Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH PENGANGGARAN BISNIS

PENGARUH PERPUTARAN KAS TERHADAP


LABA OPERASIONAL

OLEH KELOMPOK 2 :
ANNISA SYAHRANI
AVINDA VIOLITA OVILIA
DEDI IRAWAN
HAJARANI NUR SHADRINA
ILHAM ARIF IHSANI

(1451010152)
(1451010020)
(1451010XXX)
(1451010188)
(1451010194)

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG


FAKULTAS EKONOMI BISNIS ISLAM
JURUSAN EKONOMI ISLAM
2016
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah Subhana Wa Taala yang atas rahmat
dan karunia-Nya yang dilimpahkan kepada kami sehingga dapat menyelesaikan tugas
makalah ini tepat pada waktunya, adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk

memenuhi tugas dari mata kuliah Penganggaran Bisnis, dengan judul Pengaruh perputaran
kas terhadap laba operasional.
Dalam menyelesaikan makalah ini kami menemui beberapa permasalahan, namun
karena ini amanah kewajiban bagi kami di bangku kuliah maka kami akan berusaha
semaksimal mungkin dalam menyelesaikan tugas makalah ini.
Kamipun sangat menyadari bahwa dalam peyusunan makalah ini masih jauh dari
kesmpurnaan, namun demikian telah memberikan manfaat bagi kami. Akhir kata semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Kamipun sangat mengharapkan kritik dan
saran yang nantinya akan kami gunakan untuk mengevaluasi makalah kami untuk lain
waktu.
Bandar Lampung, 24 Mei 2016

Kelompok dua

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang, khususnya dibidang


ekonomi memerlukan pengelolaan dan peningkatan yang lebih baik lagi agar dapat
bersaing dengan negara lain. Perusahaan sebagai salah satu komponen didalam
pembangunan ekonomi harus dapat meningkatkan pengelolaan dan pengoperasian

perusahaan maupun manajemennya, karena manajemen sangat menentukan proses


pengambilan keputusan dalam menjalankan aktivitas perusahaan.
Bagian penjualan dan pemasaran mempunyai peranan penting dalam
mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. berdasarkan hal tersebut,
manajemen harus berupaya sebaik-baiknya agar seluruh kegiatan opeasional
perusahaan dapat berjalan secara efektif dan efesien demi tercapainya tujuan yang
telah ditetapkan, yaitu memperoleh laba dan untuk mempertahankan kelangsungan
hidup perusahaan.
Agar tujuan tersebut dapat tercapai, manajemen bertumpu pada fungsi
perencanaan dan pengendalian. Salah satu cara yang dapat yang dapat digunakan
manajemen untuk melaksanakan fungsi-fungsi tersebut adalah dengan mengunakan
anggaran. Anggaran adalah suatu rencana terinci dan menyeluruh dari kegiatan
perusahaan yang dijabarkan dalam suatu kuantitatif untuk periode tertentu dimasa
yang akan datang, agar angaran dapat berfungsi baik maka anggaran harus disusun
terperinci dan terpadu serta didukung oleh seluruh komponen perusahaan.
Pada umumnya angaran perusahaan disusun dari anggaran penjualan dan atas
dasar penjualan dapat disusun anggaran-anggaran lainnya yang dapat digunakan untuk
meningkatkan efektivitas pengendalian aktivitas perusahaan.

B. MASALAH
1. Bagaimana pengertian

C. TUJUAN
1. Mengetahui pengertian

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kas
Kas merupakan aktiva yang paling likuid untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, makin
besar kas yang ada dalam perusahaan berarti makin tinggi likuiditasnya. Ini berarti bahwa
perusahaan mempunyai resiko yang lebih kecil untuk tidak dapat memenuhi kewajiban
finansialnya. Tetapi ini tidak berarti bahwa perusahaan harus berusaha untuk mempertahankan
persediaan kas yang sangat besar, karena makin besar kas berarti makin banyak uang yang
menganggur sehingga akan memperkecil profitabilitas saja, maka akan berusaha agar semua
persedian kasnya dapat diputarkan atau dalam keadaan bekerja. Jika perusahaan itu dalam
keadaan likuid apabila sewaktu-waktu ada tagihan.
Menurut Munawir (2010:14) bahwa:
Kas adalah uang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan.
Termasuk dalam pengertian kas adalah cek yang diterima dari para langganan dan simpanan
perusahaan di bank dalam bentuk giro atau permintaan deposit, yaitu simpanan di bank yang
dapat diambil kembali setiap saat oleh perusahaan.
Menurut Bambang Riyanto (2011:94) bahwa:
Kas adalah salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya
Dengan demikian kas merupakan komponen modal kerja yang paling tinggi tingkat
likuiditasnya, berarti bahwa semakin besar jumlah kas yang dimiliki perusahaan akan semakin
tinggi pula tingkat likuiditasnya. Tetapi perusahaan yang mempunyai tingkat likuiditas yang
tinggi karena adanya kas yang berlebihan, berarti tingkat perputaran kas tersebut rendah dan
mencerminkan kelebihan investasi dalam kas. Makin tinggi tingkat perputaran kas berarti
makin cepat kembalinya kas masuk pada perusahaan. Dengan demikian kas akan dapat
dipergunakan kembali untuk membiayai kegiatan operasional sehingga tidak mengganggu
kondisi keuangan perusahaan.

2.2 Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Keersediaan Kas


Faktor faktor yang mempengaruhi ketersediaan kas bisa melalui penerimaan dan
pengeluaran kas.
Menurut Bambang Riyanto (2011 : 346) bahwa:
Perubahan yang efeknya menambah dan mengurangi kas dan dikatakan sebagai sumbersumber penerimaan dan pengeluaran kas adalah sebagai berikut:
a. Berkurang dan bertambahnya aktiva lancar selain kas
Berkurangnya aktiva lancar selain kas berarti bertambahnya dana atau kas, hal ini
dapat terjadi karena terjualnya barang tersebut, dan hasil penjualan tersebut merupakan
sumber dana atau kas bagi perusahaan itu. Bertambahnya aktiva lancar dapat terjadi karena
pembelian barang, dan pembelian barang membutuhkan dana.
b. Berkurang dan bertambahnya aktiva tetap
Berkurangnya aktiva tetap berarti bahwa sebagian dari aktiva tetap itu dijual dan hasil
penjualannya merupakan sumber dana dan menambah kas perusahaan. Bertambahnya aktiva
tetap dapat terjadi karena adanya pembelian aktiva tetap dengan menggunakan kas.
Penggunaan kas tersebut mengurangi jumlah kas perusahaan.
c. Bertambah dan berkurangnya setiap jenis hutang
Bertambahnya hutang, baik hutang lancar maupun hutang jangka panjang berarti
adanya tambahan kas yang diterima oleh perusahaan. Berkurangnya hutang, baik hutang
lancar maupun hutang jangka panjang dapat terjadi karena perusahaan telah melunasi atau
mengangsur hutangnya dengan menggunakan kas sehingga mengurangi jumlah kas.
d. Bertambahnya modal
Bertambahnya modal dapat menambah kas misalnya disebabkan karena adanya emisi
saham baru, dan hasil penjualan saham baru. Berkurangnya modal dengan menggunakan kas
dapat terjadi karena pemilik perusahaan mengambil kembali atau mengurangi modal yang
tertanam dalam perusahaan sehingga jumlah kas berkurang.
e. Adanya keuntungan dan kerugian dari operasi perusahaan
Apabila perusahaan mendapatkan keuntungan dari operasinya berarti terjadi
penambahan kas bagi perusahaan yang bersangkutan sehingga penerimaan kas perusahaan
pun bertambah. Timbulnya kerugian selama periode tertentu dapat menyebabkan
ketersediaan kas berkurang karena perusahaan memerlukan kas untuk menutup kerugian.
Dengan kata lain, pengeluaran kas bertambah sehingga ketersediaan kas menjadi berkurang.

Adapun ringkasan dari aktifitas yang memiliki sumber penerimaan dan pengeluaran kas
sebagai berikut :
Sumber Aliran Kas
Aktivitas Operasi

Penerimaan
Penjualan Produk
Pendapatan Lain-Lain

Pengeluaran
Pembelian Bahan/Barang Dagangan
Pembayaran Beban Tenaga Kerja
Pembayaran Beban Overhead
Pembayaran Beban Pemasaran
Pembayaran Beban Administrasi & Umum
Pembayaran Beban Lain-Lain

Aktivitas Investasi

Penjualan Bangunan
Penjualan Mesin
Penjualan Kendaraan
Penjualan Tanah
Penjualan Surat Berharga
Dan Lain-Lain

Pembelian/Pembangunan Bangunan
Pembelian Mesin
Pembelian Kendaraan
Pembelian Tanah
Pembelian Surat Berharga
Dan Lain-Lain

Aktivitas Pembiayaan

Penerbitan Saham
Penerbitan Obligasi
Penerbitan Promes/ Wesel
Dan Lain-Lain

Pembayaran Deviden
Pelunasan Obligasi/Promes/Wesel
Dan Lain-Lain

2.3 Perputaran Kas


Tingkat perputaran kas merupakan ukuran efesiensi penggunaan kas yang dilakukan oleh
perusahaan. Karena tingkat perputaran kas menggambarkan kecepatan arus kas kembalinya
kas yang telah ditanamkan didalam modal kerja. Dalam mengukur tingkat perputaran kas
yang telah tertanam dalam modal kerja adalah berasal dari aktivitas operasional perusahaan.
Menurut Bambang Riyanto (2011 : 95) bahwa:
Perputaran kas adalah perbandingan antara penjualan dengan jumlah kas rata-rata.
Jumlah kas dapat pula dihubungkan dengan jumlah penjualan atau salesnya.
Perbandingan antara sale dengan jumlah kas rata-rata menggambarkan tingkat perputaran kas
(cash turnover).
Menurut Wild, Subramanyan dan Haley (2005:42) bahwa:
Perputaran kas dalam satu periode dapat dihitung dengan rumus:
Perputaran kas = (Penjualan bersih)/(Rata-rata kas)1 time
Semakin tinggi tingkat perputaran kas berarti semakin cepat kembalinya kas masuk pada
perusahaan. Dengan demikian kas akan dapat dipergunakan kembali untuk membiayai
kegiatan operasional sehingga tidak mengganggu kondisi keuangan perusahaan. Dimana ratarata kas dan bank dapat dihitung dari saldo kas dan bank awal ditambah saldo kas dan bank

akhir dibagi dua. Makin tinggi perputaran kas berarti makin tinggi efesiensi penggunaan
kasnya1.
2.4 Pengertian Laba Oprasional

Laba Operasional adalah net operating income yaitu laba perusahaan yang
diperoleh dari kegiatan usaha pokok perusahaan yang bersangkutan dalam jangka waktu
tertentu. Dilihat dari frasenya kita bisa mengerti maksud dari operating income adalah
pendapatan
Secara teknis proses untuk mendapatkan operating income adalah seperti berikut:
a. Gross Profit
Gross profit atau disebut gross margin adalah nilai dari Revenues dikurangi
COGS (Cost of Good Sold). Dalam bahasa Indonesia bisa dipahami sebagai
pendapatan dikurangi harga pokok penjualan. Secara matematis bisa dituliskan:
Gross Profit = Revenues - COGS
Penentuan COGS untuk perusahaan dagang lebih mudah karena lebih banyak
terkait dengan barang yang dijual. Penentuan COGS untuk pabrik lebih kompleks
karena memperhitungkan barang langsung, barang tidak langsung, tenaga kerja
langsung, tenaga kerja tidak langsung, akumulasi pabrik dan biaya-biaya overhead
lain. Penentuan COGS dalam kegiatan pabrik harus menggunakan akuntansi biaya
yang akurat.
b. Operating Income
Setelah mendapatkan Griss Profit atau Gross Margin, maka langkah kita adalah
menentukan Operating Income. Operating Income bisa didapatkan dari Gross Profit
dikurangi biaya periode (operating costs) misalnya biaya pemasaran, biaya
pengiriman, biaya layanan pelanggan dan lain-lain. Secara matematis dapat dituliskan
Operating Income = Gross Profit - Operating Costs
Memahami Operating Income sangat penting dalam perencanaan bisnis. Terkait
rencana bisnis, analisa CVP (Cost Volume Profit) sangat membantu dalam
merencanakan Operating Income. Dalam CVP kita akan belajar kontribusi margin,
1

http://adaddanuarta.blogspot.co.id/2014/11/perputaran-kas-menurutpara-ahli.html.di akses tgl 20 mei 2016 pukul 11.00


7

breakeven point dan seterusnya. Analisa CVP harus dipelajari pelaku bisnis untuk
menentukan kapan breakeven dan kapan mendapatkan profit.

Berikut merupakan aktivitas-aktivitas mengenai kas:

2.5 Pengaruh perputaran kas terhadap profitabilitas


Perputaran kas adalah periode berputarnya kas yang dimulai pada saat kas
diinvestasikan hingga kembali menjadi kas. Rasio perputaran kas merupakan
perbandingan antara penjualan dengan kas rata-rata. Rasio ini berguna untuk
mengetahui sampai seberapa jauh efektivitas perusahaan dalam mengelola dana kasnya
untuk menghasilkan pendapatan atau penjualan. Angka rasio yang semakin tinggi akan
semakin baik.
Kas merupakan elemen modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya dan
dapat digunakan untuk memiliki barang dan jasa yang diinginkan. Besarnya kas yang
ditahan oleh suatu perusahaan dapat dikaitkan dengan penjualan, hal ini
menggambarkan perputaran kas (cash turnover). Perputaran kas menunjukkan tingkat
efisiensi penggunaan kas. Penggunaan kas yang efisien berarti perusahaan mempunyai
peluang untuk melakukan investasi yang lebih besar pada investasi tetap yang dapat
meningkatkan pendapatan (Muslich, 2007:98). Dengan meningkatnya pendapatan dapat
meningkatkan profitabilitas suatu perusahaan. Namun yang terlalu tinggi perputaran kas
dapat menyebabkan perusahaan mengalami kekurangan kas (Muslich, 2007:98).
Apabila perusahaan kekurangan uang kas, maka untuk memenuhinya dapat diatasi
8

utang. Namun di dalam utang terdapat bunga, dimana utang bunga tersebut nantinya
dapat mengurangi profitabilitas suatu perusahaan.2

2.6 Pengaruh laba operasional terhadap perputaran kas


Dari aktifitas oprasi jika penerimaan kas yang berasal dari pendapatan berdasarkan
beban ynag dikeluarkan, sehingga menghasilkan laba, maka laba operasinal tersebut
menjadi sumber penerimaan kas sedangkan jika selisih antara pendapatan dengan beban
yang dikelaukan lebih besar bebannya sehingga menghasilkan rugi usaha, maka rugi usaha
tersebut akan menjadi sumber pengeluaran kas pada periode tersebut, sedangkan aktifitas
pernjualan aktifa tetap maupun surah berharga yang lain akan menjadi sumber penerimaan
kas sebaliknya aktifitas pembelian aktifa tetap maupun surat berharga yang lain akan
menjadi sumber pengeluaran kas. Penerbitan saham baru, obligasi, maupun surat hutang
akan menjadi sumber penerimaan kas bagi perusahaan tersebut.
Sedangkan pembayaran deviden, pelunasan surat hutang maupun obligasi akan
menjadi sumber pengeluaran kas bagi perusahaan pada periode tersebut.

Ayu rahayu, eka. Pengaruh perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan
terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur, Jurnal manajemen FE Universitas negeri surabaya,
Volume 2 Nomor 4, Oktober 2014, hal 1446

Contoh kasus
PENGARUH PERPUTARAN KAS TERHADAP PROFITABILITAS PADA
PT. TIRTA MUMBUL JAYA ABADI SINGARAJA PERIODE 2008-20012
PT. Tirta Mumbul Jaya Abadi adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang
produksi dan perdagangan air minum dalam kemasan (AMDK)
dengan merk Yeh Buleleng Perusahaan ini berada di bawah kendali Direksi
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Buleleng. PDAM Kabupaten
Buleleng sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD) yang bergerak di
bidang penyediaan air minum yang memenuhi syaratsyarat kesehatan untuk konsumsi
masyarakat, perusahaan menggali potensi yang ada/dimiliki untuk meningkatkan dan
mengembangkan usahanya. Berpijak dari hal tersebut, PDAM Kabupaten Buleleng
berupaya melakukan diversifikasi usaha dan bekerja sama dengan pihak swasta untuk
mengembangkan usaha air minum isi ulang atau air minum dalam kemasan dengan
memanfaatkan potensi air mata mumbul yang telah teruji kualitasnya. Dalam
operasinya PT. Tirta Mumbul Jaya Abadi melakukan perputaran kas yang bersumber
dari penjualan tunai dan dari piutang para konsumen maupun distributor. Untuk
dapat menjalankan perannya secara optimal dan memberikan pelayanan yang
baik kepada masyarakat, maka PT. Tirta Mumbul Jaya Abadi dalam mencapai
tujuan baik jangka pendek maupun jangka panjang memerlukan modal kerja untuk
membelanjakan operasinya sehari-hari. Dana yang dikeluarkan itu diharapkan akan
kembali lagi dalam jangka waktu yang pendek melalui penjualan perusahaan
tersebut, kemudian dikeluarkan lagi membiayai operasi selanjutnya sehingga dana
tersebut akan terus menerus berputar setiap periode. Pada umumnya modal kerja
terdiri dari beberapa elemen yang terdiri dari seluruh aktiva lancar yang akan selalu
berputar dalam kegiatan perusahaan. Kas adalah salah satu unsur modal kerja yang
paling tinggi tingkat likuiditasnya.Pengelolaan kas bagi perusahaan sangat penting,
karena kas mempunyai peranan dalam menunjang operasi perusahaan untuk

10

mencapai target yang telah direncanakan dan mengukur kinerja keuangan


perusahaan.
Untuk di harapkan kas dapat membiayai pengeluaran untuk operasi perusahaan
Sehari-hari, Karena dengan tersedianya kas yang cukup memungkinkan bagi
perusahaan beroperasi dengan seekonomis mungkin sehingga perusahaan tidak
mengalami kesulitan dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul selama
Kegiatan operasional perusahaan. Akan tetapi apabila kas perusahaan berlebihan,
ini menunjukkan adanya dana yang tidak produktif yang akan menimbulkan
kerugian bagi perusahaan karena adanya kesempatan untuk memperoleh keuntungan
yang telah disia-siakan. Kas atau uang tunai merupakan harta lancar dengan tingkat
kecairan yang paling tinggi yang dapat berupa uang tunai yang ada pada kas
perusahaann atau bank. Setiap perusahaan selalu menyediakan uang tunai untuk
keperluan pembayaran yang bersifat rutin atau mendesak.
Misalnya untuk pembayaran upah harian, pembayaran bahan, serta pengeluaranpengeluaran yang bersifat insidentil / mendesak. Bambang Riyanto (2001 : 86)
menyatakan bahwa kas adalah salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi
tingkat likuiditasnya. Makin besar jumlah kas yang ada di dalam perusahaan
berarti makin tinggi ingkat likuiditasnya. Ini berarti bahwa perusahaan
Mempunyai risiko yang lebih kecil untuk dapat memenuhi kewajiban
finansialnya. Tetapi ini tidak berarti bahwa perusahaan harus berusaha untuk
mempertahankan persediaan kas yang sangat besar karena semakin besar kas
berarti semakin banyak uang yang menganggur sehingga dapat memperkecil
profitabilitasnya. Sedangkan Standar Akuntansi Keuangan (2002 : 85)
memberikan pengertian sebagai berikut : kas merupakan alat pembayaran yang
siap dan bebas digunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. Perputaran
kas merupakan periode berputarnya kas dimulai pada saat dimana kas itu
diinvestasikan dalam modal kerja yang tingkat likuiditasnya paling tinggi. Ini berarti
semakin besar jumlah kas yang dimiliki perusahaan berarti besar kemungkinan akan
semakin rendah perputarannya. Menurut Bambang Riyanto (2001 : 95)
perputaran kas dapat dihitung dengan membandingkan antara
penjualan dengan jumlah kas rata-rata. Kemampuan perusahaan untuk tetap dapat
bersaing dalam kompetisi dengan perusahaan-perusahaan lainnya, menuntut

11

perusahaan untuk dapat meningkatkan profitabilitas. Pengertian profitabilitas


seperti yang dikemukakan oleh Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim (2003:75)
sebagai berikut :
Profitabilitas adalah rasio yang melihat kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba (profitabilitas) Analisis terhadap laporan keuangan suatu
perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat profitabilitas
(keuntungan) dan tingkat resiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Untuk
mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) sebuah perusahaan dapat
menggunakan rasio Return on investment (ROI).

Lukman Syamsudin (2002 : 63)

mengatakan bahwa : Return on Investment (ROI) adalah pengukuran kemampuan


perusahaan secara keseluruhan di dalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah
keseluruhan aktiva yang tersedia di dalam perusahaan. Penggunaan kas dapat
dilihat dari bagaimana modal kerja berputar dalam suatu periode tertentu. Kas
dalam suatu perusahaan akan berubah menjadi persediaan bila perusahaan tersebut
melakukan kegiatan pembelian. Selanjutnya persediaan berubah menjadi piutang
apabila terjadi penjualan secara kredit dan akan menjadi kas kembali bila
piutang tersebut telah jatuh tempo dan sudah dilunasi. Kas yang selalu berputar
akan mempengaruhi arus dana dalam perusahaan. Perusahaan dengan kas yang
selalu meningkat setiap tahunnya, berarti jumlah kas yang tertanam semakin kecil
sehingga arus dana yang kembali ke dalam perusahaan semakin lancar. Lancarnya
arus dana dapat meningkatkan volume penjualan berikutnya. Volume penjualan yang
tinggi dapat meningkatkan profitabilitas. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah
tingkat perputarannya berarti semakin panjang waktu terikatnya dalam modal kerja,
berarti pengelolaan kas kurang efisien dan cenderung menurunkan profitabilitas.
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, maka dapat diformulasikan
rumusan masalah penelitian, yaitu Bagaimana pengaruh perputaran kas terhadap
profitabilitas pada PT. Tirta Mumbul Jaya Abadi Singaraja?

12

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN

.
B. SARAN

Semoga dengan dibuatnya makalah ini kita dapat mempelajari dan meningkatkan banyak
tentang anggaran penjualan.
Kami berharap semoga semua perusahaan dagang maupun jasa untuk membuat anggaran
penjualan yang baik sesuai aturan yang berlaku.
Akhir kata kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para pembaca,
semoga makalah ini bermanfaat bagi kita.

DAFTAR PUSTAKA

13