Anda di halaman 1dari 8

BAB II

METODOLOGI
2.1.Tempat dan Waktu
Praktikum pengenalan alat kultur jaringan dilaksanakan di Laboratorium
KulturJaringanLantai 3, FakultasPertanian, Universitas Pattimura, Ambon, pada hari Selasa, 13
Oktober 2015 pukul 16.00 WIT sampai selesai.

2.2. Alat dan Bahan


Karena ini adalah praktikum perdana atau Praktikum Pengenalan Laboratorium, kami
hanya menggunakan Pena, Buku Panduan, Buku Tulis, Jaket Lab, Kamera, dan Alat Perekam
sebagai alat dan bahan yang kami perlukan.

2.3 Prosedur Kerja


a. Menyiapkan bukupanduan dan alat tulis
b. Semua peserta di bagi berdasarkan kelompoknya.
c. Kemudian perkelompok berjalan dari ruangan ke ruangan yang lain untuk mendapatkan
penjelasan tentang alat-alat dan bahan yang digunakan dalamlaboratorium kultur jaringan
d. Menulis penjelasan yang diberikan dan menanyakan apabila ada yang kurang jelas.

Cesa M T KiriwennoLaporan Praktikum Pengenalan Laboratorium


Kultur Jaringan

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Hasil
Berdasarkan praktikum pengenalan alat alat dan Bahan pada laboratorium Kultur
Jaringan, diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel: Hasil dan pembahasan praktikum pengenalan Alat alat dan Bahan.
No
1

Nama Alat

Gambar

Fungsi
untuk menimbang zat yang butuh

Timbangan

ketelitian tinggi dalam skala yang

Analitik

kecil/mikro.

Mikroskop

Untuk mengamati sel, jaringan


atau bagian-bagian tanamanyang
terkecil.

untuk mensterilkan media, baik


media agar atau pun media cair.
3

Autoclave

Juga dapat digunakan untuk


sterilisasi tanah atau kompos yang
akan digunakan untuk media
tanaman. Dilengkapi oleh panelpanel yang memiliki sistem
operasionalnya masing-masing.

Cesa M T KiriwennoLaporan Praktikum Pengenalan Laboratorium


Kultur Jaringan

untuk menanam eksplan ke dalam


botol dalam kondisi steril atau
melakukan sub kultur yang
4

Laminar Air
Flow

dilengkapi dengan blower dan


lampu UV

untuk homogen dan juga untuk


pemanas. Hot plate juga
merupakan alat untuk mencampur
5

Hotplate

dan memasak media kultur.Hot


plate digunakan untuk memasak
segala macam bahan nutrisi
dengan melibatkan pengaduk dan
pemanas.
Digunakan untuk sterilisasi botol
kultur, gunting, pinset, pisau, dan
lain sebagainya yang digunakan

Oven

dalam kultur jaringan. botol kultur,


gunting, pinset, pisau dan lainlain.

Cesa M T KiriwennoLaporan Praktikum Pengenalan Laboratorium


Kultur Jaringan

Magnetic spiral

Untuk mengukur suhu dan pH

Destilator

Sebagai alat penyulingan Air

Lemari

Penyimpanan media dan bahan-

Pendingin

No
1

Nama Bahan
Bahan-bahan
Kimi

bahan kimia

Gambar

Fungsi
Sebagai senyawa-senyawa yang
mendukung pertumbuhan tanaman

Cesa M T KiriwennoLaporan Praktikum Pengenalan Laboratorium


Kultur Jaringan

Media biakan

Tempat pembiakan tanaman

3.2. Pembahasan
Alat alat yang digunakan dalam kegiatan kultur jaringan ditempatkan pada masingmasing ruangan yang berbeda sesuai dengan jenis penggunaannya. Alat-alat ini ditempatkan
sesuai ruangan.
a. Ruang utama/ruang staf : tempat menyimpan dokumen penting, tempat untuk
mengkoordinasi jalannya kegiatan Laboratorium,
Terdiri dari Timbangan analitik, magnetic spiral, hot plat, Autoclav.
b. Ruangan Sterilisasi : tempat untuk mensterilisasikan media biakan, terdiri dari
Mikroskop, laminar air flow (LAF), dan peralatan-peralatan untuk gen.
c. Ruangan media dan bahan kimia terdapat : Lemari pendingin, lemari penyimpanan
alat-alat kering, bahan-bahan kimia, Oven, destilator (rusak), alat-alat kimia (bendabenda kaca)
d. Ruangan Kultur Jaringan : tempat untuk meletakan media biakan yang sudah siap
maupun yang belum siap untuk digunakan, tempat ini dilengkapi dengan pengatur suhu
(20-24oC) dan kelembaban, juga terdapat beberapa media hitam yang padat, sebuah
Laminar Air Flow, api Bunsen dan beberapa alat kering lainnya.
e.

Cesa M T KiriwennoLaporan Praktikum Pengenalan Laboratorium


Kultur Jaringan

Sebelum masuk ke dalam Lab, kita harus mensterilkan udara dan tangan dengan
disenfektan (Alkohol), fungsinya untuk mencegah adanya kontaminasi penyakit terhadap seluruh
peralatan dan media biakan.

BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang ada maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Laboratorium Kultur Jaringan / Lab Tissue Culture mempunyai karakteristik pembeda
yaitu : alat-alat dan bahan diletakkan pada beberapa ruangan yang memiliki
kegunaannya masing-masing.
2. Terdapat salah satu alat Laboratorium yang rusak

4.2. Saran

Cesa M T KiriwennoLaporan Praktikum Pengenalan Laboratorium


Kultur Jaringan

Dengan adanya praktikum pengenalan Laboratorium kultur jaringan, diharapkan kita


lebih meyiapkan peralatan yang kita butuhkan sebelum memasuki tiap-tiap ruangan, seperti
memakai masker dan Antiseptic pembersih tangan untuk masing-masing peserta.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Teknik kultur jaringan memanfaatkan prinsip perbanyakan tumbuhan secara vegetatif.
Berbeda dari teknik perbanyakan tumbuhan secara konvensional, teknik kultur jaringan
dilakukan dalam kondisi aseptik di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu.
Karena itu teknik ini sering kali disebut kultur in vitro. Dikatakan in vitro (bahasa Latin), berarti
"di dalam kaca" karena jaringan tersebut dibiakkan di dalam botol kultur dengan medium dan
kondisi tertentu. Teori dasar dari kultur in vitro ini adalah Totipotensi. Teori ini mempercayai
bahwa setiap bagian tanaman dapat berkembang biak karena seluruh bagian tanaman terdiri atas
jaringan-jaringan hidup.[3] Oleh karena itu, semua organisme baru yang berhasil ditumbuhkan
akan memiliki sifat yang sama persis dengan induknya.
Cesa M T KiriwennoLaporan Praktikum Pengenalan Laboratorium
Kultur Jaringan

Terdapat ketepatan konsentrasi yang menyangkut dengan ketersediaan nutrisi bagi


eksplan tanaman. Kelebihan nutrisi dari tanaman akan menyebabkan tanaman mengalami
keracunan unsur hara. Oleh karena itu, pembuatan larutan stock dan sterilisasi media dianggap
penting untuk diketahui sebagai sarana penenunjang kebutuhan informasi akan kultur jaringan.
Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan di laboratorium memerlukan perlakuan
khusus sesuai sifat dan karakteristik masing-masing.Perlakuan yang salah dalam membawa,
menggunakan dan menyimpan alat dan bahan di Laboratorium dapat menyebabkan kerusakan
alat dan bahan, terjadinya kecelakaan kerja serta dapat menimbulkan penyakit.Cara
memperlakukan alat dan bahan di Laboratorium secara tepat dapat menentukan keberhasilan dan
kelancaran kegiatan. Adapun perlakuan terhadap alat-alat di laboratorium seperti membawa alat
sesuai petunjuk penggunaan, menggunakan alat sesuai petunjuk penggunaan, menjaga
kebersihan alat, dan menyimpan alat. Berdasarkan uraian sebelumnya maka perlu adanya
pengetahuan tentang berbagai peralatan yang digunakan dalam kultur jaringan.

1.2.Tujuan
Tujuan dari praktikum pengenalan Laboratorium kultur jaringanadalah untuk mengetahui
landasan teori serta Alat-alat dan Bahan sebelum melakukan pengamatan pada waktu yang akan
datang.

Cesa M T KiriwennoLaporan Praktikum Pengenalan Laboratorium


Kultur Jaringan