Anda di halaman 1dari 10

Penelitian Deskriptif

Metode penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan


dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu
keadaan secara obyektif. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk
memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi
sekarang. Penelitian ini dilakukan dengan menempuh langkah-langkah
pengumpulan data, klasifikasi, penggolahan/analisis data dari membuat
kesimpulan dari laporan.
Pemilihan suatu strategi penelitian merupakan inti rancangan penelitian yang
mungkin merupakan suatu keputusan yang paling penting yang harus dibuat
peneliti. Strategi tersebut harus mencakup misalnya definisi operasional dan
hubungan antara suatu variabel dengan variabel lainnya. Dalam menguji
hipotesis sebagai contoh : seorang peneliti mungkin dapat menunjukkan variabel
bebas (variabel independen) atau paparannya (exposure pada sebuah subyek
dalam studi dan mengendalikan variabel-variabel yang berasal dari luar (variabel
ekstranous atau varibel rancu (coufounding). Strategi ini menentukkan suatu
percobaan atau mencakup hipotesis melalui suatu tindakan (intervensi).
Metode penelitian deskriptif sering digunakan dalam program pelayanan
kesehatan, terutama dalam rangka mengadakan perbaikan dan peningkatan
program-program pelayanan kesehatan tersebut. Penelitian mengenai masalah
metode pemberantasan penyakit menular misalnya, dapat mengungkapkan
berbagai aspek terutama dari segi efisiensi dan efektifitas cara tersebut.
Selanjutnya dapat untuk menentukkan langkah-langkah selanjutnya tentang
penggunaan metode yang bersangkutan, serta mencari alternatif lain apabila
ternyata cara tersebut tidak atau kurang efektif dan efisien.
Masalah yang diteliti dengan menggunakan metode deskriptif adalah masalah
yang dewasa ini sedang dihadapi, khususnya di bidang pelayanan kesehatan.

Masalah-masalah ini baik yang berkaitan dengan penelaan terhadap masalah


yang mencakup aspek yang cukup banyak, penelaan suatu kasus tunggal,
menggadakan perbandingan antara suatu hal dengan hal yang lain, ataupun untuk
melihat hubungan antara suatu variabel dengan gejala lain, dan hubungan antara
suatu gejala dengan peristiwa yang mungkin akan timbul dengan munculnya
gejala tersebut.
Langkah-langkah Penelitian Deskriptif
Secara umum langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian deskriptif ini
tidak berbeda dengan metode-metode penelitian yang lain, yakni :
Memilih langkah yang akan diteliti
Merumuskan dan mengadakan pembatasan masalah, kemudian berdasarkan
masalah tersebut diadakan studi pendahuluan untuk menghimpun informasi
dan teori-teori sebagai dasar menyususn kerangka konsep penelitian.
Membuat asumsi atau anggapan-anggapan yang menjadi dasar perumusan
hipotesis penelitian.
Perumusan hipotesis penelitian.

Merumuskan dan memilih teknik pengumpulan data.

Menentukan kriteria atau kategori untuk mengadakan klasifikasi data.

Menentukkan teknik dann alat pengumpul data yang digunakan.

Melaksanakan penelitian atau pengumpulan data untuk menguji hipotesis

Melakukan pengolahan dan analisis data.

Menarik kesimpulan dan generalisasi.

Menyusun dan mempublikasikan laporan penelitian.

variabel-variabel penelitian deskriptif


Penjelasan (deskripsi) epidemiologi mempunyai arti penjelasan dan
perbandingan terjadinya penyakit dan penyebarannya dalam kelompok
populasi menurut :
1. Ciri-ciri khas orang.
2. Ciri-ciri khas tempat.
3. Ciri-ciri khas waktu.
4. Ciri-ciri khas keluarga.

Tabel 1
Variabel

Orang

Tempat

Waktu

Keluarga

Umur

Tingkat

Internasional

Epidemik

Kelahiran

tejadinya

pendapatan

Jenis

Status

Regional

Kecenderungan

Paritas

kelamin

perkawinan

waktu

(parity)

Ras /

Status

Sekuler

Ukuran

kelompok

kesehatan

Nasional

keluarga

etnik
Agama

Status merokok

Tingkat

Kepribbadian

Institusional

Daerah/lokal

sosial

Mengikuti

Ukuran

lingkaran/siklik

keluarga

Musiman/seasonal

Jarak
kelahiran
(birth
interval)

Variabel-variabel utama orang, tempat, waktu, dan formasi keluarga dalam


penjelasan epidemiologi.
Studi epidemiologi deskriptif umumnya dilaksankan jika hanya sedikit
informasi yang diketahui mengenai kejadian, riwayat alamiah serta
determinant dari suatu penyakit atau masalah.

Cara yang termudah untuk menjelaskan kejadian serta distribusi suatu


penyakit atau masalah pada suatu populasi adalah dengan mengajukan
pertanyaan siapa terkena infeksi, dimana dan kapan terjadinya penyakit

tersebut dengan kata lain mengemukakan berdasarkan tiga variabel yaitu :


orang, waktu dan tempat. Beberapa kriteria dari variabel tersebut dapat
menggambarkan pola penyakit/masalah yang spesifik pada suatu populasi
yang kemudian dapat merupakan petunjuk untuk mencari etiologi dari
penyakit/masalah tersebut.
Penelitian Analitik
Penelitian anilitik adalah suatu survai atau penelitian yang mencoba
menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehataan itu terjadi. Kemudian
melakukan analisis dinamika korelasi antara fenomena baik antara faktor
resiko maupun efek, antar faktor resiko, maupun antara efek, sedangkan faktor
resiko adalah suatu fenomena yang mengakibatkan terjadinya efek
(pengaruh). Merokok adalah suatu faktor resiko untuk terjadinya penyakit
kanker paru-paru. Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko dari pada
penyakit jantung (efek).
Dalam penelitian analitik, dari analisis korelasi dapat diketahui seberapa jauh
kontribusi faktor reiko tertentu terhadap adanya suatu kejadian tertentu (efek).
Secara garis besar survai (penelitian analitik) dibedakan atas penelitian :
Penelitian kasus kontrol (retrospektif)
Studi kasus kontrol adalah rancangan studi analitik yang mempelajari
hubungan antara pemaparan (faktor penelitian) dan penyakit, dengan cara
membandingkan kelompok kasus dan kelompok kontrol berdasarkan status
pemaparannya. Ciri-ciri kasus kontrol adalah penelitian subyek berdasarkan
status penyakit untuk kemudian dilakukan pengamatan apakah subyek
mempunyai riwayat terpapar faktor penelitian atau tidak. Subyek yang
didiagnosis menderita penyakit disebut kasus, berupa insiden (kasus baru)
yang muncul dari populasi. Sedangkan subyek yang tidak menderita penyakit

disebut kontrol, yang dicuplik secara acak dari populasi yang berbeda dengan
populasi asal kasus. Tetapi untuk keperluan intervensi kasus, kedua populasi
tersebut harus dipastikan setara.
Dalam mengamati dan mencatat riwayat paparan faktor penelitian pada kasus
maupun pada kontrol, peneliti harus menjaga untuk tidak terpengaruh status
penyakit subyek. Dalam penyelidikan ini, orang-orang yang menderita
penyakit yang hendak diselidiki penyebabnya (kasus) dibandingkan dengan
orang-orang yang tidak menderita penyakit tersebut (kontrol). Inilah sebabnya
juga dinamakan kasus kontrol.
Keuntungan-keuntungan penelitian kasus kontrol
a) Pada umumnya lebih mudah untuk mendapatkan kasus dan kontrol (kecuali
dalam hal penyakit-penyakit yang jarang).\
b) Keterangan mengenai pengalaman terkena lebih mudah didaptkan dengan
cepat.
c) Hasil analisisnya lebih cepat didapat.
d) Lebih murah.
Kekurangan-kekurangan penelitian kasus kontrol
a) Kekurangan-kekurangan dalam metodanya sendiri :
a. Penderita-penderita yang dipilih dapat mempunyai tingkat kesakitan yang
berbeda-beda.
b. Penggunaan pasien dengan penyakit lain sebagai kontrol dapat mengakibatkan
overestimation dari adanya pemaparan terhadap faktor etiologis = faktor
resiko oleh karena penyakit pada kontrol dapat juga mempunyai hubungan
dengan faktor etiologis tersebut.

c. Kesalahan-kesalahan dalam bias dalam mengingat.


d. Kekurangan-kekurangan dalam pencatatan pengalaman-pengalaman lampau.
e. Kekurangan-kekurangan dalam wawancara.
f. Insiden dari penyakir yang sedang diselidiki dikalangan mereka yang
berpengalaman terkena dan dikalangan mereka yang tidak berpengalaman
terkena oleh faktor etiologis tidak dapat dihitung sehingga kita tidak dapat
menghitung resiko relatif.
Penelitian kohort studi (prospektif)
Penelitian

kohort merupakan suatu bentuk

penelitian

epidemiologis

(observasional) yang penting untuk menguji hipotesis tentang sebab penyakit.


Untuk yang membdekan penelitian kohort dengan penelitian lain adalah
sebagai berikut :
1) Kelompok orang yang akan diselidiki (kohort) didefinisikan berdasarkan
karakteristik tertentu sebelum terjadi penyakit yang akan diteliti.
2) Krlompok penelitian diobservasi pada waktu periode tertentu untuk
menentukan penyakit yang terjadi.

Dua hal yang menjadi karakteristik adalah sebagi berikut :


1) Seleksi individu dalam pembentukan kelompok ditentukan berdasarkan status
pemaparan yaitu terpapar atau tidak terpapar, atau pun berdasarkan perbedaan
kategori misalnya tidak terpapar, pemaparan yang rendah dan paparan yang
tinggi.

2) Adanya periode observesi yaitu kelompok tersebut diikuti untuk diketahui


frekuensi penyakit/kelainan yang terjadi selama periode observasi.

Dalam praktek, kohort terdiri atas dua kelompok, yakni kelompo yang
terpapar (terhadap faktor yang diduga sebagai faktor etiologis) dan kelompok
yang tidak terpapar.
Keuntugan-keuntungan
1) Terjadinya penyakit dapat dinyatakan dalam insiden rate.
2) Perbedaan dalam insiden rate antara kelompok terpapar dari tidak terpapar
merupakan ukuran yang langsung dari pada kemungkinan didaptnya penyakit
akibat beradanya sesorang dibawah pengaruh faktor etiologis, pada studi
retrospektif hal ini didapat secara tidak langsung.
3) Apabila kriteria dan prosedur-prosedur penyelidikan telah disusun dengan
baik terlebih dahulu maka studi retrospektif mengurangi kemungkinankemingkinan

bias

didalam

mendapatkan

keterangan-keterangan

yang

dibutuhkan.
4) Keterangan mengenai pemaparan didapat secara lebih jelas dibandingkan
dengan studi retrospektif.
5) Kita dapat memperoleh keterangan mengenai hubungan antara faktor etiologis
dalam penyakit-penyakit lain, didalam studi retrospektif kita hanya
memperhatikan suatu penyakit sedangkan dalam studi prospektif seluruh
spektrum moralitas dapat diselidiki.
6) Dapat meneliti pemaparan yang jarang.

7) Dapat meneliti beberaopa outcome yang disebabkan oleh satu faktor


pemaparan.
8) Memperkecil bias dalam penentuan faktor pemaparan.
9) Adanya hubungan waktu (temporal relationship) antara pemaparan dan
terjadinya penyakit.
10) Dapat menentukan hubungan sebab akibat antara variabel independen dan
variabel dependen.

Kekurangan-kekurangan
1) Waktu serta biaya yang dibutuhkan besar.
2) Tidak efisien untuk mengevaluasi outcoe yang jarang
3) Kesukaran dalam kontrol yaitu kelompok yang tidak terpapar.
4) Apabila penyakit yang akan diselidiki itu jarang maka studi prospektif tidak
efisien bahkan tidak mungkin.
5) Studi prospektif adalah penyelidikan yang relatif mahal.
6) Setelah penyelidikan dimulai dapat terjadi bahwa sejumlah anggota kohort
9sample yang dibutuhkan) menolak untuk ikut terus dalam penyelidikan,
menghlang, tidak tahu kemana, meninggal karena penyakit lain dan
sebagainya.
Jawahir Bin Madeaming. Penilitian Epidemiologi. Universitas Kristen Krida
Wacana : Jakarta Barat

Budiarto E, Anggraeni D. 2003. Pengatntar Epidemiologi ed2. Penerbit Buku


Kedokteran EGC, Jakarta