Anda di halaman 1dari 17

METODE HARGA POKOK PROSES

KARAKTERISTIK
1. Laporan harga pokok produksi digunakan untuk menghitung harga pokok total maupun satuan per
unit. Apabila produk diolah melalui beberapa departemen, laporan harga pokok disusun setiap
departemen di mana produk diolah.
2. Biaya produksi periode tertentu dibebankan kepada produk melalui rekening barang dalam proses
yang diselenggarakan untuk setiap elemen biaya.
3. Produksi ekuivalen digunakan untuk menghitung harga pokok satuan. Produksi ekuivalen adalah
jumlah produksi di mana pengolahan produk dinyatakan dalam ukuran produk selesai. Misalnya
dihasilkan produk selesai 400kg dan produk dalam proses 100kg tingkat penyelesaian 75%, maka
produksi ekuivalen yang dihasilkan = 400kg + (100kgx75% ) = 475kg.
4. Untuk menghitung harga pokok satuan setiap elemen biaya produksi, maka elemen biaya produksi
tersebut dibagi dengan produksi ekuivalen untuk elemen biaya yang bersangkutan.
5. Harga pokok yang diperhitungkan untuk mengetahui berapa yang dinikmati produk selesai dari
departemen tertentu atau pengolahan yang dipindahkan ke gudang atau ke departemen berikutnya
dan berapa harga pokok produk dalam proses akhir.
6. produk hilang, rusak, cacat, dan tambahan produk akan diperhitungkan pengaruhnya dalam
perhitungan harga pokok produk.
METODE HARGA POKOK PESANAN VS METODE HARGA POKOK PROSES
KETERANGAN
HARGA POKOK PESANAN
HARGA POKOK PROSES
Pengumpulan biaya produksi
Berdasarkan pesanan.
Per departemen produksi per
periode.
Perhitungan HPP satuan
Total biaya yang dikeluarkan Total biaya produksi dikeluarkan
untuk pesanan tertentu.
selama periode tertentu.
Jumlah satuan produk yang Jumlah satuan produk yang
dihasilkan dalam pesanan yang dihasilkan selama periode yang
bersangkutan.
bersangkutan.
Penggolongan biaya produksi
Biaya langsung dan tak langsung. Seringkali tidak diperlukan.
Unsur dalam biaya overhead Selain biaya bahan baku dan Selain biaya bahan dan biaya
pabrik
biaya tenaga kerja langsung.
tenaga kerja.
PROSEDUR MENENTUKAN HARGA POKOK PRODUK DALAM METODE HARGA
POKOK PROSES
1. Mengumpulkan data produksi untuk menyusun laporan produksi dan menghitung produksi
ekuivalen untuk menghitung harga pokok satuan.
2. Mengumpulkan biaya bahan, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Apabila produk
diproses melalui beberapa departemen elemen biaya dikumpulkan per departemen.
3. menghitung harga pokok satuan setiap elemen biaya, yaitu jumlah elemen biaya dibagi produksi
ekuivalen dari elemen biaya bersangkutan.
4. menghitung harga pokok produk selesai yang dipindahkan ke gudang atau departemen berikutnya
dan menghitung harga pokok produk dalam proses akhir.
MASALAH-MASALAH DALAM PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK
1. Pengolahan produk melalui satu tahap, semua biaya dibebankan berdasar biaya sesungguhnya.
Prosedur akuntansi:
a. Rekening barang dalam proses diselenggarakan untuk setiap elemen biaya dan didebit sebesar
biaya sesungguhnya yang dinikmati.
b. Harga pokok produk selesai pada akhir periode dibuat jurnal dengan mendebit rekening
persediaan produk selesai dan mengkredit setiap rekening barang dalam proses sesuai dengan
biaya yang dinikmati produk selesai.
c. Didebit rekening persediaan produk dalam proses dan dikredit setiap rekening barang dalam
proses sesuai dengan biaya yang dinikmati oleh produk dalam proses akhir.

Contoh:
PT. Adhi Putra mengolah produk melalui satu tahap produksi, perusahaan menggunakan metode
harga pokok proses. Data produksi dan biaya dalam bulan Januari 2000:
Bahan yang dibeli secara kredit Rp40.000,bahan yang dipakai Rp30.000. Biaya gaji dan upah yang
terjadi dan dibayar: Karyawan pabrik Rp29.000, Karyawan administrasi dan umum Rp10.000,
Karyawan pemasaran Rp6.000. Biaya-biaya lain: (dalam rupiah)
Elemen Biaya
Penyusutan aktiva tetap
Listrik yang dibayar
Lain-lain terutang
Jumlah

Overhead
Pabrik
8.000
4.000
2.500
14.500

Administrasi
dan Umum
2.000
800
1.200
4.000

Pemasaran

Jumlah

3.000
500
500
4.000

13.000
5.300
4.200
22.500

Produk masuk proses 15.000L, produk selesai 12.500L dan produk dalam proses per 31 Januari
2.500L dengan tingkat penyelesaian 100% bahan dan 80% konversi (tenaga kerja dan overhead
pabrik). Produk selesai dapat dijual tunai sebanyak 10.000L dengan harga Rp10 per liter.
PT. Adhi Putro
Laporan Harga Pokok Produksi
Bulan Januari 2000
Laporan Produksi:
Produk masuk proses
15.000L
Produk selesai
12.500L
Produk dalam proses (100%,konversi 80%)
2.500L
Biaya Dibebankan:
Elemen Biaya
Jumlah
Produksi Ekuivalen
Harga Pokok Satuan
Bahan
30.000
15.000 (1)
2
Tenaga Kerja
29.000
14.500 (2)
2
Overhead Pabrik
14.500
14.500 (2)
1
Jumlah
73.500
5
(1) Produksi ekuivalen = Produk selesai
+ Produk dalam proses (100%, 80% konversi)
= 12.500
+ 2.500 (100%)
= 15.000
(2) Produksi ekuivalen = 12.500
+ 2.500 (80%)
= 14.500
Perhitungan Harga Pokok:
Harga Pokok Produk Selesai
= 12.500L @ Rp5
=
Rp 62.500
Harga Pokok Produk dalam proses = 2.500
Elemen Biaya
Bahan
= 2.500 x 100% x Rp 2
Rp 5.000
Tenaga kerja
= 2.500 x 80% x Rp 2
Rp 4.000
Overhead pabrik = 2.500 x 80% x Rp 1
Rp 2.000
Jumlah Harga Pokok Produk Dalam Proses
Rp 11.000
Jumlah Harga Pokok Diperhitungkan
Rp 73.500

PT. Adhi Putro


Jurnal
Januari 2000
NO
1

KETERANGAN
Persediaan bahan
Hutang dagang
(mencatat pembelian bahan)
Barang dalam proses Biaya bahan
Persediaan bahan
(mencatat pemakaian bahan ke dalam pengolahan)
Biaya gaji dan upah
Kas

DEBIT
40.000

KREDIT
40.000

30.000
30.000
45.000
45.000

Barang dalam proses Biaya tenaga kerja


Biaya administrasi dan Umum
Biaya pemasaran
Biaya Gaji dan Upah
(mencatat terjadinya dan dibebani biaya gaji dan upah)
Biaya overhead pabrik
Biaya administrasi dan Umum
Biaya Pemasaran
Akumulasi penyusutan aktiva tetap
Kas
Hutang biaya
(mencatat berbagai macam biaya lain-lain)

29.000
10.000
6.000

Barang dalam proses biaya overhead pabrik


Biaya overhead pabrik
(mencatat pembebanan biaya overhead pabrik ke produk)
Persediaan produk selesai
Barang dalam proses Biaya bahan
Barang dalam proses Biaya tenaga kerja
Barang dalam proses Biaya overhead pabrik
(mencatat persediaan produk selesai)
Bahan
= 12.500 x Rp2 = Rp 25.000
Tenaga kerja
= 12.500 x Rp2 = Rp 25.000
Overhead pabrik = 12.500 x Rp1 = Rp 12.500

14.500

Persediaan produk dalam proses


Barang dalam proses Biaya bahan
Barang dalam proses Biaya tenaga kerja
Barang dalam proses Biaya overhead pabrik
(mencatat persediaan produk dalam proses)

11.000

Kas atau piutang dagang


Penjualan
Harga pokok penjualan
Persediaan produk selesai
(mencatat penjualan 10.000L produk @Rp10 HPP @ Rp5)

45.000
14.500
4.000
4.000
13.000
5.300
4.200

14.500
62.500
25.000
25.000
12.500

5.000
4.000
2.000
100.000
100.000
50.000
50.000
100.000
50.000
14.000
10.000
26.000

Penjualan
Harga pokok penjualan
Biaya administrasi dan umum
Biaya pemasaran
Laba-Rugi
(mencatat penutupan rekening penghasilan dan biaya)
PT. Adhi Putro
Laporan Laba / Rugi
Januari 2000
Penjualan
Harga Pokok Penjualan
Laba Kotor Atas Penjualan
Biaya Komersial
Biaya Administrasi dan Umum
Biaya Pemasaran
Laba Bersih

Rp 100.000
Rp 50.000
Rp 50.000
Rp 14.000
Rp 10.000
Rp 24.000
Rp 26.000

2. Pengolahan produk melalui satu tahap, biaya overhead pabrik dibebankan berdasar tarif yang
ditentukan dimuka.
a. Rekening barang dalam proses biaya bahan dan biaya tenaga kerja didebit sebesar biaya yang
sesungguhnya. Rekening barang dalam proses biaya overhead pabrik didebit sebesar biaya
yang dibebankan, yaitu tariff biaya overhead pabrik yang ditentukan dimuka dikalikan dengan
kapasitas sesungguhnya.
b. Biaya overhead pabrik sesungguhnya dikumpulkan dalam rekening biaya overhead pabrik
sesungguhnya, dengan mendebit rekening tersebut setiap terjadi transaksi biaya tersebut.
c. Pada akhir periode didebit rekening persediaan produk selesai dan dikredit setiap elemen
rekening barang dalam proses sesuai dengan biaya yang dinikmati produk selesai.
d. Rekening persediaan produk dalam proses didebit dan dikredit setiap elemen rekening barang
dalam proses sesuai dengan biaya yang dinikmati produk dalam proses.
e. Pada akhir periode rekening biaya overhead pabrik dibebankan ditutup (didebit) ke dalam
rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya (dikredit) dalam rangka menghitung selisih
biaya overhead pabrik.
Contoh: PT.Grace mengolah produk melalui satu tahap dan biaya overhead pabrik dibebankan pada
produk atas dasar tarif yang ditentukan di muka sebesar 100% dari biaya tenaga kerja.
Data produksi dan biaya bulan Januari: produk masuk proses 10.000 buah, selesai 8.000 buah,
dalam proses akhir 2.000 buah. Penyelesaian bahan 50% dan biaya konversi 75%.
Biaya produksi sesungguhnya terdiri atas bahan Rp 18.000, tenaga kerja Rp 9.500, biaya overhead
pabrik Rp 9.600.
PT. GRACE
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
Januari 2000
Laporan Produksi:
Produk proses masuk
Produk selesai
Produk dalam proses, penyelesaian 50% bahan 75% konversi

10.000
8.000
2.000
10.000

Biaya Dibebankan:
Elemen Biaya
Bahan
Tenaga Kerja
Overhead Pabrik
Jumlah

Jumlah
18.000
9.500
9.500 (1)
37.000

Produksi Ekuivalen
8.000 + 2.000 (50%) = 9.000
8.000 + 2.000 (50%) = 9.500
9.500

Perhitungan Harga Pokok:


Harga pokok produk selesai = 8.000 x Rp4
Harga pokok produk dalam proses = 2.000 buah
Bahan
= 2.000 x 50% x Rp2 =
Tenaga Kerja
= 2.000 x 75% x Rp1 =
Overhead Pabrik
= 2.000 x 75% x Rp1 =

HPP per buah


2
1
1
4
Rp 32.000

Rp 2.000
Rp 1.500
Rp 1.500

Rp 5.000
Jumlah Harga Pokok Diperhitungkan
Rp 37.000
(1) Biaya overhead ditentukan di muka = 100% x biaya tenaga kerja = Rp 9.500
3. Pengolahan produk melalui beberapa tahap atau departemen, produk selesai pada departemen
tertentu langsung dipindah ke departemen berikutnya.
a. Rekening barang dalam proses diselenggarakan menurut elemen biaya produksi dan harus
menunjukkan pada departemen mana biaya produksi tersebut dibebankan.
b. Rekening biaya overhead pabrik diselenggarakan untuk setiap departemen.
c. Produk selesai pada departemen tertentu dan dipindahkanke departemen berikutnya, pada akhir
periode harga pokoknya dipindahkan pada departemen berikutnya dengan didebit rekening
Barang Dalam Proses Harga Pokok dari Departemen Sebelumnya Departemen
Berikutnya dan dikredit setiap elemen barang dalam proses sesuai dengan biaya yang
dinikmati pada departemen di mana produk selesai tersebut berasal.

d. Produk yang belum selesai pada departemen tertentu, pada akhir periode harga pokoknya
dipindahkan dengan mendebit rekening persediaan produk dalam proses dan mengkredit setiap
elemen barang dalam proses sesuai dengan biaya yang telah dinikmati oleh produk dalam
proses akhir periode pada departemen yang bersangkutan.
e. Terhadap produk selesai pada departemen terakhir di mana produk diproses, pada akhir periode
dihitung harga pokok yang dinikmatinya dan didebit rekening persediaan produk selesai dan
dikredit setiap elemen barang dalam proses sesuai dengan elemen biaya yang dinikmati pada
departemen terakhir tersebut.
PT.Simona mengolah produk melalui 2 tahap, yaitu departemen A dan departemen B. Produk
selesai dari departemen A langsung dipindah ke departemen B dan yang selesai dari departemen B
dipindah ke gudang produk selesai. Data produksi dan biaya bulan Januari 2000:
Produk masuk proses departemen A sebanyak 18.000buah, produk selesai dan dipindah ke
departemen B sebanyak 17.500buah, produk dalam proses akhir Januari 2000 sebanyak 500buah
penyelesaian 80% bahan, 60% tenaga kerja, dan 40% biaya overhead pabrik. Pada departemen B
produk yang diterima dari departemen A telah diproses dan selesai sebanyak 15.000buah dan
2.500buah tingkat penyelesaian 50% biaya bahan dan 60% biaya konversi.
Biaya produksi yang terjadi bulan Januari 2000:
Elemen Biaya
Departemen A
Bahan
53.700
Tenaga Kerja
89.000
Overhead Pabrik
35.400
Jumlah
178.100

Departemen B
16.250
16.500
49.500
82.250

Jurnal Transaksi
NO
KETERANGAN NAMA REKENING
1
Barang dalam proses Biaya bahan A
Barang dalam proses Biaya tenaga kerja A
Barang dalam proses Biaya overhead pabrik A
Barang dalam proses Biaya bahan B
Barang dalam proses Biaya tenaga kerja B
Barang dalam proses Biaya overhead pabrik B
Persediaan bahan
Biaya gaji dan upah
Biaya overhead pabrik A
Biaya overhead pabrik B
(mencatat pembebanan biaya produksi ke dalam
setiap departemen)
2
Barang dalam proses harga pokok A ke B
Barang dalam proses Biaya bahan A
Barang dalam proses Biaya tenaga kerja A
Barang dalam proses Biaya overhead pabrik A
(mencatat harga pokok produk yang dipindahkan dari
departemen A ke departemen B) Rinciannya:
Elemen biaya:
Bahan
= 17.500 x Rp3 = Rp 52.500
Tenaga kerja
= 17.500 x Rp5 = Rp 87.500
Overhead pabrik = 17.500 x Rp2 = Rp 35.000
Jumlah
= 17.500 x Rp10 = Rp175.000
Persediaan produk dalam proses A
Barang dalam proses Biaya bahan A
Barang dalam proses Biaya tenaga kerja A
Barang dalam proses Biaya overhead pabrik A
(mencatat harga pokok produk yang masih dalam
proses pada departemen A)
Persediaan produk selesai

Jumlah
69.950
105.500
84.900
260.350

DEBIT
53.700
89.000
35.400
16.250
16.500
49.500

KREDIT

69.950
105.500
35.400
49.500
175.000
52.500
87.500
35.000

3.100
1.200
1.500
400

225.000

Barang dalam proses Harga pokok A ke B


Barang dalam proses Biaya bahan B
Barang dalam proses Biaya tenaga kerja B
Barang dalam proses Biaya overhead pabrik B
(mencatat harga pokok produk selesai dan
departemen B)
Elemen biaya:
Harga pokok A = 15.000 x Rp10 = Rp 150.000
Bahan
= 15.000 x Rp1 = Rp 15.000
Tenaga kerja
= 15.000 x Rp1 = Rp 15.000
Overhead pabrik = 15.000 x Rp3 = Rp 45.000
Jumlah
= 15.000 x Rp15 = Rp 225.000

150.000
15.000
15.000
45.000

Persediaan produk dalam proses B


Barang dalam proses Harga pokok dari A ke B
Barang dalam proses Biaya bahan B
Barang dalam proses Biaya tenaga kerja B
Barang dalam proses Biaya overhead pabrik B
(mencatat harga pokok persediaan produk dalam
proses departemen B)

32.250
25.000
1.250
1.500
4.500

PT SIMONA
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
DEPARTEMEN A
JANUARI 2000
Laporan Produksi:
Produk masuk proses
Produk selesai dipindah ke departemen B
Produk dalam proses

18.000
17.500
500

18.000
Biaya Dibebankan:
Elemen Biaya
Jumlah
Produksi Ekuivalen
Harga pokok per buah
Bahan
53.700 17.500 + 500(80%) = 17.900
3
Tenaga kerja
89.000 17.500 + 500(60%) = 17.800
5
Overhead pabrik
35.400 17.500 + 500(40%) = 17.700
2
Jumlah
178.100
10
Perhitungan Harga Pokok:
Harga pokok produk selesai = 17.500 x Rp10
Rp 175.000
Harga pokok produk dalam proses 500buah.
Bahan
= 500 x 80% x Rp3
Rp 1.200
Tenaga kerja
= 500 x 60% x Rp5
Rp 1.500
Overhead pabrik
= 500 x 40% x Rp2
Rp 400
Rp 3.100
Jumlah harga pokok diperhitungkan
=
Rp 178.100
PT SIMONA
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
DEPARTEMEN B
JANUARI 2000
Laporan Produksi:
Produk diterima dari departemen A
Produk selesai
Produk dalam proses

17.500
15.000
500
17.500

Biaya Dibebankan:
Elemen Biaya
Jumlah
Produksi ekuivalen
Harga pokok dari
175.000
departemen A

17.500

Harga pokok per buah


10

Tambahan di Dept. B
Bahan
Tenaga kerja
Overhead pabrik
Jumlah tambahan
Jumlah dibebankan

16.250
16.500
49.500
82.250
257.250

15.000 + 2.500(50%) = 16.250


15.000 + 2.500(60%) = 16.500
15.000 + 2.500(60%) = 16.500

Perhitungan Harga Pokok:


Harga pokok produk selesai = 15.000 x Rp15
Harga pokok produk dalam proses 2.500buah
Harga pokok dari Dept.A = 2.500 x Rp10
Ditambahkan di Dept. B
Bahan
= 2.500 x 50% x Rp1 = Rp 1.250
Tenaga kerja
= 2.500 x 60% x Rp1 = Rp 1.500
Overhead pabrik
= 2.500 x 60% x Rp3 = Rp 4.500
Jumlah harga pokok diperhitungkan

1
1
3
5
15
Rp 225.000

Rp 25.000

Rp 7 .250
Rp 257.250

4. Pengolahan produk melalui beberapa departemen, produk selesai dari departemen permulaan
masuk ke gudang produk selesai di mana sebagian akan diolah pada departemen lanjutan dan
sebagian langsung dijual.
Koperasi berdikari mengolah kapas di departemen P menjadi benang yang lasung dimasukkan ke
gudang benang, sebagian dijual dan sebagian diproses pada departemen T menjadi mori yang
langsung dimasukkan ke gudang mori untuk dijual ke perusahaan batik. Setiap kg benang diolah
dapat menjadi mori 4m. Data produksi, biaya, dan penjualan bulan Desember 2000:
Kapas diolah di departemen P 4.000kg, menjadi benang 3.800kg, dan 200kg benang masih dalam
proses akhir bulan Desember 2000 dengan tingkat penyelesaian 100% bahan dan 50% konversi.
Benang yang diolah pada departemen T 2.500kg ekuivalen 10.000m mori, dari 8.000m telah selesai
dan 2.000m masih dalam proses dengan tingkat penyelesaian 25% konversi. Biaya yang terjadi
bulan Desember 2000:
Elemen Biaya
Departemen P
Departemen T
Jumlah
Bahan
40.000
40.000
Tenaga Kerja
58.500
42.500
101.000
Overhead Pabrik
97.500
85.000
182.500
Biaya Pemasaran
30.000
Biaya Admins. dan Umum
62.500
Jumlah
416.000
Dalam bulan Desember 2000 benang terjual 1.000kg harga jual Rp75/kg dan 7.500m mori harga
jual Rp60/m.
Koperasi Berdikari
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
DEPARTEMEN P
Desember 2000
Laporan Produksi:
Produk diterima dari departemen A
4.000kg
Produk selesai
3.800kg
Produk dalam proses
200kg
4.000kg
Biaya Dibebankan:
Elemen Biaya
Bahan
Tenaga kerja
Overhead pabrik
Jumlah

Jumlah
Rp 40.000
Rp 58.500
Rp 97.500
Rp196.000

Produksi Ekuivalen
3.800 + 200(100%) = 4.000
3.800 + 200 (50%) = 3.900
3.800 + 200 (50%) = 3.900

Harga pokok per buah


Rp 10
Rp 15
Rp 25
Rp 50

Perhitungan Harga Pokok:


Harga pokok benang selesai = 3.800 x Rp50
Harga pokok benang dalam proses = 200kg:
Bahan
= 200 x 100% x Rp10
Tenaga kerja
= 200 x 50% x Rp15
Overhead pabrik
= 200 x 50% x Rp 25

Rp 190.000

= Rp 2.000
= Rp 1.500
= Rp 2.500
Rp 6.000
Rp 196.000

Jumlah harga pokok diperhitungkan =


Koperasi Berdikari
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
DEPARTEMEN T
Desember 2000
Laporan Produksi:
Benang masuk proses 2.500kg ekuivalen mori
Mori selesai
Mori dalam proses, penyelesaian 25% konversi

10.000
8.000
2.000
10.000

Biaya Dibebankan:
Elemen Biaya
Harga pokok benang
Tambahan di Dept. B:
Tenaga kerja
Overhead pabrik
Jumlah tambahan
Jumlah dibebankan

Jumlah
Rp 125.000
Rp 42.500
Rp 85.000
Rp 127.500
Rp 252.500

Perhitungan Harga Pokok:


Harga pokok mori selesai = 8.000 x Rp27,5
Harga pokok mori dalam proses 2.000m
Harga pokok:
Benang
= 2.000 x Rp12,5
Tenaga kerja
= 2.000 x 25% x Rp5
Overhead pabrik
= 2.000 x 25% x Rp10

Produksi ekuivalen
Harga pokok /m
2.500 x 50
Rp12,5
8.000 + 2.000(25%) = 8.500
8.000 + 2.000(25%) = 8.500

Rp 220.000
= Rp 25.000
= Rp 2.500
= Rp 5.000

Jumlah harga pokok diperhitungkan

Elemen
Penjualan
Harga pokok penjualan
Laba kotor penjualan
Biaya Komersial:
Biaya Pemasaran
Biaya Administrasi dan umum

Rp5
Rp10
Rp15
Rp27,5

Koperasi Berdikari
Laporan Laba / Rugi
Desember 2000
Benang
Mori
Rp 75.000
Rp 450.000
50.000
206.250
Rp 25.000
Rp 243.750

Rp 32.500
Rp 252.500

Jumlah
Rp 525.000
256.250
Rp 268.250

Rp 30.000
62.500
Laba Bersih

Rp 92.500
Rp176.250

Koperasi Berdikari
Jurnal
Desember 2000
No
Nama Rekening dan Keterangan
1
B.overhead Pabrik Departemen P
B.overhead Pabrik Departemen T
B.administrasi dan Umum
B.pemasaran
Kas dan lain-lain rekening yang dikredit
(mencatat terjadinya b.overhead pabrik dan b.komersial)
2
BDP B.Bahan Departemen P
BDP B.Tenaga Kerja Departemen P
BDP B.Overhead Pabrik Departemen P
BDP B.Tenaga Kerja Departemen T
BDP B.Overhead Pabrik Departemen T
Persediaan Bahan
B.Gaji dan Upah
B.Overhead Pabrik Departemen P
B.Overhead Pabrik Departemen T
(mencatat pembebanan biaya produksi)
3
Persediaan produk selesai benang
Persediaan produk dalam proses (departemen P)
BDP B.Bahan Departemen P
BDP B.Tenaga Kerja Departemen P
BDP B.Overhead Pabrik Departemen P
(mencatat harga pokok benang yang selesai dan benang
dalam proses)
4
BDP harga pokok benang departemen T
Persediaan produk selesai benang
(mencatat pemakaian benang di departemen T sebanyak
2.500 @Rp50 = Rp125.000)
5
Persediaan Produk Selesai Mori
Persediaan Produk dalam Proses Mori
BDP Harga pokok benang departemen T
BDP B.Tenaga Kerja departemen T
BDP B.Overhead Pabrik departemen T
(mencatat harga pokok selesai dan mori dalam proses)
6
Piutang Dagang
Penjualan
(mencatat penjualan benang dan mori)
Benang = 1.000kg @Rp75 = Rp 75.000
Mori = 7.500m @Rp60 = Rp450.000
Rp525.000

Debit
Rp 97.500
85.000
62.500
30.000

Kredit

Rp275.000
Rp 40.000
58.500
97.500
42.500
85.000
Rp 40.000
101.000
97.500
85.000
Rp190.000
6.000
Rp 40.000
58.500
97.500
Rp125.000
Rp125.000
Rp220.000
32.500
Rp125.000
42.500
85.000
Rp525.000
Rp525.000

Harga Pokok Penjualan


Persediaan Produk Selesai Benang
Persediaan Produk Selesai Mori
(mencatat harga pokok penjualan = (1.000xRp50) +
(7.500xRp27,5) = Rp256.250)

Rp256.250

Penjualan
Harga Pokok Penjualan
B.Administrasi dan Umum
B.Pemasaran
Laba / Rugi
(mencatat jurnal penutup)

Rp525.000

Rp 50.000
206.250

Rp256.250
62.500
30.000
176.250

3. Harga pokok benang selesai dan benang dalam proses


Elemen biaya
Produk selesai
Bahan
3.800 x Rp10 = Rp 38.000
Tenaga Kerja
3.800 x Rp15 = Rp 57.000
Overhead Pabrik
3.800 x Rp25 = Rp 95.000
Jumlah
Rp190.000

Dalam proses
Rp 2.000
1.500
2.500
Rp 6.000

Jumlah
Rp 40.000
58.500
97.500
Rp196.000

4. Harga pokok mori selesai dan mori dalam proses


Elemen biaya
Produk selesai
Bahan
8.000 x Rp 12,5 = Rp100.000
Tenaga Kerja
8.000 x Rp 5 = Rp 40.000
Overhead Pabrik
8.000 x Rp 10 = Rp 80.000
Jumlah
Rp220.000

Dalam proses
Rp 25.000
2.500
5.000
Rp 32.500

Jumlah
Rp125.000
42.500
85.000
Rp252.500

5. Pengolahan produk melalui beberapa tahap, sebagian produk hilang di dalam awal proses.
CV.Nawangwulan mengolah produk melalui 2 departemen, yaitu Departemen I dan II. Produk
selesai dari departemen I langsung dipindahkan ke Departemen II untuk diolah menjadi produk
selesai. Karena sifat bahan yang diproses sebagian produk hilang menguap dalam pengolahan.
Data produksi dan biaya untuk Januari:
Produk masuk proses ke dalam departemen I 12.500L, dari jumlah tersebut 11.000L telah selesai
dan dipindahkan ke departemen II, produk dalam proses akhir 1.200L penyelesaian 80% biaya
bahan dan 40% biaya konversi, 300L hilang dalam proses. Pada departemen II sejumlah 11.000L
produk yang diproses 9.500L telah selesai, 500L masih dalam proses penyelesaian 60% biaya
konversi, 1.000L hilang dalam proses.
Elemen Biaya
Departemen I
Departemen II
Jumlah
Bahan
Rp 23.920
Rp23.920
Tenaga Kerja
22.960
Rp 9.800
32.760
Overhead Pabrik
11.480
14.700
26.180
Jumlah
Rp 58.360
Rp24.500
Rp82.860
1) Produk hilang terjadinya awal proses
CV Nawangwulan
Jurnal Transaksi
No
Nama Rekening dan Keterangan
1
BDP-B.Bahan-Departemen I
BDP-B.Tenaga Kerja-Departemen I
BDP-B.Overhead Pabrik-Departemen I
BDP-B.Tenaga Kerja-Departemen II
BDP-B.Overhead Pabrik-Departemen II
Persediaan Bahan
B.Gaji dan Upah
B.Overhead Pabrik Departemen I
B.Overhead Pabrik Departemen II
(mencatat Pembebanan Biaya ke dalam setiap dept.)
2
BDP-Harga Pokok dari Dept.I ke Dept.II
BDP-B.Bahan-Dept.I
BDP-B.Tenaga Kerja-Dept.I
BDP-B.Overhead-Dept.I
(mencatat harga pokok produk selesai yang dipindah ke
Dept.II = 11.000L @Rp5)

Persediaan Produk Dalam Proses (Dept.I)


BDP-B.Bahan-Dept.I
BDP-B.Tenaga Kerja-Dept.I
BDP-B.Overhead Pabrik-Dept.I
(mencatat harga pokok produk dalam proses Dept.I)
Persediaan produk selesai
BDP-harga pokok-Dept.I ke Dept.II

Debit
Rp 23.920
22.960
11.480
9.800
14.700

Kredit

Rp 23.920
32.760
11.480
14.700
Rp 55.000
Rp 22.000
22.000
11.000

Rp 3.360
Rp 1.920
960
480
Rp 76.000
Rp 52.250

BDP-B.Tenaga Kerja-Dept.II
BDP-B.Overhead Pabrik-Dept.II
(mencatat harga pokok produk selesai di Dept.II)

9.500
14.250

HP Dept.I
= 9.500 x Rp5,5 = Rp52.250
B.Tenaga Kerja = 9.500 x Rp1 = Rp 9.500
B.Overhead P = 9.500 x Rp1,5 = Rp14.250
Persediaan Produk Dalam Proses (Dept.II)
BDP-HP Dept.I ke Dept.II
BDP-B.Tenaga kerja-Dept.II
BDP-B.Overhead Pabrik-Dept.II
(mencatat harga pokok produk dalam proses Dept.II)

Rp 3.500
Rp 2.750
300
450

CV Nawangwulan
Laporan Harga Pokok Produksi
Departemen I
Laporan Produksi:
Produk masuk proses
Produk selesai dipindah ke Departemen II
Produk dalam proses, 80% bahan, 40% konversi
Produk hilang awal proses

12.500
11.000
1.200
300
12.500

Biaya Dibebankan:
Elemen Biaya
Jumlah
Produksi Ekuivalen
Bahan
Rp23.920
11.000 + 1.200(80%) = 11.960
Tenaga Kerja
22.960
11.000 + 1.200(40%) = 11.480
Overhead Pabrik
11.480
11.000 + 1.200(40%) = 11.480
Jumlah
Rp58.360
Perhitungan Harga Pokok:
Harga Pokok produk selesai
= 11.000 x Rp5 =
Harga Pokok dalam proses:
B.Bahan
= 1.200 x 80% x Rp2 =
Rp1.920
B.Tenaga Kerja
= 1.200 x 40% x Rp2 =
960
B.Overhead Pabrik = 1.200 x 40% x Rp1 =
480

Harga Pokok /L
Rp 2
2
1
Rp 5
Rp 55.000

3.360
Rp 58.360

Jumlah biaya diperhitungkan


CV Nawangwulan
Laporan Harga Pokok Produksi
Departemen II
Laporan Produksi:
Produk diterima dari Dept.I
Produk selesai
Produk dalam proses, 60% konversi
Produk hilang awal proses

11.000
9.500
500
1.000
11.000

Biaya Dibebankan:
Elemen Biaya
Jumlah
Harga pokok dari Dept.I
Rp 55.000
Penyesuaian
Harga Pokok Disesuaikan
Rp 55.000
Tambahan di Departemen II
Tenaga Kerja
Rp 9.800
Overhead Pabrik
14.700
Jumlah Tambahan
Rp24.500
Jumlah Dibebankan
Rp79.500

Produksi Ekuivalen
11.000
(1.000)
10.000

Harga Pokok /L
Rp 5
Rp0,5
Rp5,5

9.500 + 500(60%) = 9.800


9.500 + 500(60%) = 9.800

Rp 1
Rp1,5
Rp2,5
Rp 8

Perhitungan Harga Pokok:


Harga Pokok Produk Selesai
Harga Pokok Produk dalam proses:
Harga Pokok dari Dept.I
B.Tenaga Kerja
B.Overhead Pabrik

= 9.500 x Rp8 =

Rp76.000

= 500 x Rp5,5 =
= 500 x 60% x Rp1 =
= 500 x 60% x Rp1 =

Rp2.750
300
450
3.500
Rp79.500

Jumlah Biaya diperhitungkan


2) Produk hilang terjadi akhir proses
CV Nawangwulan
Laporan Harga Pokok Produksi
Departemen I
Laporan Produksi:
Produk masuk proses
Produk selesai dipindah ke Dept.II
Produk dalam proses, 80% bahan, 40% konversi
Produk hilang akhir proses

12.500
11.000
1.200
300
12.500

Biaya Dibebankan:
Elemen Biaya
Bahan
Tenaga Kerja
Overhead Pabrik
Jumlah Dibebankan

Jumlah
Rp23.920
22.960
11.480
Rp58.360

Produksi Ekuivalen
Harga Pokok /L
11.000 + 300 + 1.200(80%) = 12.260
Rp1,951
11.000 + 300 + 1.200(40%) = 11.780
Rp1,949
11.000 + 300 + 1.200(40%) = 11.780
Rp0,975
Rp4,875

Perhitungan Harga Pokok:


Harga pokok produk selesai

= 11.000 x Rp4,875 =
=
300 x Rp4,875 =
Jumlah harga pokok produk selesai 11.000L @ Rp5,008
Harga pokok produk dalam proses 1.200L
Bahan
= 1.200 x 80% x Rp1,951 =
Tenaga Kerja
= 1.200 x 40% x Rp1,949 =
Overhead Pabrik = 1.200 x 40% x Rp0,975 =

Rp53.625
1.463
Rp55.083

Rp 1.873
936
468
3.277
Rp58.360

Jumlah biaya dibebankan


CV Nawangwulan
Laporan Harga Pokok Produksi
Departemen II
Laporan produksi:
Produk diterima dari Dept.I
Produk selesai
Produk dalam proses, 60% konversi
Produk hilang akhir proses

11.000
9.500
500
1.000
11.000

Biaya Dibebankan:
Elemen Biaya
Harga Pokok dari Dept.I
Tambahan di Departemen II
Tenaga Kerja
Overhead Pabrik
Jumlah Tambahan
Jumlah Dibebankan
Perhitungan harga pokok:
Harga pokok produk selesai

Jumlah
Rp55.083

Produksi Ekuivalen

9.800
14.700
24.500
Rp79.583

9.500 + 1.000 + 500(60%) = 10.800


9.500 + 1.000 + 500(60%) = 10.800

11.000

= 9.500 x Rp7,276 =

Harga Pokok/L
Rp5,008
Rp0,907
1,361
2,268
Rp7,276
Rp69.122

= 1.000 x Rp7,276 =
Jumlah harga pokok produk selesai 9.500L @ 8,042
Harga pokok produk dalam proses 500L
Harga pokok Dept.I
= 500 x Rp5,008 =
B.Tenaga Kerja
= 500 x 60% x Rp0,907 =
B.Overhead Pabrik
= 500 x 60% x Rp1,361 =

7.276
Rp76.399
Rp 2.504
272
408
3.184
Rp79.583

Jumlah biaya dibebankan

6. Pengolahan produk melalui beberapa tahap, sebagian produk rusak di dalam pengolahan dan tidak
laku dijual.
Produk rusak yaitu produk yang kondisinya rusak atau tidak memenuhi ukuran mutu yang sudah
ditentukan dan tidak dapat diperbaiki secara ekonomis menjadi produk yang baik, meskipun
mungkin secara teknik dapat diperbaiki akan berakibat biaya perbaikan yang jumlahnya lebih
tinggi dibandingkan kenaikan nilai atau manfaat adanya perbaikan.
Produk rusak yang tidak laku dijual dan sifatnya normal, harga pokok produk rusak dibebankan
pada produk selesai yang dipindahkan ke gudang produk selesai atau ke departemen berikutnya.
Jadi perlakuannya sama dengan produk hilang akhir proses. Harga pokok produk selesai
jumlahnya menjadi bertambah sedangkan jumlah pemikul harga pokok tetap sejumlah produk
selesai maka harga pokok satuan menjadi bertambah.
Contoh: PT.Prabowo mengolah produk melalui 2 departemen dan dalam kedua tahap pengolahan
tersebut sebagian produk mengalami kerusakan dan tidak laku dijual. Data produksi dan biaya
bulan Januari 2009:
Produk masuk proses ke dalam Departemen I sebanyak 15.000kg, dari jumlah tersebut 10.000kg
telah selesai dan dipindahkan ke Departemen II, 2.500kg produk rusak, dan 2.500kg produk masih
dalam proses dengan tingkat penyelesaian 100% b.bahan dan 80% konversi. Pada Departemen II
sejumlah 10.000kg produk yang diolah, 7.500kg produk telah selesai, 2.000kg produk rusak, dan
500kg masih dalam proses dengant tingkat penyelesaian 40% konversi.
Elemen Biaya
Departemen I
Departemen II
Jumlah
Biaya Bahan
Rp 60.000
Rp 60.000
Biaya Tenaga Kerja
14.500
Rp 19.400
33.900
Biaya Overhead Pabrik
43.500
29.100
72.600
Jumlah
Rp118.000
Rp48.500
Rp166.500
PT. Prabowo
Laporan Harga Pokok Produk
Departemen I
Laporan Produksi:
Produk masuk proses
Produk selesai dan dipindahkan ke Departemen II
Produk dalam proses akhir, 100%bahan, 80% konversi
Produk rusak bersifat normal

15.000
10.000
2.500
2.500
15.000

Biaya Dibebankan:
Elemen Biaya
Jumlah
Produksi Ekuivalen 1
Harga Pokok/kg
Bahan
Rp 60.000 10.000+2.500+2.500(100%) = 15.000
Rp 4
Tenaga Kerja
14.500
10.000+2.500+2.500(80%) = 14.500
1
Overhead Pabrik
43.500
10.000+2.500+2.500(80%) = 14.500
3
Jumlah
Rp 118.000
Rp8
Perhitungan Harga Pokok:
Harga Pokok Produk selesai
= 10.000 x Rp8
= Rp 80.000
= 2.500 x Rp8
= Rp 20.000
Jumlah harga pokok produk selesai 10.000kg @Rp10
= Rp100.000
Harga pokok produk dalam proses:
B.bahan
= 2.500 x 100% x Rp4
= Rp10.000
B.tenaga kerja
= 2.500 x 80% x Rp1
=
2.000
B.overhead pabrik
= 2.500 x 80% x Rp3
=
6.000
= Rp 18.000
Jumlah harga pokok diperhitungkan
= Rp118.000

PT. Prabowo
Laporan Harga Pokok Produk
Departemen I
Laporan produksi:
Produk diterima dari Departemen I
Produk selesai dimasukkan gudang
Produk dalam proses, 40% konversi
Produk rusak bersifat normal

10.000
7.500
500
2.000
10.000

Biaya Dibebankan:
Elemen Biaya
Harga Pokok Dept.I
Tambahan Biaya
Tenaga kerja
Overhead Pabrik
Jumlah Tambahan
Jumlah Dibebankan
Perhitungan Harga Pokok:
Harga Pokok Produk selesai

Jumlah
Rp100.000

Produksi Ekuivalen

19.400
29.100
Rp 48.500
Rp148.500

7.500+2.500+500(40%) = 9.700
7.500+2.500+500(40%) = 9.700

10.000

= 7.500 x Rp15
= 2.000 x Rp15
Jumlah harga pokok produk selesai 7.500kg @ Rp19
Harga pokok departemen I
= 500 x Rp10
Biaya Tenaga Kerja
= 500 x 40% x Rp2
Biaya overhead Pabrik
= 500 x 40% x Rp3
Jumlah biaya diperhitungkan
PT. Prabowo
Jurnal Transaksi
NO
Nama Rekening dan Keterangan
1
BDP-B.Bahan-Dept.I
BDP-B.Tenaga Kerja-Dept.I
BDP-B.Overhead Pabrik-Dept.I
BDP-B.Tenaga Kerja-Dept.II
BDP-B.Overhead Pabrik-Dept.II
Persediaan Bahan
B.Gaji dan Upah
B.Overhead Pabrik Dept.I
B.Overhead Pabrik Dept.II
(mencatat pembebanan biaya pada setiap departemen)
2
BDP-Harga pokok Dept.I ke Dept.II
BDP-B.Bahan-Dept.I
BDP-B.Tenaga Kerja-Dept.I
BDP-B.Overhead Pabrik-Dept.I
(mencatat harga pokok produk selesai dipindah Dept.II)
B.bahan = 12.500 x Rp4 = Rp50.000
B.tenaga kerja = 12.500 x Rp1 = Rp12.500
B.overhead pabrik = 12.500 x Rp3 = Rp37.500

Persediaan barang dalam proses Dept.I


BDP-B.Bahan-Dept.I
BDP-B.Tenaga Kerja-Dept.I
BDP-B.Overhead Pabrik-Dept.I
(mencatat harga pokok produk dalam proses Dept.I)
Persediaan Produk Selesai
BDP-Harga Pokok Dept.I ke Dept.II
BDP-B.Tenaga Kerja-Dept.II
BDP-B.Overhead Pabrik-Dept.II

Harga Pokok/kg
Rp10
2
3
Rp 5
Rp15
= Rp112.500
= Rp 30.000
= Rp142.500

= Rp5.000
= Rp 400
= Rp 600
= Rp 6.000
= Rp148.500

Debit
Rp 60.000
14.500
43.500
19.400
29.100

Kredit

Rp 60.000
33.900
43.500
29.100
Rp100.000
Rp 50.000
12.500
37.500

Rp 18.000
Rp 10.000
2.000
6.000
Rp142.500
Rp 95.000
19.000
28.500

(mencatat produk selesai Departemen II)


Harga pokok Dept.I = 9.500 x Rp10 = Rp95.000
B.Tenaga Kerja = 9.500 x Rp2 = Rp19.000
B.Overhead Pabrik = 9.500 x Rp3 = Rp28.500
Persediaan Produk Dalam Proses (Dept.II)
BDP-Harga Pokok Dept.I ke Dept.II
BDP-B.Tenaga Kerja-Dept.II
BDP-B.Overhead Pabrik-Dept.II
(mencatat harga pokok produk dalam proses Dept.II)

Rp 6.000
Rp

5.000
400
600

7. Produk rusak disebabkan kesalahan atau kurangnya pengawasan dalam pengolahan produk.
Produk rusak yang tidak laku dijual dan sifatnya tidak normal atau karena kesalahan, harga pokok
produk rusak tidak boleh dikapitalisasi ke dalam harga pokok produk selesai tetapi diperlakukan
sebagai rugi produk rusak.
PT. Prabowo
Laporan Harga Pokok Produk
Departemen I
Laporan Produksi:
Produk masuk proses
Produk selesai dan dipindahkan ke Departemen II
Produk dalam proses akhir, 100%bahan, 80% konversi
Produk rusak karena kesalahan

15.000
10.000
2.500
2.500
15.000

Biaya Dibebankan:
Elemen Biaya
Bahan
Tenaga Kerja
Overhead Pabrik
Jumlah

Jumlah
Rp 60.000
14.500
43.500
Rp 118.000

Produksi Ekuivalen 1
Harga Pokok/kg
10.000+2.500+2.500(100%) = 15.000
Rp 4
10.000+2.500+2.500(80%) = 14.500
1
10.000+2.500+2.500(80%) = 14.500
3
Rp8

Perhitungan Harga Pokok:


Harga Pokok Produk selesai
= 10.000 x Rp8
Harga Pokok Produk rusak
= 2.500 x Rp8
Jumlah harga pokok produk selesai 10.000kg @Rp10
Harga pokok produk dalam proses:
B.bahan
= 2.500 x 100% x Rp4
B.tenaga kerja
= 2.500 x 80% x Rp1
B.overhead pabrik
= 2.500 x 80% x Rp3

= Rp 80.000
= Rp 20.000
= Rp100.000
= Rp10.000
=
2.000
=
6.000
= Rp 18.000
= Rp118.000

Jumlah harga pokok diperhitungkan


PT. Prabowo
Laporan Harga Pokok Produk
Departemen I
Laporan produksi:
Produk diterima dari Departemen I
Produk selesai dimasukkan gudang
Produk dalam proses, 40% konversi
Produk rusak bersifat normal

10.000
7.500
500
2.000
10.000

Biaya Dibebankan:
Elemen Biaya
Harga Pokok Dept.I
Tambahan Biaya
Tenaga kerja
Overhead Pabrik
Jumlah Tambahan

Jumlah
Rp 80.000

Produksi Ekuivalen

Harga Pokok/kg
10.000
Rp8

19.400
29.100
Rp 48.500

7.500+2.500+500(40%) = 9.700
7.500+2.500+500(40%) = 9.700

2
3
Rp 5

Jumlah Dibebankan

Perhitungan Harga Pokok:


Harga Pokok Produk selesai
Harga pokok departemen I
Biaya Tenaga Kerja
Biaya overhead Pabrik

Rp128.500

= 7.500 x Rp13
= 2.000 x Rp13
= 500 x Rp8
= 500 x 40% x Rp2
= 500 x 40% x Rp3

Jumlah biaya diperhitungkan


PT. Prabowo
Jurnal Transaksi
NO
Nama Rekening dan Keterangan
1
BDP-B.Bahan-Dept.I
BDP-B.Tenaga Kerja-Dept.I
BDP-B.Overhead Pabrik-Dept.I
BDP-B.Tenaga Kerja-Dept.II
BDP-B.Overhead Pabrik-Dept.II
Persediaan Bahan
B.Gaji dan Upah
B.Overhead Pabrik Dept.I
B.Overhead Pabrik Dept.II
(mencatat pembebanan biaya pada setiap departemen)
2
BDP-Harga pokok Dept.I ke Dept.II
BDP-B.Bahan-Dept.I
BDP-B.Tenaga Kerja-Dept.I
BDP-B.Overhead Pabrik-Dept.I
(mencatat harga pokok produk selesai dipindah Dept.II)
B.bahan = 10.000 x Rp4 = Rp40.000
B.tenaga kerja = 10.000 x Rp1 = Rp10.000
B.overhead pabrik = 10.000 x Rp3 = Rp30.000

Rp13

= Rp 97.500
= Rp 26.000
= Rp4.000
= Rp 400
= Rp 600
= Rp 5.000
= Rp128.500

Debit
Rp 60.000
14.500
43.500
19.400
29.100

Kredit

Rp 60.000
33.900
43.500
29.100
Rp 80.000
Rp 40.000
10.000
30.000

Rugi Produk Rusak


BDP-B.Bahan-Dept.I
BDP-B.Tenaga Kerja-Dept.I
BDP-B.Overhead Pabrik-Dept.I
(Mencatat rugi produk rusak)
Rp20.000 = (2.500x4) + (2.500x1) + (2.500x3)

Rp 20.000

Persediaan barang dalam proses Dept.I


BDP-B.Bahan-Dept.I
BDP-B.Tenaga Kerja-Dept.I
BDP-B.Overhead Pabrik-Dept.I
(mencatat harga pokok produk dalam proses Dept.I)
Persediaan Produk Selesai
BDP-Harga Pokok Dept.I ke Dept.II
BDP-B.Tenaga Kerja-Dept.II
BDP-B.Overhead Pabrik-Dept.II
(mencatat produk selesai Departemen II)
Harga pokok Dept.I = 7.500 x Rp8 = Rp60.000
B.Tenaga Kerja = 7.500 x Rp2 = Rp15.000
B.Overhead Pabrik = 7.500 x Rp3 = Rp22.500

Rp 18.000

Rugi Produk Rusak


BDP-Harga Pokok Dept.I ke Dept.II
BDP-B.Tenaga Kerja-Dept.II

Rp 26.000

Rp 10.000
2.500
7.500

Rp 10.000
2.000
6.000
Rp97.500
Rp 60.000
15.000
22.500

Rp 16.000
4.000

BDP-B.Overhead Pabrik-Dept.II
(mencatat rugi produk rusak pada Dept.II)
Rp26.000 = (2.000x8) + (2.000x2) + (2.000x3)
Persediaan Produk Dalam Proses (Dept.II)
BDP-Harga Pokok Dept.I ke Dept.II
BDP-B.Tenaga Kerja-Dept.II
BDP-B.Overhead Pabrik-Dept.II
(mencatat harga pokok produk dalam proses Dept.II)

6.000

Rp 5.000
Rp

4.000
400
600

Anda mungkin juga menyukai