Anda di halaman 1dari 3

KELAINAN RINGAN (GANGGUAN) DAN BERAT (PENYAKIT) PADA

PAYUDARA
Kelainan ringan (gangguan) dan berat (penyakit) pada payudara mencakup
berbagai bentuk klinis dan patologis. Ahli bedah memerlukan pemahaman yang
mendalam mengenai kelainan ringan dan berat pada payudara sehingga dapat
memberikan penjelasan yang baik kepada penderita, sesuai pengobatan yang
sudah disetujui dan dapat menghindari pengobatan jangka panjang yang tidak
perlu.
Kelainan Perkembangan Normal dan Involusi
Prinsip-prinsip yang mendasari kelainan perkembangan normal dan involusi atau
aberrations of normal development and involution (ANDI) adalah sebagai berikut:
(a) kelainan ringan dan berat pada payudara yang terkait dengan proses normal
dari reproduksi dan involusi; (b) kondisi payudara dari keadaan normal sampai
terjadinya penyakit; dan (c) klasifikasi ANDI mencakup semua aspek kondisi
payudara, termasuk patogenesis dan tingkat kelainan.
Komponen horizontal pada tabel 17-3 menunjukkan payudara dalam keadaan
normal, kelainan ringan (gangguan), sampai kelainan berat (penyakit).
Komponen vertikal menunjukkan periode dimana kondisi berkembang.

Sumber: Modified with permission from Hughes LE: Aberrations of normal


development and involution (ANDI): A concept of benign breast disorders based
on pathogenesis, in Hughes LE, et al (eds): Benign Disorders and Diseases of the
Breast: Concepts and Clinical Management.London: WB Saunders, 2000, p 23.
Copyright Elsevier.

PERKEMBANGAN REPRODUKSI AWAL


Fibroadenoma terutama terlihat pada wanita muda berusia 15 sampai 25 tahun
(Gambar. 17-12). Fibroadenoma biasanya tumbuh 1 atau 2 cm dan kemudian
stabil tetapi dapat tumbuh ke ukuran yang lebih besar. Fibroadenoma kecil (1
cm) dianggap normal, sedangkan fibroadenoma besar (3 cm) dianggap
gangguan dan fibroadenoma raksasa (>3 cm) dianggap penyakit. Selain itu,
jenis fibroadenoma lain (lebih dari lima lesi pada satu payudara) sangat jarang
terjadi dan dianggap penyakit. Etiologi hipertrofi payudara remaja tidak diketahui
dengan pasti. Sebuah bentuk perubahan dari hiperplasia stroma besar
(gigantomastia) dapat terlihat. Inversi puting merupakan gangguan
perkembangan saluran utama, yang dapat mencegah tonjolan normal puting.
Duktus fistula payudara muncul ketika inversi puting yang menjadi predisposisi
obstruksi duktus utama, yang mengarah ke abses subareolar berulang dan
fistula air susu.

Kelainan Patologi Non-Proliferatif


Pengobatan optimal dari kelainan ringan dan berat pada payudara sangat
penting dilakukan berdasarkan diferensiasi histologis jinak, atipikal, dan
perubahan ke arah keganasan. Penentuan perubahan klinis merupakan sebuah
masalah yang diperparah oleh nomenklatur tidak konsisten. Sistem klasifikasi
awalnya dikembangkan oleh Page yang memisahkan berbagai jenis kelainan
jinak dan berat pada payudara menjadi tiga kelompok klinis yang relevan seperti
kelainan non-proliferatif, kelainan proliferasi tanpa atypia, dan kelainan
proliferatif dengan atypia (Tabel 17-5). Kelainan non-proliferatif payudara terjadi
pada 70% dari kelainan ringan pada payudara dan tidak memiliki risiko

mengalami kanker payudara. Kategori ini termasuk kista, duct ectasia, mastitis
periductal, kalsifikasi, fibroadenoma, dan gangguan terkait lainnya.

Sumber: Modified from Consensus Meeting with permission. Copyright


American Medical Association.
Fibroadenoma
Pemeriksaan USG hati dengan biopsi jarum dapat memberikan diagnosis yang
akurat. Ultrasonografi dapat mengungkapkan bentuk khusus yang patognomonik
untuk fibroadenoma. Pada beberapa kondisi, biopsi jarum mungkin tidak
diperlukan. Selanjutnya, penderita yang sudah mendapatkan hasil USG dan
biopsi tidak perlu melakukan eksisi fibroadenoma. Cryoablation merupakan
pengobatan disetujui untuk fibroadenoma payudara. Dalam jangka pendek,
presentase tindak lanjut yang signifikan dari fibroadenoma akan menurun dalam
ukuran. Namun, banyak akan tetap teraba, terutama fibroadenoma dengan
ukuran lebih dari 2 cm. Oleh karena itu, perempuan harus diberi konseling
tentang pilihan pengobatan termasuk operasi pengangkatan, cryoablation, atau
observasi.