Anda di halaman 1dari 36

ASAM BASA

A. Sifat-sifat Asam Basa


Asam, basa merupakan zat kimia yang memiliki sifat-sifat yang dapat
membantu kita untuk membedakannya. Karena pada umumnya asam bersifat
masam dan basa berasa agak pahit. Akan tetapi rasa sebaiknya jangan
dipergunakan untuk menguji adanya asam atau basa, karena Anda tidak boleh
begitu saja mencicipi zat-zat kimia yang belum dikenal karena banyak diantaranya
yang bersifat racun atau bersifat korosif.
Asam dan Basa dapat Dibedakan dari Rasa dan Sentuhan
Apa yang terdapat dalam pikiran Anda ketika mendengar kata asam?
Apakah Anda berpikir pada suatu benda yang rasanya masam atau asam adalah
suatu zat yang dapat membakar kulit Anda dan melarutkanlogam? Semua itu
tergantung dari sifat khas beberapa asam.Pernahkah Anda membersihkan saluran
yang tersumbat dengan pembersih saluran? Meminum obat anti maag (antasid)
untuk mengatasi gangguan sakit perut dan merasakan licinnya sabun? Hal ini
berarti Anda telah berpengalaman dengan sifat kimia basa.
Asam mempunyai rasa masam. Rasa masam yang kita kenal misalnya
pada beberapa jenis makanan seperti jeruk, jus lemon, tomat, cuka, minuman
ringan (soft drink) dan beberapa produk seperti sabun yang mengandung belerang
dan air accu (Gambar 13). Sebaliknya, basa mempunyai rasa pahit. Tetapi, rasa
sebaiknya jangan digunakan untuk menguji adanya asam dan basa, karena
beberapa asam dan basa dapat mengakibatkan luka bakar dan merusak jaringan.

Seperti halnya rasa, sentuhan bukan merupakan cara yang aman untuk
menguji basa, meskipun Anda telah terbiasa dengan sentuhan sabun saat mandi
atau mencuci. Basa (seperti sabun) bersifat alkali, bereaksi dengan protein di
dalam kulit sehingga sel-sel kulit akan mengalami pergantian. Reaksi ini merupakan

bagian dari rasa licin yang diberikan oleh sabun, yang sama halnya dengan proses
pembersihan dari produk pembersih saluran.

Beberapa asam yang telah dikenal dalam kehidupan sehari-hari disajikan dalam
Tabel 1.
Tabel 1. Beberapa Asam dan Basa Yang Telah Dikenal

Asam juga merupakan kebutuhan industri yang vital. Empat macam asam
yang paling penting dalam industri adalah asam sulfat, asam fosfat, asam nitrat dan
asam klorida. Asam sulfat (H2SO4) merupakan cairan kental menyerupai oli.
Umumnya asam sulfat digunakan dalam pembuatan pupuk, pengilangan minyak,
pabrik baja, pabrik plastik, obat-obatan, pewarna, dan untuk pembuatan asam
lainnya. Asam fosfat (H3PO4) digunakan untuk pembuatan pupuk dan deterjen.

Namun, sangat disayangkan bahwa fosfat dapat menyebabkan masalah


pencemaran di danau-danau dan aliran sungai.
Asam nitrat (HNO3) banyak digunakan untuk pembuatan bahan peledak
dan pupuk. Asam nitrat pekat merupakan cairan tidak berwarna yang dapat
mengakibatkan luka bakar pada kulit manusia. Asam klorida (HCl) adalah gas yang
tidak berwarna yang dilarutkan dalam air. Asap HCl dan ion-ionnya yang terbentuk
dalam larutan, keduanya berbahaya bagi jaringan tubuh manusia.
Dalam keadaan murni, pada umumnya basa berupa kristal padat. Produk
rumah tangga apa yang mengandung basa? Beberapa produk rumah tangga yang
mengandung basa, antara lain deodorant, antasid, dan sabun. Basa yang
digunakan secara luas adalah kalsium hidroksida, Ca(OH)2 yang umumnya disebut
soda kaustik suatu basa yang berupa tepung kristal putih yang mudah larut dalam
air. Basa yang paling banyak digunakan adalah amoniak. Amoniak merupakan gas
tidak berwarna dengan bau yang sangat menyengat, sehingga sangat
mengganggu saluran pernafasan dan paru-paru bila gas terhirup. Amoniak
digunakan sebagai pupuk, serta bahan pembuatan rayon, nilon dan asam nitrat.
Asam dalam pelajaran kimia adalah senyawa kimia yang bila dilarutkan
dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam definisi
modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat
lain (yang disebut basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu
basa.
Basa adalah senyawa kimia yang menyerap ion hydronium ketika dilarutkan
dalam air.
Asam
Jenis-jenis asam

Asam askorbat
Asam karbonat
Asam sitrat
Asam etanoat
Asam laktat
Asam klorida
Asam nitrat
Asam fosfat

Asam sulfat

Sifat Asam

Mempunyai rasa asam dan bersifat korosif.


Dapat mengubah warna kertas lakmus biru menjadi kertas lakmus merah.

Reaksi asam dengan logam

Asam dapat bereaksi dengan logam menghasilkan zat lain dan menghasilkan gas
hidrogen. Contohnya adalah reaksi antara asam sulfat dengan logam magnesium.
Reaksi asam dengan senyawa karbonat
Asam dapat bereaksi dengan senyawa karbonat menghasilkan zat lain, gas CO2
dan air. Sebagai contoh, reaksi antara kalsium karbonat dengan larutan HCl. Pada
reaksi ini terbentuklah kalsium klorida.
Reaksi asam dengan oksida logam
Asam dapat bereaksi dengan oksida logam menghasilkan zat lain dan air. Sebagai
contoh, reaksi antara asam sulfat dengan tembaga oksida.
Basa
Jenis-jenis basa

Amonia
Kalsium hidroksida
Kalsium oksida
Magnesium hidroksida

Natrium hidroksida

Sifat-sifat basa

Mempunyai rasa pahit dan merusak kulit. Terasa licin seperti sabun bila
terkena kulit.
Dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi kertas lakmus biru.

B. Definisi Asam dan Basa

Menurut sejarahnya, awalnya Lavoisier mengemukakan bahwa asam


merupakan senyawa yang mengandung oksigen (oksida dari nitrogen, fosfor, sulfur
dan halogen yang membentuk asam dalam air). Namun sekitar awal abad 19,
beberapa asam yang tidak mengandung oksigen telah ditemukan, sehingga
akhirnya pada tahun 1838 Liebig mendefinisikan asam sebagai senyawa yang

mengandung hidrogen, dimana hidrogen tersebut dapat digantikan oleh logam.


Pada abad berikutnya, dikembangkan definisi-definisi asam-basa yang
memperbaiki definisi sebelumnya.
Definisi asam-basa menurut Arrhenius
Menurut Arrhenius pada tahun 1903, asam adalah zat yang dalam air dapat
menghasilkan ion hidrogen (atau ion hidronium, H3O+) sehingga dapat
meningkatkan konsentrasi ion hidronium (H3O+).

basa adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida sehingga dapat
meningkatkan konsentrasi ion hidroksida.

Reaksi keseluruhannya :

Secara umum :

Konsep asam basa Arrhenius terbatas hanya pada larutan air, sehingga tidak dapat
diterapkan pada larutan non-air, fasa gas dan fasa padatan dimana tidak ada H+
dan OH-.
Definisi asam-basa menurut Bronsted-Lowry
Pada tahun 1923, Bronsted dan Lowry mendefinisikan :
Asam adalah suatu senyawa yang dapat memberikan proton (H+) Basa adalah
suatu senyawa yang dapat berperan sebagai menerima proton (H+).

Pada kedua contoh reaksi di atas, air dapat bertindak sebagai basa dalam larutan
HCl dan sebagai asam dalam larutan amonia. Senyawa yang dapat bertindak
sebagai asam dan basa disebut sebagai senyawa amfoter. Contoh lain senyawa
yang bersifat amfoter yaitu Al2O3. Reaksi di atas menunjukkan pasangan asambasa konjugasi. Pada reaksi kebalikannya, ion Cl- menerima proton dari ion
oksonium (H3O+). Ion Cl- disebut sebagai basa dan ion oksonium (H3O+) disebut
sebagai asam, sehingga HCl merupakan pasangan asam-basa konjugasi dari Cl dan H2O merupakan pasangan asam-basa konjugasi dari ion oksonium (H3O+).
Definisi asam-basa menurut Lewis
Lewis mendefinisikan :
Asam adalah senyawa kimia yang bertindak sebagai penerima pasangan elektron.
Basa adalah senyawa kimia yang bertindak sebagai pemberi pasangan elektron.
Contoh :

Dalam kulit valensi atom N dalam molekul NH 3, terdapat 3 (tiga pasang ikatan (N-H)
dan 1 (satu) pasang elektron tidak berpasangan(:), sedangkan untuk atom B dalam
molekul BF3, terdapat 3 (tiga pasang elektron yang berikatan (B-F). Sepasang
elektron tida berikatan dapat disumbangkan kepada atom pusat B yang kemudian
digunakan bersama-sama, sehingga terjadi ikatan kovalen koordinasi (B-N).

Definisi asam-basa menurut Lux-Flood

Sistem asam-basa Lux-Flood merupakan sistem asam-basa dalam larutan


nonprotik yang tidak dapat menggunakan definisi Bronsted-Lowry. Contohnya, pada
temperatur leleh suatu senyawa anorganik yang cukup tinggi reaksinya sebagai
berikut:

basa (CaO) adalah pemberi oksida


asam (SiO2) adalah penerima oksida
Sistem Lux-Flood terbatas pada sistem lelehan oksida, namun merupakan aspek
anhidrida asam-basa dari kimia asam- basa yang sering diabaikan.
Basa Lux-flood adalah suatu anhidrida basa.

Sedangkan asam Lux-Flood adalah suatu anhidrida asam.

Karakterisasi oksida logam dan non logam menggunakan sistem tersebut


bermanfaat dalam industri pembuatan logam.

Hubungan antara teori Bronsted-Lowry dan teori Arrhenius


Teori Bronsted-Lowry tidak berlawanan dengan teori Arrhenius Teori BronstedLowry merupakan perluasan teori Arrhenius.
Ion hidroksida tetap berlaku sebagai basa karena ion hidroksida menerima ion
hidrogen dari asam dan membentuk air.
Asam menghasilkan ion hidrogen dalam larutan karena asam bereaksi dengan
molekul air melalui pemberian sebuah proton pada molekul air.
Ketika gas hidrogen klorida dilarutkan dalam air untuk menghasilkan asam
hidroklorida, molekul hidrogen klorida memberikan sebuah proton (sebuah ion
hidrogen) ke molekul air. Ikatan koordinasi (kovalen dativ) terbentuk antara satu
pasangan mandiri pada oksigen dan hidrogen dari HCl. Menghasilkan ion
hidroksonium, H3O+.

Ketika asam yang terdapat dalam larutan bereaksi dengan basa, yang berfungsi
sebagai asam sebenarnya adalah ion hidroksonium. Sebagai contoh, proton
ditransferkan dari ion hidroksonium ke ion hidroksida untuk mendapatkan air.

Tampilan elektron terluar, tetapi mengabaikan elektron pada bagian yang lebih
dalam:

Adalah sesuatu hal yang penting untuk mengatakan bahwa meskipun anda
berbicara tentang ion hidrogen dalam suatu larutan, H+(aq), sebenarnya anda sedang
membicarakan ion hidroksonium.
Permasalahan hidrogen klorida / amonia
Hal ini bukanlah suatu masalah yang berlarut-larut dengan menggunakan teori
Bronsted-Lowry. Apakah anda sedang membicarakan mengenai reaksi pada
keadaan larutan ataupun pada keadaan gas, amonia adalah basa karena amonia
menerima sebuah proton (sebuah ion hidrogen). Hidrogen menjadi tertarik ke
pasangan mandiri pada nitrogen yang terdapat pada amonia melalui sebuah ikatan
koordinasi.

Jika amonia berada dalam larutan, amonia menerima sebuah proton dari ion
hidroksonium:

Jika reaksi terjadi pada keadaan gas, amonia menerima sebuah proton secara
langsung dari hidrogen klorida:

Cara yang lain, amonia berlaku sebagai basa melalui penerimaan sebuah ion
hidrogen dari asam.
Pasangan konjugasi
Ketika hidrogen klorida dilarutkan dalam air, hampir 100% hidrogen klorida bereaksi
dengan air menghasilkan ion hidroksonium dan ion klorida. Hidrogen klorida adalah
asam kuat, dan kita cenderung menuliskannya dalam reaksi satu arah:

Pada faktanya, reaksi antara HCl dan air adalah reversibel, tetapi hanya sampai
pada tingkatan yang sangat kecil. Supaya menjadi bentuk yang lebih umum, asam
dituliskan dengan HA, dan reaksi berlangsung reversibel.

Perhatikan reaksi ke arah depan:

HA adalah asam karena HA mendonasikan sebuah proton (ion hidrogen) ke


air.
Air adalah basa karena air menerima sebuah proton dari HA.

Akan tetapi ada juga reaksi kebalikan antara ion hidroksonium dan ion A-:

H3O+ adalah asam karena H3O+ mendonasikan sebuah proton (ion hidrogen)
ke ion A-.
Ion A- adalah basa karena A- menerima sebuah proton dari H3O+.

Reaksi reversibel mengandung dua asam dan dua basa.


menganggapnya berpasangan, yang disebut pasangan konjugasi.

Kita

dapat

Ketika asam, HA, kehilangan sebuah proton asam tersebut membentuk sebuah
basa A-. Ketika sebuah basa, A-, menerima kembali sebuah proton, basa tersebut
kembali berubah bentuk menjadi asam, HA. Keduanya adalah pasangan konjugasi.
Anggota pasangan konjugasi berbeda antara satu dengan yang lain melalui
kehadiran atau ketidakhadiran ion hidrogen yang dapat ditransferkan.
Jika anda berfikir mengenai HA sebagai asam, maka A- adalah sebagai basa
konjugasinya.
Jika anda memperlakukan A- sebagai basa, maka HA adalah sebagai asam
konjugasinya.
Air dan ion hidroksonium juga merupakan pasangan konjugasi. Memperlakukan air
sebagai basa, ion hidroksonium adalah asam konjugasinya karena ion
hidroksonium memiliki kelebihan ion hidrogen yang dapat diberikan lagi.
Memperlakukan ion hidroksonium sebagai asam, maka air adalah sebagai basa
konjugasinya. Air dapat menerima kembali ion hidrogen untuk membentuk kembali
ion hidroksonium.
Contoh yang kedua mengenai pasangan konjugasi
Berikut ini adalah reaksi antara amonia dan air yang telah kita lihat sebelumnya:

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah forward reaction terlebih dahulu.
Amonia adalah basa karena amonia menerima ion hidrogen dari air. Ion amonium
adalah asam konjugasinya ion amonium dapat melepaskan kembali ion hidrogen
tersebut untuk membentuk kembali amonia.

Air berlaku sebagai asam, dan basa konjugasinya adalah ion hidroksida. Ion
hidroksida dapat menerima ion hidrogen untuk membentuk air kembali.
Perhatikanlah hal ini pada tinjauan yang lain, ion amonium adalah asam, dan
amonia adalah basa konjugasinya. Ion hidroksida adalah basa dan air adalah asam
konjugasinya.
Zat amfoter
Anda mungkin memperhatikan (atau bahkan mungkin juga tidak memperhatikan!)
bahwa salah satu dari dua contoh di atas, air berperilaku sebagai basa, tetapi di
lain pihak air berperilaku sebagai asam.
Suatu zat yang dapat berperilaku baik sebagai asam atau sebagai basa
digambarkan sebagai amfoter.

Hubungan antara teori Lewis dan teori Bronsted-Lowry


Basa Lewis
Hal yang paling mudah untuk melihat hubungan tersebut adalah dengan meninjau
dengan tepat mengenai basa Bronsted-Lowry ketika basa Bronsted-Lowry
menerima ion hidrogen. Tiga basa Bronsted-Lowry dapat kita lihat pada ion
hidroksida, amonia dan air, dan ketianya bersifat khas.

Teori Bronsted-Lowry mengatakan bahwa ketiganya berperilaku sebagai basa


karena ketiganya bergabung dengan ion hidrogen. Alasan ketiganya bergabung
dengan ion hidrigen adalah karena ketiganya memiliki pasangan elektron mandiri
seperti yang dikatakan oleh Teori Lewis. Keduanya konsisten.
Jadi bagaimana Teori Lewis merupakan suatu tambahan pada konsep basa? Saat
ini belum hal ini akan terlihat ketika kita meninjaunya dalam sudut pandang yang
berbeda.
Tetapi bagaimana dengan reaksi yang sama mengenai amonia dan air, sebagai
contohnya? Pada teori Lewis, tiap reaksi yang menggunakan amonia dan air
menggunakan pasangan elektron mandiri-nya untuk membentuk ikatan koordinasi
yang akan terhitung selama keduanya berperilaku sebagai basa.
Berikut ini reaksi yang akan anda temukan pada halaman yang berhubungan
dengan ikatan koordinasi. Amonia bereaksi dengan BF3 melalui penggunaan
pasangan elektron mandiri yang dimilikinya untuk membentuk ikatan koordinasi
dengan orbital kosong pada boron.

Sepanjang menyangkut amonia, amonia menjadi sama persis seperti ketika amonia
bereaksi dengan sebuah ion hidrogen amonia menggunakan pasangan elektron
mandiri-nya untuk membentuk ikatan koordinasi. Jika anda memperlakukannya
sebagai basa pada suatu kasus, hal ini akan berlaku juga pada kasus yang lain.
Asam Lewis
Asam Lewis adalah akseptor pasangan elektron. Pada contoh sebelumnya, BF 3
berperilaku sebagai asam Lewis melalui penerimaan pasangan elektron mandiri
milik nitrogen. Pada teori Bronsted-Lowry, BF3 tidak sedikitpun disinggung
menganai keasamannya.
Inilah tambahan mengenai istilah asam dari pengertian yang sudah biasa
digunakan.
Bagaimana dengan reaksi asam basa yang lebih pasti seperti, sebagai contoh,
reaksi antara amonia dan gas hidrogen klorida?

Pastinya adalah penerimaan pasangan elektron mandiri pada nitrogen. Buku teks
sering kali menuliskan hal ini seperti jika amonia mendonasikan pasangan elektron
mandiri yang dimilikinya pada ion hidrogen proton sederhana dengan tidak
adanya elektron disekelilingnya.
Ini adalah sesuatu hal yang menyesatkan! anda tidak selalu memperoleh ion
hidrogen yang bebas pada sistem kimia. Ion hidogen sangat reaktif dan selalu
tertarik pada yang lain. Tidak terdapat ion hidrogen yang tidak bergabung dalam
HCl.
Tidak terdapat orbital kosong pada HCl yang dapat menerima pasangan elektron.
Mengapa, kemudian, HCl adalah suatu asam Lewis?
Klor lebih elektronegatif dibandingkan dengan hidrogen, dan hal ini berarti bahwa
hidrogen klorida akan menjadi molekul polar. Elektron pada ikatan hidrogen-klor
akan tertarik ke sisi klor, menghasilkan hidrogen yang bersifat sedikit positif dan klor
sedikit negatif.

Pasangan elektron mandiri pada nitrogen yang terdapat pada molekul amonia
tertarik ke arah atom hidrogen yang sedikit positif pada HCl. Setelah pasangan
elektron mandiri milik nitrogen mendekat pada atom hidrogen, elektron pada ikatan
hidrogen-klor tetap akan menolak ke arah klor.
Akhirnya, ikatan koordinasi terbentuk antara nitrogen dan hidrogen, dan klor
terputus keluar sebagai ion klorida.
Hal ini sangat baik ditunjukkan dengan notasi "panah melengkung" seperti yang
sering digunakan dalam mekanisme reaksi organik.

C. pH
Alat pengukur
Alat untuk mengukur skala keasaman atau pH adalah pH meter. Skala pHnya
adalah antara 0-14.
Tingkat keasaman
0-6
7
8-14

=
=
=

asam
netral
basa

Warna standar indikator


pH 1 = Asam
pH 2 = Asam
pH 3 = Asam
pH 4 = Asam
pH 5 = Asam
pH 6 = Asam
pH 7 = Netral
pH 8 = Basa
pH 9 = Basa
pH 10 = Basa
pH 11 = Basa
pH 12 = Basa
pH 13 = Basa
pH 14 = Basa

Pemilihan indikator untuk titrasi


Harus diingat bahwa titik ekivalen titrasi yang mana anda memiliki campuran dua
zat pada perbandingan yang tepat sama. anda tak pelak lagi membutuhkan
pemilihan indikator yang perubahan warnanya mendekati titik ekivalen. Indikator
yang dipilih bervariasi dari satu titrasi ke titirasi yang lain.

Asam kuat vs basa kuat


Diagram berikut menunjukkan kurva pH untuk penambahan asam kuat pada basa
kuat. Bagian yang diarsir pada gambar tersebut adalah rentang pH untuk jingga
metil dan fenolftalein.

anda dapat melihat bahwa tidak terdapat perubahan indikator pada titik ekivalen.
Akan tetapi, gambar menurun tajam pada titik ekivalen tersebut yang menunjukkan
tidak terdapat perbedaan pada volume asam yang ditambahkan apapun indikator
yang anda pilih. Akan tetapi, hal tersebut berguna pada titrasi untuk memilihih
kemungkinan warna terbaik melalui penggunaan tiap indikator.
Jika anda mengguanakan fenolftalein, anda akan mentitrasi sampai fenolftalein
berubah menjadi tak berwarna (pada pH 8,8) karena itu adalah titik terdekat untuk
mendapatkan titik ekivalen.
Dilain pihak, dengan menggunakan jingga metil, anda akan mentitrasi sampai
bagian pertama kali muncul warna jingga dalam larutan. Jika larutan berubah
menjadi merah, anda mendapatkan titik yang lebih jauh dari titik ekivalen.

Asam kuat vs basa lemah

Kali ini adalah sangat jelas bahwa fenolftalein akan lebih tidak berguna. Akan tetapi
jingga metil mulai berubah dari kuning menjadi jingga sangat mendekati titik
ekivalen.
anda memiliki pilihan indiaktor yang berubah warna pada bagian kurva yang curam.

Asam lemah vs basa kuat

Kali ini, jingga metil sia-sia! Akan tetapi, fenolftalein berubah warna dengan tepat
pada tempat yang anda inginkan.

Asam lemah vs basa lemah


Kurva berikut adalah untuk kasus dimana asam dan basa keduanya sebanding
lemahnya sebagai contoh, asam etanoat dan larutan amonia. Pada kasus yang
lain, titik ekivalen akan terletak pada pH yang lain.

Anda dapat melihat bahwa kedua indikator tidak dapat digunakan. Fenolftalein akan
berakhir perubahannya sebelum tercapai titik ekivalen, dan jingga metil jauh ke
bawah sekali.
Ini memungkinkan untuk menemukan indiaktor yang memulai perubahan warna
atau mengakhirinya pada titik eqivalen, karena pH titik ekivalen berbeda dari kasus
yang satu ke kasus yang lain, anda tidak dapat mengeneralisirnya.
Secara keseluruhan, anda tidak akan pernah mentitrasi asam lemah dan asam
basa melalui adanya indikator.
Larutan natrium karbonat dan asam hidroklorida encer
Berikut ini adalah kasus yang menarik. Jika anda menggunakan fenolftalein atau
jingga metil, keduanya akan memberikan hasil titirasi yang benar akan tetapi
harga dengan fenolftalein akan lebih tepat dibandingkan dengan bagian jingga metil
yang lain.

Hal ini terjadi bahwa fenolftalein selesai mengalami perubahan warnanya pada pH
yang tepat dengan titik ekivalen pada saat untuk pertamakalinya natrium
hidrogenkarbonat terbentuk.

Perubahan warna jingga metil dengan tepat terjadi pada pH titik ekivalen bagian
kedua reaksi.

LARUTAN BUFFER / PENYANGGA

Apakah yang dimaksud dengan larutan penyangga?


Definisi
Larutan penyangga adalah satu zat yang menahan perubahan pH ketika sejumlah
kecil asam atau basa ditambahkan kedalamnya.
Larutan penyangga yang bersifat asam
Larutan penyangga yang bersifat asam adalah sesuatu yang memiliki pH kurang
dari 7. Larutan penyangga yang bersifat asam biasanya terbuat dari asam lemah
dan garammya acapkali garam natrium.
Contoh yang biasa merupakan campuran asam etanoat dan natrium etanoat dalam
larutan. Pada kasus ini, jika larutan mengandung konsentrasi molar yang sebanding
antara asam dan garam, maka campuran tersebut akan memiliki pH 4.76. Ini bukan
suatu masalah dalam hal konsentrasinya, sepanjang keduanya memiliki
konsentrasi yang sama.
Anda dapat mengubah pH larutan penyangga dengan mengubah rasio asam
terhadap garam, atau dengan memilih asam yang berbeda dan salah satu
garamnya.
Larutan penyangga yang bersifat basa
larutan penyangga yang bersifat basa memiliki pH diatas 7. Larutan penyangga
yang bersifat basa biasanya terbuat dari basa lemah dan garamnya.
Seringkali yang digunakan sebagai contoh adalah campuran larutan amonia dan
larutan amonium klorida. Jika keduanya dalam keadaan perbandingan molar yang
sebanding, larutan akan memiliki pH 9.25. Sekali lagi, hal itu bukanlah suatu
masalah selama konsentrasi yang anda pilih keduanya sama.
Bagaimana cara larutan penyangga bekerja?
Larutan penyangga mengandung sesuatu yang akan menghilangkan ion hidrogen
atau ion hidroksida yang mana anda mungkin menambahkannya sebaliknya akan
merubah pH. Larutan penyangga yang bersifat asam dan basa mencapai kondisi ini
melalui cara yang berbeda.
Larutan penyangga yang bersifat asam
Kita akan mengambil campuran asam etanoat dan natrium etanoat sebagai contoh
yang khas.
Asam etanoat adalah asam lemah, dan posisi kesetimbangan akan bergeser ke
arah kiri:

Penambahan natrium etanoat pada kondisi ini menambah kelebihan ion etanoat
dalam jumlah yang banyak. Berdasarkan Prinsip Le Chatelier, ujung posisi
kesetimbangan selanjutnya bergeser ke arah kiri.
Karena itu larutan akan mengandung sesuatu hal yang penting:

Banyak asam etanoat yang tidak terionisasi;


Banyak ion etanoat dari natrium etanoat:

Cukup ion hidrogen untuk membuat larutan menjadi bersifat asam.

Sesuatu hal yang lain (seperti air dan ion natrium) yang ada tidak penting pada
penjelasan.
Penambahan asam pada larutan penyangga yang bersifat asam
Larutan penyangga harus menghilangkan sebagian besar ion hidrogen yang baru
sebaliknya pH akan turun dengan mencolok sekali.
Ion hidrogen bergabung dengan ion etanoat untuk menghasilkan asam etanoat.
Meskipun reaksi berlangsung reversibel, karena asam etanoat adalah asam lemah,
sebagaian besar ion hidrogen yang baru dihilangkan melalui cara ini.

Karena sebagian besar ion hidrogen yang baru dihilangkan, pH tidak akan berubah
terlalu banyak tetapi karena kesetimbangan ikut terlibat, pH akan sedikit
menurun.
Penambahan basa pada larutan penyangga yang bersifat asam
Larutan basa mengandung ion hidroksida dan larutan penyangga menghilangkan
ion hidroksida tersebut.
Kali ini situasinya sedikit lebih rumit karena terdapat dua proses yang dapat
menghilangkan ion hidroksida.
Penghilangan ion hidroksida melalui reaksi dengan asam etanoat
Sebagian besar zat yang bersifat asam yang mana ion hidroksida bertumbukan
dengan molekul asam etanoat. Keduanya akan bereaksi untuk membentuk ion
etanoat dan air.

Karena sebagian besar ion hidroksida dihilangkan, pH tidak berubah terlalu besar.
Penghilangan ion hidroksida melalui reaksi dengan ion hidrogen

Harus diingat bahwa beberapa ion hidrogen yang ada berasal dari ionisasi asam
aetanoat.

Ion hidroksida dapat bergabung dengannya untuk membentuk air. Selama hal itu
terjadi, ujung kesetimbangan menggantikannya. Hal ini tetap terjadi sampai
sebagian besar ion hidrogen dihilangkan.

Sekali lagi, karena anda memiliki kesetimbangan yang terlibat, tidak semua ion
hidroksida dihilangkan karena terlalu banyak. Air yang terbentuk terionisasi
kembali menjadi tingat yang sangat kecil untuk memberikan beberapa ion hidrogen
dan ion hidroksida.
Larutan penyangga yang bersifat basa
Kita akan menganbil campuran larutan amonia dan amonium klorida sebagai
contoh yang khas.
Amonia adalah basa lemah, dan posisi kesetimbangan akan bergerak ke arah kiri:

Penambahan amonium klorida pada kondisi ini menambahkan kelebihan ion


amonium dalam jumlah yang banyak. Berdasarkan Prinsip Le Chatelier, hal itu akan
menyebabkan ujung posisi kesetimbangan akan bergeser ke arah kiri.
Karena itu larutan akan mengandung beberapa hal yang penting:

Banyak amonia yang tidak bereaksi;


Banyak ion amonia dari amonium klorida;

Cukup ion hidrogen untuk menghasilkan larutan yang bersifat basa.

Hal lain (seperti air dan ion klorida) yang ada tidak penting pada penjelasan.
Penambahan asam pada larutan penyangga yang bersifat basa

Terdapat dua proses yang dapat menghilangkan ion hidrogen yang anda
tambahkan.
Penghilangan ion hidrogen melalui reaksi dengan amonia
Sebagian besar zat dasar yang mana ion hidrogen bertumbukan dengannya adalah
molekul amonia. Keduanya akan bereaksi untuk membentuk ion amonium.

Sebagian besar, tetapi tidak seluruhnya, ion hidrogen akan dihilangkan. Ion
amonium bersifat asam yang sedikit lemah, dan karena itu ion hidrohen akan
dilepaskan kembali.
Penghilangan ion hidrogen melalui reaksi dengan ion hidroksida
Harus diingat bahwa beberepa ion hidroksida yang ada berasal dari reaksi antara
amonia dan air.

Ion hidrogen dapat bergabung dengan ion hidroksida tersebut untuk menghasilkan
air. Selama hal itu terjadi, ujung kesetimbangan menggantikan ion hidroksida. Hal
ini terus terjadi sampai sebagian besar ion hidrogen dihilangkan.

Sekali lagi, karena anda memiliki kesetimbangan yang terlibat, tidak semua ion
hidrogen dihilangkan hanya sebagian besar.

Penambahan basa pada larutan penyangga yang bersifat basa


Ion hidroksida dari alkali dihilangkan melali reaksi yang sederhana dengan ion
amonium.

Karena amonia yang terbentuk merupakan basa lemah, amonia akan bereaksi
dengan air dan karena itu reaksi sedikit reversibel. Hal ini berarti bahwa, sekali
lagi, sebagian besar (tetapi tidak semuanya) ion hidrogen dihilangkan dari larutan.

Prinsip kerja larutan penyangga


Sebenarnya penambahan sedikit asam, basa, atau pengenceran pada
larutan penyangga menimbulkan sedikit perubahan pH (tetapi besar perubahan pH
sangatlah kecil) sehingga pH larutan dianggap tidak bertambah atau pH tetap pada
kisarannya. Namun, jika asam atau basa ditambahkan ke larutan bukan penyangga
maka perubahan pH larutan akan sangat mencolok.
Prinsip kerja dari larutan penyangga yang dapat mempertahankan harga pH
pada kisarannya adalah sebagai berikut.
a. Larutan Penyangga Asam HA/A HA (aq) --> A - (aq) + H + (aq)
Jika ditambah sedikit asam kuat (H + )

o
Ion H

dari asam kuat akan menaikkan konsentrasi H

dalam larutan, sehingga

reaksi kesetimbangan larutan terganggu; reaksi akan bergeser ke kiri. Namun, basa
konjugasi (A - ) akan menetralisir H + dan membentuk HA
A - (aq) + H + (aq) HA (aq)
sehingga pada kesetimbangan yang baru tidak terdapat perubahan konsentrasi H +
yang berarti, besarnya pH dapat dipertahankan pada kisarannya.
o

Jika ditambah sedikit basa kuat (OH - )

Ion OH

dari basa kuat akan bereaksi dengan H

konsentrasi H

dalam larutan, sehingga

menurun dan kesetimbangan larutan terganggu. Oleh karena itu,

HA dalam larutan akan terionisasi membentuk H


bergeser ke kanan

dan A - ; reaksi kesetimbangan

OH - (aq) + H + (aq) H 2 O (l)


HA (aq) A - (aq) + H + (aq)
sehingga, pada kesetimbangan yang baru tidak terdapat perubahan konsentrasi H +
yang nyata; pH larutan dapat dipertahankan pada kisarannya. Asam lemah dapat
menetralisir penambahan sedikit basa OH - .
HA (aq) + OH - (aq) A - (aq) + H 2 O (l)
o

Jika larutan penyangga diencerkan

Pengenceran larutan merupakan penambahan air (H 2 O) pada larutan. Air (H 2 O)


akan mengalami reaksi kesetimbangan menjadi H

dan OH -, namun H 2 O yang

terurai sangat sedikit. Jadi, konsentrasi H + dan OH - sangat kecil, sehingga dapat
diabaikan.
b. Larutan Penyangga Basa B/BH +
B (aq) + H 2 O (l)
BH + (aq) + OH - (aq)
o

Penambahan sedikit asam kuat (H + )

H + dari asam kuat dapat bereaksi dengan OH - pada larutan, sehingga konsentrasi
OH - menurun dan reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri. Basa lemah (B)
dalam larutan akan bereaksi dengan H 2 O membentuk asam konjugasinya dan ion
OH - .
H + (aq) + OH - (aq) H 2 O (l)
B (aq) + H 2 O (l) BH + (aq) + OH - (aq)
Pada kesetimbangan yang baru tidak terdapat perubahan pH yang nyata, besarnya
pH dapat dipertahankan. Basa lemah dapat menetralkan penambahan sedikit asam
(H + ).
B (aq) + H + (aq) BH + (aq)

Penambahan sedikit basa kuat (OH - )

Adanya basa kuat (OH

) dapat meningkatkan konsentrasi OH

dalam larutan,

sehingga reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri. Namun adanya asam


konjugasi (BH + ) dapat menetralkan kehadiran OH - dan membentuk B dan H 2 O.
Sehingga pada kesetimbangan tidak terdapat perubahan konsentrasi OH

yang

nyata, dan pH larutan dapat dipertahankan.


BH + (aq) + OH - (aq) B (aq) + H 2 O (l)
o

Penambahan air (pengenceran)

Penambahan H 2 O dalam larutan akan langsung terionisasi menjadi H + dan OH -,


namun konsentrasi H + dan OH - sangat kecil, sehingga dapat diabaikan.

HIDROLISIS GARAM
Apa yang dimaksud Hidrolisis Garam?

Hidrolisis berasal dari kata hidro yaitu air dan lisis berarti
penguraian,
berarti hidrolisis garam adalah penguraian garam
oleh air yang menghasilkan
asam dan basanya kembali.
Ada dua macam hidrolisis, yaitu:
o
o

Hidrolisis parsial/sebagian (jika garamnya berasal dari asam


lemah dan
basa kuat atau sebaliknya & pada hidrolisis sebagian
hanya salah satu
ion saja yang mengalami reaksi hidrolisis, yang
lainnya tidak)
Hidrolisis total (jika garamnya berasal dari asam lemah dan basa
lemah).

* Beberapa jenis garam berdasarkan komponen asam basa

pembentuknya

asam
basa
sifat larutan
pembentuk pembentuk

contoh

kuat

kuat

netral

NaCl; K2SO4

kuat

lemah

asam

NH4Cl; Al2(SO4)3

lemah

kuat

Basa

CH3COONa;
Na2CO3

lemah

lemah

bergantung Ka &
CH3COONH4
Kb

Catatan:
Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis dan
bersifat netral.
Di dalam air garam ini mengalami ionisasi sempurna menjadi anion dan kation.
Contoh : garam NaCl
Di dalam air, NaCl terionisasi sempurna membentuk ion Na+ dan ClNaCl(aq)
Na+(aq) + Cl-(aq)
Ion Na+ berasal dari asam kuat dan ion Cl- berasal dari basa kuat sehingga
keduanya tidak bereaksi dengan air.

Reaksi Hidrolisis adalah


Na+(aq)
+
Cl-(aq) + H2O(l)

H2O(l)
(tidak
(tidak ada reaksi)

Larutan ini bersifat netral (pH=7).

ada

reaksi)

Jika diuji keasamannya dengan menggunakan kertas lakmus biru dan merah ,
maka warna lakmus biru tetap biru, lakmus merah tetap merah.

Jenis garam yang terhidrolisis dalam air & sifatnya


Garam yang terhidrolisis dalam air ada 3 macam, yaitu:

Di dalam air, Garam ini akan terhidrolisis sebagian (kation dari basa lemah
terhidrolisis, sedangkan anion dari asam kuat tidak)
Contoh : garam NH 4Cl.
Dalam air, NH 4Cl terionisasi sempurna membentuk ion Cl - dan NH 4 +

NH 4Cl

NH 4 + + Cl -

Reaksi Hidrolisis adalah


NH 4 +(aq) +H 2O(aq)
Na +(aq) + H 2O(l)

NH 3(aq) +H 3O +(aq)
(tidak ada reaksi)

Bersifat asam (pH<7 karena Hidrolisis menghasilkan ion H 3O +).


Jika diuji keasamannya dengan menggunakan kertas lakmus biru , maka warna
kertas akan berubah menjadi merah.

Penentuan pH
Contoh larutan garam yang bersifat asam adalah NH 4Cl, NH 4Br, ( NH 4) 2 SO 4.
**Untuk garam yang memiliki satu kation , seperti NH 4Cl, NH 4Br , berlaku:
NH 4Cl

NH 4 + + Cl -

reaksi hidrolisis sebagai berikut:


NH 4 +(aq) +H 2O(l)

NH 4OH(aq) + H +(aq)

Tetapan kesetimbangan dari reaksi hidrolisis disebut tetapan hidrolisis dan


dilambangkan dengan K h.

K h= [NH 4OH][H +] /[NH 4 +]


[H 2O] diabaikan karena jumlah H 2O yang bereaksi jauh lebih kecil daripada H 2O
yang berperan sebagai pelarut.
[NH 4OH] selalu sama dengan [ H +] sehingga

[NH 4 + ] = [garam] = Cg
maka

Selanjutnya, harga tetapan hidrolisis Kh dapat dikaitkan dengan tetapan ionisasi


basa lemah Ka dan tetapan kesetimbangan air Kw
K h = K W/K b
Sehingga

Ket: Kh: harga tetapan hidrolisis


Kb: tetapan ionisasi basa lemah
Kw: tetapan kesetimbangan air
**Untuk garam yang memiliki dua kation ,seperti ( NH 4) 2 SO 4 , berlaku:
( NH 4) 2 SO 4

2 NH 4 + (aq) + SO 4 2-(aq)

[NH 4 +] = 2 x [( NH 4) 2 SO 4] = 2 x [garam] = 2 x Cg

Selanjutnya, harga tetapan hidrolisis Kh dapat dikaitkan dengan tetapan ionisasi


basa lemah Ka dan tetapan kesetimbangan air Kw
K h = K W/K b
Sehingga

Ket:Kh: harga tetapan hidrolisis


Kb: tetapan ionisasi basa lemah
Kw: tetapan kesetimbangan air

Di dalam air, Garam ini akan terhidrolisis sebagian (anion dari asam lemah
terhidrolisis, sedangkan kation dari basa kuat tidak)
Contoh : garam CH3COONa, (CH3COO)2Ba
Dalam air, CH3COONa terionisasi sempurna membentuk
ion CH3COO- dan Na+
CH3COONa

CH3COO-(aq) + Na+(aq)

Reaksi hidrolisis adalah:


CH3COO- + H2O
Na+(aq) + H2O(l)

CH3COOH + OH(tidak ada reaksi)

Bersifat basa (pH>7 karena Hidrolisis menghasilkan ion OH-).

Jika diuji keasamannya dengan menggunakan kertas lakmus merah maka warna
kertas akan berubah menjadi biru.

Penentuan pH

*Untuk garam yang memiliki satu anion, seperti CH3COONa, berlaku


CH3COONa

CH3COO-(aq) + Na+(aq)

reaksi hidrolisis CH3COO- dari garam CH3COONa sebagai berikut!


CH3COO- + H2O
CH3COOH + OHKonstanta kesetimbangan reaksi hidrolisis disebut konstanta hidrolisis yang
dinotasikan dengan Kh

Selanjutnya, harga tetapan hidrolisis Kh dapat dikaitkan dengan tetapan


ionisasi asam lemah Ka dan tetapan kesetimbangan air Kw

sehingga

Ket:
Kh: harga tetapan hidrolisis
Ka: tetapan ionisasi asam lemah
Kw: tetapan kesetimbangan air
**Untuk garam yang memiliki dua anion,seperti (CH3COO)2Ba, berlaku:
(CH3COO)2Ba

2CH3COO-(aq) + Ba2+(aq)

[CH3COO-] = 2 x [(CH3COO)2Ba] = 2 x [garam] = 2 x Cg

Selanjutnya, harga tetapan hidrolisis Kh dapat dikaitkan dengan tetapan


ionisasi asam lemah Ka dan tetapan kesetimbangan air Kw

sehingga

Ket:
Kh: harga tetapan hidrolisis
Ka: tetapan ionisasi asam lemah
Kw: tetapan kesetimbangan air

Baik kation maupun anion dari garam ini akan bereaksi dengan pelarut air
(hidrolisis total),
Contoh: garam CH3COONH4

garam CH3COONH4 dalam air akan terionisasi sebagai berikut:


CH3COONH4
CH3COO- + NH4+

reaksi hidrolisis adalah:


CH3COO- + H2O
CH3COOH + OHNH4+(aq) + H2O(aq)
NH3(aq) + H3O+(aq)

Mungkin bersifat basa, asam, atau netral (karena menghasilkan ion H+ dan ion OH-

pH larutan bergantung pada Ka asam lemah dan Kb basa lemah.


Jika Ka=Kb, larutan akan bersifat netral (pH=7)
Jika Ka>Kb, larutan akan bersifat asam (pH<7)
Jika Ka<Kb, larutan akan bersifat basa (pH>7)
Penentuan pH
Garam yang termasuk jenis ini antara lain:CH3COONH4, (NH4)2CO3
CH3COONH4 dalam air akan terionisasi sebagai berikut:
CH3COONH4
CH3COO- + NH4+
reaksi hidrolisis yang terjadi pada garam CH3COONH4:
CH3COO- + H2O
CH3COOH + OHNH4+(aq) + H2O(aq)
NH3(aq) + H3O+(aq)
Pada hasil reaksi terdapat ion OH- dan H+. Jadi garam ini mungkin bersifat basa,
asam, atau netral.
pH larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah secara kuantitatif
sukar dikaitkan dengan harga Ka dan Kb maupun dengan konsentrasi garam.
pH larutan hanya dapat ditentukan secara tepat melalui pengukuran.
Untuk menentukan [H+] garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah
tentukan dahulu harga Kh.

Keterangan:
Kh: harga tetapan hidrolisis
Ka: tetapan ionisasi asam lemah
Kb: tetapan ionisasi basa lemah
Kw: tetapan kesetimbangan air

TUGAS KIMIA
ASAM BASA
LARUTAN BUFFER / PENYANGGA
HIDROLISIS GARAM

OLEH :
NAMA : NOPIYANA PUJIASTUTI
KELAS

: XI.IA.1

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 KENDARI


2010