Anda di halaman 1dari 14

SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS: ANALISIS SIMULTAN

KAFEIN DAN NATRIUM BENZOAT PADA MINUMAN


RINGAN KRATINGDAENG
Cahya Septyanti, Erik Dia Fari, Linda Trivana*
Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian
Bogor, Kampus IPB Darmaga Jl. agatis Wing 2 Level 4, Bogor 16144
E-mail : kimia@ipb.ac.id
Abstrak
Kafein dan asam benzoat merupakan zat aditif yang terdapat dalam sampel minuman ringan. Asam benzoat dan
kafein dalam sampel minuman dapat ditentukan kadarnya menggunakan spektrofotometer UV berdasarkan
pengukuran absorbans atau penyerapan cahaya oleh analat yang berbanding lurus konsentrasi analat pada
panjang gelombang tertentu. Pengukuran asam benzoat dan kafein secara simultan dilakukan pada panjang
gelombang maksimum dari tiap analat. Panjang gelombang 229.4 nm merupakan panjang gelombang
maksimum natrium benzoat dan 272.2 nm untuk panjang gelombang maksimum kafein. Rerata konsentrasi
kafein sebesar 1771,42 ppm dan rerata konsentrasi asam benzoat sebesar 784,94 ppm.
Kata kunci: kafein, natrium benzoat, spektrofotometri UV-Visible, penentuan spektrofotometri secara simultan.

Abstract
Caffeine and benzoic acid is an additive found in samples of soft drinks. Acid benzoate and caffeine in
beverages can determined measure samples using UV spectrophotometer by measuring absorbance
or absorption of light by analyte which proportional concentration with analyte at certain
wavelengths. Measurement of benzoic acid and caffeine simultaneously performed at maximum
wavelength of each analyte at wavelength of 229.4 nm is maximum wavelength of sodium benzoate
and 272.2 nm for maximum wavelength of caffeine. The mean concentration of caffeine at 1771.42
ppm and the concentration of 784.94 ppm benzoic acid.
Keywords: caffeine, sodium benzoate, UV-Visible spectrophotometry, spectrophotometric determination
simultaneously

Pendahuluan

makanan, dan minuman. Salah satu contohnya

Zat aditif adalah zat yang ditambahkan pada

banyak terdapat pada minuman berenergi. Kafein

suatu bahan untuk meningkatkan sifat tertentu. Pada

memiliki efek farmakopis yang bermanfaat secara

minuman krantideng zat aditif yang terdapat dalam

klinis dan umumnya digunakan dalam sediaan

bahan tersebut adalah kratingdeng dan natrium

farmasi untuk menstimulasi susunan syaraf pusat dan

benzoat. Kafein merupakan senyawa organik yang

otot jantung, serta relaksasi otot polos terutama otot

banyak terdapat pada berbagai macam formulasiobat,

polos

bronkus

(Nersyanti

2006)

yang

akan

mengurangi rasa kantuk dan lelah. Asam benzoat


*Cahya Septyanti G44080051
Erik Dia Fari G44080093
Linda Trivana G44080075

merupakan zat pengawet yang banyak digunakan

Pembuatan spektrum absorbsi dan kurva kalibrasi.

dalam produk makanan dan minuman seperti sari

Larutan strandar kafein dan asam benzoat

buah, sirup, dan makanan atau minuman lainnya

dibuat dengan konsentrasi 2, 4,6, 8, dan 10 ppm

yang mempunyai pH rendah seperti minuman

dalam HCl 0,01 M dari larutan stok standar 50 ppm.

berenergi

Larutan dibuat dalam labu takar 50 ml. spektrum UV

(Tfouni

dan

Toledo

2001).

Meski

penggunaan aman, tetapi perlu diperhatikan batas

salah

maksimumnya dan efek yang ditimbulkan asam

mengetahui panjang gelombang maksimum kafein

benzoat

dan asam benzoat. Setelah diperoleh panjang

sebagai

pengawet

terhadap

kesehatan

apabila dikonsumsi secara terus-menerus.

satu

standar

kemudian

dibuat

untuk

gelombang maksimumnya kemuadian tiap standar

Spektrofotometer merupakan alat pengukur


energi sinar yang diserap atau ditransmisikan dalam

diukur serapannya untuk membuat kurva standar.


Persiapan dan pengukuran serapan larutan sampel

bentuk spektrum dengan panjang gelombang tertentu

Sebanyak 10 ml minuman ringan yang telah

yang menggunakan monokromator untuk memilih

dimasukkan ke dalam gelas piala dihangatkan selama

panjang

20

gelombang

(Harvey

2000).

menit

menggunakan

hot

plate

untuk

Spektrofotometer absorpsi adalah sebuah instrumen

menghilangkan CO2. Setelah itu, larutan disaring

yang mengukur absorpsi atau penyerapan cahaya

untuk menghilangkan partikel yang tidak larut.

dengan energi (panjang gelombang) tertentu oleh

Setelah didinginkan pada suhu kamar, larutan

suatu atom atau molekul. Spektrofotometer yang

diambil sebanyak 1 ml dan dimasukkan ke dalam

sering digunakan berada dalam daerah spektrum UV

labu takar 50 ml. sebanyak 2,5 ml HCl 0,01 M

(ultraviolet) dan visual (sinar tampak). Spektroskopi

ditambahkan ke dalam labu takar tersebut lalu ditera

UV-Vis merupakan suatu spektoskopi absorpsi

dengan akuades dan diukur serapannya pada pajang

berdasarkan radiasi elektromagnetik pada panjang

gelombang maksimum kafein dan asam benzoat

gelombang 160-170 nm (Skoog et al. 2003). Energi

yang

pada spektrofotometer UV-Vis jika diserap senyawa

dilakukan sebanyak 5 kali ulangan.

akan menyebabkan terjadinya transisi elektronik,

Pembahasan

telah diperoleh sebelumnya.

Pengukuran

yaitu promosi elekton dari orbital keadaan dasar

Penentuan kadar campuran kafein dan

kekeadaan tereksitasi yang memiliki energi lebih

natrium benzoat dalam sampel kratingdeng diawali

tinggi. Panjang gelombang saat tereksitasi menjadi

dengan membuat larutan standar kafein dan natrium

bergantung pada kuat elektron itu terikat dalam

benzoat. Masing-masing standar dilarutkan dengan

molekul

akan

HCl 0,01 M. Pelarut yang digunakan berupa larutan

sebanding dengan jumlah molekul yang mengalami

asam berair yang encer dan diketahui tidak menyerap

eksitasi (Silverstein et al.1986).

pada panjang gelombang pengukuran. Asam klorida

tersebut.

Absorpsi

energi

UV

Bahan dan Metode

akan memprotonasi natrium benzoat menjadi asam

Bahan yang digunakan pada percobaan ini

benzoat sedangkan kafein akan bersifat netral dalam

adalah larutan standar kafein 50 ppm, larutan standar

asam karena kebasaannya sangat lemah. Preparasi

asam benzoat 50 ppm, HCl 0,01 M, dan minuman

sampel diawali dengan memanaskan sampel selama

ringan Kratingdaeng. Alat yang digunakan antara

dua puluh menit yang bertujuan menghilangkan CO 2

lain spektrofotometer UV-Vis Pharma Spec 1700

yang ada dalam sampel sehingga tidak mengganggu

Shimadzu dan alat gelas yang biasa digunakan.

proses penyerapan radiasi pada saat dilakukan


pengukuran. Penyaringan bertujuan memisahkan

sampel

dari

pengotor

secara

fisik.

Tujuan

pada panjang gelombang maksimum diperoleh kurva

penambahan HCl 0,1 M sama dengan penggunaan

kalibrasi linear sesuai hukum Lambert-Beer (Ismail

pelarut HCl dalam standar, sedangkan peningkatan

2004).

konsentrasi asam yan ditambahkan dikarenakan

gelombang kafein ialah 276 nm dan natrium benzoat

natrium benzoat yang akan diprotonasi berada dalam

224 nm. Hasil pemayaran pada percobaan ini ialah

campuran, sehingga diperlukan konsentrasi lebih

panjang gelombang maksimum kafein sebesar

besar agar reaksi berjalan sempurna. Pengenceran

272,20 nm dan natrium benzoat sebesar 229,40 nm.

Menurut

Alghamdi

(2005),

panjang

sampel sebanyak lima ratus kali agar sinyal analat


yang terbaca oleh alat berada dalam kisaran sinyal
standar.
Standar dan sampel yang telah dipreparasi
kemudian diukur dengan metode spektrofotometri
UV-VIS yaitu pada kisaran panjang gelombang 400700 nm untuk daerah sinar tampak dan 200-400 nm
untuk daerah sinar ultraviolet. Kafein dan natrium
benzoat ditentukan pada daerah UV. Berdasarkan
sistem optiknya, spektrofotometer yang digunakan
ialah spektrofotometer double beam. Sinar dari
cahaya sumber dibagi menjadi dua berkas cermin
yan berputar (chopper). Berkas pertama melalui

Grafik 1 Kurva pada maks kafein dan maks asam


Benzoate

kuvet berisi blanko, sedangkan berkas kedua melalui


kuvet berisi standar atau sampel. Pemeriksaan blanko
dan sampel secara bersamaan bertujuan menstabilkan
absorbsi akibat perubahan tegangan atau Io dari
sumber

cahaya.

Adanya

blanko

dalam

alat

mengefisienkan waktu pengerjaan karena analis tidak


perlu mengontrol titik nolnya pada waktu-waktu
tertentu (Ismail 2004). Hal pertama yang dilakukan
yaitu pencarian panjang gelombang untuk larutan
kafein dan natrium benzoat. Penentuan panjang
gelombang maksimum dilakukan dengan pemayaran
absorbansi larutan standar tertinggi pada kisaran
panjang gelombang yang sesuai. Digunakan larutan
standar konsentrasi terbesar agar konsentrasi analat
yang kecil pun dapat terbaca. Tujuan pengukuran
pada

panjang

gelombang

maksimum

ialah

pengukurannya lebih sensitif karena perubahan


sedikit konsentrasi larutan memberikan perubahan
absorbansi paling besar sehingga standar deviasi
kecil dan galat yang dihasilkan minimum. Selain itu,

Pengukuran

serentak

terhadap

dua

komponen dilakukan pada dua panjang gelombang


dimana masing-masing komponen tidak saling
mengganggu. Berdasarkan Grafik 1, terjadi tumpang
tindih sebagian antara kafein (puncak 9) dan natrium
benzoat (puncak 8). Menurut Sena (2004) dan
Nobrega (2004), tumpang tindih yang terjadi dapat
diatasi dengan pengukuran simultan.
Pengukuran simultan pada percobaan ini
dilakukan dengan mengukur absorbansi standar
kafein, standar natrium benzoat, dan sampel pada
panjang
mengukur

gelombang
absorbansi

maksimum
kafein,

kafein,

standar

serta

natrium

benzoat, dan sampel pada panjang gelombang


maksimum natrium benzoat. Pengukuran kafein pada
panjang gelombang maksimum kafein bertujuan
menentukan persamaan garis linear yang selanjutnya
digunakan untuk menentukan konsentrasi standar
asam benzoat yang terbaca pada daerah kafein.
Sebaliknya, pengukuran asam benzoat pada panjang

gelombang maksimum asam benzoat bertujuan

garis linear yang diperoleh pada kurva hubungan

menentukan persamaan garis linear yang selanjutnya

absorbansi dan deret standar kafein pada panjang

digunakan untuk menentukan konsentrasi standar

gelombang kafein, sedangkan konsentrasi standar

kafein yang terbaca pada daerah asam benzoat.

kafein yang terbaca pada daerah asam benzoat

Berdasarkan kurva hubungan absorbansi dan deret

disubstitusikan dalam persamaan garis linear yang

standar kafein, diperoleh persamaan linear Y=

diperoleh pada kurva hubungan absorbansi dan deret

0,0467X-0,008 dengan R2 sebesar 99,69%. Kurva

standar asam benzoat pada panjang gelombang asam

hubungan absorbansi dan deret standar asam benzoat

benzoat. Konsentrasi asam benzoat dan kafein yang

pada panjang gelombang kafein menghasilkan

terbaca jauh lebih kecil daripada konsentrasi yang

persamaan linear Y= 0,0087X-0,005 dengan R2

tertera pada labelnya karena daerah tersebut bukan

sebesar 99,17%. Kurva hubungan absorbansi dan

daerah serapan maksimumnya.

deret standar asam benzoat diperoleh persamaan

Sampel yang telah dipreparasi sebelumnya

linear Y= 0,0802X+0,0187 dengan R2 sebesar

kemudian

99,96%. Kurva hubungan absorbansi dan deret

gelombang maksimum kafein dan asam benzoat.

standar kafein pada panjang gelombang asam

Selanjutnya, persamaan garis linear yang diperoleh

benzoat menghasilkan persamaan linear Y= 0,0241X

sebelumnya dikelompokkan berdasarkan panjang

diukur

serapannya

pada

panjang

+ 0,001 dengan R sebesar 99,86%. Nilai R hampir

gelombang maksimumnya. Slope dari masing-

100% menunjukkan hubungan dua variabel dalam

masing kurva diolah menjadi suatu persamaan

grafik tersebut linear.

dengan

Tabel 1 Pengukuran asam benzoat pada maks kafein

persamaan

umum

Y=a[kafein]+b[benz]

dengan a dan b merupakan slope dari masing-masing


standar dalam panjang gelombang maksimum yang

Larutan

Konsentrasi (ppm)

Standar 1

0.4068

gelombang maksimum yang sesuai dengan persaman

Standar 2

0.7923

disubstitusikan,

Standar 3

1.2420

Standar 4

1.6060

Standar 5

1.8629

Tabel 2 Pengukuran kafein maks As. Benzoat

sama.

Absorbansi

sampel

kemudian

(Y)

pada

panjang

dieliminasi

hingga

diperoleh konsentrasi kafein dan asam benzoat.


Tabel 3 Penentuan konsentrasi kafein dan Na-Benzoat
pada dua maks
Konsentrasi sesungguhnya (ppm)
Larutan
Kafein
Na-Benzoat
Sampel 1

1742.85

758.6

Sampel 2

1785.7

804.9

Sampel 3

1800

797.7

Larutan

konsentrasi (ppm)

Standar 1

0.3778

Standar 2

1.0137

Standar 3

1.5623

Sampel 4

1785.7

804.9

Standar 4

2.1359

Sampel 5

1742.85

758.6

Standar 5

2.8217

Konsentrasi standar asam benzoat yang terbaca pada

Konsentrasi kafein dan asam benzoat dalam sampel

daerah kafein ditentukan dengan mensubtitusikan

diperoleh

absorbansi standar asam benzoat dalam persamaan

pengukuran dengan faktor pengencerannya. Rerata

dengan

mengalikan

konsentrasi

konsentrasi kafein sebesar 1771,42 ppm, standar

Rerata konsentrasi kafein sebesar 1771,42 ppm,

deviasi sebesar 26,7261 ppm, rerata konsentrasi

standar

asam benzoat sebesar 784,94 ppm, dan standar

konsentrasi asam benzoat sebesar 784,94 ppm, dan

deviasi sebesar 24,2240 ppm. Persen ketelitian

standar deviasi sebesar 24,2240 ppm. Persen

kafein sebesar 98,49% dan persen ketelitian asam

ketelitian yang diperoleh cukup baik, namun persen

benzoat sebesar 96,91%. Standar deviasi pengukuran

ketepatannya

cukup besar dan persen ketelitian cukup baik karena

disimpulkan percobaan yang dilakukan kurang

pengukuran dilakukan dalam satuan ppm dan

berhasil.

deviasi

sebesar

sangat

26,7261

kecil

ppm,

rerata

sehingga

dapat

instrumen spektrofotometer memiliki sensitivitas dan

Daftar Pustaka

selektivitas yang besar. Kafein yang tertera pada

Alghamdi AH, Alghamdi AF, Alwarthan AA. 2005.

label sebesar 50 mg dalam 150 mL yang dikonversi

Determination of content levels of some food

menjadi 333,33 ppm, sedangkan asam benzoat tidak

additives in beverages consumed in Riyadh

ditulis pada labelnya. Persen ketepatan pengukuran

city. J. King Saud Univ Science 18(2):99-109.

kafein sebesar -331,43%. Selang kepercayaan 95%


kafein

yaitu

1738.1988

Harvey D. 2000. Modern Analytical Chemistry.Ed


Internasional. Boston: McGraw-Hill.

dan

selang kepercayaan 95% asam benzoat yaitu


754,8234

Ismail EK. 2004. Pengantar Analisis Instrumental.


Bogor:

ultraviolet untuk penentuan kadar kafein


dalam minuman suplemen dan ekstrak teh

kepercayaan merupakan daerah hasil pengukuran

[Skripsi]. Bogor: Fakultas Matematika dan

yang dapat dipertanggungjawabkan hasilnya. Selang


berkaitan

erat

dengan

Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian

standar

deviasinya. Semakin kecil standar deviasi maka


semakin sempit kisaran pengukurannya sehingga

Bogor.
Nobrega

noise/derau,

adanya

komponen lain yang terdapat dalam larutan yang


mempengaruhi pengukuran absorbansinya, kekurang
telitian dalam perlakuan terhadap sampel, misalnya
pada saat peneraan dalam pengenceran.

Kafein dan asam benzoat dalam sampel


kratingdeng ditentukan dengan pengukuran simultan
spektrofotometeri UV-vis pada panjang gelombang
kafein

yaitu

Panjang
272.2

gelombang

nm,

FO,

Vieria

resolution

LC.

2004.

of

ternary

Chim. Acta 526: 83-94.


Sena

MM,

Poopi

RJ.

spectrophotometric

2004.

Simultaneous

determination

of

acetylsalicylic acid, paracetamol and caffeine.


J. Pharma. Biomed. Anal 34:27-34.
Silverstein RM, Bassier GC, Morril TC. 1986.

Simpulan

maksimumnya.

Filho

mixtures of sodium benzoate in syrups. Anal.

terjadi diantaraya adanya gangguan baik pada


dikarenakan

JA,

Spectrophotometric

pengukurannya baik. Faktor-faktor kesalahan yang


instrumen

dan

Nersyanti F. 2006. Spektrofotometri derivative

sesuai dengan yang tertera pada label. Selang

pengukuran

Perindustrian

Perdagangan.

Persen ketepatan yang

diperoleh sangat kecil, artinya pengukuran tidak

Departemen

maksimum

sedangkan

panjang

gelombang maksimum asam benzoat yaitu 229.4 nm.

Penyelidikan Spektronik Senyawa Organik.


Ed ke-4. Hartono & Purba V, penerjemah.
Jakarta:

Erlangga.

Spectronic
Coumpound.

Terjemahan

Identification

of

dari:

Organic

Skoog DA, Holler FJ, Nieman TA. 2003. Principles


of

Instrumental

Analysis.

Ed

ke-5.

Philadelphia: Saunders College.


Tfouni SAV, Toledo MCF. 2001 Determination of
benzoic and sorbic acids in Brazilian food.
Food Control 13: 117-123.

Lampiran

Grafik 1 Kurva penentuan maks kafein.

Tabel 1 Pengukuran kafein pada maks kafein (272.20 nm)


Larutan
Volume (ml)
konsentrasi (ppm)
Standar 1
1.70
2.00
Standar 2
3.50
4.00
Standar 3
5.20
6.00
Standar 4
6.90
8.00
Standar 5
8.60
10.00
Contoh Pehitungan (Standar 1):

[Kafein] = 50 ppm =

Jika dalam 50 ml maka bobot kafein yang diperlukan


=

Absorbans
0.094
0.167
0.275
0.361
0.464

Bobot yang ditimbang = 0.0029 g = 2.9 mg


[Kafein] =
=
2 ppm

Persamaan garis linier standar kafein yang diperoleh dengan menggunakan kalkulator sebesar
y = 0.0467x - 0.008 dengan R = 99.69%

Grafik 2 Kurva hubungan absorbans dengan konsentrasi kafein pada maks kafein.

Tabel 3 Pengukuran asam benzoat pada maks kafein ( 272.20 nm)


Larutan
Standar 1
Standar 2
Standar 3
Standar 4
Standar 5

Konsentrasi (ppm)
0.4068
0.7923
1.2420
1.6060
1.8629

Absorbans
0.011
0.029
0.050
0.067
0.079

Contoh perhitungan (Standar 1):


[As. Benzoat] diperoleh dari persamaan garis linier y = 0.0467x - 0.008, dengan

y = absorbans dan x = konsentrasi


[As. Benzoat] dengan y = 0.011
y = 0.0467x - 0.008
0.011 = 0.0467x - 0.008
0.019 = 0.0467x
x = 0.4068 ppm
Jadi [As. Benzoat] yang diperoleh sebesar 0.407 ppm
Persamaan garis linier standar asam benzoat yang diperoleh dengan menggunakan kalkulator sebesar
y = 0.0087x - 0.005, dengan R = 99.17%

Tabel 4 Penentuan maks Standar asam benzoat


Wavelength (nm)
374.8
365.6
351.6
337.6
324.6
309.6
273.8
229.4

Absorbans
-0.002
-0.002
-0.001
0.001
0.001
0.001
0.070
0.817

Grafik 2 Kurva penentuan maks asam benzoat.


Tabel 5 Pengukuran asam benzoat maks asam benzoat (229.40 nm)
Larutan
Standar 1
Standar 2
Standar 3
Standar 4
Standar 5

Volume (ml)
1.90
3.90
5.80
7.70
8.60

Konsentrasi (ppm)
2.00
4.00
6.00
8.00
10.00

Absorbans
0.173
0.344
0.506
0.657
0.818

Grafik 3 Kurva
hubungan
absorbans dengan
konsentrasi asam
benzoat pada maks
kafein

Contoh Pehitungan (Standar 1):

[As. Benzoat] = 50 ppm =

Jika dalam 50 ml maka bobot kafein yang diperlukan


=

Bobot yang ditimbang = 0.0026 g = 2.6 mg


[As.Benzoat] =
=
2 ppm

Persamaan garis linier standar asam benzoat yang diperoleh dengan menggunakan kalkulator sebesar
y = 0.0802x - 0.0187 dengan R = 99.96%

Grafik 5 Kurva hubungan absorbans dengan konsentrasi asam benzoat pada maks asam benzoat.

Tabel 6 Pengukuran kafein maks As. Benzoat (229.40 nm)


Larutan
konsentrasi (ppm)
Absorbans
Standar 1
0.3778
0.049
Standar 2
1.0137
0.100
Standar 3
1.5623
0.144
Standar 4
2.1359
0.190
Standar 5
2.8217
0.245
Contoh perhitungan (Standar 1):
[Kafein] diperoleh dari persamaan garis linier y = 0.0802x - 0.0187, dengan y = absorbans dan
x = konsentrasi
[Kafein] dengan y = 0.049
y = 0.0802x - 0.0187
0.049 = 0.0802x - 0.0187
0.0677 = 0.0802x
x = 0.3778 ppm
Jadi [Kafein] yang diperoleh sebesar 0.3778 ppm
Persamaan garis linier standar kafein yang diperoleh dengan menggunakan kalkulator sebesar
y = 0.0241x - 0.001 dengan R = 99.86%

Grafik 6 Kurva hubungan absorbans dengan konsentrasi kafein pada maks asam benzoat.

Grafik 7 Kurva pada maks kafein dan maks asam benzoate

Tabel 7 Penentuan konsentrasi kafein dan Na-Benzoat pada dua maks


Larutan

Panjang gelombang

Sampel 1
Sampel 2
Sampel 3
Sampel 4
Sampel 5

Absorbans

(nm)
272.2
229.4
272.2
229.4
272.2
229.4
272.2
229.4
272.2

0.176
0.214
0.180
0.215
0.182
0.214
0.178
0.213
0.176

229.4

0.215

Konsentrasi sesungguhnya (ppm)


Kafein
Na-Benzoat
1742.85

758.60

1785.70

804.90

1800.00

797.70

1785.70

804.90

1742.85

758.60

Contoh perhitunngan (Sampel 1):


Persamaan garis linier pada maks kafein

Kafein
y = 0.0467x - 0.008

Asam benzoat
y = 0.0087x - 0.005

Persamaan garis linier pada maks Asam benzoat

Kafein
y = 0.0241x - 0.001
Asam benzoat
y = 0.0802x - 0.0187

Perhitungan konsentasi sampel mengguakan cara substitusi dan eliminasi

Pada maks kafein


y=0.0467[kafein]+0.0087[benz]

Pada maks Asam benzoat


y=0.0241[kafein]+0.0802[benz]

Nilai absorbans sampel 1 pada maks kafein = 0,176 dan maks Asam benzoat = 0.214
0.176 = 0.0467[kafein]+0.0087[benz]

x 0.0802

0.214 = 0.0241[kafein]+0.0802[benz]

x 0.0087

0.0141 = 0.0037[kafein]+0.0007[benz]
0.0019 = 0.0002[kafein]+0.0007[benz]

0.0122 = 0.0035[kafein]
[kafein] = 3.4857 ppm

Substitusikan [kafein] = 3.4857 ppm kepersamaan 0.176 = 0.0467[kafein]+0.0087[benz]


0.176 = 0.0467(3.4857 ppm)+0.0087[benz]

0.176 = 0.1628 ppm+0.0087[benz]


0.0132 = 0.0087[benz]
[benz] = 1.5172 ppm
Jadi konsentrasi kafein dan asam benzoal dalam sampel 1 adalah 3.4857 ppm dan 1.5172 ppm
Konsentrasi sesungguhnya:
Kafein = 3.4857 ppm x 500 = 1742.85 ppm
Na-Benzoat = 1.5172 ppm x 500 ppm = 758.60 ppm

xkafein =

1771.42 ppm

= 26.7261 ppm

xNa-Benzoat =

784.94 ppm

= 24.2240 ppm

= [1 -

] 100%

= 98.49%

= [1 -

] 100%

= 96.91%
[kafein]teori = 50 mg/150 ml = 333.33 mg/l = 333.33 ppm
%Ketepatan (kafein) = [1-(

= [1-(
= 331.43%
Selang kepercayaan 95%

xkafein -

1771.42 ppm 1738.1988


xBenzoat -

784.94 ppm 754,8234