Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Alhamdullillahhirobil alamin, segalah puji terpanjatkan kehadirat Allah


SWT atas segalah rahmat dan hidayahnya tercurahkan kepada kita yang tak
terhingga ini, sholawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan Nabi besar
kita Muhammad SAW dan keluarganya, sahabatnya, beserta pengikutnya sampai
akhir zaman amin ya robal alamin.
Karena anugerah dan bimbingan-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
ini. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak sekali terdapat
banyak kekurangan. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran
yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi kami khususnya dan kepada para pembaca umumnya.

Pacitan,

Desember 2015

Penulis

Makalah disusun oleh : Yoga Dinata

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Manusia sebagai individu, akan menciptakan sebuah ruang/ wilayah
pribadi, yang tidak bisa disentuh oleh pihak lain. Sementara sebagai makhluk
sosial, secara instingtif, manusia akan merasakan keinginan untuk menjadi
bagian dari kumpulan manusia lain, dan mengadakan hubungan dengan
mereka.
Interaksi

sosial

adalah

hubungan

timbal

balik

yang

saling

mempengaruhi. Ada aksi dan ada reaksi. Pelakunya lebih dari satu. Individu vs
individu. Individu vs kelompok. Kelompok vs kelompok dll. Contoh guru
mengajar merupakan contoh interaksi sosial antara individu dengan kelompok.
Interaksi sosial memerlukan syarat yaitu Kontak Sosial dan Komunikasi
Sosial
Kontak sosial dapat berupa kontak primer dan kontak sekunder.
Sedangkan komunikasi sosial dapat secara langsung maupun tidak langsung.
Interaksi sosial secara langsung apabila tanpa melalui perantara. Misalnya A
dan B bercakap-cakap termasuk contoh Interaksi sosial secara langsung.
Sedangkan kalau A titip salam ke C lewat B dan B meneruskan kembali ke A,
ini termasuk contoh interaksi sosial tidak langsung.
Faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial meliputi imitasi,
sugesti, identifikasi, indenifikasi, simpati dan empati Imitasi adalah interaksi
sosial yang didasari oleh faktor meniru orang lain. Contoh anak gadis yang
meniru menggunakan jilbab sebagaimana ibunya memakai. Sugesti adalah
interaksi sosial yang didasari oleh adanya pengaruh. Biasa terjadi dari yang
tua ke yang muda, dokter ke pasien, guru ke murid atau yang kuat ke yang
lemah. Atau bisa juga dipengaruhi karena iklan.
Indentifikasi adalah interaksi sosial yang didasari oleh faktor adanya
individu yang mengindentikkan (menyadi sama) dengan pihak yang lain.
Contoh menyamakan kebiasaan pemain sepakbola idolanya. Simpati adalah

Makalah disusun oleh : Yoga Dinata

interaksi sosial yang didasari oleh foktor rasa tertarik atau kagum pada orang
lain.
Empati adalah interaksi sosial yang disasari oleh faktor dapat
merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, lebih dari simpati. Contoh
tindakan membantu korban bencana alam. Interaksi sosial mensyaratkan
adanya kontak sosial dan komunikasi sosial. Kemudian membuat terjadinya
proses sosial. Proses sosial dapat bersifat asosiatif dan disasosiatif Asosiatif
meliputi akomodasi, difusi, asimilasi, akulturasi, kooperasi (kerjasama)
(Intinya interaksi sosial yang baik-baik, kerjasama, rukun, harmonis, serasa
dll). Contoh kerja sama antara depertemen pendidikan nasional dengan PT
Telkom dalam program Jardiknas.
Disasosiatif meliputi konflik, kontravensi dan kompetensi (Intinya
interaksi sosial yang tidak baik, penuh persaingan, perang dingin, bertengkar
dll). Contoh Bapak memukul anaknya karena tidak mendengarkan nasihatnya.
Menyuruh pergi seorang pengemis dengan cara membentak.
B. RUMUSAN MASALAH
Berpijak dari latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan
masalah pada penulisan makalah ini adalah :
1. Seperti apakah tindakan sosial di masyarakat?
2. Apa yang dimaksud dengan interaksi sosial?
3. Bagaimana bentuk-bentuk interksi sosial?
C. TUJUAN
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu
tugas Mata kuliah Tempat Ruang Dan Sistem Sosial serta untuk wawasan dan
ilmu kami tentang pengaruh interaksi sosial bagi masyarakat.
D. METODE DAN PROSEDUR
Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini yaitu
dengan mengumpulkan informasi dari berbagai buku dan browsing di internet.

Makalah disusun oleh : Yoga Dinata

BAB II
PEMBAHASAN

A. TINDAKAN SOSIAL
1. Pengertian Tindakan Sosial
Tindakan atau aksi berarti pmbuatan atau sesuatu yang dilakukan.
Secara sosiologis, tindakan artinya seluruh perbuatan manusia yang
dilakukan secara sadar atau tidak disadari, sengaja atau tidak disengaja
yang mempunyai makna subyektif bagi pelakunya.
Didalam sosiologi, tindakan sosoial banyak dikemukakan oleh
Max Weber (1864-1920) seorang ahli sosiologi Jerman, dimana tindakan
sosial dimulai dari tindakan individu atau perilaku individu dengan
perilaku oang lain, yang diorientasikan pada hasil tindakan tersebut,
sehingga dapat dipahami secara subjektif, maksudnya setiap tindakan
sosial yang dilakukan seseorang akan memiliki maksud atau makna
tertentu.
Jadi tindakan sosial pada diri orang baru terjadi apabila tindakan
tersebut dihubungkan dengan orang lain. Tindakan sosial yang dimulai
dari tindakan indiidu-individu memiliki keunikan atau ciri tersendiri.
2. Ciri-ciri Tindakan Sosial
Bentuk tolak dari konsep dasar tentang tindakan sosial dan antar
hubungan sosial, maka terdapat lima ciri pokok yang menjadi sasaran
sosiologi, yaitu:
a) Tindakan manusia yang menurut si aktor mengandung makna
subyektif, hal ini meliputi tindakan nyata.
b) Tindakan nyata yang bersifat membatin sepenuhnya dan bersifat
subyektif.
c) Tindakan yang berpengaruh positif dari suatu situasi, maka tindakan
tersebut akan diulang.
d) Tindakan itu diarahkan pada seseorang atau pada individu.

Makalah disusun oleh : Yoga Dinata

e) Tindaka itu memperhatikan tindakan individu lain dan terarah pada


orang atau individu yang di tuju.
3. Faktor Pendorong Melakukan Tindakan Sosial
Manusia merupakan makhluk yang tidak akan bisa hidup tanpa
manusia lain, sbab secara biologis manusia adalah makhluk yang palin
lemah. Sejak dilahirkan ke dunia, manusia mempunyai dua hasyat atau
keinginan pokok, yaiyu keinginan pokok, yaitu keinginan untuk menjadi
satu dengan manusia lain di sekitarnya (masyaraakat) dan keinginan untuk
menjadi satu dengan lingkungan alam di skitarnya.
Untuk memperoleh kedua hasrat tersebut, manusia menggunakan
akalnya (pikiran, perasaan, dan kehendak). Menyadari kelemahan dan
kekurangannya dalam menyesuaikan diri serta menghadapi tantangan alam
yang tidak mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri atau perorangan,
manusia menghimpun diri dan mengelompokan dirinya dengan manusia
lain yang kemudian disebut masyarakat.
4. Bentuk-bentuk Tindakan Sosial
Pada dasarnya tindakan manusia, baik sebagai individu maupun
makhluk sosial terdiri dari dua tindakan pokok yaitu tindakan lahiriah dan
tindakan batiniah, sbagai berikut:
a) Tindakan lahiriah adalah tata cara bertindak yang tampak atau dapat
dilihat dan cendeung ditiru secara berulang-ulang oleh banyak orang.
b) Tindaka batiniah adalah cara berfikir, berperasaa, dan berkehendak
yang dingkapkan dalam sikap dan bertindak, dilakukan berulang kali
dan di ikuti oleh banyak orang.
Di dalam kehidupan masyarakat, kita dapat mengenali beberapa
pola tindakan bathiniah yang terdiri dari bantuk-bentuk sebagai berikut:
a) prasangka (prejudice), adalah anggapan atau penilaian terhadap suatu
penomana

tanpa

di

tunjang

dengan

bukti-bukti

yang

dapat

dipertanggungjawabkan.

Makalah disusun oleh : Yoga Dinata

b) sikap sosial (sosial attitude), adalah suatu bentuk pola perilaku lahiriah
dan bathiniah terhadap fenomena atua gejala yang mempunyai arti
sosial.
c) pendapat umum (publik opinion), adalah suatu komposisi pikiran
masyarakat yang berpola dan dibentuk dari beberapa golongan atau
kelompok.
d) propagan, adalah suatu makanisme kegiatan yang dilakukan denga cara
mempengaruhu massa atau publik agar mau untuk menerima pola
fikiran tertentu.
Pada dasarnya tindakan sosial dapat dibedakan menjadi empat
tipetindakan berdasarkan tingkat kemudahan untuk dipahami sebagai
berikut:
a) Rasionalitas instrumental
Merupakan tindakan sosial murni, dimana tindakan tersebut dilakukan
dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara yang digunakan dan
tujuan yang akan dicapai (bersifat rasional).
b) Rasionalitas berorientasi nilai.
Tindakan itu dilakukan dengan memperhitungkan manfaatnya, tetapi
tujuan yang dicapai tidak terlalu dipetimbangkan yang penting
tindakan terbut baik dan benar menuut penilaian masyarakat.
c) Tindakan afektif.
Tindakan ini dilakukan dengan dibuat-buat yang didasari oleh perasaan
atau emosi dan kepura-puraan seseorang.
d) Tindakan tradisional
Tindakan ini didasarkan atas kebiasaan-kebiasaan dalam mengerjakan
sesuatu dimasa lalunya atau yang dilakukan oleh orang-orang
terdahulu, tanpa pehitungan secara matang, dan sama sekali tidak
rasional.

Makalah disusun oleh : Yoga Dinata

B. BENTUK TINDAKAN SOSIAL


1. Tindakan Sosial
Tidak semua tindakan manusia dinyatakan sebagai tindakan sosial
misalnya : Seorang pemuda yang sedang mengkhayalkan gadis impiannya
secara diam diam . Menurut MAX WEBER , tindakan sosial adalah
tindakan seorang individu yang dapat mempengaruhi individu individu
lainnya dalam masyarakat . Tindakan sosial dapat dibedakan menjadi 4
macam yaitu :
a. Tindakan Rasional Instrumental : Tindakan yang dilakukan dengan
memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan.
Contoh : Bekerja Keras untuk mendapatkan nafkah yang cukup .
b. Tindakan Rasional Berorientasi nilai : Tindakan Tindakan yang
berkaitan dengan nilai nilai dasar dalam masyarakat.
Contoh : Tindakan Tindakan yang bersifat Religio magis .
c. Tindakan Tradisional ; Tindakan yang tidak memperhitungkan
pertimbangan Rasional.
Contoh : Berbagai macam upacara tradisi yang dimaksudkan untuk
melestarikan kebudayaan leluhur .
d. Tindakan Ofektif : Tindakan Tindakan yang dilakukan oleh seorang
kelompok orang berdasarkan perasaan emosi
2. Interaksi Sosial
Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial
yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan
antara individu yang satu dengan individu lainnya, antara kelompok yang
satu dengan kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan
individu. Dalam interaksi juga terdapat simbol, di mana simbol diartikan
sebagai sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya oleh
mereka yang menggunakannya
Proses Interaksi sosial menurut Herbert Blumer adalah pada saat
manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki
sesuatu tersebut bagi manusia. Kemudian makna yang dimiliki sesuatu itu

Makalah disusun oleh : Yoga Dinata

berasal dari interaksi antara seseorang dengan sesamanya. Dan terakhir


adalah Makna tidak bersifat tetap namun dapat dirubah, perubahan
terhadap makna dapat terjadi melalui proses penafsiran yang dilakukan
orang ketika menjumpai sesuatu. Proses tersebut disebut juga dengan
interpretative process
Interaksi sosial dapat terjadi bila antara dua individu atau kelompok
terdapat kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial merupakan tahap
pertama dari terjadinya hubungan sosial Komunikasi merupakan
penyampaian suatu informasi dan pemberian tafsiran dan reaksi terhadap
informasi yang disampaikan. Karp dan Yoels menunjukkan beberapa hal
yang dapat menjadi sumber informasi bagi dimulainya komunikasi atau
interaksi sosial. Sumber Informasi tersebut dapat terbagi dua, yaitu Ciri
Fisik dan Penampilan. Ciri Fisik, adalah segala sesuatu yang dimiliki
seorang individu sejak lahir yang meliputi jenis kelamin, usia, dan ras.
Penampilan di sini dapat meliputi daya tarik fisik, bentuk tubuh,
penampilan berbusana, dan wacana.
Interaksi sosial memiliki aturan, dan aturan itu dapat dilihat melalui
dimensi ruang dan dimensi waktu dari Robert T Hall dan Definisi Situasi
dari W.I. Thomas. Hall membagi ruangan dalam interaksi sosial menjadi 4
batasan jarak, yaitu jarak intim, jarak pribadi, jarak sosial, dan jarak
publik. Selain aturan mengenai ruang Hall juga menjelaskan aturan
mengenai Waktu. Pada dimensi waktu ini terlihat adanya batasan toleransi
waktu yang dapat mempengaruhi bentuk interaksi. Aturan yang terakhir
adalah dimensi situasi yang dikemukakan oleh W.I. Thomas. Definisi
situasi merupakan penafsiran seseorang sebelum memberikan reaksi.
Definisi situasi ini dibuat oleh individu dan masyarakat.
Interaksi Sosial adalah suatu proses hubungan timbale balik yang
dilakukan oleh individu dengan individu, antara indivu dengan kelompok,
antara kelompok dengan individu, antara kelompok dengan dengan
kelompok dalam kehidupan sosial.
Dalam kamus Bahasa Indonesia Innteraksi didifinisikan sebagai hal
saling melalkukan akasi , berhubungan atau saling mempengaruhi.

Makalah disusun oleh : Yoga Dinata

Dengan demikian interaksi adalah hubungan timbale balik (sosial) berupa


aksi salaing mempengaruhi antara indeividu dengan individu, antara
individu dankelompok dan antara kelompok dengan dengan kelompok.
Gillin mengartikan bahwa interaksi sosial sebagai hubunganhubungan sosial dimana yang menyangkut hubungan antarandividu ,
individu dan kelompok antau antar kelompok. Menurut Charles P. loomis
sebuah hubungan bisa disebut interaksi jika memiliki ciri-ciri sebagai
berikut :
a) jumlah pelakunya dua orang atau lebih
b) adanya komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbul atau
lambing-lambang
c) adanya suatu demensi waktu yang meliputi ,asa lalu, masa kini, dan
masa yang akan dating .
d) adanya tujuan yang hendak dicapai.
Syarat terjadinya interaksi adalah :
-

Adanya kontak sosial


Kata kontak dalam bahasa inggrisnya contack, dari bahasa lain
con atau cum yang artinya bersama-sama dan tangere yang
artinya

menyentuh

Jadi

kontak

berarti

sama-sama

menyentuh.Kontak sosial ini tidak selalu melalui interaksi atau


hubungan fisik, karena orang dapat melakuan kontak sosial tidak
dengan menyentuh, misalnya menggunakan HP, telepon dsb.
Kontak sosial memiliki memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1) Kontak sosial bisa bersifat positif dan bisa negative. Kalau
kontak sosial mengarah pada kerjasama berarti positif, kalau
mengarah pada suatu pertentangan atau konflik berarti negative.
2) Kontak sosial dapat bersifat primer dan bersifat skunder. Kontak
sosial primer terjadi apa bila peserta interaksi bertemu muka
secara langsung. Misanya kontak antara guru dengan murid dsb.
Kalau kontak skunder terjadi apabila interaksi berlangsung
melalui perantara. Missal percakapan melalui telepon, HP dsb.

Makalah disusun oleh : Yoga Dinata

Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dari satu
pihak kepihak yang lain dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Ada lima unsur pokok dalam komunikasi yaitu
1) Komunikator yaitu orang yang menyampaikan informasi atau
pesan atau perasaan atau pemikiran pada pihak lain.
2) Komunikan yaitu orang atau sekelompok orang yang dikirimi
pesan, pikiran, informasi.
3) Pesan yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator kepada
komunikan.
4) Media yaitu alat untuk menyampaiakn pesan
5) Efek/feed back yaitu tanggapan atau perubahan yang diharapkan
terjadi

pada

komunikan

setelah

mendapat

pesan

dari

komunikator.
Ada tiga tahapan penting dalam komunikasi:
1) Encoding . Pada tahap ini gagssaan atau program yang akan
dikomunikasikan diwujudkan dalam kalimat atau gambar . dalam
tahap ini komunikator harus memilih kata atau istilah ,kalimat
dan

gambar

yang

mudah

dipahami

oleh

komunikan.

Komunikator harus menghindari penggunaan kode-kode yang


membingungkan komunikan.
2) Penyampaian. Pada tahap ini istilah atau gagasan yang telah
diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar disampaiakan .
Penyampaian dapat berupa lisan dan dapat berupa tulisan atau
gabungan dari duanya.
3) Decoding Pada tahap ini dilakukan proses mencerna fdan
memahami kalimat serta gambar yang diterima menuruy
pengalaman yang dimiliki

Makalah disusun oleh : Yoga Dinata

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Arti Interaksi Sosial artinya melibatkan kedua belah pihak..
Faktor-faktor interaksi sosial antara lain
-

Imitasi : tindakan sosial meniru sikap,tindakan,tingkah laku atau


penampilan fisik seseorang secara berlebihan.

Sugesti : pemberian pengaruh atau pandangan dari satu pihak kepada


pihak lain.

Identifikasi : kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama


dengan oranglain. Simpati : suatu proses dimana seseorang merasa
tertarik dengan orang lain.
Syarat-syarat interaksi sosial antara lain: kontak :kata kontak berasal

dari con atau cum yang artinya bersama-sama dan kata tango yang artinya
menyentuh.jadi secara harfiah kontak berarti saling menyentuh. Wujud
kontak sosial dibedakan menjadi tiga antara lain:
-

kontak antarindividu contoh kontak antara anak dan orang tuanya,kontak


antara siswa dan siswa lainnya.

kontak antar kelompok contoh kontak antara dua perusahaan dalam


hubungan bisnis.

Kontak antara individu dan suatu kelompok contoh kontak antara seorang
calon anggota dan para anggota organisasiyang akan dimasukinya.
Kontak sosial langsung dan tidak langsung anatar lain kontak primer

yaitu hubungan timbal balik yang terjadi secara langsung. Kontak sekunder
yaitu kontak sosial yang memerlukan pihak ketigasebagai media untuk
melakukan hubungan timbal balik.
Bentuk-bentuk Interaksi sosial (association processes)
Kerja Sama
Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok uintuk mencapai
tujuan bersama. Bentuk kerjasama antara lain kerja sama spontan yaitu
kerjasama yang terjadi secara serta-merta. kerja sama langsung yaitu kerja

Makalah disusun oleh : Yoga Dinata

sama sebagai hasil dari perintah atasan kepada bawahan atau pengusaha
terhadap rakyatnya. Kerja sama kontrak yaitu kerja sama atas dasar syaratsyarat ketetapan tertentu yang disepakati bersama.
Akomodasi
Proses penyesuaian diri dari orang-perorangan . Bentuk akomodasi antara lain:
koersi : suatu bentuk akomodasi yang terjadi melalui pemaksaan kehendak
pihak tertentu terhadap pihak lain yang lebih lemah .contoh sistem
pemerintahan totalitarian. kompromi : suatu bentuk akomodasi ketika pihakpihak yang terlibat perselisihan saling mengurangi tuntutan agar tercapai suatu
penyelesaian.
Asimilasi
Dasarnya merupakan perubahan yang dilakukan secara sukarela,yang umum
pada dimulai dari penggunaan bahasa. Syarat asimilasi antara lain
terdapat

sejumlah

kelompok

yang

memiliki

kebudayaan

berbeda.

terjadi pergaulan antaindividu atau kelompok secara intensif dan dalam waktu
yang relatif lama.
Faktor pendorong asimilasi antara lain :
-

Toleransi di antara sesama kelompok yang berbeda kebudayaan.


kesempatan yang sama dalam bidang ekonomi.

kesediaan menghormati dan menghargai orang asing dan kebudayaan


yang dibawanya.

Faktor penghalang asimilasi antara lain kelompok yang terisolasi atau


tersaing (biasanya kelompok minoritas). kurangnya pengetahuan mengenai
kebudayaan baru yang dihadapi.
Akulturasi
Proses penerimaan dan pengolahan unsur-unsur kebudayaan asing menjadi
bagian dari kebudayaan suatu kelompok tanpa menghilangkan kepribadian
kebudayaan asing.

Makalah disusun oleh : Yoga Dinata

B. Saran
Dalam kehidupan manusia di dunia ini tidak akan lepas dari
kehidupan masyarakat, maka kita sebagai manusia yang hidup bermasyarakan
harus menyadari bahwa kita hidup tidak mungkin sendirian.
Untuk itu marilah kita menjadi warga masyarakat yang baik dengan
berinteraksi antar individu dengan individu lain, antar individu dengan kelompok,
bahkan kelompok dengan kelompok agar terjalin persatuan dan kesatuan dalam
kehidupan masyarakat.

Makalah disusun oleh : Yoga Dinata

DAFTAR PUSTAKA

Effendi, Ridwan dan Elly Malihah. (2007) . Pendidikan Lingkungan Sosial


Budaya dan Teknologi. Bandung : Yasindo Multi Aspek
Hermawan, Ruswandi dan Kanda Rukandi. (2007). Perspektif Sosial
Budaya. Bandung: UPI PRESS
Hermawan, Ruswandi dkk. (2006) . perkembangan masyarakat dan
Budaya. Bandung : UPI PRESS
Kuswanto dan Bambang Siswanto. (2003). Sosiologi. Solo: Tiga Serangkai

Makalah disusun oleh : Yoga Dinata