Anda di halaman 1dari 2

RUMAH SAKIT

PENANGANAN KEJADIAN LUAR BIASA

AR BUNDA
PRABUMULIH

No. Dokumen
001\RS-

No. Revisi

Halaman

1 dari 2

BUNDA\PBM\PPI\2015

Ditetapkan,
Direktur RS AR Bunda Prabumulih
PROSEDUR
TETAP

Tanggal Terbit
1 Mei 2016
dr. H. Alip Yanson, MARS
Penanganan kejadian luar biasa (KLB) adalah salah satu upaya untuk

PENGERTIAN

menangani kejadian atau kasus infeksi pada tempat dan waktu tertentu yang
jumlahnya meningkat dari biasanya.

TUJUAN

KEBIJAKAN

Mencegah meluasnya kejadian KLB dan mencegah agar kejadian yang sama
tidak terulang lagi di masa yang akan datang.
SK Direktur No. 036/RS-Bunda/PBM/II/2015 tentang Kebijakan Pelayanan
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
1. Catat setiap kejadian infeksi di ruangan sesuai

prosedur Surveilans

Infeksi Rumah Sakit


2. Catat setiap kejadian infeksi di ruangan sesuai prosedur Surveilans Infeksi
Rumah Sakit.
3. Komite PPI RS berkoordinasi dengan IPCLN dan Kepala ruangan serta
dokter yang bertanggung jawab menangani pasien, untuk melakukan
verifikasi diagnosis infeksi rumah sakit, penegakan diagnosis dan
PROSEDUR

mengkonfirmasi sebagai kasus KLB. Selain itu juga dilakukan investigasi


terhadap

kemungkinan

sumber

penularan,

cara

penularan

dan

kemungkinan penyebarannya, serta aspek lain yang diperlukan untuk


penanggulangan atau memutuskan rantai penularan.
4. Komite PPI RS berkoordinasi dengan Bagian Laboratorium untuk
melakukan swab/kultur
5. Apabila hasil investigasi menyimpulkan telah terjadi KLB, maka Komite
PPIRS menetapkan status siaga bencana KLB dan melaporkan kepada
pimpinan RS

PENANGANAN KEJADIAN LUAR BIASA

RUMAH SAKIT
AR BUNDA
PRABUMULIH

No. Dokumen
001\RSBUNDA\PBM\PPI\2015

No. Revisi
...

Halaman
2 dari 2

6. Koordinasikan dengan Direktorat Pelayanan Medik, Panitia K3 RS,


Laboratorium, Farmasi, Sanitasi, CSSD, Gizi, Laundi dan bagian terkait
lainnya sesuai kebutuhan.
7. Apabila diperlukan, pasien kasus KLB dirujuk ke rumah sakit rujukan
infeksi yang telah ditetapkan oleh dinas kesehatan.
8. Agar KLB Infeksi tidak meluas, Komite PPI bersama IPCLN dan perawat
ruangan melakukan langkah-langkah pencegahan dan pembatasan dengan
cara mengawasi secara ketat pelaksanaan kewaspadaan standar dan
PROSEDUR

kewaspadaan berdasarkan transmisi


9. Lakukan dokumentasi tentang kejadian dan tindakan yang telah diambil
terhadap data atau informasi KLB.
10. Komite PPIRS terus melakukan monitoring dan evaluasi sampai KLB
berhasil diatasi.
11. Laporkan ke dinas kesehatan setempat.
12. Komite PPI menyatakan KLB selesai jika dua kali masa inkubasi
terpanjang tidak ditemukan kasus baru.

Unit terkait

Semua unit