Anda di halaman 1dari 3

PIODERMA

SOP

No. Dokumen :
No. Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

KABUPATEN
BANJAR
1

Pengertian

H.GT.ABDUL BASIT
NIP.19630809 198703 1 007
Definisi
Pioderma superfisial dapat berbentuk impetigo atau furunkel. Furunkel yang
menyatu membentuk karbunkel. Bentuk lain pioderma diantaranya folikulitis,
ektima, selulitis, flegmon, pionikia
Penyebab
Impetigo umumnya disebabkan oleh Streptococcus batahaemoliticus, sedangkan
furunkel oleh Staphylococcus aureus. Beberapa faktor perdisposisi umumnya daya
tubuh (anemia, kurang gizi, diabetes melitus) atau adanya kelainan kulit yang dapat
mempercepat terjadinya pioderma.

Tujuan

Gambaran Klinis
- Keadaan umum penderita biasanya baik.
- Impetigo bentuk krustosa biasanya terjadi pada anak yaitu di kulit disekitar
hidung dan mulut. Tampak vesikel atau pustula yang cepat pecah dan menyebar ke
sekitarnya.
- Impetigo bentuk vesikobula disebut juga cacar monyet, menyerang daerah ketiak,
dada, dan punggung. Bentuk ini sering ditemukan bersama miliaria, hipopion
(endapan nanah di bagian bawah vesikel / bula) dan pada saat penyembuhan
mengering membentuk koleret (warna kemerahan melingkar di bekas kelainan).
- Impetigo neonatorium menyerang hampir seluruh kulit, biasanya disertai demam.
- Furunkel banyak ditemukan di ketiak atau bokong. Folikel yang terinfeksi
membengkak membentuk nodus bernanah yang nyeri dengan eritema di sekitarnya.
Kelainan ini dapat menjadi abses atau membentuk fistula. Pada penderita yang
berdaya tahan tubuh rendah misalnya penderita penyakit kronik (diabetes melitus),
furunkel ini sering kambuh dan sukar sembuh.
Sebagai acuan tatalaksana penderita pioderma

Kebijakan

Dibawah tanggung jawab dan pengawasan dokter

Referensi

Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas, 2007

PIODERMA

SOP

KABUPATEN
BANJAR
5

Langkah
langkah

No. Dokumen :
No. Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

H.GT.ABDUL BASIT
NIP.19630809 198703 1 007
Diagnosis
- Pemeriksaan penunjang bila diperlukan
- Pemeriksaan sederhana dengan pewarnaan Gram
- Kultur dan resistensi spesimen lesi (misalnya untuk flegmon, hidradenitis, ulkus).
Kultur dan resistensi darah bila diduga bakteremia
Penatalaksanaan
Pasien berobat jalan kecuali pada erisipelas, selulitis, flegmon dianjurkan rawat
inap.
Topikal
- Bila dijumpai pus banyak, asah atau krusta dilakukan kompres terbuka dengan
(permanganas kalikus 1/5000), rivanol 0,1%, larutan povidon 7,5% dilarutkan
sepuluh kali, tiga kali sehari masing-masing 1 jam selama masih akut.
- Bila tidak tertutup pus atau krusta diberikan salep/ krim garam natrium fusidat 2
%.
Sistemik
Pada lesi dalam dan / atau luas diberikan antibiotik sistemik:
- Lini 1 : golongan penisilin : amoksisilin , ampisilin
- Lini 2 : golongan makrolid : eritromisin 500 mg 4 x sehari
- Lini 3 : golongan sefalosporin
- Lini 4 : antibiotik lain-lain : klindamisin
Pendidikan dan pencegahan
Mencari faktor predisposisi
- Higiene
- Menurunnya daya tahan tubuh: kurang gizi, anemia, penyakit kronik/ metabolik,
dan keganasan
- Telah ada kelainan kulit primer
Protokol
Pada pioderma letak dalam, perhatikan keadaan umum dan status imun secara
keseluruhan
Kriteria penyembuhan
- Pioderma superfisial tidak dijumpai lagi gambaran klinis
- Pioderma letak dalam tidak dijumpai tanda klinis, ulkus telah membentuk
jaringan granulasi bersih, epitelisasi menutup luka.

PIODERMA

SOP

No. Dokumen :
No. Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

KABUPATEN
BANJAR
6

Dokumen
Terkait

H.GT.ABDUL BASIT
NIP.19630809 198703 1 007
RAWAT INAP, BP, PUSTU/POLINDES

Disahkan Oleh

Dibuat Oleh

Dr Sumirati
NIP 19780210 200312 2 007

Tim Penyusun SOP