Anda di halaman 1dari 2

Silmi K.

1306381023
Filsafat Hukum kelas B
_____________________________________________________________________

SOCIOLOGICAL JURISPRUDENCE
Suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri adalah bahwa hukum tidak dapat
dilepaskan dari masyarakat. Keduanya saling memengaruhi. Dalam konteks keilmuan
dapat dilihat bahwa antara hukum dan masyarakat saling membentuk. Hidup tumbuh
dan hidup dalam masyarakat, dan relasi-relasi dalam masyarakat dipengaruhi oleh
keberadaan hukum, bahkan hukum mengatur relasi-relasi sosial dalam interaksi sosial
yang ada, antara satu individu dengan individu lainnya, antara satu individu dengan
institusi dan demikian sebaliknya. Usaha untuk mencari hubungan antara hukumm
dab masyarakat terlihat dalam berbagai disiplin ilmu yang muncul.
Salah satu contohnya adalah Sociological Jurisprudence. Sociological
Jurisprudence adalah ilmu yang merupakan cabang dari ilmu normatif, maka yang
digunakan adalah metodologi ilmu hukum. Ilmu ini memfokuskan diri pada
pembuatan hukum dan prinsip-prinsipnya serta keberlakuan secara efektif di
masyarakat. Para pemikir dari Sociological Jurisprudence melihat bahwa hukum
harus berjalan seiring dengan perubahan masyarakat. Mereka menyerang formalisme
dan legisme. Contoh dari kajian ini adalah kajian Pound. Pertama-tama ada postulasi
yang sifatnya normatif. Lalu postulat normatif tersebut dilihat dalam masyarakat. Jadi
pertama-tama berangkat dari hukumnya, normanya apa, dan itu tidak selalu hukum
positif.
Istilah sociological dalam menamai aliran ini, menurut Paton, kurang tepat dan
dapat menimbulkan kekacauan. Ia lebih senang menggunakan istilah metode
fungsional oleh karena itu, ada pula yang menyebut Sociological Jurisprudence ini
dengan

Functional Anthropological.

Dengan menggunakan

istilah

metode

fungsional seperti yang diungkapkan di atas, Paton ingin menghindari kekacauan


antara Sociological Jurisprudence dan sosiologi hukum (the sociologi of law).1
1 Sociologi of law disepadankan dengan sosiologi hukum yang merupakan salah satu cabang kajian
sosiologi. Sebagai suatu cabang kajian sosiologi, sosiologi hukum tentu saja akan banyak memusatkan
perhatiannya kepada ikhwal hukum sebagaimana terwujud sebagai bagian faktual dari pengalaman

Menurut aliran Sociological Jurisprudence ini, hukum yang baik haruslah


hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup di masyarakat. Aliran ini memisahkan
secara tegas antara hukum positif (the living law). Aliran ini timbul dari proses
dialektika antar (tesis) Positivisme hukum dan (antitesis) mazhab sejarah.
Sebagaimana diketahui, positivisme hukum memandang tida hukum kecuali perintah
yang diberikan penguasa (law is command of lawgivers), sebaliknya mazhab sejarah
menyatakan hukum timbul dan berkembang bersama dengan masyarakat. Aliran
pertama mementingkan akal, sementara aliran kedua lebih mementingkan
pengalaman,

dan

Sociological

Jurisprudence

pentingnya.

orang dalam kehidupan bermasyarakt mereka sehari-hari.

menganggap

keduanya

sama