Anda di halaman 1dari 32

32

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Praktek Kerja
Lapangan (PKL) yang diselenggarakan mulai 4 - 16 april 2016 di Puskesmas
Rawat Jalan Sui Bakau Kecil. Dalam pembuatan laporan ini kami banyak dibantu
oleh rekan-rekan dan dosenpembimbing. Oleh karena itu kami berterima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dan tidak lupa kami sampaikan rasa
hormat serta terima kasih yang tak terhingga
kepada:
1. Ibu Adhisty KJ, M.Sc, Apt selaku plt direktur Akademi Farmasi Yarsi
Pontianak.
2. Ibu Endah Permana Sari, A.Md.Farselaku pembimbing Puskesmas Rawat
Jalan Sui Bakau Kecil
3. Dina Yuspita Sari, S.Si, Apt selaku pembimbing Akademi Farmasi Yarsi
Pontianak.
4. Seluruh karyawan dan karyawati di Puskesmas Rawat Jalan Sui Bakau
Kecil yangbanyak membantu selama PKL.
5. Seluruh staf dan dosen Akademi Farmasi YARSI Pontianak.

Dalam penyusunan laporan ini kami telah berusaha sebaik mungkin, tetapi
tidakmenutup kemungkinan untuk menerima saran yang bersifat membangun.

32

Harapan kami semoga Laporan Praktek Kerja Lapangan yang kami buat dapat
bermanfaat bagi kita semua.

Pontianak, april 2016

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................................iii
DAFTAR LAMPIRAN.........................................................................................iv
BAB IPENDAHULUAN........................................................................................1
1.1.Latar Belakang...............................................................................................1
1.2.Tujuan Praktek Kerja Lapangan.....................................................................2
1.3.Tujuan pembuatan laporan.............................................................................3
BAB IITINJAUAN PUSTAKA.............................................................................5
2.1. Pengertian Puskesmas...................................................................................5
2.2. Visi dan Misi Puskesmas...............................................................................6
2.3. Tujuan dan Fungsi Puskesmas.......................................................................8
2.4. Struktur Organisasi Puskesmas.....................................................................8
2.5. Upaya Kegiatan Puskesmas...........................................................................9
2.6. Pengelolaan Obat.........................................................................................10
BAB IIIGAMBARAN UMUM PUSKESMAS..................................................16
3.1.Lokasi Puskesmas.........................................................................................16
3.2.Sasaran dan Wilayah Kerja Puskesmas........................................................16
3.3.Visi dan Misi Puskesmas..............................................................................16
3.4. Kepegawaian...............................................................................................17
3.5. Alur Pelayanan............................................................................................20
3.6 Sarana dan Prasarana...................................................................................20

32

3.7. Pengelolaan Obat.........................................................................................22


BAB IVURAIAN KEGIANTAN PKL...............................................................25
4.1. Jenis dan bentuk kegiatan PKL...................................................................25
4.2. Prosedur Kerja.............................................................................................25
BAB VKESIMPULAN DAN SARAN................................................................30
5.1. Kesimpulan..................................................................................................30
5.2. Saran............................................................................................................31
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................32
LAMPIRAN..........................................................................................................24

DAFTAR LAMPIRAN
Nomor

Judul

Halaman
Lampiran 1 Etiket............................................................................................. 24
Lampiran 2 Kartu Stock Gudang.......................................................................25
Lampiran 3 Rencana Kebutuhan Obat Puskesmas............................................26
Lampiran 4 Laporan LPLPO.............................................................................27
Lampiran 5 Lokasi Penyimpanan Obat Puskesmas...........................................28
Lampiran 6 Penyuluhan.....................................................................................29
Lampiran 7 Obat yang tersedia di Puskesmas...................................................30
Lampiran 8 Obat yang sering digunakan di Puskesmas....................................31

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Kesehatan merupakan anugerah yang tak ternilai. Sebanyak apapun harta

yang dimiliki olehseseorang, namun tidak ada artinyabila orang tersebut tidak
mempunyai tubuh yang sehat,yaitu memeriksakan diri ke sarana-sarana pelayanan
kesehatan, diantaranya adalahpuskesmas.Puskesmas merupakan suatu tempat
untuk melakukan upaya meningkatkan kesehatan,mencegah dan menyembuhkan
penyakit serta memulihkan kesehatan.Puskesmas harus bisamenjamin mutu
pelayanan keperawatan melalui kesesuaian dengan kebutuhanpasien.Pentingnya
peningkatan mutu pelayanan puskesmas adalah untuk membangun persahabatan

32

yang mendorong hubungan dengan pasien sehingga puskesmas tidakditinggalkan


oleh pasiennya.Puskesmas merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota

yangbertanggung

jawab

menyelenggarakan

pembangunan

kesehatan wilayah kerjanya.Sebagaipenyelenggara pembangunan kesehatan,


puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakanupaya kesehatan per orang dan
upaya kesehatan masyarakat, yang ditijau dari SistemKesehatan Nasional
merupakan pelayanan kesehatan tingkat pertama (Depkes RI, 2009).
Pada saat ini Puskesmas telah didirikan hampir di seluruh polosok tanah
air.Untuk menjangkauwilayah kerjanya puskesmas diperkuat dengan puskesmas
pembantu, puskesmas keliling danuntuk daerah yang jauh dari sarana pelayanan
rujukan, puskesmas dilengkapi dengan fasilitasriwayat inap (Depkes RI, 2009).
Mutu pelayanan keperawatan merupakan faktor yang paling penting untuk
membantukepercayaan pelanggan atau pasien kepada layanan kesehatan hingga
tercipta loyalitas mereka. Kerja keras belum tentu, tetapi menggunakan pola fikir
dalam melakukan tugas disuatu sistem pelayanan kesehatan yang terus diperbaiki
akan menghasilkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Terciptakan kualitas
pelayanan keperawatan akan menciptakan kepuasan terhadap pengguna layanan.
Kualitas layanan ini pada akhirnya dapat memberikan beberapa manfaat,
diantaranya terjalin hubungan yang harmonis antara perawat dengan pasien yang
menguntungkan bagi penyediaan jasa pelayanan kesehatan tersebut. Upaya untuk
meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan mutlak diperlukan adanya
pengukuran kepuasan pasien sehingga dapat diketahui sejauh mana dimensi
kualitas pelayanan yang telah diselenggarakan dapat memenuhi harapan pasien..
Pengalaman belajar merupakan hal yang sangat penting bagi mahasiswa didik
untuk mencapai keberhasilan dalam tujuan pendidikan yang dapat diperoleh

32

melalui pendidikan di kelas, laboratorium maupun lapangan. Untuk mencapai


pengalaman belajar pada tatanan yang nyata dan komprehensif, sehingga
mahasiswa dapat lebih siap dan mandiri maka di laksanakan praktek kerja
lapangan. Dengan adanya praktek kerja lapangan mahasiswa dapat mengetahui
langsung kondisi dan situasi pada dunia kerja, sehingga mampu belajar
menghadapi berbagai tantangan dalam dunia kerja dan belajar untuk menganalisis
suatu gejala dan masalah agar kelak dapat diaplikasikan langsung pada pasien
dengan diberi bimbingan dan pengarahan.

1.2. Tujuan Praktek Kerja Lapangan


1. Meningkatkan,
memperluas,
memantapkan

keterampilan

yang

membantukemampuan mahasiswa sebagai bekal untuk memasuki lapangan


kerja yang sesuaidengan kebutuhan program pendidikan yang ditetapkan.
2. Mengenal kegiatan penyelenggaraan program kesehatan masyarakat
secaramenyeluruh baik ditinjau dari aaspek administrasi, teknis maupun
sosial budaya.
3. Memberikan kesempatan

kepada

mahasiswa

untuk

mendapatkan

pengalaman kerjanya yang nyata dan secara langsung terpadu dalam


melaksanakan kegiatan kefarmasian di puskesmas dan penyuluhan obat
kepada masyarakat.
4. Menumbuh kembangkan dan memantapkan sikap etis, profesionalisme
dannasionalisme yang diperlukan mahasiswa untuk memasuki lapangan
kerja sesuaidengan bidangnya.
5. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memasyarakatkan diri
padasuasana atau iklim lingkungan kerja sebenarnya.

32

6. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan proses penyerapan teknologi


barudari lapangan kerja ke insititusi pendidikan atau sebaliknya.
7. Memperoleh masukan dan umpan balik guna memperbaiki

dan

mengembangkanserta meningkatkan menyelenggarakan pendidikan AKFAR


8.

YARSI Pontianak.
Memberi kesempatan masuk penempatan kerja

1.3. Tujuan pembuatan laporan


1. Mahasiswa mampu memahami dan mengembangkan materi pelajaran yang
diperoleh di institusi pendidikan
2. Mahasiswa mampu mencari alternatif pemecahan masalah kefermasian.
3. Mengumpulkan data guna kepentingan institusi pendidikan dan dirinya.
4. Menambah perbendaharaan perpustakaan istitusi untuk menunjang
peningkatanpengetahuan mahasiswa lainnya.

BAB II
TINJAU AN PUSTAKA
2.1. Pengertian Puskesmas
Pusat pelayanan kesehatan (puskesmas) adalah unit pelaksanaan teknis dinas
kesehatan

Kabupaten/Kota

yang

bertanggung

jawab

menyelenggarakan

pembangunankesehatan di suatu wilayah kerja.


Unit pelaksanaan teknis
Sebagai unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupatan/kota (UPTD),
Puskesmasberperan menyelanggarakan sebagian dari tugas teknis oprasional
dinas kesehatankabupaten/kota dan merupakan unit pelaksana tingkat pertama
serta ujung tombak kesehatandi Indonesia.
Pembangunan kesehatan

32

Penbangunan

kesehatan

adalah

penyelenggara

upaya

kesehatan

adalahpenyelenggaraan upaya oleh bangsa Indonesia untuk meningkatkan


kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar
terwujut derajat kesehatan maysarakat yang optimal.
Pertanggung jawaban penyelenggaraan
Penanggung jawab utama penyelenggaraan seluruh upaya pembangunan
kesehatan diwilayah kabupaten/kota adalah dinas adalah dinas kesehatan
kabupaten/kota, sedang puskesmas bertanggung jawab hanya untuk sebagian
upaya pembangunan kesehatan yang dibebankan oleh dinas kabupaten/kota
sesuai dengan kemampuannya
Wilayah kerja
Secara nasional, setandar wilayah kerja puskesmas adalah suatu kecamatan.
Tetapiapabila disatu kecamatan lebih dari satu puskesmas ,maka tanggung
jawab wilayah kerja dibagi antara puskesmas, dengan memperhatikan
keutuhan

konsep

wilayah

(desa/kelurahanatau

RW).

Masing-masing

Puskesmas tersebut secara oprasional bertanggung jawab lansung kepada


dinas kesehatan/kota.

2.2. Visi dan Misi Puskesmas


1. Visi
Visi

pembangunan

kesehatan

yang

diselenggarakan

oleh

puskesmas adalahtercapainya kecamatan sehat menuju terwujudnya


Indonesia sehat. Kecamatan sehat adalah gambaran masarakat kesehatan
kecamatan masa depan yang ingin di capai melalui pembangunan
kesehatan,yakni masarakat yang hidup dalam lingkungan dan dengan
perilaku yang sehat,memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan

32

kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat
kesehatan yang setiggi-tinggiya.
2. Misi
Misi pembangunan kesehatan

yang

diselenggarakan

oleh

puskesmas adalah mendukungtercapaiya misi pembangunan kesehatan


nasional. Misi tersebut adalah:
a. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehtan di wilayah kerja.
Puskesmas akanselalu menggerakkan pembangunan sector lain yang
diselenggarakan di wilayah kerjanya,agar memperhatikan aspek
kesehatan, yaitu pembangunan yang tidak menimbulkan dampak
negatif terhadap kesehatan, setidak-tidakya terhadap lingkungan dan
perilaku masyarakat.
b. Mendorong kemendirian hidup sehat bagi keluarga dan masarakat
diwilayah kerjanyapuskesmas akan selalu berupaya agar setiap
keluarga dan masyarakat yang bertempat tinggaldi wilayah kerjanya
makin perdaya dibidang kesehatan, memulai penikatan pengetahuan
dankemampuan menuju kemandirian untuk hidup sehat.
c. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan, dan keterjangkauan
pelayanan kesehatanyang diselenggarakan puskesmas akan selalu
berupaya meyelenggarakan pelayanankesehatan yang sesuai dengan
standar

dan memuaskan masyarakat, mengupayakanpemerataan

pelayanan kesehatan serta meningkatkan efesiensi pengelolaan dana


sehingadapat dijangkau oleh seluruh anggota masyarakat.
d. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan
masyarakat beserta lingkungannya. Puskesmas akan selalu berupaya
memelihara

kesehatan

dan

menyembuhkanpenyakit,

serta

menyembuhkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat

32

yangberkunjung dan bertempat tinggal di wilayah kerjanya, tanpa


diskriminasi dan denganmenerapkan kemajuan ilmu dan teknologi
kesehatan yang sesuai. Upaya pemeliharaan danpeningkatan yang
dilakukan

puskesmas

mencukup

pula

aspek

lingkungan

dari

yangbersangkutan.
2.3. Tujuan dan Fungsi Puskesmas
Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas
adalah mendukungtercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni
meningkatkan kesadaran,kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang
yang bertempat tinggal dalam rangka mewujudkan Indonensia sehat.

2.4. Struktur Organisasi Puskesmas

PELAYANAN

Poli Umum
(dr. Norhartoyo)
UGD
(H. Moch. Imran)
Poli Gigi
(Dwivayani L, Amd.KG)

KESLING

Luar dan Dalam Gedung


(Maulida, A.MKL)

Poli KIA
(Ida Farida, Amd.Keb)
Laboratorium
(Badron)
Gizi
(Eka Jatmikayanti)

UKP
(dr. Norhartoyo)

Poli Anak/MTBS
(Herlina)

UKM
(Herlina)

Loket
(Arden)

32

2.5. Upaya Kegiatan Puskesmas

Apotek Puskesmas
(Endah Permana, A.Md,Far)

Upaya tercapainya visi pembangunan kesehatan melalui pukesmas yakni


terwujudnyaKecamatan Sehat Menuju Indonesia Sehat Puskesmas bertanggung
jawab meyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan
masyarakat, yang kedua jika ditinjau dari system kesehatan nasional merupakan
pelayanan kesehatan tingkat pertama. Upaya kesehatan tersebut dikelompokan
menjadi dua yakni:
1. Upaya Kesehatan Wajib
Upaya kesehatan wajib puskesmas adalah upaya yang ditetapkan
berdasarkan

komitmennasional,

regional,

dan

global

serta

yang

mempunyai daya agkat tinggi untuk peningkatanderajat kesehatan


masarakat.upaya kesehatan wajib ini harus diselenggarakan oleh
setiappuskesmas yang ada di wilayah indonesia. Upaya kesehatan wajib
tersebut adalah;
a) Upaya promosi kesehatan
b) Upaya kesehatan lingkungan
c) Upaya kesehatan ibu dan anak serta dan keluarga berencana
d) Upaya perbaikan gizi masyarakat
e) Upaya pencengahan dan pemberantasan peyakit menular
f) Upaya pengobatan
Upaya kesehatan pengembangan puskesmas upaya adalah upaya
yang ditetapkanbedasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di
masyarakat serta yang disesuaikandengan kemampuan pukesmas. Upaya
kesehatan pokok puskesmas yang telah ada yakni:
a) Upaya kesehatan sekolah
b) Upaya kesehatan olah raga

32

c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)

Upaya perawatan kesehatan masyarakat


Upaya kesehatan kerja
Upaya kesehatan gigi dan mulut
Upaya kesehatan jiwa
Upaya kesehatan mata
Upaya kesehatan lanjut usia
Upaya pembinaan pengobatan tradisional

2.6. Pengelolaan Obat


Pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai merupakan salah satu
kegiatan pelayanan kefarmasian, yang dimulai dari perencanaan, permintaan,
penerimaan,

penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pencatatan dan

pelaporan serta pemantauan dan evaluasi. Tujuannya adalah untuk menjamin


kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauanObat dan Bahan Medis Habis Pakai
yang efisien, efektif dan rasional,meningkatkan kompetensi/kemampuan tenaga
kefarmasian, mewujudkansistem informasi manajemen, dan melaksanakan
pengendalian mutupelayanan.
Kepala Ruang Farmasi di Puskesmas mempunyai tugas dan tanggung
jawab untuk menjamin terlaksanaanya pengelolaan Obat dan Bahan Medis
HabisPakai yang baik.Kegiatan pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
meliputi:

1. Perencanaan kebutuhan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai


Perencanaan merupakan proses kegiatan seleksiObat danBahan Medis
HabisPakaiuntukmenentukanjenisdanjumlah obat dalamrangka pemenuhan
kebutuhan Puskesmas.Tujuan perencanaan adalah untuk mendapatkan:
a. Perkiraanjenisdanjumlah obatdanBahanMedisHabisPakaiyang mendekati
kebutuhan.
b. Meningkatkan penggunaan Obat secara rasional dan

32

c. Meningkatkan efisiensi penggunaan Obat.


Perencanaankebutuhan obatdan bahan medis habis pakaidi Puskesmas
setiap periode dilaksanakan oleh Ruang Farmasi di Puskesmas.
Proses seleksi obat dan bahan medis habis pakai dilakukan dengan
mempertimbangkan pola penyakit, pola konsumsi obat periode sebelumnya,
data mutasi obat, dan rencana pengembangan. Proses seleksi obat dan bahan
medis habis pakai juga harus mengacu pada Daftar Obat Esensial Nasional
(DOEN) dan Formularium Nasional. Proses seleksi ini harus melibatkan
tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas seperti dokter, dokter gigi, bidan,
dan perawat, serta pengelola program yang berkaitan dengan pengobatan.
Proses perencanaan kebutuhan Obat per tahun dilakukan secara berjenjang
(bottom-up).

Puskesmas

diminta

menyediakan

data

pemakaian

obatdenganmenggunakanLaporan PemakaiandanLembar Permintaan Obat


(LPLPO).
Selanjutnya InstalasiFarmasiKabupaten/Kota akan melakukan kompilasi
dan analisa terhadap kebutuhan obat Puskesmas di wilayah kerjanya,
menyesuaikan pada anggaran yang tersedia dan memperhitungkan waktu
kekosongan Obat, bufferstock,serta menghindari stok berlebih.
2. Permintaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
Tujuan permintaan obat dan bahan medis habis pakai adalah memenuhi
kebutuhan

obat

dan

bahan

medis

habis

pakai

di

Puskesmas,sesuaidenganperencanaan kebutuhan yangtelahdibuat. Permintaan


diajukan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemerintah daerah setempat.
3. Penerimaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai

32

Penerimaan obatdan bahan medis habis pakai adalahsuatu kegiatan


dalammenerima obatdanbahan medis habis pakaidariInstalasi Farmasi
Kabupaten/Kota sesuai dengan permintaan yang telah diajukan.
Tujuannyaadalah
agarObatyangditerimasesuaidengankebutuhan
berdasarkan permintaan yang diajukan oleh Puskesmas.
Semuapetugasyangterlibat dalamkegiatanpengelolaanbertanggung jawab
atas ketertiban penyimpanan, pemindahan, pemeliharaan dan penggunaan obat
danbahan medis habis pakaiberikutkelengkapan catatan yang menyertainya.
Petugas penerimaan wajib melakukan pengecekan terhadap obat dan
bahan medis habis pakai yang diserahkan, mencakup jumlah kemasan/peti,
jenis dan jumlah obat, bentuk obatsesuai dengan isi dokumen (LPLPO),
ditandatangani

oleh

petugas

penerima,

dan

diketahui

olehKepalaPuskesmas.Bilatidak memenuhisyarat, makapetugas penerima


dapat mengajukan keberatan.
Masa kedaluwarsa minimal dari obat yang diterimadisesuaikan dengan
periode pengelolaan di Puskesmas ditambah satu bulan.
4. Penyimpanan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
Penyimpanan obat dan bahan medis habis pakai merupakan suatu
kegiatan pengaturan terhadap obat yang diterima agar aman (tidak hilang),
terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia dan mutunya tetap terjamin,
sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.
Tujuannyaadalah
agarmutuobatyangtersediadipuskesmasdapat
dipertahankan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.
Penyimpanan Obat dan Bahan Medis Habis

Pakai

mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:


a) Bentuk dan jenis sediaan.
b) Stabilitas (suhu, cahaya, kelembaban).
c) Mudah atau tidaknya meledak/terbakar.
d) Narkotika dan psikotropika disimpan dalam lemari khusus.
5. Pendistribusian Obat dan Bahan Medis Habis Pakai

dengan

32

Pendistribusian obat dan bahan medis habis pakai merupakan kegiatan


pengeluaran dan penyerahan obat dan bahan medis habis pakai secara merata
dan teratur untuk memenuhi kebutuhan sub unit/satelit Farmasi Puskesmas
dan jaringannya.
Tujuannya adalah untuk memenuhi

kebutuhan Obat

sub

unit

pelayanan kesehatan yang ada di wilayah kerja Puskesmas dengan jenis, mutu,
jumlah dan waktu yang tepat.
Sub-sub unit di Puskesmas dan jaringannya antara lain:
a) Sub unit pelayanan kesehatan di dalam lingkungan Puskesmas.
b) Puskesmas Pembantu.
c) Puskesmas Keliling.
d) Posyandu.
e) Polindes.
Pendistribusian ke sub unit (ruang rawat inap, UGD, dan lain-lain)
dilakukan dengan cara pemberian Obat sesuai resep yang diterima (floor
stock),pemberian

obatpersekaliminum(dispensing

dosis

unit)atau

kombinasi, sedangkan pendistribusian ke jaringan Puskesmas dilakukan


dengan cara penyerahan Obat sesuai dengan kebutuhan (floor stock).
6. Pengendalian Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
Pengendalian obat dan bahan medis habis pakai adalah suatu kegiatan
untuk memastikan tercapainya sasaran yang diinginkan sesuai dengan strategi
dan

program

yangtelah

ditetapkan

sehingga

tidak

terjadi

kelebihandankekurangan/kekosongan Obatdiunitpelayanan kesehatan dasar.


Tujuannya adalahagar tidak terjadi kelebihan dan kekosongan obat di unit
pelayanan kesehatan dasar.Pengendalian Obat terdiri dari:
a) Pengendalian persediaan.
b) Pengendalian penggunaan.
c) Penanganan Obat hilang, rusak, dan kadaluwarsa.

32

7. Pencatatan, pelaporan dan pengarsipan


Pencatatan, pelaporan, dan pengarsipan merupakan rangkaian kegiatan
dalam rangka penatalaksanaan obat dan bahan medis habis pakai
secaratertib,baik

obatdanbahan

medis

disimpan,didistribusikandandigunakandi

habisPakaiyangditerima,

Puskesmasatauunit

lainnya.
Tujuan pencatatan, pelaporan dan pengarsipan adalah:
a) Buktibahwapengelolaan obatdan bahan medis

pelayanan

habispakaitelah

dilakukan.
b) Sumber data untuk melakukan pengaturan dan pengendalian.
c) Sumber data untuk pembuatan laporan.
8. PemantauandanevaluasipengelolaanObatdanBahanMedisHabis Pakai
Pemantauandanevaluasipengelolaan obatdan bahan medishabis pakai
dilakukan secara periodik dengan tujuan untuk:
a) Mengendalikan

dan

menghindari

terjadinya

kesalahan

dalam

pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai sehingga dapat menjaga
kualitas maupun pemerataan pelayanan.
b) Memperbaiki secara terus-menerus pengelolaan obat dan bahan medis
habis pakai.
c) Memberikan penilaian terhadap capaian kinerja pengelolaan.

32

BAB III
GAMBARAN UMUM PUSKESMAS
3.1.

Lokasi Puskesmas
Puskesmas Rawat Jalan Sui Bakau Kecil terletak di Kecamatan Mempawah

Timur.Puskesmas Puskesmas Rawat Jalan Sui Bakau Kecil mempunyai luas


bangunan 300 m2. Puskesmas Rawat Jalan Sui Bakau Kecil terletak dipinggir
jalan raya Sungai Bakau Kecil.

3.2.

Sasaran dan Wilayah Kerja Puskesmas


Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Rawat Jalan Sui Bakau Kecil

adalah sebanyak 8.400 jiwa. Puskesmas Rawat Jalan Sui Bakau Kecil terletak di
Kecamatan MempawahTimur antara Bakau Kecil dan Senggiring, sehingga
penduduknya memiliki mata pencarianseperti nelayan, pengolah kayu, atau petani.
Puskesmas Rawat Jalan Sui Bakau Kecil mudahdijangkau oleh roda dua ataupun
roda empat, sehingga tidak mendapati hambatan dalammemberikan pelayanan
kesehatan kepada pasien.

3.3.

Visi dan Misi Puskesmas

a. Visi Puskesmas
Menjadi pusat layanan yang profesional di bidang kesehatan dasar dalam
rangkamewujudkan Puskesmas Rawat Jalan Sui Bakau Kecil sebagai salah
satu puskesmasunggulan di antara pusat layanan kesehatan.

b. Misi Puskesmas

32

1. Memperlancar kegiatan proses pelayanan kesehatan dasar bagi perorangan


danmasyarakat yang bermutu.
2. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses layanan kesehatan dasar di
Puskesmas melalui perbaikan yang berkesinambungan
3. Memastikan akurasi data pasien dan pelanggan melalui system
pendokumentasian yang divalidasi
4. Menghasilkan produk-produk layanan kesehatan dasar yang berinovasi
5. Mensosialisasikan tentang kegiatan layanan kesehatan prima, dan
kepuasanpelanggan.

3.4. Kepegawaian dan Struktur Organisasi


Guna memperlancar kegatan pelayanan kesehatan masyarakat, Puskesmas
Rawat JalanSui Bakau Kecil mempunyai tenaga terdidik dan terlatih dengan
pembagian tugas dan pelimpahan wewenang serta tanggung jawab yang sesuai
dengan kemampuan masng-masing. Sumber daya manusia yang berkualitas akan
menentukan keberhasilan program kesehatan yang direncanakan. Data berikut
menyajikan formasi kepegawaian di Puskesmas Rawat Jalan Sui Bakau Kecil
mempunyai berdasarkan profesi.
Puskesmas juga mempunyai tenaga kontrak 4 orang, honor 1 orang, magang
5 orang.Sehingga keseluruhan pegawai yang bekerja di Puskesmas Rawat Jalan
Sui Bakau Kecil mempunyai berjumlah 46 0rang.

Tabel. 1Jenis dan Jumlah Tenaga Kerja Puskesmas Sui Bakau Kecil

32

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

Jenis Tenaga
Kasubag TU
Dokter umum
Perawat gigi
Perawat (SPK)
Perawat (DIII)
Perawat (S1)
Bidan (D1)
Bidan (DIII)
Farmasi
Gizi (SPAG)
Analis Laboratorium
Sanitasi Kesling (DIII)
Tenaga Laboratorium
Tenaga Keuangan
Pekarya
SKM

Jumlah
1
1
2
6
3
2
2
7
1
1
1
1
1
3
2
1

PELAYANAN

Poli Umum
(dr. Norhartoyo)
UGD
(H. Moch. Imran)

32

Poli Gigi
(Dwivayani L, Amd.KG)
KESLING

Luar dan Dalam Gedung


(Maulida, A.MKL)

Poli KIA
(Ida Farida, Amd.Keb)
Laboratorium
(Badron)
Gizi
(Eka Jatmikayanti)

UKP
(dr. Norhartoyo)

Poli Anak/MTBS
(Herlina)

UKM
(Herlina)

Loket
(Arden)
Apotek Puskesmas
(Endah Permana, A.Md,Far)

Gambar. 1 Struktur Organisasi Puskesmas Rawat Jalan Sui Bakau Kecil

3.5. Alur Pelayanan


Alur Pelayanan Kesehatan Puskesmas Rawat Jalan Sui Bakau Kecil sebagai
berikut:

32

Gambar. 2 Alur Pelayanan Kesehatan Puskesmas Rawat Jalan


Sui Bakau Kecil

3.6 Sarana dan Prasarana


Sarana kesehatan adalah alat pendukung dalam melaksanakan upaya
pencapaian tujuanyang telah direncanakan oleh karena itu ketersediaan sarana
merupakan suatu yang mutlak yang harus dipenuhi.Sarana itu berupa bangunan
fisik, alat medis, dan kendaraan operasional.
1. Sarana Pelayanan Kesehatan
Sarana pelayanan kesehatan di PuskesmasRawat Jalan Sui Bakau Kecil
dengan fasilitas :
a. Ruang Pemeriksaan
b. Ruang Tindakan
c. Ruang KIA dan KB
d. Ruang Poli Gigi
e. Ruang Labolatorium
f. Ruang Konseling Gizi

32

g. Ruang Tata Usaha


h. Ruang MTBS
i. Ruang UGD
j. Ruang USG
k. Ruang JAMPERSAL
2. Sarana Lain-lain :
a. Puskesmas Induk : 1 Buah
b. PUSTU : 3 Buah
c. Rumah Dinas : 2 Rumah
d. Polindes : 3 Buah
e. Poskesdes : 2 Buah
f. Puskesmas keliling Roda 4 : 1 Buah
g. Mobil Ambulance : 1 Buah
h. Sepeda Motor : 13 Buah

3.7. Pengelolaan Obat


Kepala Ruang Farmasi di Puskesmas mempunyai tugas dan tanggung
jawab untuk menjamin terlaksanaanya pengelolaan Obat dan Bahan Medis
HabisPakai yang baik.Kegiatan pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
meliputi:
1. Perencanaan dan pengadaan kebutuhan Obat
Perencanaan kebutuhan obat dan bahan medis habis pakai di puskesmas
setiap periode dilaksanakan oleh ruang farmasi di puskesmas. Proses seleksi
obat dan bahan medis habis pakai dilakukan dengan mempertimbangkan pola
penyakit. Proses seleksi obat dan bahan medis habis pakai juga harus mengacu
pada Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) dan formularium nasional.
Proses seleksi ini harus melibatkan tenaga kesehatan yang ada di puskesmas
seperti dokter, dokter gigi, bidan, dan perawat, serta pengelola program yang
berkaitan dengan pengobatan.

32

Proses perencanaan kebutuhan obat per tahun dilakukan secara berjenjang


(bottom-up). Puskesmas diminta menyediakan data pemakaian obat dengan
menggunakan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO).
Selanjutnya Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota akan melakukan kompilasi
dan analisa terhadap kebutuhan Obat Puskesmas di wilayah kerjanya,
menyesuaikan pada anggaran yang tersedia dan memperhitungkan waktu
kekosongan Obat, buffer stock, serta menghindari stok berlebih.
2. Permintaan Obat
Tujuan permintaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai adalah memenuhi
kebutuhan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai di Puskesmas, sesuai dengan
perencanaan kebutuhan yang telah dibuat. Permintaan diajukan kepada Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan dan kebijakan pemerintah daerah setempat.
3. Penerimaan Obat
Sistem penerimaan Obat dan Bahan medis habis pakai di puskesmas
adalah dengan cara petugas puskesmas yang menerima barang datang segera
melakukan pengecekan terhadap obat dan bahan medis habis pakai sesuai
dengan LPLPO.
4. Penyimpanan
Penyimpanan obat dan bahan medis habis pakai di Puskesmas dilakukan
berdasarkan bentuk dan jenis sediaan, sesuai alfabetis, dan juga berdasarkan
FIFO dan FEFO.
5. Pendistribusian Obat dan Bahan Medis Habis Pakai

32

Pendistribusian obat dan bahan medis habis pakai di Puskesmas dilakukan


sesuai dengan resep dari setiap unit poli. Sedangkan pendistribusian ke
jaringan Puskesmas dilakukan dengan cara penyerahan Obat sesuai dengan
kebutuhan (floor stock).
6. Pencatatan dan Pelaporan
Pencatatan di Puskesmas dilakukan setiap harinya, adapun yang dicatat
berupa pencatatan kartu stok dari setiap obat yang keluar, selain itu pencatatan
jumlah obat setiap resep yang datang.
Sistem pelaporan di Puskesmas dilakukukan sesuai dari hasil pencatatan
setiap harinya, kemudian setiap bulannya dilapor kepada pemimpin
puskesmas setelah itu dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten
oleh petugas apotek di puskesmas
7. Evaluasi pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
Evaluasi pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai dilakukan oleh
petugas apotek di puskesmas selama periode 1 tahun dua kali.

32

BAB IV
URAIAN KEGIANTAN PKL
Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan di Puskesmas Rawat Jalan Sui
BakauKecil. Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang dilakukan selama dua minggu
tersebut dimulai pada tanggal 04 16 april 2016.
Kegiatan pelayanan di puskesmas dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai
dengan pukul 14.00 WIB, sedangkan pada hari jumat diakhiri pada pukul 11.00
WIB.

4.1. Jenis dan bentuk kegiatan PKL


1.
2.
3.
4.
5.

Mempelajari struktur organisasi di Puskesmas


Mempelajari dokumen dan administrasi di Puskesmas
Pengelolaan gudang dan kamar obat
Melayani resep serta memberikan informasi obat
Penyuluhan

4.2. Prosedur Kerja


4.2.1.Mempelajari struktur organisasi di Puskesmas
Kegiatan ini dilakukan dengan meminta struktur organisasi kepada
pembimbing di Puskesmas. Kemudian menanyakan tugas dari masing-masing
struktur organisasi tersebut.
Adapun struktur organisasi di Puskesmas Sui Bakau Kecil, sebagai
berikut:

PELAYANAN

Poli Umum
(dr. Norhartoyo)
UGD
(H. Moch. Imran)

32

Poli Gigi
(Dwivayani L, Amd.KG)
KESLING

Luar dan Dalam Gedung


(Maulida, A.MKL)

Poli KIA
(Ida Farida, Amd.Keb)
Laboratorium
(Badron)
Gizi
(Eka Jatmikayanti)

UKP
(dr. Norhartoyo)

Poli Anak/MTBS
(Herlina)

UKM
(Herlina)

Loket
(Arden)
Apotek Puskesmas
(Endah Permana, A.Md,Far)

Gambar.2 Struktur Organisasi Puskesmas Rawat Jalan Sui Bakau Kecil

4.2.2.Mempelajari dokumen dan administrasi di Puskesmas


Dokumen dan administrasi di Puskesmas berupa pencatan kartu stok dan
laporan obat.
a. Laporan Internal
Laporan ini ditujukan bagi kepentingan Puskesmas sendiri yaitu
laporan konsumsi. Laporan ini digunakan untuk mengingatkan karyawan
dalam memesan sediaan farmasi yang dibutuhkan sehingga ketersediaan
barang di puskesmas dapat terjamin.
b. Laporan Tiap Bulan

32

Laporan tiap bulan yaitu dibuat untuk mengetahui berapa jumlah


pengeluaran obat selama satu bulan.
nomor.
c. Kartu Stok
Pencatatan kartu stok dilakukan untuk setiap jumlah obat yang
keluar maupun masuk. Kemudian setiap bulannya dilakukan stok opname
oleh pihak gudang untuk semua obat.
4.2.3. Pengelolaan gudang dan kamar obat
1. Perencanaan dan pengadaan kebutuhan Obat
Perencanaan dan pengadaan kebutuhan obat dan bahan medis habis
pakai di puskesmas dilakukan dengan mempertimbangkan pola penyakit.
setiap periode dilaksanakan oleh ruang farmasi di puskesmas. Proses seleksi
obat dan bahan medis habis pakai dilakukan dengan mempertimbangkan pola
penyakit. Proses seleksi obat dan bahan medis habis pakai juga harus
mengacu pada Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) dan formularium
Dinas Kesehatan Kota dan Gudang Farmasi dengan mengajukan Lembar
Permintaan dan Lembar Pemakaian Obat (LPLPO).
3. Penerimaan Obat
Sistem penerimaan Obat dan Bahan medis habis pakai di puskesmas
adalah dengan cara petugas puskesmas yang menerima barang datang segera
melakukan pengecekan terhadap obat dan bahan medis habis pakai sesuai
dengan isi dokumen LPLPO. Pengecekan obat mencakup jumlah obat, jenis
obat dan expired date.
4. Penyimpanan
Setelah dilakukan penerimaan obat, untuk penyimpanan obat dan bahan
medis habis pakai di Puskesmas dilakukan penyimpanan berdasarkan FIFO

32

dan FEFO kemudian penyimpanan di Puskesmas juga berdasarkan bentuk


dan jenis sediaan dan sesuai alfabetis.
5. Pendistribusian
Pendistribusian obat dan bahan medis habis pakai di Puskesmas dilakukan
dengan metode individual prescription yaitu pengeluaran obat sesuai dengan
resep yang ditulis dokter maupun resep dari setiap unit poli.
6. Pencatatan dan Pelaporan
Pencatatan di Puskesmas dilakukan setiap harinya, adapun yang dicatat
berupa pencatatan kartu stok dari setiap obat yang keluar, selain itu
pencatatan jumlah obat setiap resep yang datang.
Untuk pelaporan di Puskesmas terdiri dari LPLPO yang dilaporkan kepada
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setiap bulannya dan Laporan Rencana
Kebutuhan Obat Tahunan yang dilaporkan kepada Dinas Kesehatan
Kabupaten Kota setiap tahunnya. Pelaporan dilakukan oleh petugas apotek di
Puskesmas.
7. Evaluasi pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
Evaluasi pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai dilakukan oleh
petugas apotek di puskesmas selama periode 1 tahun dua kali.
4.2.4. Melayani resep serta memberikan informasi obat
Pelayanan resep yang dilakukan di puskesmas dimulai dari penerimaan
resep, kemudian melakukan skrining resep dan pengambilan obat sesuai
jumlah yang diminta serta melakukan peracikan obat untuk obat yang racikan.
Selanjutnya menuliskan etiket sesuai aturan pemakaian obat tersebut. Untuk
biaya pembayaran obat yang diambil dikenakan biaya sebesar Rp 6.000,- .

32

Selanjutnya pemberian informasi obat, informasi obat diberikan ketika


penyerahan obat berlangsung. Adapun penyampaian informasi obat yang
dilakukan berupa penyampaian obat tentang aturan pakai obat, kegunaan obat,
dan penyimpanan obat.
4.2.5. Penyuluhan
Adapun penyuluhan yang kami lakukan, yaitu penyuluhan mengenai
penggunaan obat cacing yang baik dan benar yang dilaksanakan pada waktu
dilakukan posyandu. Penyuluhan ini kami sampaikan kepada pasien-pasien
yang hendak melakukan pengobatan. Penyuluhan dilakukan selama 30 menit.
Dimana isi dari penyuluhan yang dilakukan yaitu, contoh obat cacing, cara
aturan pemakaian obat cacing dan penyimpanan obat cacing.

32

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan pengalaman kami yang sangat singkat di Puskesmas
Rawat Jalan Sui Bakau, bahwa pelayanan di Puskesmas Rawat Jalan Sui
Bakau Kecil sudah berjalan baik. Adapun yang dapat kami simpulkan dari
laporan dan pengalaman kami, yaitu:
1. Pelayanan obat dipuskesmas dilakukan di unit farmasi yakni di apotek
puskesmas yang dipegang oleh asisten apoteker.
2. Perencanaan dan Pengadaan Obat dilakukan sesuai dengan pola penyakit
disekitar wilayah puskesmas.
3. Penerimaan obat dilakukan oleh petugas yang menerima barang datang
sesuai dengan isi dokumen LPLPO.
4. Penyimpanan obat di lemari obat telah tersusun secara alphabetis, serta
telah dilakukan pemisahan penyimpanan berdasarkan bentuk sediaan obat
dan menggunakan sistem FIFO dan FEFO.
5. Pencatatan yang dilakukan berupa pencatatan kartu stock untuk setiap obat
yang keluar dan pelaporan yang dilakukan yaitu pelaporan dari laporan
LPLPO setiap bulannya dan Laporan Rencana Kebutuhan Obat Tahunan.
Dilihat dari keseluruhan proses pengelolaan perbekalan farmasi di
Puskesmas sudah sesuai dengan Permenkes Nomor 30 Tahun 2014
Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas.
5.2. Saran
Adapun saran yang dapat penulis sampaikan berdasarkan dengan
pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini adalah sebagai berikut :

32

1. Diharapakan kepada pihak akademik agar dapat memperpanjang waktu PKL


di Puskesmas.
2. Diharapkan kepada pihak Puskesmas untuk lebih meningkatkan mutu yang
telah ada diPuskesmas Sui Bakau Kecil sehingga dapat menjadi teladan bagi
puskesmas lainnya.

32

3. DAFTAR PUSTAKA
4.

5.

Anief Mohammad. 2007.Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas,

6.

Depatemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta


Depkes RI. 2009. Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 2009 Tentang

7.

Kefarmasian. Jakarta.
Depkes RI. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun

8.

2009 Tentang Kesehatan. Jakarta


Menkes RI. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

9.

Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta


Menkes RI. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di

10.

Puskesmas. Jakarta
Menkes RI. 2004. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 128/Menkes/SK/II/2004 TentangKebijakan Dasar Pusat Kesehatan
Masyarakat. Jakarta

11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.

32

20.