Anda di halaman 1dari 2

PELAPORAN HASIL KRITIS RADIOLOGI

No. Dokumen

Tanggal Terbit

No. Revisi
0

Halaman
1/2

Ditetapkan
Direktur

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Yustitia MARS

Pengertian

Tujuan

Hasil pemeriksaan radiologi yang kritis atau angka kritis atau


angka panik adalah hasil pemeriksaan radiologi yang secara
signifikan diluar rentang nilai hasil yang seharusnya sehingga
memberi indikasi risiko tinggi atau kondisi yang mengancam jiwa
pasien.
Pelaporan hasil pemeriksaan radiologi yang kritis merupakan
proses melaporkan angka kritis atau angka panik oleh analis ke
dokter atau ruangan yang meminta pemeriksaan radiologi
tersebut.

Sebagai acuan penerapan langkah langkah menangani hasil kriitis


dan membuat laporan hasil kritis

Kebijakan
Prosedur

1. Hasil pemeriksaan dilakukan validasi oleh petugas radiologi


2. Petugas radiologi secara tanggap dan cepat melakukan validasi
hasil jika menemukan hasil pemeriksaan yang masuk dalam hasil
kritis
3. Petugas radiologi segera mengkomunikasikan atau melaporkan
kepada dokter peminta pemeriksaan atau ke petugas di bangsal
perawatan pasien jika menemukan hasil pemeriksaan yang masuk
dalam nilai kritis tanpa harus menunggu hasil print-out
pemeriksaan diantar ke dokter atau bangsal.
4. Petugas mendokumentasikan di buku sebagai bukti bahwa angka
kritis tersebut telah dilaporkan ke dokter atau ke ruangan yang
meminta pemeriksaan tersebut. Mendokumentasikan hari, tanggal,
jam, angka kritis yang dilaporkan, petugas yang melapor, yang
menerima laporan, tanda tangan petugas radiologi yang melapor.
Laporan melalui telepon sesuai prosedur yang berlaku

PELAPORAN HASIL KRITIS RADIOLOGI


No. Dokumen

No. Revisi
0

Halaman
2/2

5. Jika dokter yang bersangkutan meminta petugas radiologi


melaksanakannya sesuai prosedur yang berlaku.
6. Dokter yang menerima laporan mendokumentasikan di rekam
medis pasien dan melakukan monitorin dan evaluasi terhadap
kondisi pasien.
7. Perawat yang menerima laporan mendokumentasikan di rekam
medis

pasien,

segera

penanggungjawab

mengkomunikasikan

pelayanan

melalui

telepon

ke

dokter

dan

segera

melaksanakan advis dari dokter penanggungjawab pelayanan.


Unit Terkait

1. Instalasi Rawat Jalan.


2. Instalasi rawat Inap.
3. Instalasi Gawat Darurat.