Anda di halaman 1dari 2

Pada kasus Thomas Green: Power, Office Politics, and a Career in Crisis ini

menggambarkan dilema seorang manajer pemasaran, Thomas Green, dimana setelah


dipromosikan dengan cepat dia mendapat kecaman keras bosnya, Frank Davis. Hal tersebut
disebabkan karena Davis tidak setuju pada gaya kerja dan proyeksi pasar yang secara
sepihak di tetapkan oleh Green. Green percaya tujuan penjualan yang ditetapkan oleh
Davis didasarkan pada "creative accounting" dan terlalu melebih-lebihkan lingkungan pasar
saat ini. Sebuah kondisi konflik berkembang dengan cepat di antara mereka berdua, dan
Green khawatir jikalau Davis berusaha untuk memecatnya. Permasalahan terbesar
disebabkan karena hubungan Green dengan atasannya tidak terjalin dengan harmonis
karena Green terlalu keras kepala dengan target individu sedangkan di sisi lain akhirnya
terbukti bahwa gaya kerja Green tidak dapat disesuaikan dengan tuntutan yang diinginkan
oleh manajemen sehingga kinerjanya tidak dapat memenuhi target.
Sebagai seorang manager, Green seharusnya dapat mempergunakan kepercayaan
yang dibebankan ke dia dengan semaksimal mungkin untuk memenuhi target yang
diinginkan oleh pihak management. Sesulit apapun target tersebut haruslah dapat di
manage dengan baik oleh Green. Bukan perusahaan yang menyesuaikan dengan karakter
Green namun Green yang seharusnya menyesuaikan gaya kerjanya untuk dapat mencapai
target perusahaan. Apabila Green punya proyeksi pasar tersendiri, dia harus dapat
mengkomunikasikan hal tersebut dengan atasan maupun bawahannya secara baik dengan
memperhatikan hal-hal dibawah ini:

Rational Persuasion: Adalah siasat meyakinkan orang lain dengan menggunakan argumen yang logis
dan rasional.
Green harus dapat menjelaskan dan membuktikan dengan data yang logic bahwa proyeksi pasar yang
ditetapkan oleh Davis adalah tidak realistis.

Inspiration Appeals Tactics: Adalah siasat dengan meminta ide atau proposal untuk membangkitkan
rasa antusias dan semangat dari target person.
Green dapat memberi kesempatan kepada bawahannya untuk memberi ide dan masukan untuk mendukung
proyeksi pasar yang ditargetkan Green.

Consultation Tactics: Terjadi ketika kita meminta target person untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan
yang kita agendakan.
Green harus dapat mengajak pihak-pihak terkait untuk terlibat aktif memujudkan target proyeksi yang menurut
Green lebih realistis.

Ingratiation Tactics: Adalah suatu siasat dimana kita berusaha untuk membuat senang hati dan tentram
target person, sebelum mengajukan permintaan yang sebenarnya.
Hal ini pula yang harus dilakukan oleh Green supaya Davis dapat menyetujui keinginannya bukan malah
membuat Davis berang.

Personal Appeals Tactics: Terjadi ketika kita berusaha mempengaruhi target person dengan landasan
hubungan persahabatan, pertemanan atau hal yang bersifat personal lainnya.
Green bisa mengimplementasikannya dengan memulai pembicaraan misalnya dengan, Mr. Davis, saya
sebenarnya tidak enak mau ngomong seperti ini, tapi karena bapak adalah seorang atasan yang baik, oleh
sebab itu saya yakin bapak sudah paham mengenai diri saya

Exchange Tactics: Adalah mirip dengan personal appeal tactics namun sifatnya adalah bukan karena
hubungan personal semata, namun lebih banyak karena adanya proses pertukaran pemahaman terhadap
kesukaan, kesenangan, hobi, dsb. diantara kita dan target person.

Green juga harus mempertimbangkan taktik ini karena berbicara dengan atasan.

Coalition Tactics: Adalah suatu siasat dimana kita berkoalisi dan meminta bantuan pihak lain untuk
mempengaruhi target person.
Dalam kasus ini Green dapat meminta bantuan kepada McDonal sebagai orang yang mempunyai jabatan lebih
tinggi daripada Davis.

Pressure Tactics: Terjadi dimana kita mempengaruhi target person dengan peringatan ataupun ancaman
yang menekan.
Taktik ini dapat digunakan oleh Green untuk menakuti Davis apabila proyeksi yang di tetapkan oleh Davis gagal
dapat mempengaruhi posisinya.

Legitimizing Tactics: Adalah satu siasat dimana kita menggunakan otoritas dan kedudukan kita untuk
mempengaruhi target person.
Green sebagai seorang manager seharusnya dapat mempergunakan jabatannya untuk menggerakkan
bawahannya untuk mendukung proyeksi pasar yang dia targetkan dapat tercapai.