Anda di halaman 1dari 8

PENUNTUN SKILL LAB 4

ANAMNESIS
KELUHAN PENYAKIT INFEKSI
TROPIS

Tim Skill Lab

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER


UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
2008/2009

ANAMNESIS KELUHAN PENYAKIT INFEKSI


TROPIS
I. LATAR BELAKANG
Anamnesis terhadap pasien penyakit infeksi tropis berperan besar dalam
penegakan diagnosis. Oleh sebab itu, anamnesis yang baik dan terpimpin akan
membantu mengarahkan dokter pada diagnosis yang tepat. Selain menggali
informasi tentang penyakit pasien, dokter juga dapat membina hubungan baik
dengan pasien dan memberikan arahan, nasehat serta dukungan bagi
kesembuhan pasien. Umumnya penyakit infeksi mudah menular. Oleh sebab
itu, saat anamnesis, dokter perlu menjaga pertahanan tubuh agar tidak tertular
namun tetap tidak memperlihatkan sikap menghindar dari pasien.
II. TUJUAN
Tujuan umum
Pada akhir latihan keterampilan ini, mahasiswa diharapkan mampu melakukan
anamnesis terpimpin tentang keluhan penyakit infeksi tropis.
Tujuan Khusus
Setelah melakukan latihan keterampilan ini, mahasiswa diharapkan mampu:
1. Menggali informasi dari keluhan utama pasien penyakit infeksi tropis
2. Melakukan anamnesis terpimpin yang mengarah ke diagnosis penyakit
infeksi tropis
3. Mencatat hasil anamnesis (resume) dengan jelas dan sistematis
III. TEORI
Keluhan utama yang sering dijumpai pada penyakit infeksi tropis
adalah demam karena merupakan salah satu manifestasi adanya infeksi pada
tubuh seseorang. Demam pada umumnya diartikan sebagai suhu tubuh di atas
suhu normal (37.2C) yang terjadi karena pelepasan pirogen dari leukosit
yang sebelumnya telah dirangsang oleh pirogen eksogen yang dapat berasal
dari mikroorganisme atau merupakan suatu reaksi imunologik yang tidak
berdasar infeksi. Pengaruh pengaturan otonom akan mengakibatkan
terjadinya vasokonstriksi perifer sehingga pengeluaran panas menurun dan
pasien merasa demam. Mekanisme ini memberikan peluang optimal bagi

fungsi pertahanan tubuh. Dengan demikian, berbagai penyebab infeksi perlu


ditelusuri dari demam untuk menentukan diagnosis dan penatalaksanaan yang
tepat.
Beberapa tipe demam yang dijumpai misalnya demam septik, demam
remitten, demam intermitten, demam kontinyu dan demam siklik.
Demam akibat infeksi Salmonella typhi biasanya meningkat pada sore
hingga malam hari. Demam malaria yang intermitten memiliki periode yang
bervariasi

tergantung

jenis

plasmodium

disertai

menggigil,

periode

berkeringat dan periode tanpa demam. Demam tinggi yang tiba-tiba biasanya
terjadi akibat infeksi virus.
Selain karena infeksi, demam juga dapat terjadi karena keganasan dan
gangguan pusat regulasi suhu tubuh seperti pada heat stroke atau perdarahan
otak. Dehidrasi dan perdarahan juga menyebabkan peningkatan suhu tubuh.
Pada dasarnya, dalam anamnesis, hal yang perlu diperhatikan pada
demam adalah bagaimana timbulnya demam (onset), apakah timbul
mendadak tinggi atau berangsur-angsur meningkat, lamanya demam, kapan
pertama kali timbul, sifat demam apakah terus-menerus atau hilang timbul,
jenis demam, dan keluhan lain yang menyertai dapat ditanyakan tiap sistem
seperti sistem gastrointestinal apakah disertai diare yang mungkin dapat
diarahkan ke penyakit infeksi bakteri pada usus. Perlu ditanyakan riwayat
keluarga atau orang di sekitar lingkungan tempat tinggal yang mengalami
keluhan yang sama. Riwayat imunisasi dan bepergian ke suatu tempat yang
endemis atau kontak dengan penderita atau hewan tertentu serta riwayat
pengobatan juga perlu digali dari pasien.
IV. PROSEDUR LATIHAN
No.
1.

2.
3.

Prosedur
Membina sambung rasa hubungan dokter-pasien
a. Menyapa/memberi salam
b. Melakukan jabat tangan
c. Mempersilahkan duduk
Anamnesis umum
a. Data pribadi: nama, umur, alamat, pekerjaan, status keluarga
Anamnesis terpimpin
a. Menanyakan apa yang menyebabkan pasien datang ke dokter

4.

(keluhan utama)
b. Menggali keluhan utama:
Onset dan durasi: sejak kapan, bagaimana timbulnya
(mendadak atau berangsur-angsur), hilang timbul atau
menetap, berapa lamanya timbulnya.
Sifat gejala
Faktor pencetus
c. Gejala lain yang menyertai keluhan utama
d. Riwayat keluhan yang sama sebelumnya dan penyakit lain yang
pernah diderita
e. Riwayat keluhan yang sama dalam keluarga atau lingkungan tempat
tinggal
f. Riwayat bepergian ke tempat endemis
g. Riwayat kontak dengan penderita dengan keluhan yang sama atau
dengan hewan seperti golongan avian
h. Riwayat imunisasi
i. Riwayat berobat dan respon pengobatan
Melakukan cross-check

5.

Memberikan pertanyaan terbuka dan sikap mendengar

6.

Membuat ringkasan (resume) hasil anamnesis

7.

Menjelaskan diagnosis kerja kepada pasien

8.

Memberi arahan dan nasehat kepada pasien sesuai penyakit pasien

9.

Memberi kesempatan kepada pasien untuk bertanya atau


mengungkapkan apa yang belum jelas bagi pasien perihal penyakitnya

10.

Mengakhiri anamnesis

Langkah Kegiatan
1. Instruktur memberikan pengantar tentang anamnesis penyakit infeksi dan
tropis
2. Seorang instruktur dan seorang mahasiswa berperan menjadi dokter-pasien
dan diperlihatkan kepada mahasiswa lain
3. Tanya jawab tentang anamnesis yang telah diperagakan
4. Mahasiswa dibagi berpasang-pasangan berperan menjadi dokter dan
pasien untuk melatih keterampilan anamnesis dan bertukar peran
5. Instruktur melakukan koreksi selama proses latihan
6. Diskusi dan curah pendapat tentang latihan yang telah dilakukan

CONTOH PENCATATAN ANAMNESIS

No. Rekam medik


Nama
Jenis Kelamin
Umur
Alamat
Pekerjaan
Tanggal/jam

:
:
:
:
:
:
:

ANAMNESIS
Keluhan Utama
:
Anamnesis Terpimpin:

Resume

Diagnosis

(Nama dan ttd dokter)


V. EVALUASI
PENILAIAN KETERAMPILAN ANAMNESIS
KELUHAN PENYAKIT INFEKSI TROPIS
Nama
NIM
No.
1.

2.

:
:
Aspek yang dinilai

0
Membina sambung rasa hubungan dokter-pasien
===
a. Menyapa/memberi salam
b. Melakukan jabat tangan
c. Mempersilahkan duduk
Anamnesis umum
===
a. Data pribadi: nama, umur, alamat, pekerjaan,
status keluarga

Skor
1
2
=== ===

===

===

3.

Anamnesis terpimpin
===
a. Menanyakan apa yang menyebabkan pasien
datang ke dokter (keluhan utama)
===
b. Menggali keluhan utama:
Onset dan durasi: sejak kapan, bagaimana
timbulnya (mendadak atau berangsur-angsur),
hilang timbul atau menetap, berapa lamanya
timbulnya.
Sifat gejala
Faktor pencetus
c. Gejala lain yang menyertai keluhan utama
d. Riwayat keluhan yang sama sebelumnya dan
penyakit lain yang pernah diderita
e. Riwayat keluhan yang sama dalam keluarga atau
lingkungan tempat tinggal
f. Riwayat bepergian ke tempat endemis
g. Riwayat kontak dengan penderita dengan
keluhan yang sama atau dengan hewan seperti

4.
5.

golongan avian
h. Riwayat imunisasi
i. Riwayat berobat dan respon pengobatan
Melakukan cross-check
Memberikan pertanyaan terbuka dan sikap

6.
7.
8.

mendengar
Membuat ringkasan (resume) hasil anamnesis
Menjelaskan diagnosis kerja kepada pasien
Memberi arahan dan nasehat kepada pasien sesuai

9.

penyakit pasien
Memberi kesempatan kepada pasien untuk bertanya
atau mengungkapkan apa yang belum jelas bagi

10.

pasien perihal penyakitnya


Mengakhiri anamnesis
JUMLAH
JUMLAH TOTAL

Keterangan:
0: tidak dilakukan
1: dilakukan tapi tidak sempurna

===

===

===

===

2: dilakukan dengan sempurna


Nilai maksimal: 44
Perolehan Nilai: jumlah total X 100
44
VI. REFERENSI
1. Sudoyo AW,dkk. (ed). 2003. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid III.
Pusat Penerbitan IPD FKUI: Jakarta.
2. Delp, Manning. 1996. Major Diagnostik Fisik. Penerbit Buku Kedokteran
EGC: Jakarta.
3. Swartz MH. 1995. Buku Ajar Diagnostik Fisik. Penerbit Buku Kedokteran
EGC: Jakarta.
4. Willms JL, Schneiderman H, Algranati PS. 2005. Diagnosis Fisik:
Evaluasi Diagnosis & Fungsi di Bangsal. Penerbit Buku Kedokteran EGC:
Jakarta.
5. Bates B. 1998. Buku Saku Pemeriksaan Fisik & Riwayat Kesehatan.
Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai