Anda di halaman 1dari 2

PRESENTASI KASUS PITIRIASIS VERSIKOLOR

Oleh : Fatimah Shellya (04054821517118)


Melinda Rachmadianty
1. Apa indikasi pemberian terapi sistemik pada kasus Pitiriasis versikolor?
Indikasi pemberian sistemik:
- Lesi yang luas
- Sering kambuh (rekurensi tinggi)
- Gagal dengan pengobatan topikal
(Fitzpatrick, 2012)
2. Apakah terapi kombinasi antara topikal dan sistemik dapat diberikan?
Belum ada sumber yang menjelaskan secara pasti mengenai keunggulan dari
kombinasi antara pengobatan topikal dan sistemik. Namun, hal tersebut dapat
dianjurkan dan dianggap perlu, terutama pada pasien dengan lesi yang luas, rekurensi
yang tinggi, dan sulit diedukasi sehingga baik faktor endogen maupun eksogen yang
berperan sebagai faktor predisposisi sulit untuk dikendalikan.
Contoh kombinasi yang dapat diberikan adalah sampo selenium sulfida 1,8%
sekali seminggu, 1 jam sebelum mandi pagi dan ketokonazol 400 mg/minggu pada
hari yang sama, selama 3 bulan.
(Dermatomikosis Superfisialis, 2013)
Sandria
1. Apakah perlu dilakukan pemeriksaan penunjang lain untuk menegakkan diagnosis
Pitiriasis versikolor? Jelaskan mengenai pemeriksaan penunjang tersebut!
Pemeriksaan penunjang lain tidak perlu dilakukan, karena pemeriksaan lampu
Wood dan KOH merupakan diagnostik utama pada Pitiriasis versikolor.
Pemeriksaan penunjang lain yang dapat dilakukan:
-

Biakan jamur dengan media Sabouraud Dextrose Agar


Biopsi dan pemeriksaan histopatologi
Biakan jamur atau kultur jamur jarang dilakukan dan jarang dibutuhkan untuk

diagnostik, karena spesies Malassezia merupakan flora normal kulit, sehingga hasil
biakan tidak bernilai diagnostik. Biopsi juga tidak praktis untuk dilakukan, namun
jika dilakukan akan memberi sebuah gambaran thick basket-weave stratum corneum
dengan hifa dan spora.
(Rook, 2010; Andrews, 2011; Fitzpatrick, 2012; Dermatomikosis Superfisialis, 2013)
Pratiwi Raissa

1. Mengapa pada prognosis quo ad sanationam dubia ad bonam?


Pada prognosis quo ad sanationam adalah dubia ad bonam karenawalaupun
edukasi yang diberikan sudah baik dan telah diberikan terapi yang sesuai, Pitiriasis
versikolor tetap sering kambuh. Pengobatan lebih ditujukan untuk mengontrol infeksi
daripada penyembuhan. Angka kekambuhannya yaitu 60-80% dalam 2 tahun pertama.
Selain itu pada pasien ini terdapat beberapa faktor yang berpengaruh, seperti:
-

Pekerjaan pasien sebagai petani karet dan petani padi yang menyebabkan pasien
harus bekerja seharian. Pasien terpapar sinar matahari dan banyak berkeringat,
namun pasien tidak mengganti pakaian saat berkeringat. Dengan adanya faktor

predisposisi yang terus menerus terjadi pada pasien, rekurensinya menjadi tinggi.
Kesinambungan pengobatan pada pasien kurang baik karena pasien tinggal di
daerah yang terpencil, sehingga sulit mendapatkan akses untuk berobat dan
kontrol secara teratur.

(Dermatomikosis Superfisialis, 2013)


2. Apakah perlu diberikan terapi profilaksis untuk kasus ini?
Pada pasien ini perlu untuk diberikan terapi profilaksis karena penyebab utama
terjadinya rekurensi adalah akibat adanya faktor predisposisi dan tidak diberikannya
agen profilaksis. Agen profilaksis yang dapat diberikan adalah:
-

Obat topikal 1-2 kali per bulan


Obat sistemik seperti ketokonazol 400 mg 1 kali/bulan, dan itrakonazol 2x200
mg/hari setiap bulan.

(Dermatomikosis Superfisialis, 2013)