Anda di halaman 1dari 15

PEDOMAN SURVEI AKREDITASI RUMAH SAKIT

PEDOMAN KHUSUS
REKAM

MEDIK

STANDARD 1. FALSAFAH DAN TUJUAN


Rumah sakit harus menyelenggarakan rekam medis yang merupakan bukti
tentang proses pelayanan medis kepada pasien.
S.1.P.1. Rekam Medis untuk setiap
pasien dibuat sesuai Buku Pedoman
Penyelenggaraan Rekam Medis (BPPRM).
Skor
0

:
=

Tidak ada BPPRM

Ada BPPRM, edisi lama; tidak lengkap

Ada BPPRM, edisi lama; lengkap

Ada BPPRM, edisi baru; tidak lengkap

Ada BPPRM, edisi baru; lengkap

Ada BPPRM, edisi baru; lengkap; Telah diadakan sosialisasi kepada


unit terkait.

D.O.

Penyusunan dan penetapan BPPRM harus mengacu pada Buku


Petunjuk Penyelenggaraan Rekam Medis/Medical Record Rumah
Sakit yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan pada bulan Januari
1997.
Rekam medis sangat dibutuhkan untuk mendukung pendidikan dan
penelitian dan juga menjadi instrumen penting dalam menangani
masalah mediko-legal yang mungkin terjadi di rumah sakit.
BPPRM diberlakukan selama 2 (dua) tahun dan harus selalu
diperbaharui melalui penetapan tertulis dari direktur rumah sakit.
Yang dimaksud dengan edisi baru ialah jika BPPRM masih berlaku
didalam kurun waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal terakhir BPPRM
ditetapkan.
Yang diartikan dengan lengkap jika BPPRM memuat, (1) keputusan
direktur rumah sakit, (2) Pedoman Penyelenggaraan Rekam Medis,
(3) semua formulir isian yang digunakan di rumah sakit, (4) semua
Juklak/SOP yang berlaku, (5) struktur organisasi unit kerja rekam
medis, (6) keputusan direktur tentang pembentukan Komite/Sub
Komite/Panitia Rekam Medis.
BPPRM dapat dibagi menjadi 2 (dua) atau 3 (tiga) buku. Misalnya
Buku I memuat keputusan direktur tentang berlakunya BPPRM,
Pedoman Penyelenggaraan Rekam Medis, keputusan direktur tentang
pembentukan Komite/Sub Komite/Panitia Rekam Medis, struktur
organisasi unit kerja rekam medis. Sedang, Buku II memuat
keputusan direktur tentang berlakunya BPPRM, semua formulir dan
Juklak/SOP.
Yang dimaksud dengan sosialisasi adalah penjelasan kepada unit
kerja terkait agar dipahami secara garis besar isi BPPRM.

109

C.P. :

D=

Buku Pedoman Penyelenggaraan Rekam Medis terkini / baru.

O =

W = Skor

Catatan /keterangan :

110

STANDARD 2. ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN


S.2.P.1. Ada unit kerja dalam struktur organisasi rumah sakit dibentuk untuk
mengelola penyelenggaraan rekam medis (RM).
Skor
0

:
=

Tidak ada unit kerja rekam medis untuk mengelola penyelenggaraan RM.

Ada unit kerja RM yang berfungsi rangkap melaksanakan kegiatan lain.

Ada unit kerja RM berfungsi terbatas.

Ada unit kerja RM berfungsi memadai.

Ada unit kerja RM berfungsi hampir optimal.

Ada unit kerja RM berfungsi optimal.

D.O.

Yang dimaksud dengan :


a. berfungsi terbatas jika tidak ada yang ditetapkan sebagai kepala unit
kerja RM dengan jumlah pegawai 50 % dari jumlah yang dibutuhkan.
b. berfungsi memadai jika sudah ada kepala unit kerja yang ditetapkan
dan memenuhi syarat kualifikasi jabatan. Pegawai yang tersedia
berjumlah 50% - 75 % dari jumlah yang dibutuhkan.
c. berfungsi hampir optimal jika sudah ada kepala unit kerja yang
ditetapkan dan memenuhi syarat kualifikasi jabatan. Pegawai yang
tersedia berjumlah 75%-90% dari jumlah yang dibutuhkan.
d. berfungsi optimal jika sudah ada kepala unit kerja yang ditetapkan dan
memenuhi syarat kualifikasi jabatan. Pegawai yang tersedia berjumlah
100% dari jumlah yang dibutuhkan.
Yang dimaksud dengan kualifikasi jabatan kepala unit kerja rekam medis
adalah minimal lulus pendidikan formal D-3 Rekam Medis.
Direktur rumah sakit harus menetapkan secara tertulis Pola Ketenagaan di
unit kerja rekam medis untuk menentukan kebutuhan pergawai berikut
dengan kualifikasinya berdasar beban kerja atau metoda lain.
Yang dimaksud dengan berfungsi adalah apabila unit kerja rekam medis
mempunyai program kerja, jadwal kegiatan untuk melaksanakan program
kerja, adanya laporan kegiatan yang disampaikan secara berkala dan adanya
pertemuan berkala dari pegawai.

111

C.P. :

D=

Struktur organisasi RS, bagan organisasi unit R.M, uraian tugas,


SK Pengangkatan Ka unit RM, Ijazah/sertifikat, program kerja, jadwal
kegiatan, kegiatan pertemuan, laporan pelaksanaan program kerja

O =

Unit kerja RM

W =

Direksi, Kepala unit kerja R.M

Skor

Catatan /keterangan :

112

S.2.P.2. Komite / Sub Komite / Panitia Rekam Medik harus dibentuk untuk melakukan
monitoring dan evaluasi penyelenggaraan rekam medis di rumah sakit.
Skor
0

:
=

Ada KRM, ditetapkan oleh direktur rumah sakit; KRM belum


berfungsi.

Ada KRM, belum ditetapkan oleh direktur rumah sakit; KRM sudah
berfungsi terbatas.

Ada KRM, sudah ditetapkan direktur rumah sakit; KRM sudah


berfungsi memadai.

Ada KRM, sudah ditetapkan direktur rumah sakit; KRM sudah


berfungsi penuh.

Ada KRM, sudah ditetapkan direktur rumah sakit; KRM sudah


berfungsi penuh serta menjadi rujukan penyelenggaraan rekam medis
bagi rumah sakit lain.

D.O.

Tidak ada Komite Rekam Medik (KRM).

Yang dimaksud dengan :


a. berfungsi terbatas jika KRM hanya menyelenggarakan
pertemuan 1 (satu) kali dalam tiga bulan terakhir dan KRM tidak
mempunyai program kerja.
b. berfungsi memadai jika KRM menyelenggarakan pertemuan 2
(dua) kali dalam tiga bulan terakhir dan KRM tidak mempunyai
program kerja.
c. berfungsi penuh jika KRM menyelenggarakan pertemuan
secara teratur 2 (dua) kali setiap bulan dan KRM sudah
mempunyai program kerja.
d. rujukan adalah jika KRM dapat memberikan saran, petunjuk
atau pelatihan bagi petugas rekam medis dari rumah sakit lain.
Kepala unit kerja rekam medis harus ditetapkan sebagai sekretaris dari
KRM.

C.P. :

D=

SK pembentukan KRM, uraian tugas KRM, program kerja KRM,


jadwal pertemuan KRM, notulen pertemuan KRM, laporan pertemuan
di KRM
O = W = Ketua dan Sekretaris KRM.

Skor

Catatan /keterangan :

113

STANDARD 3. STAF DAN PIMPINAN


Pelayanan rekam medis diselenggarakan untuk mencapai tujuan pelayanan
rumah sakit.
S.3.P.1. Tersedia staf dengan jumlah dan kualifikasi sesuai tugas dan fungsinya.
Skor
0

:
=

Tidak ada unit kerja rekam medis

Ada unit kerja rekam medis; tenaga staf tidak ada

Ada unit kerja rekam medis; jumlah dan kualifikasi tenaga staf tidak
memenuhi syarat

Ada unit kerja rekam medis; jumlah tenaga memenuhi syarat;


sebagian besar tenaga belum memenuhi syarat kualifikasi

Ada unit kerja rekam medis; jumlah tenaga memenuhi syarat;


sebagian besar tenaga sudah memenuhi syarat kualifikasi

Ada unit kerja rekam medis; jumlah dan kualifikasi staf memenuhi
syarat.

D.O.

C.P. :

D=

SK pengangkatan, persyaratan pegawai, uraian tugas, evaluasi


terhadap jumlah dan kualifikasi staf rekam medis.

O =

Staf RM

Unit kerja rekam medik lihat DO pada S2.P1


Pimpinan rumah sakit harus menetapkan tertulis pola ketenagaan
di unit kerja rekam medis agar dapat dihitung jumlah tenaga yang
harus ada disertai persyaratan kualifikasinya

W = Kepala unit kerja rekam medis, Direksi


Skor

Catatan /keterangan :

114

STANDARD 4. FASILITAS DAN PERALATAN


Fasilitas dan peralatan yang cukup harus disediakan agar tercapai pelayanan yang
efisien.
S.4.P.1.

Ruang dan fasilitas kerja harus disediakan untuk mendukung pelayanan rekam
medis di rumah sakit.

Skor
0

:
=

Ruang dan fasilitas kerja yang disediakan digunakan bersama dengan unit
kerja lain.

Ruang dan fasilitas kerja yang disediakan khusus bagi unit kerja rekam
medis tidak mencukupi menampung beban kerja; Ruang penyimpanan
berkas RM aktif dan non-aktif tidak dipisahkan.

Rang dan fasilitas kerja yang disediakan khusus bagi unit kerja rekam medis
tidak mencukupi menampung beban kerja; Ruang penyimpanan berkas RM
aktif dan non-aktif sudah terpisah.

Ruang dan fasilitas kerja yang disediakan khusus bagi unit kerja rekam
medis mencukupi menampung beban kerja; Ruang penyimpanan berkas RM
aktif dan non-aktif tidak dipisahkan.

Ruang dan fasilitas kerja yang disediakan khusus bagi unit kerja rekam
medis mencukupi menampung beban kerja. Ruang penyimpanan berkas RM
aktif dan non-aktif sudah terpisah.

D.O.

Tidak ada ruang dan fasilitas kerja yang disediakan.

C.P. :

Yang dimaksud dengan fasilitas kerja adalah, antara lain, meja kursi
kerja, tempat menyimpan berkas surat-menyurat, telepon, mesin ketik,
komputer, papan tulis, tempat istirahat piket petugas rekam medis, jam
dinding, kalkulator,dan lain-lain.
Yang diartikan dengan ruang kerja tidak mencukupi menampung beban
kerja adalah jika ruang kerja terlalu kecil untuk menampung kegiatan
assembling berkas, coding berkas, tata usaha unit rekam medis,
tempat/ruang menyimpan berkas rekam medis aktif. Ketidak cukupan
ruang kerja akan mempengaruhi pengaturan alur penanganan berkas
rekam medis.
Ruang penyimpanan berkas rekam medis aktif dan non-aktif harus
terpisah.

D=

Denah ruangan, flow chart penanganan berkas rekam medis

O =

Ruang RM, rambu-rambu penunjuk arah

W =

Kepala RM

Skor

Catatan /keterangan :

115

STANDARD 5. KEBIJAKAN DAN PROSEDUR


Harus ada kebijakan dan prosedur yang tertulis yang mencerminkan pengelolaan unit
rekam medis untuk menjadi acuan bagi staf rekam medis yang bertugas.
S.5.P.1. Sistem identifikasi pasien ditetapkan dalam Buku Pedoman Penyelenggaraan Rekam
Medis (BPPRM).
Skor
0

:
=

Tidak ada sistem identifikasi, tidak ada nomor RM seragam, tidak ada KIUP.

Ada sistem identifikasi, tidak ada nomor RM seragam, tidak ada KIUP.

Ada sistem identifikasi, tidak ada nomor RM seragam, ada KIUP.

Ada sistem identifikasi, tidak ada nomor RM seragam, tidak ada KIUP.

Ada sistem identifikasi, ada nomor RM seragam, ada KIUP.

Ada sistem identifikasi, ada nomor RM seragam, ada KIUP disertai adanya
evaluasi terhadap system identifikasi dan KIUP.

D.O.

C.P. :

D=
O =
W =

Yang dimaksud dengan sistem identifikasi adalah cara melakukan


identifikasi pasien dan identifikasi berkas/dokumen rekam medis.
Identifikasi berkas rekam medis ini mutlak diperlukan untuk
mempermudah dan mempercepat pencarain berkas rekam medis melalui
peng-index-an yang diatur dalam Juklak/SOP.
Identifikasi pasien harus dilakukan secara lengkap dan memberikan
nomor RM tunggal yaitu pasien memperoleh satu nomor selama
menjalani proses pelayanan disemua unit pelayanan di rumah sakit.
Identifikasi bayi baru lahir di rumah sakit diberikan dengan cara
membuat Cap Kaki Bayi Kanan Kiri, membuat Cap Ibu Jari tangan dari
ibunya bayi, pemberian gelang nama kepada bayi
Sistem dokumentasi adalah perekaman kegiatan pelayanan yang meliputi
penanggung jawab pengisian R.M, ketentuan pengisian R.M, formulirformulir dan cara pengisian R.M.
KIUP adalah Kartu Indeks Utama Pasien. Jika sistem dilakukan dengan
komputer, harus ditetapkan dalam BPPRM rumah sakit. Back-up KIUP
harus dibuat dengan membuat print-out KIUP secara berkala.
Yang dimaksud dengan evaluasi adalah evaluasi terhadap pelaksanaan
sistem identifikasi, indeks induk dan sistem dokumentasi lainnya apakah
sudah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan rumah sakit
Tindak lanjut adalah tindak lanjut dari hasil evaluasi

BPPRM yang ditetapkan direktur rumah sakit


Ruang RM, tempat pendaftaran pasien, ruang rawat inap bayi baru lahir
Kepala ruang rawat inap bersalin.

Skor
Catatan /keterangan :

116

S.5.P.2. Kebijakan tentang Informed Consent (IC), Penggunaan Simbol, Tanda


Khusus, International Classification of Diseases (ICD) harus ditetapkan
dalam Buku Pedoman Penyelenggaraan Rekam Medis (BPPRM).
Skor
0

:
=

Tidak ada kebijakan yang ditetapkan.

Kebijakan ditetapkan tidak tertulis.

Kebijakan ditetapkan tertulis oleh kepala unit kerja rekam medis.

Kebijakan ditetapkan dalam BPPRM, tidak lengkap.

Kebijakan ditetapkan dalam BPPRM, lengkap

Kebijakan ditetapkan dalam BPPRM, lengkap, disertai adanya evaluasi,


rekomendasi dan tindak lanjut oleh Komite/Sub-Komite/Panitia Rekam
Medis.

D.O.

C.P. :

D=

Yang dimaksud dengan kebijakan adalah ketentuan tertulis yang bersifar


mengikat dari pimpinan rumah sakit untuk dilaksanakan. Kebijakan tentang
IC memuat :
1. keharusan dokter memberikan penjelasan sebelum tindakan medik
dilakukan
2. setelah penjelasan diberikan, keharusan meminta persetujuan pasien
atau keluarganya
3. keharusan
dokter
yang
memberikan
penjelasan
dan
pasien/kleuarganya menanda tangani formulir IC
4. keharusan saksi ikut menanda tangani formulir IC.
Kebijakan ini harus ditetapkan mengacu pada pedoman yang dimuat dalam :
1. Peraturan
Menteri
Kesehatan
RI
Nomor
:
585/MENKES/PER/IX/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medik.
2. Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik, Nomor :
HK.00.06.3.5.1866 tentang Pedoman Persetujuan Tindakan Medik
(Informed Consent) tanggal 21 April 1999.
Jenis tindakan medik yang harus disertai dengan IC harus ditetapkan
pimpinan rumah sakit berdasarkan usulan dari Komite Medik.
Kebijakan ini harus dilaksanakan dengan Petunjuk Pelaksanaan dan SOP
yang diperlukan. Evaluasi terhadap pelaksanan ketentuan tentang IC ini
harus dibuat harus dibuat secara berkala.
ICD yang digunakan adalah ICD ke X .
Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Medik,Departemen Kesehatan 1999,
SK tentang Informed Consent, Juklak dan SOP, Formulir IC, hasil evaluasi
dan tindak lanjut, BPPRM.

O =
W =

Kepala ruangan Instalasi / unit kerja rawat inap, Kepala kamar operasi,
Kepala unit kerja rekam medik, kepala IGD.

Skor

Catatan /keterangan :

117

S.5.P.3. Rekam medis harus diisi dengan jelas, benar, lengkap dan tepat waktu oleh
petugas yang berwenang.
Skor
0

:
=

Tidak ada rekam medis.

Rekam medis diisi oleh petugas yang tidak berwenang.

Rekam medis, diisi tidak jelas, tidak benar, tidak lengkap dan tidak
tepat waktu oleh petugas yang berwenang.

Rekam medis, diisi jelas dan benar oleh petugas yang berwenang;
tetapi tidak lengkap dan tidak tepat waktu.

Rekam medis diisi benar, jelas, lengkap dan tepat waktu oleh petugas
yang berwenang.

Ada rekam medis, diisi oleh yang berwenang, jelas, benar, lengkap,
tepat waktu., telah dilakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap
pengisian rekam medis.

D.O.

Yang berwenang adalah petugas rekam medis, petugas administrasi


pelayanan, petugas pelayanan medis dan keperawatan sesuai
dengan uraian tugas masing-masing.
Jelas adalah dapat dibaca oleh setiap orang yang berkepentingan.
Benar adalah sesuai dengan bukti diri pasien.
Lengkap adalah dokumen rekam medis diisi secara lengkap sesuai
dengan pedoman tertulis.
Tepat waktu adalah penyelesaian/pengisian rekam medis sesuai
dengan batas waktu yang telah ditetapkan dalam pedoman tertulis.
2 x 24 jam : Rekam Medis kembali dari ruangan ke Rekam Medis
14 hari
: selesai di lengkapi di ruang perawatan kemudian
kembali ke unit RM.
30 hari
: semua laporan PA selesai untuk disimpan.
Pedoman tertulis sesuai D.O, S.1, P.1.

C.P. :

D=

Sampling dokumen rekam medis, agenda/buku penyerahan dokumen


rekam medis.

O =

Penerimaan pasien.

W = Petugas rekam medis, kepala ruang rawat inap


Skor

Catatan /keterangan :

118

STANDARD 6. PENGEMBANGAN STAF DAN PROGRAM PENDIDIKAN


Semua staf mempunyai kesempatan untuk mengikuti pendidikan berkelanjutan
yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
S.6.P.1. Program pendidikan dan pelatihan harus diselenggarakan untuk mendukung
fungsi unit kerja rekam medis dan meningkatkan kinerja pegawai yang
bertugas di unit rekam medis.
Skor
0

:
=

Tidak ada program pendidikan dan atau pelatihan.

Ada program Diklat tidak lengkap dan tidak terstruktur.

Ada program Diklat terstruktur akan tetapi tidak lengkap.

Ada program Diklat lengkap akan tetapi tidak terstruktur.

Ada program Diklat lengkap dan terstruktur.

Ada program Diklat lengkap dan terstruktur disertai dengan evaluasi


terhadap program dan tindak lanjutnya.

D.O.

Program pelatihan lengkap mencakup :


Program orientasi bagi pegawai baru yang akan bekerja di unit
kerja rekam medis atau pegawai lama yang akan dipindah tugaskan
ke unit kerja rekam medis. Program orientasi Pegawai Baru
mencakup orientasi yang bersifat Umum terfokus pada orientasi
umum tentang visi, misi, tujuan rumah sakit; tentang organisasi dan
keadaan lingkungan rumah sakit. Kecuali orientasi bersifat Umum
juga harus diberikan orientasi bersifat Khusus terfokus pada hal-hal
spesifik berkaitan dengan tugas pekerjaannya di unit rekam medik.
Orientasi umum ini diselenggarakan oleh Unit Kerja Diklat rumah
sakit bersama-sama dengan pegawai baru lain yang berasal dari
luar unit kerja rekam medis. Orientasi Khusus diselenggarakan di
unit kerja rekam medis diawasi oleh kepala unit kerja rekam medis.
Program pendidikan dan pelatihan berkelanjutan bagi pegawai
lama diselenggarakan oleh unit kerja Diklat rumah sakit berdasar
usulan dari semua unit kerja didalam rumah sakit.untuk.
Yang dimaksud dengan terstruktur adalah jika program Diklat
disusun dan dilaksanakan oleh unit kerja rekam medis dan bukan
dilakukan secara pribadi oleh setiap pegawai yang ada.
Program ini, baik program orientasi maupun program diklat
berkelanjutan harus didukung dengan sebuah kerangka acuan jelas.
Semua kegiatan dalam program Diklat dilaporkan dan
dikoordinasikan oleh unit kerja Diklat rumah sakit.

119

C.P. :

D = Program Diklat, kerangka acuan (TOR), laporan pelaksanaan


O = W = Pimpinan rekam medis dan unit kerja Diklat rumah sakit, pegawai
unit kerja rekam medis.

Skor :

Catatan /keterangan :

120

STANDARD 7. EVALUASI DAN PENGENDALIAN MUTU


Ada prosedur baku untuk menilai kualitas pelayanan dan mengoreksi masalah
yang ada.
S.7.P.1. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala terhadapa indikator klinik.
Skor
0
1

:
=
=

Tidak ada kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap indicator klinik.


Monitoring terhadap indikator klinik dilakukan tidak tertaur oleh unit
kerja Rekam Medis (RM); Tidak ada evaluasi.
Monitoring terhadapa indicator klinik dilakukan teratur oleh unit RM;
Tidak ada evaluasi
Monitoring terhadap indikator klinik dilakukan teratur oleh unit kerja
RM; Ada evaluasi.
Monitoring terhadap indikator klinik dilakukan teratur oleh
Komite/Sub-Komite/Panitia Rekam Medis; ada evaluasi.
Monitoring terhadap indikator klinik dilakukan teratur oleh
Komite/Sub-Komite/Panitia Rekam Medis; Ada evaluasi disertai
rekomendasi dan tindak lanjutnya.

D.O.

Yang dimaksud indikator klinik adalah Angka Ketidaklengkapan


Pengisian Catatan Medik atau disingkat KLPCM. Indikator ini
tercantum dalam Buku Petunjuk Pelaksanaan Indikator Mutu
Pelayanan Rumah Sakit (World Health Organization-Direktorat
Jenderal Pelayanan Medik, Departemen Kesehatan , 2001).
Pengumpulan, pengolahan dan analisis KLCPM harus disertai
kerangka acuan kelas dan dilakukan 3 (tiga) bulan sekali terus
mnenerus dan kemudian dibuat kesimpulan tentang kecenderungan
angka KLPCM dan kemudian dilaporkan kepada Pimpinan Rumah
Sakit, Ketua Komite Medis dan unit kerja yang mengelola asuhan
keperawatan.

C.P. :

D=

Kerangka acuan KLPCM, dokumen evaluasi, hasil analisis, laporan


dan rekomendasi.

O =
W = Ketua Komite/Sub-Komite/Panitia Rekam Medis, Kepala unit kerja
rekam medis.
Skor :

Catatan /keterangan :

121

S.7.P.2. Laporan berkala harus dibuat dan disampaikan kepada semua pihak terkait
dengan penyelenggaraan rekam medis.
Skor
0

:
=

Ada laporan, tidak lengkap, tidak teratur, sirkulasi terbatas tanpa


analisis.
Ada laporan, lengkap, tidak teratur, sirkulasi terbatas, tanpa analisis.

Ada laporan, lengkap, teratur, sirkulasi terbatas, tanpa analisis.

Ada laporan, lengkap, teratur, sirkulais luas, dengan analisis.

Ada laporan, lengkap, teratur, sirkulasi luas, dengan analisis dan


rekomendasi serta tindak lanjut.

D.O.

Tidak ada laporan.

Yang dimaksud dengan lengkap ialah laporan memuat hal-hal yang


ditetapkan oleh Departemen Kesehatan dan berikut laporan kepada
unit pelayanan didalam rumah sakit.
Yang dimaksud dengan teratur adalah jika laporan disampaikan
menurut jadwal tertentu secara teratur (mingguan, bulanan, tahunan)
sesuai yang ditetapkan oleh Direktur rumah sakit.
Yang dimaksud dengan sirkulasi luas adalah jika laporan
disampaikan juga kepada instansi diluar rumah sakit, misalnya ke
Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan setempat.
Direktur rumah sakit harus menetapkan tertulis sebuah pedoman, data
dan atau informasi yang harus dilaporkan dan jadwal laporannnya.
Salah satu hal yang harus dilaporkan dan dibuat analisisnya adalah
gambaran Grafik Barber Johnson dengan analisisnya dan dilaporkan
satu tahun sekali kepada Direktur rumah sakit.

C.P. :

D=

Keputusan Direktur rumah sakit tentang pelaporan, jadwal pelaporan,


sirkulasi laporan, grafik Barber Johnson dan analisisnya.

O =
W =
Skor

Catatan /keterangan :

122

*** Rev. Maret 2007 ***

123