Anda di halaman 1dari 89

PENYELESAIAN WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN

SEWA MENYEWA MOBIL ANTARA PENYEWA


DENGAN CV. RAHMAT JAYA RENT CAR
DI KOTA PEKANBARU

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Guna Memperoleh


Gelar Sarjana Hukum Pada Fakultas Hukum
Universitas Islam Riau
Pekanbaru

OLEH :
MAYA INTAN PRATIWI
NPM : 101010272

FAKULTAS HUKUM
JURUSAN HUKUM PERDATA
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2014

ABSTRAK
Perjanjian sewa menyewa mobil timbul akibat proses perkembangan
pembangunan didunia bisnis, hal ini juga membantu masyarakat luas untuk
membuka usaha seperti penyewaan mobil yang mempunyai tujuan untuk
kesejahtraan disetiap individu masyarakat. Sehingga dalam pelaksanaannya sering
menimbulkan suatu permasalahan, dimana penyewa melakukan wanprestasi
terhadap isi surat perjanjian sewa menyewa yang telah dibuat antara pihak yang
menyewakan mobil dengan pihak penyewa.
Masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan hak
dan kewajiban dalam perjanjian sewa menyewa mobil pada CV. Rahmat Jaya
Rent Car dan bagaimana penyelesaian sengketa terhadap wanprestasi oleh
penyewa dalam pelaksanaan sewa menyewa mobil pada CV. Rahmat Jaya Rent
Car.
Metode penelitian yang digunakan adalah Observational Research yaitu
dengan cara survey, yaitu penelitian secara langsung kelokasi penelitian dengan
menggunakan alat pengumpulan data berupa wawancara yang dihubungkan
dengan peraturan perundang-undangan dan pendapat para ahli serta dasar
perjanjian sewa menyewa yang sudah ada. Sifat dari penelitian ini adalah
deskriptif yaitu memberikan gambaran suatu kejadian yang terjadi secara jelas dan
terperinci tentang penyelesaian wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian sewa
menyewa mobil pada CV. Rahmat Jaya Rent Car.
Dalam hasil penelitian yang dilakukan penulis, Hak dan kewajiban para
pihak dalam pelaksanaan sewa menyewa mobil pada CV. Rahmat Jaya Rent Car
telah dilaksanakan sebagaimana mestinya yang tertuang didalam isi perjanjian
sewa menyewa mobil di CV. Rahmat Jaya Rent Cat, yaitu pihak yang
menyewakan berhak menerima fotocopy KTP/SIM/KK dari penyewa, menerima
barang jaminan dari penyewa, dan menerima uang sewa sesuai dengan waktu
yang telah diperjanjikan dalam isi perjanjian sewa menyewa mobil, dan
menyerahkan mobil yang disewakan kepada penyewa yang menjadi hak dari
penyewa, dengan kewajiban memberikan fotocopy KTP/SIM/KK dan barang
jaminan kepada pemberi sewa, menggunakan mobil sesuai dengan tujuan yang
diberikan berdasarkan isi perjanjian sewa menyewa mobil, dan membayar harga
sewa pada waktu yang telah disepakati bersama dengan bentuk
pertanggungjawaban para pihak dalam pelaksanaan sewa menyewa mobil pada
CV. Rahmat Jaya Rent Car. Dan adapun penyelesaian sengketa terhadap
wanprestasi oleh penyewa dalam pelaksanaan perjajian sewa manyewa mobil
pada CV. Rahmat Jaya Rent Car dilakukan secara kekeluargaan atau dilakukan
secara non litigasi, yaitu penyelesaian perkara diluar pengadilan dengan
mengedepankan rasa kebersamaan dan kekeluargaan antara penyewa dan pemberi
sewa.

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat
rahmat dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Selanjutnya
salawat beriring salam tak lupa pula penulis haturkan kepada junjungan Nabi
besar Muhammad SAW yang telah berhasil membawa umatnya dari zaman
kebodohan kealam yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti saat ini.
Guna memenuhi salah satu syarat untuk meraih gelar Sarjana Hukum pada
Universitas Islam Riau, maka penulis diharuskan untuk membuat suatu karya
ilmiah dalam bentuk skripsi. Pada kesempatan ini penulis membuat skripsi yang
berjudul Penyelesaian Wanprestasi dalam Perjanjian Sewa Menyewa Mobil
antara Penyewa dengan CV. Rahmat Jaya Rent Car di Kota Pekanbaru.
Alasan penulis mengambil judul ini didasarkan atas beberapa hambatan
yang sering terjadi dalam pelaksanaan sewa menyewa mobil, faktor-faktor
penyebab wanprestasi dari penyewa, serta mengenai penyelesaian wanprestasi
pada CV. Rahmat Jaya Rent Car. Hambatan yang sering kali terjadi dalam
pelaksanaan sewa menyewa pada CV. Rahmat Jaya Rent Car secara garis besar
adalah wanprestasi oleh penyewa, seperti keterlambatan dalam pengembalian
mobil dimana pihak penyewa dalam mengembalikan mobil lewat dari jangka
waktu yang telah ditentukan serta memindah tangankan hak sewa kepada pihak
lain yang tidak tercantum dalam perjanjian.
Dalam penulisan skripsi, penulis banyak mendapatkan bantuan baik secara
moril maupun materil. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan rasa

terimakasih yang tidak terhingga kepada orang-orang yang telah berjasa kepada
penulis, yaitu :
1. Bapak Prof. Dr. H. Detri Karya S.E., M.A, selaku Rektor yang telah
memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti dan
menyelesaikan perkuliahan di Universitas Islam Riau.
2. Bapak Prof. Dr. H. Syafrinaldi, S.H., M.C.L, selaku Dekan Fakultas
Hukum Universitas Islam Riau yang telah memberikan kesempatan
kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan perkuliahan di
Universitas Islam Riau.
3. Bapak S. Marbun S.H., M.S, sebagai Ketua Bagian Hukum Perdata
yang telah banyak membantu penulis selama menjadi mahasiswa di
Fakultas Hukum Universitas Islam Riau yang selama ini telah
memberikan bekal kepada penulis sehingga penulis memiliki ilmu
pengetahuan dibidang hukum.
4. Ibu Arus Surbakti S.H., M.H, selaku Pembimbing I yang telah bersedia
meluangkan waktu dan pikirannya untuk memberikan bimbingan
kepada penulis dalam proses penyelesaian skripsi ini.
5. Bapak Admiral S.H., M.H, selaku Pembimbing II yang juga telah
bersedia meluangkan waktunya dan pikirannya untuk memberikan
bimbingan kepada penulis dalam proses penyelesaiaan skripsi ini.
6. Staf dan pegawai tata usaha dilingkungan Fakultas Hukum Universitas
Islam Riau, Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan yang
telah memberikan pelayanaan administrasi kepada penulis.
7. Bapak Yusmadi, selaku Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car yang
telah memberikan bantuan kepada penulis dalam bentuk data
penelitian.

8. Selanjutnya ucapan terimakasih penulis kepada sahabat saya Mery


Lusiana, SH dan Intan Kumala Sari, SH dan khususnya buat adik saya
Reski Dwi Indah Sari, yang selama ini telah memberikan dorongan
dan semangat yang begitu kuat kepada penulis dan serta pihak-pihak
lainnya yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Penulisan skripsi ini berdasarkan kemampuan yang penulis miliki.
Namun bagi Bapak/Ibu/Sdr yang membaca tulisan ini mungkin masih
merasa jauh dari kesempurnaan, dan untuk itu mohon kritik dan saran guna
kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata penulis ucapkan terimakasih yang
semoga bantuan yang diberikan kepada penulis mendapat imbalan yang
setimpal dari Allah SWT.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Pekanbaru, 10 Maret 2014
Penulis

MAYA INTAN PRATIWI

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT

.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
i
BERITA ACARA BIMBINGAN SKRIPSI
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
ii
.......................................................................................................................
TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
v
SK PENUNJUKAN PEMBIMBING I
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
vi
SK PENUNJUKAN PEMBIMBING II
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
vii
SK PENETAPAN DOSEN PENGUJI
.......................................................................................................................
viii
BERITA ACARA UJIAN MEJA HIJAU................................................................
ix
PERSEMBAHAN
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
x
ABSTRAK
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
xi
KATA PENGANTAR
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
xii

DAFTAR ISI
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
xv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah.......................................................................................
1
B. Pokok Permasalahan.............................................................................................
9
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian.............................................................................
10
D. Tinjauan Pustaka..................................................................................................
11
E. Konsep Operasional.............................................................................................
24
F. Metode Penelitian.................................................................................................
25
BAB II TINJAUAN UMUM
A. Perjanjian Sewa Menyewa Pada CV. Rahmat Jaya Rent Car
28
B. Profil

CV.

Rahmat

Jaya

Rent

Car

40
BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Pelaksanaan Hak Dan kewajiban Dalam Perjanjian
Sewa Menyewa Mobil Pada CV. Rahmat Jaya Rent
Car

........................................................................................
........................................................................................
51
B. Penyelesaian Sengketa Terhadap Wanprestasi Oleh
Penyewa Dalam Pelaksanaan Sewa Menyewa Mobil
Pada
CV.
Rahmat
Jaya
Rent
Car
........................................................................................
........................................................................................
71
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
78
B. Saran
79
DAFTAR KEPUSTAKAAN
LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kebutuhan akan mobil sewa tidak hanya milik orang perorangan saja.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, kehadiran jasa rental mobil di masyarakat
bertujuan melakukan perjalanan darat untuk memperlancar arus barang dan jasa
maupun adanya syarat dan ketentuan pemakaian mobil tahun tinggi sebagai mobil
operasional sehingga secara tidak langsung kehadiran jasa rental mobil telah
membawa keuntungan tersendiri dan berkembang sangat pesat didalam dunia
bisnis.
Masyarakat semakin banyak mengikatkan dirinya dalam suatu perjanjian
dengan anggota masyarakat lainnya, sehingga kemudian timbul bermacam-macam
perjanjian, salah satunya adalah perjanjian sewa menyewa. Perjanjian sewa
menyewa banyak digunakan oleh para pihak pada umumnya, karena dengan
adanya perjanjian sewa menyewa ini dapat membantu para pihak, baik itu dari
pihak penyewa maupun pihak yang menyewakan akan saling mendapatkan
keuntungan. Penyewa memperoleh keuntungan dengan kenikmatan dari benda
yang di sewa sesuai dalam perjanjian sewa menyewa mobil, salah satu pemberi
sewa mobil di Kota Pekanbaru adalah CV. Rahmat Jaya Rent Car.
Perjanjian sewa menyewa mobil terjadi antara dua belah pihak yaitu pihak
yang menyewakan mobil dengan pihak yang membutuhkan mobil atau yang
dikenal dengan pihak yang membutuhkan jasa sewa tersebut. Sewa menyewa
9

mobil merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak
akan mobil bagi pihak yang belum bisa membelinya sendiri, karena rendahnya
kemampuan daya beli masyarakat khususnya pada mobil, apalagi sejak terjadinya
krisis moneter yang lalu mengakibatkan makin rendahnya penghasilan
masyarakat. Sehingga orang lebih cenderung memenuhi kebutuhan pokoknya
dibandingkan kebutuhan akan barang mewah.
CV. Rahmat Jaya Rent Car beralamat di Jalan Pahlawan Kerja, Gg.
Matador No 100. Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai di
Pekanbaru merupakan salah satu badan usaha penyewaan mobil atau sering
disebut dengan rental mobil yang berdasarkan Akta Pendirian Perseroan
Komanditer CV. Rahmat Jaya Rent Car Nomor 6, Tanggal 21 Februari 2013 yang
bergerak dalam bidang penyediaan jasa alat transportasi yang beroperasi di Kota
Pekanbaru, yaitu menyewakan dan merentalkan mobil kepada masyarakat yang
membutuhkan, hubungan hukum terhadap keduanya yang menimbulkan
perjanjian sewa menyewa mobil di CV. Rahmat Jaya Rent Car.
Penyewa dapat menggunakan mobil yang disewakan dengan cara
mengunjungi tempat rental mobil yaitu untuk memilih jenis mobil yang akan
disewa. Setelah mendapatkan jenis mobil yang ingin disewa, pihak CV. Rahmat
Jaya Rent Car meminta kepada penyewa untuk memeriksa keadaan mobil yang
akan disewa. Hal ini didasarkan atas kesepakatan dalam perjanjian sewa menyewa
mobil dengan CV. Rahmat Jaya Rent Car yang menyatakan bahwa mobil yang
disewa adalah benar-benar dalam keadaan baik dan layak jalan serta penyewa
berkewajiban memelihara kondisi kendaraan sebagaimana kendaraan waktu

10

diterima. Selanjutnya kedua belah pihak menandatangani perjanjian secara tertulis


yang mengatur ketentuan antara lain berupa jangka waktu sewa, syarat-syarat
sebagai penyewa, hak dan kewajiban penyewa dan lain sebagainya.
Kesepakatan antara kedua belah pihak dalam suatu bentuk perjanjian oleh
pemberi sewa dicatat dan dibukukan oleh pihak CV. Rahmat Jaya Rent Car
dengan tujuan agar mudah menemui atau menghubungi pihak penyewa apabila
terjadi pelanggaran atas perjanjian yang disebut dengan wanprestasi. Dari uraian
ini dapat diketahui bahwa serah terima mobil antara penyewa dan pemberi sewa
terjadi setelah adanya kesepakatan antara pihak penyewa dan pihak pemberi sewa.
Ketertarikan penulis dalam mengambil judul ini karena pada dasarnya
perjanjian itu terjadi antara dua orang saling berjanji untuk melaksanakan suatu
perjanjian yang sesuai dengan isi perjanjian sehingga prestasi antara mereka
terpenuhi. Sementara pada praktek dilapangan semua kemudahan yang di peroleh
penyewa tidak seperti yang diharapkan dan begitu juga yang terjadi pada pemberi
sewa yang disebabkan seringnya terjadi wanprestasi oleh penyewa jasa rental
mobil CV. Rahmat Jaya Rent car dengan terlambat mengembalikan mobil yang
disewa tepat waktu sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan dalam
perjanjian, dan apabila terjadi kecelakaan pihak rental mobil pun mengalami
kerugian yang sangat besar. Maka dari itu saya tertarik mengangkat kasus
wanprestasi sewa menyewa mobil ini pada judul saya.
Menurut Pasal 1313 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata adalah :1

1 Subekti dan Tjitrosudibio, Kitab Undang-undang Hukum Perdata, Pradnya Paramita,


Jakarta, 2001. Hlm 338

11

Perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu pihak atau lebih
mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih .
Sedangkan menurut R. Subekti perjanjian itu adalah suatu peristiwa
dimana seseorang berjanji kepada orang lain atau dimana dua orang saling
berjanji untuk melaksanakan suatu hal.2
Menurut Abdul Kadir Muhammad pengertian perjanjian adalah suatu
persetujuan dengan mana dua orang atau lebih saling mengikatkan diri untuk
melaksanakan suatu hal dalam lapangan harta kekayaan.3
Persetujuan atau perjanjian sewa menyewa sangat penting, yaitu si pemilik
barang hanya menyerahkan pemakaian dengan mengadakan pemungutan dari
hasil barang yang disewakan. Dalam perjanjian sewa menyewa, hak pemilik atas
barang tersebut berada ditangan yang menyewakan.4
Perjanjian sewa menyewa merupakan bentuk perjanjian bernama yang
yang terdapat dalam Kitab Undang Undang Hukum Perdata yang memberikan
pengaturan tentang sewa menyewa ini Pasal 1548 sampai dengan Pasal 1587,
yang mana dalam Pasal 1548 menyatakan bahwa :5

2 R. Subekti, Hukum Perjanjian, PT Intermasa, Jakarta, 2005, Hlm 1


3 Abdul Kadir Muhammad, Hukum Perdata Indonesia, Citra Aditya, Bandung, 1990,
Hlm 225
4 Wirjono Prodjodikoro, Pokok Pokok Hukum Perdata, PT Bale, Bandung, 1986, Hlm
45
5 Subekti dan Tjitrosudibio, Kitab Undang-undang Hukum Perdata, Pradnya Paramita,
Jakarta, 2001. Hlm 381

12

Sewa menyewa adalah suatu persetujuan, dengan mana pihak yang satu
mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainnya
kenikmatan dari suatu barang, selama suatu waktu tertentu dan dengan
pembayaran sesuatu harga, yang oleh pihak tersebut belakangan itu
disanggupi pembayarannya
Unsur-unsur yang tercantum dalam perjanjian sewa menyewa :
a. Adanya pihak yang menyewakan dan pihak penyewa.
b. Adanya kesepakatan antara kedua belah pihak.
c. Adanya objek sewa menyewa yaitu barang, baik barang bergerak mau
pun tidak bergerak.
d. Adanya kewajiban dari pihak yang menyewakan untuk menyerahkan
kenikmatan kepada pihak penyewa atas suatu benda.
e. Adanya kewajiban dari penyewa untuk menyerahkan

uang

pembayaran kepada pihak yang menyewakan.6


Dalam membuat perjanjian tersebut maka didalamnya terkandung hak dan
kewajiban dan hak serta kewajiban tersebut oleh para pihak telah diketahui dan
mengenai hak serta kewajiban tersebut dalam pelaksanaannya harus dilakukan
sebagaimana

pelaksanaan peraturan perundang-undangan, hal ini sesuai

berdasarkan ketentuan bunyi Pasal 1338 ayat 1 KUH Perdata yang menyatakan
Suatu perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi
mereka yang membuatnya. Jadi berdasarkan ketentuan pasal tersebut maka
dalam pelaksanaan hak dan kewajiban dalam suatu perjanjian dapat dipaksakan
kepada para pihak.
Ketentuan Pasal 1338 ayat 1 KUH Perdata memberikan kebebasan kepada
para pihak untuk :7
a. Membuat atau tidak membuat perjanjian.
6 Salim, Hukum Kontrak Teori Dan Teknik Penyusunan Kontrak, Sinar Grafika, Jakarta,
2010, Hlm 59

13

b. Mengadakan perjanjian dengan siapapun.


c. Menentukan isi perjanjian, pelaksanaan dan persyaratannya.
d. Menentukan bentuk perjanjian yaitu tertulis atau lisan.
Mengenai bentuk sewa menyewa tidak diatur secara jelas didalam undangundang. Perjanjian sewa menyewa adalah suatu perjanjian konsensualitas atau
adanya kesepakatan antara kedua belah pihak mengenai hal-hal yang pokok dari
apa yang menjadi objek perjanjian, tetapi oleh undang-undang diadakan
perbedaan antara perjanjian sewa-menyewa secara tertulis dengan perjanjian
sewa-menyewa secara lisan :
a. Jika sewa dibuat secara tulisan, mengenai waktu berakhirnya sewa

menyewa yang dibuat dengan perjanjian tertulis diatur didalam Pasal


1570 KUH Perdata adalah jika sewa dibuat dengan tulisan, maka sewa
itu berakhir demi hukum. Apabila waktu yang ditentukan telah
lampau, tanpa diperlukannya sesuatu pemberhentian untuk itu.
b. Jika sewa tidak dibuat dengan tulisan, maka sewa itu tidak berakhir

pada waktu yang ditentukan, melainkan jika pihak lain bahwa ia


hendak menghentikan sewanya, dengan mengindahkan tenggang
waktu yang diharuskan menurut kebiasaan setempat.
Wanprestasi artinya tidak memenuhi kewajiban yang telah ditetapkan
dalam perikatan baik perikatan yang timbul karena perjanjian maupun perikatan
yang timbul karena undang-undang.8 Terhadap tindakan wanprestasi yang
dilakukan oleh salah satu pihak dalam perjanjian maka pihak yang merasa
7 Ibid., Hlm 7
8 Sudarsono, Kamus Hukum, PT Rineka Cipta, Jakarta, 2007, Hlm 371

14

dirugikan atas tindakan wanprestasi tersebut dapat meminta ganti kerugian. Untuk
dapat meminta ganti rugi atas suatu perbuatan wanprestasi maka tidak
dipenuhinya kewajiban oleh salah satu pihak tersebut haruslah dinyatakan sebagai
suatu tindakan atau perbuatan wanprestasi.
Unsur unsur wanprestasi yaitu :9
1.
2.
3.
4.

Sama sekali tidak memenuhi prestasi.


Prestasi yang dilakukan tidak sempurna.
Terlambat memenuhi prestasi.
Melakukan apa yang di dalam perjanjian dilarang dilakukan.

Pada kehidupan sehari-hari, sering sekali terjadi masalah di dalam


melakukan perjanjian sewa menyewa khususnya dalam perjanjian sewa menyewa
mobil. Sebagaimana yang terjadi pada kasus perjanjian sewa menyewa mobil di
CV. Rahmat Jaya Rent Car antara pemilik CV. Rahmat Jaya Rent Car yang
bernama Bapak Yusmadi dengan pihak penyewa yang bernama Bapak Harlanto
yang menyewa mobil pada tanggal 26 Januari 2013 dengan Agung Surya yang
menyewa mobil pada tanggal 2 Februari 2013 melakukan perjanjian sewa
menyewa mobil pada CV. Rahmat Jaya Rent Car
Pahlawan Kerja, Gg. Matador

yang beralamat di Jalan

No 100 Kelurahan Maharatu, Kecamatan

Marpoyan Damai di Pekanbaru.


Wanprestasi yang dilakukan penyewa pada CV. Rahmat Jaya Rent Car ini
berupa :10

9 Ahmadi Miru, Hukum Kontrak dan perancangan kontrak, Rajawali Pers, Jakarta,
2010, Hlm 15
10 Hasil Pra Survei

15

1. Tidak melakukan apa yang telah disepakati antara kedua belah pihak
dalam perjanjian sewa menyewa mobil, yaitu penyewa terlambat
mengembalikan mobil yang disewakan sebagaimana waktu sewa yang
telah disepakati sebelum kontrak berakhir dengan pihak CV. Rahmat Jaya
Rent Car.
2. Pihak CV. Rahmat Jaya Rent Car mengalami kerugian yang sangat besar
karena penyewa mobil mengalami kecelakaan dan pihak CV. Rahmat Jaya
Rent Car tidak bisa menyewakan mobil karena mobilnya mengalami
kerusakan dan tidak layak jalan untuk disewakan.
3. Penyewa mobil di CV. Rahmat Jaya Rent Car melakukan memindah
tangankan hak sewa kepada pihak lain yang tidak tercantum di dalam isi
perjanjian sewa menyewa mobil dengan pihak CV. Rahmat Jaya Rent Car.
Wanprestasi didalam pelaksanaan perjanjian sebagaimana disebutkan di
atas merupakan hambatan di dalam perjanjian sewa menyewa yang pada
umumnya terjadi karena kelalaian dari pihak penyewa, meskipun pada beberapa
peristiwa tertentu disebabkan dapat terjadi oleh adanya keadaan yang memaksa
dari penyewa sehingga terjadi wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian sewa
menyewa tersebut.11
Dalam pelaksanaan perjanjian sewa menyewa mobil yang menimbulkan
hak dan kewajiban antara kedua belah pihak secara timbal balik, secara tidak
langsung menuntut agar kedua belah pihak dalam pelaksanaannya terikat pada apa
yang telah disepakati. Secara umum, hambatan yang terjadi dalam perikatan
11 A Qirom Syamsudin Meliala, Pokok-Pokok Hukum Perjanjian, Liberty, Jogjakarta,
1985, Hlm 21

16

kedua belah pihak di dalam pelaksanaan perjanjian sewa menyewa pada CV.
Rahmat jaya Rent Car secara garis besar adalah wanprestasi oleh penyewa, seperti
keterlambatan dalam pengembalian mobil (objek penelitian) dimana pihak
penyewa dalam mengembalikan mobil lewat dari jangka waktu yang telah
ditentukan dan jika penyewa mengalami kecelakaan pihak rental mobil pun
mengalami kerugian yang sangat besar karena mobil tidak dapat disewakan pada
pihak lain.
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik meneliti berdasarkan beberapa
hambatan dalam pelaksanaan perjanjian sewa menyewa, faktor-faktor penyebab
wanprestasi dari penyewa, serta mengenai penyelesaian wanprestasi pada CV.
Rahmat Jaya Rent Car, dengan judul penelitian ; Penyelesaian Wanprestasi
dalam Perjanjian Sewa Menyewa Mobil antara Penyewa dengan CV.
Rahmat Jaya Rent Car di Kota Pekanbaru.

B. Pokok Permasalahan
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, pokok permasalahan dari
penelitian ini adalah :
1. Bagaimanakah Pelaksanaan Hak Dan Kewajiban Dalam Perjanjian
Sewa Menyewa Mobil Pada CV. Rahmat Jaya Rent Car?
2. Bagaimanakah Penyelesaian Sengketa Terhadap Wanprestasi Oleh
Penyewa Dalam Pelaksanaan Sewa Menyewa Mobil Pada CV. Rahmat
Jaya Rent Car?

C. Tujuan dan manfaat penelitian

17

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:


1. Untuk mengetahui pelaksanaan hak dan kewajiban dalam perjanjian
sewa menyewa mobil pada CV. Rahmat Jaya Rent Car di Kota
Pekanbaru.
2. Untuk mengetahui Penyelesaian sengketa terhadap wanprestasi oleh
penyewa dalam pelaksanaan sewa menyewa mobil pada CV. Rahmat
Jaya Rent Car di Kota Pekanbaru.
Manfaat penulis dengan adanya penelitian ini, bermanfaat di tinjau dari dua segi
yaitu segi teoritis dan praktis untuk:
1. Manfaat Teoritis
1) Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang di dapat di bangku
perkuliahan dan membandingkannya dengan praktek di lapangan.
2) Sebagai sarana dalam mengembangkan wacana dan pemikiran bagi
peneliti.
3) Sebagai bahan evaluasi bagi CV. Rahmat Jaya Rent Car terhadap
perjanjian Sewa menyewa tersebut.
4) Sebagai sarana dalam mengembangkan wacana dan pemikiran sebagai
mahasiswa dalam bentuk karya ilmiah bagi Fakultas Hukum Universitas
Islam Riau.

2. Manfaat Praktis
1) Memberikan sumbangan pemikiran dan menambah ilmu pengetahuan
terutama di bidang hukum dan khususnya dalam hukum perjanjian sewa
menyewa.
2) Hasil penelitian ini sebagai bahan ilmu pengetahuan bagi penulis,
khususnya bidang hukum perdata.

18

D. Tinjauan Pustaka
Menurut ketentuan Pasal 1233 KUH Perdata, perikatan bersumber dari
perjanjian dan undang-undang. Dari kedua hal tersebut maka dapat dikatakan
bahwa salah satu sumber perikatan yang terpenting adalah perjanjian. Perjanjian
melahirkan perikatan, yang menciptakan kewajiban pada salah satu atau lebih
pihak dalam perjanjian, memberikan hak pada pihak kreditur dalam perjanjian
untuk menuntut pelaksanaan prestasi dalam perikatan yang lahir dari perjanjian
tersebut. Dalam hal debitur tidak melaksanakan perjanjian yang telah disepakati
tersebut, maka kreditur berhak untuk menuntut pelaksanaan kembali perjanjian
yang belum, tidak sepenuhnya atau tidak sama sekali dilaksanakan atau yang telah
dilaksanakan secara bertentangan atau tidak sesuai dengan yang diperjanjikan,
dengan atau tidak disertai dengan penggantian berupa bunga, kerugian dan biaya
yang telah dikeluarkan oleh kreditur.12

Menurut Soedikno Martokusumo memberikan pengertian perjanjian


adalah hubungan hukum antara dua pihak atau lebih berdasarkan kata sepakat
untuk menimbulkan akibat hukum, dua pihak sepakat menentukan peraturan
hukum atau khaidah atau hak dan kewajiban yang mengikat mereka untuk
menimbulkan hak dan kewajiban kalau kesepakatan ini dilanggar, maka ada
akibatnya si pelanggar dapat dikenakan akibat hukum dan sanksi.13
12 Kartini Muljadi dan Gunawan Widjaja, Perikatan yang Lahir dari Perjanjian,
Rajawali Pers, Jakarta, 2010, Hlm 91
13 Soedikno Mertokusumo, Mengenal Hukum, Liberty, Yogyakarta, 1991, Hlm 77

19

Prestasi merupakan suatu objek dari apa yang telah diperjanjikan dalam
suatu perjanjian. Jika dalam suatu perjanjian prestasi itu tidak dipenuhi maka akan
menimbulkan wanprestasi.
Dikutip dari skripsi Gita Revana Faisya :14
Membahas tentang perjanjian kerja pemborongan bangunan. Dimana didalam
pelaksanaannya

pekerjaan

pemborongan

bangunan

tersebut

mengalami

keterlambatan penyelesaiaan karena pihak pemborong tidak dapat menyelesaikan


pekerjaannya tepat pada waktu yang telah ditentukan sebagaimana mestinya. Hal
ini sering disebut dengan wanprestasi atau ingkar janji dimana pihak pemborong
terlambat untuk memenuhi prestasi yang telah dibuat secara tertulis dalam suatu
perjanjian sebelumnya. Adapun dalam penyelesaian masalah wanprestasi yang
terjadi antara pemborong dengan pemberi kerja pada masalah ini melakukan
penyelesaian sengketa melalui pengadilan/secara litigasi yang putusannya bersifat
mengikat antara satu sama yang lainnya.

Penulis membahas mengenai wanprestasi yaitu tidak memenuhi atau lalai


melaksanakan kewajibannya sebagaimana yang ditentukan dalam perjanjian yang
dibuat antara penyewa dengan pihak yang menyewakan. Dengan adanya
pengikatan antar satu orang atau lebih dengan orang lain, maka ada hubungan
timbal balik antar kedua belah pihak, yang keduanya mempunyai kewajiban,
maka dapat dimengerti bahwa arti perjanjian disini adalah suatu hubungan hukum
14 Gita Revana Faisya, Tinjauan Kontrak Kerja Antara PT. Arara Abadi Dengan CV.
Irama Sentosa Mandiri Dalam Pembangunan Kantor Dan Mess-Merawang, Fakultas
Hukum UIR, 2011, Hlm 13

20

antara dua pihak, yaitu pihak satu berjanji untuk melakukan atau dianggap berjanji
untuk melakukan atau tidak melakukan suatu hal, sedang pihak lain berhak
menuntut pelaksanaan janji itu. Jadi suatu perjanjian mempunyai kebenaran
mengikat bagi pembuatnya untuk menepati apa yang mereka janjikan. Adapun
dalam penyelesaiaan sengketa terhadap wanprestasi oleh penyewa dalam
pelaksanaan perjanjian sewa menyewa mobil pada CV. Rahmat Jaya Rent Car
dilakukan secara kekeluargaan atau dilakukan secara non litigasi, yaitu
penyelesaiaan

perkara

diluar

pengadilan

dengan

mengedepankan

rasa

kebersamaan dan kekeluargaan antara penyewa dan pemberi sewa.


Pelaksanaan hak dan kewajiban yang dapat dipaksakan tersebut haruslah
perjanjian yang dibuat secara sah, sehingga dengan sahnya perjanjian tersebut
maka melahirkan hak dan kewajiban. Untuk sahnya suatu perjanjian maka
diperlukan empat syarat sahnya perjanjian sebagaimana ditentukan dalam
ketentuan Pasal 1320 KUH Perdata yang menyatakan untuk sahnya suatu
perjanjian maka diperlukan empat syarat yaitu :

1. Kesepakatan kedua belah pihak.


Syarat sahnya perjanjian adalah adanya kesepakatan yang ditandai dengan
perasaan rela atau ikhlas di antara para pihak pembuat perjanjian mengenai hal-hal
yang dituangkan didalam isi perjanjian. Kesepakatan ini diatur dalam Pasal 1320
ayat 1 KUH Perdata. Adapun yang dimaksud dengan kesepakatan adalah

21

penyesuaian pernyataan kehendak antara satu orang atau lebih dengan pihak
lainnya.
Pada dasarnya, cara yang paling banyak dilakukan oleh para pihak, yaitu
dengan bahasa yang sempurna secara lisan dan secara tertulis. Tujuan pembuatan
perjanjian secara tertulis adalah agar memberikan kepastian hukum bagi para
pihak dan sebagai alat bukti yang sempurna, dikala timbul sengketa dikemudian
hari.
2. Kecakapan dalam membuat suatu perjanjian.
Kecakapan dalam membuat suatu perjanjian, yaitu kecakapan atau
kemampuan untuk melakukan perbuatan hukum bagi orang-orang yang oleh
hukum dinyatakan sebagai subjek hukum. Perbuatan hukum adalah perbuatan
yang akan menimbulkan akibat hukum. Orang-orang yang akan mengadakan
perjanjian haruslah orang-orang yang cakap dan mempunyai wewenang untuk
melakukan perbuatan hukum, sebagai mana yang ditentukan oleh undang-undang.
Orang yang cakap dan berwenang untuk melakukan perbuatan hukum adalah
orang yang sudah dewasa, yaitu mereka yang telah berusia 21 tahun atau sudah
menikah.

Orang yang tidak berwenang melakukan perbuatan hukum adalah :


a. Orang orang yang belum dewasa.
b. Orang yang berada dibawah pengampuan.
c. Wanita yang telah bersuami.
pengertian tidak cakap hukum dibagi dalam 3 hal yaitu :15
15 Abd Thalib dan Admiral, Arbitrase dan Hukum Bisnis, UIR Press, Pekanbaru, 2005,
Hlm 141

22

1. Kriteria orang yang belum dewasa didalam KUH Perdata diatur didalam
Pasal 330, di mana ditentukan : belum dewasa adalah mereka yang
belum mencapai umur genap dua puluh satu tahun dan tidak lebih dahulu
kawin. apabila perkawinan itu dibubarkan sebelum umur mereka genap
21 tahun, maka mereka tidak kembali lagi dalam kedudukan belum
dewasa.
2. Menurut Pasal 433 KUH Perdata, orang orang yang diletakkan
dibawah pengampuan adalah setiap orang dewasa yang selalu berada
dalam keadaan dungu, sakit otak atau mata gelap dan boros. Dalam hal
ini pembentuk undang-undang memandang bahwa yang bersangkutan
tidak mampu menginsyafi tanggung jawabnya dan karena itu tidak dapat
bertindak untuk mengadakan perjanjian. Apabila seorang yang belum
dewasa, dan mereka yang diletakkan dibawah pengampuan itu
mengadakan perjanjian maka yang mewakilinya masing masing adalah
orang tua dan pengampunya.
3. KUH Perdata juga memandang bahwa seorang wanita yang telah
bersuami tidak cakap untuk mengadakan perjanjian yang dalam hal ini
apabila ia berbuat harus didampingi oleh suaminya. Sejak tahun 1963
dengan Surat Edaran Mahkamah Agung No. 3/1963 yang ditujukan
kepada ketua pengadilan negeri dan pengadilan tinggi diseluruh
Indonesia, maka kedudukan seorang wanita yang telah bersuami itu
diangkat kederajat yang sama dengan pria, karena untu mengadakan
perbuatan hukum dan menghadap didepan pengadilan ia tidak

23

memerlukan bantuan lagi dari suaminya. Dengan demikian maka sub. 3


dari Pasal 1330 KUH Perdata sekarang tidak berlaku lagi.
3. Suatu hal tertentu.
Sebagai syarat ketiga sahnya perjanjian, menurut Pasal 1320 KUH Perdata
ialah suatu hal tertentu. Ketentuan untuk hal tertentu ini menyangkut objek hukum
atau mengenai bendanya.
Dalam membuat perjanjian antara para subyek hukum itu menyangkut
mengenai objeknya, apakah menyangkut benda berwujud, tidak berwujud, benda
bergerak atau benda tidak bergerak.
Hal tertentu mengenai obejek hukum benda itu oleh pihak-pihak
ditegaskan dalam perjanjian mengenai :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Jenis barang
Kualitas dan mutu barang
Buatan pabrik dan dari Negara mana
Buatan tahun berapa
Warna barang
Ciri khusus barang tersebut
Jumlah barang
Uraian lebih lanjut mengenai barang itu

4. Suatu sebab yang halal.


Dalam pengertian ini pada benda (objek hukum) yang menjadi pokok
perjanjian itu harus melekat hak yang pasti dan diperbolehkan menurut hukum
sehingga perjanjian itu kuat.16
Dalam setiap perjanjian secara teoritis berlaku asas antara lain:

16 CST Kansil dan Christine S.T Kansil, Modul Hukum Perdata Termasuk Asas-Asas
Hukum Perdata, Pradnya paramita, Jakarta, 2000, Hlm 223.

24

1. Asas kebebasan berkontrak yaitu semua perjanjian yang dibuat secara sah
berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya yang diatur
dalam Pasal 1338 ayat 1 KUH Perdata.
Asas kebebasan berkontrak adalah suatu asas yang memberikan kebebasan
kepada para pihak untuk :
a. Membuat atau tidak membuat perjanjian.
b. Mengadakan perjanjian dengan siapa pun.
c. Menentukan isi perjanjian, pelaksanaan dan persyaratannya.
d. Menentukan bentuknya perjanjian yaitu secara tertulis atau lisan.
Asas kebebasan berkontrak merupakan asas yang paling penting
didalam perjanjian karena didalam asas ini tampak adanya ungkapan hak
asasi manusia dalam membuat suatu perjanjian serta memberi peluang bagi
perkembangan hukum perjanjian.
2. Asas konsesualisme yaitu perjanjian pada umumnya tidak diadakan secara
formal, tetapi cukup dengan adanya kesepakatan kedua belah pihak.
Kesepakatan merupakan penyesuaian antara kehendak dan pernyataan yang
dibuat oleh kedua belah pihak yang diatur di dalam Pasal 1320 ayat 1 KUH
Perdata.
3. Asas kekuatan mengikat (pacta suntservanda) yaitu asas kepastian hukum.
Asas ini berhubungan dengan akibat perjanjian. Asas pacta sunt servanda
merupakan asas bahwa hakim atau pihak ketiga harus menghormati substansi
kontrak yang dibuat oleh para pihak, sebagaimana layaknya sebuah undangundang. Mereka tidak boleh melakukan intervensi terhadap substansi kontrak

25

yang dibuat oleh para pihak. Asas pacta sunt servanda ini diatur didalam
Pasal 1338 ayat 1 KUH Perdata.
4. Asas kepribadian yaitu asas yang menentukan bahwa seseorang yang akan
melakukan dan atau membuat perjanjian hanya untuk kepentingan
perseorangan saja. Hal ini dapat dilihat dalam Pasal 1315 dan Pasal 1340
KUH Perdata. Pasal 1315 KUH Perdata

berbunyi : Pada umumnya

seseorang tidak dapat mengadakan perikatan atau perjanjian selama untuk diri
sendiri .
Pasal 1340 KUH Perdata berbunyi : Perjanjian hanya berlaku antara pihak
yang membuatnya .
5. Asas kepercayaan artinya seseorang yang mengadakan perjanjian dan
menimbulkan perikatan dengan orang lain, antara para pihak ada kepercayaan
bahwa akan saling memenuhi prestasi.
6. Asas iktikad baik yaitu dalam melaksanakan perikatan didasarkan pada
kepercayaan atau keyakinan yang baik dari para pihak yaitu terdapat pada
Pasal 1338 ayat 3 KUH Perdata.
Dikutip dari skripsi Mariana :17
Pengertian wanprestasi ini sendiri belum mendapatkan keseragaman,
masih terdapat bermacam-macam istilah yang dipakai untuk wanprestasi,
sehingga tidak terdapat kata sepakat untuk menentukan istilah mana yang hendak

17 Mariana, Pelaksanaan Eksekusi Kendaraan Bermotor Roda 4 ( Mobil ) Akibat


Wanprestasi Pihak Debitur Pada PT. Astra Credit Companies Pekanbaru, Fakultas
Hukum UIR, 2011, Hlm 32

26

dipergunakan. Istilah mengenai wanprestasi ini terdapat beberapa istilah yaitu :


ingkar janji, cidera janji, melanggar janji dan lain sebagainya.
Istilah wanprestasi dalam hukum perikatan dapat diartikan sebagai suatu
kelalaian dan atau ingkar janji. Bentuk-bentuk wanprestasi itu antara lain adalah
tidak melaksanakan prestasi (prestatie) tetapi hanya sebagian, melaksanakan
prestasi (prestatie) tetapi terlambat, melaksanakan prestasi (prestatie) namun tidak
sebagaimana mestinya.18
Debitur yang tidak dapat melaksanakan apa yang diperjanjikannya maka ia
dapat dikatakan telah melakukan perbuatan wanprestasi atau ingkar janji, setelah
adanya penagihan dari prestasi tersebut atau dengan lewatnya waktu yang telah
diperjanjikan, perbuatan wanprestasi sebagai bentuk tidak terlaksananya
perjanjian sebagaimana mestinya menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak dan
terhadap hal itu pihak lainnya harus memberikan ganti rugi, bunga dan lain
sebagainya sebagai bentuk pertanggung jawabaan terhadap kelalaian yang
dilakukan dalam memenuhi prestasinya baik secara tertulis maupun secara lisan.
Untuk menyatakan bahwa salah satu pihak telah melakukan kelalaian
dalam memenuhi prestasinya dapat dilihat dalam perjanjian yang telah disepakati,
apakah perjanjian tersebut menentukan kapan suatu prestasi harus dipenuhi oleh
para pihak, hal ini sering tidak diperjanjikan karena adanya itikad baik para pihak
untuk memenuhi prestasinya, bagi kreditur terhadap hal ini dapat dilakukan
penagihan agar debitur segera memenuhi prestasinya.
Dikutip dari Jurnal Mahkamah :19
18 Abd Thalib dan Admiral, op. cit., Hlm 169

27

Dalam munculnya suatu sengketa dapat berdasarkan pada wanprestasi mau pun
perbuatan melawan hukum dan sengketa tersebut muncul disebabkan adanya
kerugian yang diderita oleh pihak lainnya dan satu pihak menimbulkan kerugian
bagi pihak lainnya.

Sebab-Sebab Wanprestasi
Tujuan dari segala perjanjian ialah untuk dipenuhi oleh yang berjanji.
Kalau semua orang melaksanakan ajaran yang diketemukan dalam tiap-tiap agama
bahwa janji harus dipenuhi, maka kiranya tidak perlu ada hukum perjanjian.
Orang sebagai anggota masyarakat supaya ada tata tertib didalamnya dan supaya
akhirnya masyarakat pada umumnya menemukan keadaan selamat dan
berbahagia. Keadaan selamat dan bahagia ini dengan sendirinya akan ada, apabila
semua janji dalam masyarakat dipenuhi oleh para anggotanya. Akan tetapi orang
manusia tetap orang manusia yang seberapa boleh mengejar kenikmatan guna diri
sendiri dengan melupakan kepentingan orang tetangga. Sedang memenuhi suatu
janji pada hakekatnya mementingkan diri orang lain, terhadap siapa janji itu
diucapkan. Maka sudah selayaknya hidup masyarakat sehari-hari penuh dengan
hal-hal tidak menepati janji. Dan disinilah letak keperluan adanya suatu hukum
perjanjian, yang sebagian besar mengandung peraturan untuk peristiwa-peristiwa
dalam mana orang-orang tidak memenuhi janji.20

19 Bintoro, Budaya Musyawarah Untuk Menyelesaikan Sengketa, Jurnal Mahkamah


Edisi Vol 4 No 2, Oktober 2012, UIR Pess, Pekanbaru, 2012, Hlm 234
20 Mitrainsani, Wanprestasi Dalam Hukum Kontrak, dalam
http://mitrainsani.blogspot.com.html, Diakses tanggal 26 Agustus 2013, Pukul 18.00.WIB

28

Wujud Wanprestasi dalam Perikatan


Dalam suatu perikatan yang dibuat dua pihak yang terikat yaitu debitur
dan kreditur dimana dalam hal ini menimbulkan hak dan kewajiban bagi para
pihak sesuai dengan apa yang disepakati bersama. Debitur diwajibkan untuk
menyerahkan prestasi kepada kreditur dimana prestasi berupa memberikan,
berbuat, atau tidak berbuat sesuatu Pasal 1234 KUH Perdata. Selain itu debitur
juga berkewajiban untuk memberikan harta kekayaannya diambil oleh kreditur
sebagai pelunasan atas hutang debitur yang tidak memenuhi kewajibannya.
Adapun wujud atau bentuk wanprestasi itu adalah sebagai berikut :
a) Debitur tidak memenuhi perikatan atau sama sekali tidak
melaksanakan prestasi.
b) Debitur terlambat memenuhi prestasi/perikatan.
c) Debitur melaksanakan prestasi tetapi tidak baik, atau debitur keliru
atau tidak pantas dalam memenuhi perikatan.
Dari ketiga bentuk wanprestasi tersebut diatas, maka yang menjadi
masalah adalah pada saat mana debitur dikatakan terlambat memenuhi prestasi
dan pada saat mana pula debitur dikatakan tidak memenuhi prestasi sama sekali.
Apabila debitur tidak memenuhi perikatan atau melakukan perbuatan
wanprestasi maka dalam hal ini kreditur dapat meminta ganti rugi atau ongkos
kerugian dan bunga yang dideritanya. Hal ini menurut ketentuan yang diatur
dalam Pasal 1246 KUH Perdata bahwa oleh kreditur dapat dituntut :
a. Kerugian yang diderita kreditur;

29

b. Keuntungan yang seharusnya akan diterima.

Akibat Wanprestasi
Ada empat akibat adanya wanprestasi, yaitu sebagai berikut :21
a. Perikatan tetap ada.
Kreditur masih dapat menuntut kepada debitur pelaksanaan prestasi,
apabila ia terlambat memenuhi prestasi. Disamping itu, kreditur
berhak menuntut ganti rugi akibat keterlambatan melaksanakan
prestasinya. Hal ini disebabkan kreditur akan mendapat keuntungan
apabila debitur melaksanakan prestasi tepat pada waktunya.
b. Debitur harus membayar ganti rugi kepada kreditur ( Pasal 1243 KUH
perdata ).
c. Beban resiko beralih untuk kerugian debitur, jika halangan itu timbul
setelah debitur wanprestasi, kecuali bila ada kesengajaan atau
kesalahan besar dari pihak kreditur. Oleh karena itu, debitur tidak
dibenarkan berpegang pada keadaan memaksa.
d. Jika perikatan lahir dari perjanjian timbale balik, kreditur dapat
membebaskan diri dari kewajibannya memberi kontra prestasi dengan
menggunakan Pasal 1266 KUH Perdata.

Tuntutan Atas Dasar Wanprestasi


Kreditur dapat menuntut kepada debitur yang telah melakukan wanprestasi
hal-hal sebagai berikut :22
a. Kreditur dapat meminta pemenuhan prestasi saja dari debitur.
b. Kreditur dapat menuntut prestasi diisertai ganti rugi kepada debitur
(Pasal 1267 KUH Perdata).
c. Kreditur dapat menuntut dan meminta ganti rugi, hanya mungkin
kerugian karena keterlambatan ( HR 1 November 1918 ).
d. Kreditur dapat menuntut pembatalan perjanjian.
e. Kreditur dapat menuntut pembatalan disertai ganti rugi kepada
debitur. Ganti rugi itu berupa pembayaran uang denda.
21 Salim, op.cit., Hlm 99
22 Ibid., Hlm 99

30

Akibat kelalaian kreditur yang dapat dipertanggung jawabkan, yaiitu :


a. Debitur dalam keadaan memaksa.
b. Beban risiko beralih untuk kerugian kreditur, dan dengan demikian
debitur hanya bertanggung jawab atas wanprestasi dalam hal ada
kesengajaan atas kesalahan besar lainnya.
c. Kreditur tetap diwajibkan memberi prestasi balasan ( Pasal 1602 KUH
Perdata).
Ada dua sebab timbulnya ganti rugi, yaitu ganti rugi karena wanprestasi
dan perbuatan melawan hukum. Ganti rugi karena wanprestasi diatur dalam Buku
III KUH Perdata, yang dimulai dari Pasal 124 KUH Perdata s.d. Pasal 1252 KUH
Perdata. Sedangkan ganti rugi karena perbuatan melawan hukum adalah suatu
bentuk ganti rugi yang dibebankan kepada orang yang telah menimbulkan
kesalahan kepada pihak yng dirugikannya. Ganti rugi itu timbul karena adanya
kesalahan, bukan adanya perjanjian.
Ganti rugi karena wanprestasi adalah suatu bentuk ganti rugi yang
dibebankan kepada debitur yang tidak memenuhi isi perjanjian yang telah dibuat
antara kreditur dengan debitur.23

E. Konsep Oprasional
Konsep Oprasional berisikan batasan-batasan tentang terminologi yang
terdapat dalam judul dan ruang lingkup penelitian. Penyelesaian Wanprestasi

23 Ibid., Hlm 100

31

dalam Perjanjian Sewa Menyewa Mobil antara Penyewa dengan CV.


Rahmat Jaya Rent Car di Pekanbaru.
-

Wanprestasi adalah tidak memenuhi atau lalai melaksanakan kewajiban sebagai


mana yang ditentukan dalam perjanjian yang dibuat antara penyewa dengan

CV. Rahmat Jaya Rent Car.


Sewa menyewa adalah suatu perjanjian dengan mana para pihak yang satu
mengikatkan diri untuk memberikan pada pihak lain kinikmatan suatu barang,
selama suatu waktu tertentu dengan pembayaran suatu harga oleh pihak

terakhir disanggupi pembayarannya.24


Penyewa adalah orang yang ingin menyewa mobil pada CV. Rahmat Jaya Rent
Car.

CV. Rahmat Jaya Rent Car adalah salah satu tempat untuk menyewa mobil
rental di kota pekanbaru yaitu Berdasarkan Akta Pendirian Perseroan
Komanditer CV. Rahmat Jaya Rent Car, Nomor 6, Tanggal 21 Februari 2013.
F. Metode Penelitian
Untuk mendapatkan data yang akurat dalam penelitian ini, penulis

menggunakan metode penelitian sebagai berikut:


1. Jenis dan Sifat penelitian
Dari sudut metode yang di pakai dalam penelitian ini, maka jenis
penelitian ini adalah Observational Research dengan cara survey, yaitu memakai
wawancara dengan para pihak untuk memperoleh data yang di perlukan mengkaji
aspek hukum dengan melihat fakta yang terjadi di lapangan untuk selanjutnya

24 Subekti dan Tjitrosudibio, Kitab Undang-undang Hukum Perdata, Pradnya Paramita, Jakarta,
2001. Hlm 340

32

dibandingkan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta pendapatpendapat para ahli dalam bentuk literatur yang berkaitan dengan penelitian ini.
Sifat penelitiannya, penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu memberikan
gambaran suatu kejadian yang terjadi secara jelas dan terperinci tentang
penyelesaian wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian sewa menyewa mobil
pada CV. Rahmat Jaya Rent Car.
2. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian sesuai dengan apa yang telah disebutkan pada judul
penelitian, yaitu di Kota Pekanbaru, tepatnya pada CV. Rahmat Jaya Rent Car
yang beralamat di jalan Pahlawan Kerja, Gg. Matador Nomor 100 Pekanbaru.
3. Populasi Dan Responden
Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah pihak pemberi sewa
dan penyewa yang melakukan wanprestasi pada bulan Januari sampai dengan
Februari tahun 2013 dalam penyewaan mobil antara penyewa dengan CV. Rahmat
Jaya Rent Car yaitu :
a. Pemilik rental mobil CV. Rahmat Jaya Rent Car 1 orang

yaitu

Yusmadi.
b. Penyewa rental mobil CV. Rahmat Jaya Rent Car pada bulan Januari
sampai dengan Februari tahun 2013 ada 11 orang penyewa tapi yang
wanprestasi ada 2 orang dengan menggunakan metode sensus, dan
penyewa yang wanprestasi tahun 2013 ada 2 orang yaitu :
- Harlanto yang merental mobil pada tanggal 26 Januari 2013.
- Agung Surya yang merental mobil pada tanggal 2 Februari
2013.
4. Data dan Sumber Data

33

Data yang digunakan di dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan
data sekunder, dengan rincian sebagai berikut:
a. Data Primer
Data Primer yaitu data yang berupa keterangan yang berasal dari
pihak-pihak yang terlibat dengan objek yang diperoleh dari
wawancara pada waktu melakukan penelitian di lapangan, baik
melalui Tanya jawab secara langsung.
b. Data Sekunder
Data Sekunder yaitu data yang diperoleh dari berkas perjanjian antara
penyewa dan pemberi sewa di CV. Rahmat Jaya Rent Car, Serta data
yang diperoleh melalui kajian bahan pustaka, yang meliputi berbagai
buku-buku literatur, skripsi, jurnal dan peraturan perundang-undangan
yang

berlaku

serta

pendapat-pendapat

para

ahli

yang

ada

hubungannya dengan pokok masalah yang di atas.


5. Alat Pengumpul Data
Adapun alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Wawancara yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara penulis
mengadakan tanya jawab secara langsung kepada pihak yang menyewakan dan
pihak yang menyewa pada CV. Rahmat Jaya Rent Car yang harus disesuaikan dan
mempunyai hubungan erat dengan masalah yang dibahas.

6. Analisis Data
Setelah data dikumpulkan, dipilih sesuai masalah pokok, lalu dilakukan
pengolahan data berdasarkan wawancara yang diuraikan dalam kalimat serta
dengan membandingkannya dengan pendapat para ahli.

34

7.

Penarikan Kesimpulan
Didalam penelitian yang penulis lakukan ini, penulis menggunakan

metode penarikan kesimpulan yang digunakan adalah metode deduktif yaitu


penyimpulan dari hal-hal umum kepada hal-hal khusus.
BAB II
TINJAUAN UMUM
A. Perjanjian Sewa Menyewa pada Cv. Rahmat Jaya Rent Car
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa mobil pada CV. Rahmat Jaya Rent
Car yaitu dalam perjanjian sewa menyewa mobil dapat dilakukan dalam bentuk
hitungan hari, minggu, bulanan dan drop luar kota tergantung si penyewa mobil.25
Berdasarkan Pasal 1548 KUH perdata, yang dimaksud sewa-menyewa
ialah perjanjian dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk
memberikan kepada pihak lainnya kenikmatan dari suatu barang, selama suatu
waktu tertentu dan dengan pembayaran suatu harga, yang oleh pihak tersebut
belakangan itu disanggupi pembayarannya.
Unsur-unsur yang tercantum dalam perjanjian sewa menyewa :
a. Adanya pihak yang menyewakan dan pihak yang menyewa.
b. Adanya kesepakatan antara kedua belah pihak.
c. Adanya objek sewa menyewa yaitu barang, baik barang bergerak mau pun
tidak bergerak.
d. Adanya kewajiban dari pihak yang menyewakan untuk menyerahkan
kenikmatan kepada pihak yang menyewa atas suatu benda.
e. Adanya kewajiban dari pihak yang menyewa untuk menyerahkan uang
pembayaran kepada pihak yang menyewakan.

25 Isi perjanjian sewa menyewa mobil di CV. Rahmat Jaya Rent Car

35

Perjanjian sewa menyewa harus disesuaikan dengan syarat sahnya


perjanjian, serta dapat dilihat pada pengelompokan unsur pokok yang harus ada
dalam perjanjian sewa menyewa tersebut, yaitu :26
1. Unsur essensialia, adalah bagian perjanjian yang harus selalu ada di
dalam suatu perjanjian, bagian yang mutlak, dimana tanpa adanya
bagian tersebut perjanjian tidak mungkin ada. Unsurunsur pokok
perjanjian sewa menyewa adalah barang dan harga.
2. Unsur naturalia, adalah bagian perjanjian yang oleh undang-undang
diatur, tetapi oleh para pihak dapat diganti, sehingga bagian tersebut
oleh undang-undang diatur dengan hukum yang sifatnya mengatur
atau menambah.
3. Unsur aksidentalia, adalah bagian perjanjian yang ditambahkan oleh
para pihak. Undang-undang sendiri tidak mengatur tentang hal
tersebut, jadi hal yang diinginkan tersebut juga tidak mengikat para
pihak karena memang tidak ada dalam undang-undang, bila tidak
dimuat, berarti tidak mengikat.
Klausula aksidentalia yang terbentuk berdasarkan unsur aksidentalia
sebagai salah satu unsur pokok dari suatu perjanjian, mempunyai peranan yang
penting dalam perjanjian sewa menyewa, karena dengan adanya klausula
aksidentalia yang dibuat dan disepakati sendiri oleh para pihak dapat melengkapi
ketentuan-ketentuan yang belum diatur dalam peraturan perundangundangan,
26 Idil Victor, Permasalahan Pokok Dalam Perjanjian Sewa Menyewa, dalam
http://idilvictor.blogspot.com.html, Diakses tanggal 16 Maret 2013, Pukul 21.47.WIB

36

peraturan pemerintah maupun hukum kebiasaan. Sehingga dapat terangkum dalam


suatu perjanjian yang mengikat dan berlaku layaknya undangundang bagi para
pihak yang membuat dan menyepakatinya (facta surt servanda). Dengan
demikian, perlindungan hukum bagi para pihak terutama pemilik atau pihak yang
menyewakan akan lebih terjamin.27
Pihak yang terlibat dalam perjanjian sewa menyewa adalah pihak yang
menyewakan dan pihak penyewa. Pihak yang menyewakan adalah orang atau
badan hukum yang menyewakan barang atau benda kepada pihak penyewa,
sedangkan pihak penyewa adalah orang atau badan hukum yang menyewa barang
atau benda dari pihak yang menyewakan. Yang menjadi objek dalam perjanjian
sewa menyewa adalah barang yang halal, artinya tidak bertentangan dengan
undang-undang, ketertiban dan kesusilaan.
Berdasarkan Pasal 1549 KUH Perdata, dijelaskan bahwa semua jenis
barang, baik tidak bergerak, baik bergerak yang disewakan. Berdasarkan Pasal
505 KUH Perdata, disebutkan bahwa tiap-tiap kebendaan bergerak adalah dapat
dihabiskan atau tak dapat dihabiskan, kebendaan dikatakan dapat dihabiskan,
bilamana karena dipakai menjadi habis.
Ketentuan mengenai barang tak bergerak dan bergerak diatur pada Buku
ke II Bab Kesatu KUH Perdata tentang Kebendaan dan Cara Membedakannya,
dengan rincian sebagai berikut :

27 Rerry Aprillia, HalHal Yang Harus Ada di Dalam Perjanjian Sewa Menyewa,
dalam http://www.docstoc.com, Diakses tanggal 15 Maret 2013, Pukul
15.00.WIB

37

Pasal 506 KUH Perdata menyatakan bahwa kebendaan tidak bergerak


ialah :
1. Pekarangan-pekarangan dan apa yang didirikan diatasnya.
2. Penggilingan-penggilingan, kecuali apa yang diatur oleh Pasal 510.
3. Pohon-pohon dan tanaman lading, yang dengan akarnya menancap
dalam tanah; buah-buah pohon yang belum dipetik, demikian pun
barang-barang tambang seperti; batu bara, sampah bara dan
sebagainya, selama benda-benda itu belum terpisah dan digali dari
tanah.
4. Kayu tebangan dari kehutan-hutanan dan kayu dari pohon-pohon yang
berbatang tinggi, selama kayu-kayuan itu belum dipotong.
5. Pipa-pipa dan got-got yang diperuntukkan guna menyalurkan air dari
rumah atau perkarangan dan pada umumnya segala apa yang tertancap
dalam pekarangan atau terpaku dalam bangunan rumah.
Berdasarkan Pasal 507 KUH Perdata, karena peruntukkannya, termasuklah
dalam pengertian tak bergerak, yaitu :
1. Dalam perusahaan pabrik: barang-barang hasil pabrik itu sendiri,
penggilingan-penggilingan, penggemblengan, besi-besi dan barangbarang tak bergerak yang sejenis itu, apitan besi, kuali-kuali
pengkukusan, tempat api, jambang-jambang, tong-tong dan perkakasperkakas sebagainya yang termasuk dalam asas pabrik, pun sekiranya
barang-barang itu tak tertancap atau terpaku.
2. Dalam perumahan: cermin-cermin, lukisan-lukisan dan perhiasan
lainnya, sekedar barang-barang itu dilekatkan pada papan atau

38

pasangan batu yang merupakan bagian dinding, pagar, atau plesteran


ruangan, pun sekiranya barang-barang itu tak terpaku.
3. Dalam kemilikan tanah: lungkang atau timbunan gemuk diperuntukkan
guna merabuk tanah, burung merpati termasuk dalam kawan, sarang
burung yang dapat dimakan, selama belum dipetik ikan yang ada
dalam kolam.
4. Bahan pembangunan gedung berasal dari perombakan gedung jika
diperuntukkan guna mendirikan kembali gedung itu dan pada
umumnya, benda-benda yang oleh si pemilik telah dihubungkan
dengan kebendaan tak bergeraknya guna dipakai selamanya; Si
pemilik dianggap telah menghubungakan benda-benda yang demikian
kepada kebendaan tak bergeraknya, bilamana benda-benda itu
dilekatkan padanya dengan pekerjaan menggali, pekerjaan kayu atau
pemasangan batu, atau bilamana benda-benda itu tidak dapat
dilepaskan dengan tidak memutus atau merusaknya, atau dengan tidak
memutus atau merusak bagian dari kebendaan tak bergerak tadi,
dimana benda-benda itu dilekatkannya.

Pasal 508 KUH Perdata menambahkan benda-benda yang juga merupakan


1
2
3
4
5
6

kebendaan tak bergerak, yaitu dalam bentuk hak-hak, sebagai berikut:


Hak pakai hasil dan hak pakai alas kebendaan tak bergerak.
Hak pengabdian tanah.
Hak numpang karang.
Hak usaha.
Bunga tanah, baik berupa uang, maupun berupa barang.
Bunga sepersepuluh.
7 Pajak pekan atau pasar, yang diakui oleh pemerintah dan hak-hak
istimewa yang melekat padanya.

39

Gugatan guna menuntut pengembalian atau penyerahan kebendaan tak

bergerak.
Dari ketentuan benda tidak bergerak di atas, dapat disimpulkan bahwa
benda tak bergerak dapat digolongkan menjadi 3 bagian, yaitu:
1 Barang yang bersifat tak bergerak, yang terdiri dari tanah, segala
sesuatu yang bergandengan dengan tanah secara tumbuh di situ, yaitu
secara berakar atau bercabang, seperti tanam-tanaman, buah-buahan
yang belum di petik, dan segala sesuatu yang bergandengan dengan
2

tanah secara didirikan disitu dengan mempergunakan tanah atau paku.


Barang yang ditujukan supaya menjadi satu, oleh karena dipakai terusmenerus, dengan barang-barang tak bergerak, seperti dari suatu pabrik
segala mesin-mesin, ketel-ketel, dan lain-lain, yang dimaksudkan
supaya terus menerus berada disitu untuk dipergunakan dalam
menjalankan pabrik, dari suatu rumah tempat tinggal, segala kaca,
lukisan, dan lain-lain yang alat-alatnya untuk menggantungkan barangbarang itu, merupakan bagian dari dinding, dari suatu perkebunan,
segala sesuatu yang dipergunakan selaku rabuk bagi tanah, dan
burung-burung merpati yang secara besar-besaran dikumpulkan di
tanah itu, sarang-sarang selama belum dipetik, serta ikan-ikan tambak,
barang-barang runtuhan dari suatu bangunan, apabila dimaksudkan

untuk dipakai guna mendirikan lagi bangunan itu.


Beberapa hak-hak atas barang-barang yang tak bergerak yang tersebut
di atas, seperti: hak memetik hasil atau memakai, hak pemilikan
pekarangan terhadap pekarangan tetangga, hak postal atau hak
mempunyai bangunan di atas milik orang lain, hak menguasai tanah

40

seperti pemilik sendiri dengan membayar sejumlah uang, hak atas hasil
tanah dalam wujud buah-buahan atau uang, dan hak menuntut di depan
hakim supaya barang-barang tak bergerak diserahkan kepada
penggugat.
Berdasarkan Pasal 509, 510, dan 511 KUH Perdata, ada dua golongan
barang-barang bergerak, yaitu:
1

Barang-barang yang bersifat bergerak dalam arti, barang-barang itu

dapat dipindahkan tempat.


Beberapa hak atas barang bergerak seperti: hak memetik hasil dan hak
memakai, hak atas uang bunga yang harus dibayar selama hidup
seorang, hak menuntut di depan hakim supaya uang tunai atau barang
bergerak diserahkan kepada penggugat, saham-saham dari perseroan
dagang, tanda-tanda pinjaman suatu Negara, baik Negara sendiri
maupun Negara asing.

Setelah syarat-syarat telah dipenuhi oleh kedua belah pihak maka


perjanjian sewa menyewa dapat dilaksanakan. Konsekuensi dari perjanjian
tersebut menimbulkan hak dan kewajiban bagi masing-masing pihak, baik pihak
penyewa maupun pihak yang menyewakan. Hak dan kewajiban itu harus
dilaksanakan oleh masing-masing pihak sebagai konsekuensi adanya perjanjian.
Pasal 1550 KUH Perdata mengatur mengenai kewajiban pokok pihak yang
menyewakan sedangkan Pasal 1560 KUH Perdata mengatur mengenai kewajiban
pokok pihak penyewa.
Kewajiban pihak yang menyewakan dapat ditemukan di dalam pasal 1550
KUH Perdata. Kewajiban-kewajiban tersebut, yaitu :

41

a. Menyerahkan barang yang disewakan kepada pihak yang menyewa.


b. Memelihara barang yang disewakan sedemikian rupa sehingga barang
tersebut dapat dipakai untuk keperluan yang dimaksudkan.
c. Memberikan si penyewa kenikmatan yang terteram dari pada barang
yang disewakan selama berlangsungnya sewa-menyewa.
Kewajiban pihak yang menyewakan adalah menyerahkan barang yang
disewa untuk dinikmati kegunaan barang tersebut bukan hak milik. Tentang
pemeliharaan barang yang disewakan pihak yang menyewakan barang diwajibkan
untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan atas barang yang
disewakan. Ketentuan tersebut diatur di dalam Pasal 1551 ayat (2) KUH Perdata
yang berbunyi: Ia harus selama waktu sewa menyuruh melakukan pembetulanpembetulan pada barang yang disewakan, yang perlu dilakukan kecuali
pembetulan-pembetulan yang menjadi wajibnya si penyewa.
Pasal 1552 KUH Perdata mengatur tentang cacat dari barang yang
disewakan. Pihak yang menyewakan diwajibkan untuk menanggung semua cacat
dari barang yang dapat merinangi pemakaian barang yang disewakan walaupun
sewaktu perjanjian dibuat pihak-pihak tidak mengetahui cacat tersebut. Jika cacat
tersebut mengakibatkan kerugian bagi pihak penyewa maka pihak yang
menyewakan diwajibkan untuk menganti kerugian.
Pihak yang menyewakan diwajibkan untuk menjamin tentang gangguan
atau rintangan yang menggangu penyewa menikmati obyek sewa yang disebabkan
suatu tuntutan hukum yang bersangkutan dengan hak milik atas barangnya. Hal
tersebut sesuai dengan ketentuan pasal 1556 dan 1557 KUH Perdata. Jika terjadi

42

yang demikian, maka penyewa berhak menuntut suatu pengurangan harga sewa
menurut imbangan, asalkan ganguan dan rintangan tersebut telah di beritahukan
kepada pemilik. Akan tetapi pihak yang menyewakan tidak diwajibkan untuk
menjamin sipenyewa terhadap rintangan-rintangan dalam menggunakan barang
sewa yang dilakukan oleh pihak ketiga dengan peristiwa yang tidak berkaitan
dengan tuntutan atas hak milik atas barang sewa.
Pihak yang menyewakan disamping dibebani dengan kewajiban juga
menerima hak. Hak-hak yang diperoleh pihak yang menyewakan dapat
disimpulkan dari ketentuan pasal 1548 KUH Perdata, yaitu :
a. Menerima uang sewa sesuai dengan jangka waktu yang telah
ditentukan dalam perjanjian.
b. Menegur penyewa apabila penyewa tidak menjalankan kewajibanya
dengan baik.
Pasal 1560, 1564, dan 1583 KUH Perdata menentukan bahwa pihak
penyewa memiliki kewajiban-kewajiban, yaitu :
a. Memakai barang yang disewa sesuai dengan tujuan yang diberikan
pada barang itu menurut perjanjian sewanya, atau jika tidak ada
perjanjian mengenai itu, menurut tujuan yang dipersangkakan
berhubungan dengan keadaan
b. Membayar harga sewa pada waktu-waktu yang telah ditentukan.
c. Menanggung segala kerusakan yang terjadi selama sewa-menyewa,
kecuali jika penyewa dapat membuktikan bahwa kerusakan tersebut
terjadi bukan karena kesalahan si penyewa.

43

d. Mengadakan perbaikan-perbaikan kecil dan sehari-hari sesuai dengan


isi perjanjian sewa-menyewa dan adat kebiasaan setempat.
Pihak penyewa memiliki hak, yaitu :
a.

Menerima barang yang disewa


b. Memperoleh kenikmatan yang terteram atas barang yang disewanya
selama waktu sewa.
c. Menuntut pembetulan-pembetulan atas barag yang disewa, apabila
pembetulan-pembetulan tersebut merupakan kewajiban pihak yang
menyewakan.
Adapun risiko atas musnahnya barang dibagi menjadi dua macam yaitu

musnah secara total dan musnah sebagian dari objek sewa :


1. Jika barang yang disewakan oleh penyewa itu musnah secara
keseluruhan diluar kesalahannya pada masa sewa, perjanjian sewa
menyewa itu gugur, demi hukum dan yang menanggung risiko atas
musnahnya barang tersebut adalah pihak yang menyewakan ( Pasal
1533 KUH Perdata ) artinya pihak yang menyewakan yang akan
memperbaikinya dan menanggung segala kerugian.
2. Jika barang yang disewa hanya sebagian yang musnah maka penyewa
dapat memilih menurut keadaan , akan meminta pengurangan harga
sewa atau akan meminta pembatalan perjanjian sewa menyewa ( Pasal
1553 KUH Perdata )
Pada dasarnya pihak penyewa dapat menuntut kedua hal itu, namun tidak
dapat menuntut pembayaran ganti rugi kepada pihak yang menyewakan ( Pasal
1553 KUH Perdata ).

44

Para pihak yang membuat kesepakatan dalam perjanjian sewa menyewa


dalam bentuk barang bergerak (Mobil) pada CV. Rahmat Jaya Rent Car adalah
pihak penyewa dengan pimpinan Yusmadi CV. Rahmat Jaya Rent Car.
Isi perjanjian sewa menyewa mobil di CV. Rahmat Jaya Rent Car :28
Pada Pasal 1 dalam perjanjian sewa menyewa mobil di jelaskan mengenai
identitas pihak pertama yang setuju menyewakan mobil dengan mencantumkan
data-data seperti merek/jenis mobil, warna, no. polisi, beserta identitas pihak
kedua yang tercantum didalam perjanjian sewa menyewa mobil mengenai berapa
lama penyewaan mobil beserta dengan tarif penyewaannya.
Pada Pasal 2 dalam perjanjian jika masa sewa akan berakhir dan pihak
kedua hendak memperpanjangnya, pihak kedua harus memberitahukan paling
lambat satu hari sebelum kontrak berakhir.
Pada Pasal 3 dalam perjanjian apabila pihak kedua lalai dalam hal Pasal 1
dan Pasal 2, maka pihak kedua setuju dikenakan denda sebesar 10 % dari tarif
Pasal 1 untuk setiap jam keterlambatan pengembalian kendaraan.
Pada Pasal 4 dalam perjanjian kendaraan yang disewakan kepada pihak
kedua benar-benar dalam keadaan baik dan layak jalan ( check list disetujui ) dan
bersih, maka pihak kedua berkewajiban memelihara kondisi kendaraan
sebagaimana kendaraan waktu diterima ( check list dimaksud ), dan bila dalam
masa penyewaan pihak kedua melakukan pelanggaran, mengalami kerusakan,
kehilangan, kecelakaan, maka beban yang timbul atas mobil pihak pertama
tersebut adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak kedua.
Pada Pasal 5 dalam perjanjian apabila dalam penyewaan pihak kedua
melakukan penyalahgunaan kendaraan yang melanggar hukum, maka sepenuhnya
menjadi tanggung jawab pihak kedua dan apabila dalam kasus dimaksud mobil
28 Isi perjanjian sewa menyewa mobil di CV. Rahmat Jaya Rent Car

45

disita pihak berwajib, maka pihak kedua diwajibkan membayar sewa sebesar
Pasal 1 dan membayar biaya tebus kendaraan dimaksud pasal 1.
Pada Pasal 6 dalam perjanjian apabila dalam masa penyewaan pihak kedua
membatalkan perjanjian ini, maka segala bentuk kerugian yang diakibatkan oleh
pembatalan perjanjian secara sepihak adalah menjadi tanggung jawab penuh pihak
yang membatalkan perjanjian tersebut.
Pada Pasal 7 dalam perjanjian apabila pihak kedua memakai sopir dari
pihak pertama dalam masa penyewaan pihak kedua melakukan pelanggaran,
mengalami kerusakan, kehilangan, kecelakaan, maka beban yang timbul atas
pihak pertama tersebut adalah setengah menjadi tanggung jawab pihak kedua,
setengah lagi menjadi tanggung jawab pihak pertama.
Pada Pasal 8 dalam perjanjian barang yang terlarang dalam bentuk apapun
tidak dibolehkan untuk membawanya.
Pada Pasal 9 dalam perjanjian mobil dikembalikan dalam keadaan seperti
semula ( bersih dan BBM ).
Pada Pasal 10 dalam perjanjian hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian
sewa ini akan disepakati kedua belah pihak secara musyawarah. Dan kedua belah
pihak setuju memilih tempat kedudukan hukum yaitu di Kantor Panitera
Pengadilan Negeri Pekanbaru.
B. Profil Cv. Rahmat Jaya Rent Car
Berdasarkan Akta Nomor 6 Tanggal 21 Februari 2013, CV. Rahmat Jaya
Rent Car berdiri pada Hari Kamis, Tanggal 21 Februari 2013 berdasarkan Akta
Notaris CITRA DINA di Pekanbaru, dengan pemilik bernama YUSMADI yang
bertempat tinggal di Jalan Pahlawan Kerja No.100, RT 004, RW 003, Kelurahan
Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

46

CV adalah singkatan dari bahasa belanda Commanditaire vennootschap


yang berarti perseroan komanditer.29 Dengan demikian, maka sebuah perseroan
komanditer merupakan suatu perseroan dibawah firma ( para anggotanya yang
bertanggung jawab secara berenteng ) ditambah dengan anggota-anggotanya
sebagai pelepas uang, sehingga ketentuan-ketentuan mengenai firma harus
digabungkan dengan ketentuan-ketentuan mengenai perseroan komanditer.30 Caracara pendiriannya diatur didalam Pasal 19 Kitab Undang-undang Hukum Dagang,
yaitu: Perseroan secara melepas uang yang juga dinamakan perseroan komanditer,
didirikan antara satu orang atau beberapa persero yang secara tanggung
menanggung bertanggung jawab seluruhnya pada pihak satu, dan satu orang atau
lebih sebagai pelepas uang pada pihak lain.31
Adapun dasar pemikiran dari pembentukan perseroan itu ialah seorang
atau lebih mempercayakan uang atau barang untuk digunakan didalam perniagaan
atau lain perusahaan kepada seorang lainnya atau lebih yang menjalankan
perusahaan itu sajalah yang pada umumnya berhubungan dengan pihak-pihak
ketiga. Karena itu pula sipengusaha bertanggung jawab sepenuhnya terhadap
pihak ketiga, dan tidak semua anggotannya yang bertindak keluar.32

29 R. Suryatin, Hukum Dagang, Pradnya Paramita, Jakarta, 1982, Hlm 25


30 Ibid, Hlm 25
31 R. Subekti dan R. Tjitrosudibio, Kitab Undang-Undang Hukum Dagang dan UndangUndang Kepailitan, Pradnya Paramita, Jakarta, 1982
32 CST Kansil dan Christine S.T Kansil, Loc.cit., Hlm 84

47

Bentuk perseroan ini tidak diatur secara tersendiri didalam KUHD


melainkan digabungkan bersama dengan peraturan-peraturan mengenai Perseroan
Firma.
Oleh karena itu suatu perseroan tidak merupakan badan hukum, dan oleh
karena itu para pesero tidak terbatas pertanggung jawabannya, maka mereka harus
menanggung segala hutang-piutang sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131
dan 1132 KUH Perdata.
Maksud dan tujuan perseroan ini berdasarkan akta pendiriannya adalah
sebagai berikut :33
a. Menjalankan usaha dalam bidang Automotife, meliputi antara lain :
- Menjalankan usaha dalam bidang jual beli mobil, sepeda
motor dan kendaraan bermotor lainnya, baik baru maupun
-

bekas secara tunai maupun angsuran.


Menjalankan usaha bengkel mobil, baik mobil bensin maupun

mobil solar serta bengkel las dan cat mobil.


Menjalankan usaha perdagangan suku cadang semua merk dan

jenis mobil.
- Menjalankan usaha Rental Mobil.
b. Berusaha dalam bidang pembangunan, yaitu bertindak sebagai
kontraktor, meliputi antara lain :
- Teknik,
arsitektur,
perencanaan,

pelaksanaan

dan

pemborongan serta pemeliharaan segala macam bangunan


termasuk jalan dan jembatan, konstruksi baja, irigasi, gedung
dan pabrik, pekerjaan pemerataan, penggalian, pengerukan
dan penimbunan tanah.
33 Salinan Akta Pendirian Perseroan Komenditer CV. Rahmat Jaya Rent Car, Nomor 6,
Tanggal 21 Februari 2013.

48

Pekerjaan pemasangan jaringan listrik, travo, instalasi listrik,


pembuatan sumur artesis, taman dan lapangan olah raga,

diesel, air/irigasi dan gas serta perpipaan.


Menjalankan usaha dalam bidang perencanaan/pengawasan

teknik dan design ( Interior dan Exterior ).


Dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan

dengan itu.
- Pengadaan alat-alat barang bangunan.
c. Menjalankan usaha dibidang perbengkelan, pengelasan dan konstruksi.
d. Menjalankan usaha dalam bidang Jasa antara lain Jasa Properti, Jasa
Pembukuan, Konsultasi Perpajakan, Pendidikan dan pelatihan, dan
Jasa Konsultan dibidang Manajemen, Jasa Evan Organizer.
- Pelatihan dibidang Safety, Health, dan Environment.
- Perdagangan dan Supplier peralatan pengolahan limbah dan
umum.
- Konsultan dibidang Public Reletion ( PR ).
e. Melakukan usaha dalam bidang perdagangan umum atas sebagai
macam barang yang diperbolehkan, termasuk juga perdagangan
interinsulair, impor dan ekspor baik untuk perhitungan sendiri maupun
-

atas tanggungan pihak lain secara komisi.


Melaksanakan pengadaan barang-barang pada umumnya.
- Perdagangan dan/atau penjualan Gas LPG, Oli, Minyak

pelumas.
- Perdagangan minimarket, toserba atau swalayan.
f. Menjalankan usaha sebagai supplier, leveransier,

grossier,

distributordan keagenan/perwakilan dari badan-badan usaha lain dari


dalam maupun luar negeri.
g. Menjalankan usaha dalam bidang Renl Estate yang antara lain :
- Menyelenggarakan
pendirian
gedung-gedung

baru

pembanguan perumahan dan kawasan industri, rehabilitasi


gedung-gedung baru, rehabilitasi gedung-gedung yang sudah

49

ada, menguasai dan melakukan penjualan baik secara


komisioner maupun penjualan langsung serta sewa-menyewa
gedung dan hak atas tanah, penjualan tanah kavlingan.
h. Menjalankan usaha dalam bidang perencanaan, pembangunan,
pengembangan,

dan

pemeliharaan

sistim

teknologi

informasi

komputerisasi.
i. Menjalankan usaha dibidang telekomunikasi, pengadaan alat-alat
telekomunikasi.
j. Menjalankan usaha dalam bidang perkebunan, pertanian, kehutanan,
peternakan, perikanan, pertambakan dan agribisnis.
k. Menjalankan usaha dibidang pengadaan alat-alat listrik, mesin, diesel,
electrical, mechanical dan instrument.
l. Menjalankan usaha dalam segala bidang industri.
m. Menjalankan usaha dalam bidang pengangkutan di darat, di laut, dan di
udara ( Transportasi ) pada umumnya baik untuk pengangkutan
penumpang maupun barang.
n. Menjalankan usaha dalam bidang Land clearing, pertanaman, interior,
dan exterior.
o. Menjalankan usaha laundry dan dry clean.
p. Menjalankan usaha dalam bidang konsultan teknik dalam lingkup
pekerjaan perencanaan umum, studi kelayakan, perencanaan teknik,
-

pengawasan dan penelitian dalam bidang :


Bangunan gedung.
Teknik penyehatan dan perpipaan.
Jalan, jembatan dan irigasi.
Bendungan dan waduk.
Pengeboran darat dan air.
- Pengembangan wilayah pemukiman transmigrasi, pemukiman
pedesaan, pertokoan, pariwisata dan industry serta lingkungan
hidup.

50

- Satu dan lainnya dalam arti yang seluas-luasnya.34


Berdasarkan Akta Nomor 6 Tanggal 21 Februari 2013, CV. Rahmat Jaya
Rent Car dan Perseroan ini diurus dan dipimpin oleh pesero pengurus Tuan
Yusmadi dengan jabatan Direktur, Direktur berhak dan berkuasa mewakili
perseroan dimanapun juga baik didalam maupun diluar pengadilan, mengikat
perseroan dengan pihak lain atau sebaliknya dan didalam menjalankan pekerjaan
itu ia berhak melakukan untuk dan atas nama perseroan segala tindakan pengurus
dan segala tindakan pemilikan, asal saja dalam rangka maksud dan tujuan serta
guna kepentingan perseroan.35
- Adapun bentuknya kepentingan Perseroan adalah hak Direktur akan
tetapi dengan pembatasan bahwa untuk :
a. Meminjam uang atau meminjamkan uang untuk dan atas nama
perseroan.
b. Mengikat perseroan sebagai penanggung.
c. Menjual, membeli, memperoleh, melepaskan atau memberatkan
harta milik perseroan.
d. Mengagunkan dan/atau menjaminkan dengan cara apapun harta
kekayaan perseroan.
e. Memberikan kuasa untuk dan atas nama perseroan kepada pihak

lain serta mencabut kembali surat kuasa itu.


f. Mengadakan kerjasama atas nama perseroan dengan pihak lain.
Harus mendapatkan persetujuan dari perseroan lainnya.

Pekerjaan-pekerjaan untuk mengurus dan menjalankan perseroan diatur


oleh pesero pengurus. Pesero pengurus dapat diberi gaji bulanan yang besarnya

34 Salinan Akta Pendirian Perseroan Komenditer CV. Rahmat Jaya Rent Car, Nomor 6,
Tanggal 21 Februari 2013.
35 Salinan Akta Pendirian Perseroan Komenditer CV. Rahmat Jaya Rent Car, Nomor 6,
Tanggal 21 Februari 2013

51

ditetapkan oleh para pesero bersama dan dapat diubah oleh mereka menurut
keadaan. Dalam buku-buku perseroan gaji-gaji dan pengeluaran-pengeluaran
lainnya untuk kepentingan perseroan akan dicatat sebagai ongkos perseroan.
Pesero Komanditer setiap waktu berhak melihat semua buku-buku dan
surat-surat perseroan. Memeriksa dan mengetahui keadaan kas dan barang-barang
perseroan serta memasuki halaman-halaman, gedung-gedung dan kantor-kantor
yang dipergunakan perseroan dan pesero pengurus wajib memberikan keteranganketerangan tentang perseroan yang dikehendaki perseroan komanditer.36
Buku-buku perseroan ditutup tiap-tiap tahun pada akhir bulan Desember,
untuk pertama kalinya pada akhir bulan Desember 2013 ( tahun dua ribu tiga
belas ). Selekas-lekasnya tetapi selambat-lambatnya dalam tiga bulan setelah
buku-buku perseroan ditutup oleh pesero pengurus harus dibuat neraca dan
perhitungan laba rugi dan setelah disetujui oleh para persero sebagai tanda
persetujuan itu ditanda tangani oleh mereka.
Pengesahan neraca dan perhitungan laba rugi itu membebaskan persero
pengurus dari tanggung jawabnya atas segala tindakan yang dilakukannya dalam
buku yang lampau, sepanjang tindakan-tindakan itu ternyata dalam buku
perseroan. Bilamana tentang pengesahan neraca dan perhitungan laba rugi
tersebut terdapat perselisihan antara para persero yang tidak dapat mereka
selesaikan secara musyawarah, maka masing-masing persero berhak memohon
kepada hakim yang berwajib ditempat kedudukan perseroan untuk mengangkat
tiga orang arbiter yang akan memutuskan perselisihan itu setelah member
36 Salinan Akta Pendirian Perseroan Komenditer CV. Rahmat Jaya Rent Car, Nomor 6,
Tanggal 21 Februari 2013.

52

kesempatan kepada pesero mengajukan pendapat mereka masing-masing. Para


arbiter itu berhak melihat semua buku-buku dan surat-surat perseroan serta
memberikan keputusan sebagai orang jujur dan keputusan mereka adalah
keputusan terakhir, juga mengenai biaya-biaya yang dikeluarkan perseroan.37
Keuntungan bersih perseroan tiap-tiap tahun sebagaimana ternyata dalam
perhitungan laba rugi yang telah disetujui tersebut diatas akan dibagi antara pesero
masing-masing menurut perbandingan pemasukan mereka dalam perseroan.
Sebelum keuntungan tersebut dibagi sebagaimana tersebut diatas, jika dianggap
perlu, dengan persetujuan para persero, dari keuntungan tersebut dapat dipisahkan
terlebih dahulu sebagian untuk mengadakan atau menambah dana cadangan. Dana
cadangan disediakan untuk menutup kerugian yang mengkin diderita tetapi para
persero bersama-sama dapat memutuskan untuk mempergunakan uang cadangan
itu semuanya atau sebagian untuk modal kerja atau untuk tujuan-tujuan lainnya
yang berguna bagi persero dan uang cadangan itu dianggap laba yang belum
dibagikan. Kerugian perseroan dipikul oleh para persero masing-masing juga
menurut perbandingan pemasukan mereka dalam perseroan demikian dengan
ketentuan dengan persero komanditer tidak akan memikul rugi yang melebihi
pemasukannya dalam perseroan.
Bilamana salah seorang persero meninggal dunia, perseroan tidak berakhir
tetapi perseroan diteruskan oleh para persero lainnya dengan ( para ) ahli waris
pesero yang meninggal dunia, yang dalam perseroan ini harus diwakili oleh salah
seorang dari mereka atau seorang kuasa, kecuali jika ( para ) ahli waris itu
37 Salinan Akta Pendirian Perseroan Komenditer CV. Rahmat Jaya Rent Car, Nomor 6,
Tanggal 21 Februari 2013.

53

menyatakan bahwa mereka tidak menghendaki meneruskan sebagai peseroperseroan.


Bilamana seorang persero mengundurkan diri dan keluar dari perseroan
maka menurut ketentuan yang ditetapkan dalam pasal 11 atau bila mana salah
seorang persero meninggal dunia dan ( para ) ahli waris sebagaimana tersebut
pada pasal 11 tersebut tidak menghendaki meneruskan perseroan maka perseroan
berakhir. Bilamana salah seorang persero tersebut telah dianggap mengundurkan
diri dan keluar dari perseroan satu hari sebelum peristiwa itu terjadi.
Dalam hal-hal tersebut diatas, maka perusahaan perseroan boleh
diteruskan oleh para persero lainnya dengan nama yang sama dengan mengambil
over kekayaan dan beban-beban perseroan dan dengan kewajiban membayar
dengan uang tunai kepada pesero yang mengundurkan diri dan keluar tersebut
atau kepada ( para ) ahli waris pesero yang meninggal dunia atau kepada wakil
menurut hukum dan pesero yang dinyatakan pailit atau ditaruh dibawah
pengampuan itu dalam waktu tiga bulan sesudah sebagian pesero yang
bersangkutan dalam perseroan, baik karena pemasukannya dalam modal perseroan
maupun karena laba yang belum dibagi atau karena apapun juga. Perhitungan
bagian itu harus berdasarkan atas angka-angka dan daftar perhitungan yang dibuat
pada hari perseroan terakhir.38

38 Salinan Akta Pendirian Perseroan Komenditer CV. Rahmat Jaya Rent Car, Nomor 6,
Tanggal 21 Februari 2013.

54

Masing-masing

pesero

hanya

di

perolehkan

melepaskan

atau

mengendalikan bagiannya dalam perseroan bilamana disetujui oleh pesero


lainnya. Perjanjian-perjanjian yang bertentangan dengan ketentuan yang
ditetapkan ayat pertama pasal ini tidak berlaku terhadap perseroan.
Hal-hal yang tidak diatur atau belum sempurna diatur dalam akta ini akan
diputuskan oleh para persero dengan persetujuan bersama.39

BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

39 Salinan Akta Pendirian Perseroan Komenditer CV. Rahmat Jaya Rent Car, Nomor 6,
Tanggal 21 Februari 2013.

55

A. Pelaksanaan Hak Dan Kewajiban Dalam Perjanjian Sewa Menyewa


Mobil Pada Rahmat Jaya Rent Car
Di dalam Pasal 1319 KUH Perdata, perjanjian dibedakan menjadi dua
macam, yaitu perjanjian bernama dengan perjanjian tidak bernama. Perjanjian
bernama itu merupakan perjanjian yang bersifat khusus yaitu seperti sewa
menyewa, perjanjian jual beli, tukar menukar, persekutuan, perkumpulan, hibah,
penitipan barang, pinjam pakai, bunga tetap dan abadi, untung untungan,
pemberian kuasa, penanggung utang, dan perdamaian. Sedangkan perjanjian tidak
bernama merupakan perjanjian yang timbul, tumbuh, hidup dan berkembang
dalam masyarakat. Perjanjian bernama maupun tidak bernama tunduk pada Buku
III KUH Perdata. Maksud pembedaan dalam Pasal 1319 KUH Perdata adalah
bahwa ada perjanjian yang tidak dikuasai oleh ajaran umum sebagaimana terdapat
dalam titel-titel I, II, dan IV. Pasal 1319 KUH Perdata tidak lupa menyebutkan
titel IV, melainkan juga diatur oleh ketentuan-ketentuan khusus yang tunduk untuk
sebagian yang menyimpang dari ketentuan umum tadi, terutama yang
dimaksudkan adalah isi dari titel V sampai dengan XVIII. Ketentuan-ketentuan
dalam titel ini, yang dalam praktik lazim disebut dengan perjanjian khusus atau
perjanjian bernama.40
Sebelum diuraikan hak dan kewajiban para pihak dalam pelaksanaan sewa
menyewa pada CV. Rahmat Jaya Rent Car pada tahun 2013, Penulis memaparkan
terlebih dahulu data penyewa yang menyewa mobil di CV. Rahmat Jaya Rent Car.
Menurut pemilik CV. Rahmat Jaya Rent Car yaitu Bapak Yusmadi, didalam
perjanjian sewa menyewa mobil kebanyakan dilakukan dari golongan pribadi
40 Salim, op.cit., Hlm 47

56

yang menggunakan mobil rental untuk urusan keperluan keluarga, seperti liburan
hari-hari besar keagamaan, liburan anak sekolah dan lain sebagainya, sementara
dari golongan perusahaan tidak begitu banyak karena perusahaan pada umumnya
telah memiliki mobil operasional kantornya sendiri dan jika dari golongan
perusahaan tidak memiliki mobil oprasional dapat merental mobil dengan
melakukan perjanjian sewa menyewa mobil dengan CV. Rahmat Jaya Rent Car
yang dapat dilakukan dalam hitungan hari, minggu, bulanan dan drop luar kota
tergantung si penyewa mobil.41
Berdasarkan Pasal 1548 KUH Perdata, yang dimaksud sewa menyewa
adalah suatu persetujuan, dengan mana pihak yang satu mengikatkan diri untuk
memberikan kenikmatan suatu barang kepada pihak yang lain selama waktu
tertentu, dengan pembayaran suatu harga yang disanggupi oleh pihak tersebut
terakhir itu. Orang dapat menyewakan berbagai jenis barang, baik yang tetap
maupun yang bergerak.
Menurut Yahya Harahap perjanjian ( verbintennis ) mengandung
pengertian suatu hubungan hukum kekayaan harta benda antara dua orang atau
lebih, yang memberikan kekuatan hak pada suatu pihak untuk memperoleh
prestasi dan sekaligus mewajibkan pada pihak lain untuk melakukan prestasi.42

41 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada
tanggal 26 Agustus 2013 pada pukul 16.00 Wib
42 Yahya Harahap, Segi-Segi Hukum Perjanjian, Cet. II, Alumni, Bandung, 1986, Hlm
60

57

Adapun perbedaan antara mobil yang disewa oleh pribadi dan perusahaan
menurut pemilik CV. Rahmat Jaya Rent Car yaitu Bapak Yusmadi adalah :43
1 Perjanjian sewa menyewa mobil di CV. Rahmat Jaya Rent Car ini
penyewa kebanyakan berasal dari golongan pribadi sedangkan dari
golongan perusahaan tidak begitu banyak, namun dalam penyewaan
mobil di CV. Rahmat Jaya Rent Car ini dilakukan secara tertulis yaitu
dalam perjanjian sewa menyewa mobil baik yang dilakukan dalam
hitungan hari, minggu, bulanan dan drop luar kota tergantung si
2

penyewa mobil.
Perjanjian sewa menyewa mobil di CV. Rahmat Jaya Rent Car dari
golongan pribadi biasanya dilakukan dengan cara survei terlebih
dahulu oleh pihak rental karena dalam hal ini jika penyewa merupakan
pelanggan baru dan jika penyewa yang sudah lama tidak disurvei lagi
karena pihak rental sudah mengetahui identitas atau tempat tinggal
penyewa lama, sedangkan penyewa dari golongan perusahaan hal
tersebut sangat jarang dilakukan karena pihak rental sudah mengetahui
dimana alamat perusahaan yang akan menyewa mobil secara jelas.

Badan hukum adalah Organisasi, perkumpulan atau paguyuban lainnya


dimana pendiriannya dengan Acte Autentik dan oleh hukum diperlakukannya
sebagai personal atau sebagai Orang, badan Hukum memiliki hak dan kewajiban
dapat dituntut dan atau dapat menuntut dimuka pengadilan dan dapat juga

43 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada
tanggal 26 Agustus 2013 pada pukul 16.10 Wib

58

memiliki kekayaan, aktifitasnya bergerak dibidang perdagangan, industri, social


dan lain-lain bidang sesuai dengan isi (sebagian) dari akte pendiriannya .44
Mengenai pertanggung jawabannya Badan Hukum ini, tidak lagi terdapat
keragu-raguan, bahwa pada suatu badan hukum dapat pula diminta pertanggung
jawaban dalam bidang kriminil. Hanya yang harus menjalani hukuman ialah
anggota pengurus, yang menjalankan pelanggaran itu. Apabila hukuman berupa
denda, dengan sendirinya harus dibayar oleh badan hukum itu dari kasnya.45
Badan Hukum ( Rechtspersoon ) dibedakan dalam 2 bentuk, yaitu :46
1 Badan hukum publik atau Publiek Rechtspersoon yaitu badan hukum
yang didirikan berdasarkan hukum pablik atau yang menyangkut
kepentingan publik atau orang bnyak atau negara umumnya. Badan
hukum ini merupakan badan-badan negara dan mempunyai kekuasaan
wilayah atau merupakan lembaga yang dibentuk oleh yang berkuasa
berdasarkan secara fungsional oleh eksekutif atau pemerintah yang
2

diberikan tugas untuk itu.


Badan hukum privat ( sipil ) atau Privaat Rechtspersoon yaitu badan
hukum yang didirikan berdasarkan hukum sipil atau perdata yang
menyangkut kepentingan pribadi orang didalam badan hukum itu.
Badan hukum itu merupakan badan swasta yang didirikan oleh pribadi
orang itu untuk tujuan tertentu yaitu mencari keuntungan, social,
pendidikan, ilmu pengetahuan, politik, kebudayaan, kesenian olahraga
dan lain-lainnya, sesuai menurut hukum yang berlaku secara sah.

44 Yan Pramadya Puspa, kamus hukum, Aneka ilmu, Jakarta, 2008, Hlm 97
45 R. Suryatin, Loc.cit., Hlm 67
46 CST Kansil dan Christine S.T Kansil, Loc.cit. 29

59

Perjanjian sewa menyewa adalah suatu perjanjian dengan mana pihak


yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainnya
kenikmatan dari suatu barang, selama waktu tertentu dengan pembayaran suatu
harga oleh pihak lainnya.47
Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik CV. Rahmat Jaya Rent Car
yaitu Bapak Yusmadi, diketahui bahwa didalam perjanjian sewa menyewa mobil
waktu sewa sering dikaitkan dengan harga sewa, dari penelitian yang dilakukan
penulis mengenai ketentuan waktu sewa adalah sebagai berikut :48
1. Waktu sewa adalah 12 jam untuk setengah hari dan 24 jam untuk satu
hari penuh penyewaan mobil.
2. Apabila penyewa menghendaki atau akan menggunakan mobil sewa
selama 1 hari atau 2 hari keatas maka waktu sewa adalah 24 jam
dikalikan berapa hari penyewa akan menyewa mobil tersebut.
3. Lamanya waktu sewa adalah kesepakatan dari para pihak, perjanjian
sewa menyewa mobil dapat dilakukan dalam hitungan hari, minggu,
bulanan dan drop luar kota tergantung si penyewa mobil.
Dalam pelaksanaanya mengenai batas waktu sewa menyewa mobil
merupakan kesepakatan bersama akan tetapi karena sesuatu hak yang sangat
penting maka sering terjadi pihak penyewa memperpanjang waktu secara sepihak,
artinya bahwa pihak penyewa memberitahukan keterlambatan pengembalian
mobil kepada pihak yang menyewakan dengan memperhitungkan harga sewanya.
Jadi penentuan waktu sewa berkaitan dengan harga sewanya.

47 Subekti, loc.cit., Hlm 39


48 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada
tanggal 26 Agustus 2013 pada pukul 16.15 Wib

60

Menurut penulis, mengenai batasan waktu sewa menyewa mobil di dalam


Undang-Undang tidak mengatur cara pengakhiran perjanjian sewa menyewa
secara tertulis dan lisan yang mempunyai batas waktu tertentu. Sebaiknya
diserahkan penghentian yang selayaknya bagi kedua belah pihak atau batas waktu
penghentiannya yang berpedoman pada perjanjian sewa menyewa mobil yang
telah dibuat sebelumnya yang dapat dilakukan dalam bentuk hitungan hari,
minggu, bulanan dan drop luar kota tergantung si penyewa mobil .
Selanjutnya dalam KUH Perdata Pasal 1579 berbunyi bahwa Pihak yang
menyewakan tidak dapat menghentikan sewanya dengan alasan hendak memakai
sendiri barang yang disewakan kecuali jika telah diperjanjikan sebaliknya .49
Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik CV. Rahmat Jaya Rent Car
yaitu Bapak Yusmadi menyatakan bahwa bentuk perjanjian yang dilakukan dalam
pelaksanaan

sewa menyewa mobil pada CV. Rahmat Jaya Rent Car yaitu

dilakukan secara tertulis karena memberikan kepastian terhadap hak dan


kewajiban para pihak dalam pelaksanaan perjanjian sewa menyewa sehingga jika
terjadi perselisihan akan membantu proses pembuktian, maka dengan itu
perjanjian sewa menyewa yang dilakukan secara tertulis dapat berakhir demi
hukum.50
Akan tetapi oleh undang-undang diadakan perbedaan antara perjanjian
sewa-menyewa secara tertulis dengan perjanjian sewa-menyewa secara lisan :
49 Subekti dan Tjitrosudibio, Kitab Undang-undang Hukum Perdata, Pradnya Paramita,
Jakarta, 2001. Hlm 334
50 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada tanggal 26
Agustus 2013 pada pukul 16.20 Wib

61

1. Perjanjian sewa-menyewa tertulis


Diatur didalam pasal 1570 KUH Perdata yang berbunyi: jika sewa dibuat
dengan tulisan, maka sewa tersebut berakhir demi hukum, apabila waktu
yang ditentukan telah lampau tanpa diperlukanya suatu pemberitahuan
untuk itu.
2. Perjanjian sewa-menyewa lisan
Diatur dalam pasal 1571 KUH Perdata yang berbunyi: jika sewa tidak
dibuat dengan tulisan, maka sewa tersebut tidak berakhir pada waktu yang
tidak ditentukan, melainkan jika pihak lain menyatakan bahwa ia hendak
menghentikan sewanya, dengan mengindahkan tenggang waktu yang
diharuskan menurut kebiasaan setempat.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik CV. Rahmat Jaya Rent Car
yaitu Bapak Yusmadi mengatakan bahwa penyewa harus meninggalkan fotocopy
KTP dalam pelaksanaan perjanjian sewa menyewa mobil di CV. Rahmat Jaya
Rent Car. Salinan KTP tersebut merupakan tanda bukti sebagai penyewa apabila
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan perjanjian sewa
menyewa, selain fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP), biasanya penyewa juga
dimintakan untuk melampirkan fotocopy Surat Izin Mengemudi (SIM), dan Kartu
Keluarga (KK). Fotocopy identitas telah kuat apabila terjadi wanprestasi oleh
penyewa bagi pelanggan baru dan sementara bagi pelanggan lama tidak diberikan
lagi karena identitas penyewa telah ada pada CV. Rahmat Jaya Rent Car pada
berkas yang lama.51
51 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada
tanggal 26 Agustus 2013 pada pukul 16.26 Wib

62

Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik CV. Rahmat Jaya Rent Car
yaitu Bapak Yusmadi mengenai hak dan kewajiban dalam perjanjian sewa
menyewa mobil antara lain sebagai berikut:52
1

Hak
a
b
c
a

Pihak yang menyewakan mempunyai hak yaitu :


Menerima fotocopy KTP/SIM/KK dari penyewa.
Menerima jaminan dari penyewa.
Menerima sewa sesuai dengan waktu yang telah diperjanjikan.
Penyewa mempunyai hak yaitu :
Menerima mobil yang disewakan.
b Menerima jaminan layak pakai terhadap mobil dari pemberi sewa
sesuai dengan perjanjian yang dibuat.

Kewajiban
Pihak yang menyewakan mempunyai kewajiban yaitu :
a Menyerahkan mobil yang disewakan kepada penyewa.
b Memberikan jaminan layak pakai terhadap mobil bagi penyewa
sesuai dengan perjanjian yang dibuat.
Pihak yang menyewa yaitu :
a
b

Memberikan fotocopy KTP/SIM/KK kepada pemberi sewa.


Memberikan jaminan kepada pemberi sewa.
c Menggunakan mobil yang disewa sesuai dengan tujuan yang

diberikan berdasarkan perjanjian.


d Membayar harga sewa pada waktu yang telah disepakati bersama.
Tahapan pelaksanaan merupakan tahapan penting dari proses perjanjian,
baik perjanjian yang dibuat secara tulisan. Pelaksanaan perjanjian sewa didalam
penelitian ini pada CV. Rahmat Jaya Rent Car dibuat untuk waktu tertentu dalam
bentuk hitungan hari, minggu, bulanan dan drop luar kota tergantung si penyewa
52 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada
tanggal 26 Agustus 2013 pada pukul 16.32 Wib

63

mobil. Untuk memberikan perlindungan hukum bagi pemberi sewa, maka


penyewa dibebankan memberikan jaminan dalam pelaksanaan sewa menyewa
tersebut.53
Suatu perjanjian memang tidak diharuskan untuk dibuat secara tertulis,
kecuali untuk perjanjian-perjanjian tertentu yang secara khusus disyaratkan
adanya formalitas ataupun perbuatan (fisik) tertentu. Berdasarkan pada Pasal 1554
KUH Perdata, pihak yang menyewakan tidak diperkenankan selama waktu sewa,
mengubah bentuk atau susunan barang yang disewakan.
Di dalam ketentuan Pasal 1338 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum
Perdata ditegaskan bahwa: Setiap perjanjian yang telah dibuat secara sah adalah
mengikat para pihak yang membuatnya sebagai undang-undang di antara
mereka. Persetujuan itu tidak dapat ditarik kembali atau dibatalkan oleh salah
satu pihak dalam perjanjian, kecuali jika hal tersebut memang dikehendaki secara
bersama oleh kedua belah pihak, atau berdasarkan alasan yang dianggap cukup
oleh undang-undang.
Menurut Pemilik CV. Rahmat Jaya Rent Car yaitu Bapak Yusmadi,
jaminan yang diberikan oleh penyewa dalam melakukan perjanjian sewa
menyewa mobil di CV. Rahmat Jaya Rent Car yang dilakukan oleh golongan
pribadi adalah seperti fotocopy KTP (Kartu Tanda Penduduk), fotocopy SIM
(Surat Izin Mengemudi), fotocopy KK (Kartu Keluarga), dan fotocopy KTM
(Kartu Tanda Mahasiswa) bila penyewaan mobil di CV. Rahmat Jaya Rent Car
dilakukan oleh mahasiswa. Sedangkan penyewaan mobil dari golongan
perusahaan harus memberikan jaminan dalam bentuk identitas perusahaan secara
53 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada
tanggal 26 Agustus 2013 pada pukul 16.40 Wib

64

lengkap dan terperinci baik itu berupa nama perusahaan, pemilik perusahaan,
alamat perusahaan, serta fotocopy akta pendirian perusahaan itu.54
Hukum jaminan adalah menjamin dipenuhinya kewajiban yang dapat
dinilai dengan uang yang timbul dari suatu perikatan hukum. Oleh karena itu
hukum jaminan erat sekali dengan hukum benda.55
Ruang lingkup kajian hukum jaminan meliputi jaminan umum dan
jaminan khusus. Jaminan khusus dibagi menjadi 2 macam yaitu jaminan
kebendaan dan jaminan perorangan. Jaminan kebendaan dibagi menjadi jaminan
benda bergerak dan tidak bergerak.56
Jaminan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:57
1 Jaminan materiil (jaminan kebendaan), yaitu jaminan kebendaan
dalam arti memberikan hak mendahului di atas benda-benda
tertentu dan mempunyai sifat melekat dan mengikuti benda yang
2

bersangkutan.
Jaminan imateriil

(jaminan

perorangan),

yaitu

jaminan

perorangan tidak memberikan hak mendahului atas benda-benda


tertentu, tetapi hanya dijamin oleh harta kekayaan seseorang
lewat orang yang menjamin pemenuhan perikatan yang
bersangkutan.

54 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada
tanggal 26 Agustus 2013 pada pukul 16.45 Wib
55 Salim HS, Perkembangan Hukum Jaminan di Indonesia, PT. Raja Grafindo Persada,
Jakarta, 2008, Hlm 22
56 Ibid., Hlm 8
57 Ibid., Hlm 23

65

Adapun menurut pemilik CV. Rahmat Jaya Rent Car yaitu Bapak Yusmadi
kegunaan jaminan bagi pihak yang menyewakan adalah :
a. Memberikan hak dan kewajiban bagi pihak yang menyewakan
untuk mendapatkan pemenuhan janji dari pihak penyewa apabila
terjadi wanprestasi dalam perjanjian sewa menyewa mobil.
b. Memberikan dorongan kepada pihak penyewa untuk
mengembalikan mobil yang disewa sesuai dengan perjanjian
yang telah ditentukan.
c. Untuk mengantisipasi itikad yang tidak baik dari pihak
penyewa.58
Pemilik CV. Rahmat Jaya Rent Car yaitu Bapak Yusmadi menyatakan
mengenai sistim sewa menyewa mobil dengan supir terdapat perbedaan tarif
antara penyewaan mobil menggunakan sopir atau tidak. Jika penyewa tidak
menggunakan sopir maka penyewa tidak harus membayar jasa sopir hanya
membayar uang sewa mobil saja dan bila penyewaan mobil menggunakan sopir
maka tarif dalam penyewaan mobil menjadi naik karena harus membayar jasa
sopir sebesar Rp 500.000,00 per hari tergantung penyewa ingin menggunakan jasa
sewa menyewa mobil menggunakan sopir dan dalam pelaksanaan mengenai sewa
menyewa mobil dengan supir di CV. Rahmat Jaya Rent car banyak memiliki
keuntungan yaitu sopir mobil rental bisa berfungsi sebagai tour guide yang dapat
memandu perjalanan, tidak tersesat dan kehilangan arah karena mereka sudah
hafal jalan-jalan yang ingin dituju.59
Pemilik CV. Rahmat Jaya Rent Car yaitu Bapak Yusmadi menyatakan
dalam penyewaan kendaraan yang disewakan kepada penyewa harus benar-benar
58 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada
tanggal 26 Agustus 2013 pada pukul 16.50 Wib

66

dalam keadaan baik dan layak jalan yaitu dengan melakukan pengecekan kondisi
mesin mobil, kelistrikan biasanya menggunakan alat bantu volt meter untuk
mengecek sumber listrik baik alternator maupun aki, mengecek lampu, air
conditioner (AC), ban serta kesetabilan mobil yang dilakukan secara berkala dan
penyewa berkewajiban memelihara kondisi kendaraan sebagaimana kendaraan
sewaktu diterima oleh penyawa sesuai dalam perjanjian sewa menyewa mobil
yang telah ditentukan sebelumnya.60
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan penyewa pada CV.
Rahmat Jaya Rent Car yaitu Bapak Yusmadi, penyewa harus memenuhi syaratsyarat yang telah di tentukan sebagaimana mestinya sesuai dalam isi perjanjian
sewa menyewa mobil yang telah ditentukan sebelumnya oleh pihak CV. Rahmat
Jaya Rent Car yaitu yusmadi selaku pemilik rental mobil.61
Menurut penulis, dalam melakukan perjanjian sewa menyewa mobil
penyewa harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan dalam perjanjian
sewa menyewa sebelumnya untuk mengantisipasi jika penyewa melakukan
wanprestasi atau ingkar janji yang dapat merugikan pihak yang menyewakan.
Menurut pemilik CV. Rahmat Jaya Rent Car yaitu Bapak Yusmadi ada
perbedaan tarif antara jenis atau merek mobil yang akan disewa oleh penyewa
yaitu dalam bentuk hitungan hari, minggu, bulanan dan drop luar kota tergantung
si penyewa mobil.
59 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada
tanggal 26 Agustus 2013 pada pukul 17.10 Wib
60 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada
tanggal 26 Agustus 2013 pada pukul 17.20 Wib
61 Hasil wawancara dengan penyewa CV. Rahmat Jaya Rent Car

67

Daftar harga sewa mobil di CV. Rahmat Jaya Rent Car yaitu :62
A. MEREK TOYOTA :
1. Toyota Avanza
2. Toyota New Avanza Veloz
3. Toyota Rush
4. Toyota Fortuner
5. Toyota Yaris
6. Toyota Vios
7. Kijang innova
B. MEREK HONDA :

Rp. 250.000,RP. 300.000,Rp. 300.000,Rp. 400.000,Rp. 350.000,Rp. 350.000,Rp. 400.000,-

1. Honda Jazz
2. Honda Freed
C. MEREK DAIHATSU :

Rp. 350.000,Rp. 350.000,-

1. Daihatsu Terios
2. Daihatsu Xenia
3. Daihatsu Xenia Sporty
4. Daihatsu Luxsio
D. MEREK MITSUBISHI :

Rp. 300.000,Rp. 250.000,Rp. 300.000,Rp. 300.000,-

1. Mitsubishi Strada Double Cabin


2. Mitsubishi Strada Triton double Cabin

Rp. 750.000,Rp. 750.000,-

E. MEREK SUZUKI :
1.

Suzuki Ekstilo

Rp. 300.000,-

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan penyewa pada CV.


Rahmat Jaya Rent Car, ada perbedaan tarif antara jenis atau merek mobil yang
akan disewa sesuai dengan keinginan penyewa, perjanjian sewa menyewa mobil
dapat dilakukan dalam bentuk hitungan hari, minggu, bulanan dan drop luar kota
tergantung si penyewa.63

62 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada
tanggal 26 Agustus 2013 pada pukul 17.28 Wib
63 Hasil wawancara dengan penyewa CV. Rahmat Jaya Rent Car

68

Menurut penulis, dalam penetapan harga sewa telah di tetapkan pihak yang
menyewakan berdasarkan merek atau jenis mobil serta harga sewa mobil yang
akan di sewa oleh penyewa yang telah ditentukan oleh pihak yang menyewakan
mobil.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik CV. Rahmat Jaya Rent Car
yaitu Bapak Yusmadi didalam perjanjian sewa menyewa mobil dalam pembayaran
uang sewa dilakukan sesuai dengan kesepakatan yaitu membayar uang sewa
dimuka sebelum mobil di gunakan dan melihat merek atau jenis mobil yang ingin
disewa tergantung berapa hari akan merental mobil.64
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan penyewa pada CV.
Rahmat Jaya Rent Car, dalam sistem pembayaran sewa menyewa mobil dilakukan
dengan cara uang sewa dibayarkan sebesar 100% kepada pemberi sewa sebelum
mobil digunakan oleh penyewa.65
Menurut penulis, uang sewa yang dibayarkan 100% kepada pemberi sewa
sebelum mobil digunakan oleh penyewa merupakan salah satu bentuk pelayanan
yang diberikan oleh CV. Rahmat Jaya Rent Car kepada penyewa untuk
menghindarkan perbuatan wanprestasi yang dapat dilakukan oleh penyewa.
Yang dimaksud dengan pembayaran yaitu setiap tindakan pemenuhan
prestasi walau bagaimanapun sifat dari prestasi itu. Dengan terjadinya
pembayaran tersebut, maka terlaksanalah perjanjian kedua belah pihak. Sudah

64 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada
tanggal 26 Agustus 2013 pada pukul 17.35 Wib
65 Hasil wawancara dengan penyewa CV. Rahmat Jaya Rent Car

69

tentu pihak yang wajib melaksanakan pembayaran adalah Debitur. Sesuai dengan
Pasal 1382 KUH Perdata.66
Menurut Pasal 1382 KUH Perdata menyatakan bahwa : Tiap-tiap
perikatan dapat dipenuhi oleh siapa saja yang berkepentingan, seperti orang yang
turut berutang atau seorang penanggung hutang. Suatu perikatan bahkan dapat
dipenuhi juga oleh seorang pihak ketiga, yang tidak mempunyai kepentingan, asal
saja orang pihak ketiga itu bertindak atas nama dan untuk melunasi hutangnya si
berutang atau jika ia bertindak atas namanya sendiri, asal ia tidak menggantikan
hak-hak siberpiutang.67
Menurut penulis, risiko dalam menjalankan bisnis rental mobil merupakan
suatu hal sangat penting yang harus dipahami oleh pemberi sewa, sedangkan
penyewa yang meminjam mobil harus memahami juga risiko yang harus
ditanggungnya, yaitu hal-hal yang berhubungan langsung dengan pelaksanaan
sewa menyewa. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sistem rental dengan
melakukan survei kerumah penyewa harus ditingkatkan demi kepastian terhadap
pemberi sewa apabila terjadi wanprestasi dari penyewa mobil.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan pemilik CV. Rahmat
Jaya Rent Car yaitu Bapak Yusmadi, yang bertanggung jawab menanggung risiko

66 Abd Thalib dan Admiral, op. cit., Hlm 184


67 Subekti dan Tjitrosudibio, Kitab Undang-undang Hukum Perdata, Pradnya Paramita,
Jakarta, 2001. Hlm 350

70

apabila terjadi kerusakan mobil pada saat berlakunya waktu sewa adalah
penyewa.68
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan penyewa pada CV.
Rahmat Jaya Rent Car, penyewa bertanggung jawaban apabila terjadi kerusakan
pada mobil pada saat berlakunya waktu sewa maka yang bertanggung jawab
(menanggung risiko) tersebut adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab
penyewa yang sesuai dengan isi perjanjian sewa menyewa mobil di CV. Rahmat
Jaya Rent Car yang telah disepakati antara kedua belah pihak sebelumnya.69
Menurut Subekti, resiko berarti kewajiban untuk memikul kerugian jikalau
ada suatu kejadian diluar kesalahan salah satu pihak yang menimpa benda yang
dimaksudkan dalam perjanjian.70
Pasal 1237 KUH Perdata menyatakan bahwa, dalam hal adanya perikatan
untuk memberikan suatu kebendaan tertentu, kebendaan itu semenjak perikatan
dilahirkan adalah atas tanggungan si berpiutang. Jika si berutang lalai akan
menyerahkannya,

maka

semenjak

saat

kelalaian,

kebendaan

adalah

tanggungannya.

68 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Bapak Yusmadi, pada
Tanggal 26 Agustus 2013 pada Pukul 17.45 Wib
69 Hasil wawancara dengan penyewa CV. Rahmat Jaya Rent Car
70 Subekti, Pokok-Pokok Hukum Perdata, PT.Intermasa, Jakarta, 2001, Hlm 144

71

Maksud pasal tersebut adalah suatu perjanjian yang meletakkan kewajiban


hanya pada satu pihak saja. Tetapi ada kalanya risiko dalam perjanjian diletakkan
pada kedua belah pihak, yaitu yang dinamakan perjanjian timbal balik.71
Jika perjanjian sewa menyewa sedang berlangsung, apabila terjadi keadaan
di luar kesalahan kedua belah pihak yang tersangkut pada perjanjian perlu
diadakan pertimbangan-pertimbangan untuk menentukan pihak mana yang harus
menanggung risiko terhadap barang yang disewakan.
Adapun risiko atas musnahnya barang dibagi menjadi dua macam yaitu
musnah secara total dan musnah sebagian dari objek sewa :
1. Jika barang yang disewakan oleh penyewa itu musnah secara
keseluruhan diluar kesalahannya pada masa sewa, perjanjian sewa
menyewa itu gugur, demi hukum dan yang menanggung risiko atas
musnahnya barang tersebut adalah pihak yang menyewakan ( Pasal
1533 KUH Perdata ) artinya pihak yang menyewakan yang akan
memperbaikinya dan menanggung segala kerugian.
2. Jika barang yang disewa hanya sebagian yang musnah maka penyewa
dapat memilih menurut keadaan , akan meminta pengurangan harga
sewa atau akan meminta pembatalan perjanjian sewa menyewa ( Pasal
1553 KUH Perdata )
Pada dasarnya pihak penyewa dapat menuntut kedua hal itu, namun tidak
dapat menuntut pembayaran ganti rugi kepada pihak yang menyewakan ( Pasal
1553 KUH Perdata ).72

71 Ibid., Hlm 145


72 Salim, op.cit., Hlm 62

72

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan penyewa pada CV.


Rahmat Jaya Rent Car, biaya kerusakan terhadap mobil biasanya bila kerusakan
dalam tingkatan ringan, seperti adanya goresan pada mobil, maka pemilik sewa
tidak akan memintakan pertanggung jawaban kepada penyewa, tetapi apabila
kerusakan diatas Rp. 1.000.000,00-, maka tanggung jawab atas kerusakan
kendaraan ditanggung oleh penyewa sesuai dengan perjanjian yang telah
disepakati.73
Menurut penulis, kerusakan mobil pada saat waktu sewa berlangsung
tentunya sangat merugikan kedua belah pihak, bagi penyewa akan menderita
kerugian berupa tujuan dari penyewaan mobil tidak tercapai, sedangkan bagi
pemberi sewa adalah kerugian dari segi materi, yaitu biaya kerusakan mobil.
Kerusakan mobil dapat dibagi atas dua jenis, yaitu kerusakan ringan, dan berat.
Dalam kerusakan berat, dapat diartikan mobil mengalami kecelakaan.
Pihak yang bertanggung jawab ketika mobil yang disewakan melanggar
hukum berdasarkan wawancara dengan Pemilik CV. Rahmat Jaya Rent Car yaitu
Bapak Yusmadi harus ditanggung oleh penyewa dengan prosedur yang telah
ditetapkan, pengurusan terhadap mobil di kantor polisi di urus oleh pemberi sewa,
dari pengurusan tersebut, biaya-biaya yang dikeluarkan dibebankan kepada
penyewa/keluarga penyewa.74

73 Hasil wawancara dengan penyewa CV. Rahmat Jaya Rent Car


74 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada
tanggal 26 Agustus 2013 pada pukul 17.55 Wib

73

Berdasarkan Pasal 1139 BW, uang sewa barang tetap, biaya perbaikan
yang menjadi kewajiban penyewa serta segala sesuatu yang berhubungan dengan
pemenuhan perjanjian sewa menyewa itu termasuk salah satu piutang-piutang
yang didahulukan atas barang-barang tertentu.
Hak dapat ditinjau dari beberapa segi, yaitu dari segi eksistendi hak itu
sendiri, dari segi keterkaitan hak itu dalam kehidupan bernegara dan dari segi
keterkaitan hak itu dalam kehidupan bermasyarakat. Dilihat dari segi keterkaitan
antara hak itu dan kehidupan bermasyarakat, terdapat hak-hak privat yang terdiri
dari hak-hak absolut dan hak-hak relatif.75
Perbedaan antara hak-hak absolut dan hak-hak relatif, yaitu:
1

Hak absolut dapat diberlakukan kepada setiap orang sedangkan hak


relatif hanya berlaku untuk seseorang tertentu. Dengan adanya hak

relatif, pihak ketiga harus menghormati hubungan hukum yang ada.


Hak-hak absolut memungkinkan pemegangnya untuk melaksanakan
apa yang menjadi substansi haknya melalui hubungan dengan orang
lain. Sisi balik dari hak absolut ini adalah orang lain tidak boleh
melakukan pelanggaran atas kesempatan yang dimiliki oleh
pemegang hak tersebut. Sedangkan hak relatif menciptakan tuntutan
kepada orang lain untuk memberikan sesuatu, melakukan sesuatu atau
tidak melakukan sesuatu. Sisi balik hak relatif adalah kewajiban orang
lain untuk memberikan sesuatu, melakukan sesuatu, atau tidak
melakukan sesuatu.

75 Peter Mahmud Marzuki, Pengantar Ilmu Hukum, Prenada Media Group, Jakarta,
2009, Hlm 185

74

Objek hak-hak absolut pada umumnya benda, sedangkan objek hak


relatif adalah prestasi, yaitu memberikan sesuatu, melakukan suatu,
atau tidak melakukan sesuatu. Akan tetapi pada masa sekarang, yang
dikategorikan sebagai benda bukan hanya barang berwujud,
melainkan barang tidak berwujud, seperti hak kekayaan intelektual.76

B. Penyelesaian sengketa terhadap wanprestasi oleh penyewa dalam


pelaksanaan sewa menyewa mobil pada CV. Rahmat Jaya Rent Car
Salah satu bentuk wanprestasi oleh penyewa yang pertama bernama Agung
Surya diduga tidak memiliki itikad baik, adalah penyewa menyewa mobil untuk
pemakaian selama 2 (dua) hari dengan membayar uang sewa dimuka, tetapi mobil
yang disewa baru dikembalikan setelah 10 (sepuluh) hari setelah digunakan oleh
penyewa dan sisa uang sewa untuk 10 (sepuluh) hari yang belum dibayar itu
susah untuk ditagih dan si penyewa ternyata memindah tangankan hak sewa
kepada pihak lain yang tidak tercantum di dalam isi perjanjian sewa menyewa
mobil tanpa sepengetahuan pemilik mobil rental dan wanprestasi sewa menyewa
mobil yang dilakukan penyewa yang kedua bernama Bapak Harlanto, pihak CV.
Rahmat Jaya Rent Car mengalami kerugian yg sangat besar karena penyewa
mobil mengalami kecelakaan dan mobil rental tidak dapat disewakan pada pihak
lain.77
Wanprestasi adalah tidak memenuhi atau lalai melaksanakan kewajiban
sebagaimana yang ditentukan dalam perjanjian yang dibuat antara kreditur dengan

76 Ibid., Hlm 200


77 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada
tanggal 26 Agustus 2013 pada pukul 18.05 Wib

75

debitur. Di dalam penelitian ini berarti kelalaian dilakukan oleh pihak debitur
(penyewa) dalam pelaksanaan perjanjian sewa menyewa mobil dengan pihak
kreditur (pihak yang menyewakan).
Menurut pasal 1239 KUH Perdata mengatur bahwa : Tiap perikatan
untuk berbuat sesuatu, atau tidak berbuat sesuatu, apabila si berutang tidak
memenuhi kewajibannya, mendapatkan penyelesaiannya dalam kewajiban
memberikan penggantian biaya, rugi dan bunga .
Tindakan wanprestasi dari pihak penyewa pada hakikatnya tidak pernah
diinginkan oleh pemberi sewa, tetapi hal tersebut telah menjadi resiko tersendiri
bagi pelaku usaha.
Beberapa contoh wanprestasi yang tidak dapat dimintakan ganti rugi
kepada penyewa berdasarkan pendapat pribadi penulis adalah mobil yang disewa
menabrak orang dan orang yang ditabrak tersebut meninggal dunia, atau
membawa narkoba didalam mobil.
Mobil yang disewa oleh penyewa jika dijadikan barang bukti di Kantor
Polisi. Berdasarkan perjanjian sewa menyewa mobil di CV. Rahmat Jaya Rent Car
yang telah dilakukan antara penyewa dengan pemberi sewa, maka penyewa
berkewajiban membayar segala biaya yang dibutuhkan yang ditimbulkan atas
perkara tersebut dan juga menanggung segala biaya yang berhubungan dengan
kerusakan dan biaya administrasi mobil di Kantor Polisi. Namun dalam
kenyataannya pihak CV. Rahmat Jaya Rent Car menyelesaikan persoalan ini
secara kekeluargaan/musyawarah.78
Menurut penulis, bagi perusahaan rental mobil besar, tindakan wanprestasi
dari beberapa penyewa mungkin saja tidak berdampak buruk bagi kelangsungan
78 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada
tanggal 26 Agustus 2013 pada pukul 18.07 Wib

76

perusahaan, tetapi bagi perusahaan kecil, yang umumnya hanya memiliki 40%
dari total mobil yang disewakan tentunya menuntut pemberi sewa untuk lebih
selektif dalam memberikan sewa. Hal ini membawa dampak perusahaan kecil
tidak dapat bertahan lama dalam bisnis rental mobil, terlebih lagi apabila mobil
yang disewakan masih dalam status kredit dan persaingan usaha yang menuntut
pelaku usaha seolah-olah tidak diperbolehkan berlama-lama memutuskan
menyewakan atau menolak sewa.
Bentuk penyelesaian sengketa bagi penyewa yang wanprestasi dalam hal
tidak mengembalikan pada waktu yang telah ditentukan menurut pimpinan CV.
Rahmat Jaya Rent Car yaitu Bapak Yusmadi adalah:79
1 Waktu sewa adalah 12 jam untuk setengah hari dan 24 jam untuk satu
2

hari penuh penyewaan mobil.


Apabila penyewa menghendaki atau akan menggunakan mobil sewa
selama 1 hari atau 2 hari keatas maka waktu sewa adalah 24 jam

dikalikan berapa hari penyewa akan menyewa mobil tersebut.


Lamanya waktu sewa adalah kesepakatan dari para pihak, perjanjian
sewa menyewa mobil dapat dilakukan dalam hitungan hari, minggu,

bulanan dan drop luar kota tergantung si penyewa mobil.


Bentuk penyelesaian sengketa bagi penyewa yang mengalami wanprestasi
dilakukan secara kekeluargaan atau non litigasi yaitu penyelesaiaan perkara diluar
pengadilan dengan mengedepankan rasa kebersamaan dan kekeluargaan antara
penyewa dan pemberi sewa.80 bagi penyewa yang wanprestasi dalam hal mobil

79 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada
tanggal 26 Agustus 2013 pada pukul 18.09 Wib
80 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada
tanggal 26 Agustus 2013 pada pukul 18.10 Wib

77

mengalami kerusakan akibat kecelakaan menurut pimpinan CV. Rahmat Jaya


Rent Car yaitu Bapak Yusmadi adalah kendaraan/mobil dimasukkan ke bengkel
atas inisiatif pemberi sewa, penyewa dimintakan pertanggungjawaban berupa
pembayaran uang sewa selama mobil berada di bengkel, karena biaya kerusakan
mobil telah ditanggung terlebih dahulu oleh pihak asuransi, atau dengan cara
biaya pengurusan ditanggung terlebih dahulu oleh pemberi sewa, setelah
pengurusan selesai maka diadakan negosiasi antara pemberi sewa dan penyewa,
sehingga dapat saja dimungkinkan biaya pengurusan ditanggung bersama antara
penyewa dan pemberi sewa.81
Permasalahan hukum didalam pelaksanaan perjanjian harus diselesaikan
oleh para pihak yang membuatnya dengan mengedepankan rasa keadilan, yaitu
memberikan solusi yang bijak dalam setiap permasalahan yang terjadi.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik CV. Rahmat Jaya Rent Car
yaitu Bapak Yusmadi dalam hal penyelesaian sengketa terhadap wanprestasi oleh
penyewa dlakukan secara kekeluargaan atau dilakukan secara non litigasi, yaitu
penyelesaian perkara diluar pengadilan dengan mengedepankan rasa kebersamaan
dan kekeluargaan antara pihak penyewa dengan pihak yang menyewakan.82
Menurut penulis, Penyelesaian sengketa yang dapat diselesaikan diluar
pengadilan bersifat terbatas dalam arti, hanya dapat digunakan untuk bidang
hukum tertentu, yakni dibidang keperdataan, hal ini disebabkan oleh sifat dari
hukum perdata itu sendiri, yakni menyangkut hubungan hukum antara manusia
81 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada
tanggal 26 Agustus 2013 pada pukul 18.13
82 Hasil Wawancara dengan Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car, Yusmadi, pada
tanggal 26 Agustus 2013 pada pukul 18.17

78

yang satu dengan manusia yang lainnya sehingga tidak terdapat unsur publik.
Oleh karena itu, apabila terjadi peristiwa hukum yang dapat menimbulkan
kerugian yang hanya dialami oleh para pihak dan tidak memberikan dampak yang
merugikan bagi masyarakat, tidak diperlukan campur tangan negara dalam
penyelesaian sengketa tersebut.
Dikutip dari Jurnal Mahkamah :83
Penyelesaian sengketa secara litigasi adalah suatu penyelesaian sengketa yang
dilakukan dengan pengadilan, sedangkan penyelesaian sengketa melalui non
litigasi adalah penyelesaian sengketa yang dilakukan diluar pengadilan. Masingmasing penyelesaian sengketa tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan
sebagi berikut :
1. Penyelesaian sengketa melalui litigasi dapat dikatakan sebagai
penyelesaian sengketa yang memaksa salah satu pihak untuk
menyelesaikan sengketa dengan perantaraan pengadilan, sedangkan
penyelesaian sengketa melalui non litigasi dilakukan berdasarkan pada
kehendak dan itikad baik dari para pihak untuk menyelesaikan
sengketa.
2. Penyelesaian sengketa melalui litigasi memiliki sifat esekutorial dalam
arti pelaksanaan terhadap putusan dapat dipaksakan oleh lembaga yang
berwenang.

Sedangkan

dalam

penyelesaian

sengketa

melalui

nonlitigasi tidak dapat dipaksakan pelaksanaannya sebab tergantung


pada kehendak dan itikad baik dari para pihak.
83 Bintoro, Budaya Musyawarah Untuk Menyelesaikan Sengketa, Jurnal Mahkamah
Edisi Vol 4 No 2, Oktober 2012, UIR Pess, Pekanbaru, 2012, Hlm 238

79

3. Penyelesaian sengketa melalui litigasi pada umumnya dilakukan


dengan menyewa jasa dari advokat atau pengacara sehingga biaya
yang dikeluarkan tentunya menjadi lebih besar.
4. Penyelesaian sengketa melalui litigasi tentu harus mengikuti
persyaratan-persyaratan dan prosedur-prosedur formal dipengadilan
dan sebagai akibatnya jangka waktu untuk penyelesaian suatu sengketa
menjadi lama. Sedangkan, penyelesaian sengketa melalui non litigasi
tidak mempunyai persyaratan-persyaratan dan prosedur-prosedur
formal sebab bentuk dan tata cara penyelesaian sengketa diserahkan
sepenuhnya kepada para pihak.
5. Penyelesaian sengketa melalui litigasi ini bersifat terbuka mengandung
makna bahwa siapa saja dapat menyaksikan jalannya persidangan,
terkecuali untuk perkara tertentu, misalnya perkara asusila. Sedangkan
sifat rahasia dari penyelesaian sengketa melalui non litigasi berarti
hanya pihak yang bersengketa yang dapat menghadirinya dan bersifat
tertutup untuk umum sehingga segala hal yang diungkap pada
pemeriksaan, tidak dapat diketahui oleh khalayak ramai dengan
maksud menjaga reputasi dari para pihak yang bersengketa

80

BAB IV
PENUTUP

A Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai penyelesaian wanprestasi dalam
perjanjian sewa menyewa mobil antara penyewa dengan CV. Rahmat Jaya Rent
Car di Kota Pekanbaru, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Pelaksanaan hak dan kewajiban dalam perjanjian sewa menyewa mobil pada
CV. Rahmat Jaya Rent Car adalah Pihak yang menyewakan mempunyai hak
yaitu dengan menerima fotocopy KTP/SIM/KK dari penyewa, menerima
jaminan dari penyewa, menerima sewa sesuai dengan waktu yang telah
diperjanjikan dan kewajiban pihak yang menyewakan yaitu dengan
menyerahkan mobil yang disewakan kepada penyewa, memberikan jaminan
layak pakai terhadap mobil bagi penyewa sesuai dengan perjanjian yang
dibuat. Begitu juga penyewa mempunyai hak untuk menerima mobil yang
disewakan, menerima jaminan layak pakai terhadap mobil dari pemberi sewa
sesuai dengan perjanjian yang telah diperbuat dan kewajiban penyewa yaitu
dengan

memberikan

fotocopy

KTP/SIM/KK

kepada

pemberi

sewa,

memberikan jaminan kepada pemberi sewa, menggunakan mobil yang disewa


sesuai dengan tujuan yang diberikan berdasarkan perjanjian, membayar harga
sewa pada waktu yang telah disepakati bersama.
81

2. Penyelesaiaan

sengketa

terhadap

wanprestasi

oleh

penyewa

dalam

pelaksanaan perjanjian sewa menyewa mobil pada CV. Rahmat Jaya Rent Car
pada umumnya dilakukan secara kekeluargaan atau dilakukan secara non
litigasi, yaitu penyelesaiaan perkara diluar pengadilan dengan mengedepankan
rasa kebersamaan dan kekeluargaan antara penyewa dan pemberi sewa.
B Saran
Adapun saran berdasarkan hasil dari penelitian mengenai penyelesaian
wanprestasi dalam perjanjian sewa menyewa mobil antara penyewa dengan CV.
Rahmat Jaya Rent Car di Kota Pekanbaru adalah :
1. Untuk pemilik CV. Rahmat Jaya Rent Car agar lebih selektif dalam
memberikan Mobil sewaan dan dalam perjanjian sewa menyewa mobil
perlu dilakukan pembaharuan. Hal ini dimaksudkan agar dapat
mengakomodir

seluruh kepentingan para

pihak,

sehingga dalam

pelaksanaannya

dikemudian hari tidak merugikan para pihak ataupun

salah satu pihak.


2. Untuk Penyewa, sebaiknya membaca terlebih dahulu secara cermat dan
teliti isi dari perjanjian sewa menyewa, sehingga mengetahui apa yang
menjadi hak dan kewajibannya, termasuk berapa besar tanggungjawabnya
saat menggunakan mobil yang disewanya ataupun ketika terjadi kerusakan
pada mobil yang disewanya.

82

DAFTAR KEPUSTAKAAN
A. BUKU-BUKU :
Abd Thalib dan Admiral, Arbitrase dan Hukum Bisnis, UIR Press, Pekanbaru,
2005.
A Qirom Syamsudin Meliala, Pokok-Pokok Hukum Perjanjian, Liberty,
Jogjakarta, 1985.
Abdul Kadir Muhammad, Hukum Perdata Indonesia, Citra Aditya, Bandung,
1990.
Ahmadi Miru, Hukum Kontrak dan perancangan kontrak, Rajawali Pers, Jakarta,
2010.
CST Kansil dan Christine S.T Kansil, Modul Hukum Perdata Termasuk Asas-Asas
Hukum Perdata, Pradnya paramita, Jakarta, 2000.
Gita Revana Faisya, Tinjauan Kontrak Kerja Antara PT. Arara Abadi Dengan CV.
Irama Sentosa Mandiri Dalam Pembangunan Kantor Dan MessMerawang, Fakultas Hukum UIR, 2011
Hilman Hadikusumo, Bahasa Hukum Indonesia, Alumni, Bandung, 1984.
Kartini Muljadi dan Gunawan Widjaja, Perikatan yang Lahir dari Perjanjian,
Rajawali Pers, Jakarta, 2010.
Mariana, Pelaksanaan Eksekusi Kendaraan Bermotor Roda 4 ( Mobil ) Akibat
Wanprestasi Pihak Debitur Pada PT. Astra Credit Companies Pekanbaru,
Fakultas Hukum UIR, 2011.
Peter Mahmud Marzuki, Pengantar Ilmu Hukum, Prenada Media Group, Jakarta, 2009

83

R. Subekti & R. Tjitrosudibio, Kitap Undang-Undang Hukum Perdata, PT


Pradnya Paramita, Jakarta, 2006.
,Kitab Undang-Undang Hukum Dagang dan Undang-Undang
Kepailitan, Pradnya Paramita, Jakarta, 1982
R. Subekti, Hukum Perjanjian, PT Intermasa, Jakarta, 2005.
, Aneka Perjanjian, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, 1995.
, Pokok-Pokok Hukum Perdata, PT. Intermasa, Jakarta, 2001.
R. Suryatin, Hukum Dagang, Pradnya Paramita, Jakarta, 1982
Salim HS, Perkembangan Hukum Jaminan di Indonesia, PT. Raja Grafindo
Persada, Jakarta, 2008
, Hukum Kontrak Teori Dan Teknik Penyusunan Kontrak, Sinar Grafika,
Jakarta, 2010.
Setiawan, Pokok-Pokok Hukum Perikatan, Bina Cipta, Bandung, 1978.
Soedikno Mertokusumo, Mengenal Hukum, Liberty, Yogyakarta, 1991.
Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif, Rajawali Pers,
Jakarta, 2007.
Sudarsono, Kamus Hukum, PT Rineka Cipta, Jakarta, 2007.
Wirjono Prodjodikoro, Pokok-Pokok Hukum Perdata, PT Bale, Bandung, 1986.
, Pokok-Pokok Hukum Perdata, Bale, Bandung,1986.
Yahya Harahap, Segi-Segi Hukum Perjanjian, Cet. II, Alumni, Bandung, 1986.
Yan Pramadya Puspa, kamus hukum, Aneka ilmu, Jakarta, 2008.

84

B. JURNAL :
Bintoro, Budaya Musyawarah Untuk Menyelesaikan Sengketa, Jurnal Mahkamah
Edisi Vol 4 No 2, Oktober 2012 , UIR Press, Pekanbaru, 2012.
C. INTERNET :
Idil Victor, Permasalahan Pokok Dalam Perjanjian Sewa Menyewa, dalam
http://idilvictor.blogspot.com.html, Diakses tanggal, 16 Maret 2013, Pukul
21.47.WIB.
Rerry Aprillia, HalHal Yang Harus Ada di Dalam Perjanjian Sewa Menyewa,
dalam http://www.docstoc.com, Diakses tanggal 15 Maret 2013, Pukul
15.00.WIB.
Mitrainsani,

Wanprestasi

Dalam

Hukum

Kontrak,

dalam

http://mitrainsani.blogspot.com.html, Diakses tanggal 26 Agustus 2013,


Pukul 18.00.WIB.

85

Lampiran 1

Daftar Wawancara

Kepada Yth.
Penyewa pada CV. Rahmat Jaya Rent Car
Di Tempat
Dengan hormat,
Bersama ini diberitahukan bahwa sebagai salah satu syarat memperoleh
gelar Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum UNIVERSITAS ISLAM RIAU,
setiap mahasiswa diwajibkan membuat karya ilmiah atau skripsi. Oleh karena itu,
saya meminta bantuan bapak/ibu/sdr untuk memperoleh data yang berhubungan
dengan penelitian yang berjudul Penyelesaian Wanprestasi Dalam Perjanjian
Sewa Menyewa Mobil Antara Penyewa Dengan CV. Rahmat Jaya Rent Car
Di Kota Pekanbaru .
Identitas Responden :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Nama
Umur
Alamat
Jenis Kelamin
Agama
Pendidikan
Pekerjaan

:
:
:
:
:
:
:

Dengan daftar pertanyaan sebagai berikut :

86

A. Bagaimanakah ketentuan mengenai hak dan kewajiban para pihak


dalam pelaksanaan sewa menyewa mobil pada CV. Rahmat Jaya Rent
Car?
1. Apakah dalam penyewaan mobil harus memenuhi syarat yang telah
di tentukan pihak CV. Rahmat Jaya Rent Car?

2. Apakah didalam pelaksanaan sewa menyewa mobil, ada perbedaan


tarif antara jenis/merek mobil yang akan disewa ?

3. Bagaimanakah bentuk pembayaran sewa yang anda lakukan?

4. Siapakah yang menanggung kerusakan mobil apabila terjadi


kerusakan pada saat berlakunya sewa menyewa mobil?

5. Siapakah yang bertanggung jawab ketika mobil yang anda sewa


melanggar hukum?

Lampiran 2

Daftar Wawancara

Kepada Yth.

87

Bapak Pimpinan CV. Rahmat Jaya Rent Car


Di
Tempat
Dengan hormat,
Bersama ini diberitahukan bahwa sebagai salah satu syarat memperoleh
gelar Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum UNIVERSITAS ISLAM RIAU,
setiap mahasiswa diwajibkan untuk menyusun Karya Ilmiah atau Skripsi. Oleh
karena itu, Saya meminta bantuan Bapak untuk memperoleh data yang
berhubungan dengan penelitian yang berjudul Penyelesaian Wanprestasi
Dalam Perjanjian Sewa Menyewa Mobil Antara Penyewa Dengan CV.
Rahmat Jaya Rent Car Di Kota Pekanbaru.
Dengan daftar pertanyaan sebagai berikut:
A. Bagaimanakah ketentuan mengenai hak dan kewajiban para pihak
dalam pelaksanaan sewa menyewa mobil pada CV. Rahmat Jaya Rent
Car?
1. Apa saja syarat yang harus dipenuhi dalam penyewaan mobil di CV.
Rahmat Jaya Rent Car?
.
2. Apakah di dalam penyewaan mobil ada perbedaan tarif antara jenis atau
merek mobil yang di sewa oleh penyewa?
.
3. Bagaimanakah proses pembayaran uang sewa bagi penyewa mobil di CV.
Rahmat Jaya Rent Car?
.
4. Siapakah yang menanggung kerusakan mobil pada saat berlakunya waktu
sewa?
.
5. Siapakah yang bertanggung jawab ketika mobil yang disewakan
melanggar hukum?

88

.
B. Bagaimanakah ketentuan mengenai penyelesaian sengketa terhadap
wanprestasi oleh penyewa dalam pelaksanaan sewa menyewa mobil pada
CV. Rahmat Jaya Rent Car?
1. Bagaimanakah bentuk penyelesaian sengketa bagi penyewa yang
wanprestasi dalah hal tidak mengembalikan mobil pada waktu yang telah
ditentukan?
.
2. Bagaimanakah bentuk penyelesaian sengketa bagi penyewa yang
wanprestasi dalam hal mobil mengalami kerusakan akibat kecelakaan?
.
3. Bagaimanakah bentuk penyelesaian sengketa bagi penyewa yang
wanprestasi dalam hal mobil dijadikan barang bukti oleh pihak kepolisian?
.
4. Bagaimanakah bentuk penyelesaian sengketa pada CV. Rahmat Jaya Rent
Car ?

89