Anda di halaman 1dari 8

PRAKTIKUM 1

A. Judul
Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO)
B. Dasar Teori
Virgin coconut oil (VCO) merupakan minyak makan yang diperoleh tanpa
mengubah sifat fisik kimia minyak karena hanya diberi perlakuan mekanis dan
penggunaan panas rendah. Minyak yang dihasilkan memiliki kadar air, asam lemak
bebas, dan angka oksidasi yang rendah, berwarna bening, dan berbau harum serta
memiliki daya simpan yang lama. VCO merupakan suatu produk yang memiliki sifat
dwi fungsi yaitu sebagai minyak goreng kualitas tinggi dan sebagai obat yang
potensial.
Proses pembuatan minyak kelapa murni ini sama sekali tidak menggunakan
zat kimia organis dan pelarut minyak. Dari proses seperti ini, rasa minyak yang
dihasilkan lembut dengan bau khas kelapa yang unik. Jika minyak membeku, warna
minyak kelapa ini putih murni. Sedangkan jika cair, VCO tidak berwarna (bening).
Minyak kelapa murni tidak mudah tengik karena kandungan asam lemak jenuhnya
tinggi sehingga proses oksidasi tidak mudah terjadi.
VCO banyak mengandung asam laurat dan asam lemak jenuh berantai
pendek seperti asam kaprat, kaprilat dan miristat, sehingga VCO memiliki peran yang
positif bagi kesehatan manusia. Beberapa manfaat VCO bagi kesehatan yaitu
merupakan anti bakteri, anti virus, anti jamur, dan anti protozoa, menjaga kesehatan
jantung dan pembuluh darah, dapat mencegah terjadinya osteoporosis, diabetes,
penyakit liver, dan timbulnya kanker, dapat menurunkan berat badan, dan memberikan
stamina bagi tubuh.
Manfaat VCO (Virgin Coconut Oil)
Minyak kelapa Virgin dikenal sebagai minyak yang mampu melangsingkan tubuh
sehingga cenderung digemari oleh para gadis yang memahami manfaatnya

G. Kesimpulan
Pada percobaan yang telah kami lakukan, dapat ditarik kesimpulan
bahwa:
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Manfaat minyak yang asalnya dari buah kelapa ini lebih luas
dari pada sekadar pelangsing tubuh.
Manfaat VCO antaralain, (1) Mematikan berbagai virus yang
menyebabkan mononucleosis, influenza, hepatitis C, cacar air, herpes
dan penyakit-penyakit lainnya. (2) Mematikan berbagai bakteri
penyebab pneumonia, sakit telinga, infeksi tenggorokan, gigi
berlubang, keracunan makanan, infeksi saluran kencing, meningitis,
gonorrhea, lukagangren dan masih sangat banyak lainnya. (3)
Mematikan jamur dan ragi yang menyebabkan candida, jock itch,
kadas, athletes foot, ruam karena keringat dan popok dan infeksi
lainnya. (4) Melumpuhkan dan mematikan cacing pita, lice, giardia dan
parasit lainnya. (5) Menyediakan sumber nutrisi dan energi cepat. (6)
Meningkatkan energy dan stamina yang memperbaiki fisik dan
penampilan atlit. (7) Memperbaiki pencernaan dan penyerapan
vitamin-vitamin dan asam amino yang larut dalam lemak. (8)
Memperbaiki sekresi insulin dan pendayagunaan glukosa darah.
Meredakan stres pada pankreas dan sistem-sistem enzim tubuh. (9)
Membantu meredakan gejala-gejala dan mengurangi resiko kesehatan
yang dihubungkan dengan diabetes. (10) Mengurangi gangguan yang
dikaitkan dengan gejala kesulitan pencernaan dan cystic fibrosis. (11)
Memperbaiki penyerapan kalsium dan magnesium serta mendukung
perkembangan tulang dan gigi yang kuat. (12) Membantu melindungi
diri terhadap serangan penyakit osteoporosis. (13) Membantu
meredakan gejala sakit saluran kandung kemih. (14) Meredakan gejala
yang dihubungkan dengan Chrons disease, ulcerative colitis dan bisul
perut. (15) Mengurangi peradangan kronis. (16) Mendukung
penyembuhan dan perbaikan jaringan tubuh. (17) Mendukung dan
membantu fungsi kekebalan tubuh. (18) Membantu melindungi tubuh
dari kanker payudara, kanker colon dan kanker lainnya. (19) Baik buat
jantung;
tidak
meningkatkan
cholesterol
darah
atau
kelengketanplatelet. (20) Membantu mencegah sakit jantung,
atherosclerosis dan stroke. (21) Membantu mencegah tekanan darah
tinggi. (22) Membantu mencegah sakit periodental dan kerusakan gigi.

(23) Berfungsi sebagai antioksidan pelindung. (24) Membantu


melindungi tubuh dari radikal bebas berbahaya yang meningkatkan
(25) penuaan dini dan penyakit degeneratif. (26) Memperbaiki
pendayagunaan asam lemak essensial dan melindunginya dari oksidasi.
(27) Meredakan gejala

Ragi

Kertassaring
Botolair mineral 1500 mL
Solder

b. Bahan :

Kedua adalah pupuk organik cair yang dibuat dari bahan-bahan organik

yang difermentasikan dalam kondisi anaerob dengan bantuan organisme


hidup. Bahan bakunya dari material organik yang belum terkomposkan. Unsur

Buah kelapa (Cocos nucifera L.) tua 2 buah.


Air
Ragi roti ( jamur Saccharomyces cerevisiae) / fermipan.

hara yang terkandung dalam larutan pupuk cair tipe ini benar-benar berbentuk
E. Cara Kerja

cair. Jadi larutannya lebih stabil. Bila dibiarkan tidak mengendap. Oleh karena
itu, sifat dan karakteristiknya pun berbeda dengan pupuk cair yang dibuat dari
pupuk padat yang dilarutkan ke dalam air. Tulisan ini bermaksud untuk
membahas pupuk organik cair tipe yang kedua.
C. Tujuan
Siswa dapat mengetahu metode pembuatan dan

1.
a.

b.
c.
d.

Membuat wadah pembuatan VCO


Siapkan alat
Toples kerupuk/ toples bekas
Selang plastik bening
Cuci bersih alat tersebut terlebih dahulu.
Ukurlah selang plastik sepanjag 25 cm. Kemudian guntinglah.
Lubangi tepi bawah toples menggunakan paku atau solder. Masukkan selang

e.

pada lubang yang telah dibuat.


Lem menggunakan lilin plastik agar tidak memungkinkan adanya lubang pada
wadah yang akan dibuat. Kemudian, buat simpul pada ujung selang. Wadah

pemanfatan pupuk organik cair (POC)


D. Alat dan Bahan
Alat
Wadah yang dapat dipenutup rapat
Selang akuarium
Botol air mineral 600 ml
Solder
Lilin
blender
Bahan
Limbah domestik (sayur/ kulit buah)
Air kelapa 700 ml
Molases / cairan gula aren kental 70 ml
Air beras 500 ml

2.
a.
b.
c.

siap digunakan.
Membuat VCO (Virgin Coconut Oil)
Belah kelapa yang dibutuhkan. Bersihkan tempurung dan kulit arinya.
Parut kelapa sebanyak 2 buah.
Sediakan air sebanyak 1000 mL di dalam gelas kimia. Campur dengan parutan

d.

kelapa (perbandingan 2:1), lalu peras hingga didapat santan yang kental.
Saring santan menggunakan penyaring, hingga didapatkan santan bersih tanpa

e.

ampas dan tangkan langsung kewadah pembuatan VCO.


Masukkan santan kedalam wadah pembuatan VCO yang telah dibuat, kemudian
tutup wadah dengan rapat.

2.

Menyaring 3 lapisan tersebut dengan menggunakan kertas saring (sehingga

3.

hanya tersisa air dan etanol)


Melakukan destilasi pada suhu 780C sehingga diperoleh destilat berupa etanol

4.

95%
Menyimpan etanol yang diperoleh pada wadah berupa botol coklat.

F. Pengamatan

1.

Aktivitas
Umbi dipanaskan pada suhu 100oC

2.

Penambahan Aspergillus Oryzae

Pengamatan (Warna, bau, tekstur)

lebih dikenal sebagai Etil Alkohol berupa bahan kimia yang diproduksi dari bahan
baku tanaman yang mengandung karbohidrat (pati) seperti ubi kayu,ubi
jalar,jagung,sorgum,beras,ganyong dan sagu yang kemudian dipopulerkan dengan
nama Bioethanol. Bahan baku lain-nya adalah tanaman atau buah yang
mengandung gula seperti tebu,nira,buah mangga, nenas, pepaya, anggur, lengkeng,

3.

Penambahan Saccaromyces Cerevisae

dll. Bahan berserat (selulosa) seperti sampah organik dan jerami padi pun saat ini
telah menjadi salah satu alternatif penghasil ethanol. Bahan baku tersebut
merupakan tanaman pangan yang biasa ditanam rakyat hampir di seluruh wilayah

4.

Penyaringan dengan Kertas Saring

Indonesia,sehingga jenis tanaman tersebut merupakan tanaman yang potensial


untuk dipertimbangkan sebagai sumber bahan baku pembuatan bioethanol.
Secara umum ethanol biasa digunakan sebagai bahan baku industri

5.

turunan alkohol, campuran untuk miras, bahan dasar industri farmasi, kosmetika

Penyaringan destilasi

dan kini sebagai campuran bahan bakar untuk kendaraan bermotor. Mengingat
pemanfaatan ethanol beraneka ragam, sehingga grade ethanol yang dimanfaatkan
harus berbeda sesuai dengan penggunaannya. Untuk ethanol yang mempunyai
grade 90-95% biasa digunakan pada industri, sedangkan ethanol/bioethanol yang
mempunyai grade 95-99% atau disebut alkohol teknis dipergunakan sebagai

G. Kesimpulan
Pada percobaan yang telah kami lakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa:
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PRAKTIKUM 2
A. Judul
Pemanfaatan bahan organik menjadi Bioetanol

B. Dasar Teori
Ethanol merupakan senyawa Hidrokarbon dengan gugus Hydroxyl (-OH)
dengan 2 atom karbon (C) dengan rumus kimia C 2H5OH. Secara umum Ethanol

campuran untuk miras dan bahan dasar industri farmasi. Sedangkan grade
ethanol/bioethanol yang dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar untuk
kendaraan bermotor harus betul-betul kering dan anhydrous supaya tidak
menimbulkan korosif, sehingga ethanol/bio-ethanol harus mempunyai grade tinggi
antara 99,6-99,8 % (Full Grade

kelelahan kronis. (28) Meredakan gejala benign prostatic hyperplasia (pembesaran

1.

prostat) (29) . Mengurangi tekanan epileptis. (30) Melindungi tubuh dari penyakit
ginjal dan infeksi kandung kemih. (31) Membantu mencegah sakit liver.

(32)

Pembuatan wadah POC


a. Lubangi penutup wadah dan penutup botol sebesar
b.

diameter selang akuarium dengan menggunakan solder.


Isi botol mineral dengan air sebanyak kurang lebih 400

c.

ml.
Hubungkan penutup wadah dan penutup botol dengan

d.

menggunakan selang.
Usahakan tidak ada celah yang memungkinkan udara

Kandungan kalori lebih rendah dari lemak lain sehingga efek penggunaan maksimal
untuk pengobatan jauh lebih baik. (33) Mendukung fungsi thyroid. (34) Meningkatkan
aktifitas metabolik sehingga memberikan efek penurunan berat badan yang alamiah
dan stabil (mencegah kegemukan). (35) Mencegah infeksi topical bila dioleskan

keluar-masuk pada bagian lubang penutup wadah dan

(melalui kulit). (36) Mengurangi gejala psoriasis, eksim dan dermatitis. (37)

penutup botol dengan selang, jika terdaoat celah maka

Mendukung keseimbangan kimiawi kulit secara alami. (38) Melembutkan kulit dan
mengencangkan kulit dan lapisan lemak di bawahnya. (39) Mencegah keriput, kulit
kendor dan bercak-bercak penuaan. (40) Memberikan penampilan rambut yang sehat

2.

tutup celah dengan menggunakan lilin.


e.
Wadah POC siap digunakan.
Pembuatan POC
a. Haluskan limbah domestik dengan

dan tidak kering. (41) Mencegah kerusakan yang ditimbulkan radiasi sinar ultra violet

menggunakan

blender kemudian masukkan ke dalam wadah POC

pada kulit. (42) Mengendalikan ketombe. (43) Membantu memberikan vitalitas dan
b.
c.
d.

sebanyak 5000 ml.


Tambahkan air kelapa ke dalam wadah POC.
Tambahkan molases / cairan gura aren kental.
Haluskan setengah ragi kemudian masukkan ke dalam

yang berbahaya bila dikonsumsi. (47) Tidak beracun untuk dikonsumsi.

e.
f.

wadah POC.
Tambahkan air beras ke dalam wadah POC.
Tutup rapat wadah dengan menggunakan penutup POC.

C. Tujuan

g.

Campuran POC harus dalam keadaan anaerob.


Simpan POC di tempat yang tidak terpapar sinar

terasa lebih muda. (44) Menolak oksidasi sehingga memberikan perlindungan terhadap
oksidasi berlebihan. (45) Virgin coconut oil pada suhu tinggi tidak membentuk zat
yang berbahaya seperti pada vegetable oil lainnya. (46) Tidak memiliki efek samping

Siswa dapat mengetahui cara pembuatan Virgin coconut oil (VCO) dengan
cara sederhana.

matahari langsung selama 14 hari (2 minggu).


F. Pengamatan
Tabel hasil pengamatan

D. Alat dan Bahan


a.

Alat:
Parutkelapa
Saringansantan
Baskom
Gelasukur
Corongminyak
Selang akuarium
E. Cara Kerja

Kelompok

Bau

Kepekatan

Warna

f.

Siapkan biakan jamur Saccharomyces cerevisiae. Larutkan ragi roti dengan

Pupuk organic cair adalah laruran dari pembusukan bahan-bahan organic


yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan

g.
h.

memasukkan satu sendok teh ragi roti kedalam air sebanyak 20 ml.
Ambil larutan Saccharomyces cerevisiae sebanyak 5 ml dengan menggunakan spoit.
Suntikkan 5 ml larutan Saccharomyces cerevisiae kedalam wadah pembuatan VCO

i.

yang berisikan santan.


Simpan wadah di tempat yang tidak terpapar cahaya matahari langsung selama 24 jam

unsure haranya lebih dari satu unsure. Kelebihan dari pupuk organic ini adalah
dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara, tidak masalah dalam pencucian hara,
dan mampu menyediakan hara secara cepat. Dibandingkan dengan pupuk cair

pada hingga terlihat tiga lapisan yakni: lapisan air (dibawah), lapisan blendo

anorganik, pupuk organic cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman
walaupun digunakan sesering mungkin. Selain itu, pupuk ini juga memiliki bahan

j.

(ditengah), lapisan minyak (diatas).


Setelah 22 jam, buang air dan blendo dengan membuka keran air/ selang pada wadah

k.

pembuatan VCO yang digunakan.


Saring menggunakan kertas saring, untuk memisahkan blendo yang masih tersisa

l.
m.

dengan minyak yang dihasilkan.


Minyak dimasukkan dalam botol kemasan menggunakan corong minyak.
Minyak murni tanpa pemanasan, Virgin Cococnut Oil siap digunakan.

pengikat, sehingga larutan pupuk yamg diberikan ke permukaan tanah bisa


langsung digunakan oleh tanaman. Dengan menggunakan pupuk organik cair dapat
mengatasi masalah lingkungan dan membantu menjawab kelangkaan dan mahalnya
harga pupuk anorganik saat ini.
Terdapat dua macam tipe pupuk organik cair yang dibuat melalui proses
pengomposan. Pertama adalah pupuk organik cair yang dibuat dengan cara

F. Pengamatan

melarutkan pupuk organik yang telah jadi atau setengah jadi ke dalam air. Jenis
Tabel hasil pengamatan

Kelompok

Volume

pupuk yang dilarutkan bisa berupa pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kompos
Warna

atau campuran semuanya. Pupuk organik cair semacam ini karakteristiknya tidak
jauh beda dengan pupuk organik padat, hanya saja wujudnya berupa cairan. Dalam
bahasa lebih mudah, kira-kira seperti teh yang dicelupkan ke dalam air lalu airnya
dijadikan pupuk.
Pupuk cair tipe ini suspensi larutannya kurang stabil dan mudah

G. Kesimpulan
Pada percobaan yang telah kami lakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa:
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PRAKTIKUM 3

mengendap. Kita tidak bisa menyimpan pupuk tipe ini dalam jangka waktu lama.
Setelah jadi biasanya harus langsung digunakan. Pengaplikasiannya dilakukan
dengan cara menyiramkan pupuk pada permukaan tanah disekitar tanaman, tidak
disemprotkan ke daun.

Ethanol = FGE). Perbedaan besarnya grade akan berpengaruh terhadap proses konversi
karbohidrat menjadi gula (glukosa) larut air.

A. Judul
Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)

C. Tujuan
1. Siswa dapat mengetahui pemanfaatan limbah organik

B. Dasar Teori

2. Siswa dapat mengetahui proses pembuatan bioetanol

Bahan :

D. Alat dan Bahan


Alat Proses Fermentasi

1. Pisau

3 buah

2. Baskom

1 buah

3. Wadah tertutup

1 buah

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Limbah organik (Nasi basi, kelapa busuk, daging singkong)


Ragi Fermipan (Saccaromyces Cerevisae)
Air
Aluminium foil
Etanol 95%
Aspergillus Oryzae (Ragi Kecap)

4. Sendok

3 buah

E. Cara Kerja

5. Kompor gas

1 buah

Proses fermentasi :

6. Panci

1 buah

7. Gas LPG

1 buah

Alat Proses Pemisahan

1.
2.
3.
4.
5.

Menyiapkan 3 umbi singkong matang.


Mencuci umbi singkong tersebut dengan menggunakan air.
Mengupas kulit umbi singkong hingga bersih
Mencuci daging umbi singkong dengan menggunakan air hangat
Mencacah daging umbi singkong menajdi dadu-dadu kecil dengan

8. Dinamo

1 buah

9. Labu destilasi

1 buah

10. Pembakar Spiritus

1 buah

11. Gelas kimia

1 buah

6.
7.
8.
9.

menggunakan pisau.
Memanaskan umbi singkong pada air suhu 1000C selama 30 menit
Mengaduk rebusan singkong hingga menjadi bubur dan mengental.
Mendinginkan rebusan singkong pada suhu ruangan
Memasukkan cendawan Aspergillus Oryzae diatas singkong yang telah

12. Gelas ukur

1 buah

13. Termometer 0-1100C

1 buah

14. Corong

1 buah

kadar larutan gula adalah 17-18% (memakai kadar persen volume). Jika

15. Batu didih

secukupnya

kadar berlebih tambahkan air, jika kadar kurang maka ditambahkan gula

16. Sumbat gabus

2 buah

17. Botol semprot

1 buah

18. Statif dan Klem

@2 buah

19. Kondensor libieg

1 buah

20. Selang kecil

2 buah

didinginkan. (10% dari volume bahan)


10. Menunggu proses hidrolisis pati oleh cendawan selama 2 jam.
11. Akan terbentuk dua lapisan yaitu endapan gula dan air, memastikan

pasir.
12. Menjaga suhu bahan baku 28-320C dan pH 4,5-5,5
13. Memasukkan Ragi Saccharomyces Cerevisae keatas bahan baku sambil
menutup rapat wadah (Fermentasi anaerob)
14. Menunggu 3-7 hari hingga glukosa menjadi etanol.
Proses Pemisahan :
Akan terbentuk 3 lapisan : endapan protein, air, dan etanol.