Anda di halaman 1dari 22

X.

INDERA PENGLIHATAN DAN ALAT OPTIK


A. Pembentukan Bayangan pada Alat Optik
1. Sifat-sifat Cahaya
Sifat-sifat cahaya :

a) Merambat lurus
Sumber cahaya adalah benda yang memancarkan cahaya.
Contoh : bintang, matahari, api, lampu listrik
Benda gelap adalah benda yang tidak memancarkan cahaya.
Benda gelap dibedakan :

Benda tak tembus cahaya : benda yang tidak dapat meneruskan semua cahaya
yang diterimanya.
Contoh : batu, kayu, dinding, genting, dsb.
Benda tembus cahaya: benda yang dapat meneruskan sebagian cahaya yang
diterimanya.
Contoh : kertas tipis, kain tipis, plastic buram,dsb.
Benda bening : benda yang dapat meneruskan seluruh cahaya yang
diterimanya.
Contoh : kaca bening, plastik bening, air bening, udara.
Cahaya merambat lurus bila terhalang benda tak tembus cahaya dapat
menimbulkan bayang-bayang.
Bayang-bayang dibedakan :
a. Bayang-bayang umbra (bayang-bayang inti) : daerah gelap yang tidak terkena
cahaya.
b. Bayang-bayang penumbra ( bayang-bayang kabur ) : daerah gelap yang masih
menerima sebagian cahaya.

Gambar bayang-bayang :

umbra

b) Dapat dipantulkan (refleksi)

penumbr
a

Hukum pemantulan cahaya :

Sinar datang garis normal dan sinar pantul terletak pada sebuah bidang datar.
Besar sudut sinar datang sama dengan besar sudut sinar pantul.

Gambar :

c) Dapat dibiaskan (refraksi)


Pembiasan cahaya adalah peristiwa pembelokan arah rambat cahaya karena
melalui dua medium yang berbeda kerapatan optiknya.
Arah pembiasan cahaya :

Sinar datang dari medium renggang ke rapat dibiaskan mendekati garis


normal

Sinar datang dari medium rapat ke renggang dibiaskan menjauhi garis normal

Hukum pembiasan cahaya (Hukum Snellius):

Sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar
Perbandingan antara proyeksi sinar datang dan proyeksi sinar bias nilainya
tetap dan disebut indeks bias zat

Gambar:

ao
ob

= n = tetap

Indeks bias zat adalah perbandingan antara cepat rambat cahaya dalam ruang
hampa dengan cepat rambat cahaya dalam zat tertentu.
n=

c
cn

Keterangan :
n = indeks bias zat
C = cepat rambat cahaya di ruang hampa (3 x
108m/s)
Cn = cepat rambat cahaya dalam zat tertentu

Pemantulan sempurna terjadi jika sinar datang dari optik lebih rapat ke optik kurang
rapat dan sudut datang lebih besar dari sudut kritis
Contoh peristiwa pemantulan sempurna:
Pemantulan sempurna pada prisma
Pemantulan sempurna pada serat optik
Pemantulan sempurna pada berlian
Terjadinya fatamorgana
Sudut kritis adalah sudut yang menyebabkan sinar bias tegak lurus terhadap garis
normal

sudut kritis

pemantulan sempurna

d) Berupa gelombang electromagnet


Dapat merambat di ruang hampa, dengan cepat rambat 3x108m/s.
Memiliki panjang gelombang antara 4.000Ao 7.500Ao

2. Pembentukan Bayangan pada Cermin


a. Cermin datar
Gambar pembentukan bayangan pada cermin datar :

Sifat bayangan pada cermin datar selalu maya, tegak, sama besar.
Jumlah bayangan pada dua cermin datar yang dipasang saling berhadapan :

n=

360

-1

= sudut buka cermin

n = jumlah bayangan
b. Cermin cekung
Bagian-bagian cermin cekung :
R

S.U
P

Keterangan :
S.U = sumbu utama
O = titik utama bidang cermin cekung (vertek)
F

= titik api cermin cekung( titik fokus )

= titik pusat kelengkungan cermin cekung

OP = R= jari-jari kelengkungan cermin cekung


OF = f = jarak focus cermin cekung atau panjang focus cermin cekung
cekung
Cermin cekung bersifat mengumpulkan berkas sinar yang datang (konvergen)
Gambar :

Sinar istimewa pada cermin cekung:

Sinar datang sejajar dengan sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus

Sinar datang melalui titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.


P

Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan cermin dipantulkan melalui


titik itu juga

Pembentukan bayangan pada cermin cekung:

Benda di ruang III

F
S.U

Sifat bayangan nyata,


terbalik, diperkecil.

Benda di titik P

Benda di ruang II

Sifat bayangan
nyata, terbalik,
diperbesar

Benda di titik F

Sifat bayangan
nyata, terbalik,
sama besar.

Bayangan terbentuk di tak


terhingga. Bayangan
bersifat maya, tegak,
diperbesar.

Benda di ruang I:

Sifat bayangan maya, tegak,


diperbesar.

~ Cermin cekung digunakan untuk reflektor atau pemantul pada lampu sorot.
c. Cermin cembung
Bagian-bagian cermin cembung:
R

S.U

Cermin cembung bersifat menyebarkan berkas sinar yang datang


Gambar :

Sinar istimewa pada cermin cembung:

Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan seakan-akan dari titik fokus

Sinar datang seakan-akan menuju titik fokus dipantulkan sejajar sumbu


utama

Sinar datang seakan-akan menuju titik pusat kelengkungan cermin


dipantulkan seakan-akan dari titik itu juga

Pembentukan bayangan pada cermin cembung:

Sifat bayangan pada cermin cembung selalu: maya, tegak, diperkecil.


Cermin cembung digunakan untuk kaca spion pada kendaraan
Hubungan antara jarak fokus, jarak benda dan jarak bayangan pada cermin
cekung dan cermin cembung dirumuskan:
1
f

1
Keterangan
:

= so + si

F = jarak fokus cermin


So= jarak benda terhadap
cermin
Si = jarak bayangan

Perbesaran bayangan pada cermin dirumuskan :


Keterangan:
M=

Si
So

atau

M=

M = perbesaran
hi
ho bayangan
hi = tinggi bayangan
ho = tinggi benda

3. Pembentukan Bayangan pada Lensa


a. Kaca datar/ kaca plan paralel

b. Prisma kaca
Gambar pembiasan cahaya pada prisma :

D= sudut deviasi, yaitu


sudut yang dibentuk oleh
perpotongan
perpanjangan sinar
datang dan perpanjangan

D =i1+r2-
Sudut deviasi minimum () atau sudut deviasi terkecil terjadi jika sudut sinar
datang sama dengan sudut sinar bias yang meninggalkan prisma.
= 2i 1 -

atau = 2r2 -

c. Lensa cembung
Lensa cembung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tebal daripada
bagian pinggirnya.
Macam-macam bentuk lensa cembung:

Bikonveks
Cembung dua

plan konveks

konkave konveks

cembung datar

cembung cekung

Lensa cembung bersifat mengumpulkan berkas sinar:

Sinar istimewa pada lensa cembung:

Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus

Sinar datang melalui titik fokus dibiaskan sejajar sumbu utama

Sinar datang melalui titik utama bidang lensa tidak dibiaskan atau diteruskan

Pembentukan bayangan pada lensa cembung:

Benda terletak di ruang III

2F

Sifat bayangan : nyata, terbalik, dan diperkecil

Benda terletak di ruang II

2F

Sifat bayangan nyata, terbalik , diperbesar

Benda terletak di titik 2F

2F

2F

Sifat bayangan nyata, terbalik, sama besar

Benda terletak di ruang I

Sifat bayangan maya, tegak, diperbesar

Benda ditik F

Bayangan terbentuk di tak terhingga, sifat bayangan maya, tegak, diperbesar

d. Lensa cekung

Lensa cekung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tipis dari pada bagian
pinggirnya.
Macam-macam bentuk lensa cekung:

Bikonkav

plankonkav

konveks konkav

Cekung dua

cekung datar

cekung cembung

Lensa cekung bersifat menyebarkan berkas sinar

Sinar istimewa pada lensa cekung:


Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan seakan-akan dari titik fokus

F
Sinar datang seakan-akan menuju titik fokus dibiaskan sejajar sumbu utama

F
Sinar datang melalui titik utama bidang lensa diteruskan atau tidak dibiaskan

O
Pembentukan bayangan pada lensa cekung:

Sifat bayangan pada lensa cekung selalu bersifat maya, tegak, dan diperkecil
Hubungan antara jarak fokus, jarak benda dan jarak bayangan pada lensa cembung
dan lensa cekung dirumuskan:

1
f

1
so

Keterangan :

F = jarak fokus lensa


+ si

So= jarak benda terhadap lensa


Si = jarak bayangan terhadap lensa

Perbesaran bayangan pada lensa dirumuskan :


Keterangan:
M=

Si
So

atau

M=

M = perbesaran
hi
ho bayangan
hi = tinggi bayangan
ho = tinggi benda

Kekuatan lensa dirumuskan :


P=

1
f

P = kekuatan lensa
(dioptri)
f = jarak fokus (meter)

Dispersi cahaya

Dispersi cahaya adalah peristiwa peruraian cahaya putih/ polikromatik menjadi


warna-warna cahaya/monokromatik
Gambar:

Merah
Jingga
Kuning
Hijau
Biru
Nila
Ungu

Contoh peristiwa dispersi cahaya: terjadinya pelangi


B. Pemanfaatan Alat Optik dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Sistem Penglihatan pada Manusia
Bagian-bagian mata manusia:

Keterangan:

Kornea

: bagia mata yang tembus cahaya

Iris
: bagian mata yang berfungsi mengatur besar
kecilnya lubang pupil
Pupil
: bagian mata yang berupa celah untuk mengatur
intensitas cahaya yang masuk ke dalam lensa mata.
Lensa mata
: bagian mata yang berfungsi membiaskan
cahaya agar terbentuk bayangan di retina
Retina
: bagian mata yang berfungsi menangkap bayangan
yang bersifat nyata, terbalik, diperkecil.
Gangguan pada mata:
Untuk mata normal pembentukan bayangannya adalah sebagai
berikut:

Hipermetropi (rabun dekat) : mata tidak jelas melihat bendabenda dekat karena lensa mata tidak dapat menebal sehingga
bayangan jatuh di belakang retina. Dapat ditolong dengan
kacamata berlensa cembung.

Miopi (rabun jauh) : mata tidak jelas melihat benda-benda jauh


karena lensa mata tidak dapat menipis sehingga bayangan
jatuh di depan retina.dapat ditolong dengan kacamata
berlensa cekung.

Presbiopi (mata tua): mata tidak dapat melihat benda-benda


jauh maupun dekat karena lensa mata kurang mampu menebal
atau menipis. Dapat ditolong dengan kacamata berlensa
rangkap.(cembung dan cekung)
Buta warna: mata kurang jelas membedakan warna
Astigmatisme: mata kurang jelas melihat benda-benda berupa
garis. Dapat ditolong dengan kacamata berlensa silindris.
Dsb.

Punktum proximum (PP): jarak baca normal = 20cm-30 cm


Punktum Remotum(PR) : titik terjauh mata = tak terhingga ()
2. Pembentukan Bayangan pada Mata Serangga
Gambar mata serangga:

Keterangan:
Masing-masing mata serangga tersebut disebut omatidium (jamak:
omatidia). Masingmasing omatidium berfungsi sebagai reseptor
penglihatan yang terpisah. Setiap omatidium terdiri atas beberapa
bagian, di antaranya berikut ini. (1) Lensa, permukaan depan lensa
merupakan satu faset mata majemuk. (2) Kerucut kristalin, yang
tembus cahaya. (3) Sel-sel penglihatan, yang peka terhadap adanya
cahaya. (4) Sel-sel yang mengandung pigmen, yang memisahkan
omatidia dari omatidia di sekelilingnya
C. Alat Optik dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Kamera
Bagian-bagian kamera sederhana:

a.
b.
c.
d.

Shutter
Diafragma
Lensa kamera
Film

Sifat bayangan tang terbentuk pada film: nyata, terbalik,


diperkecil.
Benda diletakkan di Ruang III.
2. Lup
Lup menggunakan lensa cembung berfokus pendek.
Letak benda terhadap lup:
a. Di titik focus lensa, untuk mengamati dalam waktu yang lama,
mata tidak berakomodasi.

Perbesaran bayangannya :

M=

25
f

b. Di ruang I , untuk mendapatkan perbesaran maksimum, mata


berakomodasi maksimun.
25
Perbesaran bayangannya : M= f
+1
Gambar pembentukan bayangan pada lup:
Sifat bayangan yang dibentuk oleh lup : maya, tegak, sama besar.
3. Mikroskop
Mikroskop sederhana terdiri dari lensa objektif menggunakan
lensa cembung dan lensa okuler menggunakan lensa cembung..
Lensa objektif dekat dengan benda (objek), dan lensa okuler
dekat dengan mata, berperan seperti lup.
Benda diletakkan di ruang II lensa okuler. Bayangan yang
dibentuk oleh lensa objektif dianggap benda oleh lensa okuler.
Gambar pembentukan bayangan pada mikroskop untuk mata
berakomodasi maksimum:

4. Teleskop
Teleskop disebut juga teropong: alat untuk melihat benda yang
sangat jauh agar lebih jelas.
Gambar pembentukan bayangan untuk mata berakomodasi:

Latihan Soal:
a. Pemantulan Cahaya.
1. Sebuah benda terletak 12 cm terhadap cermin cekung yang memiliki jarak fokus 8
cm. Hitunglah:
a. jarak bayangannya!
b. perbesaran bayangannya!
2. Sebuah benda terletak 20 cm terhadap cermin cekung yang memiliki jarak fokus 8
cm. Hitunglah:
a. jarak bayangannya!
b. perbesaran bayangannya!
3. Sebuah benda terletak 15 cm terhadap cermin cembung yang memiliki jarak fokus
5 cm. Hitunglah:
a.jarak bayangannya!
b.perbesaran bayangannya!
4. Sebuah cermin cekung berjarak focus 12 cm, untuk membentuk bayangan nyata
diperbesar 4x. Hitunglah :
a. jarak benda!
b. jarak bayangan !
5. Sebuah benda terletak 10 cm di depan cermin cekung, sehingga terbentuk bayangan
maya dengan perbesaran 2 kali. Hitunglah:
a. jarak bayangannya.
b. jarak fokusnya.
b. Pembiasan Cahaya
1. Kecepatan cahaya dalam es adalah 2,3 x 108 m/s. Hitunglah indeks bias es !
2. Indeks bias alkohol adalah 1,36 . Hitunglah cepat rambat cahaya dalam alkohol !

3. Seberkas cahaya datang dari udara ke kaca. Panjang gelombang cahaya di udara
7.200 A0. Berapakah panjang gelombang cahaya di dalam kaca jika indeks bias
kaca 3/2 dari indeks bias udara?
4. Sebuah lensa cekung mempunyai titik api maya 20 cm. Berapakah kekuatan lensa
tersebut?
5. Sebuah lensa mempunyai kekuatan 2 Dioptri. Benda terletak 15 cm di depan
lensa, berapa jarak bayangannya ?
6. Sebuah benda terletak 12 cm terhadap cermin cekung yang memiliki jarak fokus 8
cm. Hitunglah:
c. jarak bayangannya!
d. perbesaran bayangannya!
7. Sebuah benda terletak 20 cm terhadap cermin cekung yang memiliki jarak fokus 8
cm. Hitunglah:
c. jarak bayangannya!
d. perbesaran bayangannya!
8. Sebuah benda terletak 15 cm terhadap cermin cembung yang memiliki jarak fokus
5 cm. Hitunglah:
a.jarak bayangannya!
b.perbesaran bayangannya!
9. Seorang penderita myopi jarak terjauhnya 2 meter, berapa dioptri lensa kaca mata
yang digunakan agar dapat melihat jelas benda-benda yang jauh?
10. Seorang penderita hypermetropi jarak terdekatnya 1 meter, berapa dioptri lensa
kaca mata yang digunakan agar dapat membaca pada jarak baca normal 25 cm?
11. Berapa perbesaran bayangan pada lup yang memiliki jarak focus 5 cm, jika
digunakan untuk mengamati beda-benda kecil, untuk mata:
a. tidak berakomodasi?
b. berakomodasi makasimum?