Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PENGAMATAN

KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH


Diajukan untuk memenuhi Tugas Mata Pelajaran PLH

DISUSUN OLEH:

NAMA

: AHMAD SURYANA

YAYASAN PERGURUAN NUSA PUTRA


SMK PLUS NUSA PUTRA
TAHUN 2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat,Taufik dan
Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Pengamatan Kebersihan
Lingkungan Sekolah dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga Laporan Pengamatan
ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan
Kami berharap semoga Laporan Pengamatan ini membantu menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi Laporan
Pengamatan ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Laporan Pengamatan ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki
sangat kurang.Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukanmasukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan Laporan Pengamatan ini.

Surade, 3 Juni 2016


Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ............................................................................................................................i


Daftar Isi ......................................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ..........................................................................................................
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................
1.3 Tujuan ........................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
2.1
2.2
2.3
2.4

Pelaksanaan kebersihan disekolah...........................................................................


Permasalahan dalam membersihkan lingkungan sekolah.......................................
Pengaruh Kebersihan Terhadap Proses Belajar Mengajar......................................
Arti kebersihan lingkungan........................................................................................

BAB III PENGAMATAN


3.1
3.2
3.3
3.4

Kondisi kebersihan di SMK PLUS NUSA PUTRA....................................................


Peran Siswa dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah..............................
Dampak Kondisi Lingkungan Sekolah terhadap Siswa/i..........................................
Upaya Menciptakan Sekolah yang Bersih..............................................................

BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan................................................................................................................
4.2 Saran..........................................................................................................................
Daftar Pustaka .............................................................................................................................
Lampiran ......................................................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Kebersihan pangkal kesehatan. Kata-kata ini sudah tidak asing lagi bagi kita. Di suatu
lingkungan sekolah seringkali sebuah sekolah mengalami permasalah tentang kebersihan. Hal ini
disebabkan oleh para siswa yang membuang sampah sembarangan. Motivasi penulis mengangkat
tema ini karena sangat kurang sekali kesadaran siswa-siswa untuk membuang sampah pada tempat
sampah atau tong sampah yang telah disediakan.
Walaupun sudah tiap hari diingatkan atau dinasehati namun sampah tetap saja berserakan di
halaman maupun di dalam kelas. Bahkan kalau diperiksa di dalam laci meja penuh oleh sampahsampah kertas dan bekas bungkus makanan. Pemberian hukuman dan sangsi-sangsi tidak
membuahkan hasil yang memuaskan. Pemberian hukuman-hukuman dan sangsi-sangsi tersebut
tidak memberikan pengaruh yang berarti.
Seringkali kita mendengar slogan-slogan di berbagai tempat terutama di sekolah, yang isinya
mengajak kita untuk menjaga kebersihan lingkungan. Akan tetapi slogan tadi tidak kita pedulikan,
slogan tadi fungsinya hanya seperti hiasan belaka tanpa ada isinya, padahal isi dari sebuah slogan
sangat penting bagi kita. Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga kebersihan, tapi apa
kenyataannya? Siswa masih membuang sampah sembarangan, selain ini siswa juga merobek-robek
kertas dalam kelas dan bila memakan jajan di tempat A bungkusnya dibuangnya juga di tempat A,
padahal di tempat-tempat tersebut telah disediakan tempat sampah.
Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor, kumuh dan penuh dengan sampah. Disamping
itu sampah yang kita buang sembarangan tadi juga dapat mencemari lingkungan, baik di dalam
kelas maupun di luar kelas dan juga dapat menyebabkan suasana belajar kita tidak nyaman. Oleh
karena itulah saya selaku penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap kebersihan
lingkungan sekolah untuk membantu para murid menjadi lebih paham akan arti kebersihan
lingkungan, terutama lingkungan disekitar sekolah.

1.2. Rumusan masalah

Dari batasan masalah diatas, dirumuskan suatu masalah yang akan dibahas dalam laporan ini
yaitu: Bagaimana cara penanggulangan sampah jajanan dalam lingkungan sekolah serta arti
mengenai kebersihan dan manfaat kebersihan sekolah terhadap proses belajar mengajar.

1.3. Tujuan
Tujuan pengamatan merupakan hal yang hendak dicapai dalam pedoman untuk melakukan suatu
kegiatan yang telah dirumuskan. Adapun tujuan diadakannya penelitian ini adalah:
1. untuk membangkitkan kesadaran para siswa/siswi untuk menjaga kebersihan lingkungan
sekolah.
2. untuk memberikan pengarahan bahwa kebersihan lingkungan itu sangat penting bagi proses
belajar mengajar.
3. untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan kebersihan dilingkungan sekolah.
4. untuk mengetahui kondisi kebersihan lingkungan SMK PLUS NUSA PUTRA.
5. untuk mengetahui peran serta siswa dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekolah.
6. untuk mengetahui pengaruh kondisi kebersihan lingkungan sekolah terhadap siswa/i SMK PLUS
NUSA PUTRA

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pelaksanaan kebersihan disekolah


a. Kegiatan pembersihan harian
Kegitan ini dilakukan setiap hari kerja efektif pada waktu sebelum kegiatan pembelajaran di kelas
di mulai, mulai jam 07.00 07.30 wib. Tujuannya untuk membersihkan ruang kelas dan halaman
sekitar ruang kelas masing-masing, serta halaman sekitar kantor atau ruang lainnya yang
berdekatan dengan kelas peserta didik.
b. Kegiatan pembersihan mingguan

Kegiatan ini diberi istilah Sabtu Bersih, yang dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran di
kelas di mulai, mulai 07.00 07.30 wib. Program kegiatannya bersifat massal yang melibatkan
peserta didik dan warga sekolah lainnya. Tujuannya untuk membersihkan lingkungan sekolah
secara keseluruhan. Khusus peserta didik, dalam kegiatan pembersihan tersebut di bagi
berkelompok berdasarkan kelas, dan masing-masing kelompok membersihkan lingkungan atau
halaman sekolah yang telah ditetapkan oleh pembina kebersihan. Dalam kegiatan ini, kadang
kala peserta didik diminta membawa sabit, ember kecil dan alat kebersihan lainnya, tergantung
keadaan lingkungan sekolah yang akan dibersihkan.

2.2. Permasalahan dalam membersihkan lingkungan sekolah


Beberapa kesulitan yang dialami dalam membersihkan lingkungan sekolah adalah sebagai berikut:

setiap keluar istirahat sampah jajanan mulai banyak berserakan.

kurangnya kesadaran para siswa dalam membersihkan lingkungan sekolah.

kurangnya fasilitas untuk membersihkan lingkungan sekolah terutama dalam membersihkan


kamar mandi.

2.3. Pengaruh Kebersihan Terhadap Proses Belajar Mengajar


Lingkungan belajar yang efektif adalah sebuah lingkungan belajar yang produktiv, dimana
sebuah lingkungan belajar yang didesain atau dibangun untuk membantu pelajar meningkatkan
produktifitas belajar mereka sehingga proses belajar mengajartercapai sesuai dengan apa yang
diharapkan. Hal ini dapat digambarkan dengan, kemudahan para pelajar dalam berfikir, berkreasi
juga mampu secara aktif dikarenakan lingkungan belajar yang bersih sangat mendukung
sehinggatimbul ketertiban dan kenyamanan pada saat proses belajar mengajar berlangsung.
Berbeda halnya dengan pelajar yang memiliki sebuah lingkungan belajar yang kotor, tentunya akan
menimbulkan kesan malas dan membosankan sehingga tidak timbul rasa semangat pada proses
belajar mengajar dikarenakan lingkungan yang kotor dan tidak konduktif dan efektif.

2.4. Arti kebersihan lingkungan


kebersihan adalah upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungan dari segala yang kotor
dan keji dalam rangka mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman.
Kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan dan sehat adalah salah satu faktor yang
dapat memberikan kebahagiaan.
Sebaliknya, kotor tidak hanya merusak keindahan tetapi, juga menyebabkan timbulnya berbagai
penyakit. kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk diantaranya debu, sampah, dan
bau.

Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan higienis yang baik. Kebersihan lingkungan adalah
kebersihan tempat tinggal, tempat kerja, dan berbagai sarana umum.
BAB III
PENGAMATAN

3.1. Kondisi kebersihan di SMK PLUS NUSA PUTRA


Kebersihan lingkungan sekolah adalah salah satu faktor yang mendorong kita untuk lebih
bersemangat dalam proses kegiatan belajar mengajar, oleh karena itu kebersihan lingkungan
sekolah harus dijaga. Begitu pula dengan kebersihan lingkungan SMK PLUS NUSA PUTRA yang
harus kita jaga dan kita lestarikan. Kondisi kebersihan SMK PLUS NUSA PUTRA saat ini belum
menunjukkan lingkungan sekolah yang bersih. Masih banyak kita jumpai sampah-sampah yang
dibuang sembarangan. Misalnya di kolong meja, kantin, dan tempat-tempat yang tidak terlihat oleh
mata (tersembunyi). Padahal, tempat-tempat tersebut bukanlah tempat sampah.
Sampah-sampah tersebut berupa sampah sisa makanan, bungkus plastik makanan, dan lainlain. Pada saat upacara bendera yang diadakan setiap hari senini, pihak sekolah selalu
mengingatkan para siswa-siswi SMK PLUS NUSA PUTRA untuk menjaga kebersihan lingkungan
sekolah. Tetapi, tidak jarang juga ditemukan siswa yang masih saja mengotori lingkungan sekolah.
Pihak sekolah sudah melakukan tindakan-tindakan untuk tercapainya lingkungan sekolah yang
bersih, indah, sehat, dan nyaman. Tindakan-tindakan tersebut antara lain mengecat kursi dan
bangku agar bersih dari coretan-coretan yang tidak pantas untuk anak sekolah, mengunci ruang
kelas pada saat jam istirahat berlangsung agar siswa dan siswi tidak makan dikelas yang
menyebabkan kelas menjadi kotor, dan memberi sanksi yang tegas bagi siswa dan siswi yang
melanggar.
Dengan tindakan-tindakan tersebut diharapkan mampu menyadarkan siswa untuk menjaga
kebersihan lingkungan sekolah dan dapat menciptakan kondisi lingkungan sekolah yang bersih,
bebes dari sampah, indah, sehat, dan dapat mendukung kegiatan proses belajar mengajar (KBM).
Tetapi masih saja bisa kita jumpai tulisan-tulisan kecil di meja-meja kelas yang baru saja dicat ulang,
sampah- sampah kertas di kolong meja. Hal tersebut menunjukkan betapa rendahnya tingkat
kesadaran siswa dan siswi SMK PLUS NUSA PUTRA dalam menjaga kebersihan lingkungan
sekolah. Meskipun pihak sekolah sudah melakukan upaya-upaya untuk menciptakan kebersihan
tetapi jika siswa dan siswinya tidak mempunyai rasa memiliki terhadap fasilitas-fasilitas yang ada,
maka semua tindakan tersebut menjadi sia-sia.

3.2. Peran Siswa dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah


Agar sekolah terlihat bersih, siswa dapat berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan
sekolah dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, selain itu siswa juga bisa memungut
sampah yang berserakan dan membuangnya pada tempat sampah yang telah tersedia agar tidak

ada sampah yang berserakan di lingkungan sekolah. Serta, siswa diharapkan tidak mencorat-coret
tembok dan bangku yang merupakan sarana pembelajaran, dengan begitu, bangku dan tembok
akan tetap terlihat bersih tanpa adanya coretan-coretan yang dibuat oleh siswa dan siswi.
Selain membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan bangku dan tembok, siswa
juga diwajibkan untuk melaksanakan piket kelas yang sudah menjadi ketentuan di SMK PLUS NUSA
PUTRA. Dan juga bisa dijadikan lomba kebersihan kelas induk untuk masing-masing kelas, agar
siswa dan siswi dapat menjaga kebersihan kelas induknya masing-masing. Diluar lomba kebersihan
kelas induk tersebut, juga pihak sekolah membuat satu peraturan yang didalamnya berisi anjuran
bagi siswa dan siswi untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, dan memberi sanksi yang tegas
bagi siswa dan siswi yang melanggarnya.
Hal yang paling pokok untuk peran siswa dan siswi dalam menjaga kebersihan SMK PLUS
NUSA PUTRA ini adalah, kesadaran diri masing-masing individu untuk menjaga kebersihan
sekolahnya agar sekolah tetap dalam keadaan bersih dan nyaman untuk proses kegiatan belajar
mengajar.
3.3. Dampak Kondisi Lingkungan Sekolah terhadap Siswa/i.
Dalam proses pembelajaran banyak faktor yang mempengaruhi prestasi siswa. Salah satunya
yaitu kebersihan lingkungan sekolah, khususnya pada lingkungan kelas. Kebersihan sangat
mempengaruhi konsentrasi belajar siswa. Jika kelas bersih, indah dan tertata rapi maka
kemungkinan besar kenyamanan dalam proses pembelajaran akan tercapai. Selain itu konsentrasi
pun bisa lebih fokus, dengan begitu sistem kerja otak akan semakin meningkat. Tetapi sebaliknya,
jika lingkungan sekolah terutama kelas terlihat kotor dan kumuh, pelajaran atau materi yang akan
diberikan oleh guru akan sulit diterima oleh siswa, hal ini disebabkan karena pecahnya konsentrasi
akibat situasi kelas yang tidak nyaman. Suasana kelas yang seperti ini juga menyebabkan siswa
bosan atau mengantuk. Maka dari itu kelas harus selalu dalam keadaan bersih agar siswa bisa
meningkatkan
prestasinya.
Dalam menjaga kebersihan kelas, dibutuhkan kerja sama antara siswa, guru, dan petugas
kebersihan sekolah. Siswa adalah salah satu pendukung kebersihan sekolah, karena jumlah siswa
yang sangat banyak jika dibandingkan dengan warga sekolah lainnya. Siswa yang memiliki IQ tinggi
pasti memiliki kecerdasan dan kecekatan dalam berfikir. Maka jika diingatkan untuk tidak membuang
sampah sembarangan ataupun mencorat-coret bangku, siswa akan mematuhi hal tersebut. Dengan
kata lain, siswa yang tidak bisa diperingatkan, selalu merusak, mengotori lingkungan sekolah bisa
dikatakan siswa tersebut ber IQ rendah.
Kebersihan sangat mempengaruhi konsentrasi belajar siswa. Jika kelas bersih, indah dan
tertata rapi maka kemungkinan besar kenyamanan dalam proses pembelajaran akan tercapai.
Selain itu konsentrasi pun bisa lebih fokus, dengan begitu sistem kerja otak akan semakin
meningkat. Tetapi sebaliknya, jika lingkungan sekolah terutama kelas terlihat kotor dan kumuh,
pelajaran atau materi yang akan diberikan oleh guru akan sulit diterima oleh siswa, hal ini
disebabkan karena pecahnya konsentrasi akibat situasi kelas yang tidak nyaman. Suasana kelas
yang seperti ini juga menyebabkan siswa bosan atau mengantuk. Maka dari itu kelas harus selalu
dalam keadaan bersih agar siswa bisa meningkatkan prestasinya.

3.4. Upaya Menciptakan Sekolah yang Bersih

Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor, kumuh, dan penuh dengan sampah.
Disamping itu, sampah yang sering kita buang dengan sembarangan dapat mencemari lingkungan
baik didalam maupun di luar kelas dan juga dapat menyebabkan suasana belajar yang tidak
nyaman. Demi terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan indah sebaiknya melakukan
upaya-upaya yang bersifat mengatasi masalah tersebut, upaya-upaya yang perlu di lakukan adalah
sebagai berikut:
Guru memberi contoh bila membuang sampah selalu pada tempatnya. Membuat tata tertib
baru yang isinya tentang pemberian denda ataupun hukuman bagi setiap siswa yang membuang
sampah tidak pada tempatnya. Siswa diharapkan mempunyai kesadaran hati nuraninya sendiri
untuk menjaga kebersihan sekolah. Petugas piket pada hari itu juga harus membersihkan kelas dan
lingkungan sekitar. Melarang siswa membuang sampah tidak pada tempatnya. Melarang siswa
mencorat-coret meja atau kursi di dalam kelas atau lingkungan sekitar dan memberikan sanksi yang
tegas badgi pelanggarnya. Memberi sanksi bagi siswa yang melanggar tata tertib kebersihan di
sekolah

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Kondisi kebersihan SMK PLUS NUSA PUTRA masih tergolong belum sepenuhnya bersih
bersih, karena masih ditemukan sampah-sampah di dalam kelas.
Kebanyakan siswa masih berlaku acuh-tak acuh terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Hal
ini bisa dilihat dari coretan-coretan di bangku sekolah, dan dinding-dinding sekolah.
Masih kurangnya tingkat kesadaran akan pentingnya kebersihan di kalangan siswa/I SMK
PLUS NUSA PUTRA.

4.2 Saran

Menegakkan peraturan piket di kelas masing-masing

Mengadakan jumat bersih dan dilombakan kebersihan kelas induknya masing-masing

Menindak atau member sanksi yang tegas bagi siswa dan siswi yang mengotori lingkungan
sekolah

Menjaga penyediaan sarana kebersihan (sapu, kemoceng, lap) di setiap kelas

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Kebersihan
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=10187
http://www.google.com

LAMPIRAN