Anda di halaman 1dari 5

BAB VII

KESIMPULAN DAN SARAN

VII. 1. Kesimpulan
Berdasarkan standar pelayanan minimal (SPM) yang menunjukkan
hasil kegiatan Puskesmas Secang I pada bulan Januari 2016, pada hasil
cakupan program SPM Puskesmas Secang I, Kami menemukan terdapat 37
kegiatan program dengan hasil pencapaian kurang dari 100%.

Indikator

program yang bermasalah adalah selisih antara target yang diharapkan dengan
hasil kegiatan yang dicapai, dimana muncul apabila hasil yang dicapai kurang
dari 100% target yang diharapkan.
Pencarian prioritas masalah dengan menggunakan metode Hanlon
Kuantitatif sehingga didapatkan masalah prioritas utama yaitu penemuan
kasus rumah atau bangunan bebas jentik. Pada hasil cakupan program SPM
Secang I, hasil pencapaian penemuan kasus rumah atau bangunan bebas jentik
adalah 0,0% yang seharusnya mencapai 100%. Hasil ini menunjukkan
penemuan kasus rumah atau bangunan bebas jentik pada bulan Januari 2016
belum mencapai target SPM Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Tahun
2016.

Kemungkinan penyebab masalah diatas didapatkan masalah yang


paling mungkin, yaitu :
113

114
1. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang rumah atau bangunan
bebas jentik akibat kurangnya penyuluhan dan penggerakan
kepada masyarakat dalam rangka pengendalian vector khususnya
tempat perindukan.
2. Kurangnya pengawasan rumah atau bangunan yang berpotensial.
3. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksa tempat-tempat
yang berpotensial seperti penampungan air, benda-benda yang
bergantung dan lembab, serta tempat atau bejana yang dapat
menjadi tempat perkembangbiakan jentik.
4. Kurangnya tenaga pemeriksa jentik yang dilakukan oleh
puskesmas di tempat-tempat perkembangbiakan jentik. Serta
kurangnya pengaruh kader dalam meningkatkan kesadaran dan
kepedulian masyarakat untuk PSN.
Alternatif pemecahan masalah yang akan diterapkan antara lain
dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai perilaku yang
dapat mempengaruhi tempat perkembangbiakan jentik nyamuk. Hasil
penggabungan alternatif pemecahan masalah adalah sebagai berikut :
1. Petugas
mengenai

kesehatan melakukan penyuluhan kepada masyarakat


perilaku

yang

dapat

mempengaruhi

tempat

perkembangbiakan jentik seperti tempat penampungan air, bendabenda yang bergantung dan lembab, serta genangan air yang tidak
berhubungan langsung dengan tanah
2. Meningkatkan koordinasi kepada tenaga kesehatan dalam mendeteksi
tempat-tempat perkembangbiakan jentik.

115
VII. 2. Saran
VII. 2. 1. Terhadap Puskesmas Secang I
a

Meningkatkan frekuensi penyuluhan pentingnya perilaku pencegahan


dan pemberantasan sarang nyamuk kepada warga yang tinggal di
Wilayah Puskesmas Secang I.

Membuat protap mengenai cara pelaksanaan kegiatan pemeriksaan


jentik nyamuk berkala dan merencakan pembiayaan kegiatan agar
kegiatan terlaksana dengan baik.

Meningkatkan koordinasi dengan kader-kader kesehatan di desa untuk


meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membantu memberantas,
mengubur, dan menutup tempat-tempat penampungan air dalam
mendeteksi tempat-tempat perkembangan jentik.

VII. 2. 2. Terhadap Masyarakat


a

Masyarakat diharapkan untuk lebih mawas diri dan menerapkan


perilaku 3M Plus (Menguras tempat penampungan air, mengubur
barang bekas, menutup tempat penampungan air, serta hindari gigitan
nyamuk dengan tidur pakai kelambu, memakai lotion anti nyamuk)

Lebih aktif untuk meningkatkan kordinasi dengan pihak puskesmas


dan tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan peningkatan resiko
terjadinya demam berdarah dengue di lingkungan masyarakat dan
deteksi tempat-tempat perkembangbiakan jentik.

116
c

Diharapkan segera melaporkan ke pihak puskesmas atau tenaga


kesehatan jika terjadi kasus demam berdarah dengue di lingkungan
masyarakat agar di lakukan foging dan pemberian bubuk abate.

VII. 3. Penutup
Demikian laporan dan pembahasan tentang manajemen dan permasalahan
yang terdapat di Puskesmas Secang I, Kabupaten Magelang. Dengan meninjau
puskesmas dari segi perencanaan, pelaksanaan, pengendalian serta pengawasan dan
pertanggungjawaban sehingga ditemukan penyebab masalah yang ditinjau dari segi
manajemen dan ditentukannya prioritas masalah dan alternatif pemecahan masalah.
Manajemen puskesmas sangat penting karena puskesmas sebagai unit pelaksana
tekhnis dari dinas kesehatan strata pertama yang bertanggung jawab dalam kegiatan
pelayanan kesehatan sehingga perlu dikelola dengan sebaik-baiknya agar tercipta
hasil yang maksimal.
Dimensi mutu juga penting karena pelayanan kesehatan yang diberikan oleh
tenaga kesehatan harus memperhatikan mutu. Kedua kegiatan tersebut saling terkait
dan tidak dapat dipisahkan karena cakupan atau kuantitas yang tinggi belum tentu
disertai dengan mutu atau kualitas yang baik begitu pula sebaliknya. Kami menyadari
kegiatan ini penting dan bermanfaat bagi para calon dokter, khususnya yang kelak
akan terjun ke puskesmas sebagai health provider, manager, decision maker, dan
communicator sebagai wujud peran serta dalam pembangunan kesehatan. Akhir kata
kami berharap laporan ini bermanfaat bagi masukan dalam usaha peningkatan derajat
kesehatan masyarakat di wilayah kerja puskesmas Secang I.

117