Anda di halaman 1dari 16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Alokasi Waktu

: SMA NEGERI 1 ENREKANG


: Biologi
: XII/ Genap
: 2 x 45 menit (Pertemuan 1)

A. Kompetensi Inti
KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar
1.1
1.2
1.3

2.1

2.2
3.1

Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang keanekaragaman


hayati, ekosistem dan lingkungan hidup.
Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bio
proses.
Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan
menyayangi lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan ajaran agama yang
dianutnya.
Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung
jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam
mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong,
bekerja sama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan
proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan
percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium.
Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip
keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan
Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem

koordinasi dan mengaitkannya dengan proses koordinasi sehingga dapat


menjelaskan peran saraf dan hormon dalam mekanisme koordinasi dan regulasi
serta gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem koordinasi manusia
melalui studi literatur, pengamatan, percobaan, dan simulasi.
3.11 Mengevaluasi pemahaman diri tentang bahaya penggunaan senyawa psikotropika
dan dampaknya terhadap kesehatan diri, lingkungan dan masyarakat.
4.11 Menyajikan hasil analisis tentang kelainan pada struktur dan fungsi saraf dan
hormon pada sistem koordinasi yang disebabkan oleh senyawa psikotropika yang
menyebabkan gangguan sistem koordinasi manusia dan melakukan kampanye anti
narkoba pada berbagai media.
4.1 Melakukan kampanye antinarkoba melalui berbagai bentuk media komunikasi baik
2
di lingkungan sekolah maupun masyarakat
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
Pertemuan 1
1. Mengidentifikasi struktur dan fungsi sel saraf (neuron)
2. Mengidentifikasi susunan system saraf
D. Materi Pembelajaran
Sistem Saraf Manusia
Rangsangan (stimulus) diartikan sebagai segala sesuatu yang menyebabkan
perubahan pada tubuh atau bagian tubuh tertentu. Sedangkan alat tubuh yang menerima
rangsangan tersebut dinamakan indra (reseptor). Adanya reseptor, memungkinkan
rangsangan dihantarkan menuju sistem saraf pusat. Di dalam saraf pusat, rangsangan akan
diolah untuk dikirim kembali menuju efektor, seperti otot dan tulang oleh suatu sel saraf
sehingga terjadi tanggapan (respons).Sementara itu, rangsangan yang menuju tubuh dapat
berasal dari bau, rasa (seperti pahit, manis, asam, dan asin), sentuhan, cahaya, suhu, tekanan,
dan gaya berat. Rangsangan semacam ini akan diterima oleh indra penerima yang disebut
reseptor luar (eksteroseptor).Sedangkan rangsangan yang berasal dari dalam tubuh misalnya
rasa lapar, kenyang, nyeri, maupun kelelahan akan diterima oleh indra yang dinamakan
reseptor dalam (interoseptor). Tentu semua rangsangan ini dapat kita rasakan karena pada
tubuh kita terdapat sel-sel reseptor.
Sel Saraf (Neuron)
Sistem saraf tersusun atas miliaran sel yang sangat khusus yang disebut sel saraf
(neuron). Setiap neuron tersusun atas badan sel, dendrit, dan akson (neurit). Lihat Gambar
di bawah ini.

Badan sel merupakan bagian sel saraf yang mengandung nukleus (inti sel) dan
tersusun pula sitoplasma yang bergranuler dengan warna kelabu. Di dalamnya juga terdapat
membran sel, nukleolus (anak inti sel), dan retikulum endoplasma. Retikulum endoplasma
tersebut memiliki struktur berkelompok yang disebut badan Nissl. Pada badan sel terdapat
bagian yang berupa serabut de ngan penjuluran pendek. Bagian ini disebut dendrit. Dendrit
memiliki struktur yang bercabang-cabang (seperti pohon) dengan berbagai bentuk dan
ukuran. Fungsi dendrit adalah menerima impuls (rangsang) yang datang dari reseptor.
impuls tersebut dibawa menuju ke badan sel saraf. Selain itu, pada badan sel juga terdapat
penjuluran panjang dan kebanyakan tidak bercabang. Namanya adalah akson atau neurit.
Akson berperan dalam menghantarkan impuls dari badan sel menuju efektor, seperti otot
dan kelenjar. Walaupun diameter akson hanya beberapa mikrometer, namun panjangnya
bisa mencapai 1 hingga 2 meter. Supaya informasi atau impuls yang dibawa tidak bocor
(sebagai isolator), akson dilindungi oleh selubung lemak yang kemilau. Kita bisa
menyebutnya selubung mielin. Selubung mielin dikelilingi oleh sel-sel Schwan. Selubung
mielin tersebut dihasilkan oleh selsel pendukung yang disebut oligodendrosit. Sementara
itu, pada akson terdapat bagian yang tidak terlin dungi oleh selubung mielin. Bagian ini
disebut nodus Ranvier, yang berfungsi memperbanyak impuls saraf atau mempercepat
jalannya impuls.
Berdasarkan struktur dan fungsinya, neuron dikelompokkan dalam tiga bagian,
yaitu neuron sensorik, neuron motorik, dan interneuron.
Neuron sensorik merupakan neuron yang memiliki badan sel bergerombol
membentuk simpul saraf atau ganglion (jamak = ganglia). Dendritnya berhubungan dengan
neurit neuron lain, sedangkan neuritnya berkaitan dengan dendrit neuron lain. Fungsi neuron
sensorik yakni meneruskan impuls (rangsangan) dari reseptor menuju sistem saraf pusat
(otak dan sumsum tulang belakang). Oleh karena itu, neuron sensorikdisebut pula neuron
indra.
Sementara itu, neuron motorik merupakan neuron yang berperan meneruskan
impuls dari sistem saraf pusat ke otot dan kelenjar yang akan melakukan respon tubuh.

Karena perannya ini, neuron motorik disebut pula neuron penggerak. Dendrit neuron
motorik berhubungan dengan neurit neuron lain, adapun neuritnya berkaitan dengan efektor
(otot dan kelenjar). Antara neuron sensorik dan neuron motorik dihubungkan oleh
interneuron atau neuron ajustor dengan letak yang berada pada otak dan sumsum tulang
belakang. Interneuron merupakan neuron yang membawa impuls dari sensorik atau
interneuron lain. Karena itu, interneuron disebut pula neuron konektor.
Susunan Sistem Saraf
Setiap impuls saraf akan berhubungan dengan sistem saraf, yang terdiri dari sistem
saraf sadar dan sistem saraf tak sadar atau sistem saraf otonom, untuk lebih jelasnya dapat
dilihat pada skema berikut:

a. Saraf Pusat

Seluruh aktivitas tubuh manusia dikendalikan oleh sistem saraf pusat. Sistem ini
yang mengintegrasikan dan mengolah semua pesan yang masuk untuk membuat
keputusan atau perintah yang akan dihantarkan melalui saraf motorik ke otot atau
kelenjar. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Otak
dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak, sedangkan sumsum tulang belakang dilindungi
oleh ruas-ruas tulang belakang. Selain itu kedua organ tersebut dilindungi oleh selaput
yang terdiri dari jaringan ikat yang disebut meninges. Meninges tersusun atas tiga lapisan
yaitu: piameter, arachnoid dan durameter. Piameter, merupakan lapisan paling dalam yang

banyak mengandung pembuluh darah. Arachnoid, merupakan lapisan tengah berupa


selaput jaring yang lembut. Antara arachnoid dengan piameter terdapat rongga arachnoid
yang berisi cairan. Durameter, merupakan lapisan paling luar, yang berupa membran tebal
fibrosa yang melapisi dan melekat pada tulang.
1) Otak
Otak dibagi menjadi tiga bagian yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang.
Pembagian daerah ini tampak nyata hanya selama perkembangan otak pada fase embrio.
Otak pada manusia dewasa terdiri dari beberapa bagian (lobus). Bagian-bagian dari otak
adalah: Otak Besar
a) Otak Besar ( cerebrum )
Otak besar merupakan pusat pengendali kegiatan tubuh yang disadari. Yaitu
Berpikir, berbicara, melihat, bergerak, mengingat, dan mendengar termasuk kegitan
tubuh yang disadari. Otak besar dibagi menjadi dua belahan, yaitu belahan kanan dan
belahan kiri. Masing-masing belahan pada otak tersebut disebut hemister. Otak besar
belahan kanan mengatur dan mengendalikan kegiatan tubuh sebelah kiri,
sedangkan otak belahan kiri mengatur dan mengendalikan bagian tubuh sebelah
kanan.

b) Otak tengah ( Mesensefalon )


Otak tengah merupakan pebghubung antara otak depan dan otak belakang, bagian
otak tengah yang berkembang adalah lobus optikus yang berfungsi sebagai pusat
refleksi pupil mata, pengatur gerak bola mata, dan refleksi akomodasi mata.
c) Otak kecil ( cerebellum )
Otak kecil terletak di bagian belakang otak besar, tepatnya di bawah otak besar. Otak
kecil terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan luar berwarna kelabu dan lapisan dalam
berwarna putih. Otak kecil dibagi menjadi dua bagian, yaitu belahan kiri dan
belahan kanan yang dihubungkan oleh jembatan varol. Otak kecil berfungsi
sebagai pengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasikan kerja otot ketika
seseorang akan melakukan kegiatan. Dan pusat keseimbangan tubuh.

2) Sumsum Tulang Belakang

Sumsum tulang belakang terletak di dalam rongga ruas-ruas tulang


belakang,yaitu lanjutan dari medula oblongata memanjang sampai tulang punggung
tepatnya sampai ruas tulang pinggang kedua (canalis centralis vertebrae).
Sumsum tulang belakang berfungsi sebagai pusat gerak refleks, penghantar
impuls sensorik dari kulit atau otot ke otak, dan membawa impuls motorik dari otak ke
efektor. Di dalam tulang punggung terdapat sumsum punggung dan cairan
serebrospinal.
Pada potongan melintang bentuk sumsum tulang belakang tampak dua bagian
yaitu bagian luar berwarna putih sedang bagian dalamnya berwarna abu-abu. Bagian
luar berwarna putih karena mengandung dendrit dan akson dan berbentuk seperti
tiang, sedangkan bagian dalam berwarna abu-abu berbentuk seperti sayap atau huruf
H. Sayap (huruf H), yang mengarah ke perut disebut sayap ventral dan banyak
mengandung neuron motorik dengan akson menuju ke efektor. Sedangkan sayap yang
mengarah ke punggung disebut sayap dorsal, mengandung badan neuron sensorik.
Saraf Tepi
b. Sistem Saraf Tepi (Sistem saraf Perifer)
Sistem saraf tepi adalah lanjutan dari neuron yang bertugas membawa impuls saraf
menuju ke dan dari sistem saraf pusat. Berdasarkan cara kerjanya sistem saraf tepi
dibedakan menjadi dua yaitu : Sistem saraf sadar, Yaitu sistem saraf yang mengatur
segala gerakan yang dilakukan secara sadar atau dibawah koordinasi saraf pusat atau
otak. Berdasarkan asalnya sistem saraf sadar dibedakan menjadi dua yaitu: sistem saraf
kepala (kranial) dan sistem saraf tulang belakang (spinal). Sistem saraf tak sadar.
Berdasarkan sifat kerjanya saraf tak sadar dibedakan menjadi dua yaitu: saraf simpatik
dan saraf parasimpatik.
1) Sistem saraf somatis
2) Sistem saraf somatis disebut juga dengan sistem saraf sadar Proses yang dipengaruhi
saraf sadar, berarti kamu dapat memutuskan untuk menggerakkan atau tidak
menggerakkan bagian-bagian tubuh di bawah pengaruh sistem ini. Misalnya ketika
kita mendengar bel rumah berbunyi, isyarat dari telinga akan sampai ke otak. Otak
menterjemahkan pesan tersebut dan mengirimkan isyarat ke kaki untuk berjalan
mendekati pintu dan mengisyaratkan ke tangan untuk membukakan pintu. Sistem
saraf somatis terdiri atas :

a) Saraf otak (saraf cranial), saraf otak terdapat pada bagian kepala yang keluar dari
otak dan melewati lubang yang terdapat pada tulang tengkorak. Urat saraf ini
berjumlah 12 pasang.
b) Saraf sumsum tulang belakang (saraf spinal), saraf sumsum tulang belakang
berjumlah 31 pasang . Saraf sumsum tulang belakang berfungsi untuk meneruskan
impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat juga meneruskan impuls dari sistem saraf
pusat ke semua otot rangka tubuh.
3) Sistem Saraf Tak Sadar (Saraf Otonom)
Sistem saraf tak sadar disebut juga saraf otonom adalah sistem saraf yang
bekerja tanpa diperintah oleh sistem saraf pusat dan terletak khusus pada sumsum
tulang belakang. Sistem saraf otonom terdiri dari neuron-neuron motorik yang
mengatur kegiatan organ-organ dalam, misalnya jantung, paru-paru, ginjal, kelenjar
keringat, otot polos sistem pencernaan, otot polos pembuluh darah. Berdasarkan sifat
kerjanya, sistem saraf otonom dibedakan menjadi dua yaitu saraf simpatik dan saraf
parasimpatik. Saraf simpatik memiliki ganglion yang terletak di sepanjang tulang
belakang yang menempel pada sumsum tulang belakang, sehingga memilki serabut
pra-ganglion pendek dan serabut post ganglion yang panjang. Serabut pra-ganglion
yaitu serabut saraf yang yang menuju ganglion dan serabut saraf yang keluar dari
ganglion disebut serabut post-ganglion. Saraf parasimpatik berupa susunan saraf yang
berhubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Sebelum sampai pada
organ serabut saraf akan mempunyai sinaps pada sebuah ganglion seperti pada bagan
berikut. Saraf parasimpatik memiliki serabut pra-ganglion yang panjang dan serabut
post-ganglion pendek. Saraf simpatik dan parasimpatik bekerja pada efektor yang
sama tetapi pengaruh kerjanya berlawanan sehingga keduanya bersifat antagonis.
Contoh fungsi saraf simpatik dan saraf parasimpatik antara lain: Saraf simpatik
mempercepat denyut jantung, memperlambat proses pencernaan, merangsang ereksi,
memperkecil diameter pembuluh arteri, memperbesar pupil, memperkecil bronkus
dan mengembangkan kantung kemih, sedangkan saraf parasimpatik dapat
memperlambat denyut jantung, mempercepat proses pencernaan, menghambat ereksi,
memperbesar diameter pembuluh arteri, memperkecil pupil, mempebesar bronkus dan
mengerutkan kantung kemih.
E. Metode Pembelajaran
Pertemuan I
1. Pendekatan
- Scientific (saintifik)
2. Model
- Kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions)
F. Metode
- Diskusi, Tanya Jawab, Kerja Kelompok
G. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran

Pertemuan I dan II
1. Media
LKPD
2. Alat dan bahan
a. Spidol
b. Papan tulis
3. Sumber belajar
a. Campbell, N.A. Jane B. Reece and Lawrence G. Mitchell. 2000. Biologi. edisi 5
jilid 3. Alih Bahasa: Wasman manalu. Erlangga. Jakarta
b. Irnaningtyas. 2013. Biologi untuk SMA/MA kelas XI. Erlangga : Jakarta
c. Widayati, sri. Siti Nur Rochmah dan Zubdi. 2009. Biologi SMA/MA kelas XI. BSE:
Jakarta
d. http://mediabelajaronline.blogspot.com/2010/11/sistem-saraf-koordinasi-padamanusia.html
H. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1 (2 x 45 menit)
Kegiatan
Pendahulua
n

Sintaks
model STAD

Aktifitas Pembelajaran
Guru

Siswa

Orientasi
1. Memberikan
salam 1. Membalas salam guru
pembuka
2. Menanyakan
kabar 2. Siswa
memberi
siswa
seraya
informasi
tentang
mengabsen siswa
kesehatan tubuh dan
mengangkat
tangan
ketika
namanya
Fase 1:
dipanggil.
Menyampaik
3. Siswa berfikir dan
an tujuan dan Apersepsi & Motivasi
menjawab pertanyaan
memotivasi
3. Memotivasi
siswa
guru.
siwa
dengan
memberi
permasalahan: coba
kalian lihat gambar di
papan tulis ?apa yang
sedang
mereka
lakukan?...(gambar dua
orang
berbincang
melalui telepon)
Gambar
tersebut

Alokasi
waktu
15

memperlihatkan dua orang


yang berbincang-bincang
melalui telepon. Seseorang
di
suatu
tempat
menyampaikan
suatu
pesan dan di tanggapi oleh
orang di tempat lain.
Melalui
komunikasi
tersebut akhirnya pesan
yang
disampaikan
seseorang dapat ditanggapi
oleh orang lain. Ilustrasi
tersebut ternyata dapat
menjelaskan
tentang
sistem saraf. Dilihat dari
cara kerja dan fungsinya,
saraf bagaikan sebuah
jaringan
komunikasi.
Sistem saraf
berfungsi
untuk menerima pesan dan
menanggapi
pesan
tersebut. Dalam hal ini,
pesan disebut rangsang.
Dari pengertian tersebut
dapat disimpulkan bahwa
saraf merupakan bagian
dari tubuh yang berfungsi
untuk menerima rangsang
dan kemudian menanggapi
rangsang tersebut.

4. Mendengarkan
4. Memberi
pujian
penjelasan dari guru.
terhadap siswa yang
dapat
menjawab
pertanyaan dari guru
dan
mengkomunikasikan
tujuan pembelajaran.
Kegiatan
Inti

Fase 2
Menyajikan

1. Menyajikan informasi 1. Memperhatikan


dan
kepada siswa mengenai
mencatat
informasi

70
menit

informasi

sistem
saraf
pada
penting
yang
manusia.
disampaikan guru.
Fase 3
1. Membagi siswa ke 1. Berpindah
tempat
Mengorganis
dalam 5 kelompok
duduk
bersama
asi siswa ke
heterogen
kelompoknya
dalam
2. Menerima potongankelompokpotongan puzzle.
kelompok
belajar
Fase 4:
Mengamati
Mengamati
Membimbing 1. Membagikan
LKPD 1. Menerima LKS yang
kelompok
kepada siswa sebagai
dibagikan guru
belajar dan
bahan diskusi dan 2. Menyusun potonganbekerja
presentasi
potongan puzzle.
2. Guru membimbing dan 3. Siswa
mengerjakan
mengawasi
jalannya
LKPD yang dibagikan
diskusi.
guru
secara
berkelompok.
Menanya
3. Mengarahkan
siswa
untuk
membuat
pertanyaan tentang;
Sistem saraf pada
manusia.
Mencoba
4. Mengarahkan
siswa
mengidentifikasi
struktur
sel
saraf
beserta fungsi, dan
penyusunnya
Mengasosiasikan/
menalar
5. Menugaskan
siswa
Mendiskusikan struktur
sel saraf beserta fungsi
dan penyusunnya

Menanya
4. Membuat pertanyaan
tentang;
Bagian-bagian dari
sel saraf?
Mencoba
5. Mengidentifikasi
mekanisme penghantar
impuls saraf.
Mengasosiasikan/
menalar
6. Mendiskusikan
mekanisme yang terjadi
pada gerak refleks.

Fase 5
Evaluasi

Kegiatan
Penutup

Fase 6
Memberikan
Penghargaan

Mengomunikasikan
Mengomunikasikan
1. Guru menunjuk siswa 1. Siswa
maju
yang akan melakukan
mempresentasikan
presentasi
hasil
hasil diskusinya di
diskusinya di depan
depan kelas
kelas
2. Guru meminta siswa 2. Siswa mengoreksi atau
yang lain memberikan
memberikan
koreksi atau penjelasan
penjelasan tambahan
tambahan
jika ada yang perlu
ditambahkan
1. Guru
memberikan 1. Siswa
yang
penghargaan kepada
memperoleh peringkat
kelompok
dengan
super team maju ke
peringkat super team
depan kelas untuk
menerima penghargaan
2. Guru
memberikan 2. Siswa mendengarkan
motivasi
kepada
motivasi
yang
kelompok lain yang
disampaikan ibu guru
belum
mendapat
5 menit
peringkat super team
3. Guru
3. Siswa mendengarkan
menginformasikan
dan mencatat materi
materi
yang
akan
yang harus dipelajari
dipelajari siswa pada
di
rumah
untuk
pertemuan berikutnya
pertemuan selanjutnya
susunan sistem saraf
dan kelainan sistem
saraf

I. Penilaian
1. Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik
Bentuk Instrumen
Pengamatan Sikap
Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik

Pengamatan
(Psikomotorik)
Tes Tertulis
2. Instrumen

keterampilan

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP


Materi
: Sistem saraf

Lembar
pengamatan
keterampilan
Proses (psikomotorik) dan rubrik
Pilihan Ganda

Kelas/Semester
: XI/II
Hari/Tanggal
:
a. Lembar Pengamatan Sikap

Kepedulian

jawab Tanggung

1.
2.
3.
4.
5.
dst

Nama Siswa

Kerjasama

No
.

Disiplin

Apek
Skor

Nilai

RUBRIK PENILAIAN SIKAP


No
Aspek yang dinilai
Rubrik
1
Disipin dalam mengerjakan dan 4: selalu mengerjakan tugas dan tepat waktu dalam
mengumpulkan tugas
mengumpulkan tugas
3: mengerjakan tugas tetapi terlambat mengumpulkan
2: mengerjakan tugas tetapi tugas tidak dikumpulkan
1: tidak mengerjakan dan mengumpulkan tugas
2
Menunjukkan kerjasama antar 4. selalu menunjukkan kerjasama antar anggota
anggota kelompok dalam diskusi
kelompok, terlibat aktif dalam kegiatan belajar baik
individu maupun berkelompok
3: kurang menunjukkan kerjasama antar anggota
kelompok, kurang terlibat aktif dalam kegiatan
belajar baik individu maupun berkelompok
2: jarang menunjukkan kerjasama antar anggota
kelompok, dan baru terlibat aktif dalam kegiatan
kelompok ketika disuruh
1: tidak pernah menunjukkan kerjasama antar anggota
kelompok, sulit terlibat aktif dalam kegiatan
kelompok walaupun telah didorong untuk terlibat
3
Menunjukkan kepedulian
4: selalu menunjukkan kepedulian terhadap guru
terhadap guru dan teman selama
maupun teman kelompok ketika proses belajar
pembelajaran
berlangsung
3: kurang menunjukkan kepedulian terhadap guru
maupun teman kelompok ketika proses belajar
berlangsung

Menunjukkan sikap bertanggung


jawab dalam belajar baik individu
maupun kelompok

2: jarang menunjukkan kepedulian terhadap guru


maupun teman kelompok ketika proses belajar
berlangsung
1: tidak pernah menunjukkan kepedulian terhadap
guru maupun teman kelompok ketika proses belajar
berlangsung
4: selalu menunjukkan rasa tanggung jawab dalam
belajar baik individu maupun kelompok
3: kurang menunjukkan rasa tanggung jawab dalam
belajar baik individu maupun kelompok
2: jarang menunjukkan rasa tanggung jawab dalam
belajar baik individu maupun kelompok
1: tidak pernah menunjukkan rasa tanggung jawab
dalam belajar baik individu maupun kelompok

1. RUMUS PERHITUNGAN SKOR AKHIR SIKAP

*)Skor maksimal = 16
1. PENILAIAN SIKAP
Sangat Baik
: apabila memperoleh skor : 3.33 < skor < 4.00
Baik
: apabila memperoleh skor : 2.33 < skor < 3.33
Cukup
: apabila memperoleh skor : 1.33 < skor < 2.33
Kurang
: apabila memperoleh skor : skor < 1.33

INSTRUMEN PENILAIAN PSIKOMOTORIK Proses


Materi
: Sistem saraf
Kelas/Semester
: XI/II
Hari/Tanggal
:

N
o
1
2
3

b. Lembar Penilaian Psikomotorik proses


Aspek yang dinilai
4
3
Melakukan investigasi terhadap topik
bahasan kelompok.
Melakukan tanggung jawab di dalam
kelompok
Berpartisipasi dalam diskusi kelas

Keteranga
n

Persentasi

Rubrik penilaian keterampilan (psikomotorik proses)


No
Aspek yang dinilai
Rubrik
1
Melakukan investigasi
4: melakukan investigasi topik berama teman
terhadap topik bahasan
kelompok dengan baik
kelompok.
3: melakukan investigasi topik bersama teman
kelompoknya
2: melakukan investigasi seorang diri
1: tidak melakukan investigasi
2
Melakukan tanggung jawab di 4: mengambil peran atau tanggung jawab dalam
dalam kelompok
kelompok dengan sangat baik.
3: mengambil bagian atau tugas dalam
menyelesaikan tugas dengan baik
2: mengambil peran atau tanggung jawab,tetapi
kurang baik
1: mengambil peran dalam kelompok tetapi tidak
baik.
3
Berpartisipasi dalam diskusi
4: selalu berpartisipasi bagian dalam setiap diskusi
kelas
kelas
3: berpartisipasi dalam sebagian tahapan diskusi
kelas
2: kurang berpatisipasi dalam diskusi kelas
1: tidak berpartisipasi dalam diskusi kelas
4
Presentasi
4: menyampaikan hasil presentase dengan kalimat
yang jelas sehingga mudah dimengerti
3: menyampaikan hasil presentase dengan kalimat
yang cukup jelas dan dapat dimengerti
2: menyampaikan hasil presentase dengan kalimat
yang kurang jelas sehingga kurang dimengerti
1: menyampaikan hasil presentase dengan kalimat
yang tidak jelas sehingga sulit dimengerti
1. RUMUS PERHITUNGAN SKOR AKHIR KETERAMPILAN PROSES

*)Skor maksimal = 16
1. PENILAIAN KETERAMPILAN PROSES

0.00
1,00
1,33
1,66
2,00
2,33
2,66
3,00
3,33
3,66

SKOR
skor 1,00
skor 1,33

skor 1,66

skor 2,00

skor 2,33

skor 2,66

skor 3,00

skor 3,33

skor 3,66

skor 4,00

NILAI
D
D+
CC
C+
BB
B+
AA
Enrekang,

Maret 2016

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Kairawan, S. Pd. M. Pd.


NIP. 19700601 199702 1 008

Guru Mata Pelajaran

Drs. Imran Tahir, M. Pd.


NIP. 19681231 199403 1 054