Anda di halaman 1dari 8

Tutorial Ekstraksi Suhu Permukaan Landsat 8

Metode Split Windows Algorithm (SWA)


Khalifah Insan Nur Rahmi
Kartografi dan Penginderaan Jauh, Fakultas Geografi, UGM
khalifah.insan.nr@gmail.com

Metode ini dikembangkan oleh Rozenstein, dkk tahun 2014 pada Landsat 8 yang memiliki dua
band termal yaitu band 10 dan 11. Metode SWA menormalisasikan nilai suhu permukaan dari band 10
dan band 11 sehingga diperoleh nilai yang paling baik merepresentasikan kondisi lapangan.
Variabel yang digunakan dalam metode ini adalah emisivitas, transmisi atmosferik, suhu
kecerahan band 10 dan band 11. Emisivitas setiap objek berbeda sesuai pada tabel 1 dibawah. Oleh
karena itu perlu diketahui tutupan lahan wilayah kajian untuk dapat diubah menjadi nilai emisivitas.
Transmisi atmosferik diperoleh dari konversi nilai uap air sesuai tabel 2 yang diekstraksi dari citra
MODIS. Suhu kecerahan band 10 dan band 11 dapat diturunkan dari persamaan yang dibuat oleh
USGS.
Alat dan bahan yang digunakan adalah Citra Landsat 8, Citra MODIS (dengan tanggal
perekaman yang sama dengan Landsat 8), dan perangkat lunak ENVI 4.5. Berikut langkah-langkah
pengolahan citra Landsat 8 menjadi suhu permukaan:
1. Emisivitas
a. Buatalah citra penutup lahan di wilayah kajian. Misalnya dengan klasifikasi multispektral
maximum likelihood. Sebelumnya ambilah ROI untuk masing-masing objek penutup lahan.

b. Buatlah citra emisivitas dari citra penutup lahan tersebut. Perhitungannya dapat dilakukan
dengan bandmath.

Isikan persamaan dibawah ini dalam band math kemudian klik ok:
e1*(b1 eq 1)+e2*(b1 eq 2)+.....+en*(b1 eq n)
Keterangan:
e = emisivitas
b1 = citra penutup lahan (hasil langkah a)
1, 2, ..., n = urutan objek penutup lahan sesuai pengambilan ROI

Berikut ini tabel nilai emisivitas masing-masing objek:


Tabel 1 Nilai emisivitas objek
Benda
Perujudan pedesaan
Vegetasi yang tajuknya rapat (menutup)
Vegetasi yang tajuknya tidak menutup
Air
Tanah bergeluh yang basah
Tanah bergeluh yang kering
Tanah berpasir
Tanah organik
Karbon
Tanah basah
Kaca
Bata
Tanah kering
Kerikil
Pasir
Perujudan Kota
Ter/batu
Plastik dan cat
Kayu

Emisivitas
0,99
0,96
0,98
0,95
0,92
0,90
0,89
0,95
0,95
0,94
0,93
0,92
0,92
0,90
0,97
0,96
0,90

Baja tak berkarat


0,16
Jalan beraspal
0,96
Jalan diperkeras dengan kerikil
0,97
Sumber: Curran, 1985; Lillesand dan Kiefer, 1997; Sabins Jr., 1978 dalam Sutanto, 1994.
2. Transmisi Atmosferik
a. Buka citra MODIS band 2, 5, 17 18, dan 19.
b. Klik File Open Image File Pilih citra MODIS dalam format .hdf Open

Akan terbuka keseluruhan band yang ada dalam citra MODIS yaitu band 1 hingga 36 yang
terbagi menjadi 3 kelompok yaitu reflectance, radiance dan emissive. Untuk ektraksi uap air
gunakan nilai reflektan sehingga proses selanjutnya hanya menggunakan kelompok
reflectance saja.
c. Koreksi Geometrik dan Bowtie citra MODIS melalui tools Georeference MODIS

d. Pilih file yang memuat kelompok reflectant pada kotak Input MODIS File Spectral Subset
pilih band 2, 5, 17, 18 dan 19 OK OK

e. Koreksi Radiometrik nilai reflektansi dengan persamaan dibawah ini dalam bandmath:
Refb = Ref_scaleb * (Bb - Ref_offsetsb)
Keterangan:
Refb
= Nilai reflektansi saluran ke-b
Ref_scaleb
= Nilai skala (Reflectance scale) saluran ke-b
Bb
= Saluran ke-b
Ref_offsetb
= Nilai offset (Reflectance offsets) saluran ke-b
Untuk nilai reflectance scale dan reflectance offset dapat dilihat di metadata citra. Klik Basic
Tools Preprocessing Data Spesific Utilities View HDF Dataset Attributes pilih
Earthview 1KM, 250M, dan 500M untuk Reflective Solar Bands Scaled Interger

Cari nilai reflectance scale untuk band 2, 5, 17, 18 dan 19, nilai ofset dianggap 0 untuk
f.

semua band tersebut.


Hitung nilai uap air pada band 17, 18, dan 19 melalui tools bandmath. Sementara itu band 2
dan 5 dijadikan sebagai band rasio dalam perhitungannya. Persamaan yang digunakan adalah:
wn = *bn/(C1**b2+C2**b5)
Keterangan:
wn = uap air pada band n (g/cm2)
= massa jenis air 1 gr/cm3
bn = band n
C1 = 0.8

C2 = 0.2
g. Hitung uap air (w) keseluruhan dari band 17, 18 dan 19 melalui tools bandmath dengan
persamaan:
w = f17*w17+f18*w18+f19*w19
Keterangan:
w = uap air total (g/cm2)
fn= weighting factors band n (dapat dilihat pada gambar 1)
wn = uap air pada band n (g/cm2)

Band 19
Band 18
Band 17

Gambar 1 weighting factors band 17-19 citra MODIS untuk perhitungan uap air (Gao dan
Kaufman, 1992)
h. Masking wilayah kajian
i. Lihat statistik citra dengan klik kanan pada citra quick stat. Lihat nilai mean atau rata-rata
j.

maka nilai tersebut merupakan nilai uap air daerah peneletian.


Konversi nilai uap air menjadi nilai transmisi atmosferik melalui tabel berikut:
Tabel 2 Hubungan antara transmisi atmosferik dan kandungan uap air dalam julat kandungan
uap air 0.5 3 g.cm-2

10 =0.1146 w+1.0286

r2
0,9882

SEE
0,0094

11 =0.1568 w+1.0083

0,9947

0,0086

10 =0.1134 w+1.0335

0,986

0,0101

11 =0.1546 w+1.0078

0,996

0,0073

Profil
1976 Standar Amerika Serikat

Lintang Tengah Panas

Estimasi Perhitungan

Sumber: Rozenstein, dkk., 2014


Nilai transmisi atmosferik akan berupa nilai satuan untuk band 10 dan 11 Landsat 8
3. Suhu Kecerahan Band 10 dan 11
a. Buka citra mentah Landsat 8 band 10 dan 11 yang diunduh dari www.glovis.usgs.gov
b. Ubah nilai digital number (DN) menjadi TOA radiance (nilai radiansi) menggunakan tools
bandmath sesuai persamaan:

L =M L Q cal+ A L
Keterangan

L = TOA radiance (nilai pancaran)

M L = Band-specific multiplicative rescaling factor (ada di metadata)


A L = Band-specific additive rescaling factor (ada di metadata)
Qcal = DN pada setiap piksel dalam band citra Landsat
Metadata citra Landsat tersedia saat kita mengunduh citra tersebut, berupa file .txt yang
namanya persis dengan nama citra hasil unduhan. File tersebut dapat dibuka melalui software
WordPad.

c. Ubah nilai radiansi menjadi suhu kecerahan menggunakan tools bandmath sesuai persamaan:

T =K 2 /{alog ( K 1 / L + 1 ) }
Keterangan:
T = suhu kecerahan

L = TOA radians
K 1 = konstanta termal band 10 atau 11 (ada di metadata)
K 2 = konstanta termal band 10 atau 11 (ada di metadata)

d. Masking wilayah kajian


4. Suhu Permukaan
Hitung suhu permukaan dengan bandmath sesuai persamaan dibawah ini secara urut:

a. C10 =

10

b. C11 =

11

c. D10 =

( 1 10 )(1+ ( 1 ) 10 )

d. D11 =

( 1 1 1)(1+ (1 ) 1 1)

e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

E0 = D11*C10 D10*C11
(merujuk pada citra hasil perhitungan langkah a d)
E1= D11*(1-C10-D10)/E0
(merujuk pada citra hasil perhitungan langkah a e)
E2= D10*(1-C11-D11)/E0
(merujuk pada citra hasil perhitungan langkah a e)
A= D10/E0
(merujuk pada citra hasil perhitungan langkah c dan e)
A0= E1*a10+E2*a11
(merujuk pada citra hasil perhitungan langkah f g)
A1= 1+A+E1*b10
(merujuk pada citra hasil perhitungan langkah f dan h)
A2=A+E2*b11
(merujuk pada citra hasil perhitungan langkah g dan h)
Nilai ai dan bi sesuai dengan tabel 3 dibawah ini:

Tabel 3 nilai a dan b pada band 10 dan 11

l.

Sumber: Rozenstein, dkk, 2014


Ts = A0+A1*T10-A2*T11
Keterangan:
Ts = suhu permukaan (K)
A0 = hasil perhitungan langkah i
A1 = hasil perhitungan langkah j
A2 = hasil perhitungan langkah k
T10 = suhu kecerahan band 10
T11 = suhu kecerahan band 11
Hasil akhir pengolahan ini berupa suhu permukaan dalam satuan Kelvin, untuk merubah ke
celcius bisa dihitung menggunakan tools bandmath dengan persamaan:
Tscelcius= Ts-273

Daftar Pustaka:
Gao, Bo-Cai dan Yoram J. Kaufman. 1992. The MODIS Near-IR Water Vapor Algorithm. Diakses dari
http://modarch.gsfc.nasa.gov/MODARCH 21 Jan 2015 13.00
Havist, Muhammad. 2011. Petunjuk Praktikum Acara Digital 1 Penginderaan Jauh Terapan
Hidrosfer dan Atmosfer (GKP 0208). Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM
Rozenstein, Offer, dkk. 2014. Derivation of Land Surface Temperature for Landsat-8 TIRS Using a
Split Window Algorithm. Sensor 2014, 14,5768-5780.
Sutanto. 1994. Penginderaan Jauh Jilid II. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
USGS. 2013. Landsat 8 (LDCM) History. http://landsat.usgs.gov/about_ldcm.php diakses pada 21
Juni 2014 14.23
USGS. 2013. Using the USGS Landsat Product. http://landsat.usgs.gov/Landsat8_Using_Product.php
diakses pada 22 April 2014 14.33

***Selamat mencoba, semoga bermanfaat***