Anda di halaman 1dari 5

Alat Peremuk Andesit (Crusher)

Crusher merupakan mesin yang dirancang untuk mengurangi besar batu menjadi batu yang
lebih kecil seperti kerikil atau abu batu. Crusher dapat digunakan untuk mengurangi ukuran
atau mengubah bentuk bahan tambang sehingga dapat diolah lebih lanjut.
Crushing biasanya dilakukan dengan proses kering, dan dibagi menjadi tiga tahap yaitu :
1)

Prymary crushing
merupakan peremukan tahap pertama, alat peremuk yang biasanya digunakan pada
tahap ini adalah Jaw Crusher. Dimana umpan biasanya langsung dari tambang
ataupun dari ROM (Run Of Mine) yang masih berukuran bongkahan

2)

Secondary Crushing
merupakan peremukan tahap kedua, alat peremuk yang digunakan adalah Jaw
Crusher ukuran kecil

3)

Fine Crushing
merupakan peremukan tahap lanjut dari secondary crushing

Proses Pengolahan Andesit


Mula-mula material hasil penambangan masuk melalui hopper yang kemudian diterima
vibrating grizzly sebelum masuk ke dalam mesin peremuk (Crusher). Hasil dari peremukan
kemudian dilakukan pengayakan yang akan menghasilkan dua macam produk yaitu produk
yang lolos ayakan yang disebut undersize yang merupakan produk yang akan diolah lebih
lanjut dan material yang tidak lolos ayakan yang disebut oversize yang merupakan produk
yang akan dikembalikan lagi ke dalam mesin peremuk melalui ban berjalan untuk dilakukan
peremukan lagi.

Biaya Operasional
Biaya ini biasanya dikeluarkan secara rutin atau periodik waktu tertentu dalam jumlah yang
relatif sama atau sesuai dengan jadwal kegiatan/produksi.
Biaya operasional dapat dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok utama yaitu : biaya langsung,
biaya tidak langsung dan biaya umum.
-

Biaya langsung adalah biaya yang dengan jelas dapat ditelusuri keberadaannya untuk
dibebankan pada produk. Contoh jenis biaya langsung adalah : tenaga kerja, bahan
bakar, air, tenaga listrik, dan lain-lain, royalti dan pengembangan wilayah produksi.
Biaya tidak langsung adalah biaya bersama yang tidak dapat dibebankan langsung
pada produk. Contohnya : Asuransi, penyusutan, bunga, pajak, reklamasi, perjalanan,
biaya rapat
Biaya umum adalah biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan di luar daerah tambang.
Contohnya : Pemasaran/penjualan dan jamuan karyawan terkait.

Menurut Andi Tenrisukki Tenriajeng (2003) dalam bukunya yang berjudul


Pemindahan Tanah Mekanis menyatakan biaya operasi peralatan adalah biaya yang
dikeluarkan hanya apabila alat tersebut dioperasikan. Biaya ini terdiri atas :
Biaya Bahan Bakar
Biaya Bahan Pelumas
Biaya Perawatan dan Perbaikan (reparasi)
Biaya Upah Operator

Profil Perusahaan
PT. Tahasak Sungei Kahayan merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang
kontruksi jalan raya sekaligus melakukan kegiatan penambangan batuan andesit yang terletak
di Kelurahan Kurun Seberang Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas Provinsi
Kalimantan Tengah, dan berdiri sejak tahun 2005 sementara kegiatan penambangan mulai
pada tahun 2008 dengan luas areal pertambangan sekitar 10 hektar.

Lokasi dan Kesampaian Daerah


Lokasi tempat kegiatan pertambangan andesit ini terletak di daerah kuala kurun seberang
Kecamatan kurun Kababupaten Gunung mas Provinsi Kalimantan Tengah.
Untuk mencapai lokasi penelitian kerja praktik di PT. Tahasak Sungei Kahayan dapat di
tempuh dengan cara :
-

Dari Kota Palangka Raya menuju Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas dapat di
tempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor roda 2 atau pun kendaraan
bermotor roda 4 dengan jarak tempuh 176 km dalam waktu tempuh diperkirakan
membutuhkan waktu 3 jam melalui jalan darat dengan kondisi jalan beraspal dan
berbukit.
Kemudian dari wilayah kuala kurun ke lokasi penelitian di PT. Tahasak Sungei
Kahayan dapat di tempuh dengan menggunakan kendaraan roda 2 atau pun roda 4
dengan jarak tempuh 11 km dengan waktu tempuh 30 menit melalui jalan darat
dengan kondisi jalan beraspal dan berbukit.

Bagan Alir
Bagan alir bias anda lihat di slide atau juga di handout yang telah dibagikan.

Kemudian hasil dan pembahasan selanjutnya akan di persentasikan oleh rekan saya.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Proses Pengolahan Andesit Di PT Tahasak Sungei Kahayan
Proses peremukan andesit pada PT. Tahasak Sungei Kahayan diawali pengangkutan dari pit
dengan alat wheel loader CAT 950 B dan ditumpukan di ROM dengan Keadaan material
masih berupa bongkahan-bongkahan. kemudian meggunakan alat gali muat excavator CAT
320 D dengan kapasitas bucket 0,9 m3, material dimasukan kedalam hopper yang mempunyai
kapasitas 10 m3 sebagai tempat penampungan sementara selanjutnya material tersebut
diumpankan ke alat peremuk oleh alat pengumpan plate feeder yang berada dibawah hopper.
Material dari hopper yang masuk kedalam alat peremuk pertama (Primary Crusher) untuk
pengecilan bongkahan material menjadi ukuran < 250 mm. Material yang diremuk oleh
peremuk pertama menjadi umpan selanjutnya dan disalurkan menggunakan conveyor menuju
alat peremuk kedua (secondary crusher) untuk diremuk kembali menjadi ukuran < 40 mm,
pada (secondary crusher) ini dipasang dua alat peremuk (jaw crusher) menjadi satu
rangkaian dengan kapasitas desain crusher yang sama agar mampu menerima umpan dari
(Primary Crusher).
Hasil pengecilan ukuran dari peremukan kedua (secondary crusher) akan disalurkan melalui
conveyor menuju alat pengayakan (vibrating screen) untuk proses pemisahan material sesuai
dengan ukuran yang diinginkan. vibrating screen ini mempunyai 4 (empat) deck, dengan
masing-masing ukuran yang berbeda, yaitu deck pertama (top deck) 30 x 40 mm, deck kedua
10 x 20 mm, deck ketiga 10 x 10 mm dan deck keempat 5 x 5 mm atau abu batu.
Material yang tidak lolos pengayakan pada (top deck) deck pertama akan disalurkan melalui
conveyor kedalam alat peremuk ketiga (fine crusher) untuk dilakukan peremukan ulang.
Umpan balik terjadi pada (fine crusher) dimana meterial yang tidak lolos pengayakan akan
diremuk ulang dan disalurkan kembali ke screen.
Produk hasil peremukan meterial akan mengahasilkan empat macam produk berdasarkan
ukuran deck pada vibrating screen, dengan masing-masing produk diangkut oleh conveyor
menjadi produk akhir proses peremukan yang dilakukan, yaitu produk dengan ukuran 3/4 cm,
1/2 cm, 1/1 cm dan < 0,5 cm (abu batu).

Parameter Perhitungan Biaya Operasional Crusher PT Tahasak Sungei Kahayan


Parameter ini merupakan acuan data untuk perhitungan kami dalam menentukan besaran
biaya operasinal yang bersifat teknis saja, seperti dalam batasan masalah yang sudah kami
buat.
Parameter tersebut terdiri dari :
1.

Bahan Bakar (Solar)


Penggunaaan solar disini di khusukan untuk kebutuhan Generator Set dengan kapasitas
listrik 135 KVA yang dimana berfungsi sebagai mesin penggerak dari alat crusher

2.

Pelumas (Oli Mesin)


Pelumas disini berfungsi untuk menjaga performa mesin agar tidak terjadi Over Heat
pada mesin Generator Set

3.

Perawatan dan Perbaikan


perawatan dan perbaikan disini dari alat Crusher seperti perawatan dan perbaikan pada
suku cadang yang kurang optimal untuk digunakan terus menerus.

4.

Upah Operator
Atau gaji karyawan yang bertugas di unit pengolahan alat crusher

Perhitungan Biaya Operasional Crusher PT Tahasak Sungei Kahayan


-

Bahan Bakar (solar)


Solar yang digunakan di PT Tahasak Sungei Kahayan merupakan solar industri non
subsidi dengan harga standar industri dari pertamina termasuk ongkos angkut dengan
harga Rp.14.000,-/liter yang di suplai khusus oleh distributor solar khusus solar
industri
Kebutuhan bahan bakar solar tertanggal 15 Juni 14 Juli 2015 berjumlah 3640 liter.
Biaya Bahan Bakar dihitung sebagai berikut :
Menggunakan rumus perhitungan dari buku Andi Tenrisukki Tenriajeng,
Biaya Bahan Bakar = 3.640 liter x Rp. 14.000,-/liter
= Rp. 50.960.000,-

Pelumas
Penghitungan biaya pelumas bertujuan untuk mengetahui berapa besar biaya yang
akan dikeluarkan untuk pembelian pelumas selama pengoperasian Generator Set
Dimana kebutuhan pelumas (oli mesin) tertanggal 15 Juni 14 Juli 2015 sebanyak 35
liter dengan harga Rp. 35.000,-/liter.
Biaya pelumas dihitung sebagai berikut :

Jadi biaya pelumas tertanggal 15 Juni 14 Juli 2015 sebesar :


Biaya Pelumas = 35 liter Rp. 35.000,-/liter
=
-

Rp. 1.225.000,-

Perawatan dan Perbaikan


Perawatan yang dilakukan pada alat Crusher salah satunya pemberian grease yang
dilakukan sebelum pengoperasian Crusher, Perawatan yang dilakukan juga antara lain
seperti pembersihan filter dan penggantian air radiator generator set, sedangkan
perbaikan yang dilakukan terhadap Crusher seperti penambahan flat dan karena
sering terkena jatuhan bongkahan material yang tajam membuat conveyor cepat rusak
atau robek maupun putus.
Untuk menghitung biaya perbaikan termasuk penggantian suku cadang yang aus
dipakai rumus pendekatan (Dep, Pekerjaan Umum, Panduan Analisa Harga Satuan,
Direktorat Jenderal Bina Marga. 2010) :

Keterangan :
K
=
B
=
W
=
12,5%
=
17,5%
=
Waktu kerja =

Perawatan dan Perbaikan


Harga pokok alat
Jam kerja alat dalam satu tahun
Untuk alat bekerja ringan
Untuk alat bekerja berat
208 Jam (15 Juni - 14 Juli 2015)

Dalam perhitungan ini alat dianggap bekerja ringan berdasarkan pengamatan


dilapangan, maka dipergunakan nilai sebesar 12,5%.
Jadi :

= Rp. 93.750,-/jam
= Rp. 93.750,-/jam X 208 jam
= Rp. 19.500.000,-

Upah Operator
Besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh pemilik perusahaan untuk upah operator
setiap bulannya adalah sebesar Rp. 8.800.000,-/bulan.
Dapat di lihat di tabel.

Dari poin-poin di atas maka dapat ditentukan biaya operasional yang dikeluarkan perusahaan
tertanggal 15 Juni 14 Juli 2015 adalah sebesar Rp. 80.485.000,-