Anda di halaman 1dari 12

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SAWO MANILA (Manilkara

zapota) TERHADAP KONSENTRASI SPERMATOZOA


Studi Eksperimental pada Mencit Jantan (Mus Musculus) yang
dipapar Asap Rokok
EFFECT OF SAPODILLA (Manilkara zapota) LEAVE EXTRACT ON
SPERM CONCENTRATION IN MICE EXPOSED TO CIGARRTE SMOKE
Indit Septi Pamuji*, Eni Widayati**, Taufiqurrachman**,
*Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang
**Bagian Kimia Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung
Semarang
Coresponding Authors:Indit Septi Pamuji, Mahasiswa Fakultas
Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung, Jln. Kaligawe KM 4
Semarang 50012 ph. (024) 6583584 fax. (024) 6594366,
inditpamuji@gmail.com
ABSTRAK
Paparan asap rokok meningkatan ROS sehingga menurunkan
konsentrasi spermatozoa. Daun sawo manila memiliki antioksidan
flavonoid, yang mampu mengikat ROS sehingga diharapkan dapat
meningkatkan konsentrasi spermatozoa. Hal tersebut perlu dibuktikan
dengan penelitian mengenai pengaruh pemberian ekstrak daun sawo
manila yang mendapat paparan asap rokok.
Penelitian eksperimental rancangan post test only control groups
design menggunakan 30 mencit jantan (Mus Musculus) dibagi menjadi 5
kelompok. K-I (tanpa perlakuan), K-II (perlakuan), K-III (perlakuan +
ekstrak daun sawo 8,4mg), K-IV (perlakuan + ekstrak daun sawo 16,8mg),
K-V (perlakuan + ekstrak daun sawo 33,6mg). Perlakuan selama 21 hari.
Hasil rerata konsentrasi spermatozoa dilakukan uji Kruskal-Wallis
kemudian uji Man Whitney.
Hasil rerata konsentrasi spermatozoa K I = 28,90 ; K II = 22,32 ; K
III = 31,13, K IV = 35,02, dan K V = 48,68. Hasil uji normalitas (ShapiroWilk) K I (p=0,547), K II (p=0,224), KIII (p=0,131), K IV (p=0,726), K V
(p=0,000). Uji homogenitas Levene Test p= 0,122. Hasil uji KruskalWallis p=0,014. Hasil uji Mann-Whitney antara K I dengan K II p=0,201, K
I dengan K III p=0,522, K I dengan K IV p=0,361, K I dengan KV p=0,004,
K II dengan K III p=0,144, K II dengan K IV p=0,009, K II dengan K V
p=0,006, K III dengan K IV p= 0,361, K III dengan K V p=0,199, K IV
dengan K V p=0,272 .
Pemberian ekstrak daun sawo manila berpengaruh terhadap
konsentrasi spermatozoa yang dipapar asap rokok.

Kata kunci : Ekstrak daun sawo manila , konsentrasi spermatozoa,


paparan asap rokok.
ABSTRACT
Exposure to cigarette smoke increase ROS thereby lowering the
concentration of spermatozoa. sapodilla Manila leaves have antioxidant
flavonoids, which is capable of binding ROS that is expected to increase
the concentration of spermatozoa. It needs to be proven by research on
the effect of leaf extract sapodila manila gets exposure to cigarette smoke.
Experimental research post test only control design uses 30 groups
of male mice (Mus musculus) were divided into 5 groups. KI (without
treatment), K-II (treatment), K-III (treatment + leaf extract sapodilla 8,4mg),
K-IV (treatment + leaf extract 16,8mg sapodilla), KV (treatment + leaf
extract sapodilla 33, 6mg). Treatment for 21 days. The results of the mean
concentration of spermatozoa Kruskal-Wallis test and then test Man
Whitney.
The results of the mean concentration of spermatozoa K I = 28.90;
K II = 22.32; K III = 31.13, K IV = 35.02 and K V = 48.68. The test results
of normality (Shapiro-Wilk) K I (p = 0.547), K II (p = 0.224), KIII (p =
0.131), K IV (p = 0.726), K V (p = 0.000). Test Levene homogeneity test p
= 0.122. The results of the Kruskal-Wallis test p = 0.014. The results of
Mann-Whitney test between KI to K II p = 0.201, KI K III p = 0.522, KI K IV
p = 0.361, KI with KV p = 0.004, K II with K III p = 0.144, K II with K IV p =
0.009, K II with KV p = 0.006, K III and K IV p = 0.361, K III with KV p =
0.199, K IV with KV p = 0.272.
Sapodila leaf extract sapodilla manila affect the concentration of
spermatozoa exposed by cigarette smoke.
Keywords: sapodilla manila leaf extract, sperm concentration,
exposure to cigarette smoke.
PENDAHULUAN
Infertilitas adalah masalah bagi pasangan yang sudah menikah dan
ingin mendapat keturunan. Infertilitas merupakan ketidakmampuan
pasangan suami istri untuk menjadikan istri hamil dan melahirkan anak
hidup setelah melakukan hubungan seksual secara teratur dalam waktu
satu tahun tanpa alat kontrasepsi (Mardiyana, 2007). Kasus infertilitas
hampir 50% dikarenakan faktor pria yang sering melakukan aktifitas
merokok (Agarwal et al, 2010). Berdasarkan hasil penelitian yang

dilakukan Tendean dkk , akibat yang ditimbulkan dari asap rokok adalah
menurunnya konsentrasi spermatozoa. Efek negatif ini diduga akibat
kandungan zat kimia yang dikandung oleh asap rokok yang dapat
menimbulkan

peningkatan

produksi

radikal

bebas

sehingga

mengakibatkan keadaan yang disebut dengan stres oksidatif (Batubara et


al., 2013). Daun sawo manila mengandung antioksidan alami yaitu
flavonid dan saponin (Dalimartha, 2007) diharapkan flavonoid yang
terkandung dalam daun sawo manila mampu mencegah penurunan
konsentrasi spermatozoa yang diakibatkan oleh asap rokok. Penelitian
mengenai pengaruh ekstrak daun sawo manila terhadap konsentrasi
spermatozoa akibat asap rokok saat ini belum dilakukan.
Tahun 2001, Indonesia menempati rangking ke empat dalam
konsumsi rokok dengan jumlah 182 miliar batang/tahun dan pada tahun
2009 mengalami peningkatan menjadi 260,8 miliar batang/tahun (Depkes,
2012).

Penelitian

Mardiyana

pada

tahun

2007

merokok

dapat

menyebabkan gangguan kualitas spermatozoa yang merupakan salah


satu penyebab infertilitas. Jika penurunan kualitas sperma pada pria
akibat merokok tidak diatasi maka kemungkinan angka infertilitas pada
pria akan mengalami peningkatan.
Penelitian yang dilakukan Mustikasari dkk pada tahun 2013
menyatakan bahwa zat aktif yang terkandung dalam daun katuk yaitu
flavonoid berpengaruh signifikan terhadap konsentrasi spermatozoa
mencit yang dipapar asap rokok. Diharapkan kandungan flavonoid dalam

daun sawo juga dapat berpengaruh terhadap konsentrasi spermatozoa


mencit jantan, namun sampai saat ini belum pernah dilakukan penelitian.
Maka dari itu perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh
pemberian ekstrak daun sawo manila terhadap konsentrasi spermatozoa
pada mencit jantan (Mus Musculus) yang mendapat paparan asap rokok.
METODE PENELITIAN
Penelitian eksperimental pengaruh pemberian ekstrak daun sawo
manila terhadapmorfologi spermatozoa yang diberi paparan asap rokok
menggunakan rancangan post test only control group design. Penelitian
dilakukan pada 30 ekor mencit jantan (Mus Musculus) yang dibagi dalam
5 kelompok. Kriteria mencit yang dipilih adalah umur 3 bulan, berat
badan 20-23 gram, sehat dari pengamatan luar.
Pembuatan Jus Buah Stroberi
Ekstrak daun sawo manila dibuat dari 1 kg daun sawo manila
berwarna hijau tua yang telah dicuci sampai bersih kemudian dikeringkan
dengan caradioven pada suhu 30-400 C. Setelah mendapat sediaan
simplisia kemudian diblender hingga halus dan kemudian masuk ke
proses maserasi.
Proses maserasi dimulai dari menimbang serbuk daun sawo manila
kemudian masukkan ke dalam toples dan tambahkan ethanol 96% dan
diaduk. Tutup toples dan diamkan selama 1 hari. Setelah 1 hari, larutan
tadi disaring dengan kertas saring dengan kertas saring dan ditampung.
Ampas dari hasil hari pertama masukkan ke toples dan diberi ethanol

sambil diaduk.Ditutup dan diamkan selama 1 hari. Lakukan hal yang sama
pada hari ke-3. Selanjutnya masukkan hasil saringan ke tabung
evaporator untuk mendapatkan ekstrak daun sawo.
Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini telah mendapat persetujuan dari Komisi Bioetika
Penelitian Kedokteran dan kesehatan fakultas kedokteran universitas
islam sultan agung semarang. Pembuatan ekstrak daun sawo manila
dilakukan di laboratorium Kimia Fakultas Kedokteran UNISSULA,
perlakuan hewan coba dilakukan di PAU UGM dan pemeriksaan
morfologi sperma dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik FK UGM.
Pada awalnya dilakukan aklimatisasi selama 7 hari agar mencit
beradaptasi dengan lingkungan kandang pemeliharaan. Mencit dibagi
menjadi 5 kelompok secara acak dengan masing-masing kelompok 6
ekor. Kelompok I yaitu kelompok control normal yang diberi perlakuan
berupa pemberian pakan minum standar. Kelompok II yaitu

paparan

asap rokok (+), ekstrak daun sawo manila. Kelompok III yaitu paparan
asap rokok (+), ekstrak daun sawo manila (+) dengan dosis 8,4 mg/ekor
yang dilarutkan dalam aquadest 0,5 ml. Kelompok IV yaitu paparan asap
rokok (+), ekstrak daun sawo manila (+) dengan dosis 16,8 mg/ekor yang
dilarutkan dalam aquadest 0,5 ml. Kelompok V yaitu paparan asap rokok
(+), ekstrak daun sawomanila (+) dengan dosis 33,6 mg/ekor yang
dilarutkan dalam aquadest 0,5ml.

Paparan asap rokok di lakukan 1 hari sekali sebanyak 2 batang rokok


yang diberikan sebelum pemberian ekstrak daun sawo manila, dimulai
pada hari ke-8. Paparan asap rokok akan diberikan selama 21 hari.
Pengambilan sampel dilakukan pada hari ke-22, mencit dimatikan dengan
dibius menggunakan chloroform dan dibedah untuk diambil epididimis
serta ductus defferens. Pengambilan spermatozoa dilakukan dengan
pengurutan dari bagian cauda epididimis sampai batas ampula vas
deferen dan ditaruh dalam cawan petri yang didalamnya berisi 0,25 cc
larutan NaCl fisiologis 0,9% dan dihomogenkan, kemudian sampel sperma
diperiksa konsentrasi spermatozoa. Pengamatan pada mikroskop dengan
pembesaran 400x.
Analisis uji beda presentase konsentrasi spermatozoa setiap kelompok
diuji dengan Kruskall-Wallis dilanjutkan dengan uji Mann Whiteney.
HASIL PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel sebanyak 25
ekor mencit jantan strain Balb/C. Hari ke-22 diambil spermatozoa untuk
dilakukan perhitungan konsentrasi spermatozoa.

Uji Normalitas pada kelompok I-IV didapatkan sebaran data


terdistribusi normal dengan nilai p=0,547 untuk kelompok I, p=0,224
kelompok II, p=0,131 pada kelompok III, dan p=0,726 untuk kelompok IV,
sedangkan pada kelompok V didapatkan p=0,000 yang memiliki arti data
tidak terdistribusi normal. Uji Homogenitas juga perlu dilakukan yang
hasilnya adalah varian data konsentrasi spermatozoa dengan nilai
p=0,122 (p>0,05). Sebaran data tidak normal dan variasi data homogen,
maka untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan rerata konsentrasi
spermatozoa antar kelima kelompok dilakukan uji non parametrik KruskalWallis. Uji Kruskal-Wallis didapatkan nilai p=0,014 (p<0,05) yang memiliki
arti bahwa diantara kelima kelompok perlakuan memiliki perbedaan rerata
konsentrasi spermatozoa yang bermakna. Mengetahui perbedaan rerata
konsentraasi spermatozoa anta dua kelompok perlu dilakukan uji Mann
Whitney.

Tabel Hasil Uji Mann Whitney


Variabel Persentase Konsentrasi
Spermatozoa
Kelompok
Rerata
p (Sig.)
(%)
I-II
28,90 22,32
0,201
I-III
28,90 31,13
0,522
I-IV
28,90 35,02
0,361
I-V
28,90 48,68
0,004(*)
II-III
22,32 31,13
0,144
II-IV
22,32 35,02
0,009(*)
II-V
22,32 48,68
0,006(*)
III-IV
31,13 35,02
0,361
III-V
31,13 48,68
0,199
IV-V
35,02 48,68
0,272
* : signifikan
Berdasarkan tabel 4.2 menunjukan bahwa terdapat perbedaan
rerata konsentrasi spermatozoa antara kelompok I dengan kelompok II
namun tidak bermakna (p>0,05). Hal ini menunjukan paparan asap
rokok berpengaruh dalam menurunkan konsentrasi spermatozoa
tetapi tidak bermakna. Antara kelompok II dengan kelompok III
terdapat perbedaan rerata konsentrasi spermatozoa tetapi tidak
bermakna (p>0,05), ini berarti bahwa pemberian ekstrak daun sawo
manila dosis 8,4mg/ekor dapat mencegah penurunan konsentrasi
spermatozoa akibat paparan asap rokok tetapi tidak bermakna.
Perbedaan antara kelompok II dengan kelompok IV dan V
menunjukan perbedaan bermakna (p<0,05), yang berarti bahwa
pemberian ekstrak daun sawo manila dengan dosis 16,8mg/ekor dan
33,6mg/ekor dapat mencegah penurunan konsentrasi spermatozoa
secara bermakna akibat paparan asap rokok.
Antara kelompok III dengan kelompok IV dan V , maupun antara

kelompok IV dan V menunjukan adanya perbedaan tetapi tidak


bermakna (p<0,05). Hal ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan
antara daun sawo manila dosis 8,4mg/ekor dengan 16,8mg/ekor dan
33,6mg/ekor, maupun antara dosis 16,8mg/ekor dengan 33,6mg/ekor
berpengaruh dalam mencegah penurunan konsentrasi spermatozoa
namun perbedaan tersebut tidak bermakna.
Antara kelompok I dengan kelompok III dan IV menunjukan
perbedaan yang tidak bermakna (p>0,05). Hal ini menunjukan bahwa
pemberian ekstrak daun sawo manila antara dosis 8,4mg/ekor dan
16,8mg/ekor dapat meningkatkan konsentrasi spermatozoa namun
tidak bermakna. Antara kelompok I dengan kelompok V menunjukan
perbedaan yang bermakna (p>0,05), yang berarti bahwa pemberian
ekstrak daun sawo manila dosis 33,6mg/ekor dapat meningkatkan
konsentrasi spermatozoa melebihi kondisi normal dengan perbedaan
yang bermakna.
Hasil yang telah dipaparkan diatas menunjukan bahwa paparan
asap rokok sebanyak 2 batang per hari selama 21 hari belum mampu
menurunkan konsentrasi spermatozoa. Pemberian ekstrak daun sawo
manila

dosis

33,6mg/ekor

dapat

mempengaruhi

konsentrasi

spermatozoa melebihi kondisi normal sehingga hipotesis penelitian


dapat diterima.
PEMBAHASAN

Hasil penelitian konsentrasi spermatozoa mencit jantan (Mus


musculus) yang dipapar asap rokok menunjukkan kelompok I (kontrol
normal) dengan kelompok II (kontrol negatif)

di dapatkan hasil

berbeda namun tidak bermakna (p>0.05). Pada penelitian didapatkan


hasil

kelompok

dan

kelompok

II

menunjukan

konsentrasi

spermatozoa dalam batas normal hal ini dikarenakan kemungkinan


pemaparan asap rokok yang kurang, sehingga konsentrasi sperma
yang dihasilkan masih dalam batas normal.
Kelompok II atau kontrol negatif menunjukan konsentrasi
spermatozoa terendah yaitu 22,32 x 106/mL dapat disimpulkan bahwa
asap rokok yang mengandung ROS dapat menurunkan konsentrasi
spermatozoa sesuai hasil penelitian yang dilakukan oleh Sari (2014)
menyatakan bahwa ROS dapat merusak DNA sel sperma dan dapat
menyebabkan apoptosis sel sperma sehingga dapat menurunkan
konsentrasi sperma. ROS merupakan radikal bebas yang mempunyai
kemampuan oksidatif yang cukup tinggi.
Paparan asap rokok dapat meningkatkan kadar lipid
peroxidase yang akan merusak sel-sel pada testis yaitu sel leydig,sel
spematid dan sel sertoli dan menyebabkan penurunan konsentrasi
spermatozoa (Agarwal et al., 2010).
Hasil penelitian konsentrasi spermatozoa mencit jantan strain
Balb/C yang dipapar asap rokok menunjukkan bahwa ada perbedaan
rerata konsentrasi spermatozoa antara kelompok kontrol positif
10

dengan kelompok dosis 33,6mg/ekor ekstrak daun sawo manila (p =


0,004) dan antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok dosis
16,8mg/ekor esktrak daun sawo manila (p = 0,009). Hasil analisis
kelompok kontrol positif dengan kelompok perlakuan (paparan asap
rokok) dengan dosis ekstrak 33,6mg/ekor menunjukan adanya
perbedaan signifikan.
Hasil ini membuktikan bahwa antioksidan yang dimiliki oleh
ekstrak daun sawo manila dapat mencegah radikal bebas seperti yang
telah dijelaskan dalam penelitian Konczak (2004) tentang aktivitas
flavonoid sebagai antioksidan eksogen yang bermanfaat dalam
mencegah kerusakan sel akibat stress oksidatif. Peningkatan rerata
konsentrasi spermatozoa pada kelompok yang diberikan ekstrak daun
sawo manila disebabkan karena daun sawo manila bersifat sebagai
antioksidan kuat untuk melawan radikal bebas seperti flavonid dan
saponin (Dalimartha, 2007; Panjaitan et al., 2005). Antioksidan yang
dikandung daun sawo manila efektif mencegah terjadinya stess
oksidatif dengan mereduksi radikal hidroksil, superoksida, dan radikal
peroksil (Agarwal et.al., 2010).
KESIMPULAN DAN SARAN
Pemberian

ekstrak

daun

sawo

manila

(manilkara

zapota)

berpengaruh terhadap peningkatan konsentrasi spermatozoa yang diberi


paparan asap rokok.

11

Penelitian lebih lanjut menggunakan kandang hewan coba yang


representatif atau tertutup.
DAFTAR PUSTAKA
Agarwal A., Saleh R.A., Bedaiwy MA., 2010, Role of Reactive Oxygen
Species in The Pathophisyology of Human Reproduction, Fertility
and Sterility, 79: 829-843.
Batubara I. V. D., Wantouw B., Tendean L., 2013, Pengaruh Paparan
Asap Rokok Kretek Terhadap Kualitas Spermatozoa Mencit Jantan
(Mus musculus), Jurnal e-Biomedik (eBM), Vol 1
Chanda, V.S., Nagani, K.V., 2010, Antioxidant Capacity of Manilkara
zapota L. Leaves Extracts Evaluated by Four in vitro Methods,
Saurastra University, Gujarat, India.
Dalimartha, S., 2007, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, Jilid 4, Cetakan 2,
Puspa Swara, Depok, Hal 78.
Depkes, 2012, Bunga Sampai Fakta Tembakau dan Permasalahannya di
Indonesia,
http://tcsc-indonesia
.org/wpcontent/uploads/2012/12/Buku-Fakta- Tembakau.pdf., diakses 24
Juni 2015.
Mardiyana, Lina, 2007, Ramuan Tradisional Untuk Kesuburan Suami dan
Istri, Penebar Swadaya, Depok. 3-4.
Mustikasari, D.R., Tjandrakirana., Qomariyah, N., 2013, Pengaruh
Pemberian Filtrat Daun Katuk terhadap Konsentrasi dan Morfologi
Normal Spermatozoa Mencit (Mus musculus) yang Terpapar Asap
Rokok, LenteraBio, vol.2, 155-158
Panjaitan, Budhi Prasetyo, Leenawaty Limantara, 2005, Peranan
Karotenoid Alami dalam mengkal radikal bebas didalam
tubuh.Program Magister Biologi, Universitas Kristen Satya Wacana.
Sari, D.P., 2014, Effect of Cigarette Smoke in Quality and Quantity
Spermatozoa, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Journal
Majority, Vol. 3, No. 7.
Terahara N., I. Konczak, H. Ono, M. Yoshomoto, dan O. Yamakawa,
2004. Characterization of acylated anthocyanins in callus induced
from storage root of purple-fleshed sweet potato, lpomoea batatas L.,
Journal Biomed. Biotechnol. 5 :279-286.

12