Anda di halaman 1dari 10

KASUS DAN PERTANYAAN DISKUSI BAB 1: MANAJEMEN

RISIKO DAN BAB 5: RISIKO PASAR


Ditulis untuk Memenuhi Ujian Akhir Semester Genap Matakuliah Manajemen
Risiko
Dosen Pengampu
Ubaidillah, SE., AK

Oleh

Gabriela Puspita Rani Wibowo


(145020301111071)

Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Brawijaya
Malang
2016

BAB I
MANAJEMEN RISIKO
A. KASUS
KOMISARIS PERUSAHAAN

DIREKTUR UTAMA

AUDIT INTERNAL

KETUA MANAJEMEN RISIKO

DIREKTUR LINI

UNIT MANAJEMEN RISIKO

UNIT MANAJEMEN LINI

SUB UNIT MANAJEMEN RISIKO

SUB UNIT MANAJEMEN LINI

Struktur organisasi manajemen risiko diatas menggambarkan bahwa terdapat


hubungan antara dewan direksi, manajer dan komisaris. Hubungan diatas merupakan salah
satu cara untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan, dan tentu untuk menghasilkan profit
yang maksimal demi kelangsungan perusahaan serta untuk orang-orang yang berkepentingan
didalamnya, misal; para pemegang saham
Namun, seringkali dalam perusahaan terjadi konflik kepentingan antara manajemen
perusahaan dengan komisaris selaku pemegang saham. Seorang manajer bekerja atas
pertimbangan rasional kemampuan perusahaan, melakukan peminjaman dana juga sesuai
kemampuan perusahaan. Namun, seringkali komisaris memberikan target yang irasional bagi
manajer, karena bagi komisaris perusahaan harus memberikan profit yang besar agar dapat
memebrikan laba dalam bentuk didviden yang besar pula (kesejahteraaan pemegang saham).
Salah satu cara untuk menghasilkan profit yang besar adalah dengan cara memperluas usaha.
Dalam memperluas usaha tentu membutuhkan dana. Dana tersebut salah satunya dengan
pinjaman bank. Pinjaman bank yang besar tentu memiliki risiko yang besar pula bagi
perusahaan, bila perusahaan tidak mampu dalam mengembalikan atau melunasi
kewajibannya. Bisa juga karena perusahaan memiliki kelebihan arus kas, komisaris ingin dana
perusahaan diinvestasikan pada investasi yang high risk, karena akan menghasilkan high
return. Namun, manajer sebenarnya tidak setuju akan hal itu, ia lebih memilih investasi yang
low risk karena akan lebih aman bagi perusahaan.
Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa cara yang dapat dilakukan setidaknya
untuk mengurangi konflik kepentingan.
1. Memberikan kesempatan pada pihak manajemen untuk memiliki saham di perusahaan
tersebut, dengan seperti itu tentu manajemen (misal; manajer), akan merasakan apa
yang dirasakan oleh komisaris. Sehingga, dalam penentuan keputusan ia bisa

mempertimbangkan secara lebih matang, keputusan tersebut baik untuk perusahaan


dan baik untuk kesejahteraan pemegang saha (bonding mechanism)
2. Meningkatkan rasio deviden terhadap laba bersih, karena dengan cara ini perusahaan
dapat meminimalkan aliran kas yang berlebih yang dapat memicu konflik
3. Kepemilikan saham oleh instansi (pemerintah, dana pensiun, dll). Hal ini akan
mendorong pengawasan yang lebih lagi terhadap kinerja manajemen. Kepemilikan
saham ini untuk menyelarasakan kepntingan pemegang saham dengan manajemen.
B. PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
1. Pengertian risiko dari segi perspektif bisnis dan contohnya
Risiko adalah suatu keadaan yang tidak pasti karena adanya suatu keputusan
atau tindakan yang diambil pada saat ini atau masa lampau. Risiko biasanya dikaitkan
dengan konsekuensi buruk yang harus diterima karena keputusan yang telah diambil
sebleumnya. Namun tidak selalu risiko bersifat negatif.
Risiko dalam bisnis berarti keadaan yang tidak pasti yang melanda perusahaan,
pelaku bisnis dalam siklus bisnis suatu perusahaan karena keputusan yang telah
diambil oleh pihak manajemen, pelaku bisnis. Risiko didalam bisnis dapat
menimbulkan kerugian imaterial maupun material yang merugikan perusahaan, atau
bahkan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Didalam bisnis, risiko terbagi
menjadi dua, yaitu:
a. Risiko murni
Suatu keadaaan yang tidak pasti karena keputusan dan tindakan yang diambil saat
ini yang pasti membawa kerugian bagi perusahaan. Risiko ini timbul karena
ketidaksengajaan. Risiko murni dikelompokkan menjadi; risiko aset, risiko pada
karyawan dan risiko legal.
Contoh:
Risiko aset: gudang tempat penyimpanan persediaan terbakar karena
adanya konsleting listrik, bahan baku rusak karena adanya bencana banjir
bandang.
Risiko karyawan: beberapa karyawan mengalami sesak napas karena
adanya kebocoran gas saat proses produksi berlangsung
Risiko legal: PT Indofood telah menandatangani sebuah kontrak proyek
pembangunan pabrik baru dengan PT Nindya dengan standard-standard
bangunan yang sudah disepakati. Namun, ditengah pembangunan ternyata
kualitas bangunan tidak sesuai dengan perjanjian kontrak awal, sehingga
PT Indofood memutuskan untuk mengakhiri kontrak, dan meminta PT
Ninya untuk mengembalikan uang muka awal.
b. Risiko spekulativ
Suatu keadaan atau ketidakpastian karena keutusan dan tindakan yang diambil saat
ini yang dapat menimbulkan kerugian atau keuntungan. Kedua hal tersebut dapat
terjadi namun tidak pasti apakah akan rugi taukah untung. Risiko spekulatif
dikelompokkan menajdi; risiko pasar, kredit, likuiditas dan operasional
Contoh:
Risiko pasar: terjadi karena ketidakpastian di pasar. Seorang pengusaha
bakso merugi karena harga daging menjelang Hari Raya melambung
tinggi, sehingga harga jual tidak dapat menutupi biaya produksi. Bila
menutupipun ia tidak mendapat untung
Risiko kredit: Bank Berlian mengalami kerugian karena salah seorang
nasabahnya tidak dapat melunasi kewajibannya (kredit macet)

Risiko likuiditas: Perushaan Jaya Abadi akhir-akhir ini kesulitan untuk


menyediakan dana dalam bentuk kas, akhirnya untuk memenuhi
kewajibannya perusahaan Jaya terpaksa menjual asetnya
Risiko operasional: Konveksi besar milik Bu Anita terpaksa tidak dapat
memenuhi target, karena mesin sablon yang rusak, sehingga penyablonan
harus ditunda.
2. Manfaat manajemen risiko bagi pihak manajemen perusahaan dan dampak negatif bila
tidak menerapkan manajemen risiko
a. Manfaat manajemen risiko:
Manajemen risiko membantu para manajer dalam mengambil keputusan,
sebab dengan adanya manajemen risiko, risiko-risiko tersebut sudah
dianalisis dan diukur bagaimana dampak atau seberapa risiko tersebut
mempengaruhi perusahaan
Manajemen risiko membantu pihak-pihak yang berkepentingan dalam
perusahaan untuk melihat atau mempridiksi hal-hal yang akan terjadi
dimasa mendatang baik dalam jangka waktu yang dekat maupun yang
panjang
Manajemen risiko meminimalkan kerugian perusahaan serta menciptakan
mekanisme yang berkelanjutan dalam perusahaan
b. Dampak negatif tidak adanya manajemen risiko
Ketika suatu perusahaan tidak menerapkan manajemen risiko yang dapat terjadi
adalah, perusahaan akan kesulitan dalam menentukan estimasi biaya (misal: Biaya
cadangan kerugian piutang), tidak efektif dalam mengambil suatu keputusan
karena keputusan yang diambil tersebut tidak atas pertimbangan risiko-risiko yang
dapat terjadi dimasa depan. Ketika timbul masalah maka perusahaan akan lama
dalam menanggulangi sebab tidak ada antisipasi sebelumnya, penanggulangan
masalah yang lama akan berdampak pada kinerja suatu perusahaan.
3. Alasan berbagai pihak harus bekerjasama dalam menyelesaikan dan meminimalisir
risiko:
Dalam perusahan tentu ada departemen, divisi. Departemen, divisi tersebut
terdiri dari beberapa orang yang tujuannya sama yaitu mensuskeskan visi dan misi
perusahaan, memperoleh profit dll. Ketika ada suatu permasalahan dalam suatu divisi
maka orang-orang yang berperan dalam divisi itulah harus bekerjasama dalam
menyelesaikan masalah, sebab dengan bekerjasama dalam satu divisi maupun antar
divisi informasi yang diperlukan dapat diperoleh dengan mudah, karena ada dari
berbagai sumber serta permsalsahan dapat dipetakan, sehingga dapat lebih cepat
menyelesaikan masalah dibandingkan bekerja secara personal. Disamping itu dalam
menyelesaikan masalah akan lebih baik bila ada berbagai pandangan/solusi, dengan
bekerjasama setiap orang dapat memberikan pandangannya yang dapat saling
melengkapi sehingga bisa ditarik kesimpulan yang tepat dan akurat secara objektif.
Risiko yang terjadi bila pihak-pihak tersebut tidak mau bekerjasama adalah
permasalahan yang terjadi akan selesai dengan waktu yang lebih lama, bahkan tidak
dapat diselesaikan. Ketika permasalahan atau risiko dibiarkan terus menerus akan
mempengaruhi pada kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan tidak dapat maksimal,
akhirnya dapat menurunkan citra perusahaan.
4. Alasan pebisnis menyukai risiko dan contohnya:
Seorang pebisnis akan mencari celah dan cara bagaimana untuk mendapatkan
profit yang besar. Biasanya, profit yang besar didapatkan dengan melakukan bisnis
yang memiliki risiko besar pula. Jadi, alasan mengapa para pebisnis menyukai risiko
adalah karena dalam setiap risiko ada profit yang bisa didapatkan oleh pebisnis.

Namun, kembali lagi pada bagaimana seorang pebisnis mengelola risiko tersebut agar
tidak merugikan bisnisnya dan ia tetap bisa mendapatkan profit yang besar.
Contoh: Seorang pebisnis yang bergerak di bidang perkebunan sawit memiliki potensi
profit yang besar ketika panen tiba. Namun disamping itu ia juga memiliki risiko
kerugian yang tinggi karena misal; kebakaran, kerusakan perkebunan yang
diakibatkan oleh hewan liar dsb.
5. Mengelola risiko dan Contohnya:
a. Mengelola dengan cara memperkecil risiko: manajemen mengambil keputusan
yang tidak memiliki risiko yang besar, atau mengambil risiko yang besar namun
sudah terlebih dahulu dipikirkan cara untuk meminimalisirnya dan risiko tersebut
masih dapat dikontrol oleh perusahaan.
Contoh; Perusahaan 50 tahun bergerak dalam kegiatan ekspor mebel, saat ini ingin
memperluas usahanya dengan impor. Namun sebelum itu perusahaan harus
menganilis risiko dan memperhitungkannya terlebih dahulu, sebab hal ini adalah
hal baru bagi perusahaan.
b. Mengelola dengan cara mengalihkan risiko: risiko dialihkan ketempat lain atau ke
pihak lain yang memang menyediakan jasa sebagai pengalih risiko
Contoh: gedung kantor perusahaan ABC diasuransikan karena untuk mencegah
kerugian akibat bencana misal kebakaran, gempa bumi dll
c. Mengelola dengan cara mengontrol risiko: risiko sedapat mungkin diantisipasi
(jangan sampai risiko itu terjadi)
Contoh: Perusahaan menerpakan absen terintegrasi menggunakan cap ibu jari
(detektor sidik jari) agar karyawannya disiplin, dan mengurangi adanya fraud
d. Mengelola risiko dengan pendanaan: perusahaan membuat dana cadangan yang
tujuannya adalah jika sewaktu-waktu perusahaan mengalami kerugian, perusahaan
masih bisa tetap sustainable sebab ada dana cadangan untuk menalangi risiko
tersebut
Contoh: Perusahaan ABC di tahun 2016 membentuk dana cadangan kerugian
piutang sesar Rp 12.300.000,- untuk mengantisipasi adanya piutang yang tak
tertagih
6. Alternatif menghindari risiko dan contohnya:
Alternatif menghindari risiko merupakan salah satu cara untuk meminimalkan
risiko agar perusahaan tidak mengalami kerugian yang material, namun bukan berarti
menghilangkannya 100%. Alternatif disini berarti memilih suatu keputusan yang
realistis dan tidak memiliki potensi risiko yang lebih besar yang dapat memicu
masalah, untuk itu perusahaan perlu melibatkan pihak-pihak yang terkait atau
berwenang dalam penentuan keputusan ini.
Contoh: Perusahaan memutuskan untuk melakukan hedging untuk
menghindari fluktasi nilai tukar dikemudian hari. Yang dapat memicu kerugian bagi
perusahaaan.

BAB V
RISIKO PASAR

A. KASUS
PT Energy Horiszon dapat dikatakan perusahaan internasional yang terkemuka karena
kulitas manajemen dan produk yang baik. Sebuah perusahaan tentu dalam operasi bisnisnya
akan melibatkan banyak komponen, alam, karyawan, lingkungan sekitar, masyarakat. Terlebih
perusahaan seperti PT Energy Horizon yang sumber daya utamanya adalah alam yaitu
minyak. Seperti kita ketahui bahwa perusahaan ekstraktif seperti PT Energy Horizon ini
memiliki risiko yang besar dalam hal ini risiko kerusakan lingkungan yang dapat
mengakibatkan penurunan kualitas hidup masyarakat sekitar. Hal ini dapat memicu adanya
demo-demo yang pada akhirnya akan merugikan PT Energy Horizon.
Kasus bahwa masyarakat Bangladesh yang bermukim disekitar pabrik mengalami
kerugian karena air laut tercemar sehingga harus melaut lebih jauh lagi merupakan hal yang
sebenarnya bisa dihindari bila sebelum kasus itu terjadi manajamen risiko telah memitigasi
hal itu sebelumnya. Memitigasi dengan cara:
a. Perencanaan. Perencanaan meliputi awareness bulding, assesment, manual building.
Awareness bulding merupakan langkah untuk membangun kesadar akan pentingnya
CSR (Corporate Social responsibility) dengan cara seminar, diskusi, lokakarya.
Assesment adalah langkah untuk memetakan perusahaan, bagian mana yang perlu
mendapatkan perhatian lebih agar CSR berjalan secara efektif. Manual building adalah
pedoman perusahaan dalam melakukan CSR.
b. Implementasi. Implementasi merupakan penerapan dari Manual building. Dalam tahap
ini perusahaan perlu melakukan sosialisasi terlebih dahulu pada setiap bagian dalam
manajemen misal; bagian produksi, bagian proses pengadaan dll, agar dalam setiap
tindakannya selalu mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial. Sehingga CSR
bukan hanya syarat namun juga tujuan bagi perusahaan.
c. Evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk kontrol apakah CSR berjalan efefktif atau tidak
dan sebagai bahan pertimbangan kedepan
d. Pelaporan. Hasil evaluasi dilaporkan untuk kepentingan stakeholder dan shareholder
Namun, ketika sudah terjadi kasus penemaran lingkungan sebaiknya yang dilakukan oleh PT
Energy Horizon adalah mengadakan dialog dengan warga, permintaan maaf serta memberi
pertanggungjawaban atas hal tersebut. Membuat air laut bersih kembali adalah hal yang sulit,
namun setidaknya PT Energy Horizon menerapkan teknologi pengolah limbah agar
kedepannya air laut tidak semakin tercemar.
Masyarakat merasa tidak diberdayakan karena hanya dipekerjakan menjadi buruh,
satpam. Dalam hal ini PT Energy Horizon tidak dapat disalahkan sepenuhnya. Karena, tentu
pihak manajemen memiliki pertimbangan serta standard karyawan (dari keterampilan,
pendidikan, dll). Sehingga, manajemen perusahaan tidak sembarangan dalam recruitment
karyawan. Dari permsalahan tersebut dapat dikatakan bahwa inti permasalahan adalah karena
keterbatasan sumber daya manusia masyarakat sekita, yang mungkin pendidikannya kurang,
kurang termapil dsb. Untuk itu, PT Energy Horizon sebaiknya turut serta dalam pendidikan
masyarakat sekitar. Salah satu caranya misal dengan memberikan dana beasiswa bagi anakanak yang tinggal disekitar perusahaan. Beasiswa tersebut akan sangat membantu masyarakat
sekitar yang kebanyakan bekerja sebagai nelayan yang sperti kita tahu pendapatannya
bergantung pada hasil tangkapan. Anak-anak nelayan bisa mendapatkan beasiswa atas prestasi
disekolahnya misalnya. Sehingga anak-anak tersebut bisa terus bersekolah ke jenjang yang

lebih tinggi. Cara lain adalah dengan memberikan beasiswa bagi anak-anak sekitar yang
sedang duduk dibangku SMA atau yang akan ke perguruan tinggi dengan beberapa
persyaratan misal: mengambil jurusan atau bidang yang ditentukan oleh PT Energy Horizon
tujuannya adalah mempersiapkan mereka untuk menjadi bagian dalam perusahaan tersebut.
Para pelaku industri mebel merasa benci pada PT Energy Horizon karena produk
mereka tidak digunakan. Seperti karyawan, PT Energy Horizon tentu memiliki standard
sendiri dalam pemilihan produk termasuk mebel. Terutama standard keamanan. Mengatasi hal
tersebut sudah sepatutnya PT Energy Horizon sebagai perusahaan terkemuka, turut
membangun industri masyarakat sekitar. Permasalahan terletak pada standard keamanan
produk, untuk itu manajamen perusahaan dapat mengadakan pelatihan pelatihan bagi
pengusaha kecil menengah disekitar perusahaan agar kualitas produksi mereka dapat bersaing
dengan produk luar. Ketika pengusaha memiliki keterampilan lebih maka akan membawa
dampak positif juga bagi masayarakat sekitar, masyarakat sekitar bisa ikut ambil bagian
sebagai karyawan, tidak terlalu bergantung pada hasil laut untuk membiayai kebutuhannya.
Serta dampak positif bagi PT Energy Horizon sendiri adalah citra positif dimata masyarakat
sekitar dan para pengusaha.
Ketika PT Energy Horizon berusaha untuk mewujudkan hal-hal yang disebutkan
diatas maka secara tidak langsung perusahaan telah membangun tali saudara dengan
masyarakat sekitar. Ketika masyarakat sekitar telah merasakan dampak positif dari berdirinya
perusahaan tersebut, masyarakat juga terbantu dengan adanya perusahaan tersebut maka akan
sulit bagi kelompok separatis mengadu domba antara perusahaan dan masyarakat (melawan
keberadaan PT Energy Horizon). Sebab, tidak ada bukti yang kuat bagi kelompok separatis
untuk melawan atau menolak PT Energy Horizon beroperasi, karena bukti yang ada adalah
masyarakat sangat terbantu dengan keberadaan PT Energy Horizon
B. PERTANYAAN DISKUSI
1. Risiko pasar dalam perspektif bisnis
Risiko pasar adalah suatu keadaan yang tidak pasti yang dihadapi oleh
perusahaan akibat berubahnya kondisi pasar secara menyeluruh, hal ini diluar kendali
perusahaan, sehingga perusahaan dapat mengalami kerugian.contoh dari risiko pasar
adalah harga-harga yang merangkak naik, yang menuntut perusahaan menaikkan harga
produk pula. Kenaikan harga produk dapat mengurangi laba yang didapat
2. Penyebab timbulnya risiko pasar adalah kondisi dan situasi internasional
Seperti yang telah kita ketahui bahwa risiko pasar muncul karena terjadi situasi
di pasar yang tidak menentu dan tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan. Salah satu
penyebabnya adalah situasi internasional. Situasi internasional menjadi pemicu
terbentuknya risiko pasar terutama bagi perusahaan yang memiliki valuta asing,
melakukan kegiatan ekspor impor. Pasar internasional mengalami krisis, secara
otomatis akan berdampak pada pasar-pasar dalam negeri, harga naik atau bahkan
harga menurun drastis. Perubahan harga-harga tersebut akan memberi pengaruh yang
bear bagi perusahaan (timbul risiko pasar).
Contoh: Krisis ekonomi global tahun 2008-2009 dipicu oleh ketidakstabilan
perekonomian AS pada saat itu. AS sebagai negara adidaya yang memiliki pengaruh
besar pada negara-negara lainnya, terutama dalam mata uang. Krisis ekonomi AS
mengakibatkan bank-bank di Amerika tutup, ini juga berdampak pada negara
Indonesia. Salah satu contohnya adalah pada sektor properti di Indonesia. Harga-harga
bahan bangunan semua naik dari mulai besi, keramik, semen. Hal ini menyulitkan para
pengusaha di bidang properti, karena harga naik otomatis margin laba mereka
terpangkas. Bila tidak ingin terpangkas maka perusahaan harus menaikkan harga

properti. Namun naiknya harga akan menjadi pertimbangan bagi konsumen. Hal inilah
yang dinamakan risiko pasar, risiko yang terjadi karena berubahnya kondisi di pasar
dan timbulnya risiko ini tidak dapat dikendalikan oleh perusahaaan.
3. Transaksi derivative dapat menyeret perbankan ke kondisi yang berisiko
Transaksi derivative adalah transaksi yang didasari oelh kontrak pembayaran
yang nilainya merupakan turunan dari nilai instrumen yang telah ada. Misal; suku
bunga, ekuiti, indeks, nilai tukar, komoditas. Serperti kontrak swap antara nasabah
dengan bank. Dalam hal ini kontrak dibuat untuk mengurangi kerugian dari perubahan
nilai tukar dimasa depan. Bank sebagai pihak yang mengatasi risiko tersebut. Ketika
bank salah atau kurang tepat dalam memperhitungkan risiko tersebut yang terjadi
adalah bank akan merugi dengan fluktuasi nilai tukar.
4. Dollar merupakan mata uang hard currency
Hard currencies merupakan mata uang negara-negara yang memiliki kestabilan
ekonomi yang tinggi. Negara yaang memiliki kestabilan ekonomi tinggi biasanya
dalah negara-negara maju. Contohnya adalah Amerika dengan mata uangnya dollar.
Mata uang yang termasuk hard currency sering digunakan oleh negara-negara lain
sebagai patokan nila tukar mata uang domestiknya. Selain itu dollar digolongkan
sebagai hard currency karena kemampuannya dalam mempengaruhi mata uang lain,
terutama mata uang yang termasuk soft currency. Memepngaruhi yang dimaksud
adalah, dengan menguatnya dollar dapat memperlemah mata uang soft currency.
Rupiah tidak dapat digolongkan sebagai mata uang hard curency karena salah
satu persyaratannya adalah mata uang tersebut merupakan mata uang suatu negara
dengan perekonomian yang stabil. Rupiah saat ini masih sangat rentan terdepresiasi,
dan masih sangat rentan dengan situasi internasional, karena perekonomian Indonesia
yang kurang mapan. Sedangkan Indonesia belum dapat diakatakan stabil. Bukti yang
didapat adalah:

5. Indonesia dikatakan rentan risiko pasar dan contohnya


Indonesia merupakan negara berkembang. Kebanyakan negara berkembang
dalam perekonomiannya masih sangat dipengaruhi oleh negara lain yang sudah maju,
misal dalam hal mata uang, nilai tukar. Karena Indonesia dalam perekonomiannya
belum stabil dan sangat dipengaruhi oleh situasi perekonomian internasional maka
ketika kondisi ekonomi internasional (ekonomi global) memburuk, Indonesia akan
terkena imbasnya pula dalam kehidupan perekonomiannya.
Contoh: Penurunan harga minyak dunia pada level terendah yang disebabkan
oleh penemuan teknologi batu shale oil dan shale gas di Amerika Serikat yang
merupakan konsumen minyak. Karena penemuan tersebut Amerika Serikat tidak lagi
bergantung pada minyak impor. Selain itu produksi minyak dunia sedang berlebih
namun permintaan berkurang. Penurunan harga minyak tersebut berimbas pada
Indonesia. Yaitu, penurunan investasi disektor migas, menurunnya produksi dan
pendapatan ekspor yang menyebabkan GDP menurun, pada akhirnya pertumbuhan
ekonomi Indonesia terhambat.

DAFTAR PUSTAKA

Fahmi, Irham. 2015. Manajemen Risiko Teori, Kasus dan Solusi. Bandung: Alfabeta
Rahmatullah. 2010. Masalah Pengelolaan Program Corporate.
http://www.rahmatullah.net/2010/05/masalah-pengelolaan-programcorporate.html, diakses 17 Juni 2016
Randy. 2013. Teori Keagenan. https://bungrandhy.wordpress.com/2013/01/12/teorikeagenan-agency-theory/, diakses 17 Juni 2016
Tania. 2013. Dampak Krisis Ekonomi Global bagi Indonesia.
https://vanezintania.wordpress.com/2013/07/04/dampak-krisis-ekonomi-globalbagi-indonesia/, diakses 17 Juni 2016
2012. Manajemen Risiko dan Study Kasus.
http://thonievarians.blogspot.co.id/2012/09/manajemen-risiko-dan-studykasus.html, diakses 17 Juni 2016
2015. Analasis Antisipasi Bisnis.
http://blognyarianrisendyngok.blogspot.co.id/2015/04/analisis-antisipasi-resikobisnis.html, diakses 17 Juni 2016
Dampak Serius Penurunan Harga Minyak Dunia.
http://bisnis.liputan6.com/read/2431727/opini-seperti-ini-dampak-seriuspenurunan-harga-minyak-dunia, diakses 17 Juni 2016
Faktor-faktor yang Menyebabkan Rupiah Melemah.
http://www.kompasiana.com/www.movie22.web.id/faktor-faktor-yangmenyebabkan-rupiah-melemah_552e434a6ea83402348b456c, diakses 17 Juni
2016
Pemberdayaan Masyarakat dan Pelestarian lingkungan.
http://www.semenindonesia.com/blog/blog/pemberdayaan-masyarakat-danpelestarian-lingkungan/, diakses 17 Juni 2016