Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena Hidayah-Nyalah
tugas Farmakologi dan toksikologi tentang obat Diabetes dan obat
antihiperlipidemia ini dapat terelesaikan.
Dalam penyusunan tugas ini kami sebagai penulis mengambil referensi atau
materi dari internet dan buku panduan yang terkait dengan materi ini,kemudian kami
susun dan rangkum menjadi bentuk yang lebih terperinci.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan tugas makalah ini masih terdapat
kekurangan kekurangan untuk itu kami sebagai penulis mengharapkan kritik dan
saran yang sifatnya membangun agar penyusun tugas yang berikutnya bisa lebih baik
lagi.

Makassar ,08 desember 2015

Penyusun

DAFTAR ISI
Halaman
judul.................................................................................................................................
......... 1
Kata
Pengantar..........................................................................................................................
.............. 2
Daftar
Isi.....................................................................................................................................
................. 3
BAB
I
PENDAHULUAN...........................................................................................................
............. 4
A.
balakang.......................................................................................................... 4

Latar

B.
Tujuan............................................................................................................................
4
BAB
II
PEMBAHASAN..............................................................................................................
............ 5
A.

Pengertian Diabetes Militus............................................................................. 5

B.

Patofisiologi Diabets Militus............................................................................ 6

C.

Faktor penyebab Diabetes Militus............................................................... 7

D.

Ciri-ciri Diabetes Militus..................................................................................... 7

E.

Tanda-tanda Diabetes Militus......................................................................... 8

F.

Tujuan Pengobatan............................................................................................... 8

G.

Pengobatan Diabetes........................................................................................... 9

H.
10

Obat-obat anti Diabetes......................................................................................

I.
11

Mekanisme Kerja Obat........................................................................................

J.
Contoh
Obat............................................................................................................... 13
BAB
III
PENUTUP........................................................................................................................
......... 15
A.Kesimpulan..................................................................................................................
.......................... 15
B.
Saran................................................................................................................................
......................... 15
DAFTAR
PUSTAKA.......................................................................................................................
......... 16

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar belakang
Diabetes Mellitus (DM) dan Hiperlipidemia merupakan masalah kesehatan
yang berdampak pada produktivitas dan dapat menurunkan Sumber Daya Manusia.
Penyakit ini tidak hanya berpengaruh secara individu, tetapi sistem kesehatan suatu
negara. Walaupun belum ada survei nasional, sejalan dengan perubahan gaya hidup
termasuk pola makan masyarakat Indonesia diperkirakan penderita penyakit ini
semakin meningkat, terutama pada kelompok umur dewasa keatas pada seluruh status
sosial ekonomi.
Saat ini upaya penanggulangan penyakit Diabetes Mellitus dan hiperlipidemia
belum menempati skala prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, walaupun
diketahui dampak negatif yang ditimbulkannya cukup besar antara lain komplikasi
kronik pada penyakit jantung kronis, hipertensi, otak, sistem saraf, hati, mata dan
ginjal.

B.Tujuan
1.

Untuk mengetahui penyakit diabetes militus dan mekanisme kerja obatnya.

Untuk mengetahui penyakit hiperlipidemia dan mekanisme kerja obatnya

BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Diabetes Militus
Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit degeratif, dimana terjadi gangguan
metabolisme karbohidrat, lemak dan protein serta ditandai dengan tingginya kadar
gula dalam darah (hiperglikemia) dan dalam urin (glukosuria) (Anonim, 2008).
Diabetes Mellitus atau kencing manis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh
karena peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemi) akibat kekurangan hormon
insulin baik absolut maupun relatif. Absolut berarti tidak ada insulin sama sekali
sedangkan relatif berarti jumlahnya cukup/memang sedikit tinggi atau daya kerjanya
kurang. Hormon Insulin dibuat dalam pancreas (Anonim, 2008).

Ada 2 jenis tipe utama dalam penyakit diabetes yaitu :

1. Penyakit Diabetes ipe 1


Suatu keadaan dimana tubuh sudah sama sekali tidak dapat memproduksi hormon
insulin. Sehingga penderita penyakit diabetes harus menggunakan suntikan insulin
dalam mengatur gula darahnya. Sebagian besar penderita penyakit diabetes ini adalah
anak-anak & remaja.
Perawatan Penyakit Diabetes Tipe 1
Karena pankreas kesulitan menghasilkan insulin, maka insulin harus
ditambahkan setiap hari. Umumnya dengan cara suntikan insulin. Apakah bisa
dengan perawatan secara oral? Tidak bisa, karena insulin dapat hancur dalam
lambung bila dimasukkan lewat mulut.
Cara lain adalah dengan memperbaiki fungsi kerja pankreas. Jika pankreas bisa
kembali berfungsi dengan normal, maka pankreas bisa memenuhi kebutuhan insulin
yang dibutuhkan tubuh.
2. Penyakit Diabetes tipe 2
Penyakit diabetes ini terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin
yang mencukupi atau karena insulin tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi
insulin). Tipe penyakit diabetes ini merupakan yang terbanyak diderita saat ini (90%

lebih), sering terjadi pada mereka yang berusia lebih dari 40 tahun, gemuk dan
mempunyai riwayat penyakit diabetes dalam keluarga.
Perawatan Penyakit Diabetes Tipe 2
Perawatan penyakit diabetes tipe 2 adalah dengan memaksa fungsi kerja
pankreas sehingga dapat menghasilkan insulin lebih banyak. Jika pankreas bisa
menghasilkan insulin yang dibutuhkan tubuh, maka kadar gula dalam darah akan
menurun karena dapat diubah menjadi energi. Dalam banyak kasus, dapat diobati
dengan minum pil, paling tidak pada awalnya, untuk merangsang pankreas agar
menghasilkan lebih banyak insulin. Pil itu sendiri bukan insulin.
pankreas bisa lelah menghasilkan insulin jika terus menerus dipaksa.
Cara terbaik untuk mengatasi penyakit diabetes tipe 2 adalah dengan diet yang baik
untuk mengurangi berat badan dan kadar gula, disertai dengan gerak badan yang
sesuai.
B.

Patofsiologi Diabetes Militus

Sebagian besar patologi diabetes melitus dapat dikaitkan dengan satu


dari tiga efek utama kekurangan insuliun sebagai berikut:
1)
pengurangan penggunaan glukosa oleh sel-sel tubuh , dengan akibat
peningkatan konsentrasi glukosa darah setinggi 300 sampai 1200 mg. Per
100ml.
2) peningkatan nyata mobilisasi lemak dari daerah-daerah penyimpanan lemak,
menyebabkan kelainan metabolisme lemak maupun pengendapan lipid pada dinding
vaskular yang mengakibatka aterosklerosis
3) pengurangan protein dalam dalam jaringan tubuh (Guyton, A.C., 1990).

C. Faktor yang menyebabkan penyakit diabetes.


1. Faktor keterunan

2. Kegemukan / obesitas
3. Tekanan darah tinggi
4. Level kolesterol yang tinggi
5. Gaya hidup modern yang cenderung mengkonsumsi makanan instan
6. Merokok dan stres
7. Terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat
8. Kerusakan pada sel pankreas.

D. Ciri-ciri kencing manis dan Gejala


Gangguan metabolisme karbohidrat menyebabkan tubuh kekurangan energi, itu
sebabnya penderita diabetes melitus, umumnya terlihat lemah, lemas dan tidak bugar.
Gejalah umum yang dirasakan oleh penderita diabetes adalah :
1. Banyak kencing terutama pada malam hari (poliuri)
2. Gampang haus dan banyak minum (polidipsia)
3. Muda lapar dan banyak makan (polyphagia)
4. Mudah lelah dan sering mengantuk
5. Penglihatan kabur
6. Sering pusing dan mual
7. Berat badan trus menurun
8. Sring kesmutan dan gatal-gatal pada bgian kaki da tangan.
Semua gejalah ini merupakan efek dari kadar gula darah yang tinggi akan
mempengaruhi ginjal da menghasilkan air kemih dalam jumlah banyak dan
mengencerkan glukosa sehingga penderita sering buang air kecil dalam jumlah
banyak (poliuri) dan akibat poliuri ini maka penderita merasakan haus yang
berlbihan sehingga banyak minum (polidipsi) . sejumlah besar kalori hilang ke dalam
air kemih,penderita mengalami penurunan berat badan

E. Tanda pada seorang penderita Diabetes


1.

Kadar gula dalam darah tinggi

2.

Rusaknya pankreas

3.

Urine dikerubuti semut

4.

Dll

F. Tujuan Pengobatan Penderita DM


1.

Untuk mengurangi gejala,

2.

menurunkan BB bagi yang kegemukan &

3.

mencegah terjadinya komplikasi.

a.

Diit

Penderita DM sangat dianjurkan untuk menjalankan diit sesuai yang


dianjurkan, yang mendapat pengobatan anti diuretik atau insulin, harus mentaati diit
terus menerus baik dalam jumlah kalori, komposisi dan waktu makan harus diatur.
Ketaatan ini sangat diperlukan juga pada saat : undangan/pesta, melakukan
perjalanan, olah raga (OR) dan aktivitas lain (Anonim, 2008).

a.

Obat-obatan

Tablet/suntikan anti diabetes diberikan, namun therapy diit tidak boleh


dilupakan dan pengobatan penyulit lain yang menyertai /suntikan insulin (Anonim,
2008).

b.

Olah Raga

Dengan olahraga teratur sensitivitas sel terhadap insulin menjadi lebih baik, sehingga
insulin yang ada walaupun relatif kurang, dapat dipakai dengan lebih efektif. Lakukan
olahraga 1-2 jam sesudah makan terutama pagi hari selama - 1 jam perhari minimal

3 kali/minggu. Penderita DM sebaiknya konsultasi gizi kepada dokter atau nutritionis


(ahli gizi) setiap 6 bulan sekali untuk mengatur pola diit dan makan guna
mengakomodasikan pertumbuhan dan perubahan BB sesuai pola hidup (Anonim,
2008).

G. Pengobatan Diabetes
Teori pengobatan pada diabetes melitus didasarkan atas pemberian insulin dalam
jumlah cukup sehingga memungkinkan metabolisme karbohidrat penderita normal.
Terapi optimmum dapat mencegah bagian terbesar efek akut diabetes dan sangat
memperlambat timbulnya efek-efek kroniknya (Guyton, A. C., 1990).
Biasanya, penderita diabetes diberi dosis tunggal salah satu preparat insulin bermasa
kerja lama setiap hari, ia meningkatkan seluruh metabolisme karbohidratnya
sepanjang hari, kemudian insulin regular (suatu preparat bermasa kerja singkat yang
berlangsung hanya beberapa jam) tambahan diberikan pada setiap saat kadar glukosa
darah cenderung meningkat terlalu tinggi, seperti waktu makan. Jadi, setiap penderita
diberi pengobatan rutin secara individual (Guyton, A. C., 1990).
Diet penderita diabetes. Kebutuhan insulin penderita diabetes ditentukan oleh diet
standar penderita yang mengandung karbohidrat dalam jumlah normal dan terkontrol
baik serta perubahan jumlah masukkan karbohidrat mengubah kebutuhan akan insulin
(Guyton, A. C., 1990).
Pada orang normal, Pankreas mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan jumlah
insulin yang dihasilkan terhadap masukan karbohidrat; tetapi pada orang diabetes
total, fungsi pengaturan ini hilang sama sekali. Pada diabetes jenis awitan maturitas
yang dengan obesitas, sering penyakit ini dapat dikontrol dengan mengurangi berat
badan saja (Guyton, A. C., 1990).
Hubungan pengobatan dengan arteriosklerosis. Penderita diabetes mempunyai
kecenderungan besar mengalami aterosklerosis, arteriosklerosis, serta penyakit
jantung koroner berat dan beberapa lesi mikrosirkulasi. Memang, orang yang
menderita diabetes yang pengendaliannya relatif buruk waktu anak-anak mungkin
mati karena penyakit jantung pada usia 20-an tahun (Guyton, A. C., 1990).

Pada hari-hari permulaan pengobatan diabetes, ada kecenderungan banyak


mengurangi karbohidrat dalam diet sehingga kebutuhan insulin minimum. Tindakan
ini mempertahannkan kadar gula darah turun ke nilai normal dan mencegah
kehilangan glukosa kedalam urina, tetapi hal ini tidak mencegah kelainan-kelainan
metabolisme lemak (Guyton, A. C., 1990).
Akibatnya, saat ini cenderung membiarkan penderita dengan diet karbohidrat normal
dan kemudian secara serentak memebrikan insulin dosis tingggi untuk
memetabolisme karbohidrat. Hal ini menurunkan kecepatan metabolisme lemak dan
juga membantu menurunkan kadar kolesterol yang tinggi yang terjadi pada diabetes
sebagai akibat kelainan metabolisme lemak (Guyton, A. C., 1990).
Karena komplikasi diabetes-seperti arteroskelerosis, peningkatan kepekaan
berlebihan terhadap infeksi, retinopati diabetika, katarak, hipertensi, dan penyakit
ginjal kronik-lebih berkaitan dengan kadar lipid darah dibandingkan dengan kadar
glukosa darah, maka ia merupakan objek pengobatan klinik diabetes untuk
memberikan glukosa dan insulin dalam jumlah cukup sehingga jumlah lipid darah
menjadi normal. (Guyton, A. C., 1999)

H. Obat-obat anti diabetes

Golongan
Nama generik
Nama dagang
Dosis
Sulfonylurea
Chlorpropamide
Glibenclamid
Gliquidone
Gliclazide

Glipizide
glipmepride

Diabenese
daonil,euglucon
Glurenorm
Diamicron
minidiab,glicotrol
amaryl
250-500 mg
2,5-15 mg
30-120 mg
20-320 mg
2,5-20 mg
1-8 mg
Biguanides
Metformin
Glucophage,diabex
0,5-3 mg
alpha glucosidase inhibitor
Acarbose
Glucobay

50-600 mg
Meglitinides
Nateglinides
repaglinides
Starlix
novonorm
180-540 mg
0,5-16 mg
tiazolidinediones
Pioglitazone
rosiglitazone
Actos
avandia
15-30 mg
4-8 Mg

I. Mekanisme Kerja Obat Anti Diabet


1. SULFONYLUREA
Obat Golongan ini digunakan Untuk menurunkan glukosa darah, obat
inimerangsang sel beta dari pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin. Jadi
syarat pemakaian obat ini adalah apabila pankreas masih baik untuk membentuk
insulin, sehingga obat ini hanya bisa dipakai pada diabetes tipe 2.

Efek Samping : Sulfonylurea bisa menyebabkan hipoglikemia, terutama bila


dipakai dalam 3 4 bulan pertama pengobatan akibat perubahan diet dan pasien
mulai sadar berolahraga serta minum obat. Apabila ada gangguan fungsi ginjal atau
hati, dosis perlu diperhatikan karena lebih mudah timbul hipoglikemia. Namun secara
umum obat ini baik untuk menurunkan glukosa darah.
2. BIGUANIDES
Obat biguanides memperbaiki kerja insulin dalam tubuh, dengan cara mengurangi
resistensi insulin. Pada diabetes tipe 2, terjadi pembentukan glukosa oleh hati yang
melebihi normal. Biguanides menghambat proses ini, sehingga kebutuhan insulin
untuk mengangkut glukosa dari darah masuk ke sel berkurang, dan glukosa darah
menjadi turun.

Efek Samping
Metformin biasanya jarang memberikan efek samping. Tetapi pada beberapa
orang bisa timbul keluhan terutama pada saluran cerna, misalnya :
* Gangguan pengecapan
* Nafsu makan menurun
* Mual, muntah

3. ALPHA-GLUCOSIDASE INHIBITORS
Obat golongan ini bekerja di usus, menghambat enzim di saluran cerna,
sehingga pemecahan karbohidrat menjadi glukosa atau pencernaan karbohidrat di
usus menjadi berkurang. Hasil akhir dari pemakaian obat ini adalah penyerapan
glukosa ke darah menjadi lambat, dan glukosa darah sesudah makan tidak cepat naik.
Efek Samping
Obat ini umumnya aman dan efektif, namun ada efek samping yang
kadangmengganggu, yaitu perut kembung, terasa banyak gas, banyak kentut, bahkan
diare. Keluhan ini biasanya timbul pada awal pemakaian obat, yang kemudian
berangsur bisa berkurang

4. MEGLITINIDES
Golongan Obat ini menyebabkan pelepasan insulin dari pankreas
secaracepat dan dalam waktu singka.Termasuk golongan obat ini adalah Repaglinide
(Novonorm) dan Nateglinide (Starlix). Efek Samping Meskipun sama seperti
sulfonylurea, efek samping hipoglikemia boleh dikatakan jarang terjadi, hal ini
disebabkan oleh efek rangsangan pelepasan insulin hanya terjadi pada saat glukosa
darah tinggi.
5. THIAZOLIDINEDIONES
Obat ini baik bagi penderita diabetes tipe 2 dengan resistensi insulin,
karena bekerja dengan merangsang jaringan tubuh menjadi lebih sensitif terhadap
insulin, sehingga insulin bisa bekerja dengan lebih baik, glukosa darahpun akan lebih
banyak diangkut masuk ke dalam sel, dan kadar glukosa darah akan turun. Selain itu,
obat thiazolidinediones juga menjaga hati agar tidak banyak memproduksi glukosa.
Efekmenguntungkan lainnya adalah obat ini biasa menurunkan trigliserida darah.
Efek Samping
Beberapa efek merugikan yang mungkin timbul adalah bengkak, berat
badan naik, dan rasa capai. Efek serius yang jarang terjadi adalah gangguan hati

J. Contoh Obat
1.Diabenese (klorpropamid) 250mg.
Indikasi : diabetes melitus tanpa komplikasi tipe nonketotik ringan, sedang atau
parah.
2. KI: diabetes melitus tipe remaja dan pertumbuhan, diabetes parah atau tidak
stabil,
diabetes terkomplikasi dengan ketosis dan asidosis, koma diabetik.
3. ES: erupsi kulit, eritema
4. Daonil (glibenklamid) 5mg
5. Indkasi : diabetes melitus pada orang dewasa.

6. KI: diabetes melitus Tipe I, diabetes penguraian metabolik, koma diabetik,


gangguan ginjal parah, kehamilan dan menyusui.
7. Dosis : awal, sehari 2,5mg, dinaikan 2,5mg dengan interval 3-5 hari sampai
metabolik tercapai.
8. Glucobay (akarbose) 50mg, 100mg
9. Indikasi : terapi penambah untuk diet, penderita diabetes melitus
10.KI: hipersensitif, gangguan intenstinal kronis berkaitan dengan absorbsi dan
pencernaan, gangguan ginjal berat dan kehamilan.
11.ES: gangguan pencernaan seperti kembung, diare, nyeri saluran cerna.
12.Dosis : awali dengan 50mg, kemudian ditingkatkan hingga 100-200mg 3X
sehari. Dosis dapat ditingkatkan setelah 4-8 minggu.
13. Clamega (glibenklamid) 5mg
14. I : diabetes melitus ringan atau sedang.
15. KI: diabetes militus dengan komplikasi dan ginjal parah.
16. ES : reaksi hipoglikemia, reaksi alergi kulit
17. DS : tablet perhari bersama makan pagi, dosis dapat di tingkatkan hingga 1
tablet, maksimum 3 tablet per hari

BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Diabetes Mellitus atau kencing manis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh
peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemi) akibat kekurangan hormon insulin
baik absolut maupun relatif.
Ada dua jenis diabetes yaitu diabetes tipe l dan diatetes tipe ll .
Diabetes tipe I diakibatkan karena tejadinya kerusakan pankreas sehingga insulin
harus di datangkan dari luar. Diabates tipe II atau disebut juga DM yang tidak
tergantung pada insulin yang disebabkan karena insulin yang tidak dapat bekerja
dengan baik.

B. Saran
Bagi penderita diabetes melitus atau kencing manis sebaiknya menjaga pola
makan dan diet agar kadar gula dalam darah bisa terkontrol dengan baik. Selain
menjaga pola makan dan diet penderita DM juga bisa menggunakan kombinasi obat
anti diabetes seperti metformin dengan glibenclamid untuk mengetahui efek
penurunannya terhadap kadar gula darah.

DAFTAR PUSTAKA
Adnyana, K., E. Yulinah. (2004). Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol Buah
Mengkudu (Morinda citrifolia L.).
Anonim. (2008). Peran DIIT Dalam Penanggulangan Diabetes
Guyton, A. C. (1990). Fisiologi Manusia Dan Mekanisme Penyakit. Edisi Ketiga.
Jakarta: EGC. Hal. 707-708.
Katzung, B.G. (2002). Farmakologi Dan Klinik. Edisi Kedua. Surabaya: Universitas
Airlangga Press. Hal. 125-126.

Mycek, M. J., Harvey, R.A., Champe, P. C. (2001). Farmakologi Ulasan Bergambar.


Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit Widya Medika. Hal. 261-262.

Schunak. W. (1990). Senyawa Obat. Edisi Kedua. Yogyakarta: Gadjah Mada


University Press. Hal. 558.

Tan, H.T. dan K. Rahardja. (2007). Obat-Obat Penting Khasiat,


Penggunaan, dan Efek-Efek Sampingnya. Edisi Keenam. Cetakan
Pertama. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Hal.
742.