Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH KIMIA UNSUR

LOGAM EMAS

Oleh:
ANISA RAHMI
BP/NIM: 2015/15137079

Dosen Pengajar:
EDI NASRA, M.Si

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
PADANG
2015

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI....................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN...............................................................................

A.
B.
C.
D.

Latar Belakang ...............................................................................


Rumusan Masalah ..........................................................................
Tujuan Penulisan ............................................................................
Manfaat Penulisan .........................................................................

1
1
2
2

BAB II PEMBAHASAN.................................................................................

A.
B.
C.
D.
E.

Ketersediaan Logam Emas ............................................................


Sifat-sifat Logam Emas .................................................................
Pengolahan Logam Emas ..............................................................
Manfaat Logam Emas ....................................................................
Daerah Penambangan Emas ..........................................................

3
4
5
7
8

BAB III PENUTUP.........................................................................................

16

A. Kesimpulan ....................................................................................

16

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Emas merupakan salah satu jenis bahan tambang yang memiliki nilai
ekonomis sangat tinggi. Emas hampir dipasarkan dan diperdagangkan hampir

di semua pasar perdagangan bahan tambang di seluruh dunia. Nilai investasi


emas meningkat setiap terjadi perdagangan emas dalam jumlah yang cukup
besar. Bahkan, jika dilihat lebih jauh lagi, emas memberikan kontribusi berupa
devisa yang sangat besar bagi negara-negara pengekspor emas.
Emas adalah logam mineral yang merupakan salah satu bahan galian
logam yang bernilai tinggi baik dari sisi harga maupun sisi penggunaan. Emas
adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa
Latin: 'aurum') dan nomor atom 79. Sebuah logam transisi (trivalen dan
univalen) yang lembek, mengkilap, kuning, berat, "malleable", dan "ductile".
Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tapi terserang oleh klorin,
fluorin dan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di nugget emas atau serbuk
di bebatuan dan di deposit alluvial dan salah satu logam coinage. Emas
terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan.
Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan
hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan
endapan letakan (placer). Emas terdapat di alam dalam dua tipe deposit,
pertama sebagai urat (vein) dalam batuan beku, kaya besi dan berasosiasi
dengan urat kuarsa. Lainnya yaitu endapan atau placer deposit, dimana emas
dari batuan asal yang tererosi terangkut oleh aliran sungai dan terendapkan
karena berat jenis yang tinggi. Emas terbentuk karena adanya kegiatan
vulkanisme, bergerak berdasarkan adanya thermal atau panas di dalam bumi.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana ketersediaan logam Emas di Alam?
2. Apa saja sifat-sifat logam Emas?
3. Bagaimana cara pengolahan Emas?
4. Apa saja manfaat logam Emas?
5. Dimanakah daerah penambangan Emas?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui ketersediaan logam Emas di Alam.
2. Mengetahui sifat-sifat logam Emas.
3. Mengetahui cara pengolahan Emas.
4. Mengetetahui manfaat logam Emas dalam kehidupan.
5. Mengetahui daerah penambangan Emas.
D. Manfaat Penulisan
1. Untuk memenuhi Tugas Kimia Dasar II jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Negeri Padang.
2. Bagi penulis sebagai penambah wawasan dan ilmu pengetahuan,
khususnya dalam bidang kimia unsur khususnya logam Emas.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Ketersediaan Logam Emas.
Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di
permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak
dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis
menghasilkan endapan letakan (placer). Emas terdapat di alam dalam dua tipe
deposit, pertama sebagai urat (vein) dalam batuan beku, kaya besi dan
berasosiasi dengan urat kuarsa. Lainnya yaitu endapan atau placer deposit ,
dimana emas dari batuan asal yang tererosi terangkut oleh aliran sungai dan
terendapkan karena berat jenis yang tinggi. Emas terbentuk karena adanya
kegiatan vulkanisme, bergerak berdasarkan adanya thermal atau panas di
dalam bumi.
Mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan
(gangue minerals). Mineral ikutan tersebut umumnya kuarsa, karbonat,
turmalin, flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam. Mineral pembawa
emas juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral
pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah
paduan dan senyawa emas dengan unsur-unsur belerang, antimon, dan
selenium. Elektrum sebenarnya jenis lain dari emas nativ, hanya kandungan
perak di dalamnya >20%.
Dalam tabel periodik unsur, emas merupakan unsur dengan nomor
atom 79 dengan lambang Au setelah perak dan tembaga dan termasuk
golongan transisi tepatnya golongan IB. Emas yang terdapat di alam
umumnya berupa butiran-butiran halus bersama tembaga, perak dan kadang
bersama logam-logam golongan platina. Hal ini dimungkinkan kemiripan sifat
dari unsur-unsur tersebut. Selain itu emas sering diperoleh dalam bentuk
senyawaan sebagai mineral telurida, AuTe2 dan silvanit, AuAgTe4.
Berikut adalah tabel mineral-mineral pembawa logam Emas yaitu:
Nama Mineral

Nama Mineral

Emas urai (Au)


Elektrum (Au,Ag)
Kuproaurid (Au,Cu)
Porpesit (Au, Pd)
Rodit (Au, Rh)
Emas iridium (Au, Ir)
Platinum (Au, Pd)
Emas bismutan (Au, Bi)
Amlgam (Au2Hg3)
Maldonit (Au2Bi),
Aurikuprit (AuCu3)

Kalaveit (AuTe2)
Krenerit (Au, Ag)Te2
Monbrayit (Au, Sb)2Te3
Petsit (Ag3AuTe2)
Mutamanit (Ag, Au)Te
Silvanit (Au, Ag)Te4
Kostovit (AuCuTe4)
Nagyagit (Pb5Au(Te,Sb)4S58)
Uyterbogardtit (Ag3AuSb2)
Aurostibnit (AuSb2)
Roskovit (Cu, Pd)3Au2

Di Indonesia tambang emas sangat banyak yakni Jawa, Sumatra,


Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya. Tetapi sebagian besar tambang yang ada
di Indonesia diolah perusahaan luar asing, hal ini tentu tidak terlepas dari
pengetahuan masyarakat yang rendah mengenai cara-cara pengolahan bahanbahan galian yang ada, khususnya emas.
B. Sifat-sifat Logam Emas
Emas Adalah Unsur kimia hearts tabel periodik Yang memiliki
simbol Au Dan nomor atom 79. sebuah

logam transisi (trivalen dan

univalen) Yang lembek, mengkilap, kuning, Berat, ditempa, dan "ulet". Emas
tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya walaupun bisa terserang diposkan
klorin, fluorin dan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di nugget emas
atau serbuk di bebatuan dan di deposito aluvial dan salah satu logam koin.
Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa,
kekerasannya berkisar antara 2,5 3 (skala Mohs), serta berat jenisnya
tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya.
Emas memiliki sifat fisika dan kimia, yaitu:
1. Sifat Fisika
Fasa
Densitas
Titik Didih
Titik lebur
2. Sifat Kimia
Bilangan oksidasi

: padat
: 19,3 gr / cm3
: 2856 oC
: 1064,18 oC
: 3 1 (amfoter oksida)

Nomor atom
Nomor massa
Elektronegatifitas
Energi ionisasi 1
Energi ionisasi 2
Jari-jari atom
Jari-jari Ikatan kovalen
Jari-jari van der Waals
Struktur Kristal

: 79
: 107,87
: 2,54 (Skala Pauling)
: 890,1 kJ / mol
: 1980 kJ / mo
: 135 ppm
: 144 ppm
: 166 ppm
: Kubus berpusat Muka

Kadar emas dinyatakan dalam karat. Istilah karat berasal dari bahasa
Yunani keration, suatu buah yang bernama Carob. Benih Carob ini
digunakan untuk ketepatan penimbangan batu permata, dengan anggapan
bahwa biji Carob memiliki berat yang seragam. Sistem karat modern untuk
kemurnian emas, emas murni adalah 24 karat atau 24k, 18k adalah 75% murni
dan 12k Emas adalah 50% murni. Sistem ini secara bertahap memberi jalan ke
sistem kemurnian seperseribu (millesimal), yaitu kemurnian emas dalam
seribu bagian paduan (alloy). Jadi dengan sistem ini emas 22k ditandai sebagai
91,6% emas, atau 916 bagian emas per seribu paduan (alloy). Lebih sederhana
dan bukan metode yang membingungkan.
C. Pengolahan Logam Emas
Emas dikatakan sangat tidak reaktif karena pada kondisi biasa tidak
bereaksi dengan sebagian besar pereaksi dan unsur-unsur yang lain. Asam
sulfat pekat, asam fluorida, asam klorida, oksigen, nitrogen, halogen,
selenium, karbon dan hidrogen pada suhu kamar tidak bereaksi dengan emas,
tetapi pada suhu tinggi sekitar 150 C emas dapat bereaksi dengan brom dan
uap air.
Aqua regia

adalah pelarut yang baik untuk emas. Aqua regia

merupakan campuran antara asam nitrat pekat dan asam klorida pekat dengan
perbandingan volume 1:3. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
Au(s) + 3HNO3(aq) + 4HCl(aq) HAuCl(aq) + 3NO2(g) + 3H2O(l).
Dalam keadaan tanpa oksigen natrium sianida dapat bereaksi secara
perlahan dengan emas. Tetapi reaksi akan berlangsung cepat dengan adanya
oksigen, berikut reaksinya:
Au(s) + 8NaCN(aq) + O2(g) + H2O(l) 4NaAu(CN)2(aq) + 4NaOH(aq).

Emas (I) Oksida, Au2O adalah salah satu senyawa yang stabil dengan
tingkat oksidasi +1. Seperti halnya tembaga, tingkat oksidasi +1 ini hanya
stabil dalam senyawa padatan, karena semua larutan garam emas (I)
mengalami disproporsionasi menadi logam emas dan ion emas (III) menurut
persamaan :
3Au+(aq) 2 Au(s) +Au3+(aq).
Salah satu senyawa emas yang paling umum dikenal yaitu emas (III)
klorida, AuCl3, dapat dibuat langsung denga mereaksikan kedua unsur
bersama menurut persamaan :
2Au(s) + 3 Cl2(g) 2 AuCl3 (S)
Senyawa ini dapat larut dalam asam hidroklorida pekat menghasilkan
ion tetrakloroaurat(III), [AuCl4]-, suatu ion yang merupakan salah satu
kompenen dalam emas cair yaitu suaru campuran spesies emas dalam
larutan yang akan mengendapkan suatu film logam emas bila dipanaskan.
Proses pengolahan emas dari bijihnya umumnya dikenal dua cara yaitu
1. Cara kimia. Cara kimia terbagi menjadi 5 bagian utama yaitu pengecilan
ukuran, penggilingan, amalgamasi, sianidasi dan pemurnian. Namun untuk
emas yang diperoleh dengan cara pendulangan umumnya langsung masuk
pada tahap sianidasi kemudian dimurnikan.
2. Cara mekanik. Cara ini dilakukan tanpa bahan kimia. Hal ini disebabkan
emas yang diperoleh telah dalam keadaan murni dengan butiran yang
besar. Misalnya dengan sedikit pemanasan pada suhu rendah untuk
menghilangkan pengotor-pengotor yang berupa akar-akar kayu atau cukup
dicuci menggunakan aquades untuk membersihkan pasir atau tanah-tanah
yang masih menempel pada emas.
Cara memisahkannya Emas Murni dari pertambangan (ekstraksi),
jenisnya ada dua:
1. Amalgamasi adalah proses penyelaputan partikel emas oleh air raksa dan
membentuk amalgam (au hg). Amalgam masih merupakan proses
ekstraksi emas yang paling sederhana dan murah, akan tetapi proses efektif
untuk bijih emas yang berkadar tinggi dan mempunyai ukuran butir kasar
(> 74 mikron) dan dalam membentuk emas murni yang bebas (free native
gold).

Proses amalgamasi merupakan proses kimia fisika, apabila amalgamnya


dipanaskan, maka akan terurai menjadi elemen-elemen yaitu air raksa dan
bullion emas. Amalgam dapat terurai dengan pemanasan di dalam sebuah
retort, air raksanya akan menguap dan dapat diperoleh kembali dari
kondensasi uap air raksa tersebut. Sementara au-ag tetap tertinggal di
dalam retort sebagai logam.
2. Proses sianidasi terdiri dari dua tahap penting, yaitu proses pelarutan dan
proses pemisahan emas dari larutannya. Pelarut yang biasa digunakan
dalam proses cyanidasi adalah NaCN, KCN, Ca(CN) 2, atau campuran
ketiganya. Pelarut yang paling sering digunakan adalah nacn, karena
mampu melarutkan emas lebih baik dari pelarut lainnya.
D. Manfaat Logam Emas.
Emas memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari maupun
Negara. Untuk itu Emas termasuk bahan galian yang vital, yaitu berguna dan
menjamin hajat hidup orang banyak.
Manfaat emas antara lain:
1. Merupakan unsur yang yang mempunyai daya hantar listrik dan panas
yang baik.
2. Warna kuning yang sangat menarik, sangat liat, mudah ditempa menjadi
lembaran yang sangat tipis dan dapat ditarik menjadi kawat dengan
diameter yang sangat kecil.
3. Emas yang menghasilkan radioaktif dimanfaatkan untuk mengobati
penyakit kanker. 198Au dengan paruh waktu selama 2.7 hari dan digunakan
untuk terapi kanker dan penyakit lainnya. Disodium aurothiomalat
ediberikan melalui lewat otot (intramuscularly) sebagai terapi arthritis.
4. Emas dengan kadar murni (24 karat) digunakan untuk mengangkat sel-sel
kulit mati sehingga sel-sel yang telah rusak akan diperbaharui. (perawatan
kecantikan).
5. Perhiasan (Emas murni terlalu lunak sehingga dicampur dengan tembaga
atau perak atau logam lain). Emas kuning atau emas merah dibuat dengan
dicampur tembaga, emas putih mengandung paladium, nikel, atau seng.
6. Sebagai jaminan moneter.

7. Senyawa emas yang paling banyak adalah auric chloride dan chlorauric
acid, yang terakhir banyak digunakan dalam bidang fotografi untuk
membuat tinta dan bayangan perak.
8. Digunakan dalam pembuatan chip di kartu ponsel, karena emas terbukti
mampu menyalurkan arus elektronik.
E. Daerah Penambangan Emas
Di Indonesia tambang emas sangat banyak yakni Jawa, Sumatra,
Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya. Tetapi sebagian besar tambang yang ada
di Indonesia diolah perusahaan luar asing, hal ini tentu tidak terlepas dari
pengetahuan masyarakat yang rendah mengenai cara-cara pengolahan bahanbahan galian yang ada, khususnya emas.
Saat ini perusahaan tambang emas milik Pemerintah yang aktif adalah
UPEC (Unit Pertambangan Emas Cikotok) dan PT.Freeport Indonesia (PTFI)
di Irian Jaya tepatnya gunung Ersberg. Cikotok merupakan suatu kecamatan di
kabupaten Banten, Jawa Barat. Beberapa tambang emas yang ada di Indonesia
dapat dilihat pada Tabel berikut:
Nama Perusahaan
PT Aneka Tambang Tbk
PT.Freeport Indonesia (PTFI)

Tempat
Jawa barat, Kab.Bogor-gunung
Bonggor
Irian Jaya-gunung Ersberg

UPEC (Unit Pertambangan Emas Jawa Barat, Kab. Banten,


Cikotok)
Kec.cikotok
Selain di Indonesia, Tambang Emas juga banyak di Negara-negara
maju dan sedang berkembang. Ada 10 Tambang Emas terbesar di Dunia,
yaitu:
1. Kalgoorlie Super Pit (Australia)
Kalgoorlie Super Pit, pertama kali ditemukan emas di sini pada
tahun 1893, Kalgoorlie ini merupakan kawah raksasa di Australia Barat
dan sekarang menjadi benua yang memiliki tambang emas terbesar terbuka
sepanjang 3,5 km dengan lebar 1,5 km dan kedalaman 360 m.

Diperkirakan tambang emas ini akan berhenti produktifitasnya di tahun


2017.

Gambar 1. Kalgoorlie Super Pit


2. The Big Hole (Afrika Selatan)
Tambang emas di Kimberly, Afrika Selatan, dikatakan merupakan
tambang emas dengan lubang terbesar yang pernah digali dengan tangan,
(serius digali pakai tangan loooh, amaziing!!). Tambang emas ini
berproduksi selama 43 tahun dan kemudian, tambang emas The Big Hole
di tutup pada tahun 1914. Diperkirakan ada sekitar 50.000 pekerja The Big
Hole yang bekerja menambang emas dengan hanya menggunakan picks
dan sekop untuk menggali 22.500.000 ton tanah, dan kemudian
menghasilkan hampir 3 ton emas.

10

Gambar 2. The Big Hole


3. Diavik Diamond Mine (Canada)
Diavik Diamond Mine terletak di Slave Kanada Wilayah Utara.
Tambang ini merupakan tambang yang dibiarkan terbuka. Sebenarnya
tambang ini memproduksi berlian siih, tapi kadang mereka menemukan
emas jug adi tengan penggaliannya. Diavik Diamond Mine di Canada ini
mengekploitasi sebuah pulau sebesar 220 km persegi dari Lingkaran
Kutub Utara. Saking luasnya daerah ini, beberapa Boeing 747 bisa
ditampung di tambang ini, dengan rentang umur produktivitas16-22 tahun,
diperkirakan kawah tersebut telah menghasilkan 8.000.000 karat (1600 kg)
berlian dan emas dalam setahun.

Gambar 3. Diavik Diamond Mine


4. Bingham Canyon Mine, USA
Tambang Emas yang menempati posisi ke empat adalah Bingham
Canyon Mine di Utah. Tambang emas raksasa ini memiliki ukuran 4 km
lebar dengan kedalaman 1,2 km ke dalam tanah. Tambang emas ini
merupakan hasil ekstraksi yang dimulai pada 1863. Bingham Canyon
Mine menghasilkan lebih dari 17 juta ton tembaga dan 715 ton emas
selama masa produksinya.

11

Gambar 4. Bingham Canyon Mine


5. Mirny Diamond Mine, Russia
Tambang terbesar kelima merupakan tambang berlian yang juga
menghasilkan emas. Tambang ini adalah Siberias Diamond. Tambang
berlian terbesar terbuka di dunia yang berada di Rusia ini memiliki
diameter permukaan 1,2 km dan kedalaman 525 m. Akibat kedalaman dan
ukuran

lubang tambang emas

dan berlian yang cukup

dalam

mengakibatkan arus angin yang cukup kuat sehingga menimbulkan


turbulensi yang mampu menarik helikopter yang terbang disekitar
tambang emas tersebut. Dan sampai saat ini wilayah sekitar tambang emas
dan berlian di Russia ini menjadi zona terlarang bagi penerbangan.

Gambar 5. Mirny Diamond Mine


6. Ekati Diamond Mine, (Canada)

12

Ekati Diamond Mine adalah tambang Intan komersial pertama di


Amerika Utara. Tambang yang memiliki tujuan utama memperoleh intan
ini dibuka pada tahun 1998. Kemungkinan tambang ini akan berproduksi
untuk jangka waktu yang tidak cukup panjang. Ekati Diamond Mine ini
sebenarnya hanya sebagian dari Tambang Emas Diavic yang berjaraj 20
km lebih dekat ke Antartika, dan pastinya membuat tambang emas dan
intan ini menjadikannya tambang yang cukup dingin.

Gambar 6. Ekati Diamond Mine


7. Chuquicamata, Chile
Tambang berikutnya adalah Chuquicamata di Chili. Tambang ini
sebenarnya tidak banyak menghasilkan emas akan tetapi tambang raksasa
ini menghasilkan total catatan dari 29 juta ton tembaga. Meskipun hampir
100 tahun tambang ini dieksploitasi intensif, akan tetapi tetap merupakan
sumber daya terbesar penghasil tembaga di dunia. Kawah terbuka buatan
manusia ini adalah salah satu yang terbesar didunia dengan ukurannya
panjangnya mencapai 4,3 km, lebar 3 km dan dengan kedalaman lebih dari
850 m.

13

Gambar 7. Chuquicamata
8. Escondida, Chile
Tambang berikutnya adalah Pertambangan He Minera Escondida.
Konstruksi pertambangan yang menghasilkan tembaga dan juga emas ini
dimulai tahun 1990. Saat ini ekploitasi yang dilakukan di tambang
Chuquicamata ini menjadikannya sebagai penghasil tembaga terbesar
tahunan di dunia, dengan 2.007 hasil tambang, dari total produksi
1.480.000 ton yang bernilai US $ 10,120,000,000.

14

Gambar 8. Escondida
9. Udachnaya Diamond Mine, Russia
Seperti Pit Sarlacc pada Linux, Tambang Udachnaya di Rusia
adalah kawah buatan terbuka yang merupakan tambang berlian raksasa
dengan kedalaman 600 meter ke dalam kerak bumi. Terletak di Rusia yang
luas namun berpenduduk jarang yaitu Republik Sakha, tepat di luar
lingkaran Arktik. Sampai saat ini penambangan di wilayah ini masih tetap
berjalan.

Gambar 9. Udachnaya Diamond Mine

10. Grasberg Mine, Indonesia


Tambang emas ini dibuka pada tahun 1973, di Indonesia. Tambang
Grasberg adalah tambang emas terbesar di dunia pertambangan dan
tambang tembaga ketiga terbesar di dunia. Akibat industri yang dilakukan
ini mengakibatkan kerusakan pada pemandangan di pegunungan Papua.
Pertambangan ini secara mengejutkan mempekerjakan banyak sekali
pekerja lokal yaitu 19.500 pekerja. Tambang emas yang berada di
Indonesia ini secara mayoritas sahamnya dimiliki oleh perusahaan AS
(Freeport).

15

Gambar 10. Grasberg Mine

16

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Dalam tabel periodik unsur, emas merupakan unsur dengan nomor atom
79 dengan lambang Au setelah perak dan tembaga dan termasuk golongan
transisi tepatnya golongan IB. Emas yang terdapat di alam umumnya
berupa butiran-butiran halus bersama tembaga, perak dan kadang bersama
logam-logam golongan platina. Hal ini dimungkinkan kemiripan sifat dari
unsur-unsur tersebut. Selain itu emas sering diperoleh dalam bentuk
senyawaan sebagai mineral telurida, AuTe2 dan silvanit, AuAgTe4.
2. Emas memiliki sifat fisika dan kimia, yaitu:
a. Sifat Fisika
Fasa
: padat
Densitas
: 19,3 gr / cm3
Titik Didih
: 2856 oC
Titik lebur
: 1064,18 oC
b. Sifat Kimia
Bilangan oksidasi
: 3 1 (amfoter oksida)
Nomor atom
: 79
Nomor massa
: 107,87
Elektronegatifitas
: 2,54 (Skala Pauling)
Energi ionisasi 1
: 890,1 kJ / mol
Energi ionisasi 2
: 1980 kJ / mo
Jari-jari atom
: 135 ppm
Jari-jari Ikatan kovalen : 144 ppm
Jari-jari van der Waals : 166 ppm
Struktur Kristal

: Kubus berpusat Muka

3. Proses pengolahan emas dari bijihnya umumnya dikenal dua cara yaitu:
a. Cara kimia. Cara kimia terbagi menjadi 5 bagian utama yaitu
pengecilan

ukuran,

penggilingan,

amalgamasi,

sianidasi

dan

pemurnian. Namun untuk emas yang diperoleh dengan cara


pendulangan umumnya langsung masuk pada tahap sianidasi
kemudian dimurnikan.

17

b. Cara mekanik. Cara ini dilakukan tanpa bahan kimia. Hal ini
disebabkan emas yang diperoleh telah dalam keadaan murni dengan
butiran yang besar. Misalnya dengan sedikit pemanasan pada suhu
rendah untuk menghilangkan pengotor-pengotor yang berupa akar-akar
kayu atau cukup dicuci menggunakan aquades untuk membersihkan
pasir atau tanah-tanah yang masih menempel pada emas.
4. Manfaat emas antara lain:
a. Merupakan unsur yang yang mempunyai daya hantar listrik dan panas
yang baik.
b. Warna kuning yang sangat menarik, sangat liat, mudah ditempa
menjadi lembaran yang sangat tipis dan dapat ditarik menjadi kawat
dengan diameter yang sangat kecil.
c. Emas yang menghasilkan radioaktif dimanfaatkan untuk mengobati
penyakit kanker.

198

Au dengan paruh waktu selama 2.7 hari dan

digunakan untuk terapi kanker dan penyakit lainnya. Disodium


aurothiomalat ediberikan melalui lewat otot (intramuscularly) sebagai
terapi arthritis.
5. Di Indonesia tambang emas sangat banyak yakni Jawa, Sumatra,
Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya. Emas juga banyak terdapat di
Negara-negara maju seperti Kanada, USA, Rusia dan lain-lain. Indonesia
juga merupakan salah satu penghasil emas terbesar di Dunia yaitu di
Grasberg Mine, Irian Jaya.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.academia.edu/9759744/Makalah_Emas_-_Kimia_Anorganik
http://www.bgl.esdm.go.id/publication/kcfinder/files/article/BSDG/BSDG_20130
105.pdf
http://beforeitsnews.com/gold-and-precious-metals/2012/10/10-lokasi-tambangemas-terbesar-di-dunia-2452974.html
http://manfaat.co.id/manfaat-emas-dan-perak

18