuk melihat nama selengkapnya dari
attribute). Klik pada attribute klik tombol nilai Values, seperti yang
terlihat sebagai berikut.

Gambar 2.10Tampilan Configure Simulation

6. Masukkan ke-enam nilai berikut. (catatan: untuk memasukkan nilai pertama,


klik dua kali pada sell pertama pada kolom Value ketikkan 0.01 pada kotak
dialog dan kemudian tekan enter. Ulangi hal tersebut untuk ke-enam nilai.)

17

Gambar 2.11Tampilan Menambahkan Value

7. Klik OK. Selanjutnya, lihat kotak dialog pojok kanan atasSimulation


Configuration dan pastikan Number of runs in set adalah 6.

Gambar 2.12Tampilan Object Attributes Tab

8. Untuk masing-masing dari enam simulasi yang dijalankan kia


membutuhkan simulator untuk menyimpan nilai scalar values yag
menampilkan nilai average dari statistics ntuk dukumpulkan pada
simulasi. Untuk menyimpan scalars tersebut kita butuh untuk mengkonfigurasi simulator untuk menyimpannya didalam file. Klik pada
tab Advancedpada kotak dialogConfigure Simulation.
9. Masukkan <your initials>_Token_Balanced pada kotak textScalar file

18

.
Gambar 2.13Tampilan Advanced Tab

10. Klik OK kemudian simpan project.

2.4.5. Memilih Statistics


Untuk memilih statistics yang akan dikumpulkan selama proses simulasi:
1. Klik kanan dimana saja pada ruang kosong yang terdapat dalam
project (tapi bukan nodes atau link) dan pilih hoose Individual
Statistics dari menu e pop- up.
a.

Perluas hiraki Global Statistics:


Perluas hirakiTraffic Sink Klik kotak dalog next pada Traffic
Received (packets/sec).
Perluas hirakiTraffic Source Klik kotak dalog next pada Traffic Sent
(packets/sec).

b.

Perluas hirakiNode Statistics:


Perluas hirakiToken Ring Klik kotak dalog next pada Utilization.

c.

KlikOK.

2. Selanjutnya kita ingin mengumpulkan rata-rata dari statistic diatas sebagai ilai
scalar setelah setiap simulasi berhenti dijalankan.

19

1. PilihChoose Statistics (Advanced) dari menu Simulation.


2. Traffic Sent danTraffic Received probes akan tampil dibawahGlobal Statistic
Probes. Utilization probe akan tampil dibawahNode Statistics Probes.
3. Klik kanan pada Traffic Received probe Edit Attributes. Atur attribute
scalar data menjadi enabled Atur attribute scalar type menjadi time average
Bandingkan dengan gambar dibawah dan klikOK.

Gambar 2.14Tampilan (pb0) Attributes

4. Ulangi langkah sebelumnya dengan Traffic Sent danUtilization probes.


3. Kita perlu menganalisis efek dari THT pada performa jaringan,
THT harus dimasukkan sebagai input statistic yang di-record oleh
simulasi. Lakukan hal berikut:
a. Pilih Create Attribute Probe dari menuObjects. Sekarang
attribute baru telah terbentuk dibawah hirarkiAttribute Probes
seperti yang ditunjukkan oleh gambar.
b. Klik kanan pada probe attribute baru dan pilhChoose Attributed
Object dari pop-up menu Perlebar hirarki Office Network
Klik padanode_0 (anda dapat menggunakan nodes yang lain)
KlikOK.

20

Gambar 2.15Tampilan Probe Model

c. Klik kanan lagi pada probe attribute baru dan pilih Edit Attributes dari pop- up
menu Masukkan nilaiToken Ring Parameter[0].THT Duration pada
Attribute attribute, seperti yang terlihat pada gambarKlikOK.

Gambar 2.16Tampilan (pb3) Attributes

4. Pilih save dari menuFile pada jendelaProbe Model dan selanjutnya Close
jendela tersebut.
5. Sekarang kita telah kembali pada Project Editor. Pastikan project disimpan.
2.4.6. Skenario duplikat
Skenario jaringan token ring yang diimplementasikan adalah balanced:
distribusi lalu lintas yang dihasilkan di semua node adalah sama. Untuk
membandingkan performa, Anda akan membuat skenario "unbalanced"
sebagai berikut:
1. Pilih Duplicate Scenario dari menu Scenarios dan berikan nama Unbalanced

21

KlikOK.
2. Pilih node_0 dan node_7 dengan klik geser di kedua nodesKlik kanan pada
salah satu dari kedua nodes yang dipilih dan pilih Edit Attributes Perluas
hirarki Traffic Generation Parameters Perluas hirarki Packet Generation
Arguments

Ganti

nilai

dari

attribute

Interarrival

Time

menjadi exponential (0.005) seperti yang terlihat pada gambar. Pastikan beri
tanda cekApply Changes to Selected Objects sebelum meng-klikOK.

Gambar 2.17Tampilan (node_0) Attributes

3. Pilih semua nodes kecuali node_0 dan node_7 klik kanan pada
salah satu dari nodes yang terpilih dan kemudian pilih Edit
Attributes Ubah nilai dari attribute Interarrival Time menjadi
exponential (0.075) seperti langkah

sebelumnya. Pastikan beri

tanda cek kotak Apply Changes to Selected Objects sebelum mengklik OK.
4. Klik dimana saja pada bagian yang kosong agar object tidak terpilih.
5. Klik kanan pada

tombol Configure/Run

Simulation:

Klik tab Advanced pada kotak dialog Configure

Simulation

Masukkan

pada

<

your

initials>_Token_Unbalanced

text

22

fieldScalar file.
6. Klik OK dan simpan project.

2.4.7. Run the Simulation


Untuk menjalankan simulasi untuk kedua skenario secara bersamaan:
1. Pilih Scenarios menu pilihManage Scenarios.
2. Ubah nilaidi bawah Result kolomuntuk<collect>(atau <recollect>) untuk kedua
skenario. Bandingkan dengan gambar berikut.

Gambar 2.18Tampilan Manage Scenario

3. Klik OK untuk menjalankan simulasi. Tergantung pada kecepatan


prosesor anda, ini mungkin memakan waktu beberapa menit untuk
menyelesaikan.
4. Setelah selesai menjalankan 12 kali simulasi, 6 untuk masingmasing skenario, tekan Close.
5. Simpan project.
Ketika Anda jalankan kembali simulasi, Riverbed Modeler akan
"menambahkan" hasil baru dengan hasilyang sudah ada dalam filescalar. Untuk
menghindari itu,

hapus Scalar files sebelum Anda memulai menjalankan

simulasi baru.

Buka menu File PilihModel FileDelete Model Files Dari


daftar pilihan,

pilihother model type Pilih (.os): Output

Scalars Pilih file scalar yang akan dihapus, di lab ini diisi dengan

23

<your

initials>_Token_Balanced_Scalar

danyourinitials>_Token_Unbalanced_Scalar tekan Close.


2.4.8. Lihat Hasil
Untuk melihat dan menganalisis hasil:
1.

Pilih

View

Results

(Advanced)

dari

Results

menu.

KemudianA nalysis Configuration yang telah terbuka.


2.

Panggil kembali hasil rata-rata yang disimpan dalam dua file scalar, satu
untuk setiap skenario. Untuk memanggil file scalar untuk skenario
Balanced, pilih Load OutputScalar File dari menu File Pilih <your
initials>_Token_Balanced dari menu pop-up.

3.

Pilih Create Scalar Panel dari Panels menu pilih the scalar panel data
yang ditunjukkan dalam kotak dialog berikut: THT untuk Horizontal dan
Utilization untuk Vertical. Catatan:. Jika ada data yang hilang, pastikan
bahwa Anda melakukan langkah-langkah 2.c dan 2.d pada Choose the Statistics
section.)

Gambar 2.19Tampilan Select Scalar Panel Data

4.

Tekan OK.

5.

Untuk mengubah
dan

judul

grafik, klik kanan pada

area grafik

pilih

EditGraphProperties Ubah Custom Title untuk BalancedUtilization


seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

24

Gambar 2.20Tampilan Graph #1 Panel #1

6.

Tekan OK. Grafik yang dihasilkan harus menyerupai yang ditunjukkan


di bawah ini. Jangan menutup grafik dan lanjutkan dengan langkah
berikut. Simpan dan Tampilkan Grafik Hasil Simulasi Balanced
Utilization

7.

Untuk membandingkan dengan scenario Unbalanced, panggil file


scalar, pilih Load

Output

Scalar File

dari

menu File

Pilih <your initials>_Token_Unbalanced dari menu pop-up.


8.

PilihCreate Scalar Panel dari Panels menu pilih the scalar panel
data pada langkah 3.

9.

Klik OKUbah nama grafik Unbalanced seperti pada langkah5


KlikOK. Grafik yang dihasilkan harus menyerupai yang ditunjukkan
di

bawah

ini.

Jangan

tutup grafik atau kembali ke langkah

sebelumnyadan lanjutkan dengan langkah berikut. Simpan dan


Tampilkan Grafik Hasil Simulasi Unbalanced Utilization
10. Untuk menggabungkan dua grafik di atas pada suatu grafik tunggal,
pilih Create Vector Panel dari Panelmenu Klik pada Display
Panel Graphs tab Pilih kedua Balanced dan Unbalancedstatistik
Pilih OverlaidStatistics dari menu drop-down di daerah kanan bawah
25

dari kotak dialog seperti yang ditunjukkan dibawah ini.

Gambar 2.23Tampilan View Results

11. Klik Show dan grafik yang dihasilkan harus menyerupai yang
ditunjukkan di bawah

Simpan dan Tampilkan Grafik Hasil Simulasi Gabungan

12. Ulangi kembali proses yang sama untuk memeriksa pengaruh THT
pada Lalu Lintas Diterima untuk kedua skenario. Menetapkan nama
sesuai dengan grafik.

26

13. Grafik yang dihasilkan, yang menggabungkan Traffic Received statistic


untuk kedua skenario Balanced dan Unbalanced, harus hampir sama
dengan salah satu gambar berikut ini:
-> Simpan dan Tampilkan Grafik Hasil Simulasi Pengaruh Variasi THT