Anda di halaman 1dari 2

HYPERPYREXIA

DEFINISI
Hiperpirexia adalah kenaikan suhu tubuh diatas 410 C (rectal). Merupakan keadaan gawat darurat
medik dengan angka kematian yang tinggi terutama pada bayi sangat muda, usia lanjut dan
penderita-penderita penyakit jantung.
PATOFISIOLOGI
Hiperpirexia terjadi karena produksi panas berlebihan, terhambatnya pengeluaran panas atau
kerusakan thermoregulator. Setiap kenaikan 10 C suhu tubuh akan menaikkan metabolisme
+ 13%, sehingga pada suhu 40,50 C metabolisme meningkat 50%, konsumsi oksigen meningkat,
terjadi metabolisme anaerob dan asidosis metabolik. Suhu > 41 0 C anak bisa mengalami kejang,
sedangkan suhu > 420 C dapat menyebabkan denaturasi dan kerusakan sel secara langsung.
Akibat yang bisa terjadi pada hiperpirexia :
1.

Renjatan / Hipovolemia

2.

Gangguan fungsi jantung

3.

Gangguan fungsi koagulasi

4.

Gangguan fungsi ginjal

5.

Nekrosis hepatosellular

6.

Hiperventilasi, yang dapat menyebabkan hipokapnea, alkalosis dan tetani.

PENGOBATAN
Antipiretik tidak diberikan secara otomatis pada setiap penderita panas karena panas merupakan
usaha pertahanan tubuh, pemberian antipiretik juga dapat menutupi kemungkinan komplikasi.
Pengobatan terutama ditujukan terhadap penyakit penyebab panas.
Antipiretika.
Parasetamol

: 10 -15 mg/kg BB/ kali (dapat diberikan secara oral atau rektal).

Metamizole ( novalgin )

Ibuprofen

: 5-10 mg/kg BB/ kali, per oral atau rektal.

10 mg/kg BB/kali per oral atau intravenous.

Pendinginan Secara fisik


Merupakan terapi pilihan utama.
Kecepatan penurunan suhu > 0,10 C/menit sampai tercapai suhu 38,50 C.
Cara-cara physical cooling/compres :
Evaporasi : penderita dikompres dingin seluruh tubuh, disertai kipas angin untuk
mempercepat penguapan. Cara ini paling mudah, tidak invasif dan efektif.
Cara lain yang bisa digunakan : kumbah lambung dengan air dingin, infus cairan dingin, enema
dengan air dingin atau humidified oksigen dingin, tetapi cara ini kurang efektif.

PDT Bag./SMF Ilmu Kesehatan Anak FK Unair/RSU Dr. Soetomo Surabaya

Penurunan suhu tubuh yang cepat dapat terjadi refleks vasokonstriksi dan shivering yang akan
meningkatkan kebutuhan oksigen dan produksi panas yang merugikan tubuh. Untuk mengurangi
dampak ini dapat diberi :
Diazepam : merupakan pilihan utama dan lebih menguntungkan karena mempunyai efek
antikonvulsi dan tidak punya efek hipotensi.
Chlorpromazine
KEPUSTAKAAN
1.

Stewart C. Hyperthermia. Http://www.thrombosis-consult.com/articles/Textbook/104_hyperthermia.htm.

2.

Root RK. Host responses to infection : Fever, hyperthermia, and hypothermia. Htpp://
www.oup-usa.org/sc/019508103x/019508103x_09.pdf.

3.

Blum FC. Fever.In Marx JA,Hockberger RS, Walls RM eds. Rosens Emergency Medicine
: Concepts and Clinical Practice 5th ed. St. Louis : Mosby, 2002; 116-9.

4.

Barkin RM, Zukin DD. Fever in children. In Marx JA, Hockberger RS, Walls RM eds.
Rosens Emergency Medicine : Concepts and Clinical Practice 5 th ed. St. Louis : Mosby,
2002; 2234-45.

5.

Simon HB. Hyperthermia. N Engl J Med 1993; 329: 483-7.

6.

Lorin MI. Fever in critically ill patients. Seminars Ped Infect Dis 2000; 11 (1) :

7.

Kregel KC. Molecular biology of thermoregulation : Heat shock protein : modifying


Factors in physiological stress responses and acquired thermotolerance. J Appl Physiol
2002; 92 : 2177-86.

8.

Wexler RK. Evaluation and treatment of heat-related illnesses. Am Fam Physicians 2002;
65 (11) : 2307-14.

PDT Bag./SMF Ilmu Kesehatan Anak FK Unair/RSU Dr. Soetomo Surabaya