Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejak dahulu kala manusia selalu mempertanyakan asal-usul kehidupan
dan dirinya.Jawaban sementara atas pertanyaan tersebut ada tiga altenatif, yaitu
penciptaan, transformasi, atau evolusi biologi. Definisi evolusi biologi
bermacam-macam tergantung dari aspek biologi yang dikaji. Beberapa definisi
yang umum dijumpai di buku-buku biologi, antara lain: evolusi pada makhluk
hidup adalah perubahan-perubahan yang dialami makhluk hidup secara
perlahan-lahan dalam kurun waktu yang lama dan diturunkan, sehingga lama
kelamaan dapat terbentuk species baru: evolusi adalah perubahan frekuensi gen
pada populasi dari masa ke masa; dan evolusi adalah perubahan karakter
adaptif pada populasi dari masa ke masa. Evolusi telah mempersatukan semua
cabang ilmu biologi.
Pembuatan makalah ini didasarkan pada berbagai macam pendapat
para ahli diantaranya Alexander L. Oparin, Herold Urai, Stanley Miller dan
ada juga dari Al-Quran. Makalah ini berisi tentang asal-usul makhluk hidup
yang ada di dunia ini, baik manusia, tumbuhan maupun binatang.
Makalah ini dibuat supaya penulis lebih paham tentang bagaimana
terciptanya makhluk hidup di dunia. Maka dari itu penulis berharap, penulis
dan pembaca dapat membedakan berbagai macam teori yang akan kami bahas,
diantaranya teori asal usul kehidupan dari segi kimia, biologi maupun agama.
Selain itu penulis juga berharap makalah ini dapat berguna bagi
penulis dan pembaca dalam mempelajari bab evolusi ini.
B. Permasalahan
Makalah ini menjelaskan seluk beluk asal kehidupan. Adapun asal usul
kehidupan yakni merupakan suatu hal yang harus kita ketahui dan kita yakini
oleh setiap makhluk Allah SWT tentang asal penciptaannya baik ditinjau dari
biologi dan agama.

BAB II
PEMBAHASAN
Selama ratusan tahun, para ilmuwan telah mengetahui bahwa makhluk
hidup yang ada di bumi beraneka ragam. Dalam keaneka-ragaman tersebut, para
ilmuwan menemukan bahwa pada beberapa makhluk hidup ditemukan juga
beberapa kesamaan.
Sejak lama, para ilmuwan berusaha menjawab sebuah pertanyaan,
bagaimana kehidupan berawal? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, banyak
ilmuwan yang mengemukakan berbagai teorinya disertai bukti-bukti yang
mendukung teori tersebut. Meskipun demikian, pertanyaan tersebut belum dapat
sepenuhnya terjelaskan oleh teori-teori tersebut karena teori-teori tersebut sulit
dibuktikan.
Dari banyak teori mengenai asal-usul kehidupan, terdapat dua teori utama
yang dapat diterima secara luas, yakni teori evolusi kimia dan teori evolusi
biologi. Selain kedua teori tersebut, dijelaskan pula sejarah munculnya teori
abiogenesis dan teori biogenesis yang merupakan awal pemikiran manusia
mengenai asal-usul kehidupan.
A. Teori Asal Usul Kehidupan
1 Teori Abiogenesis
Teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda tak hidup
atau makhluk

hidup ada dengan sendirinya.Teori ini dikenal sebagai teori

Generatio Spontae.Tokoh pencetus teori ini yaitu Aristoteles dan John Nedham.
Pada percobaan Aristoteles, tanah yang direndam air akan muncul cacing. Pada
percobaan Nedham, kaldu direbus dalam wadah selama beberapa menit, setelah
itu wadah ditutup menggunakan gabus. Setelah beberapa hari, terdapat
bakteri dalam kaldu tersebut. Nedham berpendapat bahwa bakteri berasal dari air
kaldu.
Dari sekian banyak orang yang mempermasalahkan teori tersebut ,
terdapat seorang ahli ilmu pengetahuan alam bernama Francesco Redi ( 16261628 ) yang dengan teliti tidak segera menerima teori tersbeut. Ia melakukan

percobaan yang hasilnya kemudian membuat pikiran banyak orang menjadi goyah
terhadap teori generation spontanea.
Adapun percobaan yang dilakukan oleh Francesco Redi sebagai berikut.
Dia merebus dua potong daging segar sampai mendidih agar terjadi sterilisasi.
Kedua potongan daging itu dimasukkan ke dalam dua stoples ; stoples pertama
terbuka dan stoplrs kedua tertutup rapat. Kedua stoples tersebut dibiarkan bebrapa
hari , di dalam stoples pertama yang mulutnya terbuka banyak didapatkan larva
atau tempayak lalat , sedangkan di dalam stoples kedua tidak ditemukan larva
lalat.
Dari percobaan Francesco Redi tersebut muncul kesimpulan bahwa larva
yang berada di dalam stoples pertama berasal dari telur lalat yang masuk ke dalam
dan meletakkan telurnya , sedangkan di dalam stoples kedua yang tertutup rapat
tidak ditemukan larva karena lalat tidak dapat masuk ke dalam dan meletakkan
telurnya.
Selanjutnya , pada abad ke-18 seorang berkebangsaan Italia bernama
Lazzaro Spallanzani ( 1729-1799 ) melakukan eksperimen atas dasar pemikiran
seperti eksperimen Francesco Redi , hanya dalam eksperimenya tidak digunakan
daging , tetapi air kaldu. Percobaannya berlangsung sebgai berikut.Disediakan
tiga tabung yang masing-masing diisi dengan air kaldu secukupnya.Tabung
pertama dibiarkan terbuka mulutnya.Tabung kedua dan keyiga dipanaskan sampai
mendidih selama 15 menit.
Tabung kedua dibiarkan mulutnya terbuka ,sedang tabung ketiga mulutnya
tertutup rapat dengan lapisan lilin. Setelah dibiiarkan selama tujuh hari , air kaldu
di dalam tabung yang mulutnya terbuka menjadi keruh akibta timbul bakteri ,
sedang kedaan air kaldu di dalam tabung yang mulutnya terttutup masih seperti
semula.
Hasil eksperimen yang dilakukan oleh Lazzaro Spallanzani ini
membuktikan bahwa timbulnya bakteri bukan terjadi secara spontan , tetapi
bakteri muncul dari spora bakteri yang masuk dan kemudian berkembang pada air
kaldu.
Dengan percobaan Redi dan Spallanzani teori generation spontanea
menjadi goyah. Namun demikian , sebagian orang menetang kebenaran percobaan

Spallanzani serta mempertahankan kebenaran teori lama. Mereka menunjuk


percobaan tersebut masih ada kelemahannya , yaitu pada tabung yang tertutup
sebenarnya masih terdapat gejala generation spontanea , tetapi karena tertutup
tidak ada gaya yang masuk untuk hidup.
2.

Teori Biogenesis
Teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk

hidup.Tokoh pencetus teori ini yaitu Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan
Louis Pasteur. Kelemahaan percobaan spallanzi kemudian dicoba disempurnakan
oleh lois Pasteur ( 1822-1895 ) ahli biokimia dan mikrobiologi dari prancis. Pada
tabung kedua percobaan spallanzi, mulut tabung dittutup dengan pipa berbentuk
leher angsa sehingga ruangan di dalam bakteri masih berhubungan dengan udara
luar.Bentuk seperti ini memungkinkan bakteri dan spora bakteri tidak dapat masuk
ke dalam air kaldu. Setelah beberapa hari ternyata hasilnya sama dengan
percobaan spallanzi. Maka tumbanglah teori abiogenesis dan timbul teori
biogenesis dengan slogan omne ex ovo omne ovum ex vivo
3.

Teori Cosmozoic
Teori ini menyatakan makhluk hidup berasal dari spora kehidupan yang

berasal dari ruang angkasa. Teori ini mengemukakan bahwa kehidupan di bumi
diperkirakan berasal dari ruang angkasa. Hal yang mendasari teori ini adalah
peyelidikan bahwa bahan yang terdapat pada batu meteor maupun vartu komet
yang jatuh ke bumi mengandung banyak molekul organic sederhana , misalnya
cyanogens , asam hidrocyanida.molekul-molekul organic tersebut tatkala jatuh ke
bumi menjadi benih kehidupan.
Menurut teori ini bukan hanya di bumi saja yang timbul kehidupan. Kehidupan
dapat timbul sekali atau bebrapa kali di berbagai bagian galaksi dalam waktu yang
berbeda
4.

penciptaan ( Special Creation)


Teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup diciptakan oleh tuhan seperti

apa adanya. Teori ini mengemukakan bahwa kehidupan yang ada di planet
diciptakan oleh Tuhan.Bumi yang dicipta Tuhan pada masa lalu sampai sekarang
mempunyai ciri yang tidak berubah.Mereka mengungkapkan teori ini berdasarkan
atas kejadian-kejadian gaib yang pernah dilihatnya. Kejadian gaib tersebut

dianggap sebagai ciptaan Tuhan , seperti halnya bumi dan kehidupan yang ada di
didalamnya juga diciptakan oleh-Nya.
B. Teori Evolusi Biologi
Oparin dan Haldane serta teori Urey menyebutkan bahwa zat organik
(asam amino) yang merupakan bahan dasar penyusun makhluk hidup, pada
mulanya terakumulasi di lautan. Kenyataan saat ini menunjukkan bahwa dalam
sel-sel tubuh makhluk hidup mengandung garam (NaCl). Hal ini mendasari
kesimpulan bahwa makhluk hidup berasal dari laut.

Evolusi biologi dimulai pada saat pembentukan sel. Asam amino yang
terbentuk dari evolusi kimia akan bergabung membentuk makromolekul. Hal
ini dibuktikan pada penelitian Sidney W. Fox. Larutan yang mengandung
monomer-monomer organik diteteskan ke pasir, batu, atau tanah yang panas
sehingga

mengalami

polimerisasi.

proteinoid. Apabila proteinoid

Hasil

polimerisasi

ini

dinamakan

dicampur dengan air dingin terbentuklah

kumpulan proteinoid yang menyusun tetesan kecil yang disebut mikrosfer.


Mikrosfer memiliki beberapa sifat hidup yang mempunyai membran selektif
permeabel namun belum dapat dikatakan hidup.
Oparin menggunakan istilah koaservat untuk mikrosfer. Koaservat
merupakan tetesan koloid yang terbentuk saat larutan protein, asam nukleat,
dan polisakarida dikocok. Substansi dalam koaservat dapat membentuk enzim
yang berperan dalam pengambilan bahan dari lingkungan sebagai bahan
pembentuk tubuh. Adanya deretan molekul-molekul lipid dan protein yang

membatasi koaservat dengan lingkungan luar sekitarnya, telah dianggap


sebagai selaput sel primitif. Selaput sel primitif ini menyebabkan stabilitas
koaservat akan tetap terjaga. Selaput sel primitif ini diperkirakan berperan
dalam pengaturan pertukaran substansi antara koaservat dan lingkungan
sekitarnya. Koaservat dengan selaput lipid protein mungkin merupakan tipe
sel primitif yang disebut protosel.
Protosel kemudian akan membentuk sel awal yang merupakan
permulaan dari organisme uniselular. Oleh karena keadaan atmosfer saat itu
tidak mengandung O2, organisme awal tersebut diperkirakan bersifat
prokariotik, anaerob, dan heterotrof. Bagaimana protosel dapat berkembang
menjadi organisme uniselular, bahkan menjadi makhluk hidup multiselular
seperti saat ini? Perkembangan protosel menjadi organisme uniselular maupun
multiselular tidak terlepas dari sistem genetik pada protosel itu sendiri.
Sehubungan dengan hal itu, seorang ahli biokimia dari Havard yaitu
Gilbert

Walter

pada tahun 1986 mengajukan hipotesis dunia RNA. Menurut

hipotesis itu, miliaran tahun yang lalu sebuah molekul RNA yang dapat
mereplikasi terbentuk secara kebetulan. Melalui pengaktifan oleh lingkungan,
RNA ini dapat memproduksi protein. Selanjutnya, diperlukan molekul kedua
untuk menyimpan informasi tersebut, maka dengan suatu cara tertentu
terbentuklah DNA. Segera setelah protosel memperoleh gen yang mampu
mereplikasi menyebabkan protosel mampu bereproduksi, dan dimulailah
proses evolusi biologi. Sejarah kehidupan pun telah dimulai. Selanjutnya
organisme-organisme mengalami proses evolusi menurut jalur kehidupan yang
berbeda-beda.
Secara berangsur-angsur protobion digantikan organisme yang dapat
membuat molekul yang dibutuhkannya sendiri (autotrof) dengan bantuan
cahaya matahari (fotoautotrof) atau molekul berenergi tinggi dari lingkungannya
(kemoautotrof). Adanya autotrof memicu munculnya makhluk hidup yang dapat
memanfaatkan produk autotrof, misalnya heterotrof, atau merupakan autotrof juga.

Autotrof dan heterotrof yang bergantung pada makhluk hidup ini merupakan
prokariot pertama.

Prokariot menguasai bumi dari 3,52 milyar tahun yang lalu. Selama
periode tersebut, prokariot mengubah atmosfer bumi sehingga menyebabkan
oksigen muncul 2,7 milyar tahun yang lalu sebagai hasil fotosintesis prokariot.
Terdapat dua teori mengenai pembentukan eukariot dari prokariot,
yaitu teori pelekukan membran (membrane

infolding)

dan

teori

endosimbiosis. Teori pelekukan membran menjelaskan bahwa semua organel


bermembran pada sel eukariot, kecuali mitokondria dan kloroplas, terbentuk
dari pelekukan membran ke arah dalam. Pelekukan ini membentuk membran
inti dan retikulum endoplasma.
Adapun teori endosimbiosis menjelaskan pembentukan mitokondria
dan kloroplas yang berasal dari pengabungan atau simbiosis sel prokariot ke
dalam sel prokariot lain yang lebih besar. Endo berarti di dalam, simbiosis
berarti hidup bersama. Teori ini dikemukakan oleh Lynn Margulis.
Mitokondria diduga berasal dari kelompok Alpha Proteobacteria, sedangkan
kloroplas berasal dari Cyanobacteria
Fosil tertua yang diyakini para ilmuwan sebagai eukariot berasal dari
sekitar 2,1 milyar tahun yang lalu. Eukariot ini merupakan nenek moyang.
Protista uniselular (alga) yang kita kenal sekarang. Bagaimana eukariot
uniselular berevolusi hingga terbentuk makhluk hidup multiselular, seperti
hewan dan tumbuhan sekarang ini?
Pembentukan makhluk hidup eukariot multiselular terjadi dalam
beberapa tahap. Nenek moyang makhluk hidup multiselular diduga berasal
dari koloni Protista uniselular. Pada koloni, sel hasil pembelahan dan
individunya tetap menempel pada koloni. Selanjutnya, sel-sel dalam koloni
terspesialisasi dan saling bergantung satu sama lain. Setiap satu jenis sel
semakin terspesialisasi, baik bentuk maupun maupun fungsinya.

Akhirnya, spesialisasi sel-sel mencapai perbedaan antara sel seks (sel


gamet) dan sel tubuh (sel somatis). Melalui evolusi milyaran tahun, nenek
moyang eukariot membentuk ganggang, jamur, hewan, dan tumbuhan. Sekitar 500
juta tahun lalu, semua kehidupan berada di lautan dan mulai memasuki daratan.
Beberapa alga hijau yang hidup di sekitar danau diduga memiliki hubungan
dengan tumbuhan darat primitif.
C. Asal Usul Kehidupan Menurut Islam
Dalam bagian ini, saya akan mengajukan ayat-ayat Al-Quran yang di
dalamnya dinyatakan bahwa Asal Manusia adalah (bersifat) air. Ayat pertama di
bawah ini juga menunjuk kepada pembentukan alam semesta.




"Tidakkah orang-orang kafir itu melihat bahwa langit dan bumi disatukan,
kemudian mereka Kami pisahkan dan Kami menjadikan setiap yang hidup
dari air. Lantas akankah mereka tak beriman?" (QS 21:30)
Pengertian

'menghasilkan

sesuatu

dari

sesuatu

yang

lain'

sama sekali tidak menimbulkan keraguan. Ungkapan tersebut bisa juga berarti
bahwa setiap sesuatu yang hidup dibuat dari air (sebagai komponen pentingnya)
atau bahwa semua benda hidup berasal dari air. Kedua makna itu sepenuhnya
sesuai dengan data saintifik. Pada kenyataannya, kehidupan berasal dari yang
bersifat air dan air adalah komponen yang paling penting dari seluruh sel-sel
hidup. Tanpa air hidup menjadi tidak mungkin. Jika kemungkinan kehidupan pada

planet lain diperbincangkan, maka pertanyaan yang pertama selalu: Adakah cukup
air untuk mendukung kehidupan di tempat tersebut?
Data modern membawa kita untuk berpikir bahwa wujud hidup
yang paling tua barangkali termasuk dalam dunia tumbuh-tumbuhan: ganggang
telah ditemukan sejak periode pra-Cambria yaitu saat dikenalinya daratan yang
paling tua. Organisme yang termasuk dalam dunia hewan barangkali muncul
sedikit lebih kemudian: mereka muncul dari laut.
Kata yang di sini diterjemahkan sebagai 'air' pada kenyataannya adalah
mani yang berarti baik air di langit maupun air di lautan atau segala jenis cairan.
Dalam arti yang pertama air merupakan unsur yang penting bagi seluruh
kehidupan tumbuh-tumbuhan:




Yang

telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang telah

menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air
hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuhtumbuhan yang bermacam-macam. (Q.S. 20 : 53)
Inilah perujukan pertama kepada suatu 'pasangan' tumbuh-tumbuhan.
Nanti kita akan kembali kepada pengertian ini.
Dalam

arti

keduanya

yang

merujuk

pada

segala

jenis

cairan,

kata tersebut dipergunakan dalam bentuk tak-tentunya untuk menunjukkan zat


yang berada pada dasar pembentukan seluruh kehidupan hewan:


"Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air." (QS 24:45)
Sebagaimana

akan

kita

lihat

nanti,

kata

tersebut

juga

bisa

diterapkan pada cairan mani.


Jadi, pernyataan-pernyataan dalam Al-Quran tentang asal-usul
kehidupan, apakah itu merujuk kepada kehidupan secara umum, unsur yang
melahirkan tumbuh-tumbuhan di dalam tanah ataupun benih hewan-hewan,
seluruhnya sepenuhnya sesuai dengan data saintifik modern. Tak satu pun

mitos tentang asal-usul kehidupan yang lazim dianggap benar oleh orang pada
saat
Penciptaan Manusia
Ada orang yang mengatakan bahwasanya manusia dahulunya berasal
dari seekor kera kemudian mengalami evolusi. Apakah ini benar dan apakah
dalilnya? Perkataan ini tidaklah benar. Adapun dalilnya, Allah telah
menjelaskan tentang tahap-tahap penciptaan Adam. Allah berfirman:



Artinya:

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa adalah seperti (penciptaan)

Adam. Allah ciptakan dia dari tanah (Ali Imran 59)


Kemudian tanah tersebut dicampur dengan air, sehingga menjadi tanah
liat yang bisa menempel pada tangan. Allah berfirman:


Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati
(berasal) dari tanah. (Al Muminun 12)
Dan Allah berfirman:


Artinya: Sesungguhnya kami telah menciptakan mereka dari tanah
liat.(Ash Shofaat 11)
Setelah itu menjadi lumpur hitam yang dibentuk.
Allah Taala berfirman:


Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari
tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (Al
Hijr 26)
Kemudian setelah kering menjadi sholshol (tanah liat yang kering) seperti
tembikar
Allah Taala berfirman:


10

Artinya: Dia menciptakan manusia dari tanah yang kering(Ar Rahman 14)
Dan Allah bentuk dia dengan bentuk yang diinginkannya dan meniup ruhnya.
Allah Taala berfirman:



Artinya: Dan (ingatlah), ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat
(artinya): Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah
liat kering (yang berasal) dari Lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka
apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan ke
dalamnya ruhKu, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud (Al
Hijr 28-29)
Inilah tahapan-tahapan yang terjadi pada penciptaan Adam yang
terdapat di Al Quran. Adapun tahapan-tahapan yang terjadi pada proses
penciptaan keturunan Adam maka Allah berfirman:





Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu
saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani
(yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu
Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan
segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang,
lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami
jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah,
Pencipta Yang Paling Baik.(Al Muminun 12-14)
Adapun isteri Adam Hawa maka Allah telah jelaskan bahwasanya Dia
menciptakannya dari Adam.
Allah Taala berfirman:

11

Artinya: Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang


telah menciptakan kalian dari diri yang satu, dan dari padanya Allah
menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan
laki-laki dan perempuan yang banyak. (An Nisa 1)

BAB III
PENUTUP

12

A. Kesimpulan
Harold urey (1893) berpendapat bahwa kehidupan berasal dari zat-zat
kimia seperti CH4 (Metana), NH3 (Amoniak), H2 (Hidrogen) yang bersamasama uap air akan bereaksi dengan sinar kosmis dan loncatan-loncatan/
kilatan-kilatan listrik alam (petir) dapat membentuk senyawa protein yang
merupakan komponen dasar dari makhluk hidup. Zat-zat ini berjuta-juta tahun
berkembang menjadi berbagai organisme.
Stanley L. Miller (1953) mengadakan percobaan dengan bunga-bunga
api listrik dan sumber listrik bertegangan tinggi ke suatu saluran yang di
dalamnya terdapat larutan uap yang mengandung metana, amoniak, dan
nitrogen. Dari percobaan itu terbentuk senyawa-senyawa organik seperti asam
amino dan deoksiribosa serta asam nukleat. Ini semua merupakan senyawasenyawa dasar yang biasanya ditemukan pada setiap jasad hidup. Kesimpulan
percobaan ini adalah : kehidupan ada karena kehidupan sebelumnya, unsur
yang paling banyak dalam makhluk hidup adalah oksigen, persenyawaan yang
terbanyak dalam makhluk hidup adalah air.
Evolusi biologi dimulai pada saat pembentukan sel. Asam amino yang
terbentuk dari evolusi kimia akan bergabung membentuk makromolekul. Hal
ini dibuktikan pada penelitian Sidney W. Fox.
Di dalam Al Quran, Allah berfirman pada sejumlah ayat bahwa Dialah
yang menciptakan alam semesta dan semua makhluk di dalamnya dari
ketiadaan, dan menata semuanya tanpa cela. Ayat-ayat di atas menyampaikan
bahwa semua tumbuhan diciptakan oleh Allah. Semua tumbuhan, baik yang
diketahui maupun yang tidak, semua pohon, rumput, buah, bunga, rumput
laut, dan sayuran diciptakan oleh Allah.
Dan hal yang sama pun berlaku untuk hewan. Semua jutaan spesies
hewan yang hidup, atau pernah hidup, di bumi, diciptakan oleh Allah. Ikan,
reptil, burung, mamalia, kuda, jerapah, bajing, rusa, burung gereja, elang,
dinosaurus, paus, dan merak, semuanya diciptakan dari ketiadaan oleh Allah,
Tuhan yang memiliki kemahiran dan pengetahuan tak terhingga.

13

B. Saran
Ilmu

pengetahuan

telah

menegaskan

kebenaran

penciptaan,

sebagaimana diturunkan di dalam Al Quran, sebab penemuan-penemuan


ilmiah menunjukkan bahwa makhluk-makhluk hidup memiliki rancangan
yang luar biasa, dan diadakan oleh suatu kecerdasan dan pengetahuan yang
hebat. Pengamatan-pengamatan biologi menunjukkan bahwa satu spesies
hidup tidak bisa beralih menjadi yang lain, dan karena alasan ini, jika
seseorang bisa memutar balik waktu, akhirnya akan ia temukan, bagi setiap
spesies, individu pertama yang pernah ada dan diciptakan dari ketiadaan.
Oleh karena itu kita harus percaya bahwa semua makhluk hidup di dunia ini
adakah ciptaan Allah.

Daftar Pustaka
Akbar, A., 1991. Tuhan dan Manusia, Penerbit Pustakakarya Gravitatama, Jakarta

14

Cesar,J.2003.Ilmu Pengetahuan Populer: Rekombinan ADN. Jilid 5.Edisi ke10.Jakarta: PT Widiadara


E.Ganilin, L.2000.Jendela Iptek: Evolusi. Jakarta:Balai Pustaka
Kimbal, J.W. 1999. Biologi Jilid 3 Cetakan ke-3. Jakarta : Erlangga.
Sumarjito. 2008. Biologi untuk SMA Kelas XII IPA. Yogyakarta : Primaga.
Ville, Cinude. A, dkk.1999. Biologi Umum. Cilacap Jakarta : Erlangga

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
anugerah dan karunianya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan

15

baik. Makalah ini memberikan informasi kepada pembaca tentang Asal-Usul


Kehidupan.
Pada kesempatan ini, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu kami, sehingga makalah ini dapat terselesaikan cukup baik. Kami
menyadari bahwa makalah yang kami susun memiliki banyak sekali kekurangan.
Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
untuk menutupi segala kekurangan makalah yang kami susun. Semoga makalah
ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

DAFTAR ISI

i
KATA PENGANTAR .

DAFTAR ISI .. ii

16

BAB I

BAB II

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..

B. Permasalahan

PEMBAHASAN
A. Teori Asal Usul Kehidupan. 2
B. Teori Evolusi Biologi ..

C. Asal Usul Kehidupan Menurut Islam. 8


BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan 13
B. Saran .. 14

Daftar Pustaka.15

ii

17