Anda di halaman 1dari 8

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Klimatologi tidak mempelajari fenomena atmosfer secara tepat (misalnya


pembentukan awan, curah hujan, dan petir), tetapi mempelajari kejadian rata-rata
selama beberapa tahun sampai millenia, dan juga perubahan dalam pola cuaca
jangka panjang, dalam hubungannya dengan kondisi atmosfer.

Data iklim/cuaca, terutama data hujan dan temperatur, yang telah


terkumpul melalui pengamatan yang dilakukan secara intensif yang masih berupa
catatan-catatan lapangan sebelum disajikan untuk dihitung, perlu dilakukan
pengujian. Pengujian ini dilakukan untuk mengurangi adanya penyimpangan dan
kesalahan yang sering terjadi

Data iklim/cuaca terutama temperatur dan hujan sebelum digunakan dalam


analisis lebih lanjut harus terlebih dahulu diuji homogenitasnya atau
konsistensinya. Pencatatan data iklim sering mengalami penyimpangan dan
kesalahan. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain kerusakan alat,
perubahan letak peralatan, keteledoran/kelalaian pengamat, data rusak/hilang, dan
perubahan keadaan lingkungan yang mendadak. Hal yang diuji adalah
kehomogenitasannya atau konsistensinya.

Pengujian ini penting untuk dilakukan agar ketika data disajikan tidak
menjerumuskan dalam pembacaan dan perkiraan yang salah yang terjadi dalam
lapangan.

B. Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk menentukan homogenitas data temperatur
dan hujan.

II. LANDASAN TEORI


Data iklim/cuaca terutama temperatur dan hujan sebelum digunakan dalam
analisis lebih lanjut harus terlebih dahulu diuji homogenitasnya atau
konsistensinya. Pencatatan data iklim sering mengalami penyimpangan dan
kesalahan. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain kerusakan alat,
perubahan letak peralatan, keteledoran/kelalaian pengamat, data rusak/hilang, dan
perubahan keadaan lingkungan yang mendadak.

Kerusakan alat pencatat data iklim merupakan kerusakan atau perubahan


beberapa fungsi alat karena perubahan alami, seperti karatan atau karena alat
tersebut sudah cukup lama dipakai. Kerusakan-kerusakan tersebut tidak terdeteksi
sehingga data yang dihasilkan mengalami penyimpangan.untuk itu, dalam suatu
stasiun klimatologi hendaknya mempunyai alat cadangan dan seorang engineer
agar dapat memperbaiki kerusakan pada alat tersebut.

Kesalahan pada perubahan letak peralatan menyebabkan perubahan fungsi


ruang terhadap data pengamatan. Perubahan letak peralatan dapat disebabkan
karena hal alami seperti angin yang berhembus kencang yang menngeser
kedudukan alat, maupun karena faktor manusia yang kurang teleti dalam
mengenbalikan keadaan fungsi alat seperti sedia kala.

Kesalahan karena keteledoran pengamat ini sering terjadi karena pengamat


mengalami kesulitan untuk melakukan pencatatan seperti karena hujan lebat atau
gempa bumi. Kesalahan ini dapat terjadi pula kerena kurangnya ketelitian
pengamat ketika melakukan pencatatan. Kerusakan data atau hilangnya data dapat
dikarenakan karena faktor alam seperti banjir, gempa dan lain sebagainya.
Lingkungan sangat berpengaruh terhadap homogenitas suatu data. Perubahan
lingkungan yang mendadak dapat menyebabkan perubahan suatu data.

Pengujian data temperatur/suhu dilakukan dengan uji Run Test. Rerata


temperatur selama sepuluh tahun atau lebih dihitung kemudian dibandingkan
dengan rerata temperatur secara keseluruhan selama tahun pengamatan. Apabila
rerata tahunan lebih besar daripada rerata keseluruhan, maka diberi tanda (+) dan
sebaliknya apabila rerata tahunan lebih kecil dibandingkan dengan secara
keseluruhan selama tahun pengamatan diberi tanda (-). Jumlah pasangan (+) dan
(-) dihitung dan di beri tanda (U). Data temperatur sudah homogen apabila nilai
(U) masih dalam batas seperti dalam tabel 1.

Tabel 1. Nialai U untuk data homogen.

Jumlah Data Range Jumlah Data Range


12 5-8 28 11 – 18
14 5 – 10 30 12 – 19
16 6 – 11 32 13 – 20
18 7 – 12 34 14 – 21
20 8 – 13 36 15 – 22
22 9 - 14 38 16 – 23
24 9 - 17 40 16 – 25
26 10 - 17 50 22 - 30

Homogenitas data hujan dapat dilakukan dengan metode Buishand (Sri


Harto, 1998). Metode ini dinamakan RAPS (Resclased Adjusted Partical Sums).

Sk ** = Sk */Dy : k = 0, 1, 2, 3,………n

Sk * = ∑ (Yi –Y)2 : k = 1, 2, 3,…………n

Dy2 = ∑ (Yi – Y)2/n

Nilai statistic Q → Q = maks | Sk ** |

0≤K≤n

Nilai statistik R → R = maks Sk ** - min Sk**

0≤K≤n
Nilai statistic Q dan R diberikan pada tabel 2.

Tabel 2. Nilai Q/√n dan R/√n

N Q/√n R/√n

90% 95% 99% 90% 95% 99%


10 1,05 1,14 1,29 1,21 1,28 1,38
20 1,10 1,22 1,42 1,34 1,43 1,60
30 1,12 1,24 1,46 1,40 1,50 1,70
40 1,13 1,26 1,50 1,42 1,53 1,74
50 1,14 1,27 1,52 1,44 1,55 1,75
100 1,17 1,29 1,55 1,50 1,62 1,86

Sumber : Sri Harto, 1993

Apabila nilai Q/√n atau R/√n dihitung lebih kecil daripada nilai Q/√n atau R/√n
tabel maka datanya homogen.
III. METODELOGI

Alat dan Bahan

1. Data kabupaten Banyumas Stasiun Bojongsari tahun 1988


2. Kertas Folio
3. Kertas HVS ukuran A4 70 gram
4. Alat tulis
5. Penggaris
6. Label/Tipe-X
7. Kalkulator
V. KESIMPULAN

A. Kesimpulan

1. Cara menentukan homogenitas data temperatur hujan dapat dilakukan


dengan dua metode, metode Run Test dan metode RAPS.
2. Metode Run Test adalah metode yang digunakan untuk
menghomogenitaskan data dengan cara membandingkan rerata temperatur
tahunan dengan rerata temperatur keseluruhan.
3. Metode RAPS adalah metode yang digunakan untuk menghomogenitaskan
data dengan cara membandingkan nilai Q/√n atau R/√n dengan Q/√n atau
R/√n.

B. Saran

Pada praktikum selanjutnya hendaknya metode RAPS dijelaskan secara


rici oleh asisten praktikum.

DAFTAR PUSTAKA
Abujamin Ahmad Nasri. 1978. Beberapa Alat Pengukur Cuaca di Stasiun
Klimatologi Pertanian. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor
Anonim, 2008. Petunjuk Praktikum Agroklimatologi. Laboratorium Teknik
Sumberdaya Alam Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. UGM.
Yogyakarta.
Benyamin Lakitan. 1994. Dasar-dasar Klimatologi. PT. Raja Grafindo Persada.
Jakarta
Doronbos, J. 1976. Agro Meteorological Field Stations. Irigation and Drainage
Paper. No. 27. FAO. Rome
ILACO B.V. 1981. Agricultural Compendium For Rural Development in The
Tropics and Subtropics. Elsevier Science Publishers B.V
Hanafi. 1988. Klimatologi. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Bandung
Masrukhi.2010. Petunjuk Praktikum Agroklimatologi. Fakultas Pertanian
Universitas Jenderal Soedirman.
Prawiro wardoyo, Susilo 1996. Meteorologi. ITB. Bandung.
Waryono, dkk. 1987. Pengantar Meteorologi dan Klimatologi. PT Bina Ilmu.
Surabaya.
Wisnubroto, Soekardi, dkk. 1981. Asas-Asas Meteorologi Pertanian. Ghalia
Indonesia. Jakarta