Anda di halaman 1dari 20

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

Kegiatan
Pekerjaan

: Pengadaan Sarana/Prasarana Penunjang Pada RSUD


: Pengadaan gedung penunjang pada RSUD

Spesifikasi teknis ini merupakan ketentuan yang harus di baca dan dimengerti
bersama sama dengan gambar-gambar rencana, yang keduanya menguraikan
tentang pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Pemborong. Identitas pekerjaan
seperti peta lokasi, tempat pekerjaan dilaksanakan dijelaskan dalam gambar
rencana. Lingkup dan item pekerjaan selengkapnya akan diuraikan dalam daftar
quantity pekerjaan, sedangkan uraian teknis pekerjaan adalah sebagai berikut :

1. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan persiapan meliputi :
1.1 Palan Nama
Penyedia barang /jasa wajib membuat papan nama proyek1(buah dengan
ukuran 1x1.2m dengan cat dasar putih dengan hurup cat hitam pada sudut
kiri atas diisi simbul Pemda Bangli. Mengenai redaksi dari padfa papan nama
tersebut dapt ditanyakan pada Panitia Pengadaan Barang/Jasa . Dibawah
papan nama tersebut dipasang papan ukuran plywood 9mm dengan ukuran
1x1,2m dilengkapi dengan rangka kayu usuk dipasang dengan ketinggian 2
mdiatas tanah. Papan dicat dengan cat tahan airdan diisi nama Pelaksana
Kegiatan tersebut.
1.2

Direksi Keet
a. Sebelum memulai pekerjaan pemborong harus membuat
Direksikeet atau bangsal dengan ukuran sesuai ketentuan
/penawaran atau luas minimal 12m2.
b. Antai minimal difinish beton rabatcampuran 1:3:5.
c. Dinding terbuat diri rangka kayu kelas III berpenutup plywood
d. Atap seng gelombang.
e. Kelengkapan Kantor Lapangan antara lain Gambar Konstruksi
pekerjaan, Time Schedule, data pekerja, meja tulis, kursi, alat
tulis, papan informasi, buku direksi, buku tamu, buku harian
pelaksanaan, meja kursi tamu 1 set.

1.3

Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank .


a. Kegiatan ini dilaksanakan sebelum di laksanakan Uitzet/ pengukuran.
Yg berfungsi untuk meletakan ukuran suatu bangunan. Bouwplank ini
terbuat dari papan yang dipasang keliling mengelilingi areal rencana
bangunan.
b. Pelaksanaan pasangan patok kontrol harus mendapat persetujuan dari
Direksi

RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )

c. Patok-patok kontrol tersebut harus diamankan , dipelihara dan tidak


mengganggu kelancaran kegiatan tersebut.
d. Segala Pekerjaan ini dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa.
e. Pemborong / Kontraktor wajib menyediakan alat keselamatan kerja,
seperti Kotak P3K beserta kelengkapanya.
f.

Ukuran-ukuran pokok dan ukuran tinggi (elevasi) telah ditetapkan


dalam gambar rencana.

g. Jika terdapat perbedaan antara gambar-gambar utama dengan


gambar-gambar perincian maka yang mengikat adalah ukuran-ukuran
pada gambar utama atau ditanyakan pada Perencana Teknis.
h. Sebagai ukuran pokok 0,00 disesuaikan dengan ukuran gambar
rencana.
i.

Dengan ketentuan tersebut Pemborong, Perencana, Perencana Teknis


dan Pengawas akan menetapkan patok duga 0,00 tersebut di
lapangan dan dibuat dari patok beton yang sifatnya permanen yang
dipelihara selama pelaksanaan pembangunan atau tanda lainnya yang
bersifat permanen selama pelaksanaan pekerjaan.

j.

Penetapan ukuran dan sudut siku-siku tetap dijaga dan antara lain
dengan mempergunakan alat-alat Waterpass dan Theodolith atau
berpedoman pada bangunan yang telah ada.

k. Perlengkapan Peralatan Perancah kerja agar dipersiapkan lebih awal


sebelum memulai proses Pekerjaan.
2. PEKERJAAN DINDING PENGAMAN
a.
b.
c.

Pekerjaan dinding pengaman dimaksudkan untuk memberikan


keamanan pada lingkungan sekitra proyek.
Untuk pekerjaan di lantai 3 pemborong wajib memasang jarring
pengaman untuk mengantisipasi benda jatuh dari lantai 3 ke lantai
dibawahnya
Jaring pengaman harus kuat menahan benda berat pada saat
dilaksanakan proses pekerjaan kontruksi.

3. ACUAN NORMATIF
Dalam pelaksanaan pekerjaan, pemborong harus memahami, mengikuti
semua persyaratan yang ditentukan dalam rencana kerja dan syarat-syarat
termasuk standar material yang akan dipakai yang mengacu pada SNI
( Standar Nasional Indonesia, SII ( Standar Industri Indonesia ). Jika
spesifikasi material yang disaratkan belum ada dalam standar SNI dan SII,
maka dapat dipakai standar lain yang lebih tinggi kwalitasnya dari standar
Nasional diatas antara lain:
ISO
: International Organization for Standardization
RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )

4.

JIS
BS
DIN
AWWA
ASTM
ANSI
AS
AWS

: Japanese Industrial Standart


: British Standart
: Deutsche Industrie Norm
: American Water Works Association
: American Society for Testing and Materials
: American National Standard Institute
: Australian Standard
: American Welding Society

.PEKERJAAN PASANGAN DAN PELESTERAN


4.1.Pasangan Dinding batu bata
a. Bahan Pas. Dinding Batu Bata
Pasangan ini digunakan untuk dinding yang menggunakan bahan
dari bata kwalitas baik dan disetujui oleh Dereksi (dengan
menyampaikan contoh). Ukuran batu bata antara satu dengan yang
lain harus sama dengan toleransi ukuran +/- 0,5 cm permukaan rata
dan sudut-sudutnya runcing.
b. Persyaratan Teknis Pemasangan.
Pemasangan batu bata (1pc : 5 psr) yang sesuai pada aturan
perencanaan, yang dikerjakan secara baik. Sehingga menghasilkan
pas. Batu bata yang rata, tegak lurus sesuai gambar, tidak
bergelombang, kokoh dan tidak menunjukkan adanya retak-retak.
Adukan PC harus digunakan selambt-lambatnya 1 jam setelah
dicampur dengan air. Adukan yang sudah pernah mengering didak
boleh digunakan lagi. Pasangan dinding baru harus terlindung dari
hujan.

4.2. Pekerjaan Urugan Pasir


a.
b.

Urugan pasir dilaksanakan pada pekerjaan peninggian lantai stage


Pemadatan dilakukandengan stemper

4.3. Pekerjaan Pelesteran


a. Kwalitas Bahan
- Pasir yang digunakan adalah pasir pasang yang berasal dari
sungai/kali atau dari daerah quarry.
- Pelaksanaan pek. Plesteran harus mendapat hasil yang baik dan
sempurna, dalam artian bidang permukaannya harus betul-betul
rata, tidak bergelombang, tegak lurus dan padat.

RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )

Jika hasil plesteran menunjukkan hasil yang tidak memuaskan


maka bagian atau seluruhnya plesteran itu harus dibongkar untuk
diulang/ diperbaiki kembali atas tanggungan pemborong.

b. Teknis/ cara pemasangan.


Permukaan dinding batu bata yang akan diplester, disiram
sebelumnya dengan air sampai jenuh, barulah pek. Plesteran
dapat dilaksanakan. Tebal plesteran dinding bata tidak boleh
kurang dari 2 cm dengan campuran 1 pc : 5 ps seperti yang telah
ditentukan.
4.4. Pekerjaan acian.
c. Pekerjaan acian dilaksanakan setelah pekerjaan Plesteran pada
bidang dinding tersebut selesai dikerjakan dengan umur pelesteren
7 hari.
d. Ketebalan acian harus merata berkisar 2-3 mm. permukaan acian
harus merata, halus dan tidak retak-retak. Acian dinding luar
menggunakan acian semen, Acian dinding dalam bisa menggukan
campuran mill dan semen dengan campuran 1pc:2 mill
e. Gunakan jidar aluminium untuk meratakan acian
f. Acian dirapikan dan dihaluskan dengan kasut kecil secara merata
sehingga permukaan dinding merata.

5. PEKERJAAN BETON
Lingkup pekerjaan beton adalah semua struktur bangunan yang terbuat dari
beton bertulang maupun tidak bertulang, seperti : beton sloof, beton kolom
praktis, beton balok ring praktis, beton rabat dan yang lainnya yang termuat
dalam gambar rencana. Pemborong wajib mengerjakan pekerjaan beton yang
disebutkan dalam gambar kerja atau gambar rencana.

5.1. Umum.
a.
Pekerjaan yang disyaratkan dalam pasal ini harus mencakup
semua pembuatan struktur beton, termasuk tulangan dan struktur
komposif sesuai dengan persyaratan dan sesuai dengan garis,
elevasi, ketinggian dan dimensi yang ditunjukkan dalam gambar
serta sebagaimana diperlukan oleh Perencana.
b.
Kelas dari beton yang akan digunakan pada masing-masing bagian
dari pekerjaan dalam kontrak, haruslah seperti yang dimintak pada
gambar atau pasal lainnya yang berhubungan dengan persyaratan
ini atau pun sebagaimana yang diperintahkan oleh Perencana.
Seluruh beton struktur harus mempunyai tegangan tekan minimal
fc = 29 mpa dan beton non struktur dengan campuran 1 :3 :5
( setara fc = 15 mpa).
RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )

c.

Syarat dari SKSNI T-15-1991-03 harus diterapkan sepenuhnya


pada semua pek. Beton yang dilaksanakan dalam kontrak ini,
kecuali bila terdapat pertentangan dengan syarat dalam spesifikasi
ini, dalam hal ini syarat dari spesifikasi ini harus dipakai.

5.2. Semen.
a.
Semen yang dipakai adalah type 1 semen portland yang mendapat
persetujuan Dereksi dan memenuhi SKSNI-1991, SNI, SII.
b.
Selama pengangkutan atau penyimpanan, semen tidak boleh kena
air dan kantongnya harus asli dari pabrik, dan tetap utuh atau
tertutup rapi.
c.
Semen yang sudah membeku, tidak layak atau tidak dibenarkan
dipakai dalam pekerjaan ini.
d.
Semen disimpan pada tempat yang beralaskan dari kayu yang
tingginya tidak kurang dari 30 cm dari permukaan lantai.
e.
Semen tidak boleh ditumpuk lebih dari 2.00 meter.
f.
Pengeluaran semen dari tempat penyimpanan berurutan sesuai
dengan kedatangan semen di tempat penyimpanan semen.

5.3. Pasir dan kerikil beton.


a.
Pasir dari pasir alam (sungai) sedangkan kerikil beton dari alam
maupun hasil mesin pecahan batu (stone crusher) dan harus
bersih dari kotoran seperti bahan organis, lumpur, tanah, kapur,
garam dan sebagainya, tidak porus dan sesuai dengan SKSNI1991.
b.
Bahan pengisi (pasir dan kerikil) harus disimpan pada tempat yang
bersih dan dicegah agar tidak terjadi pencampuran antara bahan
yang satu dengan yang lain dan terllindungi dari pengotoran.

5.4.

Air dan Bahan Campuran Tambahan (Admixture).


a. Air untuk adukan dan untuk merawat beton harus bersih dan bebas
dari semua kotoran yang dapat merusak daya lekat semen atau
dapat menurunkan mutu beton.
b. Bahan campuran lainnya bila dianggap perlu untuk mempercepat
pengerasan dan perbaikan beton dapat dicampur dalam campuran
ini. Produksi yang digunakan adalah sika, atau setara sesuai
dengan sifat-sifat yang diharapkan dan harus mendapatkan
persetujuan Perencana terlebih dahulu. Bahan-bahan tersebut tidak
boleh mengandung bahan-bahan yang merugikan sifat beton
bertulang.

5.5.

Besi Beton.
a. Mutu besi beton yang digunakan adalah :

RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )

b.

c.

d.

e.

f.

g.

h.

Mutu besi tulang beton untuk diameter batang polos adalah BJ. Tp
24 (fy = 240 Mpa)
Semua besi yang dipakai diatas harus mempunyai sertifikat dari
produsen atau pabrik. Ketentuan toleransi ukuran besi
disesuaikandengan standar SII atau SNI.
Jika besi yang didatangkan ke lokasi tidak sesuai dengan yang
dicantumkan dalam sertifikat atau diragukan, perencana pekerjaan
berhak kepad kontraktor untuk melakukan pengujian terhadap besi
tersebut.semua hasil pengujian menjadi tanggungan kontraktor.
Bila hasil pengujian tidak sesuai dengan sertifikat, maka perencana
berhak menolak semua besi tersebut.
Membengkokkan dan meluruskan besi beton harus dengan
keadaan dingin, sesuai dengan aturan yang berlaku.panjang
penyaluran dan panjang pengangkeran pada bagian-bagian
kontruksi disesuaikan dengan gambar kerja atau menurut SKSNI1991.
Besi beton harus bebas dari kotoran,karat, minyak, cat dan kotoran
lainnya yang dapat mengurangi daya lekat semen atau dapat
menurunkan mutu besi beton.
Besi beton harus dipotong atau dibengkokkan yang sesuai pada
gambar kerja. Kemudian dibentuk dan dipasang sedemikian rupa
sehingga pada waktu dan selama pengecoran tidak berubah
bentuk.
Kawat beton yang digunakan harus lazim di pakai, sehingga dapat
mengikat besi tetap pada tempatnya. Untuk dapat besi beton yang
diinginkan, dapat digunakan besi beton dari produk yang ditunjuk
oleh perencana.
Besi beton disimpan agar tidak menyentuh tanah dan jangan
disimpan dialam terbuka dalam jangka waktu yang lama.

5.6.Cetakan beton/ bekisting.


a.

Bahan

b.

Cetakan
untuk
beton/ begisting (formwork), harus dibuat dari playwood yang
tebalnya minimal 9 mm. Rangka penguat cetakan minimal
terbuat dari kayu kelas kuat III dan dipasang sedemikian rupa
sehingga cukup kuat untuk menahan tekanan beban beton.
Bahan
penyangga
(steger) harus terbuat dari kayu bermutu baik atau
menggunakan schafolding.
Konstruksi
Cetakan dibuat dan disanggah sedemikian rupa sehingga
dapat mencegah getaran yang merusak. Tidak berubah bentuk

RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )

c.

selama pengecoran berlangsung dan sebelum beton mulai


padat.
Cetakan dibuat sedemikian rupa supaya mempermudah dan
tidak membuat beton rusak selama pengecoran berlangsung.
Kayu steger (penyangga) dibuat sedemikian rupa agar dapat
menahan baban yang dipikul.
Untuk Kontaktor harus membuat shop drawing dari bagianbagian kontruksi cetakan/ begisting serta dapat persetujuan
dari perencana.
Pelapis cetakan
Untuk mempermudah membuka begisting beton, dapat
digunakan pelumas begisting yang telah disetujui oleh
Perencana.
Minyak pelumas baik yang bekas mau pun baru tidak
dibenarkan digunakan untuk bahan pelapis cetakan.

5.7. Adukan beton


a
Rencana adukan
Nama jenis adukan dibawah diberikan untuk setiap jumlah
bahan pngisian (pasir /kerikil ) terhadap 40 kg semen.
Gradasi butiran bahan harus sesuai dengan syarat-syarat
gradasi dalam tabel dibawah ini

Ukuran ayakan
Standar
Inch
(mm)
(in)
50
2
37
11\2
25
1
3\4
19
1\2
13
3\8
10
4.75
#4
2.36
#8
1.18
#16
0.3
#50
0.15
#100

Agregat
halus
100
90-100
45-80
10-30
2-10

Catatan:

Persentase berat yang lolos


Pilihan agregat
kasar
100
95-100
100
95-100
100
35-70
90-100
25-60
10-30
20-55
0-5
0-10
0-10
0-5
0-5
-

100
90-100
40-70
0-15
0-5
-

Agregat kasar halus dipilih sedemikian sehigga ukuran


partikel terbesar tdak lebih dari 3\4 dari jarak minimum dari
tulangan baja atau antara tulangan baja dengan acuan dan
juga antara dengan acuan lainnya.
Jenis adukan beton :
pc
= Portland cement
m3
Ps
= Pasir ( bahan pengisi halus )
m3

RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )

Krl

= Kerikil ( bahan pengisi kasar )

m3

Kekuatan beton
Kuat tekan beton yang direncanakan adalah fc = 20 mpa
(untuk beban struktur).
Kuat tekan beton yang direncanakan adalah fc = 15 mpa
(untuk beban non struktur).

c. Pengadukan beton
Pencampuran bahan-bahan penyusun beton dilakukan agar
diperoleh suatu komposisi yang solid dari bahan-bahan penyusun
bedasarkan rencana penyusun beton. Sebelum diplementasikan
dalam pelaksanaan kontruksi dilapangan, pencampuran bahanbahan dapat dilakukan dilaboraturium, untuk mendapatkan formula
rencana sesuai rencana (membuat job mix formula). Secara umum
pengadukan beton dengan mesin (batching plant) harus
disesuaikan dengan kecepatan yang dirokomendasikan oleh pabrik
pembuatnya. Ketentuan waktu atau sama dengan 1 m 3 adalah 1.5
menit atau menurut petujuk perencana. Selama proses
pengadukan, kekentalan campuran beton harus diawasi terus
dengan cara memeriksa nilai slump yang disesuaikan dengan jarak
pengangkukan.
d. Beton dekking

Beton dekking/ ganjal 1 pc : 3 ps harus dibuat terlebih


dahulu, sebelum pekerjaan beton kontruksi di mulai. Cetakan
setelab 2 cm berukuran 4x4 cm atau sesuai dengan yang
disyaratkan dan dilengkapi dengan kawat pengikatnya.

Sesudah padat dan kering dari udara, beton dekking


direndam dalam air.

Untuk beton balok dan kolom dipasang 10 buah untuk


setiap 1 m2. dengan ketebalan 3 cm, dan untuk beton plat
dipasang beton dekking dengan ketebalan 2 cm sebanyak 5
buah untuk setiap
1 m2.

Selain beton dekking untuk balok yang mempunyai 2 baris


atau lebih tulangan, harus diberi ganjalan dengan besi beton
yang diameternya sama dengan tulangan rangkap. Ganjalan ini
dipasang pada bagian samping dan bawah balok sebanyak 3
buah untuk setiap 1 m2..
e. Adukan beton site mixing (setempat).
Adukan beton dibuat dengan alat pengaduk batch mixer
dengan type dan kapasitas yang mendapat persetujuan
perencana.
RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )

Kecepatan aduk sesuai dengan rekomendasi


pembuatnya.
Kapasitas aduk tidak boleh dari yang diijinkan.

pabrik

5.8. Pengecoran beton


a
Proporsi perbandingan campuran dengan bahan
pengisi (pasir dan kerikil) adalah minimal. Jadi tidak dibenarkan
untuk dikurangi semennya.
b
Sebelum adukan beton dituangkan, semua cetakan
harus di bersih kan dari kotoran seperti serbuk gregaji, minyak,
tanah dan kotoran lainnya. Kemudian cetakan tersebut dibasahi
dengan air yang secukupnya, namun tidak ada air yang tergenang
dalam cetakan tersebut.
c
Pengecoran baru bisa dimulai setelah mendapat
persetujuan dari Perencana. Apabila pengecoran beton dilakukan
tanpa ada persetujuan Perencana, maka kerugian akibat
pembongkaran yang terjadi akan menjadi tanggung jawab
kontraktor.
d
Adukan harus homogen atau dengan warna yang
merata dan harus dicorkan dalam waktu 1 jam setelah
pencampuran air dimulai.
e
Pengecoran suatu unit pekerjaan beton harus
dilaksanakan terus menerus sampai selesai dengna tanpa
berhenti, kecuali tanpa ada persetujuan Perencana. Tidak
dibenarkan mengecor beton pada saat hujan, kecuali ada
pengamanan langsung dari kontraktor, terutama untuk melanjutkan
unit pekerjaan yang mendapat persetujuan langsung dari
Perencana. Alam hal ini kontraktor harus berupaya agar beton
yang baru di cor tidak rusak oleh kena air hujan.
f
Setelah dicorkan pada cetakan, adukan harus
dipadatkan dengan alat penggetar (vibrator) yang berfrekwensi
dalam adukan paling sedikit 3000 putaran tiap menit. Penggentar
dilakukan selama 20 detik setiap 1 adukan yang dicorkan dalam
cetakan dan dilanjutkan dengan cetakan yang dicor selanjutnya.
Vibrator tidak boleh menyentuh cetakan atau besi beton yang
salah satunya menyangkut pada besi beton yang sudah jadi dicor
dan sdah mulai mengeras.
g
Adukan beton harus diangkut dengan sedemikian rupa,
sehingga dapat mencegah adanya pemisahan atau pengurangan
terhadap bagian-bagian bahan. Adukan tidak boleh dijatuhkan
lebihdari ketinggian 2 meter.
h
Apabila terjadi pertemuan beton yang sudah dicor,
bidang pertemuan harus dibersihkan atau disemprot dengan air,
kemudian disikat sampai agregat kasar kelihatan dan selanjutnya
disiram dengan campuran semen yang kental dan ditambah
RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )

dengan addtive,
disambung.
5.9.

merata

keseluruh

permukaan

yang

akan

Pasangan angker atau pembengkokan besi tulangan.


a. Pada semua sambungan tegak antara beton kolom dengan
dinding harus dipasang tulangan yang berdiameter 8 mm
sepanjang 50 cm sebagai angker.
b. Satu ujungnya dibengkokkan serta dimasukkan kedalam beton
kolom dan sisanya 35 cm dibiarkan menjulur keluar kolom.
c. Angker-angker ini ditempatkan dari sloof keatas dengan jarak 35
cm selanjutnya pada setiap jarak 80 cm.
d. Semua angker/ stek pada kolom praktis dan ring praktis harus
semua terpasang, sebelum pengecor beton dimulai dan mendapat
izin dari perencana.
e. Pembengkokan dilaksanakan dengan hati-hati, teliti, dan tepat
ukuran yang sesuai dengan gambar.

5.1.

Toleransi-Toleransi
a.
Toleransi pada beton cetakan yang besar.

Toleransi pada posisi untuk masing-masing bagian kontruksi


yang mempunyai jarak 1 cm.

Toleransi terhadap ukuran masing-masing pada kontruksi


adalah 0,3 cm dan 0,5 cm.
b.
Toleransi pada cetakan beton halus.

Toleransi terhadap posisi untuk masing-masing bagian


kontruksi adalah 0,6 cm.

Toleransi terhadap ukuran masing-masing pada kontruksi


adalah 0.2 cm dan + o.4 cm.
c.
Toleransi posisi vertikal : 2 mm/m
d.
Toleransi posisi horisontal : 1 mm/m

5.2.

Perlindungan beton
a. Agar beton terlindung dari cuaca, beton harus dibasahi secara
terus menerus selama 14 hari setelah pengecoran dengan
menutup jerami/ karung basah.
b. Semua permukaan beton yang terbuka dijaga agar tetap basah
sekurang-sekurangnya selama 4 hari setelah pengecoran,
dengan cara menyemprot atau mengenangi dengan air pada
permukaan beton tersebut, terutama pada pagi/ sore hari atau
juga cuaca pada saat teduh.
c. Beton harus terlindungi dari pengrusakan secara mekanis/
pengeringan sebelum waktunya.
d. Waktu yang diperlukan untuk melakukan pembongkaran bekisting
untuk beton kolom minimal 2 hari, beton balok, plat lantai minimal
21 hari, beton kantilever minimal 28 hari

RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )

e. Bahan hasil bongkaran tidak dipergunakan untuk pekerjaan lain,


kecuali sudah mendapat persetujuan dari pengawas lapangan,

5.3.

Perlindungan beton
a. Hal yang dimagsud cacat pada beton adalah sebagai berikut:
Konstruksi beton yang amat keropos.
Konstruksi beton yang tidak sesuai dengan rencana.
Konstruksi beton yang terdapat adanya benda-benda yang
dilarang ada pada konstruksi beton.
b. Apabila hal ini terjadi, Perencana berhak untuk tidak menerima
pekerjaan beton
tersebut dan kontraktor harus segera
memperbaiki sesuai dengan petujuk Perencana.
c. Penggunaan alat bantu pekerjaan yang sangat membebani struktur
harus mendapat persetujuan dari Perencana dan kotraktor harus
memperbaiki beton yang rusak akibat penggunaan alat bantu
tersebut.
d. Hasil yang diharapkan pada cor beton tidak ada yang menyimpang
dari toleransi yang diijinkan, karena tidak ada perbaikan beton
dengan plesteran.

6.

PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA

6.1.
a.

b.

c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah:


Pekerjaan Kusen pintu / jendela menggunakan Kayu Kelas I
( kayu setara kamper) ( lepas ati, lepas putih, tidak retak) dan
ukuran kayu kusen 6/12 cm
Daun pintu plywood 6mm finish HPL, rangka pintu menggunakan
papan kayu setara kayu kamper 3/10 cm dengan kualitas yang
baik.
Daun jendela kaca 5 mm dengan rangka kayu setara kayu kamper
3/9 cm
Kaca mati polos 5 mm
Engsel Jendela Hing atau sesuai petunjuk Perencana
Grendel Pintu dan Jendela Kualitas baik
Kait Angin Jendela Kualitas baik
Engsel Pintu Hing atau sesuai petunjuk Perencana
Kunci Pintu 2 slaag (komplit set ) setara Yuri/Solid
Sebelum pemasangan rekanan harus menyampaikan contohcontoh material penggantung dan pengunci untuk mendapat
persetujuan Perencana/Pengawas.

RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )

6.2. Pemasangan Kusen Kayu


a.
Balok-balok kayu kelas I setara Kayu kamper dengan ukuran balok
6/15 cm, dengan toleransi ukuran +/- 1,0 cm yang digunakan untuk
kusen yang dipasang pada semua dinding.
b.
Sebelum dipasang, kusen harus tetap berada dalam keadaan siku
- siku dan rata (tidak melengkung), dan terhindar dari kerusakan
(cacat).
c.
Pemasangnan kusen pada dinding harus memakai angker dengan
besi beton 8 mm, minimal dalam jarak maksimal 60 cm satu
sama lain dicor beton 1PC : 2 PS : 3 KRL.
d.
Neut kusen pintu setinggi 10 cm diatas lantai finish.
e.
Bagian permukaan kusen yang akan menempel harus dicat meni
dahulu.
f.
Kusen yang menempel pada balok/kolom beton, disekrup dengan
dynabolt 8 mm pada jarak maksimum 1 m dan lubang sekrup
pada kusen harus ditutup kembali dengan kayu.
6.3 Pemasangan Daun jendela dan Pintu
a.
Untuk bingkai ventilasi kayu hubungan dengan kaca dengan
lubang skoneng dan di isi gasket untuk memperkuat kedudukan
kaca.
b.
Hubungan dengan kusen menggunakan 3 buah engsel H untuk
daun pintu dan 2 buah engsel H untuk daun jendela dan diperkuat
dengan paku sekrup.
c.
Hasil yang diharapkan semua hubungan terpasang kuat dan rapi.

7.

PEKERJAAN BESI DAN PENGGANTUNG.


7.1 Kwalitas bahan.
a. Engsel dipergunakan kwalitas baik dan mendapat persetujuan
perencana/pengawas
b. Kunci pintu dipergunakan kwalitas yang baik dan dengan
persetujuan Perencana/pengawasa, kunci pintu yang digunakan
dengan kualitas setara setara solid
c. Kait angin dan grendel ini dipergunakan dengan kwalitas yang baik
setara solid dan mendapat persetujuan dari Perencana dan
pengawas
d. Besi angker dipasang pada sisi luar kusen dengan pertemuan
pasangan dinding.
7.2 Teknis cara pemasangan

RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )

a. Untuk mendapat keragaman bentuk, warna, mutu penggunaan dan


sebagainya, maka pemborong di wajibkan untuk mengajukan
contoh-contoh kepada Perencana lapangan untuk mendapatkan
persetujuan terlebih dahulu.
b. Besi angker kusen menggunakan besi polos 8 mm.

8. PEKERJAAN ATAP DAN PLAFOND


8.1.

Pekerjaan Atap bangunan meliputi pekerjaan-pekerjaan :


Struktur rangka atap baja ringan
Pasangan atap genteng metal t=0.3mm
Pasangan Bubungan genteng lokal.
Pasangan kayu usuk setara kayu kamper di sekrup pada ujung
baja ringan untuk memegang papan list plank
Pasangan Talang atap.
Pasangan papan lisplank kayu setara kamper ukuran 3x20,
3x15,3x5cm
Pasangan Ikut Celedu paras
Pasangan murda paras polos

8.2. Pekerjaan plafon bangunan meliputi pekerjaan-pekerjaan :


a.
Struktur rangka plafon menggunakan hollow aluminium
35x35x0.3mm sebagai rangka utama dan hollow aluminium
35x17x0.3mm sebagai rangka penyekat dan penggantung rangka
plafon
b.
Pasangan plafon menggunakan gypsum board 9mm
c.
Nat plafon plaster menggunakan perekat cornis agar permukaan
rata
d.
List plafon menggunakan list gypsum ukuran 3x8cm
e.
Plafon difinish cat

8.3.

Struktur rangka atap baja ringan.


a. Bahan
Base material
: Higg Tensile Steel G 550.
Minimum yiled steenght 5500 kg/ cm2
Coating
: Zinc Aluminium A /Z 100 gr / m2 150 gr/m2.
Galvanised z 220 gr /m2
Material thickness: 1 mm TCT and1.00 mm TCT
Standar Material ; astm 792
Standar Type
: 75 mm 200 mm

RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )

b. Teknis pelaksanaan
Apabila pemborong secara teknis tidak memungkinkan untuk
melakukan sendiri pekerjaan baja ringan ini, pemborong boleh
menunjuk sub kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan ini dengan
persetujuan dari perencana dan pengguna jasa. Pemborong harus
menyerahkan sertifikat garansi dari produk baja ringan yang dipakai
dalam pekerjaan ini yang lamanya minimal 15 tahun dari tanggal
mulai serah terima pertama pekerjaan.
Kontraktor/sub kontraktor harus mengukur ulang bangunan untuk
mendapatkan ukuran riil dilapangan serta menghindari
kemungkinan kesalahan ukurandan dituangkan dalam gambargambar pelaksanaan (shop drawing).
Pabrikasi dapat dilakukan diluar dari lokasi kegiatan dalam rangka
effisiensi teknis dan waktu dengan pemberitauan kegiatan secara
tertulis terlebih dahulu baik kepada pengguna jasa maupun kepada
perencana lapangan.
Seluruh batang-batang rangka atap harus dipotong secara persisi
sesuai ukuran di lapangan yang didapat.
Jika terdapat patahan atap, maka pada posisi patahan tersebut
harus merupakan titik simpul sistem rangka batang ( bentuk dasar
segitiga ). Diperkuat patahan kuda-kuda dengan plat adu punggung
hanya bisa dikerjakan pada posisi batang yang menerima beban
sangat kecil.
Semua titik simpul diperkuat dengan baut dengan jumlah minimal 5
buah atau disesuaikan dengan kebutuhan.
Pemasangan tumpuan rangka atap pada ring balok harus dilakukan
dengan baik memakai dynabolt type wall plug ukuiran sesuai
kebutuhan material yang akan dipasang.
Pemasangan reng harus dibuat rata,tegak lurus dengan rangka
atap serta berjarak yang sama antara reng satu dengan yang
lainnya.
Ukuran jarak reng disesuaikan dengan bahan genteng yang
dipasang.
Usuk dipasang atau dimasukkan pada ujung bawah kuda-kuda
dengan panjang 50 cm, diperkuat dengan baut. Jarak antara baut
5 cm dengan jumlah baut minimal 3 bh atau sesuai dengan
kebutuhan.
Lisplank dipasang setelah semua usuk terpasang dengan baik.
Bentuk serta ukuran papan lisplank sesuai dengan gambar kerja.
Lisplank dipasang sedemikian rupa pada ujung usuk, diperkuat
dengan paku. Sambuang pada papan lisplank kalau
memungkinkan sebaiknya digunakan sambungan ekor burung.
RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )

9.

Hasil yang diharapkan lisplank terpasang dengan kuat,lurus tidak


bergelombang, rapi terutama pada pertemuan sudut atap.
Seluruh bidang atap dari rangka atap yang dipasang harus
merupakan bidang yang rata dan tidak bergelombang sehingga
pemasangan reng dapat dilakukan dengan baik.
Pemasangan rangka atap keseluruhannya merupakan sistim yang
saling berkaitan.
Untuk pemasangan penggantung plafond ditempatkan pada titiktitik simpul sambungan kecuali pada hal tertentu akibat keadaan
pemborong harus melapor kepada Perencana lapangan.

PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING


9.1.
a.

.Pekerjaan Keramik Lantai dan Dinding


Bahan
Pekerjaan keramik lantai ukuran 60x60 setara platinum
Pekerjaan keramik lantai tolilet menggunakan keramik 40x40 setara
platinum non slip. Keramik Dinding toilet menggunakan Keramik
20x40 setara platinum

b.

9.2.
a.
b.

Pemasangan
Pemborong wajib untuk menunjukan contoh contoh bahan
untuk mendapatkan persetujuan tertulis dari Perencana
Pasangan Keramik untuk lantai harus menghasilkan bidang
yang lurus.
Permulaan pemasangan lantai keramik diawali dari as tengah
banguan dan selanjutnya dilanjutkan ke arah kanan atau kiri
dari titik awal pemasangan keramik.
Keramik sebelum dipasang harus direndam dengan air
sampai jenuh ( tidak ada gelembung udara )
Besar nat harus sesuai dengan spesifikasi teknis bahan
Perekat harus betul betul rata dan tidak boleh ada lubang
lobang udara dibawah keramik.
Pemasangan nat nat harus menggunkan semen nat
( semen biasa tidak diperkenankan utnuk dipakai kecuali atas
persetujuan pengawas lapangan ). Pemakaian warna semen
nat harus atas persetujuan dari Perencana.

.Pekerjaan Finishing Dinding Lapis Kain


Dinding ruang rapat diplster dan difinish aci mill
Untuk mendapatkan ruangan yang kedap suara, acian dinding
dalam dilapisi dengan material kain.. Finising kain yang digunakan
ada dua macam:

RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )

c.

Komponen finising kain rangka kayu setara kayu kamper


ukuran 4x4cm. Diantara rangka kayu dipasang plywood 9mm
dilapisi busa tebal 3cm dipasang dengan perekat lem.lapisan
finising adalah lapisan kain jenis kain setara poliester, linen
atau chenille, kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan ini
harus membawa contoh jenis dan warna kain untuk mendapat
persetujuan dari pihak manejemen rumah sakit.
Komponen finising kain rangka kayu setara kayu kamper
ukuran 4x10cm. Diantara rangka kayu dipasang plywood 9mm
dilapisi busa tebal 3cm dipasang dengan perekat lem.lapisan
finising adalah lapisan kain jenis kain endek, kontraktor
sebelum melaksanakan pekerjaan ini harus membawa contoh
jenis dan warna kain endek untuk mendapat persetujuan dari
pihak management rumah sakit
Teknik pemasangan disesuaikan dengan detail gambar kerja.

10. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK


10.1. Pekerjaan Listrik
a. Pelaksanaan pekerjaan instalasi listrik
penggadaan
armature lampu-lampu, lengkap dengan aksesoris lainnya
sesuai dengan standar pekerjaan instalasi listrik akan
dilaksanakan oleh instalatur listrik yang telah berpengalaman
dalam sub bidang pekerjaan listrik.
b. Pemasangan instalasi listrik untuk titik lampu disesuaikan
dengan gambar rencana. Instalasi listrik menggunakan pipa
5/8 dengan kabel NYM 3x2.5mm2 dan kabel tersebut harus
memenuhi standar SNIatau sesuai PUIL 2000. Titik sakelar
disesuaikan dengan gambar rencana, atau jika ada perubahan
harus melakukan kordinasi dengan pihak pengawas lapangan.
Sakelar dan fiting lampu dengan kualitas setara broco.
c. Sakelar dipasanga dengan ketinggian 1.5m dari FFL
d. Pasangan instalasi listrik untuk stop kontak
disesuaikan
dengan gambar rencana. Pasangan stopkontak dengan system
inbow menggunakan pipa 5/8 dengan menggunakan kabel
3x2.5mm kabel yang digunakan harus setandar SNI.
Stopkontak yang digunakan dengan kualitas serata broco.
e. Stopkontak dipasang dengan ketinggian 50cm dari FFL.
f. Instalasi Penangkal Petir menggunakan split tembaga sebahgai
ujug tombak dihantarkan dengan pengantar kabel BC luas
penampang 50mm dimasukan kedalam tanah melalui pipa
GIP1hingga mencapai permukaan tanah tetap
RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )

11. PEKERJAAN INSTALASI ALARM KEBAKARAN


a. Pekerjaan Instalasi alarm kebakaran menggunakan system
konvenssional yang terdiri dari komponen control panel, smoke
detector dan alarm kebakaran. Titik pemasangan sesuai
dengan gambar rencana

12. PEKERJAAN INSTALASI PLUMBING


12.1. Pekerjaan Plumbing
a. Pelaksaaan pekerjaan Plumbing (instalasi air bersih maupun air
kotor/limbah serta pekerjaan plumbing fixtures) akan
dilaksanakan
mengikuti/disesuaikan
dengan
keadaan
lapangan.
b. Pekerjaan pipa air bersih pipa induk dari sumber air
menggunakan pipa diameter 1 kualitas AW, pipa distribusi
kemasing masing keran air menggunakan pipa diameter 3/4:
c. Pekerjaan pipa untuk kloset menuju ke saptiktank
menggunakan pipa diameter 4. Pekerjaan pipa untuk air kotor
menuju keperesapan menggunakan pipa diameter 3. Pipa air
hujan untuk mengallirkan air dari talang atap menuju saluran
umum (got) menggunakan pipa diameter 3.
d. Pekerjaan septictank lengkap dengan rembesannya serta bak
kontrol akan dikerjakan lebih awal dikarenakan tidak terganggu
pekerjaan lainnya.
e. Pelaksanaan instalasi air bersih dan air kotor terutama yang
sistem pemipaannya berada di dalam bangunan akan
dipasangkan terlebih dahulu sebelum pekerjaan lantai dan
yang menempel di tembok sebelum pelaksanaan plesteran.
f. Pelaksanaan pemasangan peralatan plumbing fixtures
dilaksanakan di akhir pekerjaan setelah instalasi air bersih dan
air kotor selesai dikerjakan
13. PEKERJAAN SANITAIR
13.1. Pasangan Washtafel
Washtafel yang dipakai dengan kualitas setara toto, untuk wastafel diarea
toilet dibuat dudukan meja beton finish keramik. Jenish washtafel
yangdipasang adalah tipe under counter dengan kualitas setara toto LW
523J. Keran washtafel yang digunakan dengan kualitas setara Sanei
Standar. Pemilihan keran atas persetujuan direksi. Ketinggian wastafel
dipasang sesuai dengan gambar kerja.
RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )

13.2. Pasangan Closet Duduk


Closet duduk yang dipakai adalah kulitas setara toto type CW 421J. Closet
harus dipasang kokoh dengan segala perlengkapannya, posisi Closet
disesuaikan dengan gambar kerja.Kelengkapan closet yang lain adalah
JetWasher, tipe yang digunakan dengan kualitas setara toto tipe TX
20MCRB, Tisue holder dengan kualitas setara toto S20.
14.

PEKERJAAN FINISHING

14.1. Pengecatan Kayu


a. Pastikan seluruh bidang permukaan kayu yang akan di cat telah bersih dari
segala kotoran, dan telah diamplas halus.
b. Lapisan pertama/meni menggunakan cat dasar.
c. Setelah itu permukaan kayu di amplas lagi sampai halus.
d. Setelah kering dilanjutkan dengan lapis pertama top coating.
e. Lapisan kedua top coating dilakukan setelah lapisan pertama benar-benar
kering.
f. Finising kayu menggunakan politur mowilek
14.2.Pengecatan Dinding
a. Pastikan permukaan tembok yang akan dicat dalam keadaan kering, bebas
dari segala jenis kotoran yang melekat.
b. Setelah tembok benar-benar bersih, oleskan Plamur keseluruh permukaan
tembok.
c. Setelah Plamur cukup kering diamplas halus, dilanjutkan dengan lapisan
pertama top coating.
d. Lapisan kedua top coating dilanjutkan setelah lapisan cat pertama betul-betul
kering ( jangan sekali-kali melakukan pengecatan lapis kedua sebelum
lapisan pertama betul-betul kering, karena akan berakibat kegagalan
pengecatan, cat akan meleleh dan tertarik oleh kuas/roll)
e. Finising dinding menggunakan cat stara vinilek

15. DOKUMEN PENAWARAN


15.1. Daftar personil inti /tenaga ahli/teknis/terampil minimal yang diperlukan untuk
pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut:
a.
1(satu )orang Site Manager memiliki SKT Pelaksana Bnagunan Gedung
dengan pengalaman minimal 5 (Tahun)
b.
1(satu) orang Pelaksanan Lapangan memiliki SKT Pelaksanan Lapangan
Pekerjaan Perumahan dan Gedung dengan pengalaman minimal
5(lima)tahun.
c.
1(satu) orang Tenaga Administrasi pendidikan minimal SMA/Sederajat dengan
pengalaman minimal 3(tiga)tahun
d.
1(satu) orang Tenaga Logistik pendidikan minimal SMA/Sederajat dengan
pengalaman minimal 3(tiga)tahun
RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )

15.2.Daftar peralatan utama minimal yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini
sebagai berikut:
a.1(satu ) buah Fibrator
b.
1(satu ) buah Molen 0,3-0,6m3, kapasitas 500liter
c.Bak Spesi
d.
Water pass
Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan
Diisi apabila ada bagian pekerjaan yang dapat disubkontrakan dan bukan
merupakan pekerjaan utama, kecuali pekerjaan spesialis.
Uji mutu/teknis fungsi diperlukan untuk lembaga /instansi yang telah memiliki sertifikat uji
mutu

16. P E N U T U P.
Hal hal yang belum jelas disebutkan dalam Rencana Kerja dan syarat-syarat ini,
tapi mutlak perlu dalam pelaksanaan pekerjaan fisik, akan dilengkapi dalam
Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) dan Pemborong wajib
membuat gambar As Built Drawing yang telah disetujui oleh Perencana.
-

Menyetujui
PEJABAT PEMBUAT
KOMITMEN(PPK)

I WAYAN SUASTIKA,ST,MH
Nip. 196512311986031191

Mengetahui
DIREKTUR RUMAH SAKIT
UMUM DAERAH KABUPATEN
BANGLI

dr. I WAYAN SUDIANA,M.Kes


Nip. 196611291997031004
RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )

Konsultan Perencana
CV. BALI CIPTA LARAS

I MADE WIDANA ,ST


DIREKTUR

Mengetahui
KEPALA DINAS PEKERJAAN
UMUM
KABUPATEN BANGLI

Ir. IDA BAGUS


WEDIATMIKA,MM
Nip. 195612301990031003

RENCANA KERJA SYARAT ( RKS )