Anda di halaman 1dari 22

BAB IV

ANALISIS MASALAH
Dari hasil kegiatan Puskesmas Secang I pada bulan Januari 2016,
berdasarkan Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang terlampir telah didapatkan
beberapa permasalahan yang perlu diupayakan pemecahannya dengan menggunakan

INPUT
Man
Money
Method
Matrial
Machine

PROSES
P1
P2
P3

OUTPUT
Cakupan
Program

LINGKUNGAN
Fisik
Kependudukan
Sosial Budaya
Sosial Ekonomi
Kebijakan

kerangka pemikiran pendekatan sistem, sebagai berikut :

Gambar 6. Kerangka Pemikiran Pendekatan Sistem

Cakupan masalah terdapat pada output dimana hasil kegiatan atau cakupan
67

68

kegiatan tidak sesuai dengan standar minimal. Hal yang terpenting pada upaya
pemecahan masalah adalah bahwa kegiatan dalam rangka pemecahan masalah harus
sesuai dengan penyebab masalah tersebut, yakni berdasarkan pendekatan sistem
penyebab masalah yang terjadi pada input, proses maupun lingkungan.
IV. 1. Kerangka Pikir Pemecahan Masalah
Masalah merupakan kesenjangan antara keadaan fisik yang diharapkan
dengan kenyataan, yang menimbulkan rasa ketidakpuasan dan keinginan
untuk memecahkannya. Ciri-ciri sebuah masalah diantaranya adalah :
- Menyatakan hubungan dua variabel atau lebih
- Dapat diukur
- Dapat diatasi
Berikut ini merupakan urutan siklus pemecahan suatu masalah, yaitu :
1. Identifikasi atau Inventarisasi Masalah
Menetapkan keadaan spesifik yang diharapkan, yang ingin dicapai,
menetapkan indikator tertentu sebagai dasar pengukuran kinerja, misalnya
SPM. Kemudian mempelajari keadaan yang terjadi dengan menghitung
atau mengukur hasil pencapaian. Kemudian membandingkan antara
kedaan nyata yang terjadi (cakupan) dengan keadaan tertentu yang
diinginkan atau indikator tertentu yang sudah ditetapkan (target).
a. Penentuan Prioritas Masalah
Penentuan prioritas masalah ditentukan dengan berbagai
metode diantaranya adalah Hanlon, Delbeq, CARL, Pareto, dan lainlain.
b. Penentuan Penyebab Masalah
Penentuan penyebab masalah dilihat berdasarkan data
ataupun kepustakaan. Penentuan penyebab masalah hendaknya
jangan menyimpang dari masalah tersebut.
c. Memilih Penyebab Yang Paling Mungkin
Penyebab masalah paling mungkin terjadi harus dipilih

69

berdasarkan sebab-sebab yang didukung oleh data atau konfirmasi.


d. Menentukan Alternatif Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah dapat dilakukan dengan mudah apabila
penyebab masalah sudah dapat teridentifikasi dengan baik namun
dalam pemecahan masalah harus memiliki berbagai macam alternatif
pemecahan masalah.
e. Penetapan Pemecahan Masalah Terpilih
Setelah alternatif pemechan masalah ditentukan maka
dilakukan pemilihan pemecahan masalah terpilih (paling efektif dan
efisien) apabila ditemukan beberapa alternatif maka digunakan
Hanlon kualitatif untuk menentukan atau memilih pemecahan
masalah terbaik.
f. Penyusunan Rencana Penerapan
Rencana penerapan masalah dibuat dalam bentuk POA (Plain
of Action) atau rencana kegiatan.
g. Monitoring dan Evaluasi
Untuk mengetahui keberhasilan dari pemecahan suatu
masalah dilakukan monitoring pada saat proses penyelesaiaan
masalah tersebut berlangsung dan evaluasi setelah seluruh
permasalahan selesai.

70

Gambar 7. Siklus Pemecahan Masalah

IV. 2. Analisis Hasil


Berdasarkan hasil analisa pada Standar Pelayanan Minimal terbaru
tahun 2015 dari data sekunder, masalah di Puskesmas Secang I yang
ditemukan adalah :
Tabel 16. Masalah Kegiatan Puskesmas Secang I Bulan Januari 2016

No

Daftar Masalah
Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga

1.

Pencapaian
85,59%

kesehatan
2.

Cakupan Kn1

86,25%

3.

Cakupan Kn2

90,78%

4.

Cakupan Kn3

89,13%

5.

Cakupan kunjungan bayi

95,83%

71

6.

Neonatal resti yang ada/yang ditemukan

98,18%

7.

Jumlah dukun bayi yang terlatih

30,77%

Pembinaan TK, jumlah TK yang dibina

38,71%

Cakupan bayi (6-11 bulan) yang diberikan


0%

10

kapsul vitamin A
Cakupan pemberian PMT MP ASI pada bayi

11

BGM dari GAKIN


Desa dengan cakupan keluarga bergaram yodium

12

baik
Cakupan kapsul yodium untuk WUS di daerah

0%
0%
0%
13

endemis GAKI
Kecamatan bebas rawan gizi

14

Cakupan ibu nifas mendapat kapsul vit A

0%
7,61%

Tempat-tempat umum (TTU) yang memenuhi


29,89%
15

syarat sanitasi
Tempat Pengolahan Makanan dan Penjualan
47,86%

16

(TP2M) diperiksa

17

Rumah sehat

18

Penduduk yang memanfaatkan jamban

19

Rumah yang mempunyai SPAL

20

Rumah/bangunan bebas jentik aedes

21

Cakupan suspek TB Paru

22

Penemuan kasus TB BTA (+)

23

Balita dengan diare yang ditangani sesuai standar

24

Jumlah bumil yang mendapat TT 1

12,21%
0,00%
19,14%
0,00%
23,84%
0,00%
59,33%
84,73%

72

66,26%

25

Jumlah bumil yang mendapat TT 2

26

Jumlah bayi yang mendapat imunisasi BCG

27

Jumlah bayi yang mendapat imunisasi DPT 4

82,98%
99,58%

28
29

Jumlah bayi yang mendapat imunisasi campak 2


Rumah tangga sehat

30

Bayi yang dapat ASI eksklusif

31

Jumlah kunjungan ke posyandu

32

Jumlah pembinaan ke posyandu

33

Penyuluhan P3 NAPZA di sekolah

34

Penyuluhan HIV/AIDS di sekolah

35

Penyuluhan NAPZA dan HIV/AIDS oleh

94,05%
74.19%
0.00%
8.78%
3.30%
20.00%
20.00%
59.52%

36

petugas kesehatan
Pembinaan dokter kecil

37

PSN di sekolah

33.33%
33.33%

Kriteria A : Besar Masalah


1. Menghitung selisih presentasi pencapaian hasil kegiatan dengan
pencapaian 100%.
Tabel 17. Besar Masalah Kegiatan Puskesmas Secang 1 Bulan Januari 2016

No

Daftar Masalah

Pencapaian

Besar
Masalah

85,59%

14,41%

86,25%

13,75%

Cakupan pertolongan persalinan oleh


1.
tenaga kesehatan
2.

Cakupan Kn1

3.

Cakupan Kn2

90,78%

9,22%

73

4.

Cakupan Kn3

89,13%

10,87%

5.

Cakupan kunjungan bayi

95,83%

4,17%

6.

Neonatal resti yang ada/yang ditemukan

98,18%

1,82%

7.

Jumlah dukun bayi yang terlatih

30,77%

69,23

Pembinaan TK, jumlah TK yang dibina

38,71%

61,29

Cakupan bayi (6-11 bulan) yang

0%

100%

10

diberikan kapsul vitamin A


Cakupan pemberian PMT MP ASI pada

0%

100%

11

bayi BGM dari GAKIN


Desa dengan cakupan keluarga bergaram

0%

100%

12

yodium baik
Cakupan kapsul yodium untuk WUS di

0%

100%

13

daerah endemis GAKI


Kecamatan bebas rawan gizi

0%

100%

14

Cakupan ibu nifas mendapat kapsul vit A

7,61%

92,39%

Tempat-tempat umum (TTU) yang


15

memenuhi syarat sanitasi


Tempat Pengolahan Makanan dan

29,89

70,11

16

Penjualan (TP2M) diperiksa

47,86

52,14

17

Rumah sehat

12,21

87,79

18

Penduduk yang memanfaatkan jamban

0,00

100

19

Rumah yang mempunyai SPAL

19,14

80,86

20

Rumah/bangunan bebas jentik aedes

0,00

100

21

Cakupan suspek TB Paru

23,84

76,16

22

Penemuan kasus TB BTA (+)

0,00

100

74

Balita dengan diare yang ditangani sesuai


23

standar

59,33

40,67

24

Jumlah bumil yang mendapat TT 1

84,73

15,27

25

Jumlah bumil yang mendapat TT 2


Jumlah bayi yang mendapat imunisasi

66,26

33,74

26

BCG
Jumlah bayi yang mendapat imunisasi

82,98

17,02

27

DPT 4
Jumlah bayi yang mendapat imunisasi

99,58

0,42

28
29

Campak 2
Rumah tangga sehat

94,05
74.19%

5,95
25.81 %

30

Bayi yang dapat ASI eksklusif

0.00%

100 %

31

Jumlah kunjungan ke posyandu

8.78%

91.22%

32

Jumlah pembinaan ke posyandu

3.30%

96.7%

33

Penyuluhan P3 NAPZA di sekolah

20.00%

80%

34

Penyuluhan HIV/AIDS di sekolah

20.00%

80%

35

Penyuluhan NAPZA dan HIV/AIDS oleh

59.52%

40.48%

36

petugas kesehatan
Pembinaan dokter kecil

33.33%

66.67%

37

PSN di sekolah

33.33%

66.67%

2. Menentukan jumlah kolom yang akan digunakan


K = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 37
= 1 + 3,3 (1,568)
= 1 + 5,174
= 6,174 7
Keterangan :
k = jumlah kolom
n = jumlah masalah

75

3. Menentukan interval kelas dengan menghitung selisih besarnya


masalah terbesar dengan terkecil, kemudian dibagi dengan kolom.
Besar masalah terbesar = 100
Besar masalah terkecil = 0
Interval = nilai terbesar nilai terkecil
Kolom
= 100 0,42
7
= 14.22
4. Menentukan skala interval dan nilai setiap interval sesuai jumlah
kolom.
Tabel 18. Skala Interval Besar Masalah

Kolom
Skala 1
Skala 2
Skala 3
Skala 4
Skala 5
Skala 6
Skala 7

Skala interval
0,42 14,64
14,65 28,87
28,88 43,10
43,11 57,33
57,34 71,56
71,57 85,79
85,80 100

Nilai
1
2
3
4
5
6
7

5. Menentukan nilai besar masalah berdasarkan skala interval.


Tabel 19. Penilaian Besar Masalah

NO

Masalah

1
(0,42

2
(14,65

3
(28,88

14,64)

28,87)

43,10)

RANGE
4
(43,11

57,33)

NILAI
5
(57,34
71,56)

6
(71,57

7
(85,8

85,79)

100)

Cakupan
pertolongan
1

X
X
X

1
1
1

persalinan oleh
2
3
4

tenaga kesehatan
Cakupan Kn1
Cakupan Kn2
Cakupan Kn3

76

Cakupan
5

kunjungan bayi
Neonatal resti
6

yang ada/yang
ditemukan
Jumlah dukun bayi

yang terlatih
Pembinaan TK,
8

jumlah TK yang
dibina
Cakupan bayi (611 bulan) yang

diberikan kapsul
vitamin A
Cakupan
pemberian PMT
10
MP ASI pada bayi
BGM dari GAKIN
Desa dengan
cakupan keluarga
11
bergaram yodium
baik
Cakupan kapsul
yodium untuk
12
WUS di daerah
endemis GAKI
Kecamatan bebas
13
14

rawan gizi
Cakupan ibu nifas

77

mendapat kapsul
vit A
Tempat-tempat
umum (TTU) yang
15

memenuhi syarat
sanitasi
Tempat
Pengolahan
16

Makanan dan

Penjualan (TP2M)
17

diperiksa
Rumah sehat
Penduduk yang

18

memanfaatkan

jamban
Rumah yang
19

mempunyai SPAL
Rumah/bangunan
20
bebas jentik aedes
Cakupan suspek
21
TB Paru
Penemuan kasus
22

TB BTA (+)
Balita dengan
diare yang
23

ditangani sesuai
standar
Jumlah bumil yang
24
25

X
mendapat TT 1
Jumlah bumil yang

2
X

78

mendapat TT 2
Jumlah bayi yang
26

mendapat

imunisasi BCG
Jumlah bayi yang
27

mendapat

imunisasi DPT 4
Jumlah bayi yang
mendapat
28
imunisasi Campak
29

2
Rumah tangga

30

sehat
Bayi yang dapat

31

ASI eksklusif
Jumlah kunjungan

32

ke posyandu
Jumlah pembinaan

33

ke posyandu
Penyuluhan P3

34

NAPZA di sekolah
Penyuluhan

HIV/AIDS di
35

sekolah
Penyuluhan
NAPZA dan
X

HIV/AIDS oleh
36

petugas kesehatan
Pembinaan dokter
kecil

79

37

PSN di sekolah

Kriteria B (kegawatan masalah)


Penilaian berdasarkan tingkat keganasan, tingkat urgensi dan tingkat
penyebaran dengan menggunakan nilai skala 1 5.
Tabel 20. Skor Penilaian Kriteria B

Skor
1
2
3
4
5

Keganasan
Tidak berbahaya
Kurang berbahaya
Cukup berbahaya
Berbahaya
Sangat berbahaya

Tingkat Urgensi
Tidak mendesak
Kurang mendesak
Cukup mendesak
Mendesak
Sangat mendesak

Tingkat Penyebaran
Tidak menyebar
Kurang menyebar
Cukup menyebar
Menyebar
Sangat menyebar

Tabel 21. Kegawatan Masalah

No

Masalah

Keganasa
n

Tingkat
Urgensi

Tingkat
Penyebaran

Nilai

Cakupan pertolongan

1.

persalinan oleh tenaga

11

2.
3.
4.
5.

kesehatan
Cakupan Kn1
Cakupan Kn2
Cakupan Kn3
Cakupan kunjungan bayi
Neonatal resti yang

3
2
2
3

3
2
2
3

2
2
1
3

8
6
5
9

11

yang diberikan kapsul

vitamin A
Cakupan pemberian PMT

6.
7.
8
9

10

ada/yang ditemukan
Jumlah dukun bayi yang
terlatih
Pembinaan TK, jumlah TK
yang dibina
Cakupan bayi (6-11 bulan)

MP ASI pada bayi BGM

80

11

dari GAKIN
Desa dengan cakupan

Makanan dan Penjualan

(TP2M) diperiksa
Rumah sehat
Penduduk yang

12

10

10

keluarga bergaram yodium

12

baik
Cakupan kapsul yodium
untuk WUS di daerah

13

endemis GAKI
Kecamatan bebas rawan

14

gizi
Cakupan ibu nifas
mendapat kapsul vit A
Tempat-tempat umum
(TTU) yang memenuhi

15

16
17

syarat sanitasi
Tempat Pengolahan

18

memanfaatkan jamban
Rumah yang mempunyai

19

SPAL
Rumah/bangunan bebas

20
21

jentik aedes
Cakupan suspek TB Paru
Penemuan kasus TB BTA

22

(+)
Balita dengan diare yang

23

ditangani sesuai standar


Jumlah bumil yang

24
25

mendapat TT 1
Jumlah bumil yang

81

mendapat TT 2
Jumlah bayi yang

mendapat imunisasi

28
29
30

Campak 2
Rumah tangga sehat
Bayi yang dapat ASI

10

31

eksklusif
Jumlah kunjungan ke

32

posyandu
Jumlah pembinaan ke

3
2

33

posyandu
Penyuluhan P3 NAPZA di

10

34

sekolah
Penyuluhan HIV/AIDS di

4
4

10

35

sekolah
Penyuluhan NAPZA dan
HIV/AIDS oleh petugas

kesehatan
Pembinaan dokter kecil
PSN di sekolah

3
2

2
2

3
2

8
6

26

mendapat imunisasi BCG


Jumlah bayi yang

27

mendapat imunisasi DPT 4


Jumlah bayi yang

36
37

Kriteria C (Kemudahan dalam Penanggulangan Masalah)


Penilaian kemudahan dalam penanggulangan masalah-masalah diukur dengan
menggunakan nilai skala 1 5.
Kemudahan dalam penanggulangan masalah dinilai dengan bobot 5, dimana :
Sangat mudah : 5
Mudah
:4
Cukup mudah : 3
Sulit
:2
Sangat sulit
:1

82

Tabel 22. Kemudahan dalam Penanggulangan Masalah

No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8
9

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan


Cakupan Kn1
Cakupan Kn2
Cakupan Kn3
Cakupan kunjungan bayi
Neonatal resti yang ada/yang ditemukan
Jumlah dukun bayi yang terlatih
Pembinaan TK, jumlah TK yang dibina
Cakupan bayi (6-11 bulan) yang diberikan kapsul

10

vitamin A
Cakupan pemberian PMT MP ASI pada bayi BGM

11
12

dari GAKIN
Desa dengan cakupan keluarga bergaram yodium baik
Cakupan kapsul yodium untuk WUS di daerah

13
14

Masalah

endemis GAKI
Kecamatan bebas rawan gizi
Cakupan ibu nifas mendapat kapsul vit A
Tempat-tempat umum (TTU) yang memenuhi syarat

15

sanitasi
Tempat Pengolahan Makanan dan Penjualan (TP2M)

16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32

diperiksa
Rumah sehat
Penduduk yang memanfaatkan jamban
Rumah yang mempunyai SPAL
Rumah/bangunan bebas jentik aedes
Cakupan suspek TB Paru
Penemuan kasus TB BTA (+)
Balita dengan diare yang ditangani sesuai standar
Jumlah bumil yang mendapat TT 1
Jumlah bumil yang mendapat TT 2
Jumlah bayi yang mendapat imunisasi BCG
Jumlah bayi yang mendapat imunisasi DPT 4
Jumlah bayi yang mendapat imunisasi Campak 2
Rumah tangga sehat
Bayi yang dapat ASI eksklusif
Jumlah kunjungan ke posyandu
Jumlah pembinaan ke posyandu

Nilai
3
3
3
3
3
3
3
5
3
3
3
3
3
4
2
4
3
2
2
4
3
2
2
4
4
3
3
3
3
3
3
2

83

33
34
35

Penyuluhan P3 NAPZA di sekolah


Penyuluhan HIV/AIDS di sekolah
Penyuluhan NAPZA dan HIV/AIDS oleh petugas

36
37

kesehatan
Pembinaan dokter kecil
PSN di sekolah

3
3
3
3
2

Penentuan Kriteria D (Faktor PEARL)


Penilaian menggunakan beberapa faktor yang saling menentukan, dapat atau
tidaknya suatu program dilaksanakan. Faktor tersebut adalah :
a. Kesesuaian (Propriety)
b. Murah secara ekonomis (Economic)
c. Dapat diterima (Acceptable)
d. Tersedianya sumber (Resource availability)
e. Legalitas terjamin (Legality)
Faktor PEARL dinilai dengan menggunakan skor sebagai berikut :
1 = setuju atau ada
0 = tidak setuju atau tidak ada
Tabel 23. Penilaian Masalah Berdasarkan Faktor PEARL

N
o

Masalah

1
2
3
4
5
6
7
8
9

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan


Cakupan Kn1
Cakupan Kn2
Cakupan Kn3
Cakupan kunjungan bayi
Neonatal resti yang ada/yang ditemukan
Jumlah dukun bayi yang terlatih
Pembinaan TK, jumlah TK yang dibina
Cakupan bayi (6-11 bulan) yang diberikan kapsul

10

vitamin A
Cakupan pemberian PMT MP ASI pada bayi BGM dari

11
12

GAKIN
Desa dengan cakupan keluarga bergaram yodium baik
Cakupan kapsul yodium untuk WUS di daerah endemis
GAKI

1
1
1
1
1
1
1
1

1
1
1
1
1
0
0
1

1
1
1
1
1
0
1
1

1
1
1
1
1
0
1
1

1
1
1
1
1
1
0
1

Hasi
l
Kali
1
1
1
1
1
0
0
1

P E A R L

84

13
14

Kecamatan bebas rawan gizi


Cakupan ibu nifas mendapat kapsul vit A
Tempat-tempat umum (TTU) yang memenuhi syarat

15

sanitasi
Tempat Pengolahan Makanan dan Penjualan (TP2M)

16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35

diperiksa
Rumah sehat
Penduduk yang memanfaatkan jamban
Rumah yang mempunyai SPAL
Rumah/bangunan bebas jentik aedes
Cakupan suspek TB Paru
Penemuan kasus TB BTA (+)
Balita dengan diare yang ditangani sesuai standar
Jumlah bumil yang mendapat TT 1
Jumlah bumil yang mendapat TT 2
Jumlah bayi yang mendapat imunisasi BCG
Jumlah bayi yang mendapat imunisasi DPT 4
Jumlah bayi yang mendapat imunisasi Campak 2
Rumah tangga sehat
Bayi yang dapat ASI eksklusif
Jumlah kunjungan ke posyandu
Jumlah pembinaan ke posyandu
Penyuluhan P3 NAPZA di sekolah
Penyuluhan HIV/AIDS di sekolah
Penyuluhan NAPZA dan HIV/AIDS oleh petugas

36
37

kesehatan
Pembinaan dokter kecil
PSN di sekolah

1
1

0
1

1
1

1
1

1
1

0
1

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1

1
1

1
1

1
1

1
1

1
1

1
1

IV. 3. Penilaian Prioritas Masalah


Setelah penilaian berdasarkan kriteria A, B, C dan D, hasil tersebut
dimasukkan dalam formula nilai prioritas dasar (NPD) serta nilai prioritas
total (NPT) untuk menentukan prioritas masalah yang dihadapi.
NPD = (A + B) x C
NPT = (A + B) x C x D
Tabel 24. Urutan prioritas masalah

85

No

Masalah

Urutan
Prioritas

C D NPD NPT

11

36

36

XVII

1
1
1
1

8
6
5
9

3
3
3
3

1
1
1
1

27
21
18
30

27
21
18
30

XXIV
XXXI
XXXII
XXIII

11

36

XXXIV

42

XXXV

55

55

II

36

36

XVIII

48

48

VI

42

42

XII

39

39

XV

33

XXXVI

40

40

XIV

22

22

XXVIII

44

44

XI

42

42

XIII

24

24

XXV

6
7

5
8

2
4

1
1

22
60

22
60

XXIX
I

Cakupan pertolongan persalinan


1
2
3
4
5

oleh tenaga kesehatan


Cakupan Kn1
Cakupan Kn2
Cakupan Kn3
Cakupan kunjungan bayi
Neonatal resti yang ada/yang

6
7

ditemukan
Jumlah dukun bayi yang terlatih
Pembinaan TK, jumlah TK

8
yang dibina
Cakupan bayi (6-11 bulan) yang
9
diberikan kapsul vitamin A
Cakupan pemberian pmt MP
10
ASI pd bayi BGM dari gakin
Desa dng cakupan keluarga
11
bergaram yodium baik
Cakupan kapsul yodium untuk
12
13

WUS di daerah endemis GAKI


Kecamatan bebas rawan gizi
Cakupan bufas mendapat kapsul

14
vitamin A
Tempat-tempat umum (TTU) yg
15
memenuhi syarat sanitasi
Tmpt Pengolahan Makanan &
16
17

Penjualan(TP2M) diperiksa*
Rumah sehat
Penduduk yg memanfaatkan

18
19
20

jamban
Rumah yg mempunyai SPAL
Rumah/bangunan bebas jentik

86

aedes
1
21
22

Cakupan suspek TB Paru


Penemuan kasus TB BTA (+)
Balita dengan diare yang

23

54

54

III

2
9

32

32

XXII

24

24

XXVI

48

48

VII

52

52

IV

ditangani sesuai standar


Jumlah bumil yang mendapat
24

1
2

TT 1
Jumlah bumil yang mendapat
25

0
1
3

TT 2
Jumlah bayi yang mendapat
26

0
2

33

33

XX

24

24

XXVII

imunisasi BCG
Jumlah bayi yang mendapat
27
imunisasi DPT 4
Jumlah bayi yang mendapat
28

15

15

XXXIII

29

imunisasi Campak 2
Rumah tangga sehat

9
1

33

33

XXI

30

Bayi yang dapat ASI eksklusif

51

51

3
2

1
0

48
26

48
0

VIII
XXXVII

48

48

IX

48

48

31
32

Jumlah kunjungan ke posyandu


Jumlah pembinaan ke posyandu
Penyuluhan P3 NAPZA di

33

7
7

0
9
6
1

6
sekolah
Penyuluhan HIV/AIDS di

34

0
1
6

sekolah
Penyuluhan NAPZA dan

35

HIV/AIDS oleh petugas

36

36

XIX

36
37

kesehatan
Pembinaan dokter kecil
PSN di sekolah

5
5

8
6

3
2

1
1

39
22

39
22

XVI
XXX

87

Dari hasil penghitungan menggunakan Hanlon kuantitatif, didapatkan


urutan prioritas masalah sebagai berikut :
1. Rumah/bangunan bebas jentik aedes
2. Pembinaan TK, jumlah TK yang dibina
3. Cakupan suspek TB Paru
4. Jumlah bumil yang mendapat TT 2
5. Bayi yang dapat ASI eksklusif
6. Cakupan pemberian pmt MP ASI pd bayi BGM dari gakin
7. Jumlah bumil yang mendapat TT 1
8. Jumlah kunjungan ke posyandu
9. Penyuluhan P3 NAPZA di sekolah
10. Penyuluhan HIV/AIDS di sekolah
11. Tmpt Pengolahan Makanan & Penjualan(TP2M) diperiksa
12. Desa dengan cakupan keluarga bergaram yodium baik
13. Rumah sehat
14. Cakupan bufas mendapat kapsul vitamin A
15. Cakupan kapsul yodium untuk WUS di daerah endemis GAKI
16. Pembinaan dokter kecil
17. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan
18. Cakupan bayi (6-11 bulan) yang diberikan kapsul vitamin A
19. Penyuluhan NAPZA dan HIV/AIDS oleh petugas kesehatan
20. Jumlah bayi yang mendapat imunisasi BCG
21. Rumah tangga sehat
22. Penemuan kasus TB BTA (+)
23. Cakupan kunjungan bayi
24. Cakupan Kn1
25. Penduduk yg memanfaatkan jamban
26. Balita dengan diare yang ditangani sesuai standar
27. Jumlah bayi yang mendapat imunisasi DPT 4
28. Tempat-tempat umum (TTU) yg memenuhi syarat sanitasi
29. Rumah yg mempunyai SPAL
30. PSN di sekolah
31. Cakupan Kn2
32. Cakupan Kn3
33. Jumlah bayi yang mendapat imunisasi Campak 2
34. Neonatal resti yang ada/yang ditemukan
35. Jumlah dukun bayi yang terlatih
36. Kecamatan bebas rawan gizi
37. Jumlah pembinaan ke posyandu

88