Anda di halaman 1dari 5

STUDI KELAYAKAN RUMAH MAKAN PADANG

MINANG SEHATI
LAPORAN
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan
Oleh
DAMELIA LESTARI

P17331113409

VANIE ROSALIA

P17331113416

GINA NISRNA

P17331113419

R. AMANDA

P173311134

GLADIOLA
TESA RAFKHANI

P17331113435

JURUSAN GIZI PROGRAM D-IV


POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
2016
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Gambaran Umum perusahaan


Masakan padang merupakan menu masakan yang paling digemari oleh masyarakat dari

berbagai kalangan baik dari kalangan bawah, menengah dan atas. Menu yang tersedia di Rumah
makan padang Minang Sehati terdiri dari daun singkong yang direbus, nangka yang dimasak
menggunakan santan, sambal ijo, kuah santan yang kental dan beraneka macam lauk pauk. Rasa
dari masakan padang yang merupakan makanan daerah Sumatera ini memiliki cita rasa yang
khas. Usaha rumah makan padang, meski produk yang sederhana tapi telah menciptakan banyak
jutawan berkat usaha rumah makan padang. Termasuk usaha rumah makan padang Minang
Sehati diminati oleh semua kalangan, tua-muda dan juga kalangan atas-bawah.
Rumah makan padang Minang Sehati telah berdiri sejak 3 tahun yang lalu pada tanggal
27 Juli 2013 dan didirikan oleh seorang yang tidak dibesarkan dari keluarga kalangan bisnis,
pemilik rumah makan tersebut bernama Pak Taufik. Pemberian nama Minang Sehati di rumah
makan padangnya karena dalam pelayanannya dilakukan dengan senang hati sehinggadapat
memuaskan pelanggan yang membeli. Oleh karena pendiri rumah makan padang ini berasal dari
daerah Padang Pariaman,cita rasa dari produk makanan yang dihasilkan memiliki cita rasa yang
khas.
Pada awalnya pemilik membuka sebuah caf dan rumah makan padang yang
bersebelahan tempatnya di Jalan Babakan Loa. Namun, karena peminat dari caf tersebut
semakin menurun, sehingga bangunan caf tersebut digunakan untuk memperluas dan
memperbanyak kapasitas tempat duduk bagi pelanggan rumah makan padang tersebut. Seiring
berjalannya waktu, peminat dari rumah makan padang tersebut semakin banyak sehinnga pemilik
membuka cabang baru di daerah Kopo. Tidak hanya membuka cabang di kopo, pemilik juga
membuka cabangnya di Cimindi pada tahun ke-2 bulan ke-8 sejak awal didirikannya usaha
tersebut. Pertimbangan pemilik dalam pemilihan lokasi dibukanya cabang tersebut karena lokasi
tersebut mempunyai tempat yang cukup lahan parkirnya sehingga memberi kemudahan pada
pengunjung yang akan membeli.

1.2 Latar Belakang Wirausahawan


Latar belakang pemilik sebelum mendirikan usaha ini sebelumnya beliau bekerja disuatu
perusahaan IT selama 6 tahun. Pemilik bukan dibesarkan dari keluarga kalangan bisnis namun ia
memiliki seorang kerabat yang mempunyai bisnis usaha yang bukan dari usaha makanan tetapi

bergerak di bidang tekstil. Pemilik merupakan lulusan dari sarjana telekomunikasi. Sebelum ia
membuka usaha rumah makan padang, ia sempat bekerja di msuatu perusahaan yang bergerak
di bidang IT dan ditempatkan di manajemen produk development sampai terakhir menjabat
sebagai manajer keuangan diakhir-akhir masa kerjanya diperusahaan tersebut. Dari dasar
pengetahuannya itulah ia mendapatkan pengalaman mengenai mengembangkan suatu produk,
bagaimana cara memasarkan produk yang baik dan dapat mengetahui antusiasme pasar. Dengan
pengalaman kerja tersebut ia sudah merasa cukup sebagai dasar pengetahuan dalam membuka
usahanya yang sedang ia jalani sekarang.
Usaha yang ia geluti saat ini ialah usaha yang bergerak dibidang makanan yaitu usaha
rumah makan padang yang ia namai rumah makan padang Minang Sehati. Awal terpkirkannya
membuat usaha makanan ini adalah pemilik melihat semakin lama perusahaan IT semakin
mengalami penurunan. Menurutnya, bisnis makanan itu tidak ada matinya dan ia merupakan
keturunan asli Padang sehingga ia tertarik untuk

mencoba membuka usaha rumah makan

padang ini. Selain asal daerah yang melatarbelakangi usaha ini,

ia juga mempunyai hobi

memasak namun ia mengaku tidak pintar dalam memasak. Persiapan beliau untuk membuka
usaha dalam bidang maknan ini hanya butuh waktu seminggu untuk meyakinkan diri untuk
beralih dari seorang pegawai IT menjadi pengusaha yang bergerak dibidang makanan.

BAB II
ASPEK PEMASARAN

2.1 Daerah pemasaran


Daerah pemasaran pertama terletak di daerah Gunung Batu, Babakan Loa, cabang selanjutnya
membuka di daerah Kopo dan cabang yang ke-tiga berlokasi di daerah Cimindi.
2.2 Pasar sasaran
Berdasarkan wilayah pemasaran, yang menjadi pasar sasaran yaitu semua masyarakat yang
tinggal di daerah wilayah pemasaran. Masakan padang ini banyak diminati oleh masyarakat
karena cita rasanya yang disukai baik masyarakat yang tinggal di kota-kota maupun di daerahdaerah. Selain masyarakat, target pasar sasaran yang dituju yaitu mahasiswa yang kuliah dan
tinggal disekitar wilayah pemasaran.
2.3 Harga Jual
Harga yang di tawarkan relatif murah, yaitu mulai dari Rp. 10.000 - Rp. 16.000 per porsi sangat
tidak memberatkan kantong pembeli terutama bagi para mahasiswa karena harganya yang
terjangkau.
2.4 Volume penjualan
Jumlah menu makanan yang ditargetkan untuk dijual dalam sehari yaitu sekitar 200 porsi.
Jumlah penjualan tergantung pada hari penjualan, jika diakhir pekan jumlah porsi yang dijual
lebih banyak dibandingkan dengan hari kerja atau weekday.
2.5 Sistem Penjualan dan Pembayaran
Sistem penjualan dan pembayarannya yaitu pembeli yang datang ke rumah makan padang
Minang Sehati dan sudah memilih menu makanan yang akan dibeli, pembeli dapat melakukan
pembayaran secara tunai. Selain itu makanan yang sudah dibeli dibawa langsung oleh pembeli.

2.6 Saluran Distribusi

Saluran Distribusi yaitu menggunakan saluran distribusi langsung tanpa melalui perantara
ataupun pedagang lain. Artinya konsumen dapat menikmati masakan padang secara langsung.
2.7 Promosi.
Tidak ada promosi melalui media atau iklan. Hanya saja dengan informasi dari mulut-kemulut
pelanggan yang sudah makan di usaha rumah makan padang ini.
2.8 Analisis pesaing
Analisis persaingan ini dilakukan dengan SWOT analisis, yaitu :
a. Strength (kekuatan)
Lokasi berada pada tempat yang strategis
Layanan yang memuaskan pelanggan
Memiliki pegawai yang terampil
Tempat yang cukup luas untuk parkir mobil atau motor yang akan membeli
Harga cukup murah dan terjangkau
b. Weaknesses (kelemahan)
Banyak usaha yang sejenis, maka jumlah pesaing semakin banyak
Cabang kurang banyak
c. Opportunities (peluang)
Potensi cukup besar karena masyarakat banyak yang menyukai masakan padang
d. Threats (ancaman)
Krisis ekonomi dan menurunnya daya beli masyarakat
Munculnya pesaing modal yang kuat
Munculnya pesaing dengan kualitas yang lebih baik sesuai keinginan pasar