Anda di halaman 1dari 7

Kortikosteroid Intranasal dalam Manajemen

Sinusitis Akut : Ulasan Sistematik dan Metaanalisis


Tujuan : Sinusitis adalah kondisi umum, dimana kondisi tersebut sering diobati dengan
antibiotik, meskipun sangat kecil kemungkin sembuh. Korstokoosteroid intranasal mungkin
dapat meringankan gejala tersebut, namun bukti alasan tersebut sekarang belum jelas. Kami
melakukan kajian analisa efek kosikosteroid intranasal pada gejala sinusitis akut.
Methods : Kami mengajak MEDLINE, EMBASE, CENTRAL dan pusat center untuk
mengkaji penyebaran sinusitis akut sampai februari 2011 untuk membandingkan intrasal
kostikosteroid dengan placebo pada anak-anak atau orang dewasa yang memiliki gejala klinik
dan tanda-tanda sinusitis akut atau rhino. Pada perawatan sinusitis, kami mnegecualikan
alergi sinus. Dua penulis mengambil data dan kualitas metodelogi.
Hasil : Kami memliki 6 pembelajaran dari total 2495 pasien, dalam 5 pembelajaran dengan
perawatan antibiotik menghasilkan peningkatan / perbaikangejala dalam 14 sampai 21 hari
( resiko perbedaan ) =0.08:95% cl 003-013). Analisa terhadap gejala sesorang
mengungkapkan hasil yang baik untuk kemajuan. Analisa subgrup pada saat melaporkan
menunjukan hasil yang baik pada hari ke 21 ( RD=0.11:95%cl,0.006-0.17) tetapi tidak untuk
hari ke 14-15 (RD=0.05 0.95% cl-001 sampai 0.11). meta regestion melakukan percobaan
menggunakan dosis yang berbeda. Hubungan mometason furuate menunjukan hasil yang
baik dengan dosis cepat (P=0.2)
Kesimpulan :Intranasal kostikoteroid memiliki manfaat sedikit untuk sinusitis akut. yang
memungkinkan dengan dosis tinggi dalam waktu 21 hari. Percobaan lebih lanjut diperlukan
antibiotik pada pasien.

PENDAHULUAN
Sinusitis akut adalah kondisi umum yang mempengaruhi sekitar 31 juta penduduk amerika.
Sebagian besar pesien sinusitis akut diresepkan antibiotik meskipun bukti maanfaatnya
terbatas. Efektifitas pengobatan lain seperti dekongestan dan anti histamin sebagian besar
tidak diketahui. Kortikosteroid efektif dalam mengurangi gejala pada saluran pernapasan atas,
nyeri tenggorokan dan infeksi mononuckleousis dan efek anti inflamasi mungkin dapat
membantu meringankan sinus dan pengeluaran cairan sinus
Apakah saat ini kortikosteroid memberikan manfaat yang besar untuk pasien sinusinis akut.
Secara khusus tidak ada yang berkualitas baik. Percobaan RCT meneliti kortikosteroid oral
pada sinusitis akut obat oral untuk para penderita infeksi saluran pernapasan atas disebut
sebagai kortikosteroid intranasal.

Sebuah penelitian cochrane 4 RCT menunjukan efek yang kecil pada perbaikan gejala antara
15 sampai 21 hari, namun infeksi dibatasi oleh heterogenasi dan hasil berbeda dengan
pembelajaran awal. Baru- baru ini penelitian RCT menemukan tidak ada perbedaan diantara
intranasal kortikosteroid dan plasebo untuk sinusitis akut, percobaan ini tidak termaksud
dalam penelitian.
Bukti lain yang bertentangan, adalah klinik harus meresepka kortikosteroid intranasal untuk
pasien sinusitis akut, demikian kami melakukan tujuan sistematik untuk mencoba
menyelesaikan pertanyaan ini

METODE
Memilih dan mencari strategi
Kami termaksud didalam metaanalisis RCT bahwa dibandingkan intranasal kortikosteroid
dengan plasebo pada anak kecil atau orang dewasa, yang memiliki gejala dan tanda sinusitis
akut atau rinosinusitis.
Kita melakukan pembelajaran dengan memeriksa pasien kronik atau sinusitis alergi dan
melakukan pembelajaran secara menyeluruh terhadap perkembangan pasien tertentu karena
kondisi kesehatan yang kronis misalnya imunokopremais.
Kita mencari MEDLINE, EMBASE, THE CRONIC LIBRARY termaksud CENTRAL dan
DARE, mencari data untuk memulai dan menganalisa sampai februari 2011 dengan strategi
secara menyeluruh. MeSH menggunakan istillah rinosinusitis, sinusitis, dan kortikosteroid
termaksud deksametason, betametason, prednison dan semua jenis macamnya.
Virus dan bakteri patogen pada saluran pernapasan atas (semua pencarian dari para penulis) 2
penulis independent mengulas judul dan abstrak melalui pencarian electro dan memperoleh
banyak aartikel untuk menilai bagaimana hubungan tersebut.

Penilaian data dan kualitas


Dua penulis menilai metode pembelajaran kualitas logik yang dinilai dengan kriteria
penyembuhan dan pengobatan secara acak. Dua penulis tersebut menggunakan data dan
tempat, pada bagian data dan kualitas penilaian terddapat perbedaan pendapat dan dokumen
pada saat diskusi dengan 3 penulis
Hasil yang pertama termaksud peserta dengan perbaikan gejala. Hasil kedua termaksud dalam
penilaian gejala antara 0 sampai 21 hari, efeksampingnya meningkat, sehingga tidak dapat
bekerja dan bersekolah

Data sintesis dan analisis


Untuk menyatukan analisis dari hasil dichotomous kita menghitung perbedaan resiko RD,
95% CL yang dibutuhkan untuk pengobatan (NNI), Untuk hubungan secara berkelanjutan
kami menggunakan perbedaan rata rata dan 95%CL, kami menguji dosis dengan
melakukan analisis subgrup sesuai dengan dosis kortikosteroid intranasal
Kami menggunakan metaregretions di perusahaan untuk menguji subgrup dengan hasil dan
statistic untuk mengukur populasi heterogen, dimana tidak ada heterogen yang menunjukan
metaanalisis sebagian besar heterogen terbukti, kita menggunakan sampel analisis acak untuk
mempertimbangkan sebagai hasil yang tidak dinilai.
Karakteristik pembelajaran
Kami mengidentifikasi sekitar 3257 yang berpotensi terhadap sinusitis akut atau rinosinusitis,
kami melakukan 15 penelitian untuk mengikuti berbagai alasan yang diakui publik. 3
pemeriksaan oral steroid, tidak langsung membandingkan steroid dan plasebo, dan
pencegahan sinusittis akut.
Karakteristikstudi pada tabel 1, termaksud 6 studi secara acak dari 2495 pasien yang dirawat
otorhinolaryngologi, pengobatan darurat, dan praktek umum di tiga negara Amerika serikat,
turki, dan inggris rata rata umur para pasien bervariasi antara 12 tahun 16 tahun 18 tahun
dan 15 tahun.
Kortikosteroid yang digunakan budesonid, fluticasone dan metametason furoat. 2 percobaan
dilakukan pada dosis mometasone furoat. Selain kortikosteroid intranasal, 5 percobaan
antibiotik antara lain amoksilin, coamoxamoxiclac, atau cefoxime untuk pasien pada
kelompok 2. Salah satu percobaan resep intranasal cylometazoline, hidroxylcloride untuk
para peserta sebelum melakukan penelitian disemprotkan tiga hari pertama. Selama 3 hari uji
coba melaporkan hasil berdasarkan hitungan tomography scan sinus. Semua 6 studi
menunjukan keakuratan, resep, persentasi, pada kedua kelompok di baseline dan ketentuan
perawatan , namun 3 studi tidak melaporkan metode acak (tabel 2). Karena ini kami
malakukan analisa yang tidak termaksud dalam studi tersebut
Perbaikan atau kemajuan dari gejala 14 -21 hari
Dalam 5 RCT perbaikan dari gejala pada hari ke 14 sampai 21 kortikosteroid intranasal
memiliki efek yang mengunntungkan secara klinis antara lain RD 0,08(95% CL,0,030,13,P=004,P=47%) dan NNT 13(95%CL, 8-33). Hasil keseluruhan kegiatan tersebut dengan
menghilangkan 2 percobaan dengan kualitas yang lebih rendah dan RD 0,07(95%CL0,010,12 P= 02, I = 43%) menurut analisis menunjukan heterogenitas hasil dan dosis.
Hasil waktu
Menggabungkan ketiga studi dengan hasil dari 13 15 hari tidak menunjukan hasil yang
besar pada kortikosteroid intranasal dengan RD 0,05 95% CL- 0.01-0.11 P=13 I=22%. Hasil
penggabungan ke 3 studi dengan hasil penilaian kemajuan pada hari ke 21 menunjukan hasil

yang besar kortikosteroid intranasal dengan heterogenitas RD 0,0.11 (95%CL, 0,06-0,17,


P>001 I=0) dan NNT 9(95%CL 6-17) didalam 2 percobaan peserta melaporkan kegiatan
dengan gejala setelah 10 hari pengobatan, hasilnya tidak ada manfaat kortikosteroid
intranasal dengan RD 0.06(95%CL-0.09-0.22, P=41 I=47). 2 percobaan kecil tetapi dengan
hasil yang besar 7%, peningkatan uji coba pengobatan dan evaluasi pada pasien hari ke 21
yang menerima intranasal kortikosteroid dengan plasebo (nayak ctal ; 61% vs 53%, P=006
meltzer: 68% vs 61% P<01).
Manfaat dosis
3 uji coba menggunakan mometasone froat nasal spray menunjukan hasil yang baik pada
kemajuan gejalla hari ke 15 21 dengan RD 0.08(95%CL, 0.01-0.14 P=02 I=62%) dan NTT
13(95% CL 7-100) dosis setiap hari mometason furoat antara 200ug 800ug oleh karena itu
kami malakukan penyelidikan heterogenitas dengan melakukan analisis terhadap dosis seperti
yang digambarkan (tabel 3), analisis metaregretion dan mometasone furoat dosis dan gejala
menunjukkan hasil yang baik dengan hubungan p=02 dengan ukuran dosis untuk pasien
800ug mometasonn furoat nasal spray tiap hari RD antara 0.12(95% CL, 0.06-0.18 P = 0002)
NTT antara 8(95% CL,.0.01-0.14 P =02 I =62%) untuk dosis 400ug setiap hari RD antara
0.07 (95%CL,.0,03-0.11 P =001 ) dan NNT antara 14(95% CL, 9-33)
Nilai gejala individu
3 RCT melaporkan nilai gejala individu 5 kelompok pasien yang menerima dosis mometason
furoat dengan plasebo untuk masing masing kelompok, dengan gejala nyeri di wajah, sakit
kepala, pilek, hidung tersumbat, dan batuk. Dilaporkan pada skala 0 sampai 3 untuk gejala
awal dan rata-rata 15 hari pertama. Dibandingkan dengan yang menerima plasebo pasien
yang menerima intranasal kortikosteroid pada 3 kali uji coba dilaporkan membaik karena
adanya peningkatan yang lebih besar dalam nyeri pada wajah, hidung mampet, pilek, sakit
kepala dan, post nasal drip.
Sekali percobaan dilakukan tidak ada efek samping yang terjadi dengan penggunaan steroid.
2 kali percobaan dilaporkan tidak ada efek samping yang serius pada kedua kelompok dan
sisanya melaporkan efek samping terutama suhu tubuh yang meningkat. Metaanalisis
menunjukan tidak ada hasil perbedaan yang baik pada penilaian antara pasien yang memakai
kortikosteroid intranasal (299-1299/23%) dan plasebo (181 dari 797 /23%)(p=83) efek
samping yang muncul sakit kepala 2% -8% setiap pasien, epistaksis 3%-7%, iritasi hidung 12% dan faringitis 2-4%. Metaanalisis menunjukan perbedaan yang tidak signifikan antara
steroid dan plasebo.

Kekambuhan
3 uji coba melaporkan tingkat kekambuhan pada sinusitis akut hingga 2 bulan setelah iritasi
dan pengobatan terjadi antara 5%-15%
DISKUSI
Secara sistematis menunjukan bahwa intranasal kortikosteroid memberikan sedikit manfaat
pada gejala sinusitis akut. Efek paling nyata ketika pasien diberikan pengobatan jangka waktu
yang lama (21hari) dan dengan dosis yang tinggi. Dari hasil penelitian individu menunjukan
bahwa nyeri pada wajah dan hidung tersumbat mungkin paling signifikan terhadap respon
dosis kortikosteroid intranasal. Kami menemukan 66% pasien yang mengalami perbaikan
gejala pada 14-21 hari menggunakan plasebo dan menambahkan 7% pasien dengan hasil
kortikosteroid, dan NNT pada hari ke 13.
Peningkatan 7% relatif kecil pada kondisi tersebut. manfaat pengobatan ini harus ditetapkan
potensi bahaya dan segi ekonomisnya. Percobaan ini tidak ada efek samping yang serius pada
penggunakan kortikosteroid intranasal dan tidak ada peningkatan efek samping yang serius
pada plasebo. Potensi lainnya mungkin termaksud efek sistematik namun pada percobaan
yang ditemukan perbandingannya tidak sebanding secara klinis pada hipotalamik putuitari
adrerenal axis dan 2 percobaan hipotalamik terbukti tidak terdapa adanya penekanan
pertumbuhan terhadap intranasal. Hanya satu percobaan yang menilai manfaat poensi
intranasal kortikosteroid untuk bekerja dan kualitas hidup pada sinusitis akut. Didalam
percobaan ini kelompok kortikosteroid memiliki tingkat efektifitas yang tinggi untuk bekerja
(rata-rata100% vs 90%nuntuk plasebo) namun tidak ada percobaan yang mempengaruhi
kualitas yang diukur pada 20 item hasil sinonasal. Dan 12 short item from healt survei pada
pasien dengan sinusitis akut mengalami efek samping. Analisis sub kelompok menunjukan
manfaat dari intranasal kortikosteroid pada hari ke 21 dengan tambahan gejala setiap 100 kali
pengobatan. Sebaliknya efek samping tidak terlihat pada hari ke 15. Analisis subkelompok
kami hanya sebagian kecil percobaan dan penelitian selanjutnya penelitian membutuhkan
manffat klinis pada hari ke 15 atau kurang. Pasien mungkin tidak mengalami gejala awal
pada 7 14 hari, dan mungkin kurang tersedia pengobatan. Kami menemukan bukti
hubungan respon dosis untuk mometason furoat nasal spray dengan dosis yang lebih besar
berhubungan dengan perbaikan gejala. Kami memiliki data yang cukup untuk menilai apakah

jenis kortikosteroid intranasalm menunjukan efek yang sama atau apakah dosis yang tinggi
dapat dihubungkan dengan peningkata efek samping. Dasar pengkajian ketika intranasal
kotrikosteroid yang digunakan dan kami menyarankan dosis mometason furoate 800ug tiap
hari.
Perbandingan dengan literatur yang ada
Manfaat kecil dari kortikosteroid intranasal adalah perbaikan gejala pada 14 sampai 21 hari
hal ini sama dengan ditemukan didalam penelitian COCHRANE. Namun pada kedua kasus
jelas menampilkan heterogenitas. Kita mempunyai bukti tentang penelitian heterogenitas
muncul dari kedua variabel didalam hasil pengukuran dosis intranasal kortikosteroid.
Kami menemukan efek yang besar pada suatu kelompok analisis dengan menggunakan
pengukuran dosis. Chohrane telah mengabaikan manfaat dari intranasal kortikosteroid.
Williamson mengakui bahwa mereka RCT kurang mendukung dalam studi penelitian. Yang
menggunakan Dosis rendah budesonide.
KETERBATASAN
Keterbatasan sistematik terpenting satu dari lima studi pemberian antibiotik, kedua steroid
dan kelompok plasebo . wiliamson menemukan tidak ada interaksi antara terapi antibiotik
dan terapi steroid yang menggunakan gambaran faktorial. Willianson berpendapat bahwa
efek dosis obat steroid yang sejenis dapat memperbaiki gejala tersebut. Ketiga termaksud
didalam studi yang kurang mendukung untuk mendeteksi efektivitas kortikosteroid.
Rekomendasi untuk penelitian
Didalam penelitian ini membutuhkan bantuan RCT untuk membandingkan kortikosteroid
dengan plasebo tanpa antibiotik untuk gejala sinusitis. Kami merekomendasikan bahwa uji
coba seharusnya menggunakan waktu pengobatan 21 hari dengan dosis tinggi mometasone
furoate nasal spray. Kriteria yang dilakukan dalam sistem ini menggunakan radiologi.
Perbaikan gejala harus berdasarkan waktu dan timbulnya gejala. Yang sangat penting untuk
menjelaskan apakah ada manfaat lebih cepat dari 21 hari dari gejala awal yang meningkatkan
pemahaman tentang pola perbaikan gejala.
Sinusitis akut didiagnosis pada 31 juta populasi Amerika setiap tahun. Perawatan tersebut
membutuhkan biaya sampai 21 hari dengan dosis tinggi mometason furoate (untuk 3 botol
mengandung Dosisi 140 gr x 50 gr). Data ini akan meningkatkan pemahaman kita tentang

pengobatan dan manfaat lebih besar.

Antibiotik diresepkan untuk sinusitis akut secara

terbatas untuk mengukur sejauh mana efektivitas intranasal kortikosteroid pada kliniik.
Hal ini sangat berkaitan dengan praktek klinik, sebuah pengukuran menggunakan data pasien
untuk meningkatkan kemampuan dan menggabungkan data dari hasil penelitian yang sudah
ada yaitu double blind, kontrol plasebo untuk mencoba memanfaatkan steroid oral.
kortikosteroid intranasal pada mukosa hidung, mungkin dapat mengurangi gejala hidung
tersumbat, dan secara signifikan adanya manfaat menggunakan obat oral dalam waktu 15
hari.
Pada ringkasan ini, kami percaya bahwa kortikosteroid intranasal mempunyai manfaat
pengobatan pada sinusitis dan membantu pengobatan nyeri pada wajah dan hidung tersumbat.
Manfaat ini lebih besar dirasakan pada pasien dalam 21 hari dengan menggunakan dosis
tinggi mometasone furoate. Percobaan pada pasien yang menggunakan antibiotik dalam
waktu yang lama pada klinik akan berdampak pada kualitas hidup.