Anda di halaman 1dari 33

19

BAB III
TINJAUAN KASUS
LAPORAN KASUS KELOLAAN
PADA Tn K DENGAN GANGGUAN SISTEM PENAFASAN
PADA DIAGNOSA MEDIS TUBERCULOSIS PARU
DI RUANG TUNJUNG I RSUD PRAYA
LOMBOK TENGAH
No. Registrasi

: 923058

Ruang

: Tunjung I

Tgl MRS/ Jam

: 13 November 2014

Tgl Pengkajian

: 17 November 2014

Diagnosa Medis

: Tuberculosis Paru

A. PENGKAJIAN
1.IDENTITAS.
a. Biodata Klien
- Nama

: Tn K

- Jenis kelamin

: Laki-Laki

- Umur

: 50 Tahun

- Agama

: Islam

- Suku/Bangsa

: Sasak/Indonesia

- Pekerjaan

: Petani

- Alamat

: Menteng

b. Biodata penanggung jawab


- Nama

: Ny S

- Jenis kelamin

: Perempuan

- Umur

: 48 Tahun

20

- Pekerjaan

: Dagang

- Pendidikan

: SMA

- Suku/Bangsa

: Sasak/Indonesia

- Alamat

: Menteng

- Hubungan dengan klien : Istri

2. RIWAYAT KESEHATAN
a. Keluhan utama
Klien mengatakan sesak.
b. Riwayat penyakit sekarang
Klien mengeluh sesak, batuk berdahak, demam, dan
nyeri ulu hati. Riwayat berobat OAT sudah 2 kali
kurang lebih 1 bulan yang lalu dan makan kurang.
c. Keluhan saat didata
Klien

mengeluh

masih

sesak,

lemas,

apabila

beraktivitas cepat lelah klien juga mengeluh nyeri


ulu hati, tidak ada napsu makan
d. Riwayat penyakit dahulu
Istri

Klien

mengatakan

klien

mengalami

penyakit

seprti sekarang sejak 2 tahun yang lalu, sebelumnya


tidak

mengalami

penyakit

yang

serius

seperti

diabetes, hipertensi atau penyakit kronik lainnya.

21

Genogram :

Keterangan:
/

: Laki/perempuan hidup

: Laki/perempuan meninggal
: garis keturunan
: tinggal serumah
: klien

3. DATA PSIKOSOSIAL
a. Status emosi
Status emosi stabil.
b. Konsep diri
1) Body image
Klien

menerima

pertama masuk RS.

keadaannya

dan

mengatakan

kali

22

2) Self ideal
Klien mengeluh agar cepat di sembuhkan dan cepat
diberikan obat.
3) Citra tubuh
Klien

mengatakan

terganggu

terpasangnya

alat-alat

infuse,
4) Peran
Klien mengatakan dirinya sebagai orang tua dari.Dan
klien mengeluh tidak dapat membantu keluarga dalam
mencari napkah.
5) Identity
Klien mengatakan bahwa dirinya adalah seorang ayah
yang memiliki anak 3 orang 2 perempuan dan 1 lakilaki.
4. DATA SOSIAL
a. Pendidikan
Tamat SMA, klien mengerti tentang penyakitnya.
b. Sumber penghasilan
Klien mendapat penghasilan dari bertani.
c. Pola komunikasi
Komunikasi yang digunakan oleh keluarga adalah bahasa
sumbawa
terjalin

dan

klien

komunikasi

mengerti
yang

bahasa
baik

Indonesia
diantara

serta
anggota

keluarga.
d. Peran sosial
Klien mengatakan perannya dimasyarakat sebagai seorang

23

remaja sering mengikuti kegiatan di masyarakat seperti


mengaji dan gotong royong.

5. DATA SPIRITUAL
Klien mengatakan sebelum sakit selalu menjalankan sholat
lima waktu dan setelah sakit klien tidak bisa menjalankan
ibadah sholat lima waktu seperti biasa.

6. POLA AKTIVITAS
Pola Aktivitas
1.
pola

Di rumah

Di rumah sakit

nutrisi
a. makan
1) selera
makan

1)

baik/ada

1) Kurang

2)

3x sehari

2) 3x sehari

3)

Nasi,

3) Bubur, lauk, air

2) frekuensi

lauk, air

3) jenis

putih

makanan
4) porsi makan
5) cara makan
b. minum

putih.
4) 1/4 porsi

4)

Dihabiskan

5) Dibantu keluarga

5)

Sendiri

1) Air putih

1) Air putih

2) 4-6 gelas/hari

2) 7-8gelas/hari

1) jenis
minuman
2) frekuensi

1) 1-2x /hari

1) Kurang minum

2) Kuning
3) Padat
1) 2 x sehari

2.

pola
eliminasi

a. BAB
1) Frekuensi

2) Kuning pekat
1) 4-5x /hari

3) Bau obat2an

2) Kuning jernih
3) Khas Amoniak

2) Warna
3) Jenis
b. BAK

Klien

hanya

berbaring

di

bisa
tempat

24

Klien
3.

aktivit
as

mencari tidur,

napkah

semua

untuk kebutuhan

keluarga
berkumpul

dan

dibantu

dan oleh istri.


dengan

keluarga.
-

jam

perhari,

sering
7-8 jam /hari
4.

istirah

terjaga

karena

batuk

dan

tidak

bisa

sesak

at atau

Klien

tidur siang.
Klien

tidak

bisa

tidur

karena

batuk

dan sesak
a. baik

5.

persona

a. baik

b. kurang

b. baik

c. kurang

c. baik

d. tidak pernah

d. 2 x sehari

l hygine

mandi (

hanya

diseka)

a. penampilan
umum

e. tidak pernah
e. 2 x sehari

b. kebersihan

f. tampak agak kotor

f. Bersih

c. kerapian
d. frekuensi
mandi

Semua kegiatan dalam

e. menyikat gigi

Klien

f. kebersihan

dalam

rambut
6.

pemenuhannya
keterga

ntungan

mandiri pemenuhan
dibantu.

ADLnya

25

7. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan Umum : lemah
b. Kesadaran
: Composmentis, GCS 456
c. Keadaan Fisik
1. Tinggi Badan
: 165 cm
2. Berat Badan
: 62 kg
d. Tanda-tanda vital
1. Tensi
: 110/70mmHg
2. Nadi
: 82 x/mnt
3. Suhu
:37,70 C
4. Respirasi : 25x/mnt
e. Kepala
1. Wajah
I : Bentuk wajah oval, kanan dan kiri simetris
tidak terdapat masa atau benjolan,

anemis

atau pucat.
P : tidak teraba massa atau benjolan dan tidak
tedapat nyeri tekan
2. Rambut
I

Tampak

agak

kotor,

jarang

disisir,

warna

hitam dan tumbuh rata.


3. Kulit Kepala
I : tidak terdapat luka, benjolan, terdapat
ketombe , gatal-gatal
P : tidak terdapat nyeri tekan

4. Mata
I : Strabismus tidak ada, Bentuk bola mata kanan
dan kiri simetris, konjungtiva merah muda,

26

sklera kuning muda, penglihatan baik, tidak


ada buta warna
P : tidak ada nyeri tekan pada bola mata
5. Hidung
I:

Terdapat

napas

cuping

hidung.

bentuk

simetris,tidak ada polip hidung, tidak ada


secret, dan tidak ada gangguan penciuman.
P: tidak ditemukan adanya massa

pada hidung,

tiidak terdapat nyeri tekan


6. Telinga
I

Aurikula

tidak

kanan

terlihat

dan

kiri

perubahan

bentuk
warna,

simetris
lubang

telinga tampak bersih tidak ada serumen.


P : tidak terdapat nyeri tekan
7. Mulut
I : gigi tidak terdapat caries gigi, bibir tampak
lembab, tidak ada pembengkakan gusi, tidak
terdapat cyanosis pada bibir.
P : tidak terdapat nyeri tekan
8. Lidah
I : Lidah tampak merah muda, tidak terdapat massa
atau

benjolan,

dapat

digerakkan

kesegala

arah, pngecapan baik.


P : tidak terdapat nyeri tekan
9. Leher
I : Tidak ditemukan peninggian vena jugularis

27

P : Tidak teraba peningkatan vena jugularis dan


tidak nyeri tekan
f. Dada dan thorak
1. Inspeksi
Terlihat

batuk

produktif,

Bentuk dada kanan


25x/menit,

konsistensi

kental,

dan kiri simetris,respirasi

terdapat

perbedaan

retraksi

dada

kanan dan kiri,


2. Palpasi
Teraba perbedaan gerakan dinding dada kanan dan
kiri,terdapat

nyeri

tekan

pada

dinding

dada

kanan
3. Perkusi
Pada dinding dada kanan terdengar sonor, pada
dinding

dada

kiri

Dullness, penurunan

terdengar

suara

sonor.

fremitus pleura terisi

cairan)
4. Auskultasi
Terdengar

suara

ronchi

dan

steteskop

dengan

dinding

dada

suara

bronchovesikuler

dengan

whezing,
kanan

dengan

terdengar

stetoskop

bunyi

jantung seirama dengan denyut nadi, tidak ada


nyeri tekan pada area jantung

g. Abdomen
1. Inspeksi

28

Tidak

terdapat

ascites

pada

dinding

abdomen,

tidak terdapat distensi kandung kemih,


2. Palpasi
Kuadran kanan atas tidak terdapat hepatomegali,
kuadran

kiri

atas

tidak

terdapat

distensi

lambung, pada kuadran kiri dan kanan bawah tidak


terdapat distensi kandung kemih
3. Auskultasi
Dengan stetoskop terdengar peristaltik usus

8x

(normal 5-30x/mnt)
4. Perkusi
Kuadran

kanan

kuadran

kiri

atas
atas,

terdengar
kiri

bawah,

suara
kanan

pekak,
bawah

terdengar suara timpani.


h. Ekstremitas
1. Atas
I

terpasang infus Rl 20 tts/menit pada


tangan
atau

kiri,

tidak

hipertropi

terdapat

otot,

bentuk

atropi
tangan

kanan dan kiri simetris, kekuatan otot


sama 5 / 5
P

tidak
hangat.

2. Bawah

terdapat

nyeri

tekan,

akral

29

tidak terdapat atropi atau hipertropi


otot,

bentuk

tangan

kanan

dan

kiri

simetris, kekuatan otot sama 5 / 5


P

tidak

terdapat

nyeri

tekan,

akral

hangat,
i. Genetalia
I : tidak terpasang kateter, tampak area genetalia
bersih.

8. DATA PENUNJANG
1. Laboratorium
Senin, 17 November 2014

9. TERAPI

Pemeriksaan

Hasil

Normal

HEMOGLOBIN (HB)

10,8 g/dl

P 11,5 16,5

WBC

11,0

10e3/Ul

NEU

6,95

63,0%

LYM

2,97

26,9%

MONO

-969

8,79%

EOS

-012

-106%

BASO

129

1,17%

HCT

24,8 %

40,0 47,0

MCV

80,5Fl

81,0 99,0

MCH

26,9 pg

27,0 31,0

PLT

32

150 450

PCT

0,34%

0,108 0, 282

30

10.
No
1

Tanggal 17-11-2014

sampai 19-11-2014

RL : 20 tpm

Cefotaxin 2 x 500 mg

Ranitidin 2 x 1 ampul

Parasetamol 3 x 500 mg

Ketorolak

DATA SENJANG
Data Subyektif

Data Obyektif

DS:

DO:

klien mengatakan nyeri

Keadaan umum lemah

dada dan batuk secret

Tampak sesak

susah keluar.

RR : 25 x / menit

klien

mengatakan -

Klien

tampak

mual,muntah dan tidak ada

ditempat

nafsu makan

semi fowler

Klien

tidur

mengatakan

susah -

Skala nyeri 4

tidur karena sesak

Sputum kuning

Tidur

klien

karena

sering

terganggu batuk

dahak sulit keluar

dan -

berbaring
posisi

Konsistensi kental
Perkusi sonor
Suara

ronhci

dan

whizing
-

ADL klien dibantu

Perkusi dullness

Batuk produktif

Tampak

pucat

terbaring lemah

dan

31

Forsi
disediakan

makan

yang

RS

hanya

dimakan porsi makan


-

BB

62 kg

Bising usus 8x/menit

Penurunan

premitus

pleura
- - tidur kurang lebih 4 jam
sehari
-

32

B. ANALISA DATA
Nama

: Tn K

Ruang

: Tunjung

No.Reg

: 923058

No
1.

Symptom

Etiologi
Micobacterium TB

DS:

Klien mengatakan sesak Baktri


da

batuk

sekret besar

susah keluar

yang
tertahan

di bronkus

K/u lemah,

infektion

Seputum kuning

bronkhus

Konsistensi kental

Penurunan

premitus

pleura
Perkusi dullness

Batuk produktif

Suara

Peradangan

Penumpukan
secret

paru

:terdengar

whezing

dan

suara

ronzhi
-

pada

bonkhus

secret sulit di
keluarkan

RR : 25x/mnt,
Nadi : 82x/mnt
TD : 110/70 mmhg

Bersihan jalan
nafas tidak
efektif

jalan napas
tidak
efektif

DO:
-

Problem
Bersihan

33

Micobacterium TB
DS:

klien

mengatakan

mual, muntah dan tidak


ada nafsu makan

kurang dari
Droplet
infektion

DO:
-

k/u lemah

klien

tampak

lemah

dan

aktifitas

ADL

Paru

Batuk produktif

dibantu

anorexia malaese

BB 62 kg

Mual dan muntah

posri makan yang


disediakan hanya
dihabiskan

Nutrisi kurang

klien

lebih

banyak berbaring
dan

sering

terdengar

batuk

batuk
-

Intake kurang

porsi

Kekuatan

tonus

otot 5

Nutrisi

dari kebutuhan

kebutuhan

34

Micobacterium TB
DS :

Gangguan

Klien mengatakan susah

Peradangan

tidur karena sesak dan

bronkhus

batuknya
DO :
-

Penumpukan
Klien

tampak

secret

pucat dan sayu


-

tidur

kurang

lebih

Batuk prodiktif

jam

Sesak nafas

sering terbangun

Batuk terus

sehari
-

pada malam hari


-

TTV

TD

110/70mmhg,
82x/menit,

menurus
:

Sering terbangun
pada malam hari

Gangguan
istirahat tidur

istirahat
tidur

35

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Bersihan

jalan

nafas

tidak

efektif

berhubungan

dengan adanya akumulasi sekret jalan napas


2. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan
anoreksia,malaise,mual dan muntah
3. Gangguan
sesak.

istirahat

tidur

b/d

batuk

produktip

dan

36

D. RENCANA TINDAKAN
Nama : TnK
DIAGNOSA

Ruang : Tunjung

TUJUAN DAN KRITERIA HASIL


INTERVENSI
dilakukan 1. Jelaskan kepada

jalan Setelah

Bersihan

nafas tidak efektif


berhubungan
adanya

Umur : 50 tahun

tindakan
selama

dengan diharapkan

akumulasi

sekret jalan napas

keperawatan
3x24

jam

kebutuhan

terpenuhi.

O2

Dengan

criteria hasil :
-

Keluhan dyspneu

tentang

batuk

efektif

dan

terdapat
sekret

No.Reg : 923058
RASIONALISASI
klien 1. Pengetahuan
yang

mengapa

penumpukan
di

saluran

pernapasan.
2. Lakukan

diharapkan
membantu

klien tentang penyakit

dank

TD: 120-140/80-90

TBC

penyakit

kluargda

dan

mmHg

S : 365 375 C

rencana

penyuluhan 2. Untuk

Klien tidak sesak

RR : 16-20 X/Menit

klien

terapiutik

mengembangkan

terhadap

pada

N : 60 100 x/menit

akan

kepatuhan

berkurang

yang

memberikan

pemahaman pada keluarga


lien

tentang
tyang

di

deritanya
3. Observasi TTV Klien

3. Untuk

mengetahui

keadaan umum klien


4. Ajarkan
metode

klien

tentang 4. Batuk

yang

tepat

pengontrolan batuk

yang

terkontrol
melelahkan

tidak
adalah

dan

tidak

efektif.
5. Ajarkan
dan

Napas

batuk

dalam 5. Memungkinkan

efektif,

paru lebih luas.

expansi

37

perlahan

saat

duduk

setegak mungkin
6. Anjurkan

pada

untuk

klien 6. Menurunkan

membuang

dahaknya

pada

tempat

khusus (pot dahak)


7. Anjurkan

pada

setelah
mengeluarkan
untuk

kumat

tuberculosis

pada

lingkungan

selesai

meningkatkan

rasa

dahaknya

kesejahtraan

dan

dengan

air bersih
8. Auskultasi

paru

dan

penyebaran

klien 7. Higiene mulut yang baik

berkumur

sebelum

resiko

sesudah

klien batuk

mencegah bau mulut.


8. Sekresi

kental

untuk

diencerkan

dapat
sumbatan

sulit
dan

menyebabkan
mukus,

mengarah

yang
pada

atelektasis.
9. Dorong

atau

perawatan

berikan

mulut

yang

baik setelah batuk.

9. Expectoran

untuk

memudahkan

mengeluarkan

lendir dan mengevaluasi


perbaikan kondisi klien

10. Kolaborasi

untuk

atas

pengembangan

38

pemberian

perawatan

berhubungan
anorexia

jam

malaese,

mual dan muntah

selama

diharapkan

dengan klien
sesuai

dapat

3x

24

nutrisi

kebutuhan

Porsi

dengan

makan

yang

disediakan

RS

dihabiskan
-

Klien

anorexia,muntah

dan

mual.

mengatakan

membantu
kebutuhan

terapiutik
2. Untuk

2. Observasi TTV klien


3. Tawarkan makan sedikit
tapi

sering

mengetahui

keadaan umum klien

enam

kali plus tambahan)

mualya berkurang

3. Peningkatan
pada

tekanan

abdomen

menurunkan

saluran

GI

dapat
menekan
dan

menurunkan kapasitas.

Klien tampak segar

Peningkatan BB tanpa

makanan

peningkatan edema.

menghindari

HB 11,5-16,5 gr%

jam sebelum makan dan

TTV : TD: 120-

sesudah makan

140/80-90 mmHg

dapat
memperbaiki

terpenuhi

kriteria
-

parunya.

pemberian antibiotik
diberikan 1. Jelaskan
penyebab 1. Menurunkan ansietas dan

Nutrisi kurang dari Setelah


kebutuhan

expectoran,

4. Pembatasan cairan pada

5. Atur

dan
cairan

makanan

N : 60 100 x/menit

protein

RR : 16-20 X/Menit

tinggi

yang

S : 36,5 c-37c

pada

waktu

dan

dengan
kalori

disajikan
klien

4. cairan

berlebih

lambung

pada
dapat

menurunkan

nafsu

makan

dan masukan.
5. Meningkatkan
kemungkinan

klien

mengkosumsi

jumlah

protein

kalori

adequat.

dan

39

merasa

paling

suka

untuk memakannya.
6. Jelaskan

kebutuhan

peningkatan

masukan

makanan tinggi Vitamin


B12,asam
folat,thiamine dan zat
besi.
dengan
untuk

ahli

pemenuhan

nutrisi klien.
Gangguan
tidur

istirahat Setelah
b/d

produktif dan sesak

pemenuhan
istirahat
dapat

terpenuhi

Klien

lebih

Konjuntiva

tidak

penurunan

metabolisme

dan penyimpanan vitamin


karena

kerusakan

7. Kemungkinan

diperlukan

suplemen

tinggi

protein,

nutrisi
atau

pntingnya

tidur

klien

untuk istirahat.
klien

tampak

mengkompensasi

akan memanfaatkan waktu

dengan 2. Ajarkan

segar

tidur yang adequat

klien

kriter

untuk

parenteral,total

kebutuhan
tidur

ditingkatkan

harus

makanan per sonde.


pentingnya 1. Dengan
memahami

diberikan 1. Jelaskan

batuk perawatan selama 3x24 jam

vitamin

jaringan hepar.

7. Konsul
gizi

6. Masukan

dan
untuk

bantu 2. Posisi
mengatur

yang
semi

nyaman
fowler

posisi snyaman mungkin

mengurangi ekpansi paru

( semi fowler).

dan

mengurangi

sehingga

dapat

sesak
lebih

40

pucat

nyaman dan rileks untuk

Jumlah
dalam

jam

tidur

batas

normal
3. Fasilitas

6-8 jam/hari

Pola

tidur

kualitas

beristirahat ( tidur)

dan
tidur

dalam batas normal.

untuk 3. mengalihkan

memepertahan

aktivitas

sebelum

tidur

( membaca )

dari

perhatian

sakit

diderita
dengan

yang
misalnya

membaca

jika

memungkinkan )
4. Ciptakan

lingkungan 4. pembatsan

yang nyaman dan aman

akan

pengunjung

membuat

klien

dapat waktu lebih untuk


beristirahat
5. Atur waktu makan,minum
dengan jam makan.

tanpa

gangguan pengunjung.
5. Pada saat jam istirahat
dimanfaatkan
untuk

hanya

istirahat

dn

tidur karena tidur yang


berkualitas
6. Anjurkan
minum
tidur

klien
susu

untuk
sebelum

akan

menambah nafsu makan


6. minum
yang

minuman

hangat

berprotein

tinggi

membantu

proses

41

penegnceran dahak

E. IMPLEMENTASI
Nama
No
DX
I

: Tn K

Tgl

jam

Senin

09.00

17/11/

WITA

2014

Ruang: Tunjung I

No Registrasi : 923058

Implementasi
1. mnenjelaskan
batuk

kepada

yang

Respon Hasil

klien

efektif

dan

tentang S

Klien

mengapa mengeluh

masih

batuk

dan

terdapat penumpukan sekret di saluran

sesak

pernapasan.

mengeluarkan dahak

2. Mengobservasi TTV Klien


tepat pengontrolan batuk
klien

napas

dalam

K/U lemah

Klien

dan

sering

batuk efektif
5. menganjurkan

sulit

tampak
batuk

dan

sesak
klien

untuk

membuang

dahap pada pot dahak


6. mengauskultasi

serta

O :

3. mengajarkan klien tentang metode yang


4. mengajarkan

Paraf

paru

tampak

sering duduk
sebelum

dan

sesudah klien batuk

TTV : TD : 110/70,
N

7. mendorong atau berikan perawatan mulut


yang baik setelah batuk.

Klien

80x/menit.

RR : 20x/menit
-

Klien

tampak

pada

42

8. Kolaborasi

dengan

dokter

untuk

pemberian expectoran,dan antibiotik

posisi semi fowler


A : masalah keperawatan
belum teratasi.
P :Lanjutkan intervensi

II

Senin
17/11/

10.00 1. menjelaskan penyebab anoreksia mual dan


WITA

2014

muntah
2. menganjurkan klien untuk istirahat
sebelum makan.
3. menganjurkan makan sedikit tapi sering
( enam kali plus tambahan).
4. Atur makanan dengan protein dan kalori

no 3,4,6,7,8,dan 9
S : Klien masih
mengeluh mual dan nafsu
makan
O :
-

K/U lemah

- Klien tampak pucat


dan lemah

tinggi yang disajikan pada waktu klien

- Konjungtiva tampak

merasa paling suka untuk memakannya.

pucat

5. Jelaskan kebutuhan peningkatan masukan

- BB : 62 kg

makanan tinggi Vitamin B12,asam

- Porsi makanan hanya

folat,thiamine dan zat besi.

dihabiskan porsi

6. Konsul dengan ahli gizi untuk pemenuhan


nutrisi

A : Masalah keperawatan
belum teratasi
P :lanjutkan Intervensi

III

Senin
17/11/

10.00 1. Jelaskan pentingnya tidur yang adequat.


WITA

3,4,5,6 dan
S : Klien

2. Ajarkan dan bantu klien untuk mengatur susah

mengatakan

tidur.dan

sering

43

201414

posisi snyaman mungkin ( semi fowler).

terjaga

karena

batuk

3. Fasilitas untuk memepertahan aktivitas dan sesak.


sebelum tidur ( membaca ).
4. Ciptakan

lingkungan

O :

yang

nyaman

dan

aman.
5. Atur

- Klien tampak sayu dan


kusut

waktu

makan,minum

dengan

jam - K/U Lemah

makan.

TTV

TD

110/70

mmhg
-

82x/menit

RR

20x/menit
A : masalah keperawatan
belum teratasi
I

Selasa
18/11/
2014

P: Lanjutkan intervensi
08.40 1. menjelaskan kepada klien tentang batuk S : Klien
mengatakan
WITA

yang

efektif

penumpukan

dan

mengapa

sekret

di

terdapat

saluran masih sesak

pernapasan.

O :

2. mengajarkan klien tentang metode yang


tepat pengontrolan batuk
3. mengajarkan

klien

batuk

-K/U lemah
-

efektif

napas dalam
4. Auskultasi

batuknya berkurang tapi

sebelum

dan

pada

posisi

and semi fowler


-

paru

Klien
Klien

sesudah tapi

tampak

tidak

ada

sesak
cuping

44

klien batuk
5. Anjurkan

pada

hidung
klien

untuk

membuang -

dahak di pot dahak

TTV

TD

110/70

mmhg, N : 84x/menit, RR

6. mendorong atau berikan perawatan mulut : 20x/menit


yang baik setelah batuk.
7. Kolaborasi

untuk

A : masalah keperawatan
pemberian belum teratasi

expectoran,dan antibiotik.
II

selasa

09.30

18/11/

WITA

2014

1. menjelaskan penyebab anoreksia mual


dan muntah
2. menganjurkan klien untuk istirahat
sebelum makan.
3. menganjurkan makan sedikit tapi sering
( enam kali plus tambahan).

P:lanjutkan intervensi,
3,4,5,6,7,8 dan 9
S : Klien mengatakan
masih sering mual tapi
frekwnsi
tidak

berkurang
pernah

O :
-K/U lemah

tinggi yang disajikan pada waktu klien

- BB 62 kg

merasa paling suka untuk memakannya.

Klien

folat,thiamine dan zat besi.

dihabiskan

pemenuhan nutrisi

masih

tampak

lemah dan pucat

makanan tinggi Vitamin B12,asam


6. Konsul dengan ahli gizi untuk

muntah

lagi

4. Atur makanan dengan protein dan kalori

5. Jelaskan kebutuhan peningkatan masukan

dan

Porsi

makan

hanya
porsi

makan.
A : masalah keprawatan

45

belum teratasi
P :Lanjutkan intervensi
III

selasa

10.20

18/11/

WITA

2014

1. menjelaskan

pentingnya

tidur

adequat
2. mengajarkan

3,4,5,6 dan 7
yang S : Klien mengatakan
susah

dan

bantu

klien

tidur.dan

untuk terjaga

karena

sering
batuk

mengatur posisi snyaman mungkin ( semi dan sesak.


fowler).

O :

3. Fasilitas untuk memepertahan aktivitas -Klien tampak sayu dan


sebelum tidur ( membaca ).

kusut

4. menciptakan lingkungan yang nyaman dan - K/U Lemah


aman

TTV

TD

110/70

5. mengatur waktu makan,minum dengan jam mmhg


makan.

82x/menit

RR

20x/menit
A : masalah keperawatan
belum teratasi
P :Lanjutkan intervensi
n0 2,3,4 dan 5
I

Rabu

20.30

19/11/

WITA

2014

1.mnenjelaskan kepada klien tentang batuk S : Klien


yang

efektif

penumpukan

dan
sekret

mengapa
di

mengatakan

terdapat batuknya berkurang tapi


saluran masih sesak

46

pernapasan.

O :

2.Mengobservasi TTV Klien

-K/U lemah

3.mengajarkan klien tentang metode yang tepat pengontrolan batuk

Klien

pada

posisi

semi fowler

4.mengajarkan klien napas dalam dan batuk efektif

Klien

tapi

tampak

tidak

ada

sesak
cuping

5.menganjurkan klien untuk membuang dahap hidung


pada pot dahak

TTV

TD

110/70

6.mengauskultasi paru sebelum dan sesudah mmhg, N : 82x/menit, RR


klien batuk

: 20x/menit

7.mendorong atau berikan perawatan mulut A : masalah keperawatan


yang baik setelah batuk.
8.Kolaborasi

dengan

belum teratasi
dokter

untuk P: lanjutkan intervensi

pemberian expectoran,dan antibiotik


II

Rabu

20.30

19/11/

WITA

2014

1. menjelaskan penyebab anoreksia mual dan


muntah
2. menganjurkan klien untuk istirahat
sebelum makan.
3. menganjurkan makan sedikit tapi sering
( enam kali plus tambahan)
4. Atur makanan dengan protein dan kalori

,3,4,5,6,7,8 dan 9
S

Klien

mengatakan

masih sering mual tapi


frekwnsi
tidak

berkurang
pernah

lagi
O :
-K/U lemah

dan

muntah

47

tinggi yang disajikan pada waktu klien

- BB 62 kg

merasa paling suka untuk memakannya.

5. Jelaskan kebutuhan peningkatan masukan

Klien

masih

lemah dan pucat

makanan tinggi Vitamin B12,asam

folat,thiamine dan zat besi.

dihabiskan

6. Konsul dengan ahli gizi untuk pemenuhan


nutrisi

tampak

Porsi

makan

hanya
porsi

makan.
A : masalah keprawatan
belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi

III

Rabu

21.00

19/11/

WITA

2014

1. menjelaskan

pentingnya

tidur

adequat
2. mengajarkan

no 3,4,5,6 dan 7
yang S : Klien mengatakan
susah

dan

bantu

klien

tidur.dan

untuk terjaga

karena

sering
batuk

mengatur posisi snyaman mungkin ( semi dan sesak.


fowler).

O :

3. Fasilitas untuk memepertahan aktivitas -Klien tampak sayu dan


sebelum tidur ( membaca ).

kusut

4. menciptakan lingkungan yang nyaman dan - K/U Lemah


aman

TTV

TD

110/70

5. mengatur waktu makan,minum dengan jam mmhg


makan

82x/menit

20x/menit

RR

48

A : masalah keperawatan
belum teratasi
P

Lanjutkan

intervensi no 2,3,4 dan


5

F. EVALUASI
Nama
Tanggal

: Tn K
Jam

kamis
08.30
20/11/2014 WITA

Ruang:Tunjung I

No DX

Evaluasi

S : Klien
mengatakan batuknya berkurang
tapi masih sesak
O :
- K/U lemah

Paraf

49

Klien pada posisi semi fowler


Klien tampak sesak tapi tidak
cuping hidung
Klien membuang dahak di pot dahak
TTV : TD : 110/70 mmhg,
N : 82x/menit,
RR : 20x/menit

ada

A : masalah keperawatan belum teratasi


P : lanjutkan intervensi,3,4,5,
3. mengajarkan klien tentang metode yang
tepat pengontrolan batuk
4. mengajarkan

klien

napas

dalam

dan

batuk efektif
5. menganjurkan

klien

untuk

membuang

dahap pada pot dahak

kamis
11.00
20/11/2014 WITA

II

S : Klien mengatakan masih sering mual tapi


frekwnsi berkurang dan tidak pernah muntah
lagi
O :
- K/U lemah
- BB 62 kg
- Klien masih tampak lemah dan pucat
- Porsi makan hanya dihabiskan porsi
makan.

50

A : masalah keprawatan belum teratasi


P : Lanjutkan intervensi no 3,4,dan 6
3. menganjurkan makan sedikit tapi
sering ( enam kali plus tambahan)
4. Atur makanan dengan protein dan
kalori tinggi yang disajikan pada
waktu klien merasa paling suka untuk
memakannya.
5. Konsul dengan ahli gizi untuk
jumat
16.35
21/11/2014 WITA

III

pemenuhan nutrisi
S : Klien mengatakan susah tidur.dan sering
terjaga karena batuk dan sesak.
O :
- Klien tampak sayu dan kusut
- K/U Lemah
- TTV :
- TD : 110/70 mmhg
- N : 82x/menit
- RR : 20x/menit
A : masalah keperawatan belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi no 5
5. mengatur waktu makan,minum dengan jam
makan

51